Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kesehatan Mata

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : 1, 2, 3 ... 11 ... 21  Next
AuthorMessage
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator


Number of posts: 1044
Age: 54
Location: Jakarta
Registration date: 2008-08-27

PostSubject: Kesehatan Mata   Tue Oct 07, 2008 12:04 pm

Mata sebagai salah satu panca indra yang sangat penting bagi tubuh. Dengan mata, kita bisa menikmati pemandangan yang indah dan melihat orang-orang yang kita cintai. Tetapi, karena salah dalam menggunakannya atau karena faktor bawaan, dapat membuat mata tidak dapat berfungsi secara maksimal.

Berbagai cacat mata yang umum ditemui adalah rabun dekat, rabun jauh, silinder. Cara yang paling umum digunakan untuk mengatasi hal ini adalah dengan menggunakan kacamata. Seiring dengan kemajuan zaman, banyak yang menggunakan soft lens yang langsung diletakkan pada lensa mata. Atau bagi yang tidak suka menggunakan kacamata atau soft lens, pilihan lain adalah dengan melakukan operasi lasik sehingga mata Anda dapat kembali berfungsi secara normal.

Masing-masing alternatif tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. Bagi Anda yang ingin mencoba alternatif tersebut, Anda bisa mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya masing-masing sehingga dapat memilih sesuai kebutuhan.



Bila Anda memilih berkacamata, Anda juga harus memilih lensa yang akan digunakan. Lensa yang ada tersedia dalam 2 pilihan, yaitu lensa kaca dan plastik. Keuntungan dari lensa kaca adalah lebih tipis, tetapi lebih berat dan mudah pecah. Sedangkan lensa plastik lebih ringan dan tidak mudah pecah, tetapi lebih tebal dan mudah tergores.





Operasi ini dilakukan dengan membedah mata Anda, memperbaiki mata Anda agar dapat kembali normal tanpa bantuan kacamata atau softlens. Pada tahap awal operasi ini, Anda akan diperiksa untuk mengetahui kesehatan Anda. Tahap selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui kondisi mata apakah mata mampu bila dilaksanakan operasi ini atau tidak.

Operasi yang dilakukan hanya memakan waktu sekitar 20 menit dan tanpa proses penjahitan, karena pembedahan dilakukan dengan menggunakan laser. Pembedahan dilakukan untuk membuka lapisan kornea, dilakukan penyinaran untuk memperbaiki mata yang rusak, kemudian ditutup kembali dimana kornea akan menempel sendiri tanpa perlu dijahit.

Dalam masa penyembuhan setelah operasi, Anda perlu benar-benar menjaga mata Anda agar operasi ini berhasil seperti yang diharapkan. Mata harus tetap terlindung dengan menggunakan pelindung mata. Mata tidak boleh terkena air secara langsung dan harus cukup istirahat.

Bila Anda berminat untuk melakukan operasi lasik, pastikan tempat dan dokter yang Anda pilih benar-benar mampu melakukannya agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah pada mata Anda.

Source: Kumpulan Info


Last edited by Ali Alkatiri on Fri Dec 18, 2009 2:36 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile http://www.ilunifk83.com
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Kacamata, Softlens, atau Operasi Lasik ?   Wed Oct 08, 2008 4:16 am

MATA DAN PENGLIHATAN
Struktur dan fungsi mata sangat rumit dan mengagumkan.
Secara konstan mata menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk, memusatkan perhatian pada objek yang dekat dan jauh serta menghasilkan gambaran yang kontinu yang dengan segera dihantarkan ke otak.

STRUKTUR & FUNGSI
# Mata memiliki struktur sebagai berikut: Sklera (bagian putih mata) : merupakan lapisan luar mata yang berwarna putih dan relatif kuat.
# Konjungtiva : selaput tipis yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan bagian luar sklera.
# Kornea : struktur transparan yang menyerupai kubah, merupakan pembungkus dari iris, pupil dan bilik anterior serta membantu memfokuskan cahaya.
# Pupil : daerah hitam di tengah-tengah iris.
# Iris : jaringan berwarna yang berbentuk cincin, menggantung di belakang kornea dan di depan lensa; berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata dengan cara merubah ukuran pupil.
# Lensa : struktur cembung ganda yang tergantung diantara humor aqueus dan vitreus; berfungsi membantu memfokuskan cahaya ke retina.
# Retina : lapisan jaringan peka cahaya yang terletak di bagian belakang bola mata; berfungsi mengirimkan pesan visuil melalui saraf optikus ke otak.
# Saraf optikus : kumpulan jutaan serat saraf yang membawa pesan visuil dari retina ke otak.
# Humor aqueus : cairan jernih dan encer yang mengalir diantara lensa dan kornea (mengisi segmen anterior mata), serta merupakan sumber makanan bagi lensa dan kornea; dihasilkan oleh prosesus siliaris.
# Humor vitreus : gel transparan yang terdapat di belakang lensa dan di depan retina (mengisi segmen posterior mata).

Cahaya yang masuk melalui kornea diteruskan ke pupil.
Iris mengatur jumlah cahaya yang masuk dengan cara membuka dan menutup, seperti halnya celah pada lensa kamera. Jika lingkungan di sekitar gelap, maka cahaya yang masuk akan lebih banyak; jika lingkungan di sekitar terang, maka cahaya yang masuk menjadi lebih sedikit.
Ukuran pupil dikontrol oleh otot sfingter pupil, yang membuka dan menutup iris.

Lensa terdapat di belakang iris.
Dengan merubah bentuknya, lensa memfokuskan cahaya ke retina. Jika mata memfokuskan pada objek yang dekat, maka otot silier akan berkontraksi, sehingga lensa menjadi lebih tebal dan lebih kuat. Jika mata memfokuskan pada objek yang jauh, maka otot silier akan mengendur dan lensa menjadi lebih tipis dan lebih lemah.
Sejalan dengan pertambahan usia, lensa menjadi kurang lentur, kemampuannya untuk menebal menjadi berkurang sehingga kemampuannya untuk memfokuskan objek yang dekat juga berkurang. Keadaan ini disebut presbiopia.

Retina mengandung saraf-saraf cahaya dan pembuluh darah.
Bagian retina yang paling sensitif adalah makula, yang memiliki ratusan ujung saraf. Banyaknya ujung saraf ini menyebabkan gambaran visuil yang tajam. Retina mengubah gambaran tersebut menjadi gelombang listrik yang oleh saraf optikus dibawa ke otak.

Saraf optikus menghubungkan retina dengan cara membelah jalurnya. Sebagian serat saraf menyilang ke sisi yang berlawanan pada kiasma optikus (suatu daerah yang berada tepat di bawah otak bagian depan).
Kemudian sebelum sampai ke otak bagian belakang, berkas saraf tersebut akan bergabung kembali.

Bola mata terbagi menjadi 2 bagian, masing-masing terisi oleh cairan:
# Segmen anterior : mulai dari kornea sampai lensa.
# Segmen posterior : mulai dari tepi lensa bagian belakang sampai ke retina.
Segmen anterior berisi humor aqueus yang merupakan sumber energi bagi struktur mata di dalamnya. Segmen posterior berisi humor vitreus.
Cairan tersebut membantu menjaga bentuk bola mata.

Segmen anterior sendiri terbagi menjadi 2 bagian:
# Bilik anterior : mulai dari kornea sampai iris
# Bilik posterior : mulai dari iris sampai lensa.
Dalam keadaan normal, humor aqueus dihasilkan di bilik posterior, lalu melewati pupil masuk ke bilik anterior kemudian keluar dari bola mata melalui saluran yang terletak ujung iris.

OTOT, SARAF & PEMBULUH DARAH
Beberapa otot bekerja sama menggerakkan mata. Setiap otot dirangsang oleh saraf kranial tertentu.
Tulang orbita yang melindungi mata juga mengandung berbagai saraf lainnya.
# Saraf optikus membawa gelombang saraf yang dihasilkan di dalam retina ke otak
# Saraf lakrimalis merangsang pembentukan air mata oleh kelenjar air mata
# Saraf lainnya menghantarkan sensasi ke bagian mata yang lain dan merangsang otot pada tulang orbita.

Arteri oftalmika dan arteri retinalis menyalurkan darah ke mata kiri dan mata kanan, sedangkan darah dari mata dibawa oleh vena oftalmika dan vena retinalis.
Pembuluh darah ini masuk dan keluar melalui mata bagian belakang.

STRUKTUR PELINDUNG
Struktur di sekitar mata melindungi dan memungkinkan mata bergerak secara bebas ke segala arah.
Struktur tersebut melindungi mata terhadap debu, angin, bakteri, virus, jamur dan bahan-bahan berbahaya lainnya, tetapi juga memungkinkan mata tetap terbuka sehingga cahaya masih bisa masuk.

# Orbita adalah rongga bertulang yang mengandung bola mata, otot-otot, saraf, pembuluh darah, lemak dan struktur yang menghasilkan dan mengalirkan air mata.

# Kelopak mata merupakan lipatan kulit tipis yang melindungi mata. Kelopak mata secara refleks segera menutup untuk melindungi mata dari benda asing, angin, debu dan cahaya yang sangat terang.
Ketika berkedip, kelopak mata membantu menyebarkan cairan ke seluruh permukaan mata dan ketika tertutup, kelopak mata mempertahankan kelembaban permukaan mata. Tanpa kelembaban tersebut, kornea bisa menjadi kering, terluka dan tidak tembus cahaya.
Bagian dalam kelopak mata adalah selaput tipis (konjungtiva) yang juga membungkus permukaan mata.

# Bulu mata merupakan rambut pendek yang tumbuh di ujung kelopak mata dan berfungsi membantu melindungi mata dengan bertindak sebagai barrier (penghalang).
Kelenjar kecil di ujung kelopak mata menghasilkan bahan berminyak yang mencegah penguapan air mata.

# Kelenjar lakrimalis terletak di puncak tepi luar dari mata kiri dan kanan dan menghasilkan air mata yang encer.
Air mata mengalir dari mata ke dalam hidung melalui 2 duktus lakrimalis; setiap duktus memiliki lubang di ujung kelopak mata atas dan bawah, di dekat hidung.
Air mata berfungsi menjaga kelembaban dan kesehatan mata, juga menjerat dan membuang partikel-partikel kecil yang masuk ke mata. Selain itu, air mata kaya akan antibodi yang membantu mencegah terjadinya infeksi.

KEBUTAAN
Cedera dan penyakit pada mata bisa mempengaruhi penglihatan.
Kejernihan penglihatan disebut ketajaman visuil, yang berkisar dari penglihatan penuh sampai ke tanpa penglihatan.
Jika ketajaman menurun, maka penglihatan menjadi kabur.

Ketajaman penglihatan biasanya diukur dengan skala yang membandingkan penglihatan seseorang pada jarak 20 kaki dengan seseorang yang memiliki ketajaman penuh. Visuil 20/20 artinya seseorang melihat benda pada jarak 20 kaki dengan ketajaman penuh; sedangkan visuil 20/200 artinya seseorang melihat benda pada jarak 20 kaki, yang oleh orang dengan ketajaman penuh benda tersebut terlihat pada jarak 200 kaki.
Secara teoritis, kebutaan terjadi jika ketajaman penglihatan lebih buruk dari 20/200 meskipun telah dibantu dengan kaca mata maupun lensa kontak.

Penyebab kebutaan
Kebutaan bisa terjadi karena berbagai alasan:
- cahaya tidak dapat mencapai retina
- cahaya tidak terfokus sebagaimana mestinya pada retina
- retina tidak dapat merasakan cahaya secara normal
- kelainan penghantaran gelombang saraf dari retina ke otak
- otak tidak dapat menterjemahkan informasi yang dikirim oleh mata.

Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan kebutaan:
# Katarak
# Kelainan refraksi
# Ablasio retina
# Retinitis pigmentosa
# Diabetes
# Degenerasi makuler
# Sklerosis multipel
# Tumor kelenjar hipofisa
# Glaukoma
# Kelainan pada daerah otak yang mengolah gelombang visuil akibat stroke, tumor atau penyakit lainnya.
Sumber: Medicastore


Last edited by gitahafas on Sat Jul 10, 2010 5:27 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Wed Nov 26, 2008 4:38 am

GAYA HIDUP SEHAT, MATA SEHAT DI USIA TUA
Senin, 20 Desember 2010 - 12:30 wib Fitri Yulianti - Okezone
MATA menjadi jendela manusia untuk melihat dunia. Kesehatan mata terkait erat dengan kondisi tubuh secara keseluruhan, juga sebaliknya. Pola hidup sehat turunkan risiko gangguan mata. Orang yang menjalani kehidupan sehat secara keseluruhan—olahraga, pola makan sehat, dan tidak merokok—secara signifikan berisiko lebih rendah terhadap degenerasi makula terkait usia (age-related macular degeneration/AMD). Demikian menurut temuan penelitian baru, seperti dikutip dari Health24, Senin (20/12/2010). Menjaga pola makan (diet) dan olahraga masing-masing mampu mengurangi risiko. Jika keduanya dikombinasikan plus tidak merokok, penurunan risikonya sangat tajam, yakni lebih dari 70 persen. "Kita tidak perlu menjadi korban pasif dari kerusakan akibat usia tua. Hal-hal yang relatif sederhana bisa membuat perbedaan terhadap risiko AMD di usia tua kita nanti," terang penulis studi Dr Julie Mares dari University of Wisconsin di Madison.

Penelitian
Dalam penelitiannya, Dr Mares dan rekan-rekannya meninjau informasi tentang diet, olahraga, dan merokok dari 1.313 wanita antara usia 55-74 tahun yang dikumpulkan selama tahun 1990-an. Pola hidup partisipan ditinjau kembali rata-rata enam tahun kemudian, saat melakukan pemeriksaan mata untuk memeriksa AMD. Hasilnya, 202 wanita mengalami AMD, sebagian besar pada tahap awal. Di antara wanita yang berpola diet sehat, 11 persen memiliki bentuk awal AMD, dibandingkan dengan 19 wanita dengan diet terburuk. Hasil penelitian ini sendiri telah dipublikasikan di Archives of Ophthalmology.

Statistik
Sekira satu dari 10 wanita yang berolahraga mengembangkan AMD, dibandingkan dengan satu dari lima wanita yang tidak berolahraga. Ketika para peneliti menggabungkan dengan pengaruh diet, olahraga, dan tidak merokok, risiko AMD mengalami penurunan lebih jauh. Tapi, berhenti merokok saja tidak cukup untuk mencegah AMD. Terdapat kaitan antioksidan dengan risiko AMD. Peneliti mencatat, wanita dengan tingkat antioksidan lebih tinggi memiliki risiko lebih rendah terhadap AMD, tetapi tidak serendah wanita yang menerapkan pola hidup sehat secara keseluruhan. "Temuan untuk diet yang sehat secara keseluruhan lebih kuat daripada nutrisi tunggal (antioksidan)," kata Dr Mares.

Dan ketika rutin olahraga, bahkan jika hanya 10 jam tiap pekan untuk latihan ringan—termasuk pekerjaan rumah tangga, berkebun, atau berjalan—atau 8 jam olahraga tiap pekan untuk latihan moderat, risiko AMD akan sangat rendah.“Diet dan olahraga menurunkan tekanan darah, yang dapat melindungi mata dari degenerasi. Diet dan olahraga juga mengurangi radikal bebas yang berhubungan dengan tingkat peradangan lebih rendah, yakni efek yang secara langsung melindungi mata dari AMD. Atau, membantu meningkatkan akumulasi pigmen di belakang mata, berfungsi menyerap cahaya yang berpotensi merusak,“ papar Dr Mares kata.

Sama hasil pada pria dan wanita
Meskipun studi hanya meliputi wanita, Dr Mares mengatakan bahwa kecenderungan yang sama juga mungkin terjadi pada pria. "Tidak ada alasan saya mengatakan hasil berbeda pada pria atau wanita. Namun, temuan ini perlu dikonfirmasi dalam sampel terpisah yang mencakup pria," tegasnya.


Last edited by gitahafas on Thu Jan 20, 2011 1:05 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: lasik   Wed Nov 26, 2008 4:43 am

PENYAKIT MATA KARENA USIA
Sunday, 16 May 2010
MEMASUKI usia 40 tahun,fungsi penglihatan seseorang biasanya mulai mengalami penurunan. Kondisi yang disebut age related macular degeration ini ditandai dengan mulai buramnya penglihatan. Bagi Anda yang sudah berusia 40 tahun atau lebih, sebaiknya lebih waspada terhadap kesehatan mata. Sebab, biasanya pada usia ini mata rentan terserang age related macular degeration (ARMD). ”Keluhan yang terjadi pada ARMD umumnya berupa buramnya penglihatan sentral, adanya bintik hitam atau ada bagian yang hitam di tengah–tengah lapangan penglihatan,” ujar ahli kesehatan mata dari Klinik Dokter Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Cosmos Mangunsong SpM. Pada kondisi ini retina mengalami penurunan fungsi akibat fotoreseptor yang rusak sehingga tidak bisa diperbaiki lagi dengan baik.Fotoreseptor yang mati seharusnya dicerna penampangnya atau retinal pigment epithelium (RPE)dengan baik,dan hasil cernanya dipakai untuk regenerasi fotoreseptor kembali.

Pada ARMD, proses ini mengalami penurunan sehingga hasil cerna fotoreseptor ditumpuk sebagai sampah dan dideposit di sekitar makula yang disebut sebagai drusen. Adanya drusen ini akan mengganggu penglihatan sentral seseorang sehingga sering menjadi keluhan buram pada penglihatan, terutama di tengah-tengah lapangan pandang. Meningkatnya angka harapan hidup, tentunya meningkatkan angka kejadian ARMD karena semakin banyaknya penduduk yang berusia di atas 60 tahun.Selain itu, berubahnya gaya hidup saat ini dapat menjadi faktor risiko tingginya kejadian ARMD.Untuk mencegah terjadinya ARMD, pola hidup sehat menjadi pilihannya. Selain usia,perubahan gaya hidup menjadi penyumbang utama faktor risikonya.

Perubahan gaya hidup yang bisa menyebabkan seseorang menjadi obesitas atau bisa juga perokok menyebabkan pula seorang mengalami ARMD. Tingginya kadar kolesterol dan trigliserid juga disinyalir menjadi salah satu pemicu penyakit ini. Lemak jahat dalam jumlah yang banyak di dalam darah menjadi radikal bebas yang merusak sel-sel tubuh,termasuk sel fotoreseptor. Kebiasaan merokok juga faktor risiko yang kuat terhadap ARMD karena radikal bebas asap rokok menyebabkan kerusakan sel-sel fotoreseptor.Paparan radiasi ultraviolet juga menjadi faktor risiko ARMD karena ultraviolet dapat menyebabkan kerusakan pada fotoreseptor. ”Sinar matahari dan radiasi komputer adalah contoh sumber ultraviolet di lingkungan kita sehari-hari,”kata Cosmos. Hingga saat ini, pengobatan yang dilakukan bagi penderita ARMDmasih terus dikembangkan.

ARMD dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu tipe wet dan dry.Kedua tipe tersebut hanya dapat dibedakan setelah melihat langsung dengan menggunakan alat bantu lensa pembesar atau kamera khusus ke dalam bola mata untuk melihat kelainan retina yang terjadi. ”Penderita ARMDsecara awam mengeluhkan hal yang sama,yaitu pandangan buram, terutama di tengah- tengah lapangan penglihatan,” katanya. Saat ini ARMDtipe dry diterapi dengan memberikan obat-obat vitamin yang dapat berfungsi sebagai antioksidan. Radikal bebas yang terbentuk di dalam bola mata yang memicu kerusakan retina tersebut. Vitamin yang banyak dianjurkan adalah vitamin A, C, dan E karena terbukti mempunyai efek antioksidan yang tinggi.

”Vitamin tersebut banyak terdapat pada buah-buahan yang berwarna merah dan kekuningan,”papar dokter yang juga menjadi penelitiCommunityEyeHealthFKUIini. Untuk tipe ARMD basah, terapinya lebih spesifik karena berupaya mengatasi mekanisme yang terjadi pada retina dan menurunkan penglihatan. Timbulnya pembuluh darah kecil dan rapuh (neovaskular) pada makula retina menyebabkan turunnya ketajaman penglihatan. Saat ini terapi laser yang lazim digunakan adalah photodynamic therapy(PDT). ”Sedangkan terapi paling baru yang sedang dikembangkan adalah menyuntikkan zat penghambat pertumbuhan pembuluh darah ke dalam bola mata,” ucap dokter lulusan Universitas Indonesia ini.

Semakin berkembangnya zaman, maka berubah pula gaya hidup ditambah dengan angka harapan hidup yang semakin tinggi. Gaya hidup serbainstan dan pola makanan berlemak tinggi dan karbohidrat tinggi berisiko tingginya potensi radikal bebas di dalam tubuh sehingga bisa menyebabkan ARMD. Cegahlah ARMD dengan menerapkan pola hidup sehat. (inggrid namirazwara)

Sumber: Seputar Indonesia


Last edited by gitahafas on Sat Jul 10, 2010 5:33 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile Online
djokosanjoto



Number of posts: 3
Age: 55
Location: Jakarta
Registration date: 2008-11-12

PostSubject: i lasix   Wed Dec 03, 2008 8:31 am

Tolong dong....mata ku sdh minus lebih dari 9 n punya cylindris juga
saya ingin juga d lasix...biar kagak pantat botol kacamata gw

Namun kayaknya mata gw sensi sama komputer...setiap abis lihat komputer mata jadi lebih rabun....alias rabun beneran....jadi gw malas deh liat komputer ..kalu tdk perlu2 banget.

Nah..kalau minusnya msh blm stabil...kapan saya di lasix ???
Kalau minus nya dikurangi saja setengahnya...terus sisanya pake kaca mata bisa enggak... ??

Tolong dong ..please help m,e....
Back to top Go down
View user profile
ike w



Number of posts: 4
Age: 53
Registration date: 2008-09-13

PostSubject: lasik   Thu Dec 04, 2008 4:06 am

djokosanjoto wrote:
Tolong dong....mata ku sdh minus lebih dari 9 n punya cylindris juga
saya ingin juga d lasix...biar kagak pantat botol kacamata gw

Namun kayaknya mata gw sensi sama komputer...setiap abis lihat komputer mata jadi lebih rabun....alias rabun beneran....jadi gw malas deh liat komputer ..kalu tdk perlu2 banget.

Nah..kalau minusnya msh blm stabil...kapan saya di lasix ???
Kalau minus nya dikurangi saja setengahnya...terus sisanya pake kaca mata bisa enggak... ??

Tolong dong ..please help m,e....


Buat Gita :
thanks a lot udah ngasih tau ada pertanyaan ini dan "membimbing" lewat sms gimana caranya sampai kesini. hehehe...

Buat Joko :
gimana sih kok nanyanya disini? bukannya kakakmu dokter mata juga? malah bisa nanya in private kan? atau ada konflik internal? lho kok malah serasa SpKJ...tapi ya gw coba jawab ya...

syarat utama lasik : umur 18 tahun dan ukuran kacamata udah stabil 6-12 bulan terakhir.

kalo syarat umur lo udah lebih berlipet-lipet ya Jok??
nah syarat ukuran kacamata, harus lo tanya sama diri sendiri... kacamata terakhir kapan bikinnya? masih sama gak sama ukuran sekarang? apa setiap bikin kacamata baru ukuran selalu berubah atau tadinya udah stabil trus sekarang naik lagi?

kalo ukuran kacamata masih terus berubah, ya gak boleh lasik sampai ukurannya stabil.
kalo ukuran kacamata tadinya stabil trus tiba2 naik lagi, coba diperiksa dulu, jangan2 lo udah mulai katarak.
kalo ukuran kacamata udah stabil, ya lo boleh lasik kapan aja ASAL...
1. kornea lo cukup tebel. dan itu harus diperiksa dulu. lo males banget sih baca BURAM.. kan udah gue terangin disitu... misalnya
tebel kornea lo 500 mikron. abis lasik harus disisain minimal 300 mikron. flapnya bisa 100-160 mikron tergantung alatnya. jadi
yang boleh dibuang antara 40-100 mikron. semakin tebel kacamata semakin tebel yang harus dibuang. nah diitung dulu deh,
bisa gaknya.
kalo gak cukup tebel, bisa aja pake disisain. tapi apa gak sayang duitnya tuh? udah mahal2 masih pake kacamata juga?

2. air mata lo cukup banyak. kan semakin tua air mata kita semakin kering (sama deh kayak kulit dan selaput2 lendir yang lain).
kalo air matanya kurang ya nanti seabis lasik akan semakin berasa kering. berarti sebelum lasik saluran pembuangan airmata
lo kudu disumpel dulu, dan sesudah lasik lo harus rajin netesin air mata buatan. nah kalo mata kering itu antara lain keluhan-
nya bisa sensi kalo liat komputer, karena kalo air mata udah terlanjur menguap dan belum ada gantinya (karena lo melototin
terus itu komputer, lupa kedip... padahal air mata baru dikeluarin setiap kali kita kedip), maka sinar yang dateng gak diterusin
ke dalem mata tapi langsung buyar ke segala arah.

3. retina lo ok. biasanya kan kalo kacamata tebel retina tipis tuh, jadi harus diliat dulu, ada indikasi bakal robek gak? kalo ada ya
harus dilas dulu biar rapet. soalnya kan waktu dilasik dikasih pressure yang lumayan tinggi tuh, kalo emang bakal robek bisa
kejadian robek beneran deh pasca lasik.

4. syarat2 lain terpenuhi... misalnya gak DM or bakat glaukoma misalnya...

jadi gitu Jok, mata yang dilasik adalah mata bagus, jadi abis lasik harus tetep bagus, makanya syaratnya seabrek.

tapi kalo seumur2 kita yang biasanya gue masih mau ngerjain lasiknya adalah orang2 yang kacamata jauhnya plus juga, bukan
minus or silindris. soalnya bisa presbylasik, jadi jauh deket gak pake kacamata. kalo yang minus atau silindris kan tetep aja nanti bacanya pake kacamata tuh. dan seumuran kita kan sebentar lagi pada katarak tuh, jadi mending tunggu aja sampai ada katarak dan dioperasi kataraknya aja. kan power lensanya bisa diatur supaya minus dan silindrisnya sekalian ilang.

wah jadi panjang deh. tapi paham kan Jok? sip lah...
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Thu Dec 04, 2008 5:31 am

MATA "JENDELA JIWA"
Monday, 05 July 2010 - Seputar Indonesia
KONDISI mata yang tidak normal terjadi pada seseorang ternyata bisa jadi merupakan pertanda penyakit berat.Karena itu,terus mengontrol keadaan mata Anda secara rutin merupakan upaya pencegahan yang tepat. Pepatah mata sebagai ”jendela jiwa” sepertinya memang telah usang.Namun, hal itu sampai saat ini telah terbukti kebenarannya. Keadaan mata ternyata dapat dijadikan rujukan apabila seseorang menderita masalah kesehatan. Tidak hanya terkait gangguan mata seperti katarak atau glaukoma, namun juga penyakit sistemik lainnya seperti diabetes melitus dan jantung.

Kadang-kadang, tanda-tanda penyakit ini terlihat di dalam,luar, atau di sekitar mata,jauh sebelum gejala penyakit tersebut muncul. ”Mata benar-benar
seperti sebuah barang tak bergerak yang unik,” kata Andrew Iwach MD, profesor klinis bagian oftalmologi di University of California di San Francisco, Amerika Serikat.

”Mata satu-satunya tempat di dalam tubuh manusia di mana Anda dapat melihat saraf, arteri, dan vena,secara langsung tanpa melakukan proses operasi pengirisan apa pun.Dan gejala penyakit yang kita lihat lewat mata mungkin bisa terjadi di seluruh tubuh,”ujar Iwach yang juga menjabat Direktur Eksekutif Glaucoma Center di San Francisco, Amerika Serikat, seperti dikutip laman webmd.com.

Daftar penyakit sistemik yang dapat dilihat dari kondisi mata ternyata cukup panjang. Di samping diabetes dan penyakit kardiovaskuler, termasuk juga
aneurisma, HIV/AIDS, kanker, dan penyakit keturunan yang jarang terjadi. Karena itu,para dokter mata menyarankan untuk seseorang agar memeriksa matanya secara berkala. ”Setiap orang harus menjalankan tes pada mata secara komprehensif sebelum berusia 40 tahun,” kata Ruth D Williams MD, seorang ahli mata dan spesialis glaukoma di Wheaton, Illinois, Amerika Serikat.

Dia juga seperti Iwach,menjabat sebagai juru bicara American Academy of Ophthalmology. ”Orang-orang yang memiliki riwayat keluarga pernah menderita penyakit pada mata biasanya dapat mudah terdeteksi secepatnya. Dan siapa saja yang mengalami masalah mata harus segera ke dokter.Tidak perlu menunggu sampai kita mengalami gejala untuk ke dokter karena penyakit mata banyak yang tidak diketahui, yang berarti tanpa gejala,”lanjutnya.

Beberapa keadaan mata yang terkait penyakit sistemik, hanya dapat dilihat oleh spesialis terlatih selama pelaksanaan tes pada mata. Penyakit lainnya biasa ditemukan pada semua orang. Berikut ini disebutkan sejumlah tanda-tanda mata yang paling umum dan apa yang ingin mereka ”katakan” tentang kesehatan Anda. Pertama, mata yang memerah. Bagian lapisan luar transparan mata, yang biasa disebut konjungtiva, diberi makan oleh banyak pembuluh darah kecil.

Jika pembuluh darah pecah, darah dapat membasahi kolam di putih mata (sclera). Sebuah pendarahan subconjunctival ini –seperti yang dikenal di kalangan dokter– dapat disebabkan oleh pukulan keras ke mata. Tetapi dalam banyak kasus, tidak memiliki penyebab yang jelas. ”Namun, pada kasus yang jarang, pendarahan subconjunctival bisa menjadi tanda penyakit tekanan darah tinggi berat atau gangguan platelet, yang dapat mengganggu pembekuan darah,”terang Williams.

Lalu, mata yang terlihat melotot. Meskipun mata menonjol ini mungkin merupakan pengaruh keturunan dari keluarga, kondisi mata seperti ini mungkin
menjadi bukti penyakit tiroid.Tingkat abnormal dari jaringan menyebabkan hormon tiroid di sekitar mata membengkak, membuat kesan bahwa mata
seperti melotot. Kelopak mata yang turun (droopy eyelid) juga salah satu tanda penyakit.Keadaan ini dikenal di kalangan dokter sebagai ptosis, yang bisa disebabkan proses penuaan.

Namun dalam kasus yang jarang,ini adalah bukti terserangnya tumor otak atau penyakit neuromuskuler yang dikenal sebagai myasthenia gravis (MG). Kata Iwach, MG adalah suatu gangguan autoimun yang melemahkan otot seluruh tubuh.Kondisi mata lain yang menjadi gejala penyakit adalah letak pupil
yang tidak biasa. Orang yang sehat biasanya memiliki letak pupil simetris, tetapi memang tidak selalu.

Mereka biasanya berukuran sama dan menunjukkan reaksi yang sama saat terkena cahaya. Jika salah satu pupil terlihat lebih besar dari yang lain atau jika yang satu lebih lambat bereaksi saat terpijar cahaya,mungkin ada masalah medis yang mendasari. Menurut Peter Kastl MD PhD, seorang profesor mata di Tulane University School of Medicine, New Orleans, Louisiana,Amerika Serikat, kemungkinan hal itu tanda penyakit stroke, otak, atau tumor saraf optik, aneurisma otak, sifilis,dan multiple sclerosis (MS).

Akhirnya, terang dia, banyak obat, termasuk obat terlarang, yang bisa menjadikan pupil menjadi lebih kecil atau lebih besar. Bulatan hitam seperti cincin
pada kornea juga bisa jadi tanda penyakit. Sebuah gangguan yang sering terjadi akibat genetika ini dikenal sebagai penyakit Wilson yang dapat
menyebabkan zat tembaga terakumulasi di dalam berbagai jaringan, termasuk di otak dan hati.

Kadang-kadang tumpukan zat tembaga pada mata tersebut terletak pada permukaan bagian dalam kornea (meskipun beberapa ahli menyatakan bisa terjadi di iris, selaput pelangi yang mengelilingi pupil). Sindrom yang dikenal juga dengan ”Kayser-Fleischer rings” itu sendiri tidak berbahaya.Tetapi tanpa perawatan yang tepat,penyakit Wilson dapat berakibat fatal. Salah satu kondisi lain yaitu kelopak mata yang kental.

Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, sebuah penebalan atau deformasi dari kelopak mata adalah tanda neurofibromatosis, yaitu kelainan herediter langka yang ditandai dengan pertumbuhan tumor sepanjang serabut saraf (tumornya sendiri disebut neurofibromas plexiform). Joseph Merrick, tokoh Inggris dari abad ke-19 yang dikenal sebagai Elephant Man,sudah lama didugamemilikineurofibromatosis.

Namun,para ahli sekarang percaya bahwa dia menderita penyakit lain yang jarang diderita yang dikenal sebagai sindrom proteus. Mata kuning juga diketahui merupakan pertanda penyakit. Penyakit hati, termasuk hepatitis dan sirosis, dapat diketahui dari scleras, yaitu selaput putih mata yang berubah menjadi kuning. Warna ini disebabkan oleh penumpukan bilirubin, suatu senyawa yang diciptakan oleh pemecahan hemoglobin, molekul pengangkut oksigen di dalam sel darah merah. Istilah medis untuk mata kuning adalah icterus scleral, meskipun sebenarnya bukan scleras yang kuning,tapi konjungtiva. (rendra hanggara)




Last edited by gitahafas on Sat Jul 10, 2010 5:40 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile Online
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator


Number of posts: 1044
Age: 54
Location: Jakarta
Registration date: 2008-08-27

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Sat May 23, 2009 11:28 am

Cara LASIK:

http://www.metacafe.com/w/1417500/

Dari Ferryal.

_________________

The doctor of the future will give no medicine,
but will instruct his patient in the care of the human frame,
in diet and in the cause and prevention of disease.
Back to top Go down
View user profile http://www.ilunifk83.com
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator


Number of posts: 1044
Age: 54
Location: Jakarta
Registration date: 2008-08-27

PostSubject: Mata Bintit Bukan Karena Ngintip   Sat Aug 15, 2009 10:20 am

Jumat, 14/08/2009 18:06 WIB

Mata Bintit Bukan Karena Ngintip

Vera Farah Bararah - detikHealth


(Foto: adam)
Jakarta, Selama ini mitos yang beredar di masyarakat adalah jika seseorang matanya bintitan, itu disebabkan karena orang tersebut mengintip orang lain saat mandi. Ternyata tak sesederhana itu. Mengintip bukanlah penyebab mata bintit.

Secara medis bintit disebut dengan hordeolum, yaitu benjolan yang terjadi karena adanya infeksi pada kelopak mata. Bintit disebabkan oleh bakteri staphylococcal yang hidup secara normal dan tidak berbahaya pada kulit kelopak mata. Tapi ketika bakteri tersebut terperangkap dalam kantung air mata atau saluran air mata yang sedang sakit akan menyebabkan infeksi seperti jerawat, seperti dikutip dari health, Jumat (14/8/2009).

Rata-rata mata yang bintit bisa menyebabkan rasa sakit yang tidak menyenangkan. Jika bintitnya besar bisa menyebabkan pembengkakan atau sakit kepala bukan main yang berhubungan dengan penglihatan. Dalam kasus tertentu, bintit bisa berpotensi ke kondisi yang lebih serius yang dikenal sebagai blepharitis.

Kebanyakan bintit terjadi di bagian luar kelopak mata, dan biasanya kecil serta hilang tanpa meninggalkan bekas pada kelopak mata. Namun, jika bintitnya internal yaitu terletak di bagian bawah kelopak mata dan biasanya bisa mengeluarkan nanah sehingga membutuhkan bantuan dokter.

Orang kadang sulit membedakan antara bintit dengan kondisi umum lainnya yang dikenal dengan chalazia. Chalazia itu sendiri adalah penyakit bengkak berbentuk bulat tapi non-infeksi yang terjadi sebagai akibat dari terhambatnya saluran di luar permukaan kelopak mata.

Sebaiknya orang yang matanya bintitan membatasi diri keluar rumah, tapi bisa mempercepat proses penyembuhannya dengan cara mengompres air hangat ke daerah tersebut beberapa kali dalam sehari.

Setelah bintit terbuka atau pecah, bersihkan daerah tersebut secara hati-hati dengan air hangat dan mengusapnya dengan kapas beberapa kali sepanjang hari untuk mencegah infeksi berulang atau menyebar. Penanganan ini bisa dilakukan di rumah, tapi jika bintit yang terbuka bercampur dengan debu bisa terjadi bintit kembali. Sebaiknya segera ke dokter agar bisa diberikan antibiotik.

Cara terbaik untuk mencegah terjadinya bintit adalah dengan mencuci tangan secara teratur dan menghindari menyentuh mata. Karena bintit terjadi akibat infeksi, maka dapat menular dari orang ke orang lain melalui sentuhan.

Ini penting khususnya bagi anak-anak, karena sering menggosok mata ketika sedang lelah dan stres tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Sebaiknya ajarkan anak-anak untuk selalu mencuci tangan setelah selesai melakukan kegiatan apapun.

Jadi, mitos bahwa mata bintit terjadi karena suka mengintip adalah tidak benar, karena bintit terjadi akibat infeksi dari bakteri staphylococcal

_________________

The doctor of the future will give no medicine,
but will instruct his patient in the care of the human frame,
in diet and in the cause and prevention of disease.
Back to top Go down
View user profile http://www.ilunifk83.com
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator


Number of posts: 1044
Age: 54
Location: Jakarta
Registration date: 2008-08-27

PostSubject: Dengan Gigi Orang Buta Bisa Melihat Lagi   Fri Sep 18, 2009 1:31 pm

Dengan Gigi Orang Buta Bisa Melihat Lagi

Nurul Ulfah - detikHealth


(Foto: CNN)

Jakarta, Seorang dokter di Amerika menanamkan gigi yang diberi lensa pada mata seorang wanita buta. Ini adalah pertama kalinya gigi ditanamkan pada mata orang buta di Amerika.

Sembilan tahun menderita kebutaan, Sharron Thornton hampir saja bunuh diri karena depresi. Namun keinginannya untuk bunuh diri hilang ketika ia mengetahui bahwa ia bisa melihat lagi melalui gigi yang ditanamkan dokter di matanya.

Para peneliti dari University of Miami Bascom Palmer Eye Institute menawarkan sebuah teknik baru untuk mereka yang tidak bisa melihat. Teknik yang disebut dengan canine atau cuspid dilakukan dengan cara menanamkan (implantasi) gigi sebagai dasar untuk menaruh lensa mata di atasnya.

"Dua minggu setelah operasi, ketajaman penglihatannya terlihat normal kembali," ujar Dr. Victor Perez, profesor ophthalmology dan spesialis kornea seperti dikutip dari CNN, Jumat (18/9/2009).

Thornton adalah manajer sebuah restoran dan ibu dari tiga orang anak di Smithdale, Mississippi. Ia kehilangan penglihatannya pada tahun 2000 setelah terkena sindrom Stevens-Johnson yang diakibatkan obat-obatan yang sering ia minum.

Sindrom Stevens-Johnson adalah sindrom yang sangat jarang terjadi. Penderita biasanya mengalami gejala yaitu kulit merah dan keungu-unguan, kulit bagian atas mati dan berguguran. Jika gejalanya sudah sangat parah bisa kehilangan rambut, kuku dan seluruh kulitnya. Sindrom ini juga menyerang bagian kornea mata.

Gejala itu merupakan reaksi antara membran kulit dan selaput lendir dengan obat-obatan atau infeksi. Namun kebutaan yang dialami Thornton ternyata bisa diatasi oleh para ahli operasi di Amerika tanpa menunggu adanya donor mata.

"Teknik operasi yang disebut Modified Osteo-Odonto Keratoprosthesis (MOOKP) terbukti efektif untuk orangbuta yang korneanya rusak," ujar Perez.

Prosedur pertamanya yaitu gigi yang sehat diambil dari pasien, lalu gigi dipahat dan disesuaikan ukurannya dengan ukuran mata, kemudian ditanam pada daging yang ada di mata. Gigi digunakan para ahli karena struktur dan komposisinya yang kuat dan tidak mudah rusak.

Kini Thornton bisa melihat lagi meskipun matanya terasa tidak enak dipandang, namun ia tidak peduli. "Bisa melihat lagi saja sudah membuat saya merasa sangat bersyukur," ujar Thornton.

Sebelumnya peneliti di Spanyol juga mengembangkan sebuah instrumen yang bisa membuat orang buta melihat melalui lidah. Alat yang disebut Brain Port itu diletakkan dalam lidah orang buta, dan bekerja melalui sensasi atau rangsangan dari luar.

Alat yang berukuran lebih kecil dari materai atau perangko itu tersambung dengan kamera video digital. Melalui kamera itu, gambaran visual akan muncul dan dikonversi menjadi stimulasi tertentu pada lidah yang akan terasa seperti suatu getaran

_________________

The doctor of the future will give no medicine,
but will instruct his patient in the care of the human frame,
in diet and in the cause and prevention of disease.
Back to top Go down
View user profile http://www.ilunifk83.com
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Thu Dec 17, 2009 6:47 am

TERAPI SEL PUNCA KEMBALIKAN PENGLIHATAN
Jumat, 25 Juni 2010 | 10:57 WIB
Kompas.com - Puluhan orang yang mengalami kebutaan atau menderita kerusakan penglihatan akibat terkena bahan kimia, kini mendapatkan penglihatannya kembali berkat transplantasi sel punca. Kesuksesan terapi sel tersebut dilaporkan oleh para ilmuwan Italia. Dalam riset mereka 82 dari 107 mata yang rusak bisa dipulihkan. Bahkan, seorang pria yang matanya hampir buta selama 60 tahun terakhir ini kini penglihatannya hampir mendekati normal. Transplantasi sel punca (stem cell) menawarkan harapan pada ribuan orang di seluruh dunia yang mengalami luka bakar akibat zat kimia pada bagian kornea. Namun, terapi ini belum bisa diterapkan pada kerusakan yang terjadi di saraf optik atau penurunan makula yang melibatkan retina.

Selain itu, terapi ini juga tidak bisa diberikan pada orang yang kedua matanya buta karena dokter memerlukan paling tidak jaringan yang sehat untuk dicangkokkan.
Dalam studi yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine, para ilmuwan mengambil sedikit contoh sel punca dari mata pasien yang sehat kemudian membiakannya di laboratorium sebelum dicangkokkan pada bagian mata yang terbakar.

Sel yang dicangkokkan ternyata mampu tumbuh di jaringan kornea dan menggantikan sel yang rusak. Karena sel punca diambil dari tubuh mereka sendiri maka pasien tidak perlu mengonsumsi obat anti penolakan, seperti halnya pada pasien cangkok organ yang berasal dari donor organ. Sel punca dewasa, yang bisa diambil dari seluruh bagian tubuh, telah lama dipakai untuk mengobati penyakit kanker darah, seperti leukemia atau anemia bulan sabit. Namun mengembalikan penglihatan merupakan hal yang baru.

Saat ini, pasien yang mengalami mata terbakar diterapi dengan kornea buatan. Hal ini seringkali menimbulkan komplikasi, seperti infeksi dan glaukoma. Pasien juga bisa mendapatkan cangkok dari sel punca hewan, namun seringkali mendapat penolakan tubuh. Dalam penelitian yang dilakukan ilmuwan Italia ini, pasien yang sudah mendapatkan cangkok sel punca terus diikuti perkembangan kesehatannya selama 3 tahun, bahkan ada yang sampai 10 tahun. Hampir sepertiga dari 106 pasien mampu dipulihkan penglihatannya. Namun sekitar 13 persen dinyatakan berhasil separuh karena meski penglihatan mereka meningkat, namun mereka masih mengalami semacam kabut di kornea.





Last edited by gitahafas on Sat Jul 10, 2010 4:38 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Fri Jan 01, 2010 8:22 pm

IMPLAN TELESKOP, CEGAH KEBUTAAN
Kamis, 8 Juli 2010 | 07:49 WIB
Kompas.com - Teknologi kedokteran yang terus berkembang membawa harapan baru bagi penanganan berbagai penyakit. Orang usia lanjut yang terancam kebutaan pun kini bisa ditolong dengan implantansi teleskop mini yang diletakkan di dalam mata. The Implantable Miniature Telescope tersebut ditujukan untuk mencegah kebutaan, khususnya pada penderita penyakit degenerasi makula, salah satu penyebab utama kebutaan pada orang berusia di atas 50 tahun. Penyakit ini menyebabkan penglihatan sentral menjadi gelap sehingga seseorang akan sulit membaca, menonton televisi atau mengenali wajah. Diharapkan teleskop mini yang diimplan tersebut akan membantu meningkatkan fungsi penglihatan sentral. Sementara itu fungsi penglihatan sekelilingnya biasanya masih cukup baik.

"Operasi ini memang tidak mengembalikan pengelihatan seperti saat orang berusia 20 tahun, namun fungsi retina bisa ditingkatkan. Kalau sebelumnya sulit melihat keseluruhan wajah orang lain, dengan operasi ini mungkin tinggal hidungnya saja yang terlihat samar-samar," kata Dr.Kathryn Colby, ahli mata dari Harvard.
Dalam uji klinis terhadap 210 pasien, diketahui 90 persennya megnalami peningkatkan fungsi penglihatan. Kendati demikian FDA juga mengingatkan adanya efek samping dari operasi implan tersebut, yakni kerusakan kornea dan perburukan penglihatan.




Last edited by gitahafas on Sat Jul 10, 2010 4:39 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Sun Jan 03, 2010 4:40 pm

JUMLAH DONOR MATA BESAR
Kamis, 3 September 2009 | 13:39 WIB
Yogyakarta, Kompas - Jumlah masyarakat yang ingin mendonorkan kornea mata ternyata besar. Berdasarkan data yang masuk ke Bank Mata-Rumah Sakit Mata Dokter Yap, calon donor yang ingin menyumbangkan mata mencapai 1.640 orang. Sementara itu, jumlah resipien yang ingin mendapat bantuan mata sehat mencapai 131 orang. Hal ini diungkapkan Agus Pujianto, Kepala Seksi Humas RS Dr Yap Yogyakarta, yang dibenarkan oleh dokter spesialis mata sekaligus Bagian Sumber Daya Manusia Bank Mata, Agus Supartoto, Rabu (2/9). Agus Pujianto mengatakan hal ini di sela-sela proses pengambilan mata milik almarhumah Ny SS (81), warga Sorosutan, Yogyakarta, di Instalasi Forensik RSUP Dr Sardjito. SS adalah pendonor mata yang meninggal Rabu pagi karena sudah sakit tua setelah menjalani perawatan di Sardjito. Proses pencangkokan kornea mata terhadap penerima akan berlangsung di RSUP Dr Yap. "Di Sardjito hanya pengambilan kornea saja, sedangkan siapa nanti yang bakal menerima donor akan diseleksi dulu. Ada tim seleksinya," ujar Pujianto. Menurut dia, tahun lalu Bank Mata melakukan tujuh kali pencangkokan kornea, tahun ini hingga bulan Agustus sudah ada 22 kali pencangkokan.

Asing
Calon donor yang melalui Bank Mata tidak hanya berasal dari DIY, melainkan juga dari luar daerah, termasuk warga negara asing. Mereka adalah orang-orang yang tergerak hatinya untuk menyumbangkan indera penglihatannya yang sudah tidak berguna untuk kebaikan orang lain. Namun, tidak semua kornea bisa dicangkokkan ke resipien. Ada beberapa kornea yang tidak bisa didonorkan, antara lain sudah cacat atau keruh, bekas penyakit tertentu, atau terlalu tua. Mata pendonor yang menderita penyakit menular juga tidak bisa diberikan ke orang lain. Sementara itu, mata yang bisa dicangkok apabila resipien mengalami kekeruhan kornea akibat infeksi oleh pekerjaan atau kecelakaan. Bisa juga lantaran kornea keruh akibat bawaan sejak lahir (distrofi kornea), ataupun bekas operasi yang kemudian berakibat pada komplikasi kornea. Pujianto mengatakan kendala utama donor kornea adalah keberadaan calon donor. Acap kali calon donor bepergian sehingga keberadaannya sulit dipantau. Padahal, kornea tersebut harus diambil secepatnya begitu yang bersangkutan meninggal dunia. (WER)



JUMLAH DONOR KORNEA MATA MINIM
Lusia Kus Anna | Selasa, 28 Juni 2011 | 09:51 WIB
JAKARTA, KOMPAS - Minimnya donor kornea mata di Indonesia menyebabkan operasi kornea mata masih bergantung pada pasokan kornea dari luar negeri. Tahun 1968 hingga kini, total donor kornea mata di Indonesia 18.000 orang. ”Di luar Jakarta jumlah donor sangat minim,” kata Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Penyantun Mata Tunanetra Indonesia/Bank Mata Indonesia, Tjahjono Darminto Gondhowiardjo, akhir pekan lalu. Pencangkokan kornea masih bergantung pada kiriman dari luar negeri, terutama Amerika Serikat. Dari sekitar 4.000 kasus transplantasi kornea, sekitar 3.000 donor berasal dari luar negeri. Kebutaan kornea disebabkan penyakit bawaan (genetik) dan kecelakaan. Penderitanya bertambah setiap tahun. Di Indonesia, kebutaan kornea penyebab terbesar kedua kebutaan setelah katarak. Tak kurang dari 24.000 penduduk Indonesia mengalami kebutaan kornea. Kebutaan jenis ini hanya bisa ditanggulangi dengan pencangkokan kornea dari donor. Namun, penderita kebutaan kornea tak bisa langsung dioperasi karena kornea mata donor baru bisa diambil setelah donor meninggal dunia.

Butuh dorongan
Donor kornea didahului mendaftar di bank mata. Calon donor bisa mendaftar online di situs bank mata. Menurut Tjahjono, minimnya jumlah donor disebabkan kurangnya dukungan pemerintah. Di Singapura, pemerintah tak hanya mengalokasikan anggaran untuk kegiatan bank mata, tetapi juga menetapkan setiap warga yang meninggal adalah calon donor, kecuali membuat pernyataan menolak menjadi donor. Di Filipina, ada peraturan yang memudahkan mendapat donor kornea dari korban kecelakaan yang meninggal di rumah sakit. Deradjad S Widhyharto, pengajar Sosiologi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, UGM, mengatakan, faktor budaya dan nilai agama turut menyebabkan minimnya jumlah donor organ tubuh di Indonesia. Organ tubuh dianggap bagian privat dari tubuh sehingga seseorang tidak akan mudah menyumbangkannya kepada orang lain. Pemuka agama dan tokoh masyarakat harus diajak membicarakan masalah itu. Merekalah yang bisa memberi pemahaman kepada publik. Selain itu, pemerintah juga harus mengambil peran sentral menyosialisasikan itu kepada masyarakat. (ARA)


Last edited by gitahafas on Thu Jun 30, 2011 5:13 pm; edited 9 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Fri Jan 22, 2010 11:05 am

DONOR KORNEA, BUTUH DUKUNGAN KELUARGA
Laporan wartawan KOMPAS Idha Saraswati W Sejati Minggu, 25 April 2010 | 22:13 WIB
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Keberhasilan donor kornea mata sangat tergantung pada dukungan dari anggota keluarga pendonor. Ketia pendonor kornea meninggal dunia, ahli waris dari pendonor kornea diharapkan bisa segera melapor ke Bank Mata agar kornea pendonor bisa digunakan. Ketua Perkumpulan Penyantun Mata Tunanetra Indonesia/Bank Mata cabang Yogyakarta Wasisdi Gunawan menuturkan, dulu kegiatan operasi transplantasi kornea yang dilakukan Bank Mata Yogyakarta sangat tergantung pada kiriman donor dari luar negeri. Namun seiring dengan meningkatnya kesadaran ahli waris pendonor, ketergantungan terhadap donor kornea dari luar negeri mulai menurun.

Sekarang secara umum kesadaran ahli waris sudah membaik. "Begitu pendonor meninggal, anggota keluarga segera menghubungi kami sehingga kami bisa segera mengambil tindakan," katanya, Minggu (25/4/2010) saat ditemui di sela-sela sarasehan pendonor mata di Rumah Sakit Mata Dr YAP Yogyakarta.
Hingga April 2010, total ada 1654 calon donor mata di Bank Mata Yogyakarta. Sedangkan jumlah calon penerima donor mata mencapai 285 orang. Kornea mata baru diambil setelah pendonor meninggal dunia. Oleh karena itu, kesadaran anggota keluarga pendonor untuk melaporkan meninggalnya pendonor sangat penting.
Menurut dia, kualitas kornea sangat tergantung pada waktu pengambilannya. Begitu seorang pendonor meninggal dunia, korneanya harus sudah diambil dalam waktu maksimal enam jam setelah meninggal. Lebih dari waktu tersebut, kornea tidak akan bisa didonorkan.


Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 10:23 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Mata   Fri Jan 22, 2010 9:02 pm

MENKES RESMIKAN KLINIK MATA“AINUN HABIBIE”
Suara Pembaruan Senin 9 Agustus 2010
[BOGOR] Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih meresmikan klinik mata “dr Hasri Ainun Habibie” di Gedung PPMT/Bank Mata Jl dr Semeru, Bogor, Minggu (8/Cool. Peresmian klinik itu dihadiri mantan Presiden Prof Dr Ing Habibie, Wali Kota Bogor Diani Budiarto dan Istri Hj Fauziah Diani Budiarto yang juga Ketua PPMT (Perkumpulan Penyantun Mata Tuna Netra Indonesia /Bank Mata Cabang Bogor, dan jajaran Depkes RI.

Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan pemberian nama klinik dr Hasri Ainun Habibie untuk mengenang jasa-jasanya. Semasa hidup, Hasri Ainun Habibie, adalah dokter dan pejuang kemanusiaan yang mempunyai pengabdian sangat besar khususnya masalah indra penglihatan dan tunanetra.
“Hatinya yang lembut dan perasaannya yang peka segera tersentuh dan dapat merasakan penderitaan kesulitan yang dihadapi para tunanetra yang kehilangan indra penglihatannya,” kata Endang.

Nama Ibu Hasri Ainun Habibie tercatat dalam tinta emas karena jasa-jasanya di bidang Kesehatan khususnya di bidang kesehatan mata, sehingga ia mendapat pengakuan dari Pemerintah tentang legalitas keberadaan donor mata atau donor kornea di Indonesia.
Selain itu, lanjut Endang, Ibu Hasri Ainun Habibie telah berjuang bagi dikeluarkannya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang tidak hanya membolehkan donor mata, tapi juga menganjurkan donor mata bagi umat Islam.

Almarhum Hasri Ainun Habibie menginginkan makin ditingkatkannya bank mata di Indonesia dengan syarat-syarat prosedur tertentu, serta adanya mekanisme wakaf mata yang diharapkan akan memberikan manfaat besar bagi penyandang tunanetra. “Keinginan Ibu Hasri Ainun Habibie akan Fatwa donor mata sudah terwujud, meskipun baru menghalalkan donor bagi penyandang cacat tunanetra,” ungkapnya. Keberadaan Bank Mata akan membantu para tuna netra terutama dari golongan tidak mampu, karena umumnya penderita kebutaan banyak diderita oleh masyarakat yang kurang mampu. [126]


Last edited by gitahafas on Sun Aug 22, 2010 9:08 am; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
 

Kesehatan Mata

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 21Goto page : 1, 2, 3 ... 11 ... 21  Next

 Similar topics

-
» Kesehatan Mata
» Latihan Akurasi Mata
» Tips Menghindari Mata Lelah Di Depan Komputer
» [Tips] menjaga kesehatan
» Gadis memiliki kemampuan mata X-RAY

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-