|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Mon Jan 16, 2012 8:37 am | |
| TEKNOLOGI BARU OPERASI KATARAK Monday, 16 January 2012 Seputar Indonesia Operasi katarak kini bisa dilakukan dengan lebih mudah melalui operasi dengan sayatan kecil tanpa perlu dijahit. Seperti apa? Penyakit katarak hingga kini menjadi penyumbang terbesar angka kebutaan di Tanah Air yang mencapai 1,5% dari total penduduk Indonesia atau sekitar 3,5 juta orang.Tingkat potensi kebutaannya, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, mencapai 0,9%. Kendala geografis dan kekurangan tenaga dokter menjadi kendala terbesar tersendatnya penanganan penyakit ini. “Kemampuan dokter mata Indonesia hanya mampu menangani 160.000 kasus dari 280.000 kasus katarak,” ujar Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Dr Bambang Sardjono MPH, saat mendampingi Dr Sanduk Ruit, Direktur Medik Bagian ophthalmology di Institut Tilganga, Kathmandu, Nepal, saat temu media di Jakarta. Menurut dia, setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk menderita katarak.
Namun, bagi Anda yang berprofesi sebagai petani dan nelayan, risikonya menjadi semakin besar.Hal itu karena seringnya terkena paparan sinar matahari.”Namun,hal itu bisa ditanggulangi dengan menggunakan kacamata hitam atau topi lebar,”ujar Bambang. Bambang mengatakan, pemerintah sudah berupaya keras menanggulangi katarak. Misalnya dengan mendata jumlah kasus yang terjadi di Tanah Air. Namun,dengan cakupan daerah yang begitu luas,dia mengatakan, kegiatan tersebut tidak bisa dilakukan sendiri. Sejumlah klinik mata, organisasi, komunitas,dan lembaga swadaya masyarakat, biasanya membantu pemerintah dengan mengadakan operasi katarak gratis di sejumlah tempat. Sementara itu, Dr Sanduk Ruit akan kembali menggelar misi medis selama lima hari untuk memulihkan penglihatan lebih dari 800 masyarakat di Padang, Sumatera Barat.
Kegiatan operasi tersebut telah menggunakan teknik terobosan terbaru yaitu small incision catarac surgery (SICS) atau metode sayatan kecil tanpa perlu dijahit.Menurut dia, metode ini disebut-sebut lebih efektif dan murah daripada operasi menggunakan mesin biasa, yaitu sekitar seperlimanya. Dr Ruit telah mengajarkan metode operasi katarak jenis ini kepada para dokter di Asia,Afrika,dan Amerika. “Biayanya bisa ditekan lebih murah. Namun, bukan berarti kualitasnya juga ikut-ikutan rendah. Metode ini sederhana, hanya dengan alat yang bobotnya kurang dari 10 kilogram, biaya murah, berdampak baik dan cocok digunakan untuk negara- negara berkembang,” tutur peraih Asian of The Year 2007 dari majalah Reader’s Digestitu. Dr Ruit mengumpamakan katarak itu seperti telur rebus. Dengan metode andalannya,dia seperti mengambil putih dan kuning telur (katarak) tanpa merusak cangkangnya (mata).
Setelah katarak diambil,kemudian dimasukkan lensa untuk mengembalikan fungsi mata. “Melalui teknik ini, kebutaan dapat disembuhkan hanya dengan lima menit operasi,” ucapnya. Sebelumnya, operasi katarak menggunakan teknik phcoemulsification. Ini adalah operasi paling modern dengan menggunakan mesin yang dapat memecahkan katarak menggunakan laser, setelah itu disedot keluar. Teknik ini hasilnya cukup bagus, tetapi kendalanya adalah memerlukan mesin yang mahal dan mikroskop yang sangat berat hingga mencapai 150 kilogram. Adapun teknik operasi katarak lainnya yaitu metode penyembuhan dengan jahitan.Teknik ini selain membutuhkan waktu operasi yang lama, proses penyembuhan pascaoperasi juga cenderung lebih panjang. Banyak faktor yang menyebabkan katarak. Namun, menurut Dr Ruit, penyakit ini adalah sebuah bagian dari proses penuaan. Karena itu, tidak bisa dicegah. ”Bahkan,antibiotik dan vitamin tidak mampu mencegah katarak. Sampai saat ini belum ada cara untuk mencegah katarak,” katanya.
Lalu,apakah setelah dioperasi, katarak bisa kambuh lagi? Jawabannya adalah bisa saja. Namun,kemungkinan kambuhnya kecil, antara 5%-10%. Hal tersebut, lanjut Ruit, tidak perlu terlalu dicemaskan.Pasalnya, kekambuhan tidak akan terjadi apabila hasil operasi berjalan lancar dan sempurna. “Kebanyakan yang kambuh adalah orang yang masih muda atau anak-anak.Karena masih ada kemungkinan jaringan pada matanya berkembang.” Pada kasus-kasus tertentu, lensa yang jernih pada pasien katarak dapat berubah menjadi keruh. Keruhnya kantung lensa inilahyangdisebutsebagaikatarak yang kambuh lagi atau disebut sebagai PCO (posterior capsular opacity). PCO ini dapat muncul pada beberapa bulan atau tahun setelah operasi. ● rendra hanggara |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Wed Jan 18, 2012 7:43 pm | |
| AGAR TAK KENA PENYAKIT MATA, JANGAN ABAIKAN NUTRISI INI Selasa, 17/01/2012 14:45 WIB Adelia Ratnadita - detikHealth Jakarta, Penglihatan seringkali mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Tapi beberapa nutrisi terbukti bisa mencegah seseorang dari ancaman penyakit mata. Apa saja daftar nutrisi dari makanan tersebut? Penelitian mengenai nutrisi yang dapat membantu mencegah penyakit mata terus dilakukan. Para ilmuwan sedang mempelajari makanan yang dapat membantu mencegah degenerasi macular dan katarak. Penyakit mata adalah salah satu penyebab paling umum dari cacat tetap di Amerika Serikat. Lebih dari 20 juta orang Amerika yang berusia 40 tahun atau lebih menderita katarak, dan 10 juta orang Amerika usia 60 ke atas menderita age related macular degeneration (AMD). AMD dapat terjadi seiring bertambahnya usia. Nutrisi yang tepat memiliki manfaat untuk mencegah terjadinya AMD. Katarak berkembang pada lensa mata ketika protein di lensa rusak. Protein tersebut bertanggung jawab untuk menjaga lensa mata. Ketika lensa rusak, lensa menjadi keruh atau buram, dan penglihatan akan menjadi kabur. Seseorang dapat memiliki penglihatan yang berkurang ketika malam atau penglihatan ganda dengan katarak. Operasi seringkali diperlukan untuk menghilangkan katarak dan mengganti lensa yang rusak dengan lensa buatan. AMD terjadi ketika sel-sel di makula mata mati. Makula terletak di pusat retina di belakang mata, dan bertanggung jawab untuk ketajaman penglihatan. "Nutrisi yang berhubungan dengan kesehatan mata adalah vitamin C dan E, karotenoid, beta karoten, lutein, zeaxanthin, omega-3 asam lemak, seng, vitamin B6, B9 (asam folat atau asam folat), dan B12," kata Jennifer K. Nelson, MS, RD, direktur clinical dietetics dan asosiasi professor gizi di Mayo School of Health Sciences, Rochester, Minn. "Antioksidan, terutama lutein, dapat membantu mencegah terbentuknya produk limbah dalam retina, yang pada gilirannya membantu mengurangi risiko AMD. Folat dan vitamin B6 dapat mengurangi kehadiran homosistein kimia darah, yang menurunkan risiko AMD. Antioksidan juga membantu mencegah protein dalam lensa yang dapat menyebabkan katarak," lanjut Nelson. Berikut daftar makanan yang mengandung nutrisi yang dapat menyehatkan mata seperti dikutip dari EverydayHealth, Selasa (17/1/2012) antara lain:
1. Buah-buahan dan sayuran merupakan sumber vitamin C dan E. 2. Sayuran hijau gelap seperti kangkung dan bayam merupakan sumber lutein dan vitamin E. 3. Buah-buahan dan sayuran yang berwarna kuning dang oranye mengandung beta karoten dan zeaxanthin. 4. Teri, ikan herring, mackerel, salmon, sarden, trout, tuna, dan ikan putih merupakan sumber omega-3 asam lemak. 5. Daging sapi, telur, kambing, susu, kacang, daging babi, dan biji-bijian mengandung seng. 6. Pisang, ayam, kacang kering, ikan, hati, daging babi, dan kentang merupakan sumber vitamin B6. 7. Jeruk, sereal, kacang kering, sayuran berdaun hijau, hati, jamur, kacang-kacangan, dan kacang polong merupakan sumber asam folat. 8. Produk susu, telur, daging, unggas, dan kerang mengandung vitamin B12.
Diet tinggi karbohidrat olahan, seperti nasi putih, roti putih, dan pasta, sebenarnya dapat meningkatkan resiko terkena AMD. Jenis makanan tersebut memiliki indeks glikemik yang tinggi, yang berarti akan dipecah menjadi glukosa darah dengan cepat. Pililah roti dan pasta yang terbuat dari biji-bijian dan beras merah untuk mendapatkan karbohidrat kompleks. National Eye Institute’s Age-Related Eye Disease Study (AREDS) menemukan bahwa, mengkonsumsi suplemen tertentu dosis tinggi vitamin E, beta karoten, seng, dan tembaga dapat mencegah perkembangan AMD ke tahap lanjut. AREDS tidak menemukan bukti bahwa suplemen tersebut menguntungkan bagi yang tidak menunjukkan tanda-tanda AMD atau bagi mereka dengan AMD tahap awal. Bagi mereka dengan tingkat menengah AMD yang ingin mencoba suplemen, seharusnya mendiskusikannya dengan dokter. "Kita juga perlu melihat efek jangka panjang dari suplemen tersebu. Sebagai contoh, formula AREDS memiliki kadar yang sangat tinggi dari beta karoten, yang dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru pada perokok. Diet banyak sayuran berdaun hijau, ikan dan sereal yang diperkaya dapat menjadi alternatif yang lebih aman daripada mengonsumsi suplemen," kata Neslon. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Thu Feb 16, 2012 7:50 pm | |
| MAU MATA SEHAT? IKUTI 6 SARAN INI Bramirus Mikail | Asep Candra | Kamis, 16 Februari 2012 | 14:46 WIB KOMPAS.com - Sebagai indera penglihatan, mata memiliki peran vital dalam menunjang segala macam bentuk aktivitas manusia. Tanpa mata yang sehat, Anda mungkin akan mengalami sedikit hambatan, misalnya dalam berkarier. Banyak cara untuk menjaga agar mata tetap sehat, misalnya dengan mengonsumsi makanan bernutrisi yang baik untuk mata. Selain itu, Anda juga dapat mengikuti beberapa petunjuk di bawah ini untuk menjaga pengelihatan Anda tetap dalam kondisi optimal :
1. Pakai kacamata hitam Sinar matahari tidak hanya merusak kulit tetapi juga mata. Jika tabir surya dapat melindungi kulit Anda dari paparan sinar matahari, maka Anda juga dapat menggunakan kacamata hitam untuk melindungi mata Anda dari sinar ultraviolet. Paparan sinar matahari terus menerus pada mata dapat menyebabkan penyakit katarak dan degenerasi makula. Hal ini disebabkan karena sinar ultraviolet dari matahari menembus retina yang menyebabkan kerusakan mata. Ketika memilih kacamata, jangan gunakan kacamata untuk kosmetik tetapi pilihlah kacamata yang dapat memberikan perlindungan 99 persen atau 100 persen dari sinar UV.
2. Berhenti merokok Merokok sangat akrab hubungannya dengan perkembangan penyakit seperti paru-paru. Namun, kebiasaan merokok juga memiliki hubungan langsung dengan masalah mata. Jika Anda seorang perokok, maka Anda berada pada risiko terkena sejumlah penyakit mata termasuk katarak, degenerasi makula, sindrom mata kering, kerusakan saraf optik, dan retinotherapy bahkan diabetes.
3. Batasi konsumsi alkohol Jika Anda gemar mengonsumsi minuman beralkohol, kemungkinan besar hal ini tidak membahayakan mata Anda. Tapi minum yang berlebihan untuk jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan mata. Penyalahgunaan alkohol dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan degenerasi saraf optik, yang dapat mengakibatkan penurunan penglihatan, kelemahan, dan penurunan kemampuan dalam membedakan warna.
4. Kontrol tensi dan kolestrol Tekanan darah tinggi (hipertensi) apabila tidak diobati dapat mempengaruhi penglihatan dan bahkan menyebabkan retinotherapy hipertensi. Namun kabar baiknya kondisi ini dapat dicegah dengan menjaga tekanan darah tetap normal. Selain itu, penting juga untuk menjaga kadar kolesterol tetap sehat. Pasalnya, tingkat kolesterol tinggi dalam darah dapat menyebabkan oklusi vena retina (penyakit mata vaskular).
5. Jaga gula darah Tingginya kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan retinotherapy diabetes. Retinotherapy diabetes adalah kerusakan mata pada lapisan paling dalam dari mata, retina. Komplikasi mata lain yang berkaitan dengan diabetes meliputi: kebutaan, erosi kornea, katarak, penglihatan ganda, dan pendarahan.
6. Makanan kaya Antioksidan Mengonsumsi makanan kaya akan antioksidan seperti bayam, kangkung, dan sawi adalah sangat baik tidak hanya untuk kesehatan mata tetapi kesehatan secara keseluruhan. Antioksidan adalah vitamin yang melindungi dan memperbaiki sel-sel dari kerusakan seperti infeksi sehingga menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat. Buah dan sayuran yang berwarna-warni tinggi akan kandungan antioksidan termasuk diantaranya berry, prunes, plum, kecambah, terong, kacang, dan anggur merah. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Tue Feb 21, 2012 8:05 pm | |
| JANGAN GADAIKAN MATA DENGAN KACAMATA HITAM MURAHAN TRIBUNnews.com – 21 Februari 2012 TRIBUNNEWS.COM - Hati-hati membeli kacamata hitam penghalau sinar matahari yang harganya murah. Sebuah riset yang dilakukan lembaga perlindungan konsumen di Inggris menemukan pemakaian kacamata hitam yang harganya murah ternyata dapat menyebabkan beragam masalah mata seperti astigmatisme dan sakit kepala. Ini karena kebanyakan kacamata hitam murah tersebut tidak menaati standar tes laboratorium untuk sebuah kacamata penghalau sinar matahari. Beberapa kacamata yang dites ternyata memiliki efek cahaya lentur dan dapat menyebabkan penglihatan ganda atau sakit kepala pada beberapa orang pemakai. "Meskipun masalah ini tidak akan menyebabkan kerusakan pengelihatan jangka panjang, namun akan tetap menimbulkan rasa tak nyaman, karena kacamata-kacamata tersebut tidak memenuhi standar untuk dipakai" jelas Joanna Pearl ahli kesehatan Inggris. Pearl menyarankan bagi orang yang ingin membeli kacamata hitam penghalau sinar matahari sebaiknya mereka teliti melihat pemenuhan standar pada lembaga kesehatan masing-masing daerah. Agar terhindar dari masalah pengelihatan yang mengancam mata. "Seperti bila di Inggris Anda harus memeriksa tanda CE, yang wajib pada produk disetujui untuk dijual di Uni Eropa, dengan kode 1836:2005 dari British Standard" tutup Pearl. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Mon Apr 02, 2012 4:48 pm | |
| SINYAL ANEH DARI MATA YANG TAK BOLEH DIABAIKAN Senin, 02/04/2012 09:00 WIB Adelia Ratnadita - detikHealth Jakarta, Mata tidak hanya merupakan jendela jiwa, tetapi mata juga dapat menunjukkan tanda dan gejala jika terjadi masalah pada tubuh. Beberapa tanda dan gejala dari beberapa penyakit pada tubuh dapat terlihat dari mata. "Mata adalah satu tempat dalam tubuh yang sebenarnya dapat untuk melihat pembuluh darah dan arteri secara langsung," kata Shantan Reddy, MD, seorang dokter spesialis mata dan spesialis retina di New York University Langone Medical Center. Maka seorang dokter mata biasanya dapat menjadi yang pertama untuk mendeteksi masalah kesehatan yang serius seperti diabetes atau tekanan darah tinggi. Kira-kira tanda dan gejala pada mata apa saja yang tidak boleh diabaikan? Berikut 6 tanda dan gejala pada mata yang tidak boleh diabaikan seperti dikutip dari MSNHealth, Senin (2/4/2012) antara lain:
1. Arteri pada mata tampak berwarna seperti perak atau tembaga Kondisi ini dapat merupakan tanda peringatan untuk kondisi tekanan darah tinggi. Lebih dari 20 persen orang dengan tekanan darah tinggi tidak tahu bahwa telah memiliki penyakit tersebut. Namun masalah tersebut dapat diselesaikan jika semua orang mengunjungi dokter mata lebih sering. "Hipertensi dapat dilihat melalui mata karena memberikan rona perak atau tembaga pada arteri retina. Jika tidak diobati, kondisi ini bisa menyebabkan pembuluh darah di retina dan di seluruh tubuh mengeras, sehingga meningkatkan risiko untuk serangan jantung atau stroke," kata Reddy.
2. Tahi lalat di lapisan dalam mata Kondisi ini dapat merupakan tanda peringatan untuk kondisi melanoma. Sinar matahari mungkin dapat meningkatkan risiko terkena kanker di dalam bola mata. "Kanker dapat terlihat seperti permukaan yang sedikit terangkat di lapisan pigmen retina. Mendiagnosa suatu melanoma mata sedini mungkin sangat penting. Melanoma sering tidak memiliki gejala lainnya dan dapat dengan cepat bermetastasis ke jaringan sekitarnya," kata Sophie J. Bakri, MD, dokter mata dari Mayo Clinic di Rochester, Minnesota.
3. Pembuluh darah mata lebih lemah Kondisi ini merupakan tanda peringatan untuk diabetes. Gula darah tinggi dapat menyumbat atau merusak pembuluh darah retina dari waktu ke waktu. Sehingga membuat pembuluh lemah dan keropos. Dokter mata sering dapat mengenali rembesan atau, baru pembuluh darah abnormal yang tumbuh untuk menggantikan yang rusak.
4. Peradangan pada mata Kondisi ini merupakan tanda peringatan untuk kondisi penyakit autoimun. Kondisi autoimun dapat menyebabkan tubuh untuk menyerang sel sehat dan jaringan (termasuk yang di dalam mata), yang menyebabkan peradangan. "Sekitar 30-50 persen kondisi peradangan pada mata menunjukkan pasien memiliki semacam penyakit autoimun yang tidak terdiagnosa, seperti lupus atau rheumatoid arthritis," kata Bakri.
5. Mata lecet Kondisi ini dapat merupakan peringatan untuk retinopati serosa sentral (CSR). Dapat terjadi lepuh di dalam bola mata. Kondisi, yang disebut CSR, biasanya disebabkan oleh stres mental atau emosional yang berlebihan.
6. Pembuluh darah bengkak pada bagian putih mata Kondisi ini dapat merupakan tanda peringatana untuk kondisi alergi. Alergen udara seperti serbuk sari, debu, bulu binatang seringkali dapat mempengaruhi mata. Sebagai mekanisme pelindung, maka mata mengeluarkan agen anti inflamasi histamin dan bahan kimia lainnya. Proses ini dapat menyebabkan mata bengkak pada permukaan pembuluh darah, kemerahan, gatal dan berair. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Tue Apr 10, 2012 6:46 am | |
| KOMPLIKASI YANG HARUS DITANGGUNG JIKA TELEDOR PAKAI LENSA KONTAK Senin, 09/04/2012 11:30 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Saat ini penggunaan lensa kontak terbilang sangat luas, bahkan beberapa diantaranya tanpa resep dokter. Padahal penggunaan lensa kontak harus teliti dan bersih agar tidak menimbulkan komplikasi. Komplikasi yang timbul dari lensa kontak bisa mengancam dan memerlukan diagnosis yang cepat serta pengobatan untuk mencegah seseorang kehilangan penglihatannya. Namun terkadang pengguna lensa kontak kadang mengabaikan kondisi ini. Beberapa kasus komplikasi dari lensa kontak ini seperti seorang perempuan Inggris berusia 24 tahun yang terbangun karena rasa sakit di mata kirinya. Ketika ia bangun terlihat matanya berubah merah, mengeluarkan air mata dan merah di sekitar iris serta menjadi sensitf terhadap cahaya. Keesokan paginya ia tidak bisa membuka mata dan setelah diperiksa ke rumah sakit diketahui ia terkena microbial keratitis yang jika tidak segera ditangani bisa membuat penglihatannya memburuk bahkan kebutaan. Ada pula kasus gadis asal New York, Erica Barnes yang membutuhkan transplantasi atau cangkok kornea setelah secara ilegal memasang lensa kontak berwarna di toko kecantikan lokal. Diketahui kemungkinan ada infeksi dari lensa kontak dan ia sering menggunakannya selama seharian bahkan saat tidur. Berikut ini beberapa komplikasi yang bisa timbul akibat lensa kontak, seperti dikutip dari emedicine.medscape, Senin (9/4/2012) yaitu:
1. Konjungtivis giant papiler Ini merupakan komplikasi umum pada pemakai lensa kontak lunak yang biasanya menyebabkan iritasi dan meradang sehingga menghasilkan abses. Sedangkan pada pengguna lensa kontak keras bisa tidak disertai dengan peradangan, namun lama kelamaan gesekan pada lensa bisa menyebabkan peradangan kronis dan edema di jaringan parut. Biasanya pasien akan diminta untuk berhenti menggunakan lensa kontak.
2. Tear film Tear film berfungsi menyediakan permukaan yang halus dan transparan, memberikan kelembaban dan oksigen ke sel-sel epitel, serta air mata juga membantu melindungi mata dari infeksi. Lensa kontak kadang mengurangi pertukaran air mata di permukaan okular serta mengubah kandungan air mata, terutama jika lensa kontak dipakai seharian.
3. Alergi Kontak reaksi hipersensitif ini bisa disebabkan oleh salah satu dari sejumlah bahan kimia yang ditemukan dalam larutan lensa kontak. Reaksi yang khas adalah gatal yang akdang disertai dengan kemerahan, mengeluarkan air mata atau kotoran mata yang lebih banyak dan rasa panas, terkadang bisa juga timbul pembengkakan.
4. Keratitis bakteri Keratitis bakteri adalah infeksi kornea yang bisa meliputi iris mata dan pupil serta menyebabkan nyeri, penglihatan berkurang, sensitivitas cahaya dan adanya cairan yang keluar dari mata. Akibat dari infeksi pada lensa kontak ini adalah luka di mata yang bisa berkembang sangat cepat dan jika tidak ditangani dapat menyebabkan kebutaan. Bakteri yang bisa menginfeksi biasanya Staphylococcus Aureus dan Pseudomonas Aeruginosa.
5. Keratitis jamur Kondisi ini menimbulkan gejala yang mirip dengan keratitis bakteri, hanya saja penyebabnya adalah jamur yang biasanya berjenis Fusarium. Namun keratitis ini juga bisa melibatkan lapisan terluar dari kornea atau bagian yang lebih dalam dari kornea.
6. Keratitis herpes Infeksi ini disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV). Ada 2 jenis utama dari virus ini yaitu tipe 1 yang paling sering menginfeksi wajah dan tipe 2 yang menginfeksi alat kelamin. Tipe 1 merupakan yang paling sering menginfeksi mata. Gejala yang muncul termasuk sakit di mata, kemerahan, penglihatan kabur, adanya lensa yang robek dan kepekaan terhadap cahaya. Jika infeksinya dangkal (lapisan luar kornea) maka bisa sembuh tanpa jaringan parut, tapi jika hingga lapisan dalam infeksi bisa menyebabkan jaringan parut, kebutan dan sangat merusak mata.
7. Mata kekurangan oksigen Gangguan kekurangan oksigen di mata bisa menyebabkan beberapa risiko yang kadang tidak disadari oleh si pemakai. Gejala yang timbul jika kondisinya sudah parah adalah perih pada mata, silau dan penglihatan menjadi buram karena kornea mata mengeruh atau mengalami pembengkakan. Jika kekurangan oksigennya parah maka pembuluh darah baru (neovaskularisasi) bisa tumbuh pada kornea mata yang seharusnya berwarna putih. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Tue Apr 10, 2012 6:48 am | |
| ORANG YANG COCOK DAN TIDAK COCOK PAKAI LENSA KONTAK Senin, 09/04/2012 14:00 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Penggunaan lensa kontak tidak boleh sembarangan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Untuk itu ketahui tipe orang seperti apa yang cocok dan tidak cocok pakai lensa kontak. Soft lens atau lensa kontak saat ini tidak hanya digunakan untuk membantu penglihatan, tapi juga untuk gaya-gayaan atau fashion. Padahal beberapa orang tertentu tidak bisa atau tidak cocok pakai lensa kontak. Jika ingin menggunakan lensa kontak sebaiknya harus berkonsultasi dengan dokter mata terlebih dahulu, karena dokter akan mempeberitahu apakah dirinya cocok menggunakan lensa kontak atau tidak serta memilihkan jenis lensa kontak mana yang pas, seperti dikutip dari icarehospital.org, Senin (9/4/2012). Selain itu diperlukan pemeriksaan secara rutin setelah penggunaan awal lensa kontak. Hal ini karena memakai lensa kontak yang tidak tepat bisa menimbulkan infeksi mata, reaksi alergi, perubahan bentuk kornea dan struktur serta pembuluh darah abnormal yang tumbuh di kornea. Berikut ini tipe orang yang cocok dan tidak cocok menggunakan lensa kontak yaitu:
Orang yang tidak cocok pakai lensa kontak 1. Orang yang tidak telaten, hal ini karena memakai lensa kontak membutuhkan perhatian khusus seperti rutin dibersihkan dengan cairan khusus, disimpan ditempat yang tepat serta melepasnya ketika akan tidur. 2. Memiliki pekerjaan dengan lingkungan yang sangat berdebu atau bekerja dengan asap kimia yang bisa mengiritasi lensa kontak. 3. Orang yang tidak bisa menjaga kebersihan, karena sebelum menggunakan lensa kontak pastikan tangan sudah dicuci untuk menghilangkan bakteri yang ada di tangan sehingga tidak menimbulkan iritasi atau infeksi di mata. 4. Orang yang memiliki kebiasaan mengucek mata, hal ini berisiko membuat mata iritasi serta merobek lensa kontak. 5. Orang yang memiliki gangguan mata kering, jika masih dalam taraf ringan biasanya diperbolehkan namun dengan pengawasan ketat. Tapi jika kondisinya sudah berat maka disarankan tidak menggunakan lensa kontak. 6. Orang dengan mata yang mengalami gangguan perabaan seperti sensitivitas kornea yang berkurang, karena orang ini tidak akan merasa apa-apa kalau ada sesuatu yang tidak nyaman dengan korneanya.
Orang yang cocok pakai lensa kontak 1. Orang yang bisa menjaga kebersihan dengan baik, sehingga mengurangi risiko terkena infeksi pada mata. 2. Orang yang telaten serta memiliki kepatuhan yang tinggi terutama saat memakai dan merawat lensa kontak yang digunakan, karena jika ia tidak patuh ada kemungkinan ia merawat lensa kontak tidak sesuai dengan petunjuk yang ada. 3. Orang yang bisa bertahan dan sabar dalam melalui masa penyesuaian, karena saat awal-awal menggunakan lensa kontak biasanya akan timbul rasa tidak nyaman. Lamanya masa penyesuaian ini tergantung dari jenis lensa kontak yang digunakan. 4. Orang dengan produksi air mata yang tinggi sehingga tidak membuat mata cepat kering yang bisa memicu komplikasi.
Selain itu selama pemakaian lensa kontak pengguna disarankan melakukan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali, dan jika muncul keluhan sebaiknya langsung dikonsultasikan ke dokter. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Wed May 02, 2012 9:46 am | |
| 9 HAL YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MELINDUNGI MATA Rabu, 02/05/2012 08:30 WIB Rahma Lillahi Sativa - detikHealth Jakarta, Mata adalah jendela dunia sehingga kita harus melindungi dan merawatnya dengan sebaik mungkin. Berikut ini ada 9 hal yang harus Anda lakukan untuk melindungi kesehatan mata seperti dikutip dari iVillage, Selasa (1/5/2012):
1. Tahu Kapan Saat yang Tepat untuk Periksa Mata Bahkan dengan penglihatan yang sempurna, setiap orang perlu mendapatkan pemeriksaan mata sejak berusia 20 tahun lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan rutin setiap beberapa tahun setelah itu. Selain itu, pada usia 40 tahun, pemindaian dasar untuk mengetahui risiko penyakit yang membutakan seperti glaukoma juga perlu dilakukan. "Anda mungkin takkan menyadari ada masalah dengan mata Anda, namun dokter mata Anda dapat mengidentifikasi perubahan yang halus sekalipun dan mengindikasikan adanya penyakit mata," ungkap Stephanie Marioneaux, M.D., jubir American Academy of Ophtalmology. "Dokter juga bisa melihat tanda-tanda awal dari masalah kesehatan lainnya seperti hipertensi, diabetes atau lupus." Jika Anda mengenakan kacamata, temui dokter mata Anda setidaknya dua tahun sekali, namun jika menggunakan lensa kontak, temui dokter mata Anda setahun sekali.
2. Pakai Kacamata Hitam Sepanjang Tahun Sama seperti mengoleskan tabir surya, gunakan kacamata hitam setiap kali Anda keluar rumah. "Sinar UV menyebabkan kerusakan kumulatif pada mata yang bisa mengakibatkan kondisi seperti katarak," ujar Marioneaux. "Pakailah kacamata hitam pada hari yang cerah maupun berkabut karena sinar UV dapat menembus awan." Kacamata hitam yang tidak terlalu mahal juga bisa digunakan asal bisa memblokir 100 persen sinar UVA dan UVB. Kacamata dengan model yang hampir menutupi seluruh bagian mata adalah pilihan terbaik sehingga sinar matahari takkan bisa masuk dari samping. Bahkan jika lensa kontak Anda memiliki perlindungan UV, tambahkan penutup ekstra.
3. Belajar Mengobati Mata Kering Biasanya kita berkedip sekitar 12-15 kali dalam semenit, namun di depan komputer, kita terus menatap layar dan hanya berkedip 5-6 kali per menit. "Pada saat itu, air mata yang melembabkan mata menguap dan bisa menyebabkan mata kering, sebuah kondisi yang melibatkan sensasi menyengat dan berpasir pada mata Anda atau jumlah air mata menjadi berlebih," kata Richard Bensinger, M.D., jubir American Academy of Ophthalmology. Perubahan hormon, penyakit autoimun dan obat-obatan seperti antihistamin juga berkontribusi terhadap mata kering. Redakan gejala mata kering dengan menerapkan kain basah hangat pada mata Anda selama beberapa menit saat bangun tidur. Jangan jauh-jauh dari sebotol air mata buatan, namun jika Anda membutuhkannya lebih dari setiap dua jam sekali, pilih merk yang bebas pengawet.
4. Jangan Salahgunakan Lensa Kontak Istirahatkan mata dan sekali-sekali pakai kacamata Anda. Jangan tidur dengan menggunakan lensa kontak. Bersihkan lensa kontak dengan fresh solution (jangan pernah dengan air) setiap waktu, gosok lensanya untuk menghilangkan iritasi meski Anda menggunakan no-rub solution. Bersihkan juga tempat penyimpanan lensa kontak Anda dengan solution serta ganti tempatnya setiap 2-3 bulan sekali. Jika mata Anda memerah, penglihatan kabur, berair atau sensitif terhadap cahaya, ganti dengan kacamata dan hubungi dokter mata Anda.
5. Perhatikan Riasan Mata Anda Hapus riasan Anda sebelum tidur, terutama maskara yang dapat menjadi serpihan yang masuk ke mata Anda. Jika Anda menderita mata kering, hindari maskara bernuansa metalik atau berkilauan yang dapat meningkatkan iritasi mata, terutama bagi pengguna lensa kontak. Selain itu, ganti maskara Anda setiap 6 minggu sekali jika Anda menggunakannya setiap hari karena bakteri dapat berkembang di dalam tabung maskara, kata Marioneaux. Jika Anda mengalami infeksi mata, ganti seluruh produk riasan mata Anda sehingga mata Anda takkan terinfeksi lagi serta jangan pernah berbagi riasan mata.
6. Pakai Kacamata Keselamatan Hampir separuh dari seluruh jenis cedera mata terjadi di dalam atau sekitar rumah. Memakai peralatan pelindung mata dengan panel sisi ketika menggunakan mesin-mesin yang digunakan di rumah seperti pemotong rumput dapat mencegah serpihannya masuk ke mata Anda. Anda juga perlu memakai kacamata keselamatan jika mengamplas sesuatu atau menggunakan bahan kimia berbahaya seperti pembersih oven atau furnitur. Jangan lupakan perlengkapan pelindung mata jika Anda melakukan olahraga berisiko tinggi seperti badminton.
7. Istirahatkan Mata Anda dari Komputer Komputer takkan menyakiti mata Anda, namun membuat mata Anda kelelahan atau sebuah kondisi yang disebut sebagai computer vision syndrome (CVS). "Anda duduk di satu tempat dan mata Anda terfokus pada satu hal selama berjam-jam," ungkap Bensinger. "Mata Anda tidak dirancang untuk itu. Pada aktivitas lainnya seperti jalan-jalan, secara konstan fokus Anda berubah." Oleh karena itu, "Istirahatkan mata Anda setiap 20 menit dengan melihat sesuatu yang jauh selama 20 detik. Gunanya untuk mengubah fokus Anda dan merelakskan otot mata."
8. Makan Makanan yang Sehat untuk Mata Makanan yang tinggi nutrisi seperti vitamin C dan E, seng, lutein dan asam lemak omega-3 seringkali dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit seperti age-related macular degeneration (AMD) dan katarak. Pilih buah seperti jeruk, kacang-kacangan, gandum utuh, sayuran berdaun hijau tua dan ikan seperti salmon atau sarden. Orang yang berisiko mengalami AMD misalnya karena riwayat keluarganya sebaiknya menanyakan kepada dokter tentang suplemen yang disebut formula AREDS yang bisa memperlambat kemajuan penyakit tersebut. Mata kering juga bisa diredakan dengan melengkapi menu makan dengan omega-3, baik dari makanan dan suplemen (namun jangan lupa tanyakan kepada dokter tentang dosisnya).
9. Ketahui Gejala Mana yang Mengkhawatirkan Gejala-gejala tertentu yang terjadi pada mata bisa saja mengindikasikan bahwa Anda harus segera menemui dokter mata, ujar Bensinger. Buatlah janji dengan dokter Anda secepat mungkin jika ada nyeri atau penurunan penglihatan di salah satu mata, mata merah tak sembuh dalam 1-2 hari, jika Anda tiba-tiba sensitif terhadap cahaya karena itu berarti ada tanda-tanda yang memungkinkan munculnya infeksi, cedera atau gejala awal penyakit mata. Terasa ada pasir di dalam mata Anda, mata merah, berair dan/atau nyeri ketika Anda berkedip juga bisa mengindikasikan abrasi kornea. Semakin cepat Anda menemui dokter, semakin cepat Anda mendapatkan peredanya dan menyelamatkan penglihatan Anda. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Sun May 20, 2012 4:36 pm | |
| KENALI KELAINAN MATA PADA ANAK ANDA MINGGU, 20 MEI 2012, 06:37 WIB Beno Junianto, Heryu Nandiasa VIVAnews - Kelainan mata pada anak tidak boleh disamakan dengan pada orang dewasa. Jika salah pengertian akan menjadi salah periksa. Banyak orang tua tidak tahu masalah mata pada anak-anak mereka.Kebanyakan, mereka menunggu sampai anak mengeluh atau melihat mata anak sudah memerah. Menurut dokter spesialis mata anak, dr. Florence M. Manurung, SpM, kelainan mata pada anak dan orang dewasa cukup berbeda. "Contohnya katarak yang sering terjadi pada orang tua, kalau dialami anak-anak merupakan peristiwa yang jarang terjadi. Faktornya bukan karena usia tetapi karena infeksi, obat-obatan, atau kelainan gen," jelasnya dalam seminar 'All You Need to Know About Children Eye Problem' di Jakarta Eye Centre, Kedoya, Jakarta Barat, Sabtu 19 Mei 2012. Selain katarak, berbagai penyakit mata yang kemungkinan dialami oleh anak-anak antara lain strabismus (mata juling), ambliopia (mata malas), dan glaukoma kongenital, dan kelainan refraksi.
Menurut dr. Florence kelainan mata anak bisa dideteksi sejak usia dini. Masalahnya, kebanyakan orang tua tidak mengerti kelainan mata pada anak mereka sebelum sang anak mengeluh atau terlihat perbedaan mencolok. "Untuk katarak ada putih-putihnya, glaukoma matanya besar. Umumnya kalau orang tua kasih mainan, anak tidak fokus. Posisi mata agak di tengah untuk mata juling. Untuk mata malas, anak sudah dicek dan tidak bisa melihat dengan tajam. Itu gejalanya tidak ada, dan perlu di cek," jelasnya. Untuk deteksi dini, dr. Florence menganjurkan untuk melakukannya sedini mungkin. "Dari 0 hari sampai 2 minggu harus dicek. Sebelum 3 tahun harus dicek. Jika orang tua menemukan ada kelainan harus dicek," tuturnya. Selain itu, untuk menghindari kelainan mata pada anak, para orang tua juga harus mengawasi kebiasaan anak. "Umumnya, untuk menonton TV perlu dibatasi, jangan dekat-dekat. Komputer, games juga dibatasi. Membaca juga dibatasi, setelah satu jam istirahat, lakukan outdoor activity. Makan buah dan sayur," tandasnya. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Sun May 20, 2012 4:42 pm | |
| 6 MITOS TENTANG KESEHATAN MATA Kamis, 25 November 2010 10:50 WIB Penulis : prita daneswari APAKAH sewaktu kecil orang tua pernah menyuruh Anda untuk memakan banyak wortel agar tak mesti mengenakan kacamata? Atau, Anda pernah dimarahi karena menonton terlalu dekat dengan TV karena bisa membuat mata buta? Saat kita beranjak dewasa nasihat itu tentu semakin tidak logis dan kita pun berpikir apa sebenarnya alasan di balik nasihat itu. Berikut beberapa mitos mengenai mata yang akan membuka mata Anda dan mungkin bertentangan dengan banyak pernyataan yang kerap Anda dengar mengenai mata.
1. Mitos: Makan wortel akan membantu penglihatan Sebenarnya, tak studi yang membuktikan bahwa penglihatan kita akan meningkat bila memakan banyak wortel. Memang, wortel kaya akan vitamin A, nutrisi yang dibutuhkan mata. Maka itu, kekurangan vitamin A tentu akan mengurangi optimalisasi mata. Namun, Anda tak perlu sampai mengonsumsi suplemen vitamin A karena tubuh Anda tak memerlukannya terlalu banyak.
2. Mitos: Komputer membahayakan mata Sebenarnya, mata lelah tidak melulu berhubungan dengan komputer, tapi bagaimana cara Anda menggunakannya. Sebagian besar orang terkadang bisa lupa mengedipkan dan mengistirahatkan mata saat bekerja di depan komputer atau saat membaca. Karena itulah, terlalu lama melihat layar monitor tanpa mengedip bisa membuat mata kering dan lelah. Namun tenang, hal itu tak akan membuat mata sakit, tapi jangan lupa untuk menistirahatkan mata sejenak saat bekerja.
3. Mitos: Membaca dengan cahaya redup merusak mata Sebenarnya, membaca dengan cahaya temaram tak akan merusak mata, tapi akan membuat mata menjadi letih. Maka itu, ada baiknya Anda tak mebuat mata harus bekerja keras dengan membaca dengan cahaya yang cukup terang.
4. Mitos: Bila mengenakan kacamata atau lensa kontak akan ketergantungan Sebenarnya, memakai kacamata atau lensa kontak tak akan menyebabkan ketergantungan atau menyebabkan kemampuan penglihatan melemah. Adapun faktor yang akan mengurangi kemampuan mata kita yakni penuaan, cedera, penyakit, atau faktor genetis.
5. Mitos: Menonton TV terlalu dekat bahayakan mata Sebenarnya, seperti halnya terlalu lama menatap monitor komputer, Anda bisa mengalami sakit kepala bila menonton TV terlalu dekat. Namun, hingga kini belum ada bukti ilmiah bahwa jarak terlalu dekat dengan TV merusak mata. Kalau Anda merasa kurang jelas saat menonton TV sehingga harus memperpendek jarak pandang, itu mungkin pertanda mata Anda perlu diperiksa lebih lanjut.
6. Mitos: Memakai kacamata orang merusak mata Sebenarnya, memakai kacamata yang tidak sesuai dengan kebutuhan mata kita seperti mengenakan kacamata orang lain tak akan merusak mata. Namun, memang mengenakan kacamata dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan tentunya akanmemberikan Anda penglihatan yang optimal. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Today at 1:23 pm | |
| KELAINAN MATA RENTAN DIDERITA BAYI PREMATUR Bramirus Mikail | Asep Candra | Selasa, 22 Mei 2012 | 08:04 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap bayi yang lahir secara prematur sebaiknya melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan mata. Mengapa? Karena bayi prematur sangat rentan menderita kelainan mata yang disebut Retinopathy of Prematurity (ROP). Spesialis mata dari Jakarta Eye Center (JEC) dr. Florence M. Manurung menjelaskan, Retinopathy of Prematurity (ROP) adalah kondisi yang biasanya ditemukan pada bayi lahir prematur di mana retina belum terbentuk sempurna sehingga mudah rusak dan dapat menyebabkan kebutaan. "Yang saya temukan di JEC, sebesar 27 persen bayi prematur yang kita skrining itu mengalami kelainan mata akibat Retinopathy of Prematurity (ROP)," ujarnya saat acara peresmian Children Eye Care, unit khusus yang menangani gangguan mata pada anak, di Jakarta Eye Center (JEC), Sabtu, (19/5/2012). Menurut Florence, bayi yang menderita ROP harus segera mendapatkan penanganan sesegera mungkin untuk mencegah kebutaan. Banyak kasus ROP tidak terdeteksi dan baru ketahuan jika mata anak sudah terlihat berwarna putih. Umumnya ROP menyerang bayi prematur yang lahir dari usia kehamilan ibu kurang dari 32 minggu, berat badan lahir rendah (kurang dari 1500 gram) dan lahir dengan faktor risiko seperti terapi oksigen, hiposekmia, serta penyakit penyerta lainnya.
Deteksi Dini Untuk mencegah kebutaan akibat ROP, perlu koordinasi antara dokter spesialis anak dan dokter mata. Selain melakukan pemeriksaan konvensional dengan oftalmoskopi, pemeriksaan retina pada bayi prematur dapat dilakukan dengan RetCam (Retinal Camera). RetCam adalah alat non invasif berupa kamera digital yang dapat melihat dan merekam langsung retina bayi. Pemeriksaan retina pada bayi prematur, lanjut Florence dapat dilakukan mulai dari usia 2-4 minggu setelah kelahiran. Apabila bayi masih berada dalam inkubator, pemeriksaan dengan RetCam dapat dilakukan di dalam inkubator. Pemeriksaan denggan alat ini sangat aman untuk bayi. "Kalau pun terjadi ROP dan skriningnya cepat, hal ini bisa kita cegah agar tidak terjadi kebutaan," ungkapnya.
Penanganan Penanganan ROP tergantung pada derajat penyakit. Pada ROP derajat ringan, seringkali tidak perlu dilakukan terapi, namun observasi ketat tetap perlu dilakukan. Pada kondisi ROP lebih berat, dapat dilakukan tindakan fotokoagulasi laser atau krioterapi pada daerah retina yang mengalami kerusakan sehingga sebagian besar retina yang masih sehat masih bisa diselamatkan. Tindakan bedah retina dapat dilakukan pada ROP yang sangat berat, namun tingkat keberhasilannya sangat relatif. Bayi prematur dengan ROP berpeluang mengalami kelainan mata seperti minus tinggi, juling, mata malas, katarak dan glaukoma. Karena itu diperlukan screening berkala setiap 6 bulan sampai bayi berumur 3 tahun. "Setiap bayi prematur harus dimonitor sampai ROP dinyatakan regresi," tuntasnya. Retina adalah organ yang sangat vital dari seluruh jaringan di dalam rongga mata, yang berfungsi untuk menangkap rangsangan cagaya dan mengirimkan rangsangan tersebut ke otak, sehingga kita dapat melihat suatu objek. Retina memerlukan suplai darah. Normalnya suplai darah retina dimulai pada usia 16 minggu kehamilan dan terbentuk secara sempurna pada umur kehamilan 41-42 minggu. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Today at 1:48 pm | |
| TIPS MENCEGAH KERUSAKAN MATA PADA ANAK SELASA, 22 MEI 2012 | 09:01 WIB TEMPO.CO, Jakarta - Mencegah kerusakan mata pada anak dapat dilakukan sejak dini, terutama sejak anak berusia 2 bulan sampai 6 tahun. Sebab saat itu perkembangan mata masih terbentuk. Berikut ini tip mencegah kerusakan mata pada anak, menurut dokter spesialis mata anak, Florence Manurung:
1. Sebaiknya membatasi waktu anak untuk menonton televisi, termasuk membatasi jarak pandang anak dengan televisi. Jarak minimal pandangan mata ke televisi adalah 1 meter.
2. Membatasi anak bermain game komputer atau video game. Sebaiknya bermain game cukup satu jam selama seminggu.
3. Membaca sebaiknya tidak dilakukan terus-menerus. Sebaiknya berhenti membaca setiap jam dan istirahat selama 15 menit. Begitu pula dengan membaca di layar komputer.
4. Arahkan anak untuk bermain di luar rumah agar anak tidak terkonsentrasi pada video game atau televisi.
5. Sebaiknya anak diajarkan rajin memakan buah dan sayuran, terutama yang mengandung vitamin A. |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |