|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Thu Apr 22, 2010 4:59 pm | |
| TUMOR JINAK KONJUNGTIVA 2 jenis tumor jinak yang bisa tumbuh pada konjungtiva adalah pinguekula dan pterigium.
PINGUEKULA Pinguekula adalah suatu penonjolan berwarna putih kekuningan yang tumbuh di dekat kornea. Ukurannya bisa semakin besar. Penyebabnya tidak diketahui tetapi pertumbuhannya didukung oleh pemaparan sinar matahari dan iritasi mata. Pinguekula tidak enak dilihat tetapi biasanya tidak menyebabkan masalah yang serius dan tidak perlu dibuang/diangkat
PTERIGIUM Pterigium adalah pertumbuhan jaringan konjungtiva ke dalam kornea. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi sering ditemukan pada orang-orang yang sering berada di bawah sinar matahari. Faktor resiko terjadinya pterigium adalah tinggal di daerah yang banyak terkena sinar matahari, daerah yang berdebu, berpasir atau anginnya besar. Sering ditemukan pada petani, nelayan dan orang-orang yang tinggal di dekat daerah khatulistiwa. Jarang menyerang anak-anak.
Tampak sebagai penonjolan jaringan putih disertai pembuluh darah pada tepi dalam atau tepi luar kornea. Pterigium bisa menyebabkan perubahan bentuk kornea sehingga terjadi astigmata dan gangguan penglihatan lainnya. Jika sampai ke daerah pupil dan mengganggu penglihatan, pterigium harus diangkat melalui pembedahan. Untuk mencegah berulangnya pterigium, sebaiknya para pekerja lapangan menggunakan kacamata atau topi pelindung.
Sumber: Medicastore |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Thu Apr 22, 2010 5:06 pm | |
| TRAKOMA Trakoma (Konjungtivitis granuler, Oftalmia Bangsa Mesir) adalah suatu infeksi konjungtiva yang berlangsung lama dan disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis.
PENYEBAB Trakoma terjadi akibat infeksi oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Masa inkubasi berlangsung selama 5-12 hari dan berawal sebagai kemerahan pada mata, yang jika tidak diobati bisa menjadi penyakti kronis dan menyebabkan pembentukan jaringan parut.
Trakoma ditemukan di seluruh dunia, terutama di daerah pedesaan di negara-negara berkembang. Sering menyerang anak-anak. Trakoma merupakan penyakit menular dan bisa ditularkan melalui: - kontak tangan dengan mata - sejenis lalat -benda-benda yang terkontaminasi (misalnya handuk atau saputangan).
GEJALA Pada stadium awal, konjungtiva tampak meradang, merah dan mengalami iritasi serta mengeluarkan kotoran (konjungtivitis). Pada stadium lanjut, konjungtiva dan kornea membentuk jaringan parut sehingga bulu mata melipat ke dalam dan terjadi gangguan penglihatan. Gejala lainnya adalah: - pembengkakan kelopak mata - pembengkakan kelenjar getah bening yang terletak tepat di depan mata - kornea tampak keruh.
DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata. Apusan mata diperiksa untuk mengetahui organisme penyebabnya.
PENGOBATAN Pengobatan meliputi pemberian salep antibiotik yang berisi tetracyclin dan erythromycin selama 4-6 minggu. Selain itu, antibiotik tersebut juga bisa diberikan dalam bentuk tablet. Jika terjadi kelainan bentuk kelopak mata, kornea maupun konjungtiva, mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk memperbaikinya.
Sumber: Medicastore |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Thu Apr 22, 2010 5:08 pm | |
| OFTALMIA NEONATORUM Oftalmia Neonatorum (Konjungtivitis Neonatorum) adalah suatu infeksi mata pada bayi baru lahir yang didapat ketika bayi melewati jalan lahir.
PENYEBAB Berbagai organisme bisa menyebabkan infeksi mata pada bayi baru lahir, tetapi infeksi bakteri yang berhubungan dengan proses persalinan, yang paling banyak ditemukan dan berpotensi menyebabkan kerusakan mata adalah gonore (Neisseria gonorrhea) dan klamidia (Chlamydia trachomatis). Virus yang bisa menyebabkan konjungtivitis neonatorum dan kerusakan mata yang berat adalah virus herpes. Virus ini juga bisa didapat ketika bayi melewati jalan lahir, tetapi konjungtivitis herpes lebih jarang ditemukan. Organisme tersebut biasanya terdapat pada ibu hamil akibat penyakit menular seksual (STD, sexually-transmitted disease). Pada saat persalinan, ibu mungkin tidak memiliki gejala-gejala tetapi bakteri atau virus mampu menyebabkan konjungtivitis pada bayi yang akan dilahirkan.
GEJALA Bayi baru lahir yang terinfeksi akan mengeluarkan kotoran dari matanya dalam waktu 1 hari sampai 2 minggu setelah dia lahir. Kelopak matanya membengkak, merah dan nyeri bila ditekan. Gonore bisa menyebabkan perforasi kornea dan kerusakan yang sangat berarti pada struktur mata yang lebih dalam.
Gejala lainnya adalah: - riwayat penyakit menular seksual pada ibu - dari mata keluar kotoran encer dan berdarah (serosanguinosa) atau kotoran kental seperti nanah (purulen).
DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata. Untuk mengetahui organisme penyebabnya, dilakukan pembiakan terhadap kotoran mata.
PENGOBATAN Antibiotik dalam bentuk topikal (salep dan tetes mata), per-oral (melalui mulut) maupun intravena (melalui pembuluh darah), semua bisa digunakan tergantung kepada beratnya infeksi dan organisme penyebabnya. Kadang antibiotik oral dan topikal digunakan secara bersamaan. Irigasi mata dengan larutan garam normal dilakukan untuk membuang kotoran purulen yang terkumpul.
PENCEGAHAN # Konjungtivitis neonatorum bisa dicegah dengan cara: Mengobati penyakit menular seksual pada ibu hamil # Memberikan tetes mata perak nitrat atau antibiotik (misalnya eritromisin) kepada setiap bayi yang baru lahir.
Sumber: Medicastore |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Thu Apr 22, 2010 5:16 pm | |
| ENTROPION Adalah kondisi abnormal pada pinggiran kelopak mata yang melipat kedalam. Merupakan masalah serius, karena dapat merusak bola mata hingga mengakibatkan kebutaan. Kelainan ini biasanya terjadi pada orang tua. Kaum perempuan lebih sering mengalaminya dibandingkan kaum laki laki.
Gejala yang terjadi akibat masalah ini adalah gesekan antara bulu mata dengan bagian mata yaitu conjungtiva dan cornea, yaitu berupa: 1. Penderita akan merasa terdapat benda asing yang mengganggu dimata. 2. Tampak mata kemerahan dan iritasi, kadang disertai nyeri. 3. Penderita merasa sensitif terhadap cahaya ( fotofobia ). 4. Keluar airmata berlebihan. 5. Penurunan ketajaman penglihatan hingga kebutaan.
Penyebab entropion 1. Kelemahan otot mata akibat usia. 2. Adanya infeksi kulit didaerah tersebut yang meninggalkan sisa radang berupa jaringan parut ( misalnya akibat infeksi herpes, trakhom ). 3. Cedera akibat bahan kimia juga meninggalkan jaringan parut. 4. Bekas luka akibat tindakan pembedahan. 5. Kelainan sejak lahir ( congenital ).
Faktor risiko terjadinya entropion yaitu: 1. Usia, semakin berumur otot yang mengatur gerakan kelopak mata semakin melemah sehingga mudah menekuk kedalam. 2. Riwayat luka bakar atau faktor cedera lainnya pada daerah kelopak mata yang menimbulkan jaringan parut. 3. Pernah mengalami infeksi kuman trakhoma.
Perawatan sementara 1.Pemberian cairan untuk lubrikasi dan pemberian ointment dapat membantu melindungi cornea sampai mendapat penanganan lebih lanjut. 2. Gunakan alat khusus untuk mempertahankan posisi kelopak mata. 3. Tindakan pencabutan bulu mata agar tidak bergesekan dengan bola mata. 4. Mempertahankan posisi kelopak mata kearah luar dengan menjahitkan pada bagian kulit lainnya. 5. Pemberian suntikan botox, dapat membuat posisi kelopak mata bertahan kearah luar selama 6 bulan.
Penanganan 1. Jika penyebabnya karena infeksi atau radang, diatasi penyebabnya sehingga keluhan akan hilang. 2. Sebagian besar kasus entropion membutuhkan tindakan pembedahan. Bila karena kelemahan otot, pembedahan ditujukan untuk memperkuat otot tersebut. Bila karena jaringan parut, jaringan tersebut mesti dibuang.
Sumber: Dokter Kita Edisi 4 Tahun V April 2010
Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 6:24 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Thu Apr 22, 2010 5:20 pm | |
| KALAZION Kalazion adalah sebuah massa kecil di dalam kelopak mata yang disebabkan oleh penyumbatan kelenjar minyak yang kecil di dalam kelopak mata.
PENYEBAB Kalazion tumbuh di dalam kelenjar Meibom pada kelopak mata. Hal ini terjadi akibat penyumbatan pada saluran kelenjar Meibom. Kelenjar Meibom adalah kelenjar sebasea, yang menghasilkan minyak yang membentuk permukaan selaput air mata.
GEJALA Pada awalnya, kalazion tampak dan terasa seperti hordeolum, kelopak mata membengkak, nyeri dan mengalami iritasi. Beberapa hari kemudian gejala tersebut menghilang dan meninggalkan pembengkakan bundar tanpa rasa nyeri pada kelopak mata dan tumbuh secara perlahan. Di bawah kelopak mata terbentuk daerah kemerahan atau abu-abu.
DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan kelopak mata. Kadang saluran kelenjar Meibom bisa tersumbat oleh suatu kanker kulit; untuk memastikan hal ini maka perlu dilakukan biopsi.
PENGOBATAN Pengobatan utama adalah kompres hangat selama 10-15 menit, minimal 4 kali/hari. Pengompresan akan melunakkan minyak yang mengeras yang menyumbat saluran dan mempermudah pengaliran serta penyembuhan.
Kalazia seringkali menghilang tanpa pengobatan dalam waktu 1 bulan. Jika kalazion terus membesar mungkin perlu diangkat melalui pembedahan. Pembedahan biasanya dilakukan dari bawah kelopak mata untuk menghindari pembentukan jaringan parut di kulit. Obat tetes mata yang mengandung antibiotik biasanya digunakan beberapa hari sebelum dan sesudah pengangkatan kalazion.
Sumber: Medicastore
Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 5:25 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Thu Apr 22, 2010 5:23 pm | |
| HORDEOLUM Hordeolum (Stye) adalah suatu infeksi pada satu atau beberapa kelenjar di tepi atau di bawah kelopak mata. Bisa terbentuk lebih dari 1 hordeolum pada saat yang bersamaan. Hordeolum biasanya timbul dalam beberapa hari dan bisa sembuh secara spontan.
PENYEBAB Hordeolum adalah infeksi akut pada kelenjar minyak di dalam kelopak mata yang disebabkan oleh bakteri dari kulit (biasanya disebabkan oleh bakteri stafilokokus). Hordeolum sama dengan jerawat pada kulit. Hordeolum kadang timbul bersamaan dengan atau sesudah blefaritis. Hordeolum bisa timbul secara berulang.
GEJALA Hordeolum biasanya berawal sebagai kemerahan, nyeri bila ditekan dan nyeri pada tepi kelopak mata. Mata mungkin berair, peka terhadap cahaya terang dan penderita merasa ada sesuatu di matanya. Biasanya hanya sebagian kecil daerah kelopak yang membengkak, meskipun kadang seluruh kelopak membengkak. Di tengah daerah yang membengkak seringkali terlihat bintik kecil yang berwarna kekuningan. Bisa terbentuk abses (kantong nanah) yang cenderung pecah dan melepaskan sejumlah nanah.
DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
PENGOBATAN Hordeolum bisa diobati dengan kompres hangat selama 10 menit sebanyak 4 kali/hari. Jangan mencoba memecahkan hordeolum, biarkan pecah sendiri. Krim antibiotik kadang digunakan untuk hordeolum yang berulang atau menetap (yang disebabkan oleh bakteri). Hordeolum interna adalah hordeolum yang terbentuk pada kelenjar yang lebih dalam. Gejalanya lebih berat dan jarang pecah sendiri, karena itu biasanya dokter akan menyayatnya supaya nanah keluar.
PENCEGAHAN Selalu mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh kulit di sekitar mata. Bersihkan minyak yang berlebihan di tepi kelopak mata secara perlahan.
Sumber: Medicastore
Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 5:26 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Thu Apr 22, 2010 5:37 pm | |
| ENDOFTALMITIS Endoftalmitis adalah peradangan pada seluruh lapisan mata bagian dalam, cairan dalam bola mata (humor vitreus) dan bagian putih mata (sklera).
PENYEBAB # Penyebab terjadinya infeksi adalah: Luka yang menusuk mata # Pembedahan # Bakteri yang sampai ke mata melalui aliran darah.
GEJALA Gejalanya seringkali berat, yaitu berupa: - nyeri mata - kemerahan pada sklera - fotofobia (peka terhadap cahaya) - gangguan penglihatan.
DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
PENGOBATAN Endoftalmitis merupakan suatu keadaan darurat. Pengobatan harus segera diberikan, menunda pengobatan bisa menyebabkan kebutaan. Diberikan antibiotik dan corticosteroid. Untuk mengeluarkan cairan yang terinfeksi dari bola mata mungkin perlu dilakukan pembedahan.
Sumber: Medicastore |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Thu Apr 22, 2010 5:47 pm | |
| ABLASIO RETINA Ablasio Retina adalah terpisahnya/terlepasnya retina dari jaringan penyokong di bawahnya. Jaringan saraf yang membentuk bagian peka cahaya pada retina membentuk suatu selaput tipis yang melekat erat pada jaringan penyokong di bawahnya. Jika kedua lapisan tersebut terpisah, maka retina tidak dapat berfungsi dan jika tidak kembali disatukan bisa terjadi kerusakan permanen.
Ablasio bisa bermula di suatu daerah yang kecil, tetapi jika tidak diobati, seluruh retina bisa terlepas. Pada salah satu bentuk ablasio, retina betul-betul mengalami robekan. Bentuk ablasio ini biasanya terjadi pada penderita miopia atau penderita yang telah menjalani operasi katark atau penderita cedera mata. Pada ablasio lainnya, retina tidak robek tetapi terpisah dari jaringan di bawahnya. Pemisahan ini terjadi jika gerakan cairan di dalam bola mata menarik retina atau jika cairan yang terkumpul diantara retina dan jaringan di bawahnya mendorong retina.
PENYEBAB Retina merupakan selaput transparan di bagian belakang mata yang mengolah bayangan yang difokuskan di retina oleh kornea dan lensa. Ablasio retina seringkali dihubungkan dengan adanya robekan atau lubang pada retina, sehingga cairan di dalam mata merembes melalui robekan atau lubang tersebut dan menyebabkan terlepasnya retina dari jaringan di bawahnya. Hal tersebut bisa terjadi akibat: #Trauma # Proses penuaan # Diabetes berat # Penyakit peradangan, tetapi ablasio retina sering kali terjadi secara spontan.
Pada bayi prematur, ablasio retina bisa terjadi akibat retinopati akibat prematuritas. Selama proses terlepasnya retina, perdarahan dari pembuluh darah retina yang kecil bisa menyebabkan kekeruhan pada bagian dalam mata yang dalam keadaan normal terisi oleh humor vitreus. Jika terjadi pelepasan makula, akan terjadi gangguan penglihatan pusat lapang pandang.
Faktor resiko terjadinya ablasio retina adalah: - Rabun dekat ( minus tinggi, diatas 4 ) - Riwayat keluarga dengan ablasio retina - Diabetes yang tidak terkontrol - Trauma atau cedera pada mata, baik trauma tumpul maupun tajam. - Usia, semakin bertambah usia retina semakin menipis.
GEJALA Ablasio retina tidak menimbulkan nyeri, tetapi bisa menyebabkan gambaran bentuk-bentuk ireguler yang melayang-layang ( bintik bintik atau benang hitam yang selalu bergerak ) atau kilatan cahaya, serta menyebabkan penglihatan menjadi kabur ( seperti tirai abu abu yang menutupi sebagian penglihatan ). Hilangnya fungsi penglihatan awalnya hanya terjadi pada salah satu bagian dari lapang pandang, tetapi kemudian menyebar sejalan dengan perkembangan ablasio. Jika makula terlepas, akan segera terjadi gangguan penglihatan dan penglihatan menjadi kabur.
DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata.
Beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui keutuhan retina: # Oftalmoskopi direk dan indirek # Ketajaman penglihatan # Tes refraksi # Respon refleks pupil # Gangguan pengenalan warna # Pemeriksaan slit lamp # Tekanan intraokuler,/I> # USG mata # Angiografi fluoresensi # Elektroretinogram.
PENGOBATAN Pembedahan laser bisa digunakan untuk menutup lubang atau robekan pada retina yang biasanya ditemukan sebelum terjadinya ablasio. Dengan kriopeksi (pemberian dingin dengan jarum es) akan terbentuk jaringan parut yang melekatkan retina pada jaringan di bawahnya ( seperti mematri ). Teknik ini digunakan bersamaan dengan penyuntikan gelembung udara dan kepala dipertahankan pada posisi tertentu untuk mencegah penimbunan kembali cairan di belakang retina. Penempelan kembali retina melalui pembedahan terdiri dari pembuatan lekukan pada sklera (bagian putih mata) untuk mengurangi tekanan pada retina sehingga retina kembali menempel. Teknologi terbaru adalah dengan TSV ( Transconjunctiva Sutureless Vitrectomy ).
PENCEGAHAN Gunakan kaca mata pelindung untuk mencegah terjadinya trauma pada mata. Penderita diabetes sebaiknya mengontrol kadar gula darahnya secara seksama. Jika anda memiliki resiko menderita ablasio retina, periksakan mata minimal setahun sekali. Ablasio Retina termasuk penyakit yang sangat serius dan bersifat EMERGENSI, sehingga sebaiknya secepat mungkin penderita bisa ditangani untuk menghindari kebutaan permanen.
Sumber: - Medicastore - Kompas Selasa 18 Mei 2010
Last edited by gitahafas on Tue May 18, 2010 8:39 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Thu Apr 22, 2010 6:39 pm | |
| BLEFARITIS Blefaritis adalah suatu peradangan pada kelopak mata. Blefaritis ditandai dengan pembentukan minyak berlebihan di dalam kelenjar di dekat kelopak mata yang merupakan lingkungan yang disukai oleh bakteri yang dalam keadaan normal ditemukan di kulit.
PENYEBAB # Terdapat 2 jenis blefaritis: Blefaritis anterior : mengenai kelopak mata bagian luar depan (tempat melekatnya bulu mata). Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus dan ketombe pada kulit kepala. # Blefaritis posterior ; mengenai kelopak mata bagian dalam (bagian kelopak mata yang lembab, yang bersentuhan dengan mata). Penyebabnya adalah kelainan pada kelenjar minyak. 2 penyakit kulit yang bisa menyebabkan blefaritis posterior adalah rosasea dan ketombe pada kulit kepala (dermatitis seboreik).
Alergi atau infestasi kutu pada bulu mata juga bisa menyebabkan blefaritis.
GEJALA Blefaritis menyebabkan kemerahan dan penebalan, bisa juga terbentuk sisik dan keropeng atau luka terbuka yang dangkal pada kelopak mata. Blefaritis bisa menyebabkan penderita merasa ada sesuatu di matanya. Mata dan kelopak mata terasa gatal, panas dan menjadi merah. Bisa terjadi pembengkakan kelopak mata dan beberapa helai bulu mata rontok. Mata menjadi merah, berair dan peka terhadap cahaya terang. Bisa terbentuk keropeng yang melekat erat pada tepi kelopak mata; jika keropeng dilepaskan, bisa terjadi perdarahan. Selama tidur, sekresi mata mengering sehingga ketika bangun kelopak mata sukar dibuka.
DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan kelopak mata.
PENGOBATAN Pengobatan utama adalah membersihkan pinggiran kelopak mata untuk mengangkat minyak yang merupakan makanan bagi bakteri. Bisa digunakan sampo bayi atau pembersih khusus.
Untuk membantu membasmi bakteri kadang diberikan salep antibiotik (misalnya eritromisin atau sulfacetamide) atau antibiotik per-oral (misalnya tetracycline).
Jika terdapat dermatitis seboroik, harus diobati. Jika terdapat kutu, bisa dihilangkan dengan mengoleskan jeli petroleum pada dasar bulu mata.
Sumber: Medicastore
Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 5:33 am; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Thu Apr 22, 2010 6:44 pm | |
| EKSOFTALMOS Eksoftalmos adalah penonjolan abnormal pada salah satu atau kedua bola mata.
PENYEBAB # Eksoftalmos bisa disebabkan oleh: Penyakit tiroid, terutama penyakit Grave (jaringan di dalam rongga mata membengkak dan terdapat endapan yang mendorong mata ke depan) # Perdarahan di belakang mata # Peradangan di dalam rongga mata # Tumor jinak maupun ganas di dalam rongga mata dan di belakang bola mata # Pseudotumor # Trombosis sinus kavernosus # Malformasi arteriovenosa.
GEJALA Salah satu atau kedua bola mata tampak menonjol.
DIAGNOSA Setiap mata yang menonjol tidak selalu berarti eksoftalmos. Beratnya penonjolan mata bisa diukur dengan penggaris biasa atau dengan alat yang disebut oftalmometer. Pemeriksaan lainnya yang dilakukan adalah CT scan dan tes fungsi tiroid.
PENGOBATAN Pengobatan tergantung kepada penyebabnya. Jika terdapat kelainan antara arteri dan vena maka dilakukan pembedahan. Jika penyebabnya adalah hipertiroidisme (terlalu banyak hormon tiroid) maka dilakukan pengobatan terhadap hipertiroidisme. Untuk menghilangkan penekanan terhadap saraf optikus diberikan corticosteroid per-oral (melalui mulut), terapi penyinaran lokal atau pembedahan.
Jika kelopak mata tidak dapat menutupi bola mata yang menonjol, mungkin perlu dilakukan pembedahan kelopak mata untuk membantu melindungi kornea terhadap kekeringan dan infeksi. Untuk mengatasi pseudotumor dan pembengkakan bisa diberikan corticosteroid. Jika tumor membahayakan mata karena mendorongnya keluar, maka dilakukan pembedahan untuk mengangkat tumor.
Sumber: Medicastore |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Fri Apr 23, 2010 12:54 pm | |
| CEDERA MATA Struktur wajah dan mata sangat sesuai untuk melindungi mata dari cedera. Bola mata terdapat di dalam sebuah rongga yang dikelilingi oleh bubungan bertulang yang kuat. Kelopak mata bisa segera menutup untuk membentuk penghalang bagi benda asing dan mata bisa mengatasi benturan yang ringan tanpa mengalami kerusakan.
Meskipun demikian, mata dan struktur di sekitarnya bisa mengalami kerusakan akibat cedera, kadang sangat berat sampai terjadi kebutaan atau mata harus diangkat. Cedera mata harus diperiksa untuk menentukan pengobatan dan menilai fungsi penglihatan.
LUKA TUMPUL Suatu benturan tumpul bisa mendorong mata ke belakang sehingga kemungkinan merusak struktur pada permukaan (kelopak mata, konjungtiva, sklera, kornea dan lensa) dan struktur mata bagian belakang (retina dan persarafan). Benturan tumpul juga bisa menyebabkan patah tulang di sekeliling mata.
Dalam 24 jam pertama setelah terjadinya cedera, darah yang merembes ke dalam kulit di sekitar mata biasanya menyebabkan memar (kontusio), biasanya disebut mata hitam. Jika suatu pembuluh darah di permukaan mata pecah, maka permukaan mata akan menjadi merah. Perdarahan ini biasanya bersifat ringan.
Kerusakan pada mata bagian dalam seringkali lebih serius dibandingkan kerusakan pada permukaan mata. Perdarahan di dalam bilik anterior (hifema traumatik) merupakan masalah yang serius dan harus segera ditangani oleh dokter spesialis mata. Perdarahan berulang dan peningkatan tekanan di dalam mata bisa menyebabkan kornea menjadi merah sehingga penglihatan menjadi berkurang dan meningkatkan resiko terjadinya glaukoma.
Darah bisa merembes ke dalam mata, iris bisa mengalami robekan atau lensa bisa mengalami pergeseran. Perdarahan bisa terjadi di dalam retina, sehingga retina terlepas dari jaringan di bawahnya. Pada awalnya, lepasnya retina menyebabkan timbulnya gambaran kilatan cahaya atau bentuk tidak beraturan yang melayang-layang serta menyebabkan pandangan kabur, kemudian penglihatan bisa menurun secara tajam. Pada cedera yang hebat, bola mata bisa mengalami robekan.
Kompres dingin bisa membantu mengurangi pembengkakan dan menghilangkan nyeri pada mata hitam. Pada hari kedua, kompres hangat bisa membantu tubuh dalam menyerap darah yang telah terkumpul.
Jika kulit di sekitar mata atau kulit pada kelopak mata mengalami robekan, bisa dilakukan penjahitan. Cedera yang mengenai saluran air mata harus diatasi dengan pembedahan mata.
Jika terjadi robekan pada mata, diberikan obat pereda nyeri, obat untuk menjaga agar pupil tetap melebar dan obat untuk mencegah infeksi. Biasanya digunakan perisai logam untuk melindungi mata dari cedera lebih lanjut. Kerusakan yang serius bisa menyebabkan penurunan fungsi penglihatan meskipun telah dilakukan pembedahan.
Penderita yang mengalami perdarahan di dalam mata akibat trauma harus menjalani tirah baring. Diberikan obat untuk mengurangi peningkatan tekanan di dalam mata (misalnya asetazolamid). Untuk mengurangi perdarahan kadang diberikan asam aminokaproat. Obat-obat yang mengandung aspirin harus dihindari karena bisa menyebabkan meingkatnya perdarahan di dalam mata.
BENDA ASING Cedera mata yang paling sering mengenai sklera, kornea dan konjungtiva disebabkan oleh benda asing. Meskipun kebanyakan bersifat ringan, tetapi beberapa cedera bisa berakibat serius (misalnya luka tembus pada kornea atau infeksi akibat sayatan maupun cakaran pada kornea).
Penyebab tersering dari cedera pada permukaan mata adalah lensa kontak. Lensa yang tidak terpasang dengan benar, lensa yang terpasang terlalu lama, lensa yang tidak dilepas ketika tidur, lensa yang tidak dibersihkan dan melepaskan lensa dengan sekuat tenaga bisa menimbulkan goresan pada permukaan mata.
Penyebab cedera permukaan mata lainnya adalah pecahan kaca, partikel yang terbawa angin dan ranting pohon. Pegawai yang di tempat kerjanya cenderung banyak memiliki pecahan-pecahan kecil yang berterbangan di udara, sebaiknya menggunakan kacamata pelindung.
Setiap cedera pada permukaan mata biasanya menyebabkan nyeri dan menimbulkan perasaan ada sesuatu di mata. Gejala lainnya adalah kepekaan terhadap cahaya, mata merah, perdarahan dari pembuluh darah pada permukaan mata atau pembengkakan mata dan kelopak mata. Penglihatan bisa menjadi kabur.
Benda asing di mata harus dikeluarkan. Agar benda asing terlihat lebih jelas dan untuk melihat adanya goresan pada permukaan mata, bisa diberikan obat tetes mata khusus yang mengandung zat warna fluoresensi. Kemudian diberikan tetes mata yang mengandung obat bius untuk mematikan rasa di permukaan mata. Dengan menggunakan alat penerangan khusus, benda tersebut bisa dibuang oleh dokter. Benda asing seringkali bisa diambil dengan menggunakan kapas steril yang lembab atau kadang dengan mengguyur mata dengan air yang steril.
Jika benda asing menyebabkan goresan kecil pada permukaan kornea, diberikan salep antibiotik selama beberapa hari. Goresan yang lebih besar memerlukan pengobatan tambahan. Pupil diusahakan tetap melebar dengan pemberian obat, lalu dimasukkan antibiotik dan mata ditutup dengan plester. Sel-sel pada permukaan mata berregenerasi dengan cepat. Meskipun goresannya besar, penyembuhan akan berlangsung selama 1-3 hari.
Jika benda asing telah menembus ke lapisan mata yang lebih dalam, segera hubungi dokter spesialis mata.
LUKA BAKAR Jika terkena panas atau bahan kimia yang kuat, kelopak mata akan segera menutup sebagai reaksi refleks untuk melindungi mata dari luka bakar. Karena itu hanya kelopak mata yang mungkin mengalami luka bakar, meskipun panas yang hebat juga bisa menyebabkan luka bakar pada mata. Beratnya cedera, hebatnya nyeri dan gambaran kelopak mata tergantung kepada dalamnya luka bakar.
Luka bakar karena bahan kimia bisa terjadi jika suatu bahan iritatif masuk ke dalam mata. Bahan iritatif ringanpun bisa menyebabkan nyeri dan kerusakan pada mata. Karena nyerinya hebat maka penderita cenderung menutup kelopak matanya sehingga bahan kimia berada lebih lama di dalam mata.
Untuk mengobati luka bakar pada kelopak mata, daerah yang terkena dicuci dengan larutan steril dan diolesi dengan salep antibiotik atau kasa yang mengandung jeli petroleum. Setelah itu luka dibungkus dengan verban steril.
Luka bakar karena bahan kimia pada mata segera diatasi dengan mengucurkan air pada mata yang terkena supaya bahan kimia segera terbuang dengan bantuan aliran air. Setelah itu diberikan obat tetes mata yang mengandung obat bius dan obat untuk melebarkan pupil. Antibiotik diberikan dalam bentuk salep. Bisa juga diberikan obat pereda nyeri per-oral (melalui mulut).
Luka bakar yang hebat harus ditangani oleh spesialis mata guna mempertahankan fungsi penglihatan dan mencegah komplikasi (kerusakan iris, perforasi mata dan kelainan bentuk kelopak mata). Meskipun telah dilakukan pengobatan terbaik, luka bakar hebat pada kornea bisa menyebabkan pembentukan jaringan paru, perforasi mata dan kebutaan.
SumberL Medicastore |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Sun Apr 25, 2010 8:23 am | |
| TIPS MENGATASI MATA LEBAM Rabu, 19/05/2010 17:00 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Mata lebam biasanya terjadi jika bagian mata terpukul atau terbentur benda tumpul. Hal ini tentu saja berbahaya dan bisa mengganggu penampilan. Ikuti tips berikut untuk membantu mengatasi mata lebam. Mata lebam terjadi jika jaringan disekitar mata mengalami cedera. Biasanya membutuhkan waktu sekitar seminggu untuk membuat lebam ini hilang dan darah terserap kembali ke dalam tubuh. Mata lebam diawali dengan kelopak mata dan daerah sekitarnya yang menjadi hitam kebiruan, lalu berkembang menjadi ungu. Jika mendekati sembuh, warnanya akan berubah menjadi kekuningan. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya mata lebam, seperti pukulan di hidung atau sekitar mata karena cairan akan berkumpul di jaringan longgar dari kelopak mata, beberapa prosedur bedah wajah atau jenis tertentu dari cedera kepala yang disebut dengan basilar skull fracture.
Seperti dikutip dari eHow, Rabu (19/5/2010) ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk menghilangkan mata lebam, yaitu: 1. Menempelkan kantung es yang dibungkus dengan kain tipis ke daerah sekitar mata yang lebam tanpa memberikan banyak tekanan. Hal ini berguna untuk mengurangi pembengkakan dan menghentikan pendarahan internal. Jika mata sangat lebam, tempatkan kantung es di atas mata atau daerah sekitar dahi. Jangan menempatkan es terlalu lama di posisi yang sama, lebih baik menggunakan interval waktu 10 menit lalu mengulanginya lagi.
2. Usahakan menempel kantung es tidak dalam posisi tidur, tapi naikkan posisi kepala dengan menggunakan bantal untuk mengurangi bengkak.
3. Bisa juga menggunakan tanaman peterseli, karena memiliki sifat anestesi dan anti peradangan. Menggiling beberapa peterseli cincang yang dicampur dengan batu es, lalu tuang ke dalam palstik dan letakkan di lemari es hingga membeku. Setelah menjadi es, ambil beberapa bagian dan bungkus dengan kain lalu tempelkan di daerah sekitar lebam sebagai kompres dingin. Tapi ingat untuk tidak terlalu lama meninggalkan kompres.
4. Jangan terlalu kuat mengeluarkan udara melalui hidung, karena bisa menyebabkan pembuluh darah kapiler mengalami pendarahan lagi. Hal ini akan membuat proses penyembuhan lebih lama dan lebam akan semakin besar.
5. Jika mengalami nyeri akibat pendarahan atau pembengkakan jaringan di sekitar mata, maka jangan sesekali menggunakan aspirin untuk menghilangkannya. Karena aspirin memiliki sifat antikoagulan yang dapat mencegah pembekuan darah, sehingga lebam bisa bertambah besar dan sembuh lebih lama. Cobalah untuk mengonsumsi parasetamol atau acetaminophen.
6. Melindungi daerah sekitar lebam dari risiko cedera lainnya, karena itu hindari aktivitas fisik atau olahraga yang berisiko kontak dengan mata sehingga memicu terjadinya cedera kembali. (ver/ir)
Last edited by gitahafas on Sat Jul 10, 2010 5:20 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Sun Apr 25, 2010 11:36 am | |
| PENANGANAN PERDARAHAN PADA MATA Kamis, 20 Mei 2010 | 15:57 WIB Kompas.com - Trauma langsung pada mata bisa diikuti terjadinya perdarahan di bagian dalam mata (hifema). Trauma ini dapat disebabkan benda tumpul akibat terpukul atau karena benda tajam yang menembus lapisan dinding mata. Bila perdarahan karena trauma, biasanya darah akan terserap total dalam beberapa hari.
Kambuhnya perdarahan pada mata dapat menurunkan penglihatan dan merusak kornea. Langkah yang harus dilakukan adalah: - Tinggikan posisi kepala dan buatlah penderita tidur dengan mata yang sehat di bagian bawah. - Kompres dingin bisa membantu mengurangi pembengkakan dan menghilangkan nyeri pada mata hitam. - Pada hari kedua, kompres hangat bisa membantu tubuh dalam menyerap darah yang terkumpul. - Segera bawa ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.
Dokter umumnya akan menyarankan anak menjalani rawat inap, khususnya bila perdarahan berulang kali. Jika kulit di sekitar mata atau kulit pada kelopak mata mengalami robekan, bisa dilakukan penjahitan. Cedera yang mengenai saluran air mata harus diatasi dengan pembedahan mata. Jika terjadi robekan pada mata, diberikan obat pereda nyeri, obat untuk menjaga agar pupil tetap melebar dan obat untuk mencegah infeksi. - Biasanya digunakan perisai logam untuk melindungi mata dari cedera lebih lanjut. - Kerusakan yang serius bisa menyebabkan penurunan fungsi penglihatan meskipun telah dilakukan pembedahan.
Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 5:30 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Wed Apr 28, 2010 11:36 am | |
| LASER POINTER JUGA BISA MERUSAK RETINA MATA Vera Farah Bararah - detikHealth - Rabu, 16/06/2010 10:30 WIB Liverpool, Laser pointer seringkali digunakan untuk membantu seseorang saat mempresentasikan sesuatu. Tapi sebaiknya laser ini tidak diarahkan ke mata, karena bisa menyebabkan kerusakan retina. Hal ini dikemukakan oleh dokter dari Royal Liverpool Hospital dan Manchester Eye Hospital. Kondisi ini didasari setelah petugas medis melakukan operasi terhadap seorang remaja yang matanya terkena sinar laser hingga menyebabkan luka bakar dan kerusakan retina. Pemeriksaan yang dilakukan terhadap remaja tersebut menunjukkan adanya scotomas atau bintik-bintik hitam di dalam penglihatannya. Meskipun remaja tersebut masih bisa memiliki penglihatan yang normal, tapi ia berisiko terkena masalah dikemudian hari dalam kehidupannya sebagai akibat dari kerusakan retina.
"Cedera seperti ini biasanya disebabkan jika seseorang menggosok matanya secara persisten setelah matanya terkena sinar laser," ujar juru bicara dari Health Protection Agency, seperti dikutip dari BBC, Rabu (16/6/2010). Para ahli telah menyadari bahwa kerusakan retina ini bisa menyebabkan penglihatan yang abnormal akibat dari kekuatan tinggi sinar laser pointer. Jika disalah gunakan dengan menyinari mata seseorang meskipun dalam hitungan beberapa detik saja, sudah bisa menyebabkan kerusakan pada retina.
"Laser pointer itu seperti menipu. Sekilas alat ini tampak aman, tapi ternyata bisa sangat berbahaya karena memiliki berkas cahaya yang kuat sehingga intensitasnya pun tinggi," ujar Barbara McLaughlan, manajer kampanye dari Royal National Institute of Blind People. Studi penelitian mengenai hal ini telah dipublikasikan dalam British Medical Journal. Karenanya jangan sekali-kali menyoroti sinar laser ke arah mata meskipun tertulis bahwa laser tersebut memiliki daya hanya miliwatt saja. Hal ini karena laser memiliki sifat cahaya yang fokus, monokromatis serta koheren (searah dan saling menguatkan).
(ver/mer)
Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 5:30 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Mata Wed Apr 28, 2010 7:23 pm | |
| BAD MOOD BISA GANGGU PENGLIHATAN Rabu, 16/06/2010 17:30 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Kanada, Mata merupakan jendela hati yang dapat menggambarkan suasana hati seseorang. Sebaliknya, perasaan terutama bad mood juga bisa mempengaruhi kesehatan mata seperti yang terungkap dalam sebuah penelitian. Mood atau suasana hati merupakan gambaran dari kondisi emosional. Good mood dan bad mood yang bisa berlangsung selama berjam-jam atau lebih, juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan seseorang, salah satunya kesehatan mata.
Seperti dilansir dari GeniusBeauty, Rabu (16/6/2010), hal ini disampaikan oleh ilmuwan Kanada yang menemukan bahwa kualitas penglihatan dapat dipengaruhi oleh perasaan atau suasana hati. Temuan yang telah diterbitkan dalam Psychological Science ini menemukan bahwa orang dengan perasaan positif (good mood) dapat melihat detail gambar dengan lebih baik, dengan kata lain bad mood atau suasana hati negatif dapat mengganggu penglihatan.
Penelitian ini awalnya dirintis oleh ilmuwan Amerika Serikat. Ilmuwan menguji penglihatan partisipan yang bermata normal dengan menggunakan diagram uji penglihatan tradisional, kemudian menggunakan grafik terbalik yang mana huruf abjad diatur mundur, dari kecil ke besar. Sebelumnya, partisipan juga diminta menjawab beberapa pertanyaan yang dapat menggambarkan kondisi emosionalnya. Partisipan dengan penglihatan tajam dapat melihat grafik secara terbalik. Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan dengan kondisi emosional paling baiklah yang dapat melihat objek paling detail.
Penulis penelitian menyimpulkan bahwa persepsi informasi visual secara langsung bergantung pada bagaimana lingkungan yang tidak biasa mempengaruhi suasana hati. Ketika seseorang menemukan dirinya dalam situasi yang sedang baik dan suasana hati positif alias good mood, maka otak menginstruksikan mata untuk melihat dengan lebih baik.
Last edited by gitahafas on Mon Jul 26, 2010 9:10 pm; edited 4 times in total |
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |