Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kesehatan Mata

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3 ... 11 ... 21  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Fri Jan 22, 2010 9:15 pm

AMAUROSIS FUGAX
Kamis, 20/05/2010 14:52 WIB
Amaurosis fugax diduga akibat terjadi gumpalan plak di arteri karotis ke arteri retina mata. Gumpalan tersebut menyebabkan pasokan darah ke retina terputus untuk beberapa saat. Terputusnya pasokan darah menyebabkan penderita kehilangan penglihatan.�

Gejala:
Gejala termasuk tiba-tiba kehilangan penglihatan pada satu mata. Kejadian ini biasanya hanya berlangsung beberapa detik namun dapat berlangsung beberapa menit.�

Pengobatan:
Penderita disarankan untuk segera mendapat pemeriksaan dokter mata. Hasil pemeriksaan dokter mata menentukan pengobatan yang dilakukan. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan terjadi penyumbatan lebih dari 70% dari arteri karotis, penderita dapat disarankan untuk operasi untuk menghilangkan sumbatan.

Keputusan untuk melakukan operasi juga akan didasarkan pada tingkat keparahan dan kesehatan umum pasien. Jika pasien tidak memerlukan pembedahan, biasanya dokter memberikan aspirin atau pengencer darah. Beberapa pencegahan yang dapat dilakukan antara lain menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah tinggi dan berhenti merokok dapat membantu mengurangi resiko penyakit ini.�
Sumber: Detik Health


Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 5:05 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator


Number of posts: 1044
Age: 54
Location: Jakarta
Registration date: 2008-08-27

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Fri Jan 29, 2010 10:26 am

Lazy Eye

Lazy eye (amblyopia) causes more visual loss in the under 40 group than all the injuries and diseases combined in this age group.

SUMMARY:


  • If not detected and treated early in life, amblyopia can cause loss of vision and depth perception.
  • Improvements are possible at any age with proper treatment, but early detection and treatment offer the best outcome.
  • Comprehensive vision screenings are needed for infants and pre-school children. An eye exam by a pediatrician or the 20/20 eye chart screening is not adequate for the detection of amblyopia (and other visual conditions).

What is Amblyopia (Lazy Eye)?

Amblyopia, commonly known as lazy eye, is the eye condition noted by reduced vision not correctable by glasses or contact lenses and is not due to any eye disease. The brain, for some reason, does not fully acknowledge the images seen by the amblyopic eye. This almost always affects only one eye but may manifest with reduction of vision in both eyes. It is estimated that three percent of children under six have some form of amblyopia.

Causes of Lazy Eye.

Anything that interferes with clear vision in either eye during the critical period (birth to 6 years of age) can cause amblyopia. The most common causes of amblyopia are constant strabismus (constant turn of one eye), anisometropia (different vision/prescriptions in each eye), and/or blockage of an eye due to cataract, trauma, lid droop, etc.

Amblyopia is a neurologically active process. In other words, the loss of vision takes place in the brain. If one eye sees clearly and the other sees a blur, the brain can inhibit (block, ignore, suppress) the eye with the blur. The brain can also suppress one eye to avoid double vision. The inhibition process (suppression) can result in a permanent decrease in the vision in the blurry eye that can not be corrected with glasses, lenses, or lasik surgery.

Detection and Diagnosis of Lazy Eye

An eye exam by a pediatrician or the 20/20 eye chart screening is not adequate for the detection of amblyopia (and other visual conditions). The most important diagnostic tools are the special visual acuity tests other than the 20/20 letter charts currently used by schools, pediatricians and eye doctors.

Examination with cycloplegic drops can be necessary to detect this condition in the young. Since amblyopia usually occurs in one eye only, many parents and children are unaware of the condition. Many children go undiagnosed until they have their eyes examined at the eye doctor's office at a later age. Comprehensive vision evaluations are highly recommended for infants and pre-school children.

Treatment of Amblyopia (Lazy Eye)

Treatment involves glasses, drops, vision therapy and/or patching. Recent medical research has proven that amblyopia is successfully treated up to the age of 17. See National Institutes of Health -- National Eye Institute; Older Children Can Benefit From Treatment; Lazy Eye.

Treatment of amblyopia after the age of 17 is not dependent upon age but requires more effort including vision therapy. Although improvements are possible at any age with proper treatment, early detection and treatment still offer the best outcome.

To quote Dr. Leonard J. Press, FAAO, FCOVD: "It's been proven that a motivated adult with strabismus and/or amblyopia who works diligently at vision therapy can obtain meaningful improvement in visual function. As my patients are fond of saying: "I'm not looking for perfection; I'm looking for you to help me make it better". It's important that eye doctors don't make sweeping value judgments for patients. Rather than saying "nothing can be done", the proper advice would be: "You won't have as much improvement as you would have had at a younger age; but I'll refer you to a vision specialist who can help you if you're motivated." Every amblyopic patient deserves an attempt at treatment.

Lazy Eye (Amblyopia) and Crossed Eyes (Strabismus) are not the same condition.

Many people make the mistake of saying that a person who has a crossed or turned eye has a "lazy eye," but amblyopia and strabismus are not the same condition. Some of the confusion may be due to the fact that an eye turn can cause lazy eye. In other words, amblyopia can result from a constant unilateral strabismus (i.e., an eye that turns or deviates all of the time). Alternating or intermittent strabismus (an eye turn which occurs only some of the time) rarely causes amblyopia.

While a deviating eye (strabismus) can be easily spotted by the layman, amblyopia without strabismus or associated with a small deviation usually can be not noticed by either you or your pediatrician. Only an eye doctor comfortable in examining young children and infants can detect this type of amblyopia. This is why early infant and pre-school eye examinations are so necessary.

Disadur dan diringkas dari: OPTOMETRIST NETWORK

_________________

The doctor of the future will give no medicine,
but will instruct his patient in the care of the human frame,
in diet and in the cause and prevention of disease.
Back to top Go down
View user profile http://www.ilunifk83.com
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Sun Feb 28, 2010 9:18 pm

R O P ( RETINOPATHY OF PREMATURITY )
R O P adalah gangguan perkembangan pembuluh darah retina pada bayi yang lahir prematur, dan saat ini ROP merupakan penyebab kebutaan tertinggi pada anak anak di USA dan salah satu penyebab utama kebutaan pada anak anak di seluruh dunia, akibat kelahiran prematur.

Normalnya retina atau bagian mata yang memiliki fungsi sebagai penerima bayangan objek sebelum diolah di otak, mulai terbentuk pada usia kehamilan 16 minggu.
Retina ini akan mendapat suplai makanan melalui pembuluh darah yang tumbuh dari saraf optik menuju bagian tepi retina. Pembuluh darah retina sendiri terbentuk sempurna sekitar 2 minggu setelah bayi dilahirkan pada usia kehamilan normal yaitu sekitar kehamilan 40 minggu.

Pada bayi prematur, dimana bayi lahir sebelum pembuluh darah retina terbentuk secara sempurna, dapat terjadi berupa terbentuknya garis demarkasi antara daerah yang sudah tumbuh pembuluh darah dengan yang belum, sehingga timbul stimulus pembentukan pembuluh darah baru yang abnormal. Proses ini dapat sembuh secara spontan ( regresi ) atau sebaliknya, berkembang menjadi keadaan yang lebih buruk yang disebut Retinal Detachment atau Ablatio Retina ( lepasnya retina ), yang dapat mengakibatkan kebutaan pada satu atau bahkan kedua belah mata.

Penelitian multisenter di USA melaporkan adanya peningkatan risiko ROP pada bayi prematur dengan berat lahir yang lebih ringan dan usia kehamilan yang lebih muda. Meskipun demikian, di negara negara berkembang, termasuk di Indonesia, bayi bayi yang mengalami ROP cenderung memiliki usia gestasi yang lebih tua dan berat lahir yang lebih besar dibandingkan dengan laporan yang terdapat pada negara negara maju.

Selain prematuritas dan berat lahir yang rendah, beberapa peneliti menduga bahwa pemberian oksigen dapat merangsang terbentuknya ROP, namun ternyata terbukti bahwa tidak semua bayi prematur yang diberi oksigen akan menderita ROP, dan sebaliknya, terdapat laporan ditemukannya ROP pada bayi prematur yang tidak diberikan oksigen. Oleh sebab itu, predictor utama untuk terjadinya ROP adalah usia gestasi dan berat badan pada saat lahir.

Faktor risiko lain dari ROP adalah biasanya disebabkan oleh gangguan pernafasan dan gangguan jantung. Gangguan yang kerap ditemukan pada bayi baru lahir seperti sepsis, anemia atau kuning juga meningkatkan risiko terjadinya ROP. Perlu diketahui bahwa proses ROP tidak dapat dihentikan sekalipun dengan penanganan maksimal. Komplikasi lain seperti Retinal Detachment, Amblyopia ( Mata Malas ), juling, bola mata mengecil, katarak dan glaukoma juga dapat terjadi pada bayi dengan ROP.

Saat ini ROP adalah tantangan terbesar bagi semua dokter yang menangani bayi prematur. Hal yang paling penting dalam pencegahan ROP adalah mencegah agar bayi tidak lahir prematur, oleh karenanya pemeriksaan antenatal yang baik selama kehamilan sangatlah penting. Kelahiran dini sebenarnya dapat dicegah. Hal ini dapat terjadi kalau penyebabnya sudah diketahui, sehingga penanganan bisa segera dilakukan.
Ibu yang sedang hamil dianjurkan istirahat dan lebih berhati hati, demikian juga pada ibu yang mengalami stress, disarankan untuk istirahat total, baik fisik maupun psikis. Pada keadaan ini penanganan sering tanpa pemberian obat obatan. Jika termasuk golongan berrisiko tinggi melahirkan prematur, cara yang bisa dilakukan adalah selalu rutin memeriksakan diri ke dokter dan jika selama ini ibu seorang pekerja, sebaiknya aktivitasnya selama hamil dibatasi untuk menghindari kelelahan. Hentikan kebiasaan buruk seperti merokok, minum alkohol dan minum obat obatan tanpa konsultasi dengan dokter.

Sumber: Mediakawasan May 2010


Last edited by gitahafas on Mon Jul 26, 2010 10:51 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Mon Mar 08, 2010 4:29 am

BAYI PREMATUR RENTAN ALAMI ROP
Tuesday, 08 June 2010
TEKNOLOGI di bidang neonatology memungkinkan bayi prematur bertahan hidup.Namun,teknologi tersebut belum mampu menekan angka kejadian gangguan retina yang biasa disebut Retinopathy of Prematurity (ROP).

Normalnya,retina atau bagian mata yang memiliki fungsi sebagai penerima bayangan objek sebelum diolah di otak,mulai terbentuk pada usia kehamilan 16 minggu.Retina ini akan mendapat suplai makanan melalui pembuluh darah yang tumbuh dari saraf optik menuju bagian tepi retina.Pembuluh darah retina sendiri terbentuk sempurna sekitar dua minggu setelah bayi dilahirkan pada usia kehamilan normal,yaitu sekitar 40 minggu.

Pada bayi prematur yang lahir sebelum pembuluh darah retina terbentuk secara sempurna, akan timbul garis demarkasi antara daerah yang sudah tumbuh pembuluh darah dengan yang belum. Inilah yang membuat stimulus pembentukan pembuluh darah baru yang abnormal. ”Proses ini dapat sembuh secara spontan atau sebaliknya, berkembang menjadi keadaan yang lebih buruk, yang disebut retinal detachmentatau ablosiaretina (lepasnya retina).

Kondisi ini dapat menyebabkan kebutaan pada satu atau bahkan kedua belah mata,”tutur dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Internasional Omni Alam Sutera Tangerang, dr Ferdy Limawal SpA. Ferdy menjelaskan bahwa ROP merupakan penyakit atau gangguan perkembangan pembuluh darah retina pada bayi yang lahir prematur. ”Saat ini ROP merupakan penyebab kebutaan tertinggi pada anak-anak di Amerika Serikat dan salah satu penyebab utama kebutaan pada anak di seluruh dunia,” ujarnya.

Pada 1980,sebanyak 7.000 anak di Amerika Serikat dinyatakan buta akibat ROP dan setiap tahunnya terdapat 500 anak buta karena menderita ROP akibat kelahiran prematur. Selain itu, para peneliti di Jakarta juga mendapati kasus ROP pada sekitar 70% bayi prematur. Penelitian multisenter di Amerika Serikat melaporkan adanya peningkatan risiko ROP pada bayi prematur dengan berat lahir yang lebih ringan dan usia kehamilan yang lebih muda.

Meskipun demikian, di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Bayi-bayi yang mengalami ROP cenderung memiliki usia gestasi yang lebih tua dan berat lahir yang lebih besar dibandingkan dengan laporan yang terdapat pada negaranegara maju. Selain prematuritas dan timbangan berat lahir yang rendah,beberapa peneliti menduga bahwa pemberian oksigen dapat merangsang terbentuknya ROP.

Namun, ternyata terbukti bahwa tidak semua bayi prematur yang diberi oksigen akan menderita ROP. Malah sebaliknya, terdapat laporan ditemukannya ROP pada bayi prematur yang tidak diberikan suplemen oksigen. ”Untuk itu, prediktor utama terjadinya ROP adalah usia gestasi dan berat bayi pada saat lahir,” jelasnya. Faktor risiko ROP lainnya biasanya disebabkan oleh gangguan pernafasan dan gangguan jantung.

Gangguan yang kerap ditemukan pada bayi yang baru lahir seperti sepsis, anemia, atau kuning, juga meningkatkan risiko terjadinya ROP. ”Bayi prematur yang di rawat di inkubator dan diberi oksigen memiliki risiko ROP.Tapi tidak semua bayi prematur yang diberi oksigen rentan ROP begitu pun dengan bayi prematur tidak semuanya ROP, hanya 20–30% untuk keseluruhan berat badan,” ungkap dokter spesialis mata RSCM/FKUI, Julie Dewi Barliana SpM.

Julie menuturkan, sekitar 20% bayi prematur akan mengalami strasbismus atau kelainan refraksi ketika usia mereka mencapai tiga tahun.Dari banyaknya kasus tersebut, Julie menyarankan penanganan dini terhadap bayi prematur harus dilakukan agar dapat memperkecil atau menghilangkan kemungkinan kebutaan pada anak. Perlu diketahui bahwa proses ROP tidak dapat dihentikan sekalipun dengan penanganan maksimal.

Komplikasi lain seperti retinal detachment, ambliopia (mata malas),juling,bola mata mengecil, katarak,dan glaukoma,juga dapat terjadi pada bayi dengan ROP. Saat ini ROP adalah tantangan terbesar bagi semua dokter yang menangani bayi prematur.

Hal yang paling penting dalam pencegahan ROP adalah mencegah agar bayi tidak lahir prematur,oleh karenanya pemeriksaan antenatal yang baik selama kehamilan sangatlah penting. Kelahiran dini sebenarnya dapat dicegah. ”Hal ini dapat terjadi kalau penyebabnya sudah diketahui sehingga penanganan bisa segera dilakukan,” ujar Ferdy. (inggrid namiraswara)

Sumber: Seputar Indonesia Selasa 8 Mei 2010


Last edited by gitahafas on Mon Jul 26, 2010 10:51 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Mon Mar 08, 2010 5:45 am

STRABISMUS
Strabismus (Mata juling) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan penyimpangan abnormal dari letak satu mata terhadap mata yang lainnya, sehingga garis penglihatan tidak paralel dan pada waktu yang sama, kedua mata tidak tertuju pada benda yang sama.

Terdapat beberapa jenis strabismus:
1. Esotropia : mata melenceng ke arah dalam
2. Eksotropia : mata melenceng ke arah luar
3. Hipertropia : mata melenceng ke arah atas
4. Hipotropia : mata melenceng ke arah bawah.

PENYEBAB
# Strabismus biasanya disebabkan oleh: Tarikan yang tidak sama pada 1 atau beberapa otot yang menggerakan mata (strabismus non-paralitik). Strabismus non-paralitik biasanya disebabkan oleh suatu kelainan di otak.
# Kelumpuhan pada 1 atau beberapa otot penggerak mata (strabismus paralitik). Kelumpuhan pada otot mata bisa disebabkan oleh kerusakan saraf.

Jenis strabismus yang lain ditemukan pada anak yang menderita rabun dekat.
Beberapa keadaan yang bisa ditemukan bersamaan dengan strabismus:
# Ambliopia
# Retinopati pada prematuritas
# Retinoblastoma
# Cedera otak traumatik
# Hemangioma di sekitar mata (pada masa bayi)
# Sindroma Apert
# Sindroma Noonan
# Sindroma Prader-Willi
# Trisomy 18
# Rubella kongenitalis
# Sindroma inkontinensia pigmen
# Cerebral palsy.

GEJALA
Gejalanya berupa:
- mata juling (bersilangan)
- mata tidak mengarah ke arah yang sama
- gerakan mata yang tidak terkoordinasi
- penglihatan ganda.

DIAGNOSA
# Pemeriksaan yang biasa dilakukan: Pemeriksaan mata standar
# Ketajaman penglihatan
# Pemeriksaan retina
# Pemeriksaan neurologis (saraf).

PENGOBATAN
Jika sampai anak berumur 9 tahun strabismus tidak diobati, maka bisa terjadi gangguan penglihatan yang permanen pada mata yang terkena (ambliopia).
Pada anak-anak yang lebih kecil, ambliopia lebih cepat terjadi; sedangkan pada anak-anak yang lebih besar, penyembuhannya memerlukan waktu lebih lama. Karena itu semakin dini pengobatan dilakukan, maka gangguan penglihatan yang terjadi tidak terlalu berat dan respon yang diberikan akan lebih baik.

Menutup mata yang normal dengan sebuah penutup bisa memperbaiki penglihatan pada mata yang melenceng dengan cara memaksa otak untuk menerima suatu gambaran dari mata tanpa menghasilkan penglihatan ganda.
Memperbaiki fungsi penglihatan akan memberikan peluang yang lebih baik terhadap perkembangan penglihatan 3 dimensi yang normal.
Setelah penglihatan pada kedua mata sama, bisa dilakukan pembedahan untuk menyesuaikan kekuatan otot mata sehingga mereka menarik mata dengan kekuatan yang sama.

Esotropia akomodatif pada anak rabun dekat bisa diatasi dengan kaca mata sehingga pada saat melihat benda pada jarak jauh, mata tidak perlu berakomodasi.
Pengobatan lainnya adalah obat tetes mata ekotiofat, yang membantu mata memfokuskan pada benda-benda jarak dekat.
Strabismus paralitik bisa diatasi dengan kaca mata yang terdiri dari lensa prisma (yang membiaskan cahaya sehingga kedua mata menerima gambaran yang hampir sama) atau bisa diatasi dengan pembedahan.
Sampai umur 10 tahun, anak sebaiknya menjalani pemeriksaan mata secara teratur.

Sumber: Medicastore


Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 5:10 am; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Tue Mar 16, 2010 12:08 pm

PENYEBAB MATA JULING
Selasa, 13/10/2009 11:23 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Pernah melihat seseorang yang posisi bola matanya tidak normal saat diajak berbicara atau melakuan sesuatu gerakan yang tidak disadari oleh pemilik mata tersebut. Gerakan bola mata itu disebut dengan mata juling. Apa penyebabnya, dan apakah bisa disembuhkan?Mata juling merupakan salah satu bentuk kelainan mata yang dalam bahasa kedokteran disebut dengan Strabismus atau squint. Kelainan mata ini biasanya merupakan salah satu penyakit yang diwariskan (turunan), tapi sampai saat ini penyebab pastinya belum dapat diketahui. Kelainan mata ini adalah suatu keadaan dimana mata mengalami penyimpangan yang tidak normal dari letak satu mata terhadap mata yang lainnya, sehingga garis penglihatan menjadi tidak sejajar dan pada waktu yang bersamaan kedua mata tersebut tidak tertuju pada benda yang sama.

Mata juling bisa terjadi karena faktor bawaan (congenital) sejak bayi lahir atau selama 6 bulan sampai usia 2,5 tahun pertama. Tidak semua orang yang menderita mata juling langsung terlihat, ada yang tersembunyi (phoria) dan baru akan terlihat saat orang tersebut lelah atau sakit. Tapi ada juga yang memang sudah terlihat (tropia) meskipun orang tersebut dalam keadaan baik-baik saja, seperti dikutip dari Healthcare, Selasa (13/10/2009). Untuk penderita tropia, ada empat macam penyimpangan mata yaitu, esotropia (mata menyimpang ke dalam), exotropia (mata menyimpang ke luar), hyperropia (mata menyimpang ke atas) dan hypotropia ( mata menyimpang ke bawah).

Saat ini masih menjadi kontroversi mengenai mata malas (ambliopia) sebagai penyebab atau merupakan efek samping dari mata juling. Orang yang mengalami mata juling dan mata malas dikarakteristikkan oleh hilangnya penglihatan sentral dari satu mata yang biasanya mengarah ke estropia. Namun biasanya mata juling disebabkan oleh tarikan yang tidak sama pada satu atau beberapa otot yang berfungsi mengerakkan mata (strabismus non-paralitik) yang biasanya disebabkan oleh adanya kelainan pada otak. Tapi ada juga yang terjadi akibat tidak berfungsinya satu atau beberapa otot penggerak mata (strabismus paralitik) yang biasanya disebabkan oleh adanya kerusakan saraf.

Perawatan atau pengobatan yang biasa dilakukan untuk penderita mata juling biasanya tergantung dari tipe mata juling tersebut. Untuk yang mengalami mata juling dan mata malas sekaligus biasanya dimulai dengan terapi dan penggunaan kacamata. Atau dengan melakukan tindakan operasi untuk memperbaiki mata atau pembedahan untuk memperbaiki otot penggerak mata. Sebaiknya jangan menganggap remeh kelainan mata ini, karena jika tidak diobati bisa menyebabkan kelainan mata yang permanen. Selain itu nantinya membutuhkan waktu pengobatan yang jauh lebih lama.


Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 5:11 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Mon Mar 22, 2010 9:52 pm

BUTA WARNA
Buta warna merujuk pada ketidakmampuan mata untuk membedakan warna. Buta warna yang dalam istilah kedokteran dikenal sebagai Dyschromatopsia mengacu pada kemampuan untuk melihat beberapa warna. Sedangkan Achromatopsia, yang jarang terjadi, mengacu pada ketidakmampuan mata untuk melihat warna sama sekali. Sebagian besar buta warna adalah sebuah cacat genetik yang muncul ketika seseorang lahir.�

Tanda dan Gejala
Seseorang yang mengalami Achromatopsia tidak dapat membedakan warna. Beberapa orang dengan Achromatopsia hanya bisa melihat abu-abu. Seseorang dengan kondisi ini biasanya memiliki jarak pandang yang pendek, sensitif pada cahaya, dan gerakan mata cepat.

Jenis lain dari buta warna adalah Dyschromatopsia yang lebih umum terjadi. Individu dengan kondisi ini biasanya memiliki penglihatan yang sangat baik. Penderita biasanya tidak dapat membedakan antara warna merah dan hijau. Dalam kasus yang jarang terjadi, orang tidak dapat membedakan antara nuansa biru dan kuning. Banyak orang dengan kondisi tidak menyadari bahwa mereka buta warna.

Pengobatan
Tidak ada pengobatan khusus untuk buta warna. Peralatan dan teknik adaptif dapat digunakan untuk memberikan isyarat kepada orang yang buta warna. Mengenakan kacamata lensa gelap kadang-kadang dapat membantu penderita Achromatopsia.
Sumber: Detik Health


Last edited by gitahafas on Wed Aug 25, 2010 8:26 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Wed Apr 14, 2010 12:45 pm

KENALI GEJALA BUTA WARNA PADA ANAK
Jumat, 16/07/2010 13:00 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Buta warna merupakan salah satu gangguan yang diturunkan dari gen orangtua ke anak. Tapi seringkali orangtua tidak menyadari gangguan yang terjadi pada anaknya. Gejala apa saja yang dialami si kecil jika memiliki gangguan buta warna? Kondisi buta warna terjadi ketika ada masalah dengan sensor pigmen warna yang terdapat di dalam sel-sel saraf tertentu di mata, sel-sel ini disebut dengan cones. Sel ini terdapat di dalam retina yang merupakan lapisan jaringan yang peka terhadap cahaya dan berada di balik inner eye.

Seperti dikutip dari nlm.nih.gov, Jumat (16/7/2010) jika hanya kehilangan satu pigmen, maka ada kemungkianan si kecil hanya sulit membedakan antara warna merah dan hijau. Kondisi ini merupakan jenis buta warna yang paling umum ditemukan. Sementara itu ada juga yang sulit membedakan antara warna biru dan kuning.

Pada umumnya anak sudah bisa membedakan warna pada usia 18 bulan, tapi sebagian besar anak mulai bisa membedakan antara satu warna dan lainnya dengan lebih baik saat berusia 36 bulan.

Sebagian besar orangtua akan menaruh kecurigaan pada anaknya saat sulit mengajarkan tentang warna-warna dasar padanya, dan 99 persen orang yang buta warna mengalami kelemahan pada warna merah atau hijau. Hal ini akan membuat seseorang sulit membedakan berbagai warna yang mengandung merah atau hijau. Misalnya kelemahan warna merah akan sulit membedakan warna violet, ungu dan biru.

Beberapa gejala yang muncul dari tiap orang bervariasi, tanda-tandanya bisa berupa:
1. Memiliki kesulitan atau masalah saat melihat warna dan kecerahan dari warna, walaupun sebenarnya warna tersebut biasa saja.
2. Ketidakmampuan membedakan antara beberapa warna yang mirip.
3. Kesulitan untuk mengingat suatu warna.

Namun tidak semua anak yang mengalami kesulitan membedakan warna adalah buta warna. Sebaiknya orangtua mulai melakukan tes dengan menggunakan serangkaian kartu dengan titik-titik warna dan bentuk yang tersembunyi. Dalam hal ini orangtua bisa mengetahui seberapa cepat si kecil dapat mengenali warna.

Untuk memeriksa buta warna kelemahan merah, maka mintalah anak untuk memilih krayon berwarna merah dari urutan krayon berwarna oranye, kuning dan juga hijau. Sedangkan untuk memeriksa buta warna kelemahan hijau, maka mintalah anak untuk memilih krayon berwarna hijau dari urutan krayon berwarna putih, coklat dan abu-abu. Jika anak mengalami kesulitan membedakan warna tersebut, periksalah lebih lanjut ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

dr. Teguh Haryo Sasongko, PhD dalam konsultasi detikHealth menuturkan buta warna parsial (biasanya buta warna pada spektrum merah dan hijau) adalah kelainan genetik yang terkait dengan salah satu kromosom sex, yaitu kromosom X. Kerusakan pada 2 gen bertanggung jawab pada buta warna parsial ini, yaitu OPN1LW (yang mengkode pigmen merah) dan OPN1MW (yang mengkode pigmen hijau). (ver/ir)


Last edited by gitahafas on Wed Aug 25, 2010 8:27 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Wed Apr 14, 2010 9:00 pm

HARAPAN BARU PENDERITA BUTA WARNA
KILAS - Edisi November 2009 (Vol.9 No.4) Farmacia
Ada harapan baru bagi para penderita buta warna khusus warna merah-hijau. Sebuah penelitian baru menunjukkan kemungkinan sebuah dunia baru bagi mereka yang selama ini hanya dapat mengenali warna tertentu. Penelitian ini dilakukan oleh Jay Neitz, seorang professor di University of Washington, bersama dengan rekan-rekannya. Mereka melakukan terapi gen pada monyet-monyet yang menderita buta warna merah-hijau. Terapi ini tidak menyebabkan efek sakit. Caraya, meraka menyuntikkan sebuah gen yang hilang ke dalam mata monyet yang memiliki buta warna merah-hijau. Gen tersebut diambil dari sebuah virus yang telah dilemahkan sehingga tidak lagi menimbulkan penyakit.

Para peneliti kemudian menguji monyet dengan mengukur respon mereka terhadap warna. Sekitar 20 minggu setelah pengobatan, monyet-monyet, yang masih hidup dan menyelesaikan studi dengan baik, tidak lagi mengalami buta warna dan bisa membedakan antara merah dan hijau.

Temuan ini kemudian dipublikasikan dalam Nature edisi online, 16 September 2009. Namun meski sukses terhadap monyet, para peneliti masih perlu untuk memastikan prosedur ini agar aman bagi manusia. "Bahkan meski 99 persen aman, itu belumlah cukup karena yang terlibat adalah mata, tapi inilah tantangan terbesarnya sekarang, yakni mentransformasi teknologi ini agar dapat digunakan pada manusia dengan sangat aman."

Buta warna dapat menjadi sangat tidak menyenangkan, membuat seseorang salah mengenali warna atau tidak dapat membaca grafik dan tabel. Lebih parah lagi kalau seseorang bahkan sulit membedakan warna merah dari hijau pada lampu lalu lintas. Lebih-lebih lagi dibidang pekerjaan. Dia tidak akan bisa menjadi polisi, pemadam kebakaran, sopir bus atau pilot. Bahkan, seorang mahasiswa kedokteran seringkali kecewa mendapati dirinya tidak dapat menjadi dokter mata.

Selama ini, sekitar satu dari 12 pria dan satu dari 230 wanita memiliki beberapa bentuk warisan buta warna. Mereka mengalami kesulitan membedakan antara beberapa warna karena reseptor di mata mereka kurang mampu merasakan perbedaan penuh antara warna-warna. Dua persen laki-laki memiliki bentuk yang paling parah mengenai buta warna ini.

Tidak ada pengobatan untuk buta warna, walaupun orang-orang dapat memakai kacamata khusus atau lensa kontak untuk membedakan secara lebih baik antara warna-warna. Tentunya temuan ini dapat menjadi harapan baru bagi merek


Last edited by gitahafas on Wed Aug 25, 2010 8:28 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Thu Apr 22, 2010 4:30 pm

SINDROMA MATA KERING ( DRY EYE SYNDROME )
Agar mata terasa nyaman dan penglihatan baik, permukaan mata harus jernih dan lembab.
Tugas lapisan air mata adalah selalu membasahi permukaan mata agar tidak terjadi sindroma mata kering.
Kelembaban permukaan mata merupakan keseimbangan antara produksi dan pengeluaran air mata melalui sisttem drainase, yaitu melalui duktus nasolacrimalis, serta penguapan.
Apabila keseimbangan ini terganggu, mata akan terasa kering, timbul suatu dry spot pada permukaan cornea sehingga menimbulkan rasa iritasi, perih, diikuti reflex mengedip dan mata berair.
Apabila keadaan ini dibiarkan berlarut larut dalam waktu yang lama akan terjadi kerusakan sel epitel kornea dan konjunctiva, bahkan dapat terjadi infeksi, tukak ( ulcus ) cornea yang dapat mengakibatkan kebutaan.

Pemakaian komputer dan AC yang terus menerus menyebabkan hampir semua orang pernah mengalami gejala ini.
Kebanyakan dari mereka menganggapnya sebagai hal biasa dan tidak perlu di obati, mereka tidak menyadari bahwa mereka terkena Sindroma Mata Kering bahkan sampai bertahun tahun.
Sangat banyak faktor penyebab Sindroma Mata Kering , diantaranya kuantitas dan kwalitas air mata yang kurang baik, neuroanatomic control, serta integritas sel induk pada cornea ( stem cell ), namun selain faktor2 tersebut ada juga:
1. Usia lanjut
Hampir dialami oleh semua penderita usia lanjut.

2.Faktor hormonal
Lebih sering dialami oleh wanita yang hamil, menyusui, memakai kontrasepsi, menopause.
Pria pada saat andropause.

3. Penyakit
Penyakit yang sering dihubungkan dengan Sindroma Mata Kering adalah penyakit DM, kelainan tiroid, asma, lupus, Syndroma Steven Johnson, artritis rematik.

4. Obat obatan
Beberapa jenis obat dapat menurunkan produksi airmata seperti antidepresan, dekongestan, antihistamin, anti hipertensi, kontrasepsi oral, diuretic, obat obat tukak lambung, tranquilizers, beta blockers, anti muscarinic dan obat anestesi umum.

5. Pemakai Lensa Kontak
Terutama soft lens yang mengandung kadar air tinggi.

6. Faktor Lingkungan
Udara panas dan kering, polusi udara, asap, angin, berada di ruang AC terus menerus.

7. Lupa Mengedip
Mata yang menatap terus menerus seperti waktu membaca, menjahit, melihat TV, menatap monitor komputer dan layar ponsel.

8. Pasien operasi refraktif
Seperti pasien PRK dan Lasik akan mengalami Sindroma Mata Kering untuk sementara waktu.

Prinsip Pengobatan
Tergantung pada faktor yang mendasarinya dan tergantung kondisi dry eye tersebut:
1. Dry eye ringan
Cukup dengan tetes air mata buatan, lubricant pada malam hari, kompres hangat dan massage kelopak mata jika disertai radang tepi kelopak mata.

2. Dry eye berat
Misalnya pada pasca Syndroma Steven Johnson, trauma kimia atau luka bakar, dapat dipertimbangkan memakai bandage contact lens, autologus serum, terapi hormonal dan cyclosporin tetes mata, oclusi punctum, bahkan tindakan operasi bila terjadi komplikasi kornea.


Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 5:17 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Thu Apr 22, 2010 4:36 pm

TERAPI DENGAN AIRMATA BUATAN
GERAI - Edisi Mei 2008 (Vol.7 No.10) - Farmacia
Air mata yang mengalir alami dari mata memiliki komposisi yang lengkap, dengan kandungan air, elektrolit, dan molekul-molekul kecil seperti karbohidrat dan lemak, protein, dan beberapa yang memiliki fungsi enzim. Protein penting dalam air mata adalah lisozim, yang memiliki aksi antibakteri, laktoferrin, sekresi antibodi IgA, dab protein yang mengikat lemak. Produksi air mata normal akan berkurang karena pertambahan usia. Oleh karen aitu sindroma mata kering merupakan salah satu penyakit mata yang sering dijumpai pada pasien lanjut usia.

Lapisan air mata itu terdiri dari tiga lapis. Yang pertama pertama lapisan mukus yang melapisi langsung kornea, dan membentuk pondasi agar lapisan air mata melekat pada mata. Lapisan kedua yang berada di bagian tengah ialah lapisan akuos, yang berfungsi menyuplai oksigen dan zat-zat penting lainnya yang berguna untuk nutrisi kornea. Selain itu, lapisan akuos juga berfungsi untuk melembabkan mata. Lapisan akuos 98% terdiri dari air, dan komposisi lainnya ialah garam, protein dan senyawa lainnya. Sedangkan lapisan yang terluar atau ketiga ialah lapisan lemak, yaitu berupa lapisan berminyak yang berfungsi untuk mencegah penguapan.

Saat memasuki proses penuaan, produksi lemak tubuh semakin berkurang. Misalnya, pada saat usia 65 tahun, produksi lemak tubuh berkurang 60% dibandingkan usia 18 tahun. Hal ini sering terjadi pada wanita, yang memang bertendensi untuk memiliki kulit yang lebih kering daripada pria. Kekurangan lemak ini, mempengaruhi lapisan air mata terutama jenis lapisan lemak (lapisan terluar dari lapisan air mata). Tanpa lapisan lemak ini, maka lapisan air mata lebih cepat menguap sehingga meninggalkan area yang kering pada kornea.

Untuk mengatasi sindroma mata kering, sering digunakan air mata buatan (artificial tears). Perlu disadari, sindroma mata kering adalah kondisi penyakit yang kronis, yang tidak dapat disembuhkan tapi dapat di atasi gejala-gejalanya. Penggunaan air mata buatan memang masih terbatas. Bagaimanapun air mata buatan tidak bisa menggantikan komposisi air mata yang amat kompleks. Keberadaan tiga lapisan air mata berperan penting dalam produksi air mata.

Air mata buatan bekerja dengan menambah air mata namun aksi ini hanya bisa berjalan saat ada kontak dengan permukaan mata. Misalnya tetes mata sederhana hanya akan melakukan kontak dengan permukaan mata selama beberapa menit saja. Oleh karen aitu agar efektif maka diperlukan komponen viskositas dalam formula air mata buatan. Misalnya hidrogel, yang berfungsi meningkatkan viskositas air mata buatan sehingga bisa bertahan lebih lama dipermukaan mata. Bebrapa jenis hidrogel yangbiasa digunakan pada air mata buatan di antaranya : Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC), Carboxy Methylcellulose (CMC), Polyvinyl Alcohol (PVA), Carbopol, polyvinyl pyrrolidone, polyethylene glycol, dextran, hyaluronic acid, atau polyacrylic acid.

Selain meringankan gejala mata kering, terapi dengan air mata juga berpengaruh pada stimulasi sel-sel epitel kornea. Studi oleh Choy dkk yang dimuat dalam jurnal Cornea, Desember 2006 lalu adalah studi yang dilakukan untuk menguji efek beberapa jenis air mata buatan terhadap abrasi dan kematian sel epitel kornea akibat sindroma mat akering berat. Hasil akhir yang dinilai adalah perubahan fluorescein staining grade kornea dan jumlah sel-sel mati di permukaan kornea. Studi ini menyimpulkan bahwa air mata buatan yang mengandung sodium hyaluronate atau hydroxypropyl methylcellulose sebagai agen lubrikasi bisa meningkatkan proteksi terhadap kornea.

Penelitian lain oleh Kazuomi dkk meneliti efikasi transpalntasi membran amniotik pada luka kornea dalam. Luka ini diobati dengan transpalntasi membran amniotic, yakni membran amniotik ditanamkan Sebagai material untuk mengisi lapisan stromal. Setelah operasi, mereka diterapi dengan air mata buatan, antibioti, kortikosteroid, dan tets mata sodium hyaluronate. Dan prosedur ini cukup efektif.


Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 5:18 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Thu Apr 22, 2010 4:38 pm

7 KEAJAIBAN AIR MATA
Nurul Ulfah - detikHealth = Jumat, 21/08/2009 12:05 WIB
Jakarta, Siapa bilang menangis tak ada gunanya? Kelamaan menangis memang bisa bikin mata merah dan bengkak. Tapi jangan salah, menangis dan mengeluarkan air mata ternyata bisa jadi obat ajaib yang berguna bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Apa saja?

Dikutip dari Beliefnet, Jumat (21/8/2009), ini dia 7 keajaiban yang bisa Anda dapatkan setelah menangis dan berair mata.
1. Membantu penglihatan
Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.

2. Membunuh bakteri
Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.

3. Meningkatkan mood
Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.

4. Mengeluarkan racun
Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun. Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat mata.

5. Mengurangi stres
Bagaimana menangis bisa mengurangi stres? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin. Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.

6. Membangun komunitas
Selain baik untuk kesehatan fisik, menangis juga bisa membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya di depan teman-temannya atau seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi.

7. Melegakan perasaan
Semua orang rasanya merasa demikian. Meskipun Anda didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega.

Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega. Keluarkanlah masalah di pikiranmu lewat menangis, jangan dipendam karena Anda bisa menangis meledak-ledak. Jadi, tidak apa-apa kalau Anda menangis sesekali.


Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 5:20 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Thu Apr 22, 2010 4:46 pm

ISYARAT DARI AIRMATA
Sabtu, 27/02/2010 06:27 WIB Irna Gustia - detikHealth
Jakarta, Bagi banyak orang air mata adalah pertanda emosi yang kuat tapi bisa juga sebagai pelumas agar mata tak kering. Air mata memberikan isyarat apakah kondisinya baik atau pertanda suatu penyakit. Air mata adalah kelenjar yang diproduksi oleh proses lakrimasi untuk membersikan mata. Airmata mengandung Lyzosime yang dapat membunuh berbagai macam mikroba.

Cairan lyzosime ini dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit. Seperti dilansir dari body sign, Sabtu (27/2/2010), para ilmuwan baru-baru ini menemukan air mata emosional sebenarnya mengandung lebih banyak protein dan hormon-hormon tertentu yang berkaitan dengan emosi dari pada air mata yang umumnya membasahi mata.

Air mata terbuat dari tiga lapisan yakni, lapisan lendir yang lengket dan membantu melindungi kornea. Lapisan berair yang melembabkan dan memelihara mata. Lapisan berminyak yang membantu memperlambat epavorasinya. Pada sebagian orang, air mata tidak tersedia dalam jumlah yang cukup untuk menjaga agar mata tetap lembab dan nyaman.

Jika air mata tidak cukup, akan memberikan isyarat seperti mata panas, nyeri, berlendir, dan mudah teriritasi. Mata yang berair terus menandakan defisiensi vitamin B2 (riboflavin). Vitamin B2 penting bagi kesehatan mata dan kulit. Mata berair juga bisa menjadi tanda adanya rosacea kondisi yang menyebabkan mata dan kulit berubah merah. Mata berair juga menandakan kondisi-kondisi yang lebih serius semacam pembuluh air mata yang terhalang, polip hidung atau penyakit graves (mata menonjol).

Pada beberapa kasus ekstrim, bahkan seseorang sama sekali tidak mengeluarkan air mata karena tidak boleh menangis yang disebut Reflex Anoxic Seizure.
Reflex Anoxic Seizure biasanya terjadi karena terhambatnya pasokan darah ke otak. Jika si penderita sampai menangis bisa menyebabkan jantung berhenti berdetak atau secara dramatis melambat.

Seperti dikutip Beliefnet, air mata ternyata bisa jadi obat ajaib yang berguna bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Air mata membantu penglihatan, membunuh bakteri, meningkatkan mood, mengeluarkan racun, mengurangi stres, melegakan perasaan. Meskipun Anda didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega. Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega.


Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 5:17 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Thu Apr 22, 2010 4:49 pm

MATA YANG TERUS BERAIR
Senin, 29/03/2010 16:00 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Mata berair bukanlah masalah yang serius, namun jika terus menerus terjadi tentunya akan membuat seseorang menjadi jengkel dan dapat menghambat aktivitasnya. Kenapa mata terus berair? Peran utama dari air mata adalah menjaga kelembaban mata serta membersihkan mata dari segala benda asing yang masuk ke dalam mata. Kondisi mata yang berair bisa menyerang siapa saja termasuk bayi yang masih kecil dan dapat terjadi pada salah satu mata saja atau keduanya. Masalah mata berair lebih sering berkembang jika seseorang terkena sindrom mata kering. Karena jika mata kering, maka secara refleks mata akan menghasilkan lebih banyak air mata. Selain itu mata berair juga bisa disebabkan oleh adanya masalah pada sistem aliran air mata.

Seperti dikutip dari Everydayhealth, Senin (29/3/2010) secara normal air mata akan mengalir di bawah kelopak mata dan turun melewati bagian hidung. Tapi jika sistem aliran ini terhambat oleh sesuatu, akan menyebabkan air mata menumpuk sehingga mata terus berair. Namun mata berair juga bisa disebabkan adanya masalah di kelopak mata akibat infeksi oleh debu, asap, bahan kimia atau alergen lain. Gejala yang menyertai kondisi mata berair termasuk penglihatan yang kabur, iritasi pada kelopak mata, seperti ada benjolan di sudut mata, kemerahan di mata dan terkadang disertai dengan rasa gatal.

Jika kondisi ini berlangsung selama beberapa hari dan mengganggu aktivitas sehari-hari, maka dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya. Pemeriksaan yang dilakukan adalah menganalisa sampel air mata untuk mengetahui ada infeksi atau tidak, tes schirmer untuk mengukur produksi air mata serta tes untuk mengetahui ada hambatan di aliran air mata atau tidak.

Perawatan yang diberikan untuk kondisi mata berair tergantung dari penyebabnya. Jika penyebab mata berair akibat sindrom mata kering, maka bisa diatasi dengan obat tetes mata saja. Sedangkan jika akibat infeksi diberikan perawatan berupa obat tetes mata dan antibiotik. Namun jika penyebabnya adalah gangguan pada sistem aliran air mata, maka perawatan yang diberikan adalah melakukan pembedahan untuk membuka sumbatan yang ada. Prosedur ini biasanya menggunakan anestesi lokal dan hanya membutuhkan waktu selama 20-30 menit.


Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 5:16 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Thu Apr 22, 2010 4:57 pm

DAKRIOSTENOSIS
Dakriostenosis adalah penyumbatan duktus nasolakrimalis (saluran yang mengalirkan air mata ke hidung).

PENYEBAB
Dalam keadaan normal, air mata dari permukaan mata dialirkan ke dalam hidung melalui duktus nasolakrimalis.
Jika saluran ini tersumbat, air mata akan menumpuk dan mengalir secara berlebihan ke pipi.

# Penyumbatan duktus nasolakrimalis (dakriostenosis) bisa terjadi akibat: Gangguan perkembangan sistem nasolakrimalis pada saat lahir
# Infeksi hidung menahun
# Infeksi mata yang berat atau berulang
# Patah tulang (fraktur) hidung atau wajah
# Tumor.
Penyumbatan bisa bersifat parsial (sebagian) atau total.

GEJALA
Penyumbatan karena tidak sempurnanya sistem nasolakrimalis biasanya menyebabkan pengaliran air mata yang berlebihan ke pipi (epifora) dari salah satu ataupun kedua mata (lebih jarang) pada bayi berumur 3-12 minggu.
Penyumbatan ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya pada usia 6 bulan, sejalan dengan perkembangan sistem nasolakrimalis.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
# Pemeriksaan penunjang lainnya adalah: Pemeriksaan hidung bagian dalam
# Pewarnaan mata dengan zat fluoresensi untuk menilai pengaliran air mata
# Sinar X khusus untuk menilai duktus nasolakrimalis.

PENGOBATAN
Jika penyumbatannya parsial, bisa dilakukan pemijatan pada daerah kantong air mata sebanyak beberapa kali/hari.
Jika terjadi peradangan pada konjungtiva (konjungtivitis) diberikan obat tetes mata yang mengandung antibiotik.
Jika penyumbatan tetap terjadi biasanya saluran harus dibuka dengan bantuan jarum kecil yang dimasukkan melalui lubang saluran di sudut kelopak mata.
Pada penderita dewasa dilakukan pembedahan untuk membuka kembali saluran air mata (dakriosistorinostomi).

PENCEGAHAN
Pengobatan yang adekuat terhadap infeksi hidung dan mata bisa mengurangi resiko terjadinya dakriostenosis.

Sumber: Medicastore


Last edited by gitahafas on Thu Aug 26, 2010 5:14 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

Kesehatan Mata

View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 21Goto page : Previous  1, 2, 3 ... 11 ... 21  Next

 Similar topics

-
» Kesehatan Mata
» Latihan Akurasi Mata
» Tips Menghindari Mata Lelah Di Depan Komputer
» [Tips] menjaga kesehatan
» Gadis memiliki kemampuan mata X-RAY

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-