Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kesehatan Saluran Cerna

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1 ... 5 ... 7, 8, 9 ... 13 ... 18  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Mon Aug 16, 2010 4:23 pm

PERUT JUGA BISA KENA FLU
Rabu, 14/07/2010 08:03 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Flu biasanya berhubungan dengan hidung atau pilek. Tapi perut juga bisa terkena flu atau dikenal dengan stomach flu dengan gejala demam, nyeri otot, kelelahan, kram perut, mual, muntah dan diare. Stomach flu adalah istilah yang populer, namun sebenarnya bukanlah istilah medis yang benar. Karena dalam medis kondisi ini dikenal dengan nama gastroenteritis. Kondisi ini disebut dengan flu karena memiliki gejala yang mirip yaitu mengalami demam, nyeri otot dan kelelahan.

Flu perut atau gastroenteritis adalah iritasi dan radang pada perut serta usus (saluran pencernaan). Kondisi ini bisa disebabkan oleh virus, bakteri, parasit di dalam makanan yang rusak, air kotor atau intoleransi laktosa yang menyebabkan reaksi tertentu. Seperti dikutip dari WebMD, Rabu (14/7/2010) gejala yang meliputinya adalah kram perut, sakit perut, mual, muntah dan diare. Beberapa orang juga mengalami demam, sakit kepala dan getah bening yang bengkak tergantung dari mikroorganisme apa yang menginfeksi. Terdapat banyak penyebab dari gastroenteritis seperti bakteri termasuk E.coli, Campylobacter, Shigella dan Salmonella. Sedangkan virus turut bertanggungjawab terhadap 30-40 persen kasus gastroenteritis pada anak-anak, seperti adenovirus, rotavirus, calicivirus dan astrovirus. Virus yang menyerang perut ini bisa menyebar dengan cepat, terutama jika seseorang tidak mencuci tangan.

Dalam kasus yang parah, gastroenteritis bisa membuat hilangnya cairan tubuh hingga mengakibatkan dehidrasi yang ditandai dengan mata cekung, tingkat kehausan yang tinggi, kering dan lengket di selaput lender, kurangnya elastisitas pada kulit normal, penurunan jumlah urin dan kadar air mata.
Faktor lain yang bisa menyebabkan gastroenteritis adalah kurangnya menjaga kebersihan, sehingga salah satu pencegahannya bisa dilakuakn dengan mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi atau mengganti popok bayi.

Orang-orang yang berisiko terkena gastroenteritis adalah ibu hamil, bayi, orang dewasa yang sudah berusia lanjut dan seseorang yang kekurangan gizi atau memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Karenanya tingkat keparahan dari kondisi ini tergantung dari kemampuan sistem kekebalan tubuh orang tersebut untuk melawan infeksi. Jika seseorang mengalami demam yang tinggi, sakit pada bagian kanan bawah perut dan mengalami dehidrasi, maka segera konsultasikan dengan dokter. Karena jika seseorang mengalami dehidrasi dalam jangka waktu panjang, maka bisa menyebabkan kerusakan permanen.


Last edited by gitahafas on Mon Aug 16, 2010 5:24 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Mon Aug 16, 2010 4:26 pm

KENAPA GUGUP BIKIN SAKIT PERUT
Sabtu, 21/08/2010 11:55 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Sebagian besar orang pasti pernah merasakan sakit perut saat sedang gugup, panik atau stres ketika mau tampil di muka umum atau menjelang wawancara penting. Kenapa kondisi tersebut bisa memicu sakit perut? Kebanyakan orang yang mengalami stres secara harfiah juga merasakannya di dalam usus. Seperti dijelaskan dalam Harvard Mental Health Letter pada Agustus 2010, bahwa ada sistem saraf informal yang dikenal sebagai 'brain-gut axis' atau sumbu otak-usus diduga sebagai penyebabnya.

Pada dasarnya otak berinteraksi dengan seluruh tubuh melalui sistem saraf yang memiliki beberapa komponen utama. Salah satunya adalah sistem saraf enterik yang membantu mengatur proses pencernaan. Dikutip dari Health.harvard.edu, Sabtu (21/8/2010) saat tubuh mengalami stres, gugup atau panik, maka proses pencernaan akan melambat atau berhenti sama sekali. Sehingga tubuh dapat memfokuskan seluruh energi internal untuk menghadapi ancaman atau gangguan psikologis tersebut. Gangguan proses pencernaan inilah yang menyebabkan timbulnya sakit perut.

Identifikasi penyebab sakit perut ini akan dikenal dengan nama perut gugup (nervous stomach). Nervous stomach adalah sumber dari adanya gangguan pada perut yang bisa disebabkan oleh stres atau gugup. Seseorang yang sedang merasa tertekan baik oleh stres, panik atau gugup, maka otak akan melepaskan asam lebih banyak ke dalam perut. Hal inilah yang mempengaruhi adanya gangguan pada perut seperti sakit perut, perut merasa kembung, bersendawa, perut terasa perih, tiba-tiba merasa ingin buang air besar atau kecil, mual dan juga mulas.

Nervous stomach tidak bisa dikategorikan sebagai penyakit tertentu. Karena pada umumnya dokter akan menggunakan istilah ini setelah pemeriksaan diagnostik tidak bisa mengungkap apa penyebabnya dan juga setelah menyingkirkan kemungkinan-kemungkinan lain. Kondisi ini ternyata juga bisa dialami oleh anak-anak, misalnya saat anak merasa adanya tekanan dari teman sebaya atau dalam hal akademisnya seperti ketika ujian sekolah.

Dr Michael Miller selaku editor dari Harvard Mental Health Letter menjelaskan bahwa beberapa intervensi psikologis bisa dilakukan untuk mengurasi sakit perut akibat stres. Terapi perilaku kognitif untuk mengubah stres dan merangsang pemikiran, teknik relaksasi yang diarahkan untuk menenangkan tubuh dan usus serta pikiran positif.bagai penyebabnya.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 22, 2010 11:07 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Mon Aug 16, 2010 4:27 pm

PERUTPUN BISA MIGRAIN
Jumat, 20/08/2010 11:15 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Migrain biasanya digunakan untuk istilah sakit di kepala atau disebut juga dengan sakit kepala sebelah. Ternyata tak hanya di kepala, perut pun bisa mengalami migrain. Bagaimana gejalanya? Dilansir dari NYTimes, Jumat (20/8/2010), Dr David Dodick dari Mayo Clinic menjelaskan bahwa memang ada kondisi yang dikenal sebagai migrain perut. Kondisi ini biasanya sering terjadi pada masa kanak-kanak, tetapi bisa juga terjadi pada remaja dan orang dewasa. Pasien biasanya akan mengeluhkan serangan nyeri perut berulang, baik serangan perut sedang maupun serangan berat selama tiga hari. Rasa sakit, layaknya migrain di kepala, dapat dikaitkan dengan hilangnya nafsu makan, mual dan muntah.

Menurut Dr Dodick, sangat sedikit yang diketahui tentang mekanisme migrain perut ini. Tapi untuk mengatasi kondisi ini, dokter biasanya meresepkan obat antimigrain yang biasa digunakan untuk sakit migrain biasa. Ada juga kondisi yang disebut dengan muntah siklik dan sering terjadi pada anak-anak. Dr Dodick mengatakan bahwa kondisi ini juga setara dengan migrain perut.

Kesetaraan ini dilihat dari gejala migran yang berhubungan, tetapi tidak disertai dengan sakit di kepala, sehingga bisa disebut dengan migrain perut. Pasien muntah siklik biasanya mengalami nyeri berulang dan sering muntah. Nyeri bisa dirasakan empat kali dalam sejam dan muntah dapat berlangsung selama satu jam hingga lima hari. Dr Dodick menjelaskan bahwa kedua gangguan ini adalah diagnosis dari pengecualian. Artinya, penyebab migrain harus secara sistematis diatasi dengan cara evaluasi yang lengkap oleh dokter ahli pencernaan dan ahli migrain, sebelum dapat membuat diagnosis migrain.


Last edited by gitahafas on Sun Aug 22, 2010 11:04 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Mon Aug 16, 2010 4:30 pm

ASUPAN HARIAN YAKULT AMPUH KURANGI DIARE ANAK
Sabtu, 21 Agustus 2010 | 07:12 WIB
TOKYO, KOMPAS.com - Yakult Honsa Ltd mengumumkan pada 20 Agustus bahwa penelitian kerja samanya mengenai penyakit diare akut dengan National Institute of Cholera and Enteric Diseases di Kolkata, India, menunjukkan bahwa asupan harian "Yakult" ampuh mengurangi terjadinya diare pada anak-anak kecil.
Yakult terbukti ampuh mengurangi terjadinya diare akut pada anak-anak kecil dan perbedaannya signifikan secara statistik.

Penelitian berskala besar yang belum pernah ada sebelumnya, dan melibatkan 3.585 anak yang tinggal di perkampungan kumuh di kota Kolkata, dilakukan. Alhasil, "Yakult" terbukti ampuh mengurangi terjadinya diare akut pada anak-anak kecil dan perbedaannya signifikan secara statistik. Demonstrasi bahwa asupan terus-menerus "Yakult" efektif dalam memperbaiki gejala pencernaan masyarakat umum sangat menguatkan pentingnya minum "Yakult."
Hasil-hasil ini diumumkan di situs web "Epidemiologi dan Infeksi" dan ePub tersebut tersedia di PubMed.

Yakult Honsha terlibat dalam penelitian probiotik, yang mengacu pada mikroorganisme hidup yang memberi keuntungan pada tuan rumah (orang, dll) dengan memperbaiki keseimbangan flora usus. Strain probiotik adalah Lactobacillus casei strain Shirota (YIT9029), yang, di samping aksi regulasi usus, telah dibuktikan dalam banyak makalah yang diumumkan memiliki aksi immunoregulatory seperti membantu menekan kambuhnya kanker kandung kemih dangkal dan mengurangi gejala alergi. Selanjutnya, Yakult Honsha akan terus mempromosikan secara aktif penelitian mengenai pemanfaatan kekuatan luar biasa mikroorganisme untuk kepentingan kesehatan masyarakat.

Ikhtisar Penelitian
Anak-anak berumur 5 tahun dan kurang yang meninggal setiap tahun di seluruh dunia berjumlah 8,80 juta, dan negara yang memiliki kematian terbanyak adalah India (kira-kira 1,83 juta anak per tahun). Penyakit diare dilaporkan menjadi penyebab 13% kematian pada anak-anak berumur 5 tahun dan kurang di India (Black RE et al, Lancet. 2010. 375: 1969-1987).

Uji coba terkontrol acak di lapangan yang hasilnya sama-sama tidak diketahui baik peneliti maupun yang diteliti (double-blind) dan melibatkan 3.585 anak berumur antara 1 dan 5 tahun dilakukan di Kolkata, India. Anak-anak yang berpartisipasi diberi "Yakult" atau minuman plasebo setiap hari selama 12 pekan guna mengamati terjadinya diare akut dan mikroba patogen dalam kotoran.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa proporsi anak-anak yang menderita diare jauh lebih rendah pada kelompok "Yakult" (608 dari 1.802) dibandingkan dengan kelompok plasebo (674 dari 1.783). Selain itu, kejadian diare lebih rendah pada kelompok "Yakult" (0,88/anak/tahun) dibandingkan dengan kelompok plasebo (1,029/anak/tahun) dan perbedaannya signifikan secara statistik (p kurang dari 0,01).

Analisa bakteri patogen, virus dan parasit pada anak-anak penderita diare menghasilkan tingkat deteksi yang lebih rendah Aeromonas spp dan Cryptosporidium spp pada kelompok Yakult dibandingkan dengan kelompok plasebo. Minuman plasebo tidak mengandung Lactobacillus casei strain Shirota. Rasa dan warna baik minuman plasebo maupun "Yakult" sama. Dengan membandingkan efek asupan masing-masing minuman, kemanjuran dari "Yakult" bisa diukur secara ilmiah. (ANTARA/Kyodo JBN-AsiaNet))


Last edited by gitahafas on Sun Aug 22, 2010 11:05 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Mon Aug 16, 2010 4:31 pm

7 PENYEBAB RASA PANAS TERBAKAR DI PERUT
Rabu, 25/08/2010 15:48 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Hampir semua orang pernah mengalami mulas atau rasa panas di perut, terutama setelah mengonsumsi makanan pedas. Setidaknya ada 7 penyebab lain yang bisa menyebabkan rasa panas di perut. Biasanya pemicu yang jelas dari rasa panas di perut adalah makanan pedas, kue coklat atau memiliki penyakit gangguan pencernaan seperti GERD. Tapi kadang rasa panas di perut ini tidak berhenti meskipun seseorang tidak memiliki salah satu dari pemicu tersebut. Dikutip dari Health, Rabu (25/8/2010) ada 7 kondisi yang bisa memicu rasa panas di dalam perut (heartburn), yaitu:

Merokok
Merokok bisa melemahkan katup antara perut dan kerongkongan, sehingga asam lambung bisa kembali lagi ke kerongkongan yang menyebabkan lemak yang dicerna oleh garam empedu berpindah dari usus kecil ke perut. Selain itu merokok juga mengurangi air liur yang biasanya berguna untuk membilas asam lambung keluar dari kerongkongan. Karenanya merokok bisa membuat orang yang memiliki GERD bertambah buruk.

Obat
Obat anti-inflamasi (NSAIDs) seperti ibuprofen atau naproxen yang digunakan secara teratur bisa memicu rasa panas di perut. Selain itu beberapa obat resep lain seperti antibiotik, penghambat saluran kalsium (obat tekanan darah tinggi), bronkodilator seperti albuterol (untuk asma dan PPOK), obat osteoporosis dan beberapa obat penenang juga bisa menjadi pemicu. Jika muncul keluhan rasa panas di perut setelah mengonsumsi obat tersebut sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Suplemen minyak ikan
Minyak ikan mengandung asam lemak omega 3 telah diketahui sebagai cara alami untuk mengelola penyakit jantung, depresi dan kondisi kesehatan lainnya. Tapi ternyata juga bisa menyebabkan mulas atau rasa panas di perut.

Stres
Pada umumnya stres tidak menyebabkan adanya peningkatan dalam produksi asam lambung. Namun sebuah studi yang dilaporkan dalam Journal of Psychosomatic Research menunjukkan bahwa persepsi rasa panas di perut yang dialami oleh pasien sebenarnya terkait dengan stres yang dialaminya, meskipun tidak ada peningkatan asam lambung. Dengan kata lain, orang yang stres mungkin lebih menyadari gejala sakit maag atau efek neurologis dari stres.

Peppermint
Peppermint yang masuk ke dalam perut seperti pedang bermata dua. Peppermint yang terkandung di dalam teh, kapsul atau permen sering digunakan untuk mengatasi sakit perut, tapi pengobatan ini dapat menjadi bumerang bagi orang yang memiliki penyakit GERD. Efek menenangkan dan mati rasa yang dihasilkan dari rasa mentol cenderung bisa melemahkan katup pemisah antara perut dan kerongkongan, sehingga membuat asam lambung kembali ke kerongkongan dengan mudah.

Kelebihan berat badan
Sebuah studi yang dilakukan pada taun 2003 dalam Journal of the American Medical Association menemukan bahwa risiko rasa panas di perut akan meningkat seiring bertambahnya nilai indeks massa tubuh (BMI). Hubungan ini akan lebih kuat terjadi pada perempuan terutama yang mengalami premenopause. Penyebab lainnya juga diduga ikut menjadi pemicu seperti pola makan yang buruk, kelebihan lemak di perut dan pelepasan zat kimia tertentu di tubuh.

Gen
Dalam beberapa tahun terakhir, dua studi melaporkan sebesar 30-45 persen risiko seseorang terkena GERD tergantung pada faktor-faktor genetik. Meskipun para ahli tidak sepenuhnya bisa menjelaskan kondisi ini, tapi kemungkinan karena adanya sifat fisik turunan seperti kelainan pada fungsi perut atau hipersensitif terhadap asam perut lambung.


Last edited by gitahafas on Sun Nov 21, 2010 5:10 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Mon Aug 16, 2010 4:35 pm

YANG MEMPENGARUHI NAIKNYA ASAM LAMBUNG
Kamis, 11/11/2010 14:09 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Beberapa faktor bisa meningkatkan risiko terjadinya refluks, yakni naiknya asam lambung dari perut menuju kerongkongan. Kondisi ini menyebabkan rasa nyeri seperti terbakar di sekitar dada, tenggorokan dan kerongkongan. Refluks terjadi ketika katup yang menghubungkan lambung dengan kerongkongan tidak menutup sempurna. Tidak diketahui pasti apa penyebabnya, namun beberapa hal yakni kebiasaan merokok, kehamilan dan obesitas merupakan faktor risiko yang bisa memicunya. Meski memiliki faktor-faktor risiko tersebut, seseorang tetap bisa mencegah terjadinya refluks atau setidaknya mengurangi risikonya. Dikutip dari Foxnews, Kamis (11/11/2010), beberapa hal yang bisa mempengaruhi refluks asam lambung adalah sebagai berikut.

1. Posisi dan postur tubuh mempengaruhi refluks
Berbaring bisa menyebabkan refluks makin parah dan berlangsung lebih lama, sehingga dianjurkan untuk tetap duduk atau berdiri. Untuk mencegah terjadinya refluks saat tidur atau berbaring, manfaatkan efek gravitasi dengan memposisikan kepala sedikit lebih tinggi. Kadang-kadang refluks juga terjadi saat sedang membungkuk. Posisi ini memberi tekanan pada perut sehingga asam lambung lebih mudah mengalami refluks.

2. Pakaian longgar mengurangi risiko refluks
Tekanan di daerah perut merupakan salah satu pemicu terjadinya refluks. Oleh karena itu hindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat jika sering mengalami refluks.

3. Olahraga meredakan gejala refluks
Segala jenis olahraga terutama latihan kardiovaskular bisa dilakukan untuk mengurangi gejala refluks asam lambung. Olahraga juga membantu mengurangi berat badan, yang juga termasuk salah satu faktor risiko refluks.

4. Hernia hiatus bisa memicu refluks
Ketika sebagian isi perut menonjol melewati diafragma atau pembatas dengan rongga dada, kondisi ini disebut hernia hiatus. Jika bagian yang menonjol ukurannya mencapai 3-4 cm, maka asam lambung bisa terjebak dan lebih berisiko untuk mengalami refluks.

5. Makan sesaat sebelum tidur menyebabkan refluks
Efek gravitasi saat berbaring membuat asam lambung lebih mudah untuk berbalik ke kerongkongan. Waktu yang tepat untuk tidur atau sekedar berbaring adalah sekurang-kurangnya 3 jam sesudah makan.


Last edited by gitahafas on Sun Nov 21, 2010 5:11 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Mon Aug 16, 2010 4:37 pm

PERUT OH PERUT
Rabu, 21/07/2010 17:00 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Dari semua bagian tubuh, mungkin perut yang bisa membuat orang percaya diri atau malah minder. Perut yang rata bikin bangga sebaliknya perut gemuk bikin orang tertunduk malu. Perut penting karena mengandung beberapa organ pencernaan. Tapi banyak beredar kesalahpahaman mengenai perut yang menjadi mitos. Sebagian besar mitos tersebut dapat menyesatkan masyarakat dalam memberikan penanganan yang efektif untuk masalah-masalah tertentu.

"Terkadang apa yang terlihat sebagai masalah kompleks dan sulit tapi sebenarnya memiliki solusi yang sederhana, jika seseorang dapat memisahkan antara mitos dan fakta," ujar David Greenwald, seorang gastroenterologis di Albert Einstein College of Medicine dan Montefiore Medical Center, New York City, seperti dikutip dari WebMD, Rabu (21/7/2010).

Berikut mitos dan fakta seputar perut:
1. Mitos atau fakta? Proses utama dari pencernaan terjadi di perut.
Kabar ini adalah sebuah mitos. Karena bagian utama dari pencernaan terjadi di usus kecil. Perut hanya mengambil makanan lalu mencampurnya dan mengelompokkan menjadi partikel-partikel kecil. Partikel ini akan masuk ke dalam usus kecil dan sebagian besar proses pencernaan terjadi di sini.

2. Mitos atau fakta? Jika mengurangi asupan makanan maka akan mengecilkan perut dan tidak perlu mengonsumsi banyak makanan.
Kabar ini adalah mitos. Setelah seseorang menjadi dewasa, maka ukuran perutnya akan tetap sama kecuali pernah melakukan operasi yang membuat perut mengecil. Mengurangi asupan makan hanya membuat tubuh mengatur ulang alat pengatur seleranya, sehingga seseorang menjadi makan lebih sedikit.

3. Mitos atau fakta? Orang yang kurus secara alami perutnya lebih kecil dibanding orang gemuk.
Kabar ini adalah mitos. Hal ini karena ukuran perut tidak berkorelasi dengan berat badan. Seseorang yang secara alami sudah kurus bisa saja memiliki ukuran perut yang sama atau justru lebih besar dari orang yang berbadan gemuk.

4. Mitos atau fakta? Latihan seperti sit up bisa mengurangi ukuran perut.
Kabar ini adalah mitos. Karena tidak ada latihan yang bisa mengubah ukuran suatu organ, tapi hanya membantu mengurangi kadar lemak yang menumpuk di luar organ tersebut. Orang yang bertubuh gemuk lebih sering memiliki banyak lemak di luar atau sekitar organ.

5. Mitos atau fakta? Makan sebelum tidur bisa membuat gemuk dibandingan dengan makan di siang hari.
Kabar ini adalah mitos. Sebagian besar ahli setuju bahwa jika seseorang menerima kalori lebih banyak dibanding dengan kalori yang dikeluarkan akan menambah berat badan. Karenanya makanan yang masuk saat siang hari akan terbakar lebih cepat akibat banyak aktivitas yang dilakukan dibandingkan saat malam hari sebelum tidur. Hal terpenting adalah berapa kalori yang masuk dan keluar.

6. Mitos atau fakta? Makanan yang mengandung serat tak larut kurang menimbulkan gas dibanding makanan dengan serat larut.
Kabar ini adalah fakta. Karena serat yang tidak larut tidak akan dicerna sama sekali, sehingga tidak ada interaksi dengan flora di usus yang bisa menimbulkan gas. Tapi dapat meningkatkan frekuensi dan ukuran dari gerakan usus. Sedangkan untuk serat yang larut memerlukan bantuan flora usus untuk mencerna, sehingga menghasilkan gas atau rasa kembung di perut.

7. Mitos atau fakta? Salah satu cara untuk mengurangi acid reflux (asam lambung naik ke kerongkongan) adalah dengan mengurangi berat badan 1-1,5 kg.Kabar ini adalah fakta. Dengan mengurangi sedikit lemak pada perut bisa membantu mengurangi asam yang mengalir ke kerongkongan. Olahraga bisa mengurangi lemak di perut.(ver/ir)


Last edited by gitahafas on Sun Nov 21, 2010 5:31 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Mon Aug 16, 2010 4:50 pm

MENGAPA PERUT BUNYI SAAT LAPAR?
Senin, 24/5/2010 | 14:30 WIB
KOMPAS.com — Suasana sedang hening-heningnya, ketika Anda menunggu pertanyaan selanjutnya dari direktur pelaksana perusahaan di mana Anda melamar pekerjaan, mendadak perut Anda mengeluarkan bunyi gemuruh yang kencang. Oh, tidaaak...! Mengapa rasa lapar ini tidak bisa ditahan dan meledak begitu saja? Tak terbayangkan bagaimana raut wajah Anda saat itu, antara malu yang tak tertahankan, ingin mendapat pekerjaan tersebut, tetapi juga ingin segera kabur dari ruangan.

Perut yang berbunyi ketika kita sedang kelaparan memang hal yang normal. Namun, menurut Shana Aborn, editor senior Ladies' Home Journal, sebenarnya bukan perut kita yang berbunyi, melainkan area yang terletak sedikit di bagian selatan. Selama proses mencerna, otot-otot pada usus besar maupun kecil berkontraksi, mendorong makanan dan cairan yang ada di sekitarnya. Ketika bercampur udara, hal itu menciptakan suara yang bergemuruh. Kadang-kadang kita mengeluarkan udara ini dalam bentuk kentut atau sendawa.

Ketika makan atau minum, kita juga menelan udara secara alami. Namun, kelebihan udara juga bisa masuk ke dalam sistem ketika Anda mengunyah permen karet, merokok, ngemut permen, atau minum dengan sedotan. Makanan atau minuman yang mengandung gas, seperti roti gandum dan kacang-kacangan, brokoli dan kol, minuman bersoda, atau permen bebas gula yang menggunakan pemanis seperti sorbitol, ternyata juga bisa menimbulkan suara gemuruh pada perut ini. Hal ini terjadi karena makanan-makanan ini tidak dapat dicerna oleh usus kecil sehingga mereka masuk ke usus besar, yang menggunakan bakteri untuk memecahkannya. Proses inilah yang melepaskan gas dan menimbulkan suara bergelembung yang tidak sedap didengar.

Satu hal yang perlu Anda ketahui, ternyata tidak benar bahwa perut yang berbunyi selalu merupakan tanda bahwa Anda lapar. Suara tersebut bisa terjadi kapan saja ketika terjadi proses mencerna. Jadi, jangan lantas membuka tudung saji dan mencari-cari makanan. Salah-salah, Anda justru jadi makan berlebihan nantinya.
Anda tidak perlu mengkhawatirkan kesehatan Anda ketika perut mulai keroncongan seperti ini. Namun, tidak ada salahnya Anda berkonsultasi ke dokter jika kondisinya semakin parah, atau Anda mengalami sakit pada perut, mual, muntah, atau kehilangan berat badan. Sebab, rasa mulas yang parah dan bersendawa bisa jadi merupakan gejala gastro esophageal reflux disease (GERD), suatu kondisi ketika isi perut mengalir balik dari perut ke arah kerongkongan), atau problem pada jantung.

Namun, jika memang tidak membahayakan, kenapa ya, rasanya malu banget kalau suara perut kita didengar oleh orang lain? “Karena itu bisa menarik perhatian orang lain dengan cara yang negatif," ungkap Cynthia Lett, Direktur Pelaksana International Society of Protocol and Etiquette Professionals, di Silver Spring, MD. “Kita kan harus menampilkan diri kita dengan cara memesona, jadi ketika tubuh kita 'mengkhianati' kita, itu memalukan.”

Bila hal itu terjadi saat Anda tengah diwawancara atau melakukan presentasi, tak usah bereaksi terlalu serius. Katakan saja, "Aduh, maaf!" tanpa perlu membahasnya. Sebaliknya, jika Anda mendengar teman atau atasan Anda yang memperdengarkan suara tersebut, acuhkan saja. Hal itu sesuatu yang normal dan terjadi pada siapa saja. Jadi, untuk apa dibesar-besarkan?


Last edited by gitahafas on Sun Nov 21, 2010 5:31 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Mon Aug 16, 2010 4:52 pm

SENDAWA ITU PERTANDA APA?
Vera Farah Bararah - detikHealth - Senin, 03/08/2009 17:36 WIB
Jakarta, Bersendawa adalah hal yang umum terjadi pada semua orang. Pada beberapa orang hal ini telah menjadi suatu kebiasaan, yang frekuensinya bisa lebih sering dibandingkan orang lain. Pertanda apakah sendawa itu? Beberapa orang yang setelah makan atau sedang masuk angin akan bersendawa, ada yang mengeluarkan suara namun ada juga yang tidak bersuara. Bagi orang bule bersendawa dimuka umum merupakan hal yang tidak sopan. Lalu mengapa orang bisa bersendawa? Bersendawa adalah proses mengeluarkan gas dari dalam perut melalui mulut. Normalnya sendawa terjadi ketika udara yang masuk kedalam perut telah meningkat. Tapi sendawa juga bisa disebabkan oleh perasaan tidak nyaman karena perut yang kembung. Mengonsumsi makanan dan minuman yang terlalu cepat, perasaan cemas dan mengkonsumsi minuman bersoda merupakan penyebab yang paling umum untuk perut kembung.

Bayi juga suka bersendawa setelah diberi minum susu. Namun, yang patut diingat adalah kelebihan udara bukanlah satu-satunya alasan bagi seseorang untuk bersendawa. Bagi beberapa orang bersendawa adalah respons yang alami untuk berbagai perasaan tidak nyaman di bagian perut. Bersendawa bukanlah aktivitas yang sesederhana orang pikirkan. Pada saat bersendawa dibutuhkan koordinasi yang tepat pada beberapa aktivitas tubuh untuk mengeluarkannya. Pada saat bersendawa, pangkal tenggorokan, esophageal sphincter atas, esophageal sphincter bawah dan diafragma semuaya bekerja sesuai dengan porsinya untuk mengatur naik dan turunnya aliran udara dari perut ke kerongkongan di dada, seperti dikutip dari Medicinenet, Senin (3/8/2009).

Namun, jika masalah yang menyebabkan perasaan tidak nyaman bukan karena kelebihan udara di perut, maka bersendawa tidak akan memberikan bantuan dari ketidaknyamanan tersebut. Ketika bersendawa tidak mengurangi ketidaknyamanan, maka itu diartikan sebagai tanda bahwa ada sesuatu yang bermasalah didalam perut. Tapi, bersendawa tidak akan membantu dokter untuk menentukan apa yang salah, karena bersendawa bisa terjadi di hampir setiap masalah yang membuat perasaan tidak nyaman di sekitar perut.

Beberapa orang ditemukan mampu bersendawa kapan pun orang tersebut inginkan tidak hanya saat mengalami perasaan tidak nyaman di perut. Bersendawa tidak dianggap sebagai kelainan kesehatan, tapi bisa membantu dokter dalam menyimpulkan kemungkinan ada yang tidak beres dengan bagian perut yang menyebabkan perasaan tidak nyaman. Pada saat bersendawa ada orang yang mengeluarkan suara dengan keras namun ada juga yang tidak bersuara. Suara yang ditimbulkan saat bersendawa tersebut berasal dari esophageal sphincter atas saat gas melewati bagian tersebut. Maka, jika ingin bersendawa ditempat umum, janganlah mengeluarkan suara yang besar, selain bisa mengganggu kenyamanan orang lain hal ini juga bisa dianggap tidak sopan.


Last edited by gitahafas on Sun Nov 21, 2010 5:32 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Fri Aug 20, 2010 11:37 am

PENYEBAB PERUT SAKIT SAAT BERLARI
Selasa, 27/07/2010 17:15 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Sakit perut mendadak saat berlari pasti banyak yang pernah mengalaminya. Sakit perut ini membuat seseorang harus memperlambat kecepatannya atau bahkan berhenti berlari. Apa yang membuat perut sakit saat berlari? Alasan yang paling jelas dari masalah ini adalah adanya ketidakseimbangan dalam pola makan atau sistem pencernaannya. Akibatnya akan timbul rasa tidaknyaman dan sakit pada perut.

Dikutip dari Runningtimes, Selasa (27/7/2010) beberapa kondisi bisa memicu timbulnya rasa sakit, yaitu akibat kram perut, tubuh mengalami kekurangan air (dehidrasi) pada saat lari, tidak memberikan waktu yang cukup bagi tubuh untuk beristirahat setelah makan, seseorang tidak memiliki stamina yang optimal saat berlari dan seseorang berlari terlalu cepat atau mengeluarkan tenaga yang besar pada saat awal. Namun penyebab dari rasa sakit ini bermacam-macam, yaitu:

Tubuh kekurangan pasokan oksigen
Para ahli menuturkan kondisi tersebeut terjadi karena pasokan oksigen di dalam tubuh telah berkurang, sehingga sakit perut yang timbul sebagai akibat langsung dari napas yang berat secara intens. Sakit ini terjadi pada dinding otot perut dan bisa menjalar ke tempat yang lain. Untuk mencegah kondisi ini, maka seseorang harus mengetahui cara mengontrol teknik bernapas.

Kekurangan cairan tubuh
Kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari saat tubuh sedang berkeringat. Karenanya untuk menghindari kondisi ini pastikan untuk mengonsumsi air yang cukup.

Terjadinya kram perut
Kondisi kram perut terjadi jika tubuh kurang pemanasan atau berlari saat perut sedang dalam keadaan kenyang. Hindari kondisi ini dengan melakukan pemanasan yang cukup dan tidak berlari setelah mengonsumsi makanan berat.

Adanya masalah pada usus besar atau kandung kemih
Bila organ di dalam tubuh seperti usus besar, kandung kemih atau otot panggul mengalami gangguan, maka hal ini akan berdampak dengan timbulnya rasa sakit di perut.

Untuk itu hindari berlari terlalu cepat atau terlalu keras pada saat awal berlari, serta usahakan untuk memperlambat larinya jika tubuh mulai merasakan sakit. (ver/ir


Last edited by gitahafas on Sun Nov 21, 2010 5:34 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Fri Aug 20, 2010 11:50 am

PENCERNAAN PENGARUHI KEKEBALAN TUBUH
Minggu, 6 Juni 2010, 15:56 WIB Irina Damayanti, Anda Nurlaila
VIVAnews – Walaupun gaya hidup yang Anda terapkan sehari-hari sesuai dengan syarat kesehatan, namun belum tentu Anda bebas dari menurunnya daya tahan tubuh yang bisa mengakibatkan rentan terserang penyakit. Jika demikian, sebaiknya waspadai sistem pencernaan Anda. Sistem pencernaan yang tidak seimbang merupakan salah satu penyebab buruknya sistem kekebalan tubuh manusia. Pasalnya, selain membantu penyerapan makanan, di sinilah terbentuknya asam amino esensial rantai pendek (SCFA) yang membantu proses kekebalan tubuh (imunitas).

"Banyak ditemukan kondisi sistem pencernaan yang tidak baik mempengaruhi kekebalan tubuh dan kesehatan secara umum. Gejala umum yang terlihat adalah kembung dan konstipasi," ungkap dr. Ari Fahrial Syam SpPD KGEH MMB di Jakarta, Minggu 6 Juni 2010. Sistem pencernaan manusia memiliki dua jenis strain bakteri yang berefek positif dan negatif dan hidup dalam usus. "Gangguan pencernaan terjadi kalau bakteri baik atau probiotik lebih sedikit dibanding bakteri jahat. Akhirnya akan mengganggu keseimbangan dalam usus," katanya. Akibat pola hidup dan seringkali makanan sehari-hari kurang serat dan tidak mengandung probiotik, keseimbangan pencernaan ikut berpengaruh. Cara yang dapat dilakukan untuk menjaga keseimbangan adalah dengan mengasup probiotik yang ada dalam yogurt dan bahan makanan lainnya.

Untuk ibu hamil, asupan probiotik diperlukan untuk memperkaya bakteri baik dalam tubuh ibu maupun janin. Pasalnya, selama kehamilan, perubahan hormon turut mempengaruhi sistem pencernaan calon ibu. "Tetapi perlu juga diperhatikan jenisnya dan apakah itu berefek negatif pada bayi atau tidak," ungkap Ari, Demikian juga halnya dengan bayi dan anak. Probiotik diperlukan untuk meningkatkan keseimbangan sistem pencernaan. Dianjurkan probiotik seperti yogurt mulai diperkenalkan saat bayi mulai mengenal makanan tambahan di usia satu tahun atau lebih.

Ketua Pengurus Pusat Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI) dr Chudahman Manan mengungkap, kosensus penatalaksanaan konstipasi untuk 2010 mengalami beberapa revisi untuk membantu diagnosis dan pengobatan konstipasi. Hal ini untuk mengurangi kesalahan pengobatan pasien. "Adanya diagnosis mengenai penyebab apakah termasuk konstipasi primer atau sekunder memberi panduan pengobatan," katanya menambahkan.

Selain itu, PGI juga mensosialisasikan dua jenis obat yang kini ditarik karena menimbulkan efek samping terhadap jantung dan dinding usus. Bersamaan dengan hari digestif dunia, PGI juga merekomendasikan untuk mengasup probiotik bifidobacterium animalis sebagai bakteri yang berpengaruh positif terhadap kesehatan usus besar. (mt)

• VIVAnews


Last edited by gitahafas on Sun Jul 17, 2011 12:44 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Sat Aug 21, 2010 9:20 am

TIPS MENGATASI PERUT KEMBUNG
Vera Farah Bararah - detikHealth - Jumat, 25/06/2010 13:37 WIB
Jakarta, Perut kembung terjadi karena adanya gas berlebih yang menimbulkan rasa tak nyaman. Ketahui cara-cara mengatasi perut kembung yang bisa menimpa siapa saja. Kelebihan gas di dalam usus dan berdiam diri di dalam saluran pencernaan memicu perut kembung. Padahal harusnya gas-gas ini dikeluarkan sehingga tidak menumpuk di perut. Beberapa orang biasanya akan berusaha menghilangkan gas berlebih dari dalam tubuh dengan cara mengeluarkannya lewat buang angin atau bersendawa.

Hal ini bisa membantu menjaga tekanan dalam saluran usus agar tetap rendah. Rata-rata orang akan melepaskan gas melalui kentut atau sendawa sebanyak 14 kali dalam sehari baik secara sadar ataupun tidak sadar. Penyebab dari perut kembung ini bisa bermacam-macam, seperti adanya reaksi kimia dari makanan tertentu yang dikonsumsi sehingga merangsang produksi gas berlebih di dalam usus, atau akibat gangguan pencernaan lain misalnya sindrom iritasi usus dan sembelit. Jika disebabkan oleh penyakit tertentu biasanya menimbulkan perut kembung yang kronis.

Seperti dikutip dari NHS.co.uk, Jumat (25/6/2010) ada beberapa cara yang bisa dilakukan seseorang untuk mengatasi perut kembungnya, yaitu:
1. Melakukan perubahan pola makan dan gaya hidup, salah satunya pilihlah makanan yang mudah dicerna tubuh seperti kentang, beras, jeruk, anggur serta menghindari makanan yang mengandung gas tinggi (kol, kubis, brokoli, kembang kol dan kacang polong).
2. Beberapa orang kadang memiliki reaksi berbeda terhadap makanan tertentu, sehingga ada baiknya seseorang mengenali makanan apa saja yang bisa membuat gejala menjadi lebih buruk atau baik.
3. Sebaiknya makan 6 kali sehari dengan porsi kecil dibandingkan dengan tiga kali dalam porsi besar. Karena makanan yang lebih kecil akan lebih mudah dicerna serta lebih sedikit menghasilkan gas.
4. Usahakan untuk mengunyah makanan secara perlahan-lahan dan menyeluruh, hal ini untuk mengurangi jumlah udara yang ikut tertelan.
5. Cobalah untuk melakukan olahraga sehingga bisa membantu meningkatkan fungsi sistem pencernaan dan usus, serta mengurangi gas dalam tubuh.
6. Sebaiknya berhenti merokok dan menghindari konsumsi permen karet. Karena kedua kegiatan ini bisa menyebabkan seseorang menelan udara lebih banyak dari biasanya dan asap tembakau dapat mengganggu sistem pencernaan.
7. Mengonsumsi tablet arang, karena arang bisa menyerap gas dalam sistem pencernaan sehingga mengurangi gejala perut kembung. Tapi tablet ini tidak akan cocok diminum jika sedang mengonsumsi obat lain, karena arang akan menyerap obat sehingg menjadi kurang efektif.
8. Cobalah mengonsumsi probiotik yang biasanya berbentuk cair. Probiotik ini akan mendorong pertumbuhan bakteri ramah yang bisa membantu proses pencernaan dan mengurangi jumlah gas di perut.


Last edited by gitahafas on Sun Nov 21, 2010 12:42 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Wed Aug 25, 2010 8:11 pm

TIPS HINDARI PERUT KEMBUNG
Sabtu, 6 November 2010 | 10:58 WIB
Kompas.com - Perut kembung adalah indikasi bahwa perut kita kelebihan gas. Berdasarkan riset, sumber utama dari masalah ini adalah proses pencernaan yang lambat. Jika kita termasuk orang yang sering mengalami masalah perut kembung, boleh jadi ada yang salah dengan kebiasaan makan kita. Dan Dr. Saptawati Bardosono, MSc., ahli gizi dari Pengurus Pusat Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) memberikan panduan sederhana agar kita terbebas dari masalah perut kembung.

* Kurangi konsumsi makanan yang dapat menimbulkan gas di dalam perut, seperti kol, brokoli, bawang, cabai, dan buah sitrus.

* Hindari stres, makan dengan terburu-buru, serta kebanyakan minum saat makan.

* Konsumsi buah nanas dan asparagus. Nanas mengandung enzim bromelin yang dapat membantu fungsi pencernaan. Sedangkan asparagus, merupakan probiotik yang dapat memfasilitasi bakteri baik, yang berguna dalam mengurangi kelebihan gas di dalam usus.

* Minum teh dicampur dengan beberapa tanaman herbal yang bersifat karminatif (mengatasi kembung), seperti peppermint, jahe, jeruk nipis, atau chamomile.


Last edited by gitahafas on Sun Nov 21, 2010 12:43 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Fri Aug 27, 2010 6:47 am

PENYEBAB BANYAK GAS DI PERUT
Rabu, 03/03/2010 16:42 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Hampir sebagian besar masyarakat pernah merasakan perut kembung, baik yang disebabkan oleh menelan udara atau akibat produksi gas berlebih di saluran pencernaan. Lalu apa yang menyebabkan gas diperut berlebih? Beberapa orang ada yang berusaha menghilangkan gas berlebih dari dalam tubuh dengan cara mengeluarkannya lewat dubur (buang angin) atau dengan bersendawa. Hal ini dapat membantu menjaga tekanan dalam saluran usus agar tetap rendah dan mencegah peregangan lambung serta usus. Rata-rata orang melepaskan gas 14 kali dalam sehari baik secara sadar ataupun tidak sadar.

Untuk memahami penyebab perut kembung harus diketahui terlebih dahulu mengenai proses pencernaan. Perut dan usus bekerja untuk menggerakan makanan melalui proses gerakan peristaltik. Pemerasan ini terjadi secara terorganisasi untuk menjaga agar sisa makanan dan limbah lainnya bergerak hingga menuju anus. Setiap udara yang ada dalam usus akan terdorong bersama hingga akhirnya tubuh merasa perlu dikeluarkan. Kondisi perut yang kembung terkadang membuat seseorang malu atau merasa tidak pantas, meskipun sebagian orang bisa mengontrol saat mengeluarkan gas.

Saraf di rektum akan mengirimkan sinyal ke otak ketika merasakan tekanan dari usus besar atau ada gas yang perlu untuk dikeluarkan dari tubuh. Jika otak menerima pesan tersebut pada waktu yang tepat, maka seseorang bisa secara sadar mengeluarkan gas berlebih yang membuat perut menjadi kembung.
Beberapa makanan juga bisa menyebabkan timbulnya gas berlebih seperti sayuran (kol, kubis, brokoli, kembang kol dan kacang polong), makanan yang mengandung serat tinggi, minuman berkarbonasi, makanan yang mengandung sorbitol serta fruktosa.

Seperti dikutip dari MSN, Rabu (3/3/2010) makanan ini menyebabkan gas berlebih karena tidak dipecah hingga makanan tersebut mencapai usus besar dan dicerna oleh bakteri. Proses ini menimbulkan lebih banyak gas dibandingkan proses pencernaan yang terjadi di usus kecil. Saat makanan dicerna oleh bakteri di usus besar akan menimbulkan bau busuk karena makanan fermentasi ini belum diserap oleh usus kecil. Akibatnya bisa timbul gas seperti metana dan hidrogen sulfida, hal inilah yang membuat gas dari dalam tubuh berbau tak sedap.

Jika seseorang sering mengalami perut kembung ada beberapa tips yang bisa dilakukan yaitu mencari tahu makanan apa yang menyebabkan gas dalam tubuh berlebih, mengurangi kecepatan makan dan minum sehingga gas yang ikut tertelan tidak terlalu banyak. Apabila cara-cara tersebut tidak berhasil maka sebaiknya memeriksakan ke dokter karena ada kemungkinan perut kembung akibat penyakit tertentu.


Last edited by gitahafas on Sun Nov 21, 2010 12:56 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Cerna   Mon Aug 30, 2010 12:07 pm

GASTROENTERITIS SEBAGAI EFEK SAMPING OBAT
Rasa mual, muntah dan diare merupakan efek samping yang sering ditemukan pada beberapa obat.

PENYEBAB
Penyebab yang umum adalah :
- obat-obat antasid yang mengandung magnesium dalam jumlah besar
- antibiotik
- obat-obat anti kanker
- colchicine (untuk gout)
- digitalis (untuk gagal jantung)
- obat pencahar.

GEJALA
Penyalahgunaan obat pencahar, bisa menyebabkan kelemahan, muntah, diare, lemas, kehilangan elektrolit dan kelainan lainnya.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan riwayat pemakaian obat yang sering menimbulkan efek samping berupa gastroenteritis.

PENGOBATAN
Untuk mengetahui bahwa suatu obat dapat menyebabkan gastroenteritis adalah tidak mudah. Pada kasus yang ringan, penderita dianjurkan untuk menghentikan pemakaian obat tersebut untuk sementara waktu, kemudian nanti bisa dilanjutkan kembali. Jika gejalanya hilang saat obatnya dihentikan dan kemudian muncul lagi saat obatnya diminum lagi, kemungkinan penyebab dari gastroenteritis yang dialaminya adalah obat-obat tersebut.
Pada kasus gastroenteritis yang berat, penderita diminta untuk menghentikan sama sekali obatnya dan jangan pernah mengkonsumsinya lagi.

Medicastore > Kategori Penyakit > Penyakit Sistem Pencernaan


Last edited by gitahafas on Sun Nov 21, 2010 1:20 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

Kesehatan Saluran Cerna

View previous topic View next topic Back to top 
Page 8 of 18Goto page : Previous  1 ... 5 ... 7, 8, 9 ... 13 ... 18  Next

 Similar topics

-
» Kesehatan Saluran Cerna
» Kesehatan Saluran Kemih
» [Tips] menjaga kesehatan
» PENERBITAN BUKU KESEHATAN
» Kesehatan Tulang dan Otot

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-