|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Kesehatan Saluran Cerna Fri Dec 18, 2009 7:01 am | |
| BIOLOGI SISTIM PENCERNAAN Sistem pencernaan (mulai dari mulut sampai anus) berfungsi sebagai berikut: - menerima makanan - memecah makanan menjadi zat-zat gizi (suatu proses yang disebut pencernaan) - menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah - membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna dari tubuh.
Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus. Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.
Sistem pencernaan Mulut, Tenggorokan & Kerongkongan Mulut merupakan jalan masuk untuk sistem pencernaan dan sistem pernafasan. Bagian dalam dari mulut dilapisi oleh selaput lendir. Saluran dari kelenjar liur di pipi, dibawah lidah dan dibawah rahang mengalirkan isinya ke dalam mulut. Di dasar mulut terdapat lidah, yangberfungsi untuk merasakan dan mencampur makanan.
Di belakang dan dibawah mulut terdapat tenggorokan (faring). Pengecapan dirasakan oleh organ perasa yang terdapat di permukaan lidah. Penciuman dirasakan oleh saraf olfaktorius di hidung. Pengecapan relatif sederhana, terdiri dari manis, asam, asin dan pahit. Penciuman lebih rumit, terdiri dari berbagai macam bau.
Makanan dipotong-potong oleh gigi depan (incisivus) dan dikunyah oleh gigi belakang (molar, geraham), menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dicerna. Ludah dari kelenjar ludah akan membungkus bagian-bagian dari makanan tersebut dengan enzim-enzim pencernaan dan mulai mencernanya. Pada saat makan, aliran dari ludah membersihkan bakteri yang bisa menyebabkan pembusukan gigi dan kelainan lainnya. Ludah juga mengandung antibodi dan enzim (misalnya lisozim), yang memecah protein dan menyerang bakteri secara langsung.
Proses menelan dimulai secara sadar dan berlanjut secara otomatis. Epiglotis akan tertutup agar makanan tidak masuk ke dalam pipa udara (trakea) dan ke paru-paru, sedangkan bagian atap mulut sebelah belakang (palatum mole, langit-langit lunak) terangkat agar makanan tidak masuk ke dalam hidung. Kerongkongan (esofagus) merupakan saluran berotot yang berdinding tipis dan dilapisi oleh selaput lendir. Kerongkongan menghubungkan tenggorokan dengan lambung. Makanan didorong melalui kerongkongan bukan oleh gaya tarik bumi, tetapi oleh gelombang kontraksi dan relaksasi otot ritmik yang disebut dengan peristaltik.
Lambung Lambung merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk seperti kandang keledai, terdiri dari 3 bagian yaitu kardia, fundus dan antrum. Makanan masuk ke dalam lambung dari kerongkongan melalui otot berbentuk cincin (sfingter), yang bisa membuka dan menutup. Dalam keadaan normal, sfingter menghalangi masuknya kembali isi lambung ke dalam kerongkongan.
Lambung berfungsi sebagai gudang makanan, yang berkontraksi secara ritmik untuk mencampur makanan dengan enzim-enzim. Sel-sel yang melapisi lambung menghasilkan 3 zat penting: - lendir - asam klorida - prekursor pepsin (enzim yang memecahkan protein). Lendir melindungi sel-sel lambung dari kerusakan oleh asam lambung dan enzim. Setiap kelainan pada lapisan lendir ini (apakah karena infeksi oleh bakteri Helicobacter pylori atau karena aspirin), bisa menyebabkan kerusakan yang mengarah kepada terbentuknya tukak lambung.
Asam klorida menciptakan suasana yang sangat asam, yang diperlukan oleh pepsin guna memecah protein. Keasaman lambung yang tinggi juga berperan sebagai penghalang terhadap infeksi dengan cara membunuh berbagai bakteri. Pelepasan asam dirangsang oleh: - saraf yang menuju ke lambung - gastrin (hormon yang dilepaskan oleh lambung) - histamin (zat yang dilepaskan oleh lambung).
Pepsin bertanggungjawab atas pemecahan sekitar 10% protein. Pepsin merupakan satu-satunya enzim yang mencerna kolagen, yang merupakan suatu protein dan kandungan utama dari daging. Hanya beberapa zat yang bisa diserap langsung dari lambung (misalnya alkohol dan aspirin) dan itupun hanya dalam jumlah yang sangat kecil.
Usus halus Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum), yang merupakan bagian pertama dari usus halus. Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa dicerna oleh usus halus. Jika penuh, duodenum akan mengirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan makanan. Duodenum menerima enzim pankreatik dari pankreas dan empedu dari hati. Cairan tersebut (yang masuk ke dalam duodenum melalui lubang yang disebut sfingter Oddi) merupakan bagian yang penting dari proses pencernaan dan penyerapan. Gerakan peristaltik juga membantu pencernaan dan penyerapan dengan cara mengaduk dan mencampurnya dengan zat yang dihasilkan oleh usus.
Beberapa senti pertama dari lapisan duodenum adalah licin, tetapi sisanya memiliki lipatan-lipatan, tonjolan-tonjolan kecil (vili) dan tonjolan yang lebih kecil (mikrovili). Vili dan mikrovili menyebabkan bertambahnya permukaan dari lapisan duodenum, sehingga menambah jumlah zat gizi yang diserap. Sisa dari usus halus, yang terletak dibawah duodenum, terdiri dari jejunum dan ileum. Bagian ini terutama bertanggungjawab atas penyerapan lemak dan zat gizi lainnya. Penyerapan ini diperbesar oleh permukaannya yang luas karena terdiri dari lipatan-lipatan, vili dan mikrovili.
Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang mengangkut zat-zat yang diserap ke hati melalui vena porta. Dinding usus melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan air (yang membantu melarutkan pecahan-pecahan makanan yang dicerna). Dinding usus juga melepaskan sejumlah kecil enzim yang mencerna protein, gula dan lemak. Kepadatan dari isi usus berubah secara bertahap, seiring dengan perjalanannya melalui usus halus. Di dalam duodenum, air dengan cepat dipompa ke dalam isi usus untuk melarutkan keasaman lambung. Ketika melewati usus halus bagian bawah, isi usus menjadi lebih cair karena mengandung air, lendir dan enzim-enzim pankreatik.
Pankreas Pankreas merupakan suatu organ yang terdiri dari 2 jaringan dasar: - Asini, menghasilkan enzim-enzim pencernaan - Pulau pankreas, menghasilkan hormon. Pankreas melepaskan enzim pencernaan ke dalam duodenum dan melepaskan hormon ke dalam darah. Enzim-enzim pencernaan dihasilkan oleh sel-sel asini dan mengalir melalui berbagai saluran ke dalam duktus pankreatikus. Duktus pankreatikus akan bergabung dengan saluran empedu pada sfingter Oddi, dimana keduanya akan masuk ke dalam duodenum.
Enzim yang dilepaskan oleh pankreas akan mencerna protein, karbohidrat dan lemak. Enzim proteolitik memecah protein ke dalam bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh dan dilepaskan dalam bentuk inaktif. Enzim ini hanya akan aktif jika telah mencapai saluran pencernaan. Pankreas juga melepaskan sejumlah besar sodium bikarbonat, yang berfungsi melindungi duodenum dengan cara menetralkan asam lambung.
3 hormon yang dihasilkan oleh pankreas adalah: - Insulin, yang berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah - Glukagon, yang berfungsi menaikkan kadar gula dalam darah - Somatostatin, yang berfungsi menghalangi pelepasan kedua hormon lainnya (insulin dan glukagon).
Hati Hati merupakan sebuah organ yang besar dan memiliki berbagai fungsi, beberapa diantaranya berhubungan dengan pencernaan. Zat-zat gizi dari makanan diserap ke dalam dinding usus yang kaya akan pembuluh darah yang kecil-kecil (kapiler). Kapiler ini mengalirkan darah ke dalam vena yang bergabung dengan vena yang lebih besar dan pada akhirnya masuk ke dalam hati sebagai vena porta. Vena porta terbagi menjadi pembuluh-pembuluh kecil di dalam hati, dimana darah yang masuk diolah.
Darah diolah dalam 2 cara: - Bakteri dan partikel asing lainnya yang diserap dari usus dibuang - Berbagai zat gizi yang diserap dari usus selanjutnya dipecah sehingga dapat digunakan oleh tubuh. Hati melakukan proses tersebut dengan kecepatan tinggi, setelah darah diperkaya dengan zat-zat gizi, darah dialirkan ke dalam sirkulasi umum.
Hati menghasilkan sekitar separuh dari seluruh kolesterol dalam tubuh, sisanya berasal dari makanan. Sekitar 80% kolesterol yang dihasilkan di hati digunakan untuk membuat empedu. Hati juga menghasilkan empedu, yang disimpan di dalam kandung empedu.
Kandung empedu & Saluran empedu Empedu mengalir dari hati melalui duktus hepatikus kiri dan kanan, yang selanjutnya bergabung membentuk duktus hepatikus umum. Saluran ini kemudian bergabung dengan sebuah saluran yang berasal dari kandung empedu (duktus sistikus) untuk membentuk saluran empedu umum. Duktus pankreatikus bergabung dengan saluran empedu umum dan masuk ke dalam duodenum.
Sebelum makan, garam-garam empedu menumpuk di dalam kandung empedu dan hanya sedikit empedu yang mengalir dari hati. Makanan di dalam duodenum memicu serangkaian sinyal hormonal dan sinyal saraf sehingga kandung empedu berkontraksi. Sebagai akibatnya, empedu mengalir ke dalam duodenum dan bercampur dengan makanan.
Empedu memiliki 2 fungsi penting: - Membantu pencernaan dan penyerapan lemak - Berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh, terutama hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol.
Secara spesifik empedu berperan dalam berbagai proses berikut: - Garam empedu meningkatkan kelarutan kolesterol, lemak dan vitamin yang larut dalam lemak untuk membantu proses penyerapan - Garam empedu merangsang pelepasan air oleh usus besar untuk membantu menggerakkan isinya - Bilirubin (pigmen utama dari empedu) dibuang ke dalam empedu sebagai limbah dari sel darah merah yang dihancurkan - Obat dan limbah lainnya dibuang dalam empedu dan selanjutnya dibuang dari tubuh - Berbagai protein yang berperan dalam fungsi empedu dibuang di dalam empedu.
Garam empedu kembali diserap ke dalam usus halus, disuling oleh hati dan dialirkan kembali ke dalam empedu. Sirkulasi ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatik. Seluruh garam empedu di dalam tubuh mengalami sirkulasi sebanyak 10-12 kali/hari. Dalam setiap sirkulasi, sejumlah kecil garam empedu masuk ke dalam usus besar (kolon). Di dalam kolon, bakteri memecah garam empedu menjadi berbagai unsur pokok. Beberapa dari unsur pokok ini diserap kembali dan sisanya dibuang bersama tinja.
Usus besar Usus besar terdiri dari: - Kolon asendens (kanan) - Kolon transversum - Kolon desendens (kiri) - Kolon sigmoid (berhubungan dengan rektum).
Apendiks (usus buntu) merupakan suatu tonjolan kecil berbentuk seperti tabung, yang terletak di kolon asendens, pada perbatasan kolon asendens dengan usus halus. Usus besar menghasilkan lendir dan berfungsi menyerap air dan elektrolit dari tinja.
Ketika mencapai usus besar, isi usus berbentuk cairan, tetapi ketika mencapai rektum bentuknya menjadi padat. Banyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi mencerna beberapa bahan dan membantu penyerapan zat-zat gizi. Bakteri di dalam usus besar juga berfungsi membuat zat-zat penting, seperti vitamin K. Bakteri ini penting untuk fungsi normal dari usus. Beberapa penyakit serta antibiotik bisa menyebabkan gangguan pada bakteri-bakteri di dalam usus besar. Akibatnya terjadi iritasi yang bisa menyebabkan dikeluarkannya lendir dan air, dan terjadilah diare.
Rektum & Anus Rektum adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah kolon sigmoid) dan berakhir di anus. Biasanya rektum ini kosong karena tinja disimpan di tempat yang lebih tinggi, yaitu pada kolon desendens. Jika kolon desendens penuh dan tinja masuk ke dalam rektum, maka timbul keinginan untuk buang air besar.Orang dewasa dan anak yang lebih tua bisa menahan keinginan ini, tetapi bayi dan anak yang lebih muda mengalami kekurangan dalam pengendalian otot yang penting untuk menunda buang air besar.
Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah keluar dari tubuh. Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lainnya dari usus. Suatu cincin berotot (sfingter ani) menjaga agar anus tetap tertutup.
Sumber: Medicastore
Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 7:37 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Cerna Sun Jan 03, 2010 10:20 am | |
| KELAINAN PADA BIBIR, MULUT, LIDAH
LUKA & PERTUMBUHAN LAINNYA DI MULUT br> Setiap luka terbuka yang berlangsung selama 2 minggu atau lebih harus diperiksa oleh dokter gigi atau dokter umum, terutama jika tidak menimbulkan nyeri. Luka terbuka yang menimbulkan nyeri di bibir atau pipi biasanya memiliki penyebab yang tidak terlalu serius; bisa merupakan sariawan (canker sores) atau merupakan akibat dari tergigitnya bibir atau pipi secara tidak sengaja.
Canker sores Luka terbuka di dalam mulut seringkali berwarna putih, kadang dengan pinggiran yang berwarna merah. Suatu luka terbuka bisa terbentuk jika penderita meletakkan aspirin diantara pipi dan gusi sebagai suatu cara (yang salah) untuk mengurangi sakit gigi. Luka di mulut bisa merupakan pertanda dari sindroma Behcet, yang juga menimbulkan luka pada mata dan alat kelamin.
Suatu luka terbuka berwarna putih yang tidak menyebabkan nyeri (cangker) dan timbul di dalam mulut atau di bibir dalam waktu 1-13 minggu setelah penderita menjalani oral sex (hubungan seksual melalui mulut), bisa merupakan stadium awal dari sifilis. Luka ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu. 1-4 bulan kemudian, suatu bercak putih (bercak berlendir, suatu pertanda lanjut dari sifilis yang tidak diobati) juga bisa terbentuk di bibir atau di dalam mulut. Luka terbuka (cangker) maupun bercak berlendir sangat menular, bahkan bisa ditularkan melalui ciuman.
Dasar mulut merupakan tempat dimana sering ditemukannya kanker, terutama pada peminum alkohol dan perokok usia pertengahan dan usia lanjut. Berbagai jenis kista juga bisa terbentuk di dasar mulut. Kista ini seringkali harus diangkat melalui pembedahan karena mengganggu penderita. Lepuhan besar yang berisi cairan bisa timbul di bagian manapun dari mulut. Biasanya merupakan akibat dari cedera atau berhubungan dengan suatu penyakit (misalnya pemfigus). Beberapa penyakit virus (misalnya campak Jerman) juga bisa menyebabkan kelainan yang bersifat sementara di dalam pipi, terutama pada anak-anak.
Infeksi yang menyebar dari pembusukan gigi bawah ke dasar mulut merupakan masalah yang serius. Suatu infeksi yang sangat berat disebut angina Ludgwig, bisa menyebabkan pembengkakan hebat di dasar mulut, yang bisa mendorong lidah ke atas sehingga menyumbat saluran pernafasan. Jika hal ini terjadi, diperlukan penanganan darurat untuk membantu pernafasan penderita.
Jika seseorang sering menggigit bagian pipi sebelah dalam atau bagian dalam mulut berulang kali mengalami luka, bisa tumbuh suatu fibroma karena iritasi. Benjolan kecil, tegas dan tidak menimbulkan nyeri ini, bisa diangkat melalui pembedahan. Kutil bisa menginfeksi mulut jika seseorang mengisap-isap kutil yang tumbuh di jari tangannya. Jenis kutil lainnya (kondiloma akuminata) juga bisa ditularkan melalui oral sex.
Langit-langit Mulut (palatum). Sialometaplasia nekrotisasi merupakan suatu luka menganga di permukaan langit-langit mulut yang timbul secara tiba-tiba dalam 1-2 hari. Kelainan ini sering meluas dan menakutkan, tetapi tidak menimbulkan nyeri. Penyakit ini sering terjadi setelah daerah tersebut mengalami cedera (misalnya karena prosedur gigi) dan akan mereda dalam waktu 2 bulan.
Suatu penonjolan tulang yang tumbuh secara lambat (torus) bisa timbul di pertengahan langit-langit mulut.. Pertumbuhan ini sering terjadi dan tidak berbahaya. Muncul selama masa pubertas dan menetap seumur hidup penderita.
Tumor di langit-langit mulut (baik ganas maupun jinak), seringkali terjadi pada usia 40-60 tahun. Pada stadium awal hanya memiliki sedikit gejala: penderita merasakan adanya pembengkakan di langit-langit mulut atau merasakan bahwa gigi bagian atas menjadi goyah. Nyeri baru timbul beberapa waktu kemudian. Pada sifilis stadium lanjut, suatu lubang (gumma) bisa timbul di langi-langit mulut.
PERUBAHAN WARNA DI MULUT Jika seseorang menderita anemia, lapisan mulut tampak lebih pucat dibandingkan dengan yang normal (berwarna pink kemerahan>) Bila anemia teratasi, warnanya akan kembali normal. Perubahan warna yang baru di dalam mulut harus diperiksa oleh dokter atau dokter gigi, karena bisa merupakan pertanda dari penyakit kelenjar adrenal atau kanker (melanoma). Daerah keputihan bisa timbul dimanapun di dalam mulut dan seringkali berasal dari sisa makanan yang dapat disingkirkan. Tetapi jika daerah tersebut tampak kasar dan menimbulkan nyeri, serta berdarah jika disentuh, mungkin merupakan suatu infeksi jamur (thrush). Daerah keputihan dalam mulut juga bisa merupakan penebalan lapisan keratin, daerah ini disebut leukoplakia<. Keratin merupakan suatu protein yang kokoh, yang dalam keadaan normal melindungi lapisan kulit paling luar tetapi juga ditemukan dalam jumlah kecil pada lapisan mulut. Kadang keratin dapat terbentuk dalam mulut, terutama pada perokok atau pemakai tembakau sedotan.
Daerah kemerahan dalam mulut (eritroplakia) bisa terjadi jika lapisan mulut menipis dan pembuluh darah terlihat lebih jelas daripada biasanya. Daerah kemerahan maupun daerah keputihan bisa merupakan non-kanker (jinak), prekanker maupun kanker (ganas). Penderita liken planus di pipi sebelah dalam atau di pinggir lidah, juga bisa memiliki ruam kulit yang terasa gatal. Liken planus bisa menyebabkan luka terbuka yang menimbulkan nyeri.
Bintik-bintik yang menyerupai butir-butir pasir yang kecil, yang dikelilingi oleh cincin kemerahan (bintik Koplik), yang timbul di pipi sebelah dalam yang berhadapan dengan gigi belakang, merupakan pertanda dari campak. Perubahan warna pada langit-langit mulut bisa disebabkan oleh iritasi atau infeksi. Langit-langit mulut pada perokok yang mengisap pipa (cangklong), memiliki permukaan kasar yang berwarna putih disertai bintik-bintik merah (langit-langit perokok).
Setelah seseorang melakukan oral sex (hubungan seksual melalui mulut) dengan mitra seksual pria, akan timbul bintik merah kecil sebesar ujung peniti yang berasal dari pecahnya pembuluh darah (peteki) di langit-langit mulut. Bintik-bintik ini akan menghilang dalam beberapa hari. Peteki juga merupakan pertanda dari kelainan darah atau mononukleosis infeksiosa.
Pertumbuhan berlebih yang berwarna merah di langit-langit mulut paling sering disebabkan oleh gigi palsu yang tidak cocok atau gigi palsu yang terlalu lama tertanam dalam mulut. Biasanya semua peralatan gigi yang bisa dibongkar-pasang, harus dilepaskan pada saat tidur, dibersihkan dan direndam dalam secangkir air. Pada penderita AIDS, bercak keunguan yang disebabkan oleh sarkoma Kaposi bisa timbul di langit-langit mulut.
MASALAH PADA KELENJAR LUDAH Sepasang kelenjar ludah yang terbesar terletak tepat di belakang sudut rahang, di depan telinga. Dua pasang kelenjar yang lebih kecil terletak lebih dalam di dasar mulut. Kelenjar ludah yang kecil-kecil tersebar di seluruh mulut.
Jika pengaliran ludah tidak mencukupi, mulut akan terasa kering. Ludah memberikan perlindungan alami terhadap pembusukan gigi, sehingga kekurangan ludah bisa menyebabkan terbentuknya kavitas (gigi karies). Mulut yang kering dapat disebab oleh: - terlalu sedikit minum - bernafas lewat mulut - mengkonsumsi obat tertentu - penyakit yang mengenai kelenjar ludah (misalnya sindroma Sj?gren) - usia lanjut.
Suatu saluran yang mengalirkan ludah bisa tersumbat oleh suatu pengendapan kalsium (batu kalsium). Sumbatan ini menyebabkan ludah tidak dapat dialirkan dan kelenjar ludah mengalami pembengkakan. Pembengkakan kelenjar ludah juga bisa mengalami infeksi karena bakteri. Jika pembengkakan bertambah buruk sesaat sebelum waktu makan tiba atau jika penderita memakan acar, penyebabnya sudah pasti adalah penyumbatan saluran. Rasa asam dari acar merangsang pengaliran ludah, tetapi karena saluran tersumbat, maka saliva tidak dapat dialirkan, sehingga pembengkakan bertambah buruk.
Kadang seorang dokter gigi bisa mendorong batu dengan menekan kedua sisi saluran. Jika tidak berhasil, suatu alat serupa kawat halus bisa digunakan untuk menarik batu keluar. Atau bisa dilakukan pembedahan untuk mengangkat batu.
Suatu cedera pada bibir bawah (misalnya karena tergigit) bisa melukai kelenjar ludah kecil dan menyumbat pengaliran ludah. Sebagai akibatnya, kelenjar akan membengkak dan membentuk suatu benjolan kecil dan lunak yang berwarna kebiruan (mukokel). Setelah beberapa minggu, benjolan biasanya akan menghilang dengan sendirinya, atau jika mengganggu atau sering kambuh, bisa diangkat melalui pembedahan gigi.
Mumps (gondongan, infeksi bakteri) dan penyakit lainnya dapat menyebabkan pembengkakan pada kelenjar ludah utama. Pembengkakan juga bisa disebabkan oleh tumor kelenjar ludah baik yang jinak maupun ganas (biasanya lebih padat dibandingkan pembengkakan yang disebabkan oleh infeksi). Jika tumor bersifat ganas, kelenjar akan teraba keras seperti batu.
Kelenjar ludah Peradangan dan infeksi kelenjar ludah sering disebabkan oleh batu yang menyumbat saluran ludah dan lebih sering terjadi dibandingkan tumor. Setiap pembengkakan kelenjar ludah memerlukan perhatian medis. Untuk menentukan penyebabnya, bisa dilakukan biopsi terhadap jaringan kelenjar ludah.
PERUBAHAN PADA BIBIR Bibir dapat mengalami perubahan dalam ukuran, warna dan permukaannya. Beberapa dari perubahan ini adalah tidak berbahaya, misalnya bibir akan menipis pada orang tua. Perubahan lainnya bisa menunjukkan suatu kelainan medis.
Ukuran Bibir. Suatu reaksi alergi dapat menyebabkan pembengkakan bibir. Reaksi ini dapat disebabkan oleh kepekaan terhadap makanan tertentu, obat-obatan, kosmetik atau bahan iritan yang terdapat dalam udara. Beberapa keadaan lainnya yang dapat menyebabkan pembengkakan bibir: - Angioedema, suatu penyakit keturunan, menyebabkan serangan pembengkakan bibir yang berulang - Eritema multiformis, luka bakar karena sinar matahari atau cedera.
Pembengkakan bibir hebat tertentu bisa dikurangi dengan suntikan kortikosteroid. Untuk pembengkakan lainnya, jaringan bibir yang berlebihan bisa diangkat melalui pembedahan untuk memperbaiki penampilan. Sejalan dengan bertambahnya usia, bibir akan menipis. Untuk alasan kosmetik, bibir yang menipis bisa diperlebar dengan menggunakan suntikan kolagen atau suntikan lemak yang berasal dari bagian tubuh lainnya.
Warna & Permukaan Bibir. Sinar matahari atau cuaca dingin dan kering dapat menyebabkan bibir terkelupas. Demikian juga halnya dengan reaksi alergi terhadap lipstik, pasta gigi, makanan atau minuman. Setelah penyebabnya dihilangkan, biasanya bibir akan kembali normal. Kadang diberikan salep kortikosteroid untuk menghentikan pengelupasan.
Matahari juga dapat merusak, menyebabkan bibir menjadi keras dan kering, terutama bibir bawah. Bintik-bintik merah atau putih yang transparan merupakan tanda-tanda kerusakan yang menigkatkan resiko terjadinya kanker. Kerusakan akibat sinar matahari ini dapat dikurangi dengan melindungi bibir dengan balsem bibir yang mengandung tabir surya atau dengan menggunakan topi lebar untuk melindungi wajah dari sinar matahari.
Frekels (bintik-bintik kecil berwarna kuning kecoklatan di kulit) dan makula melanotik (daerah kecoklatan yang bentuknya tidak teratur) sering ditemukan di sekitar bibir dan menetap selama bertahun-tahun. Tanda ini tidak perlu dirisaukan.
Bintik-bintik kecil berwarna hitam kecoklatan yang tersebar bisa merupakan tanda dari penyakit usus keturunan dimana pada lambung dan usus ditemukan polip (sindroma Peutz-Jeghers). Sindroma Kawasaki bisa menyebabkan bibir kering dan pecah-pecah dan lapisan mulut menjadi kemerahan.
Pada peradangan bibir (keilitis), sudut mulut terasa nyeri, mengalami iritasi, tampak merah, pecah-pecah dan bersisik. Jamur (thrush) bisa tumbuh di sudut mulut dan menimbulkan luka terbuka. Keilitis bisa merupakan akibat dari kekurangan vitamin B riboflavin dalam makanan.
Lipatan kulit vertikal dan kulit yang teriritasi bisa timbul di sudut mulut jika gigi palsu tidak dapat membuka rahang sebagaimana mestinya. Hal ini dapat diatasi dengan mengganti atau menyesuaikan posisi gigi palsu. Daerah yang menonjol atau suatu luka terbuka dengan tepian yang keras di bibir, bisa merupakan suatu bentuk dari kanker kulit.
PERUBAHAN PADA LIDAH Cedera adalah penyebab paling sering dari timbulnya rasa tidak nyaman di lidah. Lidah memiliki banyak ujung saraf untuk nyeri dan raba dan jauh lebih peka terhadap nyeri dibandingkan bagian tubuh lainnya. Lidah sering tergigit secara tidak sengaja, tetapi segera membaik. Tambalan atau gigi pecah yang tajam bisa menimbulkan kerusakan pada lidah. Suatu pertumbuhan berlebih dari jonjot-jonjot normal di lidah bisa menyebabkan gambaran lidah berambut. Rambut ini bisa mengalami perubahan warna jika penderita merokok atau mengunyah tembakau, memakan makanan tertentu atau tumbuh bakteri berwarna pada lidah.
Lidah juga akan tampak berambut setelah demam, setelah pengobatan antibiotik atau jika terlalu sering menggunakan obat kumur peroksida. Pangkal lidah bisa terlihat kehitaman jika seseorang menggunakan sediaan bismut untuk sakit maag. Menyikat lidah dengan sikat gigi dapat menghilangkan perubahan warna tersebut.
Suatu selaput putih pada tepi lidah yang bila diusap menimbulkan perdarahan mungkin menunjukkan suatu thrush. Lidah yang kemerah-merahan bisa merupakan tanda dari anemia pernisiosa atau suatu kekurangan vitamin. Anemia karena kekurangan zat besi juga membuat lidah terlihat pucat dan licin (karena lidah kehilangan jonjot-jonjotnya). Gejala awal dari demam scarlet bisa merupakan perubahan warna lidah yang normal menjadi seperti strawberi dan raspberi. Bercak-bercak putih, bisa timbul pada demam, dehidrasi, sifilis stadium 2, trush, liken planus, leukoplakia atau pernafasan melalui mulut. Lidah licin dan kemerahan disertai nyeri merupakan pertanda dari pellagra, suatu jenis malnutrisi karena kekurangan niasin dalam makanan.
Pada lidah geografis, beberapa daerah lidah tampak putih dan daerah lainnya tampak merah dan licin. Daerah yang mengalami perubahan warna sepertinya berpindah-pindah selama beberapa tahun atau seumur hidup pendeirta. Hal ini biasanya tidak menimbulkan nyeri dan tidak memerlukan pengobatan.
Benjolan kecil di kedua sisi lidah biasanya tidak berbahaya, tetapi benjolan pada salah satu sisi lidah bisa bersifat ganas. Daerah kemerahan atau keputihan, luka terbuka atau benjolan di lidah tanpa sebab yang pasti, terutama jika tidak menimbulkan nyeri, merupakan pertanda dari kanker dan harus diperiksa. Sebagian besar kanker mulut tumbuh di tepi lidah atau di dasar mulut. Kanker hampir tidak pernah tumbuh di pangkal lidah.
Luka terbuka di lidah bisa disebabkan oleh virus herpes simpleks, tuberkulosis, infeksi bakteri atau sifilis stadium dini. Luka terbuka juga bisa disebabkan oleh alergi atau penyakit sistem kekebalan. Glossitis adalah suatu peradangan pada lidah (kemerahan, pembengkakan dan nyeri).
Glossodinia adalah suatu perasaan terbakar atau perasaan nyeri di lidah. Biasanya tidak memiliki penampakan yang khusus atau penyebab yang jelas; tetapi mungkin disebabkan oleh tekanan pada gigi oleh lidah, reaksi alergi atau bahan iritan (misalnya alkohol, bumbu dapur atau tembakau).
Mengganti pasta gigi, obat kumur atau mengunyah permen karet dapat menghilangkan rasa nyeri. Glosodinia kadang-kadang merupakan pertanda dari gangguan emosional atau penyakit mental. Bisa diberikan obat anti cemas dosis rendah. Tanpa memandang penyebabnya, keadaan ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya.
Sumber: Medicastore
Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 7:38 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Cerna Fri Mar 05, 2010 2:55 pm | |
| SEBAIKNYA PERIKSA GIGI TIAP 6 BULAN Selasa, 22 Juni 2010 | 11:02 WIB KOMPAS.com — Jika gigi Anda berlubang, sudah pasti Anda bakal sengsara. Bayangkan saja, saat asyik bekerja, tiba-tiba gigi terasa nyut-nyutan. Alhasil, kerja pun jadi tak maksimal. Sebenarnya, apa sih penyebab gigi berlubang? Tri Erri Astoeti, pakar kesehatan gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta, menjelaskan, gigi bisa berlubang karena tingkat keasaman dalam mulut berlebihan.
Asam yang berlebihan karena di dalam mulut terdapat bakteri Streptococcus mutans. Bakteri ini akan menghasilkan cairan yang lengket atau sering disebut plak. "Dalam jumlah banyak, plak menyebabkan mulut terasa asam," katanya. Lalu kenapa bakteri ini bisa muncul dalam mulut? Mikroorganisme ini muncul karena di dalam mulut terdapat sisa-sisa makanan. Streptococcus memang hidup di sisa-sisa makanan yang menyempil di dalam mulut. Tri melanjutkan, asam di dalam mulut inilah yang kemudian bisa merusak enamel yang merupakan lapisan tipis di permukaan gigi yang berfungsi melindungi gigi. Nah, jika pelindung gigi hilang, potensi untuk gigi berlubang jadi besar.
Timbulnya plak di gigi biasanya tidak kita sadari. Soalnya, secara kasatmata memang susah dilihat. Begitu pula dengan timbulnya lubang di gigi. "Lubang pertama biasanya hanya berbentuk titik kecil warna hitam," kata Tri. Tetapi lama-kelamaan, lubang itu kemudian membesar dan akhirnya terlihat. Oleh karena itu, para pakar kesehatan gigi selalu menyarankan agar Anda rutin ke dokter gigi enam bulan sekali. "Tapi biasanya orang baru datang ke dokter gigi setelah gigi sudah berlubang dalam," kata Wityo Witjaksono, dokter gigi yang praktik pribadi di bilangan Bintaro, Jakarta Selatan.
Agar gigi tak berlubang, Wityo memberikan saran agar Anda rutin membersihkan sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut dengan menggosok gigi teratur sehabis makan, menjelang tidur, dan setelah bangun tidur. Tak ada salahnya juga Anda membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi atau obat kumur. Mengonsumsi buah-buahan dan sayur yang kaya kalsium, seperti bayam dan sawi, juga bisa bermanfaat. Serat dari buah bisa menghilangkan kotoran yang menempel pada gigi, sedangkan kandungan kalsium akan memperkokoh gigi. (Kontan/Adi Wikanto
Last edited by gitahafas on Sun Nov 21, 2010 2:49 pm; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Cerna Fri Mar 05, 2010 2:56 pm | |
| GIGI SEHAT DENGAN 9 LANGKAH Vera Farah Bararah - detikHealth - Kamis, 13/05/2010 13:25 WIB Jakarta, Orang kadang baru sadar merawat giginya setelah sakit gigi. Jangan tunggu sampai sakit gigi menyiksa, karena punya gigi sehat ternyata cukup dengan 9 langkah mudah. Siapa bilang memiliki gigi yang kuat dan indah butuh biaya yang mahal?
Seperti dikutip dari Geniusbeauty, Kamis (13/5/2010), ada 9 langkah mudah dan tidak perlu biaya mahal untuk memiliki gigi yang kuat dan indah, yaitu: 1. Sebaiknya tidak hanya menyikat bagian gigi saja, tapi juga mencakup lidah dan pipi. Karena banyak juga kuman-kuman yang berkumpul di daerah tersebut. 2. Mengganti sikat gigi dalam sebulan. 3. Mengganti pasta gigi (odol) secara teratur, karena tubuh yang sudah terbiasa dengan bahan aktif tertentu akan berhenti bereaksi dari waktu ke waktu. 4. Membiasakan diri untuk menyikat gigi sebelum sarapan pagi dan sebelum tidur di malam hari. 5. Melakukan kumur tenggorokan secara menyeluruh setelah makan, terutama jika mengonsumsi makanan yang manis atau asam. Dalam hal ini tak perlu harus menggunakan cairan kumur, tapi bisa juga menggunakan air. 6. Menggunakan benang gigi untuk menghilangkan sisa-sisa makanan, dan sebaiknya tidak menggunakan tusuk gigi karena dapat melukai mukosa mulut. 7. Mengunyah permen karet setelah makan dapat membantu menyerap racun dan menghilangkan akumulasi plak lunak. Tapi pastikan untuk tidak mengunyahnya lebih dari 15 menit. 8. Jika diperlukan bisa berkumur dengan cairan antibakteri untuk menghilangkan bakteri secara keseluruhan. 9. Menggunakan irrigator oral untuk membantu membersihkan ruang antara dentogingival lebih efektif. Selain itu intensitas semprotan air pada gusi dapat meningkatkan aliran darah.
Selain sembilan langkah di atas yang bisa membantu seseorang memiliki gigi kuat dan indah, ada juga hal lain yang harus dilakukan yaitu: 1. Memilih makanan yang tepat untuk gigi sehat Gigi membutuhkan banyak kalsium yang bisa membantu membuat enamel gigi semakin kuat. Karenanya konsumsi makanan yang mengandung kalsium seperti produk susu, ikan, kacang-kacangan, bit dan bayam. Selain itu air yang digunakan untuk minum dan masak juga memiliki pengaruh tersendiri. Hal lain yang harus diperhatikan adalah melatih gigi agar kuat dengan mengonsumsi makanan padat berupa sayuran dan buah secara teratur seperti menggigit wortel dan apel.
2. Menghindari minuman yang tidak sehat Selama ini mungkin orang beranggapan bahwa teh, kopi atau jus tidak baik untuk gigi, padahal sebenarnya minuman ini tidak merusak enamel gigi. Tapi minuman soda lah yang paling berbahaya untuk gigi. Minuman ini mengandung asam orthophosphoric yang dapat menggerogoti enamel gigi.
3. Rajin merawat gigi Gigi yang sehat sekalipun tetap membutuhkan perawatan secara teratur dari waktu ke waktu. Hal ini berguna untuk membersihkan gigi, menghilangkan plak yang menempel dan memberikan perlindungan khusus terhadap gigi. Tapi perawatan ini tidak termasuk memutihkan gigi dengan produk hidrogen peroksida, karena bisa merusak dan melemahkan gigi.
Last edited by gitahafas on Sun Nov 21, 2010 2:50 pm; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Cerna Thu Mar 11, 2010 12:03 pm | |
| GIGI SENSITIF Gigi sensitif merupakan istilah umum yang menunjukkan adanya dentine hypersensitivity ( DH ), yaitu terbukanya dentin akibat menipisnya email dan atau turunnya gusi. Dentin memiliki saluran saluran yang sangat kecil, yang lansung berhubungan dengan saraf gigi. Ketika kehilangan email sebagai lapisan pelindung, maka rangsangan makanan dan minuman panas / dingin akan langsung mengenai dentin dan diteruskan ke saraf gigi sehingga menimbulkan rasa nyeri yang disebut gigi sensitif.
Gigi sensitif umumnya tidak disadari kedatangannya, paling sering terjadi ketika menkonsumsi makanan atau minuman dingin. Keluhan gigi sensitif lebih banyak dialami wanita ketimbang pria, dan lebih sering dijumpai pada usia antara 20 - 40 tahun. Rasa nyeri akan begitu terasa saat menkonsumsi makanan atau minuman dingin dan panas.
Penyebab gigi sensitif: 1. Kebiasaan menggosok gigi dengan cara yang sala. 2. Penyakit dan penurunan gusi. 3. Buruknya kondisi kebersihan gigi dan mulut. 4. Penumpukan plak. 5. Pengikisan email. 6. Tindakan pemutihan gigi ( bleaching ) yang berlebihan.
Pencegahan: 1. Menghilangkan kebiasaan buruk menggosok gigi dengan tekanan keras dan dengan gerakan kiri kanan. 2. Sikat gigi pada waktu yang tepat, yaitu 20 menit setelah makan, karena segera setelah makan kondisi mulut masih dalam keadaan asam sehingga penyikatan akan meruntuhkan email yang berperan sebagai pelindung gigi. 3. Gunakan sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut, dengan kepala sikat sesuai dengan ukuran mulut kita sehingga bisa menjangkau daerah yang sulit. 4.Hindari penggunaan sikat gigi yang bulu sikatnya sudah rusak. Ganti sikat gigi bila bulu sikat sudah tidak beraturan karena dapat melukai gusi dan efek pembersihan tidak maksimal. 5. Bersihkan gigi pada seluruh permukaan gigi ampai ke celah celah gigi dan saku gusi. 6. Lakukan pijatan gusi untuk memperlancar peredaran darah, caranya dengan menyikat bagian atas gigi, dari gusi kebagian bawah gigi dan sikat gigi bawah mulai dari bagian bawah gusi kearah atas, biasa disebut tehnik merah putih. 7. Gunakan pasta gigi yang sesuai dengan gigi sensitif, yang mengandung triclosan, fluoride dan zinc. Fluoride dapat membunuh bakteri dan dapat menguatkan email, Zinc mampu mencegah terjadinya berbagai masalah gusi dan mengurangi risiko gigi sensitif di kemudian hari. 8. Hindari konsumsi makanan atau minuman yang memiliki perbedaan suhu ekstreem pada saat yang bersamaan. 9. Atur pola makan yang seimbang. Perbanyak asupan gandum utuh, kalsium, buah dan sayur dalam menu harian kita. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan produksi air liur ( saliva ) sebagai alat pencuci mulut dan alat penetral keasaman agar gigi kita tetap terlindung. Lalu, terapkan kombinasi makanan yang tepat pada saat makan, seperti menambah buah atau sayuran ketika kita makan daging. 10. Hindari makanan yanng dapat menyebabkan trauma pada gusi atau merusak gusi, misalnya makan daging yang kurang matang, mengunyah kerupuk. 11. Hindari konsumsi makanan yang terlalu asam atau manis. 12. Jika sudah merasa terganggu dengan keadaan gigi yang ngilu, segera datang ke dokter gigi, karena jika tidak segera diatasi, selain mengganggu kegiatan sehari hari juga bisa membahayakan kesehatan.
Sumber: Seputar Indonesia Kamis 1 April 2010
Last edited by gitahafas on Sun Nov 21, 2010 2:54 pm; edited 6 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Cerna Thu Mar 18, 2010 12:12 pm | |
| GIGI NGILU NGILU JANGAN DIANGGAP ENTENG Merry Wahyuningsih - detikHealth - Kamis, 18/03/2010 16:30 WIB Jakarta, Sering merasa nyeri atau ngilu di gigi pada saat makan atau minum dingin, panas dan asam adalah gejala gigi sensitif. Jangan anggap enteng karena jika diabaikan, gigi sensitif bisa menyebabkan gigi meradang, tak bisa dipulihkan dan akhirnya kematian gigi. Gigi sensitif merupakan istilah umum yang dipakai untuk menunjukkan adanya dentine hypersensitive (DH) yaitu terbukanya dentin akibat menipisnya email dan atau turunnya gusi. Dentin mempunyai saluran-saluran kecil (tubulus dentin) yang langsung berhubungan dengan syaraf gigi. Gigi yang paling rentan terhadap DH adalah gigi taring, geraham kecil, dan geraham. Dan yang paling jarang terkena masalah ini adalah gigi seri. Kasus ini lebih sering dijumpai pada usia 20-40 tahun dan lebih banyak dijumpai pada wanita ketimbang wanita.
"Hasil riset menunjukkan bahwa 65 persen responden pernah mengalami gigi sensitif, dan ini paling sering terjadi ketika mengonsumsi makanan atau minuman dingin," kata drg Sri Sulilawati, M.Kes, Kepala Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat FKG UNPAD, pada konferensi pers yang diadakan Pepsodent di Jakarta, Kamis (18/3/2010). Dari keseluruhan responden yang mengalami gigi sensitif, mayoritas tidak melakukan apa-apa untuk menanggulangi masalah ini. Hanya 19 persen yang berobat ke dokter gigi dan masih sedikit yang menggunakan obat tradisional, obat kumur serta pasta gigi untuk gigi sensitif. "Padahal jika diabaikan, gigi sensitif ini bisa menyebabkan peradangan jaringan pulpa (jaringan syaraf dan pembuluh darah di dalam gigi) sehingga terjadi sakit berkepanjangan, sampai pada kematian gigi. Gigi sensitif juga bisa menyebabkan masuknya bakteri ke leher gigi yang terbuka, dan akhirnya dapat menyebabkan penyakit sistemik seperti ginjal dan jantung," kata Prof Trimurni Abidin, drg. Sp.KG(K), M.Kes, ahli kesehatan gigi dari FKG Universitas Sumatera Utara.
Secara umum, hal-hal yang menyebabkan masalah gigi sensitif adalah antara lain kebiasaan menggosok gigi dengan cara yang tidak tepat, penyakit gusi (gingivitis) dan penurunan gusi, buruknya kondisi kebersihan gigi dan mulut, penumpukan plak, pengikisan email dan tindakan pemutihan gigi (bleaching) yang berlebihan, konsumsi makanan yang mengandung asam tinggi, seperti jeruk, tomat, acar, dan teh secara reguler, kebiasaan mengunyah yang salah, dan pembentukan lapisan email gigi yang kurang sempurna (ename hypoplasia).
Menurut dokter gigi dr Diana F. Suganda, M.Kes ada jenis makanan yang dapat memicu masalah gigi sensitif yakni karbohidrat, konsumsi gula dan makanan manis yang berlebih, makanan asam dan minuman berkarbonasi. dr Diana menyarankan untuk mengonsumsi gizi seimbang, kaya gandum murni, buah dan sayur, disamping konsumsi nutrisi yang mengandung kalsium, fosfat dan protein seperti keju untuk proses remineralisasi, karena hal ini akan menambah jumlah air liur, menetralkan asam sehingga gigi terlindungi. Namun, jika kita tidak bisa menghindari makanan-makanan tersebut, sebaiknya minum air putih yang banyak sehingga asam di mulut ternetralkan, dan jangan suka mengulum makanan dalam waktu yang lama di dalam mulut karena dapat menyimpan asam dan memancing bakteri yang merusak gigi. Untuk dapat mengetahui apakah gigi ngilu yang dirasakan adalah gigi sensitif atau bukan, dapat dikenali dengan cara kumur-kumur dengan air dingin, dan makan es krim atau makan dan minum sesuatu yang manis.
Menurut Prof Trimurni, cara penanggulangan gigi sensitif tergantung pada kasus. Secara umum, penanggulangannya adalah melakukan perawatan di rumah (home treatment) dengan menyikat gigi dengan baik dan penggunaan pasta gigi yang mengandung Potassium Citrate, serta perawatan di klinik (office treatment) untuk menemukan penyebab utama keluhan gigi sensitif. Dan memperbaiki tambalan yang rusak atau ada kelainan struktur jaringan keras gigi seperti karies, erosi atau abrasi.
Rasa ngilu pada gigi sensitif dapat dipicu oleh berbagai hal. Oleh karena itu perlu dilakukan pencegahan agar tetap nyaman ketika menikmati hidangan favorit. Cara pencegahan antara lain: 1. Hilangkan kebiasaan buruk menggosok gigi dengan tekanan yang keras dan dengan gerakan kiri-kanan. Gerakan yang benar pada saat menggosok gigi adalah 'merah-putih', yaitu dari gusi ke gigi, sikat gigi dimiringkan dan disikat memutar. 2. Sikat gigi diwaktu yang tepat, yaitu kurang lebih 20 menit setelah makan. 3. Gunakan sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut dengan kepala sikat sesuai dengan ukuran mulut. 4. Hindari penggunaan sikat gigi yang bulu sikatnya sudah rusak 5. Bersihkan gigi pada seluruh permukaan gigi sampai ke celah-celah gigi dan saku gusi. 6. Lakukan pijatan gusi untuk memperlancar peredaran darah. 7. Gunakan pasta gigi yang mengandung Zinc dan Triclosan. 8. Hindari konsumsi makanan atau minuman yang memiliki perbedaan suhu ekstrim pada saat bersamaan. 9. Hindari makanan yang dapat menyebabkan trauma pada gusi atau merusak gusi. 10. Hindari konsumsi makanan yang terlalu asam atau terlalu manis.(mer/ir)
Last edited by gitahafas on Sun Nov 21, 2010 2:55 pm; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Cerna Sun Mar 21, 2010 5:50 pm | |
| WARNA GIGI DAN ARTINYA Irna Gustia - detikHealth - Selasa, 25/08/2009 16:01 WIB Jakarta, Mungkin Anda mengira warna gigi seharusnya putih berkilau. Tapi sebenarnya email atau lapisan gigi bersifat tembus pandang jadi gigi memancarkan warna dentin (zat di email) yang ada di dalam gigi. Seperti dilansir dari dent.info.md, warna gigi tidak selalu putih tergantung individu masing-masing. Orang dewasa normalnya memiliki warna gigi kuning keabu-abuan, putih keabu-abuan atau putih kekuning-kuningan. Sedangkan gigi sulung normalnya berwarana putih susu atau putih kebiru-biruan. Tapi selain warna gigi yang normal itu, banyak pula orang yang memiliki warna yang ekstrim. Warna gigi bisa menginformasikan mengenai apa yang terjadi dalam tubuh. Email gigi juga bisa berubah warnanya sesuai yang dimasukkan dalam mulut. Joan Liebmann-Smith Ph.D dan Jacqueline Nardi Egan dalam tulisannya Body Sign, How to Be Your Own Diagnostic Detective, seperti dikutip Selasa (25/8/2009) mengulas ada 8 jenis warna gigi yang menjadi peringatan bagi tubuh.
1. Gigi kuning coklat Warna gigi kuning kecoklatan akan terjadi seiring bertambahnya usia yang kebanyakan terjadi pada lansia. Tapi jika Anda belum berumur tua dan memiliki gigi yang menguning adalah tanda bahwa Anda seorang perokok, peminum kopi, teh atau cola.
2. Gigi kehijauan atau berwarna logam Gigi yang berwarna hijau, hijau kebiruan atau coklat adalah tanda Anda terkena paparan logam secara berlebihan. Bisa saja terjadi ketika di tempat kerja atau waktu operasi gigi. Jika terpapar besi, mangan dan perak warnanya bisa hitam. Merkuri dan timbal menimbulkan warna biru hijau. Tembaga dan nikel bisa menyebabkan gigi berwarna hijau hingga kebiruan. Menghirup gas seperti asam khrom membuat gigi berwarna oranye gelap. Sedangkan jika terpapar lautan yodium secara berlebihan seperti banyak menghabiskan waktu di kolam yang mengandung klorin bisa menyebabkan gigi berwarna coklat.
3. Gigi abu-abu kebiruan Banyak orang yang tidak sadar bahwa mengonsumsi antibiotik tetrasiklin selama hamil bisa membuat gigi bayi suram. Warna gigi yang suram ini juga terjadi pada anak yang mengonsumsi tetrasiklin ketika sedang dalam masa pertumbuhan. Sedangkan noda keabu-abuan pada gigi orang dewasa pertanda menggunakan minosiklin,-- yakni sejenis tetrasikilin untuk mengobati jerawat atau artritis rematoid,-- dalam jangka waktu lama. Gigi abu-abu juga bisa menjadi tanda rusaknya dentin karena terjadi infeksi.
4. Gigi Bercak-bercak Jika gigi anda bercak-bercak dan warnanya tidak rata kemungkinan terjadi enamel fluorisis. Yakni gigi yang terpapar fluorit dari air minuman yang berfluorinasi, pasta gigi dan obat kumur secara berlebihan. Walaupun gigi bercak kurang menarik tapi ini tidak berbahaya. Tapi bercak ini bisa juga menjadi penanda peringatan awal adanya keracunan fluorit yang lama-lama bisa mengancam jiwa.
5. Gigi kehitaman Warna gigi seperti ini termasuk menyeramkan yang menandakan adanya penyalahgunaan metamfemin. Warna gigi yang hitam juga bisa membuat gigi seseorang membusuk.
6. Gigi berlekuk Jika terdapat lekukan halus di gigi, itu mungkin Anda terlalu banyak makan jeruk atau lemon. Asam dalam buah-buahan ini bisa membuat email dan gigi erosi. Jika terdapat lekukan berbentuk V di bagian bawah gigi dekat garis gusi, itu tanda Anda terlalu bersemangat menggosok gigi. Penggunaan tusuk gigi secara berlebihan juga bisa menimbulkan lekukan-lekukan karena Anda menusuk lapisan email gigi. Sering menggertakan (mengadu) gigi juga bisa membuat gigi berlekuk.
7. Gigi tampak licin berkilau Jika gigi Anda terutama gigi belakang terasa licin itu bukan tanda yang baik. Tapi itu tanda peringatan tulang yang keropos (osteoporosis). Itu juga mungkin tanda gangguan makan bulimia karena muntahan yang berulang kali akan membuat gigi tersiram asam perut dan mengikis email pelindung gigi. Hampir 90 persen penderita bulimia memiliki tanda erosi gigi.
8. Gigi retak-retak Gigi belakang yang retak-retak lebih sering dialami orang dengan tambalan gigi dari perak yang seringkali menandakan bruxisme (kebiasan menggertakan atau mengadu gigi). Bruxisme ini lebih merusak gigi dibanding gigi berlubang akibat email pelindung yang aus saat gigi digertakkan. Sering menggertakkan gigi juga akan menimbulkan masalah rahang.
Last edited by gitahafas on Sun Nov 21, 2010 2:54 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Cerna Mon Mar 22, 2010 6:41 am | |
| INILAH PROBLEM GIGI PALING "NGE-TREN" Kamis, 8 Juli 2010 | 16:32 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Gigi berlubang dan napas tidak segar merupakan jenis permasalahan utama gigi dan mulut yang paling sering ditemui para dokter gigi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Masalah gigi lainnya adalah noda pada gigi, email gigi lemah, pembengkakan gusi, penumpukan plak, penumpukan tartar, sera permasalahan bakteri. Demikian menurut hasil survei yang dilakukan Pepsodent kepada para dokter gigi di Perancis dan Yunani. Di Indonesia, menurut drg.Arma Sastra Bahar, masalah gigi dan mulut lebih banyak terjadi akibat masyarakat tidak menganggap masalah gigi sebagai hal yang serius. "Mereka tahu penyebabnya dan tahu cara pencegahannya tapi tidak dilakukan," katanya. Masyarakat juga belum terbiasa memeriksakan giginya bila tidak ada keluhan. "Misalnya radang gusi yang sangat banyak terjadi. Seringkali orang tidak menyadari karena penyakit ini tidak memberikan rasa sakit," kata ahli kedokteran gigi pencegahan dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia ini. Awalnya, radang gusi terjadi karena penumpukkan plak, kemudian menjadi tempat berkembang biak kuman sehingga mengiritasi gusi dan terjadi infeksi. Gigi lalu bengkak, mudah berdarah, kadang sakit dan akhirnya goyang bahkan lepas. Tindakan pencegahan masalah gigi dan mulut sebenarnya sederhana, yakni menyikat gigi dengan sempura dua kali sehari dengan pasta gigi yang membantu perlindungan maksimum pada gigi.
Last edited by gitahafas on Tue Aug 16, 2011 8:53 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Cerna Fri Mar 26, 2010 10:46 am | |
| KENAPA HARUS "FLOSSING"? Senin, 5 Juli 2010 | 14:28 WIB KOMPAS.com — Yakin mulut sudah bersih dengan hanya melakukan penyikatan gigi? Jangan keburu yakin dulu. Dengan rutin menggosok gigi saja, permukaan gigi yang masih kotor dan tak tersentuh bisa sampai 40 persen. Namun, tidak demikian jika kita memasukkan flossing dalam perawatan gigi harian kita. Flossing adalah perpanjangan tangan kita untuk menggapai sela-sela dan sudut gigi yang tidak terjangkau oleh sikat gigi. Terutama pada malam hari, ketika bakteri sedang berkumpul, flossing adalah "senjata" ampuh untuk melawan berbagai gangguan gusi dan mulut.
Apabila alasan kebersihan mulut belum bisa menyakinkan kita, mungkin alasan menyelamatkan diri dari risiko penyakit jantung bisa membuat kita kembali berpikir. Penelitian yang dilakukan oleh Columbia University’s Mailman School of Public Health mengungkapkan, ada keterikatan antara parahnya kondisi penyakit gusi dan meningkatnya risiko atherosclerosis atau penebalan dinding arteri.
Jadi langkah selanjutnya, berjanjilah pada diri sendiri untuk rutin melakukan flossing setiap malam atau bisa juga melakukannya pada pagi hari asalkan kita dapat melakukannya secara menyeluruh dan tidak memiliki riwayat penyakit gusi dalam keluarga kita. Hal ini disampaikan Gordon L Douglass, DDS, mantan Presiden American Academy of Periodontology. Jika suatu hari kita tidak ingin flossing, maka setidaknya berkumurlah dengan air seusai menggosok gigi. "Trik ini juga mampu mengurangi bakteri," tambah Douglass.
Last edited by gitahafas on Sun Nov 21, 2010 2:58 pm; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Cerna Fri Mar 26, 2010 11:15 am | |
| PERIKSA GIGI BERLUBANG Kamis, 29 April 2010, 07:20 WIB Petti Lubis VIVAnews - Bahaya apa yang tersembunyi di balik gigi berlubang? Dara Rosenberg, Kepala Departemen Kesehatan Gigi dan Mulut di St Barnabas Hospital, New York, AS, mengungkapkan gigi berlubang yang didiamkan terlalu lama bisa menimbulkan focus of infection. Yaitu, suatu infeksi kronis di satu gigi yang sudah ada dalam waktu cukup lama, sehingga bisa memicu gangguan di bagian tubuh lainnya, seperti jantung, ginjal dan mata. Cukup menyeramkan, bukan? Untuk mencegahnya, mulailah merawat gigi agar tidak mudah bolong dan keropos. Tapi, tanpa perlu ke dokter sebenarnya Anda bisa mendeteksi sendiri gigi berlubang. Dengan cara ini, Anda bisa mengetahui gigi berlubang lebih cepat, dan bisa segera ditangani sebelum makin parah.
Lantas, bagaimana mendeteksi lebih awal? - Raba sekeliling gigi dengan lidah. Dengan cara ini, sebenarnya, dapat mengindikasi adanya lubang pada gigi. Sayangnya, bila sudah teraba lidah, dapat menjadi tanda lubang gigi sudah cukup besar. Kerapkali, keadaan ini terjadi pada gigi geraham.
- Kerap merasa ngilu di bagian gigi, ketika mengonsumsi makanan manis, asam, atau bersuhu dingin, dapat menjadi sinyal Anda memiliki gigi berlubang. Untuk memastikan adanya lubang pada gigi dengan cepat adalah memeriksakan diri ke dokter gigi.
- Jika Anda sering mengalami migrain atau pegal-pegal di bagian leher secara kontinyu, dan tidak sembuh-sembuh, ada baiknya Anda mengecek gigi, apakah ada yang berlubang. Bila ada, jangan-jangan gigi berlubang itulah biang keladinya. Kondisi tersebut juga dapat dijadikan sinyal makin memburuknya lubang gigi. (umi) • VIVAnews
Last edited by gitahafas on Sun Nov 21, 2010 2:52 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Cerna Thu Apr 15, 2010 10:28 am | |
| MENGATASI GIGI BERLUBANG Selasa, 22 Juni 2010 | 11:06 WIB KOMPAS.com — Kata penyanyi dangdut (almarhum) Meggi Z, lebih baik sakit gigi ketimbang sakit hati. Tapi Anda yang pernah merasakan sakit gigi pasti kapok kalau penyakit Anda ini kembali kambuh. Sakit gigi identik dengan nyeri tak berkesudahan, disertai rasa pening dan sakit di sekujur tubuh. Bila gigi sudah terasa nyeri, jangankan bekerja, mengunyah makanan saja susah. Makanya, sakit gigi tidak bisa dipandang sebelah mata. Sakit gigi lazimnya dipicu gigi berlubang atau karies gigi. Jika lubang gigi telah sampai lapisan terdalam sehingga mencapai saraf gigi, siap-siap saja merasakan serangan ngilu dan nyeri di sekitar gigi.
Cara mengatasinya bisa dengan mencabut gigi yang berlubang. Begitu dicabut, dijamin nyeri gigi akan menghilang. Tapi, Anda bakal ompong karena terpaksa kehilangan gigi. Hal ini tentu akan mengurangi keindahan mulut. Supaya tidak kehilangan gigi, Anda bisa memilih cara lain, yakni dengan menambal gigi yang berlubang tersebut. "Gigi itu aset berharga di mulut. Maka sebesar apa pun lubangnya, dokter gigi pasti memilih menambal ketimbang mencabut," kata Tri Erri Astoeti, pakar kesehatan gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, Jakarta.
Serang jantung dan otak Namun, penambalan gigi tidak boleh terlambat. Sebab, proses kerusakan pada gigi yang sudah berlubang tidak bisa berhenti hingga ke lapisan dalam. Kerusakan gigi juga bakal menembus jaringan pulpa. Ini adalah jaringan di bawah gigi yang berisikan saraf dan pembuluh darah. "Kalau sampai tahap ini bakal terjadi radang," kata Tri.
Efeknya bukan sekadar rasa nyeri. Bakteri dan kuman di mulut bisa masuk ke pembuluh darah dan menyebar ke seluruh jaringan tubuh. Termasuk, bisa singgah di jantung yang merupakan pusat sirkulasi darah. "Ini berpotensi menimbulkan kelainan jantung," kata Wityo Witjaksono, dokter gigi yang membuka praktik pribadi di Bintaro, Jakarta Selatan. Kuman dan bakteri juga bisa menyerang otak. Selaput otak akan rusak sehingga timbullah meningitis. "Penyebab ini paling sering terjadi, makanya gigi harus segera ditambal," kata Wityo.
Meski penambalan gigi harus cepat, tapi tidak boleh dilakukan tergesa-gesa. Dokter harus memastikan, masih ada atau tidak kuman di dalam lubang gigi. Jika lubang tidak bersih, penambalan tidak akan maksimal. "Kotoran tetap merusak gigi," kata Tri. Begitu juga ketika lubang gigi sudah menembus jaringan pulpa. Dokter akan terlebih dulu mengambil jaringan yang rusak dan membersihkan seluruh lubang dari bakteri dan kuman. Selain itu, harus dipastikan gigi yang ditambal dalam keadaan kokoh. Kalau gigi sudah goyang, tidak bisa dilakukan penambalan. Sebab, gigi sudah mati dan harus dicabut. (Kontan/Adi Wikanto)
Last edited by gitahafas on Sun Nov 21, 2010 2:42 pm; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Cerna Thu Apr 22, 2010 6:59 pm | |
| AWAS, INFEKSI GIGI BISA BIKIN RADANG OTAK! Senin, 6 Juli 2009 | 15:57 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Internasional Bintaro, dr Tengku Bahdar Djohan mengatakan masalah gigi berlubang tidak hanya berhenti di abses gigi namun juga harus waspada terhadap ancaman fokal infeksi seluruh tubuh. "Fokal infeksi akibat racun dan sisa kotoran maupun mikroba memicu terjadinya infeksi pada gigi dan mulut kemudian menyebar ke anggota tubuh lain," kata dr Tengku Nahdar di Jakarta Selatan, Jumat.
Dalam diskusi bertema Meningkatnya Konsumsi Gula di Indonesia VS Komplikasi Akut pada Gigi, Bahdar mengatakan bila abses (lubang gigi bernanah) tidak diobati maka dapat menyebabkan komplikasi berbahaya. Selain berupa tanggalnya gigi juga menyebabkan peradangan pada dada (mediastinis), penyebaran infeksi ke jaringan lunak maupun bagian tubuh lainnya antara lain abses otak, maupun radang paru-paru.
"Warga masyarakat masih menganggap penyakit gigi maupun mulut dianggap biasa, namun setelah parah baru mereka berkonsultasi ke dokter," katanya. Langkah antisipasi untuk mengurangi risiko tersebut adalah peran pemerintah dan instansi terkait agar segera melakukan sosialisasi ke masyarakat. "Selama ini mungkin masyarakat belum mendapatkan informasi mengenai bahaya penyakit gigi, maka dari itu sangat penting dilakukan sosialisasi ke warga," kata dokter Tengku Bahdar.
Data hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT) 2004 yang dilakukan Departemen Kesehatan menyebutkan prevalensi karies (berlubang) gigi di Indonesia adalah 90,05 persen. Fakta yang lainnya adalah orang Indonesia yang menderita penyakit gigi dan mulut tersebut bersifat agresif kumulatif. Artinya daerah yang rusak tersebut menjadi tidak dapat disembuhkan. Itu sebabnya masyarakat pada awal-awal sebelum terkena penyakit gigi dan mulut mengabaikan sakit yang ditimbulkannya. Padahal ketika sudah menjadi sakit, penyakit gigi merupakan jenis penyakit di urutan pertama yang dikeluhkan masyarakat.
Data itu berdasarkan hasil survei kesehatan rumah tangga survei kesehatan nasional (SKRT-Surkesnas) tahun 2001 yang menyebut, penyakit gigi dikeluhkan 60 persen penduduk Indonesia. Tanpa disadari keluhan penyakit gigi juga berdampak terhadap produktivitas si penderita. Yakni gangguan tersebut rata-rata 3,86 hari dengan kisaran berhenti beraktivitas antara 2,5 hari hingga 5,28 hari.
Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 7:52 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Cerna Thu Apr 22, 2010 7:01 pm | |
| BERBAHAYAKAH TAMBAL GIGI BERBAHAN MERKURI? Vera Farah Bararah - detikHealth - Jumat, 08/01/2010 10:05 WIB Saskatchewan, Kanada, Tambal gigi dengan amalgam yang berbahan merkuri sudah ratusan tahun digunakan. Namun dalam beberapa tahun terakhir amalgam diduga berpotensi membuat orang terkena racun merkuri. Benarkah tambal gigi amalgam berbahaya? Yang jelas hingga saat ini belum ada pihak yang membuktikan dampak bahaya dari amalgam. Pihak Food and Drug Administration (FDA) Amerika juga mengatakan amalgam aman karena kadar merkuri yang digunakan rendah. Campuran zat yang mengandung merkuri itu dinilai hampir ideal dalam mengembalikan fungsi gigi karena pemasangannya yang mudah, meminimalkan perubahan yang terjadi serta memiliki kekuatan tekanan yang tinggi sehingga lebih awet. FDA menilai tambal gigi amalgam masih lebih besar keuntungan dari pada ancaman risikonya. Sebaliknya beberapa negara Eropa sudah melarang penggunaan bahan merkuri untuk tambal gigi.
Meski bahaya nyata dari merkuri ini belum terlihat, tapi merkuri diketahui bisa memasuki sistem tubuh manusia melalui penguapan air raksanya yang terhirup, tertelan bersama air liur atau masuk ke dalam pembuluh darah. Ilmuwan dari University of Saskatchewan menemukan fakta baru dari aktivitas bahan merkuri untuk tambal gigi. Seperti dilansir SunTimes, Jumat (8/1/2010), peneliti menemukan campuran merkuri di bahan tambal gigi bisa berubah dari waktu ke waktu dan tingkat keracunan juga berbeda. Dengan menggunakan teknik X-ray khusus, para ilmuwan menganalisis permukaan tambalan logam yang baru dibuat dan membandingkannya dengan tambalan gigi yang sudah berusia 20 tahun dari sebuah klinik gigi.
Campuran tambalan baru mengandung logam merkuri yang dapat beracun sedangkan tambalan yang sudah berusia 20 tahun mengandung bentuk merkuri yang tidak berbahaya. Profesor George Graham yang memimpin penelitian itu mengungkapkan, penggunaan merkuri (Hg) bisa menghasilkan elektron Hg LIII XAS yang dapat membentuk beta-HgS pada permukaan campuran tambalan gigi, yaitu suatu bentuk kimia yang biounavailable (sudah tidak hidup) dan tidak akan menimbulkan bahaya beracun.
Sifat air raksa atau merkuri di permukaan amalgam yang telah lama hilang hingga 95 persen yang diduga hilang saat pembentukan beta-HgS. Penemuan ini telah dipublikasikan dalam American Chemical Society's Journal of Chemical Research in Toxicology. Merkuri yang asli mengalami reaksi kimia yang signifikan dari waktu ke waktu. Dengan adanya perbedaan kandungan, hal ini mengisyaratkan bahwa adanya pelepasan merkuri di dalam tubuh. Meskipun bentuk terakhir dari merkuri yang tersisa kurang beracun, tapi tetap saja hal ini menunjukkan bahwa bentuk merkuri yang beracun ada kemungkinan masuk ke dalam tubuh.
Ditambahkan Graham yang harus menjadi perhatian khusus justru sifat merkuri yang telah hilang tersebut. Apapun penyebabnya, tapi kandungan merkuri yang hilang tersebut harus menjadi perhatian khusus. Karena keracunan merkuri baru akan timbul setelah jangka waktu yang panjang, akibat adanya akumulasi logam merkuri dari dalam tubuh yang bisa berisiko terhadap kesehatan. Penggunaan tambal gigi dengan amalgam sendiri kini mulai menurun dan banyak ahli gigi yang mulai menggunakan penambal gigi berbahan porselen atau komposit putih berwarna seperti gigi.(ver/ir)
Last edited by gitahafas on Sat Jul 16, 2011 9:24 pm; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Cerna Thu Apr 22, 2010 7:04 pm | |
| FDA: AMALGAM AMAN UNTUK TAMBAL GIGI Jumat, 31 Juli 2009 | 09:42 WIB Kompas, Priyombodo KOMPAS.com - Perbaikan gigi berlubang menggunakan materi amalgam (berwarna silver) dinyatakan aman oleh Food and Drug Administration (FDA) karena dinilai merkuri yang dipakai masih dalam kadar rendah dan tidak membahayakan pasien. Keputusan ini dibuat di tengah kontroversi yang sedang hangat seputar materi penambal gigi tersebut. Meski demikian, FDA tetap melakukan pengawasan terhadap penambal gigi mengandung merkuri dan mengkategorikan amalgam dalam kategori kedua, berisiko menengah.
Penambal gigi amalgam, dipakai dalam perbaikan karies gigi, mengandung merkuri cair dan bubuk yang mengandung perak, timah, tembaga, besi, dan metal lainnya. Saat penambal ini digunakan dalam gigi atau dipakai untuk mengunyah, merkuri akan menguap. Menurut FDA, dalam level tinggi, merkuri akan menyebabkan gangguan ginjal dan otak. Organsiasi penentang penggunaan merkuri menyebut keputusan FDA tersebut sebagai "kejam". Sedangkan the American Dental Association menyatakan mendukung keputusan FDA ini.
Dalam pernyataannya, FDA mengatakan bukti-bukti yang ada, mengenai bahaya amalgam merkuri, belum cukup kuat. "Studi klinis yang sudah dilakukan cukup lama terhadap orang dewasa dan anak berusia 6 tahun yang menggunakan penambal gigi amalgam tidak menunjukkan kaitan antara amalgam dan dampak kesehatan," kata Susan Runner, direktur Division of Anesthesiology, General Hospital, Infection Control, and Dental Devices in the Center for Devices and Radiological Health FDA. Bukti ilmiah terhadap dampak penambal gigi merkuri terhadap perkembangan janin dan anak berusia di bawah 6 tahun dianggap masih sedikit. Namun, Runner juga mengakui tidak ada bukti ilmiah yang menyebutkan amalgam tidak berisiko.
Selama 20 tahun terakhir, menurut Runner, FDA telah menerima 141 laporan keluhan terkait amalgam gigi, namun tidak ada yang menyebabkan kematian. Kini, keputusan menggunakan materi penambal gigi dikembalikan kepada pasien dan dokter gigi. Saat ini tren penggunaan amalgam untuk menambal gigi memang makin menurun. Bahkan menurut seorang dokter gigi Michael Sesemann, kini amalgam sudah tidak dipakai lagi. Sebagai gantinya, dokter merekomendasikan penggunaan penambal gigi berbahan porselen atau komposit putih sewarna dengan gigi.
Last edited by gitahafas on Sun Jul 17, 2011 10:57 am; edited 7 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Saluran Cerna Thu Apr 22, 2010 7:06 pm | |
| KEBIASAAN YANG MERUSAK GIGI AN Uyung Pramudiarja - detikHealth - Minggu, 13/06/2010 11:30 WIB Jakarta, Tanpa disadari, beberapa kebiasaan yang sering dilakukan ternyata bisa menyebabkan gigi cepat rusak. Tidak hanya menyebabkan sakit pada gigi itu sendiri, dampaknya juga memicu berbagai masalah pada gusi dan bahkan tulang rahang. Karena anggapan yang keliru, kebiasaan-kebiasaan itu sering tidak disadari bahayanya. Mengunyah permen karet yang mengandung xylitol misalnya, selama ini dianggap baik untuk kesehatan mulut tetapi ternyata bisa memicu sakit rahang. Ada juga beberapa kebiasaan buruk yang bahkan tidak pernah terpikir bahayanya. Misalnya ngemil malam hari, mengigit kuku maupun bernapas melalui mulut, meskipun sepele namun ternyata juga menyebabkan masalah yang tak kalah serius.
Berikut ini adalah 7 kebiasaan yang dapat memicu kerusakan gigi, dikutip dari AOL Health, Minggu (13/6/2010).
1. Ngemil di malam hari Dibandingkan siang hari, produksi air liur berkurang pada malam hari. Karena salah satu fungsi air liur adalah membersihkan gigi dari sisa makanan, maka ngemil di malam hari bisa menyebabkan gigi mudah tanggal. Penelitian tentang hal ini pernah dipublikasikan dalam jurnal Eating Behaviour.
2. Minum anggur putih Beberapa orang menghindari anggur merah karena langsung meninggalkan noda di gigi. Namun menurut presiden American Society of Dental Aesthetics yang juga penggagas SuperSmile, Irwin Smeigel, anggur putih justru menyebabkan masalah lain yang lebih permanen. "Walau tidak menyebabkan noda, keasaman anggur putih lebih tinggi dan bisa merusak enamel gigi. Kerusakan itu berupa bintik-bintik kasar dan alur yang membuat gigi lebih rentan terhadap noda saat mengkonsumsi makanan atau minuman berwarna yang lain," ungkap Smeigel.
3. Bernapas melalui mulut Kadang-kadang jika terengah-egah saat berolahraga atau bekerja keras, orang mulai bernapas melalui mulut. Hal ini menyebabkan air liur di rongga mulut berkurang. Padahal menurut dokter gigi asal Texas, Anna Dees, fungsi lain dari air liur adalah menjaga lapisan gigi agar tidak membusuk.
4. Berlebihan mengunyah permen karet Mengunyah permen karet sebenarnya mempunyai manfaat, terutama jika permen karet itu mengandung xylitol. Bahan tersebut dapat membantu menjaga kesehatan langit-langit mulut. Namun jika berlebihan, maka yang menderita adalah bagian temporomandibular atau sendi yang menghubungkan rahang dengan tulang tengkorak. Tekanan berlebih di bagian tersebut dapat menyebabkan sakit kepala, sakit leher, muka dan telinga.
5. Mengigit kuku Tak hanya merusak kuku itu sendiri, kebiasaan buruk yang sering dilakukan anak-anak ini menyebabkan kerusakan serius di gigi dan gusi. Akar gigi mengalami perubahan bentuk kemudian memicu gingivitis (radang gusi), sekaligus meningkatkan risiko bruxism atau pergerakan gigi yang tidak dikehendaki seperti gemeretak saat tidur.
6. Minum jus dan soda langsung dari kaleng atau botolnya Meneguk langsung dari botol atau kemasan memperbesar potensi kontak minuman dengan gigi. Kandungan gula dan asam yang tinggi dapat membuat gigi cepat membusuk. Risiko ini bisa dikurangi dengan meminum soda atau jus melalui pipa sedotan yang diposisikan mengarah ke mulut bagian belakang.
7. Menggosok gigi secara horisontal Kerusakan yang terjadi saat menggosok gigi secara horisontal adalah terkikisnya lapisan enamel. Akibatnya gigi menjadi rapuh, mudah patah dan terserang infeksi. Kalangan dokter gigi umumnya menganjurkan cara menyikat gigi secara vertikal, dengan sikat lembut untuk menghindari kerusakan enamel.
Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 9:20 am; edited 2 times in total |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |