Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kesehatan Saluran Cerna

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 10 ... 18  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Thu Apr 22, 2010 7:54 pm

EFEKTIFKAH CARA MENYIKAT GIGI ANDA?
Asep Candra | Sabtu, 6 Agustus 2011 | 14:55 WIB
KOMPAS.com - Menyikat gigi adalah rutinitas sejak kanak-kanak sehingga banyak dari kita menganggap ini bukanlah suatu masalah. Anda hanya cukup memasukkan sikat gigi yang ditambahkan pasta gigi ke dalam mulut, kemudian menggosoknya selama beberapa saat. Hanya dalam sekejap, ritual pembersihan ini pun selesai. Namun para ahli memiliki pandangan lain tentang cara menyikat gigi yang benar. Mereka berpendapat, proses menyikat yang baik gigi harus dilakukan paling tidak selama 2 menit. Menyikat gigi tidak hanya berguna untuk menjaga kebersihan, tetapi juga kesehatan mulut dan gigi. Menggosok gigi secara tidak tertatur dan tidak layak dapat menyebabkan bau mulut, karies, dan penyakit periodontal (penyakit gusi). Agar menyikat gigi menjadi efektif, ada baiknya Anda mengikuti beberapa panduan di bawah ini :

1. Arahkan sikat dengan tepat
- Bersihkan permukaan bagian luar gigi atas, kemudian gigi bawah.
- Bersihkan permukaan bagian dalam gigi atas, kemudian gigi bawah.
- Bersihkan permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah.
- Untuk nafas yang segar, pastikan juga untuk menyikat lidah Anda.
- Miringkan sikat hingga 450 terhadap garis gusi dan sapukan sikat dari gari gusi.
- Sikatlah dengan lembut setiap permukaan luar, dalam, dan bagian untuk mengunyah pada setiap gigi.
- Sikatlah dengan lembut lidah Anda untuk menghilangkan bakteri dan menyegarkan napas.

2. Gunakan sikat yang Sesuai
Pilihlah sikat gigi yang memiliki bulu dari nilon dan berkepala kecil. Dengan menggunakan bulu dari nilon akan lebih lembut pada gusi dan lebih lentur sehingga dapat mencapai bagian antara gigi.
Kepala sikat yang kecil akan memudahkan Anda mencapai seluruh area mulut. Pastikan untuk membasahi sedikit sikat gigi Anda sebelum digunakan, agar melindungi gusi Anda dari kerobekan akibat bulu sikat yang tajam. Berikut beberapa tips untuk memilih sikat gigi yang benar:
- Pilihlah bulu sikat yang lembut
- Sesuaikan sikat gigi dengan ukuran mulut Anda. Jika Anda memiliki mulut yang kecil, pilihlah sikat yang lebih kecil dan jika Anda memiliki mulut yang besar, pilihlah yang lebih besar.
- Pilihlah yang mudah untuk digunakan. Jangan pilih sikat gigi yang dapat merumitkan Anda.

3. Gunakan pasta gigi yang benar
Kondisi gigi setiap orang tentu berbeda-beda, begitu juga dengan kebutuhannya. Maka dari itu, pilihlah pasta gigi yang paling sesuai untuk Anda. Ada banyak pilihan pasta gigi di pasaran, mulai dari untuk gigi berlubang, radang gusi, karang gigi, gigi bernoda, dan gigi sensitif.
Mintalah saran dokter gigi untuk membantu Anda memilih jenis pasta gigi yang sesuai. Untuk penggunaan, cukup gunakan pasta gigi dengan ukuran seperti sebiji kacang polong.

4. Mengganti sikat gigi
Gantilah sikat gigi Anda paling tidak selama tiga bulan sekali untuk menjaga kebersihan mulut. Dan jangan lupa untuk mnegganti sikat gigi Anda setelah terkena flu, karena terkadang bulu sikat mengumpulkan bakteri yang menyebabkan Anda kembali terinfeksi.

5. Tips dan Peringatan
* Pastikan Anda untuk menyikat gigi, lidah dan gusi Anda.
* Jangan terburu-buru, menyikat gigi bermanfaat untuk jangka waktu yang lama.
* Jangan memberi tekanan berlebihan pada gigi dan gusi saat menyikat, lakukan dengan lembut.
* Cobalah teknik menyikat gigi alternatif, seperti menyikat gigi ke atas dan ke bawah, sisi ke sisi, dan juga gerakan melingkar.
* Jangan lupa untuk menyikat bagian belakang dan sekitar gigi.
* Flossing adalah tambahan efektif dalam membersihkan gigi Anda.
* Sikatlah gigi setelah bangun dan sebelum tidur.
* Jangan lupa untuk selalau menyikat gigi segera setelah makan, atau paling tidak dua kali dalam sehari. (M10-11)


Last edited by gitahafas on Tue Aug 16, 2011 8:51 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Thu Apr 22, 2010 8:01 pm

GANGGUAN MULUT DAN GIGI YANG BISA DIATASI SENDIRI
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth - Jumat, 21/05/2010 13:30 WIB
Jakarta, Gangguan ringan pada mulut dan gigi bisa diatasi sendiri tanpa harus pergi ke dokter, misalnya sariawan dan lidah terbakar. Bahkan gigi tanggal sekalipun bisa dipasang kembali jika mendapat pertolongan pertama dengan tepat. Asalkan tahu caranya, setiap orang bisa menjadi dokter gigi untuk dirinya sendiri. Tetapi tentunya hanya untuk gangguan ringan saja, sedangkan untuk penanganan lebih lanjut ada baiknya tetap diserahkan kepada dokter gigi.

Berikut ini beberapa gangguan pada mulut dan gigi yang bisa diatasi sendiri, dikutip dari MensHealth, Jumat (21/5/2010).

Gigi sensitif
Pada akar gigi terdapat jutaan syaraf yang akan menjadi sangat sensitif ketika gusi rusak. Untuk mencegahnya, hindari pasta gigi dengan pemutih, baking soda dan pencegah plak. Bahan-bahan tersebut bersifat abrasif, dapat menyebabkan gusi mengalami resesi (turun).

Gigi tanggal
Pada orang dewasa, gigi permanen yang tanggal bisa dipasang kembali jika tidak terlambat membawanya ke dokter gigi. Sementara belum ada dokter, bersihkan gigi dengan air mengalir lalu kembalikan ke posisi semula di dalam rahang. Gigit kain lembut atau kantong teh celup yang telah dibasahi untuk menahannya di posisi tersebut. Jangan memegang akar gigi, pegang saja kepalanya.

Langit-langit mulut terbakar
Sensasi terbakar di langit-langit mulut terjadi jika terburu-buru menyantap makanan atau minuman panas. Meski tidak secara langsung mengganggu kesehatan gigi, kondisi ini semakin melunakkan jaringan di langit-langit mulut dan membuatnya rentan terhadap infeksi. Atasi dengan salep corticosteroid, misalnya Kenalog in Orabase.

Lidah terbakar
Sama seperti pada langit-langit, pemicunya adalah terburu-buru menyantap makanan atau minuman panas. Larutkan 1 sendok teh garam ke dalam secangkir air hangat, gunakan untuk berkumur. Larutan garam akan mencegah infeksi pada jaringan di lidah, dengan menetralisir kondisi keasaman akibat radang.

Sakit rahang
Umumnya disebabkan oleh gangguan pada sendi temporomandibular (TMD), yang menghubungkan rahang atas dengan rahang bawah. Gejalanya adalah rasa nyeri mulai dari depan telinga hingga ke rahang dan gigi. Ini dipicu oleh gerakan rahang yang saling menggertakkan gigi tanpa disadari saat tidur. Untuk mengatasinya, gunakan bantal yang nyaman untuk tidur.

Sariawan
Pemicunya sangat beragam, antara lain demam dan makanan yang terlalu pedas. Untuk mengatasinya, oleskan larutan borax glycerine (gom) yang dijual bebas dengan harga murah meriah di hampir semua apotek. Alternatifnya, oleskan minyak sayur dengan cotton bud sebanyak 3-4 kali/hari.

Gigi retak atau patah
Perubahan temperatur yang ekstrem dan mendadak bisa menyebabkan gigi rapuh, bahkan retak atau patah. Misalnya menyantap es krim yang diikuti dengan kopi panas. Bisa dicegah dengan menghindari makanan atau minuman yang terlalu panas maupun terlalu dingin, tetapi hanya bisa diatasi dengan penambalan oleh dokter gigi. Jika tidak ditambal, retakan atau patahan itu akan menjadi rawan infeksi.


Last edited by gitahafas on Sun Nov 21, 2010 2:08 pm; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Thu Apr 22, 2010 8:09 pm

DETEKSI PENYAKIT LEWAT KONDISI MULUT
Minggu, 23 Mei 2010, 09:29 WIB Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti
VIVAnews - Ketika terjadi gangguan mulut, entah itu di gusi, gigi atau lidah, ternyata dapat menjadi indikasi Anda mengalami gangguan kesehatan. Sebuah penelitian, seperti dikutip dari laman Aol.com, menyatakan apa yang terjadi di dalam mulut Anda bisa mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan.
Berikut cara mengetahui kondisi kesehatan lewat gangguan kesehatan yang terjadi dalam mulut:

Aroma napas tak sedap
Jelas, biang keladi mulut berbau tak sedap bisa dipicu dari makanan tertentu, seperti bawang putih, durian, dan jenis makanan lainnya. Kurang minum atau tidak menyikat gigi dengan benar pun bisa menjadi penyebab napas Anda beraroma tak sedap.

Tapi, yang lebih berbahaya, gangguan kesehatan yang terjadi di dalam mulut, bisa menjadi awal gejala penyakit ekstraksi gigi dan gangguan tenggorokan hingga kanker mulut. Di luar mulut, bau napas tak sedap dapat dikaitkan dengan masalah sinus, diabetes, gangguan pencernaan, HIV, penyakit hati, kelainan ginjal dan masalah paru-paru. Cobalah lakukan perawatan khusus pada mulut Anda agar bau napas tak segar bisa dihilangkan. Jika perlu, berkonsultasi pada dokter untuk mengatasi masalah ini.

Bibir pecah-pecah atau terdapat luka terbuka
Tidak mendapatkan cukup zat besi, asam folat atau vitamin B-12 bisa menjadi penyebab kanker. Hal sama berlaku untuk perubahan hormonal, alergi makanan dan infeksi virus. Mulut yang teriritasi ini juga telah ditemukan terjadi pada orang yang didiagnosis dengan infeksi kulit atau penyakit lain seperti cacar air, atau yang terparah kanker mulut. Tindik di bagian mulut, cedera atau obat-obatan bisa menjadi penyebab timbulnya penyakit ini. Untuk itu, waspada jika mengalami iritasi di bagian mulut.

Gigi tak terawat
Menurut American Heart Association (AHA) pada Juni 2008, kebersihan gigi dikombinasikan dengan kesehata secara keseluruhan dapat membantu mencegah infeksi katup jantung. Tidak tidak merawat gigi dengan baik bisa berisiko mengalami masalah kesehatan mulut seperti gigi berlubang, abses dan penyakit gusi, yang pada gilirannya dapat menyebabkan bakteri tumbuh lebih subur yang pada akhirnya mengakibatkan infeksi katup jantung.

Gigi tanggal
Kehilangan gigi lebih cepat dapat memprediksi demensia di kemudian hari. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Oktober 2007 dari jurnal 'American Dental Association', penulis penelitian itu menunjukkan. tidak jelas apakah hubungan ini saling berkaitan. Meski demikian memang butuh penelitian lanjutan. Sebab, berdasarkan studi Ilmuwan Jepang, hilangnya gigi juga mungkin berkaitan dengan gangguan di bagian kepala, leher, kerongkongan dan kanker paru-paru.

Warna lidah
Kondisi atau warna lidah bisa menandakan kesehatan Anda sedang terganggu. Apakah lidah berwarna putih, menggelap, berbulu, bergelombang atau beralur? Jika iya, kondisi ini bisa terjadi akibat tembakau atau memakan beberapa jenis makanan dan minuman, yang dapat memperburuk kesehatan gigi. Perubahan warna atau bentuk lidah dapat menandakan Anda kekurangan vitamin, mengalami luka atau adanya infeksi jamur. Parahnya lagi, meski kasusnya belum banyak, namun penyebab perubahan-perubahan kondisi lidah bisa diakibatkan alergi parah atau kanker mulut.

Mulut Kering
Apakah Anda pernah merasakan mulut kering sehingga Anda sulit makan, berbicara, atau menelan makanan? Hati-hati, kondisi ini bisa menyebabkan infeksi, penyakit gusi dan rongga mulut. Perbanyak minum air putih sebagai solusi awal masalah ini. (umi)

• VIVAnews


Last edited by gitahafas on Sat Jul 16, 2011 9:15 pm; edited 9 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Thu Apr 22, 2010 8:11 pm

HINDARI MASALAH GIGI DAN MULUT
Tuesday, 03 August 2010 - Seputar Indonesia
PERMASALAHAN gigi dan mulut tidak hanya sariawan, gigi bolong, atau bau mulut.Namun, ada delapan permasalahan gigi dan mulut yang sering terjadi. Untuk itu, jangan pernah anggap sepele permasalahan gigi dan mulut,karena permasalahan gigi dan mulut jika didiamkan akan menimbulkan dampak yang bahaya untuk kesehatan.

Jika berbicara mengenai permasalahan gigi dan mulut,ternyata tidak hanya melulu soal gigi sensitif, atau gigi bolong saja, tetapi banyak permasalahan lain yang sering timbul yang menyangkut kesehatan gigi dan mulut. Professional Relationship Manager PT Unilever Indonesia Tbk drg Ratu Mirah Afifah menyebutkan, dalam penelitian mengenai permasalahan gigi dan mulut,bahwa telah ditemukan adanya delapan masalah utama gigi dan mulut yang dialami sebagian besar masyarakat di dunia.

Mirah menuturkan, delapan permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang paling sering ditemukan ialah gigi berlubang,noda pada gigi,napas tidak segar,email gigi lemah, pembengkakan gusi, penumpukan plak, penumpukan tartar, dan permasalahan bakteri. Dikatakan ahli kedokteran gigi pencegahan dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, drg Armasastra Bahar PhD bahwa faktor penyebab dari permasalahan gigi dan mulut sebagian besar karena kurangnya kesadaran masyarakat mengenai cara pemeliharaan gigi yang baik dan pencegahannya.

”Umumnya, masyarakat tahu penyebab masalah gigi dan mulut tersebut, namun mereka selalu menganggapnya tidak serius,”tandasnya dalam acara dalam acara peluncuran Pepsodent Complete 8, sekaligus Pepsodent Awards yang diadakan Pepsodent di Balai Kartini, Jakarta,beberapa waktu lalu. Gigi berlubang bisa disebabkan adanya plak yang menjadi tempat berkembang biak bakteri.Bakteri akan menghasilkan asam,hasil dari fermentasinya degan karbohidrat dan merusak email gigi dan menyebabkan gigi berlubang.

Untuk noda pada gigi,umumnya disebabkan seringnya mengonsumsi makanan dan minuman yang berwarna seperti teh dan kopi. Masalah gigi dan mulut untuk email gigi lemah,disebabkan karena kekurangan mineral seperti kalsium dan fluoride yang dapat menyebabkan email gigi lemah. Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman dengan kadar manis dan asam tinggi juga dapat mengikis lapisan email pada gigi.

Beberapa makanan yang mengandung asam tinggi di antaranya soda, kunyit, asam jawa, dan cuka. ”Makanan dan minuman manis, terlalu mengandung asam yang tinggi dan minuman berwarna, sangat berpengaruh pada kesehatan gigi,” tutur dokter yang meraih gelar doktor di Faculty of Dentistry, Kyushu University Preventive Dentistry Fukuoka,Jepang ini. Tidak ada napas yang lebih buruk dibandingkan dengan napas tidak segar pada pagi hari,yang disebabkan sisa makanan yang membusuk di sela-sela gigi dan jutaan bakteri yang tumbuh di dalam mulut. Namun,napas tidak segar atau bau mulut, juga bisa disebabkan adanya penyakit di rongga mulut. Pembengkakan gusi yang tidak segera diobati akan menyebabkan gigi tanggal dan dapat berujung pada penyakit jantung, paru-paru, dan diabetes.

Hal ini bisa disebabkan karena terkumpulnya bakteri di sela-sela gusi dan gigi yang dapat mengiritasi gusi sehingga gusi infeksi dan meradang. Pada masalah penumpukan plak, apabila dibiarkan akan menyebabkan lubang pada gigi dan juga dapat menyebabkan radang gusi. Plak adalah semacam lapisan tipis pada permukaan gigi yang ditumbuhi bakteri,terbentuk air liur dan protein.

Berbeda dengan penumpukan plak,masalah penumpukan tartar, terjadi karena penumpukan plak secara berkepanjangan. Tartar adalah lapisan keras berwarna kuning dan pucat, yang mengotori gusi dan menjadi tempat berkembangnya bakteri.Sekali terbentuk, tartar tidak bisa dihilangkan dengan sikat gigi. Dan yang terakhir adalah permasalahan bakteri,di mana hal-hal yang memicu pertumbuhan bakteri secara pesat adalah karena kurangnya perawatan pada gigi dan mulut untuk menjaga kebersihan. ”

Masalah-masalah seputar gigi dan mulut seperti misalnya radang gusi, sangat banyak terjadi di masyarakat kita, namun sering kali orang tidak menyadari bahwa mereka alami radang gusi,karena penyakit ini memang tidak memberi rasa sakit pada penderita,”ucapnya. Arma menyarankan, untuk mencegah terjadinya permasalahan gigi dan mulut,ada baiknya mengetahui apa saja penyebabnya dan mencegah terjadinya.

Cara penanggulangan delapan masalah utama gigi dan mulut pun beragam. Seperti pada gigi berlubang, yaitu dengan menggosok gigi secara teratur dua kali sehari selama dua menit.Konsumsi makanan bergizi seimbang terutama kalsium dan mineral juga bisa mencegah timbulnya permasalahan gigi dan mulut. (inggrid namirazswara)


Last edited by gitahafas on Sat Jul 16, 2011 9:18 pm; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Sun Apr 25, 2010 8:05 am

TIPS MENCEGAH 8 MASALAH UTAMA PADA GIGI DAN MULUT
Senin, 12/7/2010 | 16:28 WIB
KOMPAS.com - Masalah pada mulut seringkali menimbulkan rasa kurang nyaman pada penderitanya. Tak hanya karena bisa menimbulkan rasa malu karena kurang nyaman dipandang, bila ada lubang atau noda pada gigi, juga karena masalah pada gigi dan mulut bisa menimbulkan bau tak sedap.
Pepsodent, produsen pasta gigi kenamaan dalam negeri baru-baru ini menggelar konferensi pers dan mengutarakan 8 masalah utama yang sering dihadapi oleh para dokter gigi saat harus merawat gigi pasiennya. Delapan masalah tersebut antara lain; gigi berlubang, noda pada gigi, email gigi yang lemah, napas tidak segar, pembengkakkan gusi, penumpukan plak, penumpukkan tartar, dan permasalahan bakteri.

Supaya tak dilanda masalah tersebut, memang paling benar untuk merawat gigi sejak awal sebelum timbulnya masalah. Berikut tips dari drg Armasastra Bahar, PhD untuk mencegah permasalahan gigi dan mulut;
* Bersihkan seluruh permukaan gigi 2 kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur.
* Konsumsi maknaan bergizi seimbang, terutama kalsium dan mineral.
* Gunakan pasta gigi yang mengandung sodium fluoride dan zinc citrate.

Sementara Pepsodent, yang pada kesempatan tersebut meluncurkan Pepsodent Complete 8 memberikan tips menanggulangi 8 masalah utama pada gigi dan mulut;

* Gigi berlubang: menggosok gigi secara teratur 2 kali sehari selama 2 menit dengan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk mengurangi kerusakan gigi. Menghindari makanan yang mengandung gula di antara jam makan, dan kunjungi dokter gigi secara teratur.

* Noda pada gigi: selalu berkumur air putih setelah mengkonsumsi teh atau kopi.

* Email gigi lemah: hindari makanan yang mengandung asam dan langsung membersihkan gigi setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung asam.

* Napas tidak segar: selalu menjaga kebersihan dan kesegaran mulut dengan menggosok gigi dua kali sehari, serta selalu membersihkan lidah dari sisa makanan.

* Pembengkakan gusi: Hindari menggosok gigi terlalu kuat, karena akan melukai gusi atau memaksa sela-sela gusi terbuka dan memberi celah untuk makanan masuk ke dalamnya dan membuat gusi meradang.

* Penumpukan plak: selalu pastikan Anda menggosok gigi setelah makan agar bakteri tidak berkembang biak dan mengakibatkan plak.

* Penumpukan tartar: Sekali terbentuk, tartar tak bisa dihilangkan dengan sikat gigi. Namun pertumbuhannya bisa diperlambat dengan pasta gigi yang berformula anti tartar.

* Permasalahan bakteri: Menggosok gigi dengan teratur adalah kunci utama mencegah permasalahan bakteri, pastikan Anda melakukannya secukupnya setiap hari.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 16, 2011 9:20 pm; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Sun Apr 25, 2010 9:41 am

MASALAH GIGI YANG DARURAT

SAKIT GIGI
Sakit gigi bisa terjadi karena:
- karies gigi
- abses
- peradangan gusi di sekitar akar gigi (perikoronitis)
- peradangan sinus (sinusitis).

Jika beberapa gigi atas terasa sakit pada saat mengunyah atau ketika membungkuk, maka kemungkinan penyebabnya adalah sinusitis (terutama jika sakit gigi timbul pada saat penderita menderita pilek). Pengobatan untuk sinusitis adalah antibiotik dan dekongestan (obat untuk melegakan hidung tersumbat).

GIGI PATAH & GIGI TANGGAL
Seseorang yang merasakan nyeri yang tajam dan berlangsung singkat ketika mengunyah atau memakan sesuatu yang dingin, mungkin memiliki gigi yang patah sebagian (fraktur inkomplit, greenstick). Selama giginya patah sebagian dan bagian dari gigi tersebut belum terbelah, dapat diperbaiki dengan penambalan (restorasi).nGigi depan bagian atas, terutama gigi seri, cenderung mudah mengalami cedera dan patah. Jika setelah suatu cedera sebuah gigi tidak peka terhadap udara, kemungkinan besar hanya permukaan bagian luarnya (email) saja yang telah mengalami kerusakan. Bahkan jika email telah mengalami kerusakan kecilpun, tidak dibutuhkan pengobatan segera.

Patah pada lapisan pertengahan gigi (dentin) biasanya akan menimbulkan nyeri jika gigi menyentuh udara dan makanan.
Jika patah terjadi pada lapisan gigi paling dalam (pulpa), pada bagian yang patah akan tampak sebuah bintik merah dan seringkali terlihat darah.
Pengobatan saluran akar mungkin perlu dilakukan untuk mengangkat pulpa yang tertinggal sebelum pulpa mati dan menyebabkan nyeri yang hebat.
Jika penderita berusia dibawah 12 tahun, pengobatan saluran akar ditunda sampai akar dari gigi yang terkena terbentuk sempurna.

Jika suatu cedera menyebabkan tanggalnya gigi ke dalam kantong gigi atau menyebabkan perdarahan jaringan gusi di sekitarnya, penderita harus segera mendatangi dokter gigi. Kerusakan gigi susu bagian depan biasanya tidak menimbullkan masalah.nBila kerusakannya lebih parah, gigi susu tersebut dapat dicabut tanpa membahayakan gigi tetap atau dengan menyisakan tempat untuk tumbuhnya gigi tetap. Jika gigi susu di bagian belakang mulut mengalami kerusakan, dimasukan suatu alat yang disebut space-maintainer, sehingga gigi tetap tumbuhnya tidak saling tumpang tindih.

PATAH RAHANG
Rahang yang patah menyebabkan nyeri dan biasanya menyebabkan maloklusi. Mulut seringkali tidak dapat dibuka lebar atau bergeser ke satu sisi jika dibuka atau ditutup. Sebagian patah rahang terjadi di rahang bawah (mandibula). Patah rahang atas (maksila) bisa menyebabkan:
- penglihatan ganda (karena otot mata menempel di dekatnya)
- mati rasa di kulit dibawah mata (karena cedera pada persarafannya)
- ketidakteraturan pada tulang pipi yang bisa dirasakan jika jari-jari tangan meraba pipi.

Setiap cedera yang menyebabkan patah rahang, juga bisa melukai tulang belakang di leher, sehingga sebelum dilakukan pengobatan terhadap patah rahang, sering dilakukan pemeriksaan rontgen leher. Suatu pukulan kuat yang menyebabkan patah rahang juga dapat menyebabkan geger otak atau perdarahan intrkranial. Jika diduga terjadi patah rahang, maka penderita harus menahan rahangnya dengan mengatupkan giginya dan rahang tidak boleh digerakkan. Rahang bisa ditahan dengan tangan atau dengan perban yang dililitkan sebanyak beberapa kali di bawah rahang dan ke atas kepala, tetapi jangan sampai menghalangi jalan udara. Penderita secepat mungkin mencari bantuan medis karena fraktur bisa menyebabkan perdarahan di dalam dan penyumbatan jalan nafas.

Di rumah sakit, rahang atas dan rahang bawah akan diikat dengan kawat (wiring), dan dibiarkan selama 6 minggu agar tulang sembuh sempurna.
Selama pemasangan kawat, penderita hanya dapat minum cairan melalui sedotan. Banyak patah rahang yang dapat diperbaiki melalui pembedahan dengan sebuah piringan; rahang tidak boleh digerakkan hanya selama beberapa hari, setelah itu penderita bisa makan makanan lunak selama beberapa minggu. Antibiotik biasanya diberikan pada patah majemuk, dimana patah tulang menjalar ke gigi atau kantongnya dan merupakan patah terbuka yang berhubungan dengan daerah yang tercemar (misalnya mulut).

MASALAH YANG TIMBUL SETELAH PENGOBATAN GIGI
1. Pembengkakan.
Pembengkakan biasa terjadi setelah dilakukan tindakan tertentu terhadap gigi, terutama pencabutan gigi dan pembedahan periodontal
Meletakkan bongkahan es batu (atau sekantong plastik kacang polong atau jagung beku) pada pipi dapat mencegah terjadinya pembengkakan.
Bongkahan es tersebut diletakkan pada pipi selama 25 menit dan kemudian dilepaskan selama 5 menit. Jika setelah 3 hari pembengkakan menetap atau meningkat, atau jika nyerinya hebat, mungkin telah terjadi infeksi dan penderita harus segera menemui dokter giginya.

2. Dry-socket.
Dry-socket (pemaparan terhadap tulang di dalam kantong gigi yang menyebabkan tertundanya penyembuhan), bisa terjadi setelah pencabutan gigi belakang sebelah bawah. Biasanya rasa tidak nyaman akan berkurang dalam 2-3 hari setelah pencabutan gigi dan kemudian secara tiba-tiba bertambah buruk, biasanya disertai dengan sakit telinga. Biasanya hal ini akan menghilang dengan sendirinya setelah 1 sampai beberapa minggu, tetapi dokter gigi bisa memasukkan verban anestetik ke dalam kantong untuk menghilangkan nyeri.
Verban ini diganti setiap 1-2 hari selama 1 minggu.

3. Perdarahan.
Perdarahan setelah pembedahan mulut sering terjadi. Biasanya hal ini bisa dehentikan dengan menekan tempat pembedahan selama beberapa jam bertama, yaitu dengan menggigit kapas selama 1 jam. Perdarahan dalam mulut dapat mengecoh karena sejumlah kecil darah akan bercampur dengan air liur sehingga perdarahan tampak lebih banyak dari sesungguhnya. Jika perdarahan berlangsung terus menerus, daerah yang mengalami perdarahan dibersihkan kemudian sepotong kasa tipis yang baru atau sebungkus kantong teh yang sudah dibasahi kembali digigit di daerah tersebut.
Jika perdarahan berlangsung terus sampai lebih dari beberapa jam, penderita harus segera menemui dokter giginya.

Orang yang secara rutin mengkonsumsi antikoagulan atau aspirin (meskipun hanya 1 tablet aspirin/hari), harus menyampaikannya kepada dokter gigi pada 1 minggu sebelum dilakukan pembedahan karena obat-obat tersebut meningkatkan kecenderungan terjadinya perdarahan.
Dosis obat tersebut bisa disesuaikan atau dihentikan untuk sementara waktu.

Sumber: Medicastore


Last edited by gitahafas on Sat Jul 16, 2011 9:16 pm; edited 8 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Sun Apr 25, 2010 9:44 am

CEGAH INFEKSI PASCA SCALING
GERAI - Edisi Maret 2008 (Vol.7 No.Cool) Farmacia
Setelah dilakukan proses scaling dan planing dapat diberikan antibiotik atau penggunaan obat kumur untuk mengontrol terjadinya infeksi.
Karang gigi yang disebut juga kalkulus atau tartar adalah lapisan kerak berwarna kuning yang menempel pada gigi dan terasa kasar, yang dapat menyebabkan masalah pada gigi. Kalkulus terbentuk dari dental plak yang mengeras pada gigi dan menetap dalam waktu yang lama. Dental plak merupakan tempat ideal bagi mikroorganisme mulut, karena terlindung dari pembersihan alami oleh lidah maupun saliva. Akumulasi plak juga dapat menyebabkan iritasi dan inflamasi gusi yang gingivitis. Jika akumulasi plak terlalu berat, maka dapat menyebabkan periodontis. Maka plak, sering disebut juga sebagai penyebab primer penyakit periodontis. Sementara, kalkulus pada gigi membuat dental plak melekat pada gigi atau gusi yang sulit dilepaskan hingga dapat memicu pertumbuhan plak selanjutnya. Karena itu kalkulus disebut juga sebagai penyebab sekunder periodontis.

Kalkulus dapat terbentuk "di atas gusi" atau supragingival, atau pada sulcus, yaitu saluran antara gusi dan gigi. Ketika terjadi plak supragingival, maka bakteri yang terkandung di dalamnya hampir semuanya merupakan bakteri aerobik, atau bakteri yang dapat hidup di lingkungan penuh oksigen. Plak subgingival, terutama terdiri dari bakteri anaerobik, yaitu bakteri yang tidak dapat hidup pada lingkungan yang mengandung oksigen. Bakteri anaerobik inilah yang berbahaya bagi gusi dan jaringana yang menempel pada gigi, yang menimbulkan periodontis. Pada umumnya, orang yang mengalami periodontis memiliki deposit kalkulus subgingival.

Untuk menghilangkan dental plak dan kalkulus perlu dilakukan scaling atau root planing, yang merupakan terapi periodontal konvensional atau non-surgikal. Terapi ini selain mencegah inflamsi juga membantu periodontium bebas dari penyakit. Prosedur scaling menghilangkan plak, kalkulus, dan noda dari permukaan gigi maupun akarnya. Prosedur lain adalah root planing, terapi khusus yang menghilangkan cementum dan permukaan dentin yang ditumbuhi kalkulus, mikroorganisme, serta racun-racunnya. Scaling dan root planing digolongkan sebagai deep cleaning, dan dilakukan dengan peralatan khusus seperti alat ultrasonik, seperti periodontal scaler dan kuret.
Obat Kumur pasca Scaling

Setelah dilakukan proses scaling dan planing dapat diberikan antibiotik atau penggunaan obat kumur untuk mengontrol terjadinya infeksi dan mendorong perbaikan pada gigi. Antibiotik atau obat kumur juga dapat direkomendasikan untuk mengontrol pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan periodontis. Salah satu obat kumur yang mengandung povidone-iodine dapat digunakan untuk membantu mencegah terjadinya bakteri penyebab infeksi dalam mulut. Dalam jurnal Dermatology 2006;212 menyebutkan hasil penelitian mengenai efek materi organik terhadap killing-activity PVP-I secara in-vitro. Peneliti membandingkan killing-activity PVP-1 in-vitro dalam waktu singkat dengan antiseptik oral berupa sampel yang diperoleh dari sukarelawan yang sehat.

Ternyata, konsentrasi PVP-1 standar sebesar 0.23-0.47% atau lebih rendah dapat membunuh methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dan Pseudomonas aeruginosa, termasuk multidrug-resistant strains dengan kehadiran bahan organik oral dalam waktu 15 hingga 60 detik. Sedangkan benzethonium chloride (BEC) 0.02% dan chlorhexidine gluconate (CHG) 0.002% tidak menunjukkan efek pembasmi MRSA dan P. aeruginosa.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa killing-activity secara in-vitro PVP-1 konsentrasi standar hampir tidak dipengaruhi oleh bahan organik oral dan obat kumur yang mengandung PVP-I memiliki aktivitas bakterisidal lebih kuat dibanding BEC dan CHG. Walaupun sampel obat kumur dalam studi ini didapatkan dari individu yang sehat, namun PVP-I nampaknya tetap dapat digunakan untuk mencegah infeksi pada pasien dengan penyakit-penyakit tertentu, dengan konsentrasi dan penggunaan yang benar.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 16, 2011 9:25 pm; edited 9 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Mon Apr 26, 2010 11:03 am

BERKUMUR DENGAN POVIDONE-IODINE CEGAH INFEKSI BAKTERI
GERAI - Edisi Februari 2007 (Vol.6 No.7) Farmacia
Sikat gigi saja ternyata tidak cukup. Penggunaan antiseptik dalam obat kumur ternyata mampu mencegah infeksi berbahaya di saluran pernapasan
Penempelan bakteri pada sel-sel inang (host) merupakan langkap awal terjadinya infeksi. Salah satunya, bakteri yang ngendon di tenggorokan. Beberapa studi membuktikan, ada korelasi yang signifikan antara kumpulan bakteri di sel-sel epitel faring manusia dengan terjadinya infeksi di saluran pernapasan. Penelitian oleh Nagatake dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Institut Penyakit Tropis, Universitas Nagasaki Jepang menemukan adanya reseptor pada sel-sel epitel laring yang menjadi media bagi bakteri Moraxella catarrhalis dan Haemophilus influenzae.

Untuk mencegah terjadinya infeksi di saluran pernapasan tersebut, di tahun 2002, Nagatake meneliti efektivitas obat kumur povidone-iodine gargle, sebagai agen pembasmi bakteri. Ada 23 subjek orang dewasa dalam studi, laki-laki dan perempuan, yang menderita gangguan pernapasan kronis berulang. Mereka diminta berkumur minimal 4 kali sehari dengan povidone-iodine gargle. Ternyata insiden episode eksaserbasi infeksi pernapasan kronis menurun secara signifikan dibandingkan sebelum menggunakan povidone-iodine gargle.

Pada dasarnya, povidone-iodine merupakan iodine kompleks yang berfungsi sebagai antiseptik. Ia mampu membunuh mikroorganisme seperti bakteri, jamur, virus, protozoa, dan spora bakteri. Tak heran agen ini berguna untuk terapi infeksi yang berkaitan dengan makhluk-makhluk renik tersebut. Selain sebagai obat kumur (mouthwash) yang digunakan setelah gosok gigi, povidone-iodine gargle memang digunakan untuk mengatasi infeksi-infeksi mulut dan tenggorokan, seperti gingivitis (inflamasi di gusi) dan tukak mulut (sariawan).


Last edited by gitahafas on Sat Jul 16, 2011 9:26 pm; edited 9 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Wed Apr 28, 2010 7:26 pm

MASALAH PADA LIDAH
Selasa, 2 November 2010 | 11:30 WIB
Kompas.com - Tahukah Anda, lidah yang sering kurang mendapat perhatian itu ternyata bisa menjadi indikator ada tidaknya penyakit yang bersarang pada tubuh. Cukup dengan menjulurkan lidah, seorang dokter bisa melakukan diagnosa awal kondisi penyakit pasiennya. Secara umum, terdapat beberapa masalah yang sering menyerang lidah.

Bercak putih yang tebal dan keras
Muncul bercak putih yang tebal dan keras pada salah satu sisi pipi, gusi, atau lidah, merupakan tanda kelainan yang disebut leukoplakia. Kondisi ini merupakan reaksi mulut terhadap iritasi kronis seperti akibat gigi palsu yang kurang pas, atau gigi kasar yang menggesek pipi atau gusi. Pada awalnya memang tidak menjadi masalah, tapi lama-kelamaan bercak akan menjadi kasar dan peka terhadap makanan panas dan pedas. Pada perokok, bercak putih yang timbul disebut keratosis perokok. Ini merupakan perlindungan alami tubuh terhadap panasnya asap rokok.

Bintil kecil pada lidah
Kondisi ini disebut dengan oral lichen planus atau jaringan benjolan pucat atau bercak penebalan berwarna merah pada sisi lidah atau bagian dalam pipi. Mulut menjadi sakit dan kering dan berasa logam. Penyebabnya belum jelas, namun stres emosi diduga memicu kelainan ini.

Peradangan
Pada keadaan normal, lidah dilapisi jaringan seperti rambut halus yang disebut papil. Peradangan pada lidah (glositis) akan merusak papil dn menimbulkan perubahan pada lidah, termasuk perubahan warna.

Lidah geografis
Kondisi ini ditandai dengan adanya bercak-bercak di sana-sini pada area papil yang hilang, sehingga lidah tampak licin dan berwarna merah cerah pada bercak-bercak itu. Tidak ada pengobatan yang khusus. Hindari makanan pedas atau panas, rokok, dan alkohol.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 16, 2011 9:19 pm; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Thu Apr 29, 2010 10:09 am

DETEKSI KEKURANGAN VITAMIN LEWAT LIDAH
Jumat, 22/10/2010 17:00 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Mengetahui apakah asupan vitamin sudah mencukupi atau tidak adalah hal yang sulit. Tapi ternyata kadar vitamin yang rendah bisa dideteksi lewat lidah.
Lidah digunakan untuk mengunyah, mengecap dan membantu menelan yang penggunaannya sepanjang hari. Karenanya kelainan yang terjadi akan sangat jelas terlihat yang membuat lidah bisa membantu deteksi kekurangan vitamin. Dikutip dari Livestrong, Jumat (22/10/2010) berikut beberapa kondisi pada lidah yang terkait dengan kekurangan suatu vitamin, yaitu:

Lidah yang retak atau pecah-pecah
Permukaan lidah yang terlihat retak atau pecah-pecah (fissures) menunjukkan tubuh kekurangan vitamin A. Biasanya kekurangan vitamin A lebih sering dikaitkan dengan masalah penglihatan, tapi ternyata juga berpengaruh terhadap kesehatan lidah.

Lidah sariawan
Kekurangan vitamin C yang cukup parah bisa menyebabkan timbulnya sariawan di lidah, biasanya sariawan terdapat di bibir atau pada bagian dalam pipi. Kondisi ini akan menyakitkan dan mengganggu proses makan. Jika kondisinya cukup parah bisa menyebabkan lidah berdarah atau sariawannya ditutupi oleh selaput berwarna abu-abu yang tebal.

Selain itu kekurangan niacin (vitamin B3) bisa menyebabkan lidah kemerahan dan rasa sakit di seluruh mulut sebelum timbulnya sariawan. Sariawan yang terjadi akibat kekurangan niacin terjadi pada bagian bawah lidah atau bibir bagian bawah serta menimbulkan rasa nyeri yang signifikan.

Rasa seperti terbakar dan kesemutan di lidah
Berdasarkan American Family Physician, setiap seseorang kekurangan vitamin B terutama vitamin B12 bisa menyebabkan rasa terbakar di lidah dan juga kesemutan. Namun jika kondisi ini tak juga hilang meskipun sudah mengonsumsi vitamin B12, kemungkinan ada faktor lain yang mempengaruhi.

Perubahan warna lidah
Kekurangan asam folat, vitamin B12 dan juga niacin bisa membuat warna lidah berubah dan merusak sidik atau tanda di lidah seseorang yang disebut dengan papillae. Seseorang yang vegetarian atau memiliki penyakit yang berhubungan dengan sistem pencernaan berisiko mengalami kekurangan vitamin B12. Dengan mengonsumsi kekurangan vitamin tersebut akan membantu mengembalikan warna merah lidah.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 16, 2011 9:23 pm; edited 9 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Fri Apr 30, 2010 9:29 pm

BILA LIDAH BERWARNA HIJAU
Merry Wahyuningsih - detikHealth - Jumat, 25/06/2010 09:00 WIB
Jakarta, Mulut sering dianggap sebagai cerminan dari kesehatan
secara keseluruhan. Itulah mengapa segala bentuk gangguan dalam rongga mulut terutama lidah, kerap dikaitkan dengan gangguan pada tubuh sering . Lalu apa artinya bila lidah berwarna hijau? Secara normal lidah berwarna pink kemerahan dengan tekstur normal terlihat halus dan lembut. Namun, bila ada lesi (bintil berisi cairan) atau berbagai macam infeksi, lidah akan mengalami perubahan warna dan tampilan. Bila warna lidah berubah menjadi hijau, bisa jadi menandakan adanya infeksi lokal atau gangguan sistemik di dalam tubuh. Seperti dilansir dari Buzzle, Jumat (25/6/2010), berikut beberapa penyebab terjadinya perubahan warna hijau pada lidah:

1. Sindrom lidah berbulu
Sindrom lidah berbulu (Hairy Tongue Syndrome) atau lingua villosa nigra merupakan kondisi yang mana ada pertumbuhan papila filiform (bagian menonjol pada selaput yang berlendir di bagian atas lidah) berlebih pada permukaan dorsal lidah. Bila bakteri menginfeksi papila ini, maka terjadi perubahan warna pada lidah, biasanya lidah akan tampak berwarna hitam atau hijau.

2. Kandidiasis mulut (oral)
Salah satu kondisi yang paling umum dapat menyebabkan lidah berwarna hijau adalah jamur oral atau jamur mulut, biasanya disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans. Kondisi ini terutama terjadi karena infeksi oportunistik pada orang dengan kekebalan tubuh tidak normal. Hal ini juga terlihat pada orang yang memakai gigi palsu yang tidak pas (prostesis) dalam waktu yang sangat lama.

3. Penyebab lain
Iritasi tenggorokan juga dapat menyebabkan lidah berwarna hijau, karena bisa menjadi perpanjangan dari infeksi saluran pernafasan atas. Selain itu, penggunaan antibiotik jangka panjang, merokok, obat kumur dan pasta gigi tertentu, narkoba, atau yang tidak berhubungan dengan kesehatan adalah permen dengan pewarna hijau.


Last edited by gitahafas on Sat Jul 16, 2011 9:26 pm; edited 8 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Fri Apr 30, 2010 9:49 pm

RAHASIA DIBALIK AIR LIUR
Merry Wahyuningsih - detikHealth - Senin, 14/06/2010 18:00 WIB
Jakarta, Air liur atau ludah bukan sekedar cairan di mulut yang dianggap menjijikkan dan kotor. Ada banyak hal yang dapat diketahui dari air liur. Apa saja rahasia di balik air liur? Beberapa orang mungkin menganggap air liur steril atau desinfektan, sehingga percaya bahwa air liur akan lebih cepat menyembuhkan luka. Padahal, mulut adalah sarang kuman dan bakteri. Ada lebih dari 600 jenis bakteri di dalam mulut dan air liur yang dapat menyebabkan infeksi.
Seperti dilansir dari MSN, Senin (14/6/2010), berikut rahasia di balik air liur:

Apa saja yang ada di air liur?
Sebagian besar air liur adalah air, tetapi juga mengandung elektrolit, bakteri, virus, jamur, sekresi dari hidung dan paru-paru, sel-sel dari lapisan mulut dan sekitar 500 protein. Tentu saja, isi dari air liur juga tergantung pada apa yang dimasukkan ke dalam mulut, seperti puing-puing makanan. Komponen pasta gigi juga umum ditemukan dalam air liur. Kandungan air liur setiap orang pun berbeda.

Apa yang bisa diketahui dari air liur?
Dari air liur, bisa didapatkan sampel dari DNA. Bahkan, meskipun air liur tidak mengandung sel DNA, tetapi sel-sel dari lapisan mulut dapat ditemukan di sampel air liur.
Air liur juga merupakan petunjuk lain untuk menungkapkan identitas seseorang. Air liur dapat mengungkapkan apa yang sudah dimakan dan obat-obatan yang mungkin dikonsumsi, seperti kokain, ganja dan barbiturat. Para ilmuwan juga dapat menggunakan sampel air liur untuk menunjukkan berapa banyak obat tertentu dalam tubuh.
Para ilmuwan juga ingin dapat menggunakan air liur sebagai alat untuk mendeteksi penyakit, karena jauh lebih mudah, dan dalam banyak kasus lebih aman. Tes HIV merupakan salah satu tes yang mana air liur digunakan sebagai sampel, meskipun tes darah masih merupakan cara standar untuk tes HIV.

Apa saja fungsi air liur?
Sebagian orang tidak menyadari betapa pentingnya fungsi air liur, yaitu:
1. Memecah makanan dalam mulut, sehingga dapat dirasakan oleh lidah dan lebih mudah dicerna oleh perut.
2. Membersihkan makanan dan sel-sel mati dari lapisan mulut
3. Mengikat makanan menjadi bola sehingga dapat ditelan
4. Membersihkan makanan dan bakteri dari gigi
5. Mencegah lapisan mulut kering
6. Menghancurkan atau mencegah pertumbuhan jamur tertentu
7. Menetralisir asam dari makanan dan minuman
8. Membantu menumbuhkan enamel gigi yang rusak, karena kalsium dan kadar fosfor

Berapa banyak jumlah air liur?
Goodson memperkirakan rata-rata seseorang memproduksi kurang lebih setengah liter air liur dalam satu hari. Tapi tentu saja jumlah ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Gen
2. Waktu (produksi air liur melambat secara drastis di malam hari)
3. Banyak air yang diminum
4. Sedang mengunyah permen karet atau menghisap permen keras (keduanya meningkatkan produksi air liur)
5. Mencium sesuatu yang menarik (juga meningkatkan produksi air liur, itu sebabnya ada istilah 'lezat')
6. Lebih dari 400 obat menyebabkan penurunan produksi air liur
7. Umur produksi (air liur menurun seiring dengan usia)
8. Memiliki kondisi atau penyakit yang mempengaruhi produksi air liur, seperti sindrom Sjorgen, atau sedang menjalani terapi radiasi


Last edited by gitahafas on Sat Jul 16, 2011 9:27 pm; edited 9 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Sun May 02, 2010 6:39 pm

GANGGUAN KELENJAR LUDAH
Terdapat tiga pasang besar kelenjar ludah di dalam mulut. Sepasang kelenjar ludah yang paling besar, disebut kelenjar parotid, terletak persis di belakang sudut pada mulut, di bawah dan di depan mata. Dua pasang yang lebih kecil, kelenjar sublingual dan kelenjar submandibular, terletak di dalam lantai mulut. Sebagai tambahan kelenjar besar ini, banyak kelenjar ludah kecil yang terbagi-bagi sepanjang mulut. Semua kelenjar tersebut menghasilkan ludah, yang membantu mencerna makanan sebagai bagian proses pencernaan.
Berbeda dibandingkan kanker, dua jenis besar gangguan yang mempengaruhi kelenjar ludah : satu yang mengakibatkan kerusakan kelenjar ludah, dimana tidak cukup ludah dihasilkan, dan satu lagi mengakibatkan pembengkakan kelenjar ludah. Ketika aliran ludah tidak mencukupi atau hampir tidak ada, mulut terasa kering. Keadaan ini disebut mulut kering (xerostomia).

PENYEBAB
Kerusakan kelenjar ludah : penyakit dan gangguan tertentu, sama seperti obat-obatan tertentu, bisa menyebabkan kelenjar ludah menjadi rusak dan dengan demikian mengurangi produksi ludah.
Penyakit-penyakit termasuk penyakit Parkinson, infeksi virus penurunan kekebalan tubuh manusia (HIV), sindrom sjogren, depresi, dan nyeri kronis. Obat-obatan yang menurunkan produksi ludah termasuk antidepresan tertentu, antihistamin, antipsikotis, sedativ, metildopa, dan diuretik.
Kelenjar ludah seringkali rusak setelah seseorang menjalani kemoterapi atau radiasi kepala dan leher untuk pengobatan kanker. Mulut kering biasanya disebabkan radiasi sementara, khususnya jika radiasi tersebut berdosis tinggi, yang biasanya disebabkan kemoterapi sementara.

Meskipun begitu, tidak semua kasus pada mulut kering disebabkan oleh kerusakan kelenjar ludah. Terlalu sedikit minum dan pernafasan melalui mulut bisa mengeringkan mulut. Gelisah atau stress bisa juga mengakibatkan mulut kering. Mulut bisa juga kering mengikuti usia seseorang, meskipun hal ini kemungkinan lebih beasr disebabkan penggunaan obat yang menyebabkan mulut kering dibandingkan proses penuaan itu sendiri.
Karena ludah memberikan perlindungan alami melawan kerusakan gigi, jumlah ludah yang tidak mencukupi menyebabkan pelubangan lebih-khususnya pada akar gigi. Mulut kering, jika berat, bisa juga menyebabkan kesulitan berbicara dan menelan.

Pada kasus yang langka, kelenjar ludah menghasilkan terlalu banyak ludah. Peningkatan kelenjar ludah biasanya sangat cepat dan terjadi dalam reaksi makan makanan tertentu, seperti makanan asam. Kadangkala bahkan memikirkan mengenai makan makanan ini bisa meningkatkan produksi ludah.
Pembengkakan kelenjar ludah : pembengkakan kelenjar ludah bisa terjadi pada pembuluh yang membawa ludah dari kelenjar ludah menuju mulut terhalang. Nyeri bisa terjadi, khususnya selama makan.

Penyebab yang paling umum penyumbatan adalah batu. Batu kelenjar ludah paling umum pada orang dewasa; 25 % batu-batuan tersebut lebih dari satu. Batu bisa terbentuk dari garam yang terkandung di dalam ludah. Penyumbatan membuat ludah kembali ke dalam empedu, menyebabkan kelenjar ludah membengkak. Penyumbatan pembuluh dan kelenjar terisi dengan ludah yang mandek bisa terinfeksi dengan bakteri. Gejala-gejala khas pada pembuluh ludah yang tersumbat adalah pembengkakan yang memburuk hanya sebelum waktu makan atau terutama sekali ketika seseorang makan acar (rasa acar asam merangsang aliran ludah, tetapi jika pembuluh tersumbat, ludah tersebut tidak mempunyai tempat dan kelenjar tersebut bengkak)

Penyakit gondok, infeksi bakteri tertentu, dan penyakit-penyakit lainnya (seperti AIDS, sindrom sjorgren, diabetes mellitus, dan sarcoidosis) kemungkinan disertai oleh pembengkakan pada kelenjar ludah besar. Pembengkakan bisa juga terjadi dari kanker atau tumor pada kelenjar ludah. Pembengkakan terjadi dari tumor biasanya lebih kuat dibandingkan dengan infeksi. Jika tumor tersebut adalah kanker, kelenjar tersebut bisa terasa seperti batu keras dan kemungkinan tetap kuat mengelilingi jaringan. Kebanyakan tumor tidak bersifat kanker bisa diangkat.

Luka pada bibir bagian atas-misal, tidak sengaja tergigit-bisa membahayakan kelenjar ludah kecil yang ditemukan di sana dan menyumbat aliran ludah. Akibatnya, kelenjar yang terkena bisa bengkak dan membentuk kecil, gumpalan lembek (mucocele) yang tampak kebiruan. Gumpalan tersebut biasanya muncul dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

DIAGNOSA
Tidak ada tes kuantitatif yang baik untuk mendiagnosa kerusakan kelenjar ludah. Meskipun begitu, kelenjar ludah tersebut bisa diperas (‘milked’) dan pembuluh diamati untuk aliran ludah.
Pembengkakan menyebabkan tersumbatnya pembuluh ludah didiagnosa karena berhubungan dengan nyeri di waktu makan. Untuk mendiagnosa penyebab lain pembengkakan, seorang dokter gigi atau dokter bisa melakukan biopsi untuk memperoleh contoh jaringan kelenjar ludah dan meneliti di bawah mikroskop.

PENGOBATAN
Jika pembuluh ludah tersumbat oleh batu, seorang dokter gigi bisa kadangkala mendorong batu tersebut keluar dengan menekan kedua sisi pembuluh. Jika hal itu gagal, alat seperti kawat yang halus bisa digunakan untuk mendorong keluar batu tersebut. Sebagai jalan terakhir, batu tersebur bisa diangkat secara operasi.
Mucocele yang tidak muncul dengan sendirinya bisa diangkat secara operasi jika mengganggu. Dengan cara yang sama, baik tumor kelenjar ludah yang bersifat kanker dan bukan kanker biasanya bisa diangkat secara operasi. Pengobatan pada kasus yang lainnya pada pembengkakan kelenjar ludah bervariasi berdasarkan kasusnya.

Siapapun yang mengalami gangguan atau menggunakan obat yang mengeringkan mulut harus melakukan kesehatan mulut rutin dengan teliti (menggosok, flossing, dan dibilas dengan fluoride); menghindari gula; dan menjalani pemeriksaan gigi, pembersihan, dan pengobatan fluoride setiap 3 sampai 4 bulan sekali.
Ketika pengobatan khusus tidak tersedia, pengganti ludah secara garis besar sangat membantu, salah satu obat yang dapat membantu beberapa orang adalah pilocarpine, tetapi obat tersebut seringkali tidak efektif jika kelenjar ludah telah mengalami kerusakan karena radiasi.

Sumber: Medicastore


Last edited by gitahafas on Sat Jul 16, 2011 9:28 pm; edited 8 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Sun May 02, 2010 7:17 pm

KELENJAR LUDAH
Makanan dicerna secara mekanis dengan bantuan gigi dan secara kimiawi dengan bantuan enzim yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar ludah. Kelenjar ludah menghasilkan air ludah atau air liur. Air ludah berupa cairan yang pekat dan licin karena mengandung lendir (musin) dan enzim ptialin. Enzim ptialin atau amylase berfungsi mengubah zat tepung atau amilum menjadi zat gula sederhana (maltose dan glukosa).

Air ludah mempunyai peran penting sebagai berikut :
a.mempermudah penelanan dan perncernaan makanan. Air ludah dalam bentuk lendir berperan dalam penelanan makanan sedang dalam bentuk air berguna untuk melarutkan zat makanan.
b. melindungi selaput mulut dari panas, dingin dan basa.

Kelenjar ludah terdiri dari tiga pasang sebagai berikut :
a. Kelenjar parotis, terletak di bawah telinga. Kelenjar ini menghasilkan ludah berbentuk cairan yang disebut serosa. Kelenjar parotis merupakan kelenjarterbesar bermuara di pipi sebelah dalam berhadapan dengan geraham kedua. Infeksi oleh virus akan menyebabkan penyakit parotis (gondok).

b. Kelenjar submandibularis, terletak di bawah rahang bawah.

c. Kelenjar sublingualis, terletak di bawah lidah
Kelenjar submandibularis dan sublingualis menghasilkan air dan lendir yang disebut seromocus. Kedua kelenjar ini akan bermuara di tepi lidah.

Sumber : Buku IPA Biologi untuk Kelas VIII SMP, Penerbit Sunda Kepala Pustaka
Diterbitkan di: 06 Mei, 2010
Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/1999223-kelenjar-ludah/#ixzz1SHNflbz2


Last edited by gitahafas on Sat Jul 16, 2011 9:41 pm; edited 8 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Mon May 10, 2010 12:53 pm

MASALAH PADA KELENJAR LUDAH
Sepasang kelenjar ludah yang terbesar terletak tepat di belakang sudut rahang, di depan telinga.
Dua pasang kelenjar yang lebih kecil terletak lebih dalam di dasar mulut.
Kelenjar ludah yang kecil-kecil tersebar di seluruh mulut.

Jika pengaliran ludah tidak mencukupi, mulut akan terasa kering.
Ludah memberikan perlindungan alami terhadap pembusukan gigi, sehingga kekurangan ludah bisa menyebabkan terbentuknya kavitas (gigi karies).
Mulut yang kering dapat disebab oleh:
- terlalu sedikit minum
- bernafas lewat mulut
- mengkonsumsi obat tertentu
- penyakit yang mengenai kelenjar ludah (misalnya sindroma Sj?gren)
- usia lanjut.

Suatu saluran yang mengalirkan ludah bisa tersumbat oleh suatu pengendapan kalsium (batu kalsium).
Sumbatan ini menyebabkan ludah tidak dapat dialirkan dan kelenjar ludah mengalami pembengkakan.
Pembengkakan kelenjar ludah juga bisa mengalami infeksi karena bakteri.
Jika pembengkakan bertambah buruk sesaat sebelum waktu makan tiba atau jika penderita memakan acar, penyebabnya sudah pasti adalah penyumbatan saluran.
Rasa asam dari acar merangsang pengaliran ludah, tetapi karena saluran tersumbat, maka saliva tidak dapat dialirkan, sehingga pembengkakan bertambah buruk.

Kadang seorang dokter gigi bisa mendorong batu dengan menekan kedua sisi saluran.
Jika tidak berhasil, suatu alat serupa kawat halus bisa digunakan untuk menarik batu keluar.
Atau bisa dilakukan pembedahan untuk mengangkat batu.

Suatu cedera pada bibir bawah (misalnya karena tergigit) bisa melukai kelenjar ludah kecil dan menyumbat pengaliran ludah.
Sebagai akibatnya, kelenjar akan membengkak dan membentuk suatu benjolan kecil dan lunak yang berwarna kebiruan (mukokel).
Setelah beberapa minggu, benjolan biasanya akan menghilang dengan sendirinya, atau jika mengganggu atau sering kambuh, bisa diangkat melalui pembedahan gigi.

Mumps (gondongan, infeksi bakteri) dan penyakit lainnya dapat menyebabkan pembengkakan pada kelenjar ludah utama.
Pembengkakan juga bisa disebabkan oleh tumor kelenjar ludah baik yang jinak maupun ganas (biasanya lebih padat dibandingkan pembengkakan yang disebabkan oleh infeksi).
Jika tumor bersifat ganas, kelenjar akan teraba keras seperti batu.

Kelenjar ludah
Peradangan dan infeksi kelenjar ludah sering disebabkan oleh batu yang menyumbat saluran ludah dan lebih sering terjadi dibandingkan tumor.
Setiap pembengkakan kelenjar ludah memerlukan perhatian medis.
Untuk menentukan penyebabnya, bisa dilakukan biopsi terhadap jaringan kelenjar ludah.

Sumber: Medicastore


Last edited by gitahafas on Sat Jan 01, 2011 10:39 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

Kesehatan Saluran Cerna

View previous topic View next topic Back to top 
Page 3 of 18Goto page : Previous  1, 2, 3, 4 ... 10 ... 18  Next

 Similar topics

-
» Kesehatan Saluran Cerna
» Kesehatan Saluran Kemih
» [Tips] menjaga kesehatan
» PENERBITAN BUKU KESEHATAN
» Kesehatan Tulang dan Otot

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-