Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kesehatan Mata

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1 ... 11 ... 19, 20, 21  Next
AuthorMessage
Guest
Guest



PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Tue Jul 12, 2011 3:36 am

A guide to the eyes, vision and the medical conditions affecting them. Invaluable medical reference for eye care professionals, students and patients alike.
The most common conditions affecting the eyes. Learn the causes and symptoms: Styes, Chalazion, Blepharitis, Entropion, Ptosis, Xanthelasma, Conjunctivitis, Pterygium, Subconjunctival haemorrhage, Scleritis, Keratitis, Cataracts, Retinal detachment, Macular endema, Glaucoma, Floaters, Strabismus, Hyperopia (Long-sighted), Myopia (Short-sighted) and many more!
Back to top Go down
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Wed Jul 13, 2011 6:58 pm

10 PILIHAN MAKANAN UNTUK MERAWAT MATA
Wardah Fazriyati | wawa | Rabu, 13 Juli 2011 | 11:33 WIB
KOMPAS.com - Selain butuh perawatan yang benar, mata juga butuh nutrisi. Sepuluh jenis pilihan makanan ini bisa Anda asup setiap hari. Atur pola makan Anda, dan berikan perhatian pada mata dengan menjaga asupan nutrisinya.

1. Wortel
Siapa tak kenal wortel yang baik untuk mata? Wortel kaya beta karoten. Beta karoten akan diubah oleh tubuh menjadi vitamin A yang berperan penting untuk mata. Wortel juga bisa membantu tubuh melepaskan radikal bebas.

2. Alpukat
Alpukat terbukti padat nutrisi. Makanan ini juga baik untuk mata. Apalagi alpukat mengandung lebih banyak lutein dibanding buah lainnya. Lutein penting untuk mencegah degenerasi macular (penurunan ketajaman penglihatan) dan katarak. Alpukat juga sumber nutrisi yang penting untuk mata seperti vitamin A, vitamin C, vitamin B6, dan vitamin E.

3. Brokoli
Sayuran ini kaya vitamin dan zat gizi yang dibutuhkan mata, seperti vitamin C, kalsium, lutein, zeaxanthin, dan sulforaphane. Rupanya sayuran hijau ini tak hanya mampu mencegah kanker payudara dan menjadi antioksidan. Memasukkan brokoli dalam menu harian juga bisa menyehatkan mata.

4. Telur
Telur kaya nutrisi untuk merawat kesehatan mata, seperti vitamin A, seng, lutein, lecithin, B12, vitamin D, dan cysteine. Selain bisa memenuhi asupan protein setiap harinya, telur juga baik menutrisi mata Anda.

5. Bayam
Vitamin A yang baik untuk mata juga bisa didapatkan dari bayam. Selain kaya vitamin A, bayam juga mengandung nutrisi yang baik untuk mata seperti lutein dan zeaxathin.

6. Kol
Sayuran yang satu ini tak disarankan untuk penderita maag karena kandungan gas yang tinggi. Namun untuk merawat mata, kol baik dan mengandung nutrisi yang sama seperti bayam.

7. Tomat
Tomat baik untuk kesehatan kulit, namun juga punya banyak manfaat untuk mata. Tomat kaya vitamin C dan lycopene, dua nutrisi yang sangat penting untuk mata.

8. Biji bunga matahari
Biji bunga matahari mengandung selenium, nutrisi yang bisa mencegah katarak dan juga menjaga kesehatan mata secara umum.

9. Bawang putih
Bawang putih mengandung selenium dan nutrisi yang baik lainnya untuk mata, seperti vitamin C dan quercetin. Meski aromanya tajam, bawang putih punya banyak manfaat untuk organ tubuh, tak hanya ampuh mencegah stroke misalnya.

10. Salmon
Omega 3 yang terkandung dalam salmon nyatanya juga baik untuk kesehatan mata. Salmon juga mengandung asam folik, vitamin D, vitamin B6, vitamin B12, dan vitamin A.

Sumber: CIBA Vision Indonesia
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Wed Jul 13, 2011 7:00 pm

KIAT MENUTRISI DAN MERAWAT MATA
Wardah Fazriyati | Dini | Senin, 11 Juli 2011 | 13:17 WIB
KOMPAS.com - Sayangi mata Anda dengan perawatan menyeluruh. Karena yang terjadi seringkali mata luput dari perhatian, tak seperti perhatian pada rambut atau kulit wajah misalnya. Ada sejumlah perawatan dari dalam dan luar yang bisa Anda lakukan untuk mata.

Nutrisi
Untuk kesehatan mata, dibutuhkan asupan nutrisi seperti vitamin A, B, C, dan E. Nutrisi lain yang juga diperlukan adalah lutein, zeaxanthin, dan lycopene omega 3. Wortel, bayam, kol, tomat, dan telur kaya akan kandungan sejumlah nutrisi ini.

Perawatan luar
Selain nutrisi, mata juga membutuhkan perawatan luar. Untuk memelihara kesehatan mata Anda jalani kebiasaan baik dan hindari sejumlah penyebab risiko gangguan pada mata seperti:

* Kurangi obat mata
Fungsi mata tetap optimal jika perawatan mata tepat, dengan selalu mencermati perkembangan daya lihat dan ketajaman penglihatan. Salah satu kebiasaan yang perlu dicermati adalah penggunaan obat mata berlebihan. Sebaiknya jangan membiasakan memakai obat mata sembarangan. Saat mata merah dan terasa tak nyaman, jangan asal memilih obat mata dan mengaplikasikannya.

"Sebaiknya tidak menggunakan obat mata sembarangan. Kecuali lubrikan berupa air mata tambahan yang memang dibutuhkan saat mengalami kekeringan pada mata. Lubrikan berfungsi melumasi air mata, menambah air mata, dan juga melunturkan kotoran pada mata," jelas opthalmologist dr Tri Rahayu, SpM, FIACLE, saat diskusi mengenai pentingnya oksigen bagi kesehatan mata & pemilihan softlens, di Restoran Bunga Rampai, Menteng, Jakarta, Senin (11/7/2011).

* Pakai lensa kontak yang tepat
Lensa kontak bukan sekadar aksesori mata untuk kebutuhan penampilan. Jangan salah kaprah memilih dan memakai lensa kontak. Pemilihan lensa kontak harus didahului konsultasi dengan ahli (dokter mata atau optometris). Pemilihan bahan lensa kontak yang tepat, terutama daya hantar oksigen yang baik ke kornea mata, perlu dicermati. Selain itu, pengguna lensa kontak juga perlu disiplin merawat kebersihan lensa. Cara pakai dan ritual pemakaian lensa kontak perlu dipatuhi dengan benar.

* Cegah kelelahan mata akibat komputer
Batasi kontak mata terlalu lama di depan layar komputer. Rasanya sulit menghindari penggunaan komputer dari pekerjaan setiap harinya. Agar mata tak lelah di depan komputer terlalu lama, sering-seringlah mengedipkan mata. Tujuannya agar mata tetap basah. Selain itu, sesekali lepaskan juga pandangan mata dari layar komputer agar mata tak cepat lelah.

* Pakai kacamata hitam
Jika Anda sering bepergian dan terpapar langsung dengan sinar matahari, biasakan memakai kacamata hitam. Fungsi kacamata hitam lebih kepada perlindungan untuk mata. Sebaiknya pilih kacamata yang warnanya tidak membuat mata lelah.

* Perlakukan mata dengan baik
Hindari sering mengucek mata, menutupi, memejam, membaca dalam jarak dekat, menyipitkan mata, atau mengernyitkan alis. Kebiasan harian yang kadang disepelekan ini memengaruhi fungsi mata Anda.

* Periksa mata
Mata juga butuh perlakuan istimewa, sama seperti Anda ke salon merawat rambut secara berkala. Konsultasi rutin dengan dokter mata perlu menjadi agenda rutin berkala. Pemeriksaan mata secara berkala ini disesuaikan dengan perkembangan usia.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Sun Aug 21, 2011 2:10 pm

TANDA TANDA MENJELANG HILANGNYA PENGLIHATAN
SABTU, 20 AGUSTUS 2011 | 03:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jika Anda mulai punya masalah untuk menyelesaikan tugas harian karena penglihatan terganggu, bahkan ketika sudah menggunakan kacamata, ini disebut sebagai kondisi penglihatan yang rendah. Berikut ini beberapa tanda hilangnya penglihatan.

- Kesulitan mengenali wajah teman dan kerabat.
- Merasa tak mudah mengerjakan tugas-tugas yang membutuhkan pandangan dekat, misalnya menjahit, membaca, atau memasak.
- Kesulitan memadankan pakaian atau membedakan warna.
- Punya masalah saat berada di dalam rumah yang sebelumnya diakrabi, seolah cahaya tak cukup terang, meski cahaya lampu terang.
- Tak mampu membaca marka jalan atau tulisan di toko-toko.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Thu Aug 25, 2011 6:38 pm

7 RAHASIA SEPUTAR KESEHATAN MATA
Lusia Kus Anna | Kamis, 25 Agustus 2011 | 16:46 WIB
Kompas.com - Meski mata hanya bagian kecil dari tubuh, tetapi perannya sangat besar. Maksimalkan fungsi penglihatan mata dengan mengetahui informasi seputar mata yang mungkin belum pernah Anda ketahui berikut ini:

1. Jangan gunakan tisu atau kertas toilet untuk membersihkan permukaan kaca mata. Tisu atau kertas toilet terbuat dari kayu sehingga bisa menggores lensa. Gunakan lap pembersih kaca mata atau jika terpaksa gunakan dasi atau ujung kaos Anda yang lembut.
2. Kacamata dengan lensa terpolarisasi sangat bagus untuk mengurangi silau tetapi lensa tersebut bisa membuat kita lebih sulit melihat layar ponsel atau LCD.
3. Radiasi sinar ultraviolet bukan hanya merusak kulit tapi juga mata. Karena itu selalu gunakan kacamata hitam saat berada di bawah sinar matahari.
4. Wortel bukanlah sayuran terbaik untuk mata karena yang berada di peringkat pertama adalah bayam dan sayuran berdaun hijau gelap lainnya.
5. Membaca dalam pencahayaan yang kurang pada dasarnya tidak merusak mata namun jika dipaksakan bisa membuat nyeri kepala.
6. Selalu lepaskan lensa kontak Anda sebelum tidur. Kebiasaan sehat ini akan mengurangi risiko Anda terkena bakteri mata hingga 15 kali.
7. Untuk mengurangi rasa pedih tetes mata, simpanlah obat tetes mata di kulkas.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Mon Sep 05, 2011 7:49 pm

MEMILIH "SOFT LENS" SESUAI GAYA HIDUP
Wardah Fazriyati | wawa | Senin, 5 September 2011 | 13:08 WIB
KOMPAS.com - Jangan asal memilih soft lens apalagi jika penggunaanya lebih diperuntukkan mengoreksi penglihatan, sebagai pengganti kaca mata. Sejumlah pertimbangan perlu dilakukan saat memilih dan membeli soft lens. Bahkan, tak ada salahnya jika Anda memercayakan dokter mata, untuk melakukan pemeriksaan dan meminta resep dokter untuk memilih soft lens yang tepat sesuai kebutuhan, aktivitas, juga gaya hidup Anda. Anda bisa memilih soft lens harian, soft lens bulanan, atau soft lens kosmetik. Setiap pilihan soft lens ini digunakan berbeda sesuai kebutuhan, juga gaya hidup. Sebaiknya pilih soft lens dengan lensa silicone-hydrogel yang memiliki daya hantar oksigen tinggi.

Soft lens harian
Kalau Anda memiliki gaya hidup aktif dan menginginkan rutinitas yang praktis serta tidak merepotkan, sebaiknya pilih soft lens harian. Soft lens harian juga bisa dipilih oleh mereka yang senang bepergian dan tidak telaten merawat soft lens selama bepergian. Sebaiknya gunakan lensa kontak selama maksimal delapan jam setiap harinya. Apalagi untuk soft lens dengan daya hantar oksigen rendah yang berisiko pada kesehatan mata. "Soft lens harian juga bisa digunakan untuk aktivitas olahraga, seperti berenang atau menyelam. Selain juga tepat digunakan untuk anak-anak. Karena usia anak, biasanya belum bisa merawat soft lens dengan baik layaknya orang dewasa," jelas jelas Danny Widodo, Country Head Ciba Vision Indonesia (Air Optix Aqua) kepada Kompas Female di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Soft lens bulanan
Jika aktivitas Anda memakan waktu lebih dari delapan jam, sebaiknya Anda memilih soft lens dengan daya hantar oksigen tinggi. Selain juga soft lens yang aman dibuka-pakai selama satu bulan, dengan perawatan tepat. Kekurangan oksigen pada mata menimbulkan sejumlah risiko ringan hingga berat. Seperti mata perih, silau (tidak tahan cahaya), buram karena kornea mata mengeruh atau membengkak. "Gejala-gejala seperti ini jika berlangsung terus-menerus bisa menyebabkan kornea mata mudah terkena infeksi. Pada kasus kekurangan oksigen yang parah, pembuluh darah baru atau neovaskulariasasi dapat tumbuh pada kornea yang seharusnya putih untuk menghantarkan oksiogen. Penyebab utama kekurangan oksigen adalah penggunaan soft lens tradisional dengan lensa hydrogel mengandung oksigen rendah," jelas Opthalmologist dr Tri Rahayu, SpM, FIACLE, Kepala Divisi Refraksi & Lensa Kontak Departemen Mata FKUI RS Cipto Mangunkusumo. Soft lens beroksigen, terutama dengan silicone-hydrogel berdaya hantar oksigen tinggi juga sebaiknya digunakan oleh mereka yang bekerja di depan layar monitor dalam waktu panjang. Juga oleh mereka yang menghabiskan banyak waktu di ruangan ber-AC baik di kantor, mal atau di rumah.

Soft lens kosmetik
Nah, khusus tipe soft lens yang satu ini, Anda bisa menggunakannya saat ingin tampil beda dan gaya di acara tertentu. Soft lens kosmetik juga biasanya digunakan untuk membuat perubahan kecil dalam rangka mempercantik penampilan. Namun, jangan asal memilih soft lens. Sebaiknya lakukan pemeriksaan mata terlebih dahulu, untuk mengetahui apakah mata Anda bermasalah atau tidak, dan apakah aman menggunakan berbagai tipe soft lens. Meski tampil menarik dengan soft lens kosmetik, Anda tentu tak ingin mengorbankan kesehatan sumber penglihatan Anda bukan?
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Tue Oct 25, 2011 8:45 am

KELAINAN REFRAKSI MATA
Lusia Kus Anna | Selasa, 25 Oktober 2011 | 06:51 WIB
Kompas.com - Apabila tiba-tiba muncul gangguan penglihatan, seperti kabur saat melihat jauh dan dekat, penglihatan berbayang disertai gejala penyerta berupa mata letih, kelopak mata dan dahi terasa berat, sering berkedip dan sakit kepala, hati-hatilah, Anda mengalami kelainan refraksi. Itulah pesan yang disampaikan Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, Jawa Barat, yang merupakan satu-satunya pusat mata di Indonesia. Kelainan refraksi adalah kelainan pembiasan cahaya sehingga bayangan tidak fokus tepat pada retina mata yang mengakibatkan penglihatan menjadi kabur. Pada kondisi normal, saat mata beristirahat, bayangan dapat fokus tepat di retina sehingga penglihatan tajam dan jelas. Namun, kelainan refraksi bukan berarti mata Anda sedang sakit. Memiliki kelainan refraksi berarti mata Anda membutuhkan alat bantu agar dapat melihat dengan jelas. Ada beberapa macam kelainan refraksi, seperti:

MIOPIA
Kelainan miopia atau rabun jauh. Kondisi itu keadaan di mana bayangan sinar jatuh di depan retina. Itu ditandai dengan kabur melihat jauh, tetapi jelas apabila melihat dekat. Kondisi ini bisa ditolong dengan kacamata minus.

HIPERMETROPIA
Yang kedua adalah hipermetropia atau rabun dekat. Yakni, keadaan di mana bayangan sinar jatuh di belakang retina mata. Tandanya, penglihatan kabur jika melihat dekat ataupun jauh, cepat lelah kalau membaca dekat. Kelainan refraksi ini bisa ditolong dengan kacamata plus.

ASTIGMATISMA
Yang ketiga adalah astigmatisma, yakni keadaan di mana bayangan sinar jatuh pada titik yang berbeda di retina. Kondisi ini ditandai dengan garis lurus yang tampak bengkok, tulisan menjadi ganda dan berbayang. Situasi ini bisa ditolong dengan kacamata silinder.

PRESBIOPIA
Ada lagi presbiopia, yakni berkurangnya kemampuan melihat dekat yang berhubungan dengan proses penuaan. Kondisi ini biasanya terjadi pada usia lebih dari 40 tahun. Tandanya adalah kesulitan membaca dan melakukan pekerjaan dekat, seperti memasukkan benang ke lubang jarum. Tanda-tanda penuaan seperti ini bisa ditolong dengan kacamata plus.

Ketergantungan
Apakah menggunakan kacamata akan menyebabkan ketergantungan? ”Tidak. Dengan kacamata, kita akan dapat melihat dengan lebih jelas sehingga lebih nyaman,” kata Direktur Medis dan Pemeliharaan Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung Iwan Sovani, akhir Agustus lalu. Malah, lanjut dokter mata ini, jika kacamata tidak dipakai akan memunculkan kelelahan mata, sering mengeluh pusing atau sakit kepala. Akibatnya, produktivitas kerja yang bersangkutan akan menurun. Khusus pada anak-anak, penundaan pemberian kacamata dapat menimbulkan mata malas. Retina matanya tidak terlatih sehingga penglihatannya tetap tidak baik walaupun sudah memakai kacamata, lensa kontak, atau operasi. Sebaliknya, sering muncul pertanyaan, apakah penggunaan kacamata bisa menghambat, mengurangi, atau menghilangkan minus/plus? Menurut Iwan Sovani, kacamata hanya alat bantu supaya dapat melihat jauh atau dekat dengan jelas.

Berubah-ubah
Kelainan refraksi dapat berubah-ubah, terutama pada masa pertumbuhan. Kondisinya menjadi relatif stabil saat usia lebih dari 18-20 tahun. Apabila mata minus/plusnya berubah, kacamata juga harus diganti dengan ukuran yang sesuai. Pada masa pertumbuhan, ukuran bola mata juga bertambah panjang. Seiring bertambah panjangnya bola mata, kelainan minus biasanya juga bertambah. Pasalnya, retina makin meninggalkan titik fokus di depannya. Kelainan plus dapat berkurang hingga hilang atau menjadi minus karena retina semakin mendekati titik fokus di belakangnya. Selain menggunakan kacamata, kelainan refraksi dapat diatasi menggunakan lensa kontak atau Lasik (bedah laser).

Anak-anak
Penglihatan mata anak sempurna setelah berusia tiga tahun. Pada umur itu, pemeriksaan penglihatan dapat dilakukan terutama jika ada kelainan tampak, atau keluarga berkacamata. Pemeriksaan tak perlu menunggu anak bisa membaca. Tanda-tanda anak punya kelainan mata, yakni apabila melihat televisi selalu dalam jarak dekat. Membaca buku dalam jarak dekat, melihat jauh dengan mata memicing, dan ada juling ke arah luar ataupun dalam.

Tak ada obat kelainan mata kecuali pakai kacamata. Kacamata juga bukan obat menghilangkan, mengurangi, menghambat penambahan minus/ plus. Kacamata hanya alat bantu supaya anak melihat jauh dan dekat dengan jelas. Kalau minus/plusnya berubah, kacamata harus disesuaikan. Adapun vitamin A sangat berharga untuk kesehatan mata, retina khususnya, agar dapat melihat jelas pada cahaya redup. Namun, tak ada hubungannya dengan kelainan mata. Pusat Mata Nasional menganjurkan agar anak-anak yang harus berkacamata tidak malu atau rendah diri. Untuk itu, orangtua/guru perlu membantu. Apabila tidak, anak akan mengalami mata malas. Penyembuhannya perlu latihan lama dan kesabaran banyak pihak. Seusai belajar, menonton televisi, menggunakan komputer selama 1 jam, sebaiknya mata diistirahatkan 10-15 menit. Bagi anak berusia kurang dari tujuh tahun, bermain PS atau komputer sebaiknya tak lebih dari 1 jam sehari. Kontrol mata dianjurkan secara berkala. Pada anak berusia kurang dari 12 tahun dan berkacamata dianjurkan kontrol enam bulan sekali. Anak berusia di atasnya/dewasa disarankan kontrol setahun sekali.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Fri Oct 28, 2011 9:46 am

HATI HATI KELELAHAN MATA DIDEPAN KOMPUTER
Lusia Kus Anna | Kamis, 27 Oktober 2011 | 08:44 WIB
Kompas.com - Apakah Anda bekerja di depan komputer lebih dari dua jam sehari? Apakah mata Anda terasa lelah setelah menggunakan komputer? Hati-hati, mungkin Anda terkena ”computer vision syndrome”, yaitu keluhan mata dan penglihatan akibat bekerja menggunakan komputer. tulah pesan yang disampaikan oleh Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung, terhadap para pengguna komputer. Menurut data indikator teknologi informasi dan komunikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2010, pengguna internet di Indonesia tercatat 45 juta orang. Indonesia juga menempati peringkat kedua dunia pengguna Facebook, yakni sekitar 32 juta orang. Bagi yang menggunakan komputer selama berjam-jam, mereka berisiko terkena computer vision syndrome (CVS). Gejala CVS antara lain iritasi, yakni mata merah, berair, atau terasa kering. Kemudian, kelelahan mata, yakni mata terasa letih, kelopak mata atau dahi terasa berat. Selain sulit fokus, biasanya gejala ini juga diikuti dengan sakit kepala. CVS disebabkan oleh frekuensi berkedip yang menurun akibat menggunakan komputer dalam waktu lama, sementara posisi komputer serta pengaturan cahaya salah.

Ada beberapa cara mengatasinya, misalnya selama menggunakan komputer, istirahatlah 10 menit setiap jam. Kemudian, alihkan pandangan dari monitor setiap 15 menit dengan melihat obyek yang jauh kira-kira 10 detik. Atau, lakukan variasi kegiatan untuk menghindari melihat layar komputer terus-menerus, misalnya sesekali berdiri, menelepon, atau bicara dengan rekan-rekan kerja. Lalu, atur pencahayaan ruangan agar jangan terlalu terang dengan memasang tirai pada jendela. Gunakan lampu pijar yang tidak terlalu terang atau lampu meja. Hindari pantulan sinar pada layar komputer, bisa juga memasang filter pada layar komputer. Ketika bekerja menggunakan komputer, usahakan posisi duduk Anda nyaman dan rileks. Gunakan kursi yang dapat diatur posisinya dan disertai sandaran. Sebaiknya duduk tegak (90 derajat) dengan posisi keyboard sedikit lebih rendah daripada siku dan lengan (100 derajat). Layar komputer sebaiknya berjarak 50-75 sentimeter dari mata atau lebih jauh daripada jarak baca. Posisi layar diatur sedemikain rupa, sedikit miring ke belakang 5-20 derajat dari posisi tegak. Bagian atas layar sejajar atau sedikit lebih rendah dari ketinggian horizontal mata.

Mitos dan fakta
Direktur Medik dan Keperawatan Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung, dr Iwan Sovani SpM(K) MKes MM memaparkan betapa penting penglihatan karena 80 persen jalur komunikasi manusia dimulai dari mata. Kalau terhenti, terhentilah semua jalur komunikasi, dan hal itu akan sangat mengganggu aktivitas kehidupan. Dari sisi produktivitas, gangguan penglihatan ini akan berakibat sangat fatal. Pasalnya, jika seseorang menderita kebutaan, seorang produktif harus membantu penderita itu. Namun, selama ini, masyarakat tidak terlalu memperhatikan kesehatan mata karena masih terbelenggu oleh mitos. Misalnya, kelainan kacamata plus hanya terjadi pada orang tua. Secara fakta, itu tidak benar. Kelainan kacamata plus tidak hanya terjadi pada orang tua, tetapi dapat juga diderita anak-anak atau dewasa muda. Menurut Iwan, ada dua jenis kelainan yang harus diberi kacamata plus, yaitu kelainan presbiopia dan hipermetropia. Presbiopia (mata tua) biasanya terjadi memasuki usia 40 tahun, ketika fungsi penglihatan dekat mulai menurun. Pada kondisi ini terjadi kesulitan membaca dekat dan melakukan pekerjaan dekat lain. Penderita yang mulai mengalami presbiopia harus menjauhkan jarak jika membaca dan akan kesulitan memasukkan benang ke lubang jarum. Kacamata plus yang dibutuhkan hanya untuk tujuan membaca dekat atau melakukan aktivitas dekat. Kalau melihat jauh, biasanya tidak dibutuhkan kacamata. Hipermetropia adalah kelainan refraksi yang ditandai dengan kesulitan melihat jauh dan dekat. Kasus ini sering ditemukan pada masa kanak-kanak atau pada bayi dan anak yang telah dilakukan operasi katarak sebelum penanaman lensa mata. Kelainan ini tidak dibatasi oleh umur dan bukan kelainan akibat proses penuaan.

Katarak
Katarak yang memiliki porsi terbesar (70 persen) penyebab kebutaan di Indonesia juga diliputi mitos. Selama ini, sebagian besar masyarakat beranggapan, katarak hanya diderita para orang tua. Faktanya, itu tidak benar. Katarak dapat terjadi pada bayi baru lahir. Katarak kongenital biasa terjadi karena proses infeksi selama di kandungan, seperti infeksi TORCH pada ibu hamil. Katarak juga terjadi pada dewasa muda (katarak persenil) dan orang tua (katarak senilis). Penyebab katarak bisa berupa faktor infeksi, keturunan (genetik), trauma (kecelakaan, seperti terbentur/tertusuk), atau proses degenerasi (penuaan). Selama ini ada kesan masyarakat melakukan pembiaran terhadap penderita katarak karena beranggapan bahwa katarak dapat disembuhkan tanpa operasi. Anggapan itu tentu saja tidak benar. Katarak adalah kekeruhan lensa mata sehingga menghalangi masuknya cahaya pada retina dan dapat mengakibatkan turunnya penglihatan sangat tajam.

Kekeruhan pada lensa mata tidak dapat dihilangkan, kecuali dioperasi. Operasi bertujuan mengeluarkan kekeruhan pada lensa mata sehingga diharapkan cahaya dapat kembali masuk ke dalam mata. Dengan begitu, penglihatan jadi jelas kembali. Situasi itu diperparah oleh persepsi keliru lain, yakni operasi harus ditunda sampai dengan katarak menjadi matang. Mitos ini juga tidak benar. Dengan kemajuan teknik bedah katarak modern yang sangat pesat, katarak dapat dioperasi tanpa harus menunggu matang. Saat katarak telah memengaruhi dan mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti penglihatan tidak cukup jelas untuk melakukan hal-hal yang harus atau diinginkan, hal tersebut sudah menjadi alasan yang cukup bagi penderita untuk mempertimbangkan operasi katarak. Berdasarkan kunjungan ke Rumah Sakit Mata Cicendo yang merupakan Pusat Mata Nasional, penderita infeksi mata merupakan yang tertinggi dari sepuluh besar penyakit penyebab gangguan penglihatan atau kebutaan. Tahun 2010 tercatat 24.993 penderita infeksi mata yang berobat ke Cicendo. Urutan kedua adalah pasien refraksi (kacamata) yang tercatat 18.458 orang. Selanjutnya adalah pasien anak-anak (12.786 orang), katarak (12.240 orang), retina (10.107 orang), dan glaukoma (10.000 pasien). Sementara pasien dengan penyebab lain di bawah 10.000 orang per tahun. (Dedi Muhtadi)
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Sun Oct 30, 2011 10:32 am

JANGAN REMEHKAN INFEKSI AKIBAT LENSA KONTAK
Lusia Kus Anna | Sabtu, 29 Oktober 2011 | 11:39 WIB
Kompas.com - Hindari membeli lensa kontak tanpa menggunakan resep dokter. Penggunaan yang tidak tepat bisa menyebabkan infeksi mata bahkan kebutaan.
Di negara maju seperti Amerika Serikat, lensa kontak termasuk dalam alat kesehatan yang diatur oleh badan pengawas obat dan makanan (FDA). Pembelian lensa kontak tanpa resep dokter adalah tindakan ilegal di negara tersebut. Akan tetapi saat ini di pasaran kita dengan mudah bisa mendapatkan lensa kontak dekoratif yang bisa memberi efek spesial pada mata. Lensa kontak dekoratif tidak berfungsi memperbaiki penglihatan tetapi bisa mengubah warna bola mata bahkan membuatnya seperti mata kucing. Yang dikhawatirkan adalah lensa kontak dekoratif yang tidak terdaftar. "Lensa kontak yang tidak tepat menutupi bola mata atau terbuat dari bahan yang tidak aman bisa menyebabkan luka dan infeksi pada mata, bahkan kebutaan," kata Dr.Thomas Steinemann, profesor ophthalmology atau ahli kesehatan mata. Ia mengatakan pernah merawat gadis berusia 14 tahun yang menderita infeksi kebutaan atau dalam bahasa medis Pseudomonas aeruginosa, setelah memakai lensa kontak tanpa resep. "Infeksinya berlangsung sangat cepat, dalam 24 jam. Untung ia langsung dibawa ke rumah sakit. Infeksinya berhasil ditangani tapi korneanya memiliki luka parut sehingga ia harus menjalani transplantasi kornea agar tidak buta," katanya. Stinemann mengingatkan bahwa di tangan dan wajah kita ada banyak bakteri. Memakai lensa kontak tanpa menjaga kebersihan bisa menyebabkan infeksi. "Jika kita membeli lensa kontak dengan resep dokter, ia akan mengedukasi pengguna lensa kontak bagaimana cara memakai dan membersihkannya sehingga lensanya tetap steril," paparnya.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Tue Nov 01, 2011 6:47 pm

CIRI CIRI MATA YANG MULAI MENUA
Selasa, 01/11/2011 16:27 WIB Adelia Ratnadita - detikHealth
Jakarta, Penurunan penglihatan seiring bertambahnya usia seringkali dikeluhkan oleh banyak orang. Bahkan saat masih cukup muda pun telah banyak orang yang sudah mulai terganggu penglihatannya. Kebanyakan orang merasa bahwa saat mencapai usia 40-an tahun mulai mengalami penurunan penglihatan, bahkan jika penglihatan sebelumnya baik. Menurunnya fungsi penglihatan merupakan hasil tak terhindarkan dari proses penuaan yang terkait dengan penyakit kronis atau penyakit degeneratif. Beberapa perubahan atau penurunan indera penglihatan yang terkait dengan seiring bertambahnya usia seperti dikutip dari BBCHealth, Selasa (1/11/2011), antara lain:

1. Biasanya menjadi lebih sulit untuk membaca, terutama jika pencahayaan kurang.
Hal itu disebut presbiopia dan terjadi karena perubahan dalam jaringan mata. Terutama pada lensa mata yang menjadi lebih besar dan kurang fleksibel. Sehingga mempengaruhi kemampuan lensa mata untuk fokus. Hal tersebut dapat dikoreksi dengan mengenakan kacamata dengan ukuran yang sesuai.

2. Silau
Silau juga dapat menjadi masalah sebagai perubahan dalam lensa mata. Sehingga perubahan tersebut menyebabkan cahaya yang memasuki mata akan tersebar sehingga fokus tidak tepat.

3. Kesulitan membedakan warna
Beberapa orang juga mengalami penurunan persepsi terhadap warna. Sehingga menjadi sulit untuk membedakan nuansa warna yang berbeda.

4. Mata menjadi lebih kering
Perubahan penting pada mata yang terkait dengan usia lainnya adalah bahwa mata menjadi lebih kering. Hal tersebut disebabkan karena air mata yang diproduksi kurang dan viskositasnya berubah, jadi air mata kurang efisien dalam membentuk lapisan pelindung yang melumasi seluruh mata. Pada saat yang sama berbagai penyakit mata dan kondisi lain mungkin mulai terjadi, sehingga dapat memperburuk penurunan fungsi penglihatan. Beberapa penyakit mata dan kondisi lain tersebut, antara lain:

1. Glaukoma
Cairan terus mengalir, masuk dan keluar dari mata. Namun pada glaukoma, aliran keluar dari cairan terhambat. Sehingga menyebabkan tekanan di dalam bola mata meningkat. Hal tersebut dapat merusak saraf optik dan serat saraf di retina, dan akhirnya dapat menyebabkan kebutaan.

2. Katarak
Katarak adalah kekeruhan dari lensa yang mencegah cahaya mencapai bagian belakang mata, sehingga sulit untuk melihat dengan jelas. Katarak paling sering berkembang pada orang tua, tetapi pengobatan cepat dapat mengembalikan penglihatan. Katarak semakin berkembang ketika usia semakin tua. Sehingga hal itu disebut dengan katarak terkait usia. Merokok dan paparan radiasi ultraviolet merupakan faktor risiko terjadinya katarak. Penyebab lain katarak termasuk penyakit seperti diabetes, pengobatan dengan obat tertentu, serta peradangan dan cedera mata yang terlalu lama. Gejala-gejala yang umum terjadi berkaitan dengan katarak, antara lain penglihatan kabur dan penglihatan berawan atau berkabut.

3. Degenerasi makula yang terkait usia (AMD)
AMD adalah penyakit makula, yaitu daerah di tengah retina. Makula berisi kepadatan sangat tinggi dari reseptor cahaya, terutama reseptor kerucut. Reseptor kerucut merupakan reseptor yang dapat mendeteksi warna. Sehingga makula sangat penting untuk melihat detail halus pada suatu objek yang berhadapan langsung. Makula memainkan peran penting dalam membantu untuk membaca, menulis, menyetir, dan melakukan tugas-tugas rinci lainnya. Hal tersebut juga memungkinkan untuk mengenali wajah dan melihat warna. AMD dapat menyebabkan hilangnya penglihatan sentral. Terdapat 2 jenis AMD, antara lain:

4. Diabetes
Diabetes merupakan salah satu penyebab katarak. Banyak orang dengan usia lanjut yang memiliki riwayat diabetes, sehingga hal tersebut dapat memperburuk penurunan penglihatan yang terjadi.

5. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
Hipertensi dapat menyebabkan jantung bekerja lebih keras dari biasanya. Sehingga menyebabkan jantung dan arteri memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami kerusakan. Hipertensi dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, gagal ginjal, kerusakan mata, gagal jantung kongestif, dan aterosklerosis.

Untuk mengatasi penurunan penglihatan yang berkaitan dengan semakin tua usia dapat dengan cara, antara lain:
1. Melakukan tes mata setidaknya setiap 2 tahun sekali dan selalu memastikan kacamata dalam kondisi baik.

2. Memeriksakan diri pada dokter untuk masalah seperti tekanan darah tinggi atau diabetes, serta minum obat seperti yang dianjurkan untuk mencegah kerusakan pada mata.

3. Menggunakan kacamata baca atau bifokal/varifocals.

4. Jika ingin membaca, sebelumnya memastikan bahwa pencahayaan cukup baik.

5. Gunakan tetes mata atau air mata buatan untuk menjaga mata tetap terlumasi dan nyaman.

6. Jika sering membaca pada media elektronik, seperti komputer atau layar handphone, dapat memperbesar teks agar font menjadi lebih besar.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Fri Nov 11, 2011 4:18 pm

GANGGUAN MATA BISA BERBAHAYA JIKA TIDAK CEPAT DITANGANI
Jumat, 11/11/2011 15:31 WIB Putro Agus Harnowo - detikHealth
Jakarta, Mata adalah jendela jiwa, namun retina adalah jendela penglihatan mata. Bila retina terluka, maka penglihatan akan terancam dan dapat hilang jika tidak cepat ditangani. Retina adalah lapisan jaringan di belakang mata yang berfungsi mengumpulkan cahaya melalui lensa. Ketika darah yang mengalir melalui retina terhalang atau retina menarik diri dari dinding mata, maka akan terjadi masalah besar. Pengobatan moderen dapat menolong jika dimulai sebelum terjadinya kerusakan yang parah. Tertundanya pengobatan dari spesialis retina dapat mengurangi kemampuan terapi terbaik sekalipun untuk memulihkan penglihatan normal. Menurut laporan yang dimuat dalam The New England Journal of Medicine, oklusi vena retina adalah penyebab umum hilangnya penglihatan pada orang tua yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah retina.

Penyakit ini terjadi pada dua dari 100 orang berusia 40 tahun ke atas, dan paling sering disebabkan karena pembekuan darah dan penyempitan pembuluh darah yang mengeraskan arteri retina. Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama untuk gangguan ini. Tetapi oklusi vena retina juga berhubungan dengan diabetes, tingginya lemak darah, merokok, penyakit ginjal, dan glaukoma. Biasanya, pasien menderita nyeri tiba-tiba dan kehilangan penglihatan pada salah satu mata. Tingkat kehilangan penglihatan tergantung pada seberapa banyak retina yang terkena. Gangguan kedua yang sering dialami adalah Ablasi Retina, yaitu suatu kelainan mata di mana retina menjauh dari lapisan jaringan yang mendasarinya. Penyakit ini menyerang sekitar 18 orang dari 100.000 orang per tahunnya. Meskipun perbandingannya lebih rendah, penyakit ini lebih berisiko menyebabkan kehilangan penglihatan permanen jika tidak segera diobati. Semakin lama terjadinya ablasi retina, makin kecil kemungkinan penglihatan dapat dikembalikan.

Ablasi retina tidak menimbulkan rasa sakit tapi selalu menyebabkan gejala seperti muncul banyak bintik-bintik atau rambut secara tiba-tiba dalam penglihatan. Munculnya cahaya singkat dengan tiba-tiba, bahkan ketika mata tertutup, atau munculnya bayangan lebih dari bidang penglihatan. "Selain usia, faktor risiko lepasnya retina adalah rabun jauh ekstrim, riwayat keluarga, ablasi pada salah satu mata sebelumnya, operasi katarak, dan cedera mata parah," kata Dr Donald J. D'Amico, kepala oftalmologi di Weill Cornell Medical College dan NewYork-Presbyterian Hospital seperti dikutip dari NYTtimes.com, Jumat (11/11/2011). Untuk mengobati penyakit mata ini, ada beberapa metode, yaitu:

1. Pengobatan paling sederhana dapat dilakukan di kantor dokter dan disebut retinopexy pneumatik. Prosedurnya dalah menyuntikkan gelembung gas ke dalam bola mata. Gas yang mengembang akan menekan retina dari dinding mata dan menutup celahnya.

2. Pengobatan lain yang umum adalah scleral buckling dan dapat dilakukan di rumah sakit di bawah pembiusan. Suatu pembalut silikon permanen dijahit pada dinding luar bola mata, sehingga menciptakan lekukan yang menekan kembali retina pada tempatnya.

3. Teknik ketiga disebut vitrectomy dan juga dilakukan di rumah sakit. Cairan bola mata yang menarik retina akan dibuang dan diganti dengan gas atau cairan yang menarik retina. Prosedur ini kadang-kadang dikombinasikan dengan scleral buckling.

Dibutuhkan waktu berbulan-bulan agar penglihatan dapat membaik setelah menjalani operasi.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Thu Nov 24, 2011 4:32 pm

KEBIASAAN YANG HARUS DIHINDARI PEMAKAI SOFTLENS
Lusia Kus Anna | Kamis, 24 November 2011 | 09:25 WIB
Kompas.com - Jumlah penjualan lensa kontak (soft lens) makin hari terus meningkat, terutama di Asia. Sayangnya kepopuleran penggunaan softlens tersebut tidak dibarengi dengan kebiasaan higienis. Malas membersihkan softlens atau tidur dengan softlens masih terpasang merupakan sedikit dari kebiasaan yang meningkatkan risiko infeksi mata. Berikut adalah daftar kebiasaan buruk yang sebaiknya dibuang jika Anda ingin menjaga kesehatan mata.

Softlens sobek dan tertinggal di mata
Bila Anda tidur tanpa melepaskan softlens, esok paginya softlens akan sulit dibuka. Dan jika Anda memaksa untuk melepasnya, risikonya adalah sobek dan menyebabkan sisa sobekannya tertinggal di mata. Hindari mengambil sisa robekan karena bisa melukai kornea mata. Usahakan pergi ke dokter mata untuk melepasnya.

Mencuci soflens dengan air keran
Mikroorganisme Acanthamoeba bisa ditemukan di mana saja, termasuk di air keran. Parasit ini bisa menempel pada lensa kontak dan akan memicu infeksi mata yang parah, bahkan kebutaan, jika Anda sering mencuci lensa kontak memakai air keran. Bila keadaan memaksa Anda tidak bisa menggunakan larutan garam (saline solution), gunakan air minum botolan yang disuling, bukan air mineral. Selain itu gunakan softlens sekali pakai saat akan berenang.

Memakai lenska kontak melebihi masa kadaluarsa
Bila Anda sering memakai lensa kontak dengan masa pakai dua minggu untuk satu bulan, besar kemungkinan lensa kontak itu sudah mengandung bakteri. Makin banyak bakteri yang terakumulasi, makin tinggi risikonya terkena infeksi. Jika Anda terpaksa memakai lensa kontak melebihi masa pakai upayakan agar tidak menggunakannya sampai seminggu. Setelah melepasnya, rendam dalam larutan pembersih dan gosok selama 10 detik. Lalu bilas lagi dengan lebih banyak larutan sebelum menyimpannya dalam tempat.

Hanya merendamnya dalam larutan
Larutan disinfektan "no-rub" kini banyak dipilih para pengguna lensa kontak karena dinilai lebih praktis. Padahal dalam studi di tahun 2008 ditemukan dua wabah infeksi mata berat yang dikaitkan dengan penggunaan larutan tanpa gosok tersebut. Bakteri, jamur, atau debu akan sulit dihilangkan dari permukaan lensa kontak jika kita tidak menggosoknya saat membersihkan. Demikian peringatan yang disampaikan para ahli dalam Journal of Optometry and Vision Science. Deposit bakteri dan jamur pada lensa kontak ini akan menyebabkan alergi dan infeksi pada mata. Karena itu tetap gosok dan bilas, meski Anda menggunakan larutan "no rub".


Last edited by gitahafas on Mon Jan 16, 2012 8:34 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Mon Jan 16, 2012 8:29 am

TIPS JAGA KESEHATAN MATA
Monday, 16 January 2012 Seputar Indonesia
MENGONSUMSI sayuran berdaun hijau tua. Sayuran yang memiliki daun hijau tua, seperti bayam, brokoli, atau sayuran lain mengandung lutein dan zeaxanthin, yaitu dua jenis karotenoid yang bisa mengurangi risiko berkembangnya katarak dan penurunan penglihatan akibat gangguan di pusat retina.

MEMBACA dan bekerjalah di bawah penerangan cahaya yang baik. Untuk menghindari cahaya silau dan bayangan, pastikan kalau cahaya jatuh melalui bahu.

PASTIKAN memeriksakan mata paling tidak dua tahun sekali. Adapun anak-anak dan lansia sebaiknya melakukan pemeriksaan setiap tahun. Deteksi dini gangguan penglihatan tentunya akan mempermudah pengobatan.

MINUM multivitamin. Vitamin antioksidan C dan E, vitamin B6 dan B12, beta karoten, serta mineral tembaga dan seng bisa memperlambat perkembangan penurunan penglihatan akibat gangguan di pusat retina dan katarak.

MENGGUNAKAN kacamata. Sinar ultraviolet (UV) adalah salah satu penyebab utama pengerasan lensa, katarak, dan penurunan penglihatan akibat gangguan di pusat retina. Penggunaan kacamata dengan lensa gelap bisa menyaring sinar UV hingga 100% ketika berada di luar ruangan.

MENGONSUMSI wortel. Sayuran garing ini mengandung senyawa beta karoten, yaitu karotenoid yang dapat membantu menjaga mata agar tetap sehat. Senyawa ini juga bisa ditemukan pada labu kuning.(rendra hanggara)
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Mon Jan 16, 2012 8:31 am

SINAR MATAHARI PICU KATARAK
TRIBUNnews.com – Jum, 30 Des 2011 22.49 WIB
TRIBUNNEWS.COM - Selain faktor usia, pemicu utama terjadinya katarak adalah sinar ultraviolet (matahari). Warga diimbau menggunakan pelindung agar jumlah penderita bisa diminimalisir. Ketua Perhimpunan Dokter Mata Indonesia Cabang Palembang, Dr dr Anang Tribowo mengungkapkan terjadi kenaikan jumlah angka kebutaan di Sumsel. Pemicu utamanya adalah katarak. Terdata dari 7,44 juta warga Sumsel hampir 111.695 jiwa mengalami kebutaan dan 58,08 jiwa menderita katarak. "Kalau kita kalkulasi hampir 1,5 persen warga Sumsel menderita kebutaan, dan diprediksi jumlahnya akan terus meningkat diakhir 2011, nanti," rinci Anang. Khusus di Palembang, lanjut Anang, penderita kebutaan capai 21.793 jiwa dan hampir 11.332 menderita katarak dari total 1,452 juta warga Palembang. Dari sisi jumlah, kata dia, angka ini termasuk tinggi dan wajib diwaspadai semua umur. "Jangan berpikir katarak itu hanya milik orang tua, anak kecil dan usia dewasa pun banyak. Makanya saya bilang penyakit ini tidak bisa dicegah namun dampaknya saja yang bisa diperkecil," beber Anang saat melakukan paparan antisipasi kebutaan di ruang Parameswara, Kamis (29/12/2011) siang. Anang mengungkapkan itu dihadapan masyarakat dan jajaran dokter yang bernaun dalam Dinas Kesehatan Kota Palembang. Anang merinci, dari sisi penyebab maupun penelitian gangguan mata akibat munculnya lapisan didepan kornea mata ini karena radiasi sinar ultraviolet atau matahari. Bahkan ini jadi pemicu tertinggi. "Makanya kami imbau agar warga yang beraktifitas di luar selalu menggunakan pelindung mata agar sinarnya tidak langsung kena dimata, seperti menggunakan kacamata karena dari survey kita justru ultraviolet yang jadi pemicu utama," rinci dr Anang. Selain itu, pola makan, faktor usia, asupan gizi dan tingkat kebersihan lingkungan. Jangan lupa, lanjut dia, adalah faktor genetik atau keturunan serta penyakitcpenyakit tertentu. Dikatakan Anang, jika orang tua menderita katarak hampir 30 persen penyakit itu akan diteruskan kepada anak-anak maupun keturunanya. Begitupun penderita hipertensi dan diabetes kemungkinan 40 persen juga akan menderita katarak. "Masuk usia senja atau diatas 50 tahun, indikasi katarak pasti muncul. Dan hampir 80 persen penderita katarak adalah orang tua dengan sejarah penyakit itu, baik keluarga maupun keturunan langsung," kata dr Anang. Lalu bagaimana penanganannya penyakit ini juga sudah muncul. Kata dr Anang, tidak ada jalan lain kecuali operasi pengambilan atau pelepasan selaput. "Wajib operasi, soal biaya bervariasi tergantung alat dan fasilitas di rumah sakit itu, kalau biaya standarnya Rp 3 sampai Rp 7,5 juta," katanya.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Mon Jan 16, 2012 8:34 am

5 MENIT UNTUK BISA MELIHAT
Asep Candra | Selasa, 3 Januari 2012 | 08:07 WIB
Operasi hanya berlangsung 5-8 menit. Namun, hasilnya luar biasa. Mereka yang bertahun-tahun berada dalam kegelapan kembali bisa melihat dunia. Itulah yang antara lain dilakukan Tilganga Institute of Ophthalmology di Kathmandu, Nepal. Institut Tilganga menarik perhatian dunia, antara lain, karena mampu mengoperasi sekitar 2.500 penderita katarak per minggu di Nepal, negara miskin dengan penduduk sekitar 30 juta jiwa. Institut ini menjadi perhatian dunia karena memiliki klinik, laboratorium, bank mata, serta memproduksi lensa intraokular dari plastik dan mengembangkan teknik operasi katarak sayatan kecil. Teknik ini hanya perlu sayatan kecil di kedua sisi bola mata, lalu lensa mata keruh pasien dilepas dan diganti lensa intraokular buatan. Prosedur itu berlangsung sekitar lima menit dan pasien langsung bisa melihat kembali. Teknik yang dikembangkan di Institut Tilganga oleh Sanduk Ruit bersama mentornya, Fred Hollows, dari Australia dinilai lebih efektif dibandingkan operasi katarak dengan irisan luas dan jahitan konvensional yang berlangsung lebih dari delapan menit.Kualitas lensa intraokular produksi Tilganga tidak kalah dengan lensa buatan Amerika Serikat dan Australia. Harga lensa lebih murah, sekitar 20 dollar AS (setara Rp 180.000), karena upah pekerja di Nepal tak semahal Amerika Serikat yang berharga 100 dollar AS. Hal ini yang menyebabkan biaya operasi katarak di Nepal tergolong murah, Rp 700.000 per orang, termasuk penggantian lensa mata. Sebagai pembanding, di Indonesia biaya operasi serupa Rp 1,3 juta di rumah sakit pemerintah, dan Rp 4 juta-Rp 8 juta di rumah sakit swasta. Kelebihan Institut Tilganga mendorong sejumlah pihak dari Indonesia untuk melihat langsung. ”Ternyata kuncinya kesungguhan,” kata Bambang Sardjono, Direktur Bina Upaya Kesehatan Dasar, Kementerian Kesehatan yang memimpin tim dari Indonesia.

Lanjut usia
Katarak adalah kerusakan yang menyebabkan lensa mata berselaput dan keruh sehingga pandangan menjadi kabur. Gangguan ini biasanya muncul pada kelompok usia di atas 60 tahun. Namun, kini banyak ditemukan di usia 45 tahun. Menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 52 persen kebutaan pada usia lanjut di dunia disebabkan katarak yang terlambat ditangani. Di Indonesia, kasus katarak tergolong tinggi. Berdasarkan Survei Kesehatan Indra Penglihatan dan Pendengaran 1993-1996, angka kebutaan di Indonesia 1,5 persen dari populasi penduduk. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2007, prevalensi nasional kebutaan 0,9 persen dari jumlah penduduk, low vision 4,8 persen, dan prevalensi nasional glaukoma 4,6 persen. Katarak di Indonesia bertambah 240.000 kasus baru per tahun. ”Kemampuan operasi hanya 120.000 orang sehingga terjadi penumpukan (backlog) kasus katarak yang cukup tinggi,” kata Bambang Sardjono. Untuk mengatasi backlog kasus katarak sekitar tiga juta orang tidak mudah. Jumlah dokter mata di Indonesia sekitar 1.500 orang. Itu pun lebih dari separuh berada di Pulau Jawa, terutama Jakarta dan Jawa Barat. Padahal, kasus katarak, kebutaan, dan gangguan mata lain banyak terjadi di luar Jawa. Kasus kebutaan di atas prevalensi nasional paling tinggi di Sulawesi Selatan (2,6 persen), Nusa Tenggara Timur (1,4 persen), dan Bengkulu (1,3 persen). Adapun prevalensi katarak tertinggi berada di Aceh (3,7 persen), Sumatera Barat (3,3 persen) dan Jambi (2,8 persen). ”Kalaupun ditemukan kasus katarak, persoalannya tidak sekadar melakukan operasi, tetapi ada juga persoalan sosial,” kata Anna Prononingrum, Kepala Balai Kesehatan Mata Masyarakat Cikampek, Jawa Barat. Sebagian besar kasus katarak menimpa penduduk miskin sehingga transportasi dari rumah menuju rumah sakit menjadi persoalan. ”Penanganan katarak menjadi tanggung jawab semua pihak,” ujarnya.

Tertinggal
Untuk mengukur pelayanan terhadap katarak, WHO mengacu pada Cataract Surgical Rate (CSR), jumlah operasi katarak per satu juta penduduk per tahun. Angka CSR Indonesia tergolong rendah, hanya 468, setara negara-negara di Afrika. Angka CSR Myanmar justru lebih baik, yakni 819, Banglades (995), Butan (1.019), Thailand (2.090), Sri Lanka (2.538) dan India (4.067). Nepal sebelumnya 1.490, sejak ada Institut Tilganga tahun 1994, CSR melonjak saat ini menjadi 6.000. ”Kami bertekad, tahun 2020 tidak ada lagi kasus kebutaan di Asia,” kata Sanduk Ruit, Direktur Medis Institut Tilganga. Ruit tidak sekadar berkeinginan, tetapi melakukan dengan sepenuh hati. Tim dokter Tilganga melakukan operasi katarak terhadap lebih dari 4 juta orang di Nepal dan berbagai negara, termasuk bakti sosial di Medan, Sumatera Utara, Desember 2010 dan Juni 2011. Institut Tilganga juga melakukan pelatihan teknik operasi katarak sayatan kecil bagi dokter dari berbagai negara, termasuk lima dokter dan sejumlah perawat dari Indonesia serta dokter militer dari Amerika Serikat. Lembaga ini juga memproduksi lensa intraokular dari plastik 1.200 lensa per hari. Tidak masuknya penanganan kebutaan dalam Tujuan Pembangunan Milenium tak bisa dijadikan alasan pemerintah untuk mengabaikan persoalan katarak dan kebutaan di masyarakat. ”Penderita kebutaan akan menjadi beban sosial bagi anggota keluarga lain, apalagi jika masih usia produktif,” kata Effi Jono, Country Manager Indonesia The Fred Hollows Foundation, lembaga sosial yang menangani kebutaan dan gangguan mata. (Try Harijono)
Back to top Go down
View user profile Online
 

Kesehatan Mata

View previous topic View next topic Back to top 
Page 20 of 21Goto page : Previous  1 ... 11 ... 19, 20, 21  Next

 Similar topics

-
» Kesehatan Mata
» Latihan Akurasi Mata
» Tips Menghindari Mata Lelah Di Depan Komputer
» [Tips] menjaga kesehatan
» Gadis memiliki kemampuan mata X-RAY

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-