Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Influenza & Penyakit Virus Lain

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Wed Jan 19, 2011 7:22 pm

BERAPA LAMA KUMAN FLU BERTAHAN DILUAR TUBUH?
Rabu, 19/01/2011 15:46 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Kuman flu diketahui mudah menyebar di udara dan bisa menginfeksi siapa saja yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Tapi sebenarnya berapa lama kuman flu ini bisa bertahan di luar tubuh? Untuk menentukan berapa lama kuman flu bisa bertahan di luar tubuh ternyata bervariasi dan tergantung pada di mana tetesan cairan atau udara yang mengandung kuman tersebut jatuh. Seperti dikutip dari Mayo Clinic, Rabu (19/1/2011), beberapa percobaan menunjukkan waktu kelangsungan hidup yang potensial dari kuman flu ini mulai dari beberapa menit hingga 48 jam atau lebih tergantung dari permukaan apa yang menjadi wadah jatuhnya tetesan cairan berisi virus tersebut. Sedangkan untuk mengetahui berapa lama kuman tersebut mampu menginfeksi manusia dalam kehidupan sehari-hari lebih sulit untuk diketahui.

Para peneliti telah berulang kali menemukan bahwa kuman flu umumnya aktif lebih lama jika terjatuh di permukaan stainless steel, plastik atau permukaan keras lainnya, dibanding jika ia jatuh di kain atau permukaan yang lunak. Selain itu beberapa faktor lainnya juga turut mempengaruhi berapa lama kuman flu bisa tetap aktif di luar tubuh, seperti jumlah virus yang ada di atas permukaan, suhu dan kelembaban lingkungan sekitarnya.

Hal yang penting untuk dicatat adalah virus flu menyebar terutama saat seseorang yang tidak terinfeksi memiliki kontak langsung misalnya melalui jabat tangan dengan orang yang terinfeksi. Sedangkan penyebaran lainnya terjadi secara tidak langsung, misalnya mengusap hidung setelah memegang suatu barang yang mengandung kuman flu. Salah satu cara terbaik untuk menghindari kuman flu atau pilek adalah sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau pembersih tangan berbasis alkohol. Selain itu cobalah menghentikan kebiasaan buruk menggosok-gosok mata atau menggigit kuku.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Wed Jan 19, 2011 7:38 pm

TIP JAUHI TUBUH DARI VIRUS FLU
Rabu, 19 Januari 2011 - 15:52 wib Fitri Yulianti - Okezone
MUSIM penghujan tiba. Biasanya, penyakit flu mudah menular di musim ini, bahkan bila Anda hanya berjabat tangan dengan seseorang yang terkena flu. Jadi, simak cara termudah menghindari tubuh dari virus flu. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa mencuci tangan atau menggunakan larutan sterilisasi bisa bermanfaat lebih banyak untuk menghentikan penyebaran flu. Penelitian yang dihelat di Fakultas Kedokteran Universitas Virginia tersebut juga menunjukkan, penyebaran virus flu bukan hanya lewat kontak fisik. Kontak dengan benda yang sebelumnya tersentuh penderita flu juga menyebabkan Anda terserang flu.

Ingat, virus flu tidak berumur pendek. Virus flu dapat mempertahankan kekuatannya untuk menyebarkan penyakit hingga tiga jam setelah menempel dan mengering. Dan, jangan menggosok hidung dan mata tanpa tisu atau alat pembersih, karena ini adalah sumber lendir yang sarat dengan virus flu. Demikian seperti dikutip dari Thirdage. Sebaiknya, Anda tidak berdekatan dengan orang yang sedang flu. Tim peneliti menganalisis pasangan menikah di mana salah satu pasangan (suami/istri) menderita flu. Hasilnya, sebanyak 38 persen pasangan yang sehat tertular flu dari pasangannya. Jadi, kalau anggota keluarga Anda terserang flu dan Anda ingin menghindari penularannya, simak tipnya:

1. Minta mereka menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.

2. Minta mereka untuk mencuci tangan sesering mungkin dan dengan cara yang benar.

3. Jangan pernah menyentuh mulut, hidung, atau mata tanpa mencuci tangan Anda.

4. Anda juga harus menghindari barang-barang pribadi yang dipakai bersama, seperti peralatan mandi, handuk, dan bantal.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Tue Feb 15, 2011 1:56 pm

BAHAYA BERSIN BAGI LINGKUNGAN
Selasa, 8 Februari 2011, 09:29 WIB Muhammad Firman
VIVAnews - Menurut laporan terbaru yang dipublikasikan Journal of Royal Society Interface, satu kali bersin bisa mengontaminasi sebuah ruangan untuk periode waktu lebih dari satu jam. Peneliti dari Virginia Tech, Amerika Serikat menganalisis sampel udara dari tiga buah pesawat terbang, ruang tunggu pada sebuah klinik kesehatan, dan tiga ruang perawatan. Hasilnya, separuh sampel udara yang diperoleh mengandung partikel udara yang terkontaminasi virus flu. “Dari rata-rata, satu meter kubik udara yang dijadikan sampel tercatat mengandung lebih dari 16 ribu partikel virus flu,” kata Linsey Marr, ketua tim peneliti dari Virginia Tech, seperti dikutip dari MedIndia, Senin 7 Februari 2011.

Virus tersebut, menurut Marr, masih tetap aktif di udara meskipun telah lebih dari satu jam keluar dari saluran pernafasan penderita flu yang bersin. Marr menyebutkan, mengingat tingginya konsentrasi virus tersebut di udara, jika seseorang terus menghirup udara di ruangan tersebut selama satu jam, jumlah virus sudah cukup untuk memicu infeksi. “Partikel udara yang mengandung virus tersebut cukup kecil hingga memungkinkan satu partikel terkecil sekalipun bisa bertahan selama beberapa hari,” ucap Marr. (art)
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Tue Feb 15, 2011 1:56 pm

BERSIN SEKALI SUDAH BISA TULARKAN FLU
Rabu, 02/02/2011 16:46 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Hanya diperlukan satu kali bersin dari seorang penderita flu untuk menyebarkan kuman di seluruh ruangan dan selanjutnya kontaminasi dari virus flu ini bisa berlangsung selama berjam-jam. Flu merupakan salah satu penyakit yang paling mudah dan cepat menular. Hal ini karena hanya diperlukan satu kali bersin dari orang yang flu untuk menyebarkan penyakit ini ke orang lain. Peneliti mengungkapkan tetesan kecil dari batuk atau bersin yang terinfeksi bisa mengapung di sekitar udara dalam konsentrasi yang cukup besar untuk menyebarkan penyakit. Karenanya sangat mudah bagi seseorang untuk tertular flu jika berada dalam ruangan yang sama. Menghirup udara yang mengandung virus flu dari satu ruangan, pesawat, kereta atau angkutan umum lainnya bisa menginfeksi orang hanya dalam waktu 1 jam dari bersin orang yang kena flu.

Hasil temuan ini turut membenarkan nasihat lama yang mengatakan berada di ruang tunggu dokter bisa membuat seseorang menjadi sakit, serta banyaknya wisatawan yang sakit saat melakukan perjalanan. Peneliti dari Virginia Tech, Amerika Serikat mengumpulkan sampel udara dari ruang tunggu sebuah klinik kesehatan, tiga ruang perawatan dan tiga penerbangan lintas negara. Didapatkan setengah dari sampel tersebut mengandung tetesan kecil udara yang berisi virus flu. "Mengingat konsentrasi dan jumlah virus yang ada, maka seseorang yang menghirup udara lebih dari satu jam sudah cukup untuk menginduksi infeksi," ujar Dr Linsey Marr selaku pemimpin studi, seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (2/2/2011).

Hasil yang didapatkan adalah setiap satu meter kubik udara rata-rata mengandung 16.000 partikel virus flu, dan virus flu yang ada di seberang tetap bisa bertahan di udara selama berjam-jam. Hasil ini telah dipublikasikan dalam Journal of the Royal Society Interface. "Aerosol virus yang cukup kecil tetap bisa bertahan di udara selama berhari-hari. Dalam hal ini virus flu di udara bisa hilang melalui mekanisme seperti ventilasi yang biasanya memerlukan waktu satu jam," ungkapnya. Saat seseorang batuk umumnya akan mengeluarkan 3.000 tetesan air liur dengan kecepatan hingga 50 mph (meter per jam), sedangkan jika seseorang bersin akan mengandung 40.000 tetesan dengan kecepatan lebih dari 100 mph (meter per jam).
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Tue Feb 15, 2011 1:57 pm

WASPADAI KUMAN DALAM BUS DAN KERETA API
Minggu, 23 Januari 2011 | 15:47 WIB
TEMPO Interaktif, Nottingham -Transportasi umum terbukti berbahaya bagi kesehatan karena menjadi perantara penularan influenza. Sebuah studi menunjukkan bahwa anda berpeluang terkena infeksi pernafasan akut (ISPA) jika anda baru saja menggunakan bus atau kereta api. Namun orang yang sehari-hari menggunakan kendaraan umum tampaknya memiliki kekebalan dibandingkan orang yang hanya sesekali menumpang bus atau kereta api.

Temuan studi tentang hubungan antara transportasi publik dan risiko penularan penyakit pernafasan yang dilakukan para pakar di University of Nottingham, Inggris itu telah dipublikasikan dalam Journal BMC Infectious Diseases. "Walau harus dikonfirmasi dengan studi lanjutan, temuan ini membuktikan pentingnya mempraktekkan hygiene tangan dan pernafasan yang baik ketika menggunakan transportasi publik selama periode ketika virus flu bersirkulasi dan pada saat anda berpotensi menyebarkan kuman kepada yang lain ketika anda menderita penyakit pernafasan," kata Jonathan Van Tam, dosen perlindungan kesehatan di School of Community Health Science dan Direktur Health Protection Research Group.

Hubungan antara penggunaan transportasi umum dan penularan ISPA belum sepenuhnya dipahami tapi dipandang sangat penting selama epidemi dan pandemi. Riset ini memperlihatkan bahwa munculnya gejala penyakit dalam jangka waktu lima hari setelah menggunakan bus atau kereta api diasosiasikan dengan associated kenaikan risiko tertular ISPA hampir enam kali lipat.

Studi kasus kontrol yang dilakukan Joy Troko, mahasiswa kedokteran University of Nottingham itu berlangsung pada musim influenza 2008/2009, 2 Desember 2008 hingga 15 Januari 2009, dengan puncak pada awal Januari. Riset ini melibatkan 138 pasien, 72 kasus ISPA dan 66 pasien kontrol, yang diminta mengisi kuosioner apakah pernah menumpang bus atau kereta api dalam lima hari sebelum menunjukkan gejala flu.

"Kami menemukan asosiasi yang signifikan secara statistika antara ISPA dan penggunaan kendaraan umum dalam lima hari sebelum munculnya gejala," kata Van Tam. "Orang yang hanya sesekali menggunakan transportasi publik tampaknya menghadapi risiko paling tinggi. Data ini sangat valid jika kita berpikir tentang kemungkinan pengembangan antibodi protektif terhadap virus penyakit pernafasan biasa jika berulang kali terekspos.” Temuan tersebut membedakan implikasi untuk infeksi pernafasan akut musiman dan untuk pandemi influenza. Van Tam mengatakan, dalam kasus pandemi mereka tak punya peluang untuk membangun kekebalan karena penyakit itu disebabkan sejenis virus baru.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Tue Feb 15, 2011 1:58 pm

10 HAL PENYEBAB FLU
Selasa, 18 Januari 2011 | 10:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jangan meremehkan penyakit influenza (flu). Bukan hanya flu babi yang berbahaya, flu pada umumnya juga harus kita waspadai. Banyak hal yang tanpa kita sadari memungkinkan kita terserang flu. Berikut 10 hal yang perlu Anda simak untuk lebih berhati-hati di musim flu seperti sekarang ini:

1. Terlalu cemas
Kekhawatiran kita akan datangnya penyakit justru hanya akan membuat kita sakit. Misalnya kekhawatiran akan virus flu babi. Virus H1N1 belum terbukti lebih mengancam daripada flu musiman biasa. Kebanyakan orang yang pernah terserang flu babi, jika sembuh akan sepenuhnya pulih. Penelitian menunjukkan bahwa kecemasan dapat saja mewujudkan apa yang kita cemaskan itu sendiri. Jadi, tak perlu cemas karena kecemasan hanya akan melemahkan sistem kekebalan tubuh kita.

2. Berpelukan, berciuman, dan berjabat tangan
Apa yang begitu berbahaya tentang jabat tangan yang sederhana? Kontak erat dengan individu yang terinfeksi adalah salah satu cara termudah beerpindahnya virus.Itu tidak berarti Anda harus antisosial selama musim flu, tapi Anda harus menyadari peluang perpindahan virus dalam sebuah kesempatan. Jika Anda berjabat tangan dengan orang lain, usahakan jangan dulu menyentuh mulut atau mata sebelum Anda mencuci tangan. Sebuah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merekomendasikan untuk menjaga penyangga enam kaki dari orang-orang sakit untuk mengurangi kemampuan virus untuk menyebar. Jadi, sebagai tindakan pencegahan, segala macam salam budaya - dari berjabat tangan untuk memeluk untuk mencium di pipi - semakin kapak.

3. Merokok
Merokok dapat melemahkan fungsi bulu-bulu halus dalam hidung unk menyaring udara ke paru-paru, sehingga kuman akan terperangkap dan masuk ke paru-paru. Hal ini mengakibatkan tubuh Anda lebih rentan terhadap serangan penyakit. Pascal James Imperato, MD, dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat di SUNY Downstate Medical Center, di Brooklyn memperingatkan bahwa kerusakan paru-paru sebelumnya, seperti yang disebabkan oleh merokok, dapat meninggalkan risiko yang lebih besar adanya komplikasi serius. "Perokok kronis selalu jauh lebih rentan terhadap infeksi pernafasan. Mereka telah merusak paru-paru, sehingga mereka lebih rentan terhadap penyakit," kata James.

4. Olahraga terlalu sering
Kebiasaan berolahraga dalam jumlah yang berlebihan justru akan melemahkan sistem kebalan tubuh kita. Tahukah Anda jika pusat latihan kebugaran merupakan tempat yang banyak mengandung kuman? Mulai dari treadmill dan alat-alat fitness yang penuh keringat, bangku, ruang ganti, dan mungkin saja di tas yang Anda bawa pulang sudah ada kuman yang menempel. Namun ini tak berarti Anda harus berhenti fitness. Untuk menjaga diri dari serangan virus, lap terlebih dahulu mesin dan alat-alat fitness yang ingin Anda gunakan. Usai latihan, jangan lupa untuk cuci tangan.

5. Minum minuman beralkohol
Sebuah studi baru-baru ini di BMC Immunology menemukan bahwa tikus yang mengkonsumsi alkohol dalam jumlah besar dalam waktu singkat sistem kekebalan tubuhnya melemah dan mungkin memiliki waktu yang lebih sulit melawan infeksi selama minimal 24 jam.
Efek samping lainnya dari minum alkohol terlalu banyak ialah alkohol dapat dengan cepat dan mudah mengakibatkan dehidrasi yang mengganggu kemampuan hidung dan tenggorokan untuk menyaring kuman dan mengusir mereka dalam bentuk lendir.

6. Terlalu mengandalkan antibakteri pada gel pencuci tangan
Anda yang terbiasa menggunakan gel pencuci tangan, periksa dahulu bahan yang terkandung di dalamnya. Gel antibacterial yang baik mengandung 60 hingga 95 persen alkohol, etanol, atau isopropanol. Gel pencuci tangan memang efektif membunuh kuman jika tidak tersedia wastafel di dekat Anda, namun jangan lupa untuk tetap mencuci tangan seperti biasa menggunakan air bersih. Hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa gel pencuci tangan mampu membunuh virus. Mencuci tangan dengan sabun dan air tetaplah cara terbaik untuk membasuh kuan.

7. Tidak mencuci tangan dengan benar
Banyak orang tidak mencuci tangan mereka dengan benar. Cuci tangan sebanyak sepuluh kali sehari adalah salah satu cara yang dianjurkan untuk mencegah datangnya virus penyebab flu. Namun, masih banyak orang yang tidak segera mencuci tangannya setelah batuk dan bersin. Banyak juga ditemukan orang mencuci tangannya kurang dari 15 detik, padahal para ahli menganjurkan untuk mencuci tangan setidaknya 20 detik atau lebih. Gosoklah seluruh permukaan tangan antara jari dan pastikan tangan benar-benar kering setelahnya. Matikan keran dan lampu kamar mandi serta membuka pintu dengan tissue untuk menaga tangan tetap bersih.

8. Penggunaan masker wajah yang salah
Sejak September lalu, masker wajah sudah tidak dianjurkan lagi untuk digunakan di dalam rumah dan lingkungan pekerjaan. Namun masih banyak yang menggunakannya terutama jika mereka berada dalam kondisi flu berat atau karena sehari-hari berhadapan dengan orang sakit. Masker adalah sarang virus. Pastikan Anda memakai dan membuangnya dengan benar. Jangan sampai menyentuh bagian depan yang paling mungkin terkontaminasi virus. Setelah itu, pastikan Anda selalu cuci tangan dengan benar hingga bersih.

9. Minum obat flu sebelum waktunya
Di tengah kepanikan akan virus flu babi, banyak orang lalu mencari dan membeli persediaan obat antivirus untuk antisipasi. Namun, kebanyakan dari mereka tidak akan, bahkan mungkin tidak akan pernah membutuhkannya. Obat antivirus seperti Tamiflu, harus diberikan sesuai anjuran dan resep dokter. Hal ini karena dosis yang tak tepat dapat membuat virus menjadi resisten terhadap obat-obat tersebut.

10. Menganggap enteng setiap hal
Ini mungkin tampak bertentangan, tetapi nyatanya pendekatan paling sehat untuk musim flu adalah untuk mengambil posisi di antara panik dan ketidakpedulian. Anda mungkin menganggap bahwa Anda terlalu muda atau terlalu sehat untuk terserang influenza. Biasanya, pasien flu berisiko tinggi berusia setidaknya 65 tahun, di bawah dua tahun, wanita hamil, atau sudah pernah ada kondisi medis sebelumnya. Pada akhirnya, semua ini intinya adalah kelompok umur atau status kesehatan tidak membuat Anda terkalahkan, dan kita semua harus mengambil tindakan pencegahan flu secara serius
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Tue Feb 15, 2011 1:59 pm

TELINGA TERGANGGU AKIBAT FLU
Minggu, 16 Januari 2011 | 17:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Liburan berbuah penyesalan. Begitulah yang kini menerpa Dina Amalia, 29 tahun (bukan nama sebenarnya), dan suaminya. Menjelang akhir tahun lalu, pasangan yang bekerja di kawasan Mega Kuningan ini mengajak kedua buah hati mereka, Nindi, 7 tahun, dan Nanda, 4 tahun, berlibur ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Baik Dina maupun suaminya, Baskoro, 33 tahun, tak terlalu hirau dengan kondisi kesehatan Nanda, yang suaranya mendadak terdengar agak bindeng. Waktu itu mereka mengira si bungsu cuma terserang gejala flu dan pilek ringan sehingga acara berlibur tetap berlanjut sesuai dengan jadwal. "Cuma, mungkin karena pengaruh obat flu, begitu di pesawat Nanda langsung terlelap," kata Dina kepada Tempo awal pekan lalu.

Begitu tiba di Lombok pun, Dina melanjutkan, ia tak terlalu memperhatikan ada perubahan pada putra keduanya itu. Namun, ketika bercengkerama di penginapan, Nanda seperti tak acuh dengan lingkungan sekitar. Setiap disapa, ia baru merespons bila sembari disentuh. "Begitu kami cek ke (dokter) spesialis THT (telinga, hidung, tenggorokan), rupanya sesuatu yang buruk menimpa Nanda dan harus menjalani operasi," kata Dina. Sosialisman, dokter spesialis THT, membenarkan anggapan bahwa kondisi pilek saat terbang akan berbahaya bagi kesehatan telinga. "Akan menyebabkan gangguan di telinga tengah," ujarnya ketika ditemui di tempat prakteknya di kawasan Ciranjang, Jakarta Selatan, pekan lalu.

Telinga manusia, ia menjelaskan, terbagi dalam tiga bagian, yaitu telinga luar, tengah, dan dalam. Telinga luar dan tengah dibatasi oleh gendang telinga. Adapun rumah siput dan labirin ada di telinga dalam. Telinga juga menyambung ke hidung. Di antara keduanya ada suatu saluran yang disebut tuba eustachius. "Jika seseorang batuk dan pilek, kuman dari hidung masuk ke telinga tengah melalui tuba eustachius," ujar Sosialisman. Tuba eustachius, ia melanjutkan, akan tertutup dalam keadaan normal dan terbuka saat seseorang menguap atau menelan. Namun di dalam kabin pesawat, khususnya saat take off (akan terbang) maupun mendarat, biasa terjadi perbedaan tekanan udara. Akibatnya, saluran tuba eustachius tertutup sehingga udara akan berkumpul dan menekan telinga tengah.

"Ini yang menyebabkan telinga jadi enggak nyaman, rasanya seperti budek dan mendengung," kata Sosialisman, yang juga Ketua Kelompok Studi Otologi Perhimpunan Dokter Spesialis THT Indonesia. Dibanding pada orang dewasa, saluran tuba eustachius pada bayi dan anak-anak lebih pendek serta lebih mendatar sehingga akan lebih mudah terganggu. Apalagi jika mereka dalam kondisi pilek. Karena itu, sebaiknya, baik orang dewasa maupun anak-anak bahkan bayi, diobati dulu penyakitnya sebelum terbang.

Khusus buat bayi dan balita, untuk menyiasati perbedaan tekanan udara, disarankan meminum air (susu ibu) atau minuman melalui botol dot. "Agar dia ada gerakan menelan. Atau kalau bayi menangis, biarkan saja supaya salurannya terbuka," kata lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini. Sebenarnya, Sosialisman melanjutkan, tidak ada larangan terbang untuk bayi dan anak-anak. Bayi berusia 3 bulan pun sudah boleh naik pesawat. "Asal tidak sedang batuk dan pilek. Namun, karena biasanya gangguan ini tidak sampai menimbulkan tuli yang kronis, biasanya tak sampai harus dioperasi," ujar dia. "Jika sampai dioperasi, berarti itu ada faktor lain," kata dokter yang melakukan operasi cochlear implant yang pertama terhadap pasien tunarungu di Indonesia pada 2002 ini.

Novita Sari, yang telah 10 tahun bertugas sebagai pramugari di sebuah maskapai penerbangan swasta, mengakui, dalam setiap penerbangan, pasti ada penumpang yang mengeluhkan sakit pada bagian telinga. Tindakan standar yang biasa dilakukan antara lain membagikan permen, menganjurkan agar penumpang menguap dan menelan sesuatu, atau membagikan sapu tangan handuk yang dibasahi dengan air hangat untuk ditempelkan di telinga. Menutup telinga dengan kapas, kata dia, sebetulnya tak bermanfaat. Hal itu pernah dilakukan pada era pesawat baling-baling, yang fungsinya untuk meredam suara bising. "Bukan untuk menyiasati sakit telinga akibat tekanan udara," ujar Novi. l FANNY FEBIANA | Sudrajat
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Tue Feb 15, 2011 2:00 pm

SEKALI BERSIN RUANGAN TERKONTAMINASI SELAMA 1 JAM
Jumat, 11 Februari 2011 17:30 WIB
WALAUPUN hanya satu kali, bersin bisa menyebabkan sebuah ruangan terkontaminasi oleh kuman setidaknya selama 1 jam. Para peneliti menjelaskan partikel bersin atau batuk yang berukuran mikroskopis mampu beterbangan di udara dalam konsentrasi yang cukup besar. Satu kali bersin biasanya mengandung 40 ribu tetesan. Oleh sebab itu, bila bersin terjadi di sebuah ruang kantor, pesawat terbang, atau kereta api, bisa menginfeksi seseorang hanya dalam waktu 1 jam. Itu juga menjadi alasan mengapa begitu banyak wisatawan yang menjadi batuk seusai bepergian, seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (11/2).

Penelitian itu berdasarkan riset yang dilakukan ilmuwan AS dengan mengumpulkan sampel udara dari ruang tunggu sebuah klinik kesehatan, dan tiga pesawat penerbangan lintas negara. Setengah dari sampel itu mengandung tetesan kecil yang berisi virus flu. Ditemukan pula, 1 m2 udara khas berisi rata-rata 16.000 partikel virus flu. Sebagian besarnya mampu bertahan lama hingga berjam-jam di udara.

''Mengingat tingginya konsentrasi ini, jumlah virus yang mungkin dihirup seseorang selama lebih dari satu jam cukup untuk memicu infeksi,'' kata Linsey Marr, pemimpin penelitian di Virginia Tech. ''Virus yang sarat akan aerosol ini di antaranya berukuran cukup kecil sehingga mampu bertahan selama berhari-hari,'' tambahnya. (Pri/OL-12)
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Tue Feb 15, 2011 2:00 pm

TANYA JAWAB SEPUTAR OBAT FLU
Minggu, 26 April 2009 11:00 WIB Media Indonesia
ANDA sedang mencari obat flu yang lebih efektif? Memang benar ada banyak obat flu dan cara pengobatan yang bisa mengurangi gejala, tapi tidak ada obat yang bisa meredakan flu sepenuhnya. Tetapi, tetap ada beberapa obat dan treatment yang bisa Anda gunakan untuk mengurangi gejala flu sebelum flu-nya berlalu. Pengobatan dan obat flu bisa menyerang gejal-gejala flu, walaupun tidak langsung menyerang virusnya. Walaupun tidak sembuh total, Anda bisa merasa lebih baik. Selain itu, pengobatan ini juga bisa memperpendek jangka waktu mengalami flu.

Jenis obat dan pengobatan antara satu orang dengan yang lain juga berbeda. Obat yang bisa meredakan gejala flu Anda, belum tentu bisa meredakan gejala flu teman Anda. Anda mungkin harus mencoba 2 atau 3 pengobatan flu sebelum menemukan cara yang terbaik. Berikut beberapa jawaban dari pertanyaan yang paling sering ditanya mengenai obat-obat flu yang dijual di pasaran (over-the-counter cold medicine/OTC), seperti yang diuraikan di situs webmb.

1. Mana yang sebaiknya digunakan decongestant atau antihistamine?
Hal ini bergantung pada gejala flu Anda. Jika hidung Anda mampat, maka decongestant bisa membantu. Tetapi, obat ini bisa membuat Anda tetap terjaga. Jika hidung Anda meler atau bersin, maka antihistamine bisa membantu. Efek sampingnya, obat ini akan membuat Anda mengantuk.

2. Amankah menggunakan decongestant jika saya hipertensi?
Decongestant bisa meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Pada umumnya, jika hipertensi Anda terkontrol dengan baik oleh obat-obatan, maka decongestant tidak akan menimbulkan masalah. Tetapi, pastikan Anda tetap memonitor tekanan darah. Tetapi, jika hipertensi, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter atau apoteker untuk menentukan obat yang tepat.

3. Seberapa sering harusnya menggunakan nasal spray untuk hidung mampat?
Nasal decongestant bekerja dengan cepat untuk melonggarkan saluran pernapasan. Tetapi, jika Anda menggunakannya lebih dari 3 hari selama berturut-turut, Anda bisa kembali mendapatkan efek yang lebih buruk dengan hidung yang lebih mampat dari sebelumnya. Beberapa dokter lebih menganjurkan penggunaan spray air garam dibandingkan dengan medicated spray.

4. Bagaimana dengan sirup dan obat batuk?
Percaya atau tidak, tidak semua dokter setuju mengenai cara menangani batuk. Beberapa dokter bahkan berpikir kalau obat batuk tidak efektif. Ada obat batuk yang berfungsi untuk menekan batuk sekaligus juga melonggarkan mucus untuk membantu Anda mengeluarkannya. Jika obat jenis ini tidak manjur, berkonsultasilah dengan dokter untuk menemukan obat yang lebih tepat.

5. Obat apa yang sebaiknya digunakan untuk mengatasi demam dan rasa sakit?
Demam bukanlah hal yang buruk. Demam bisa membantu melawan infeksi dengan cara menekan pertumbuhan bakteri dan virus serta mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Biasanya, dokter tidak akan mengobati demam kecuali pada pasien yang masih sangat muda, atau pada orang tua, atau pada mereka dengan kondisi medis tertentu seperti penyakit jantung atau paru-paru. Tetapi, jika merasa tidak nyaman, ada baiknya minum obat. Aspirin sebaiknya digunakan pada mereka yang berumur di atas 20 tahun. Acetaminophen serta ibuprofen bisa menjadi pilihan terbaik Anda.

6. Apa obat terbaik untuk mengatasi sakit tenggorokan?
Anda bisa meredakan sakit tenggorokan dengan cara berkumur air garam. Air garam dibuat dengan cara mencampurkan segelas air hangat dan 1 sendok teh garam. Cara ini diyakini bisa meredakan rasa sakit pada tenggorokan. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan beberapa obat oral seperti tylenol dan medicated lozenges.

7. Apakah kombinasi obat flu efektif?
Banyak penderita flu yang merasa lebih baik dengan cara mengkombinasikan obat-obat flu. Obat kombinasi ini seringkali mengandung penghilang rasa sakit, obat penekan batuk, atau expectorant untuk mengencerkan mucus. Di samping itu, obat-obat ini seringkali mengandung decongestant atau antihistamine. Karena decongestant akan memmbuat Anda terjaga, maka biasanya ditemukan pada obat flu multi gejala untuk siang hari. Sedangkan, antihistamine ditemukan pada obat flu untuk malam karena akan membuat Anda mengantuk.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Tue Feb 15, 2011 2:01 pm

OBAT BARU PENDERITA FLU
Jumat, 31 Oktober 2008 15:00 WIB Media Indonesia
Peneliti-peneliti di Jepang melaporkan bahwa peravimir, obat hasil penelitian, dapat memangkas 1/3 jumlah hari yang biasa dihabiskan orang karena terkena flu. Shigeru Kohno,MD, dari Fakultas Kedokteran Universitas Nagasaki mengatakan bahwa obat tidak dapat dikatakan sebagai pengganti obat flu yang sudah beredar seperti tamiflu dan relenza. Dia menekankan bahwa obat ini paling tidak bekerja sama baiknya dengan obat yang telah beredar. Kohno menegaskan bahwa pada masa yang akan datang, peramivir akan menjadi pilihan yang baik untuk mengatasi flu. Hasil penelitian ini dipresentasikan pada pertemuan Masyarakat Mikrobiologi Amerika dan Masyarakat Penyakit Penginfeksi Amerika.

Peramivir vs. Placebo
Satu studi baru melibatkan 296 partisipan penderita flu yang berusia antara 20-64 tahun. Mereka diberikan satu dari dua dosis suntikan peramivir atau placebo ke dalam pembuluh darah. Partisipan diminta menjawab kuesioner yang berkenaan dengan keakutan sakit tenggorokan, sakit kepala, batuk, rasa lelah, dan gejala-gejala flu lainnya.

Kohno menyatakan bahwa kuesioner yang sama juga digunakan dalam studi mengenai tamiflu dan relenza. Hasil menunjukkan bahwa kedua dosis mempersingkat waktu sakit 32 - 33%. Waktu untuk meringankan gejala-gejala flu adalah 59 jam bagi yang menerima dosis yang lebih rendah, 60 jam bagi penerima dosis yang lebih tinggi, dan 82 jam bagi yang menerima placebo. Kohno mengatakan bahwa para pasien yang menerima suntikan peramivir pulih 20 jam lebih cepat dari pada yang menerima placebo.

Dia menambahkan bahwa tingkat kesuksesan peramivir lebih tinggi daripada tamiflu yang telah dicoba sebelumnya. Tetapi perbandingan antara peramivir dan tamiflu tidak dilakukan dalam satu studi yang sama. Peramivir juga tidak menimbulkan efek samping yang serius. Tamiflu, relenza, dan peramivir adalah obat antiviral yang mencegah neuramidase, enzim yang berperan dalam penyebaran flu. William Sheridan, MD, Ketua medis BioCryst, yang ikut membantu penemuan obat, mengatakan bahwa jika diterima, obat ini akan menambah pilihan penderita flu. Relenza diberikan dengan inhaler (alat yang dihirup), tamiflu dalam bentuk pil. Sedangkan, peramivir ini diberikan dengan suntikan.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Tue Feb 15, 2011 2:02 pm

NASAL SPRAY EFEKTIF USIR FLU
Jumat, 18 September 2009 15:00 WIB Media Indonesia
PENELITI menemukan, oxymetazoline, komponen yang terkandung dalam nasal decongestant sprays (dekongestan dalam bentuk semprot yang digunakan dengan cara menyemprotkan ke hidung), bisa membunuh virus-virus penyebab flu biasa. Studi menemukan, jumlah virus pada pengguna oxymetazoline nasal spray ini berkurang jauh lebih cepat daripada yang diharapkan.

Pemimpin studi Birgit Winther, MD, PhD, mengaku terinspirasi dari studi sebelumnya yang menunjukkan efektivitas oxymetazoline dalam memerangi rhinovirus, penyebab flu biasa, melalui percobaan dalam pipa. Sebagai langkah selanjutnya, Winther beserta teman-temannya melakukan percobaan lebih lanjut dengan melibatkan 94 partisipan dewasa sehat.

Partisipan ini kemudian diinfeksi dengan rhinovirus. Tiga jam kemudian, sebelum mereka sakit, setengah dari mereka diberikan oxymetazoline nasal spray secara acak dan setengahnya lagi diberikan saline spray (semprot berisi air garam). Para partisipan menerima satu semprotan spray di masing-masing lubang hidung tiga kali sehari.

Virus
Menurut Winther, jumlah virus akan meningkat dalam sekresi nasal dalam waktu 2-3 hari setelah infeksi."Itulah yang terjadi pada partisipan yang ditangani dengan saline," tutur Winther. Sedang para partisipan yang menerima oxymetazoline mulai mengalami penurunan jumlah rhinovirus dalam sekresi nasal pada hari kedua. Penurunan jumlah virus dalam waktu cepat seperti ini, menurut Winther, bisa membantu mengurangi penyebaran virus flu dari hidung ke telinga, sinus, dan paru-paru, serta penyebaran dari orang ke orang.

Efek
Menurut Winther, oxymetazoline bekerja dengan cara mengerutkan pembuluh darah di jaringan hidung, sehingga memungkinkan mucus mengering. Namun menurut Winther ada baiknya menghindari penggunaan jangka panjang. Setelah lima hari, spray ini justru bisa merusak jaringan hidung dan memicu kemampatan kronis. (OL-08)
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Tue Feb 15, 2011 2:03 pm

VITAMIN D KADAR RENDAH CEGAH FLU
Kamis, 26 Februari 2009 15:00 WIB Media Indonesia
Sebuah studi menemukan, berdiang di bawah sinar matahari lebih efektif dalam mencegah flu dibandingkan dengan penggunaan tablet vitamin C. Studi ini menambah bukti bahwa selama ini vitamin C telah menutupi manfaat vitamin D sebagai pencegah flu yang sebenarnya. Studi tersebut, studi terbesar yang mengaitkan vitamin D dengan masalah infeksi saluran pernapasan biasa, menunjukkan bahwa orang-orang dengan kadar vitamin D terendah lebih sering mengalami kasus flu atau demam daripada mereka yang memiliki vitamin D dengan kadar yang lebih tinggi. Vitamin D diproduksi oleh tubuh sebagai respon terhadap sinar matahari dan juga bisa ditemukan pada makanan seperti susu.

Menurut para peneliti, walaupun vitamin C telah digunakan untuk mencegah flu biasa serta masalah infeksi pernapasan lainnya selama beberapa dekade, hanya ada sedikit bukti ilmiah yang mendukung keefektifannya. Akan tetapi, beberapa studi baru-baru ini telah menunjukkan kalau vitamin D, yang lebih dikenal karena manfaatnya dalam menguatkan tulang, juga berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. "Penemuan studi kami mendukung peranan vitamin D dalam mencegah infeksi pernapasan biasa, seperti flu," kata Peneliti Adit Ginde, MD, MPH, dari University of Colorado, Denver, Division of Emergency Medicine, dalam news release-nya."Penderita penyakit paru-paru seperti asma dan empisema, mungkin saja disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan karena kekurangan vitamin D."

Vitamin D vs. Flu
Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di Archives of Internal Medicine, para peneliti menganalisa informasi mengenai kadar vitamin D dan infeksi pernapasan dari hampir 19.000 orang dewasa dan remaja yang berpartisipasi dalam the Third National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES III) mulai Oktober 1988 sampai Oktober 1994. Hasil menunjukkan, mereka yang memiliki kadar vitamin D terendah (kurang dari 10 nanogram per mililiter darah) mempunyai kemungkinan 36% lebih besar mengalami infeksi saluran pernapasan atas daripada mereka yang memiliki kadar vitamin D yang lebih tinggi (30 ng/mL atau lebih).
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Tue Feb 15, 2011 2:04 pm

XPERT TEST DETEKSI FLU DALAM 1 JAM
Jumat, 28 Januari 2011 12:01 WIB Media Indonesia
KINI hadir tes flu terbaru bernama Xpert Test yang mampu memberikan hasil hanya dalam waktu satu jam, bandingkan dengan tes konvensional yang memakan waktu satu hari. Uji coba yang dilakukan dengan mengambil sampel lendir dari rongga hidung lalu dicari perbedaan antara virus flu babi (H2N1) dengan virus strain A dan B atau dengan virus flu jenis lainnya. Adapun pihak medis yang kini telah menggunakan teknologi ini yaitu rumah sakit St George di London Selatan.

Dr Peter Riley, konsultan mikrobiologi di RS St George bertutur, " Flu Xpert membuat para ahli medis kami lebih mampu melakukan penanganan dan keputusan medis dengan sangat cepat." Karena itu, tak mengherankan bila rumah sakit tersebut mampu menangani wabah flu pada musim Natal lalu dengan lebih baik. (Independent/Pri/OL-06)
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Tue Feb 15, 2011 2:04 pm

KONSULTASI KEBIDANAN DAN KANDUNGAN
BersamaDr. Achmad Mediana, SpOG
Ibu Hamil Aman Minum Obat Flu?
Senin, 14 Februari 2011 | 09:16 WIB Kompas.com
TANYA: Dokter, saya sekarang sedang hamil 6 bulan dan dalam kondisi sehat. Saya bekerja dan akhir-akhir ini banyak rekan seruangan yang sakit flu. Saya ingin bertanya bolehkah ibu hamil minum obat flu karena saya kahwatir tertular. Obat-obatan jenis apa saja yang harus dihindari selama kehamilan? Mohon penjelasan dokter karrena saya baru pertama kali ini hamil (Dessy, 27) Bandung JAWAB: Pada prinsipnya kalau flu nya disebabkan karena virus, tidak perlu di obati. Nanti juga sembuh sendiri. Tapi kalau flu nya menjadi berat atau lama , memang perlu di obati. Banyak kok obat flu yang standar dan dijual bebas yang aman.

Untuk pencegahan, ini yang lebih penting. Upayakan istirahat cukup, makan cukup buah-buahan dan olah raga ringan secara teratur. Tentunya juga hindarkan kontak dengan orang yang sedang sakit. Terimakasih.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Tue Feb 15, 2011 2:05 pm

6 CARA ALAMI ATASI FLU SAAT HAMIL
Sabtu, 5 Februari 2011 | 11:39 WIB
KOMPAS.com - Ketika sedang hamil, umumnya Anda tidak boleh mengonsumsi obat-obatan. Tetapi bagaimana bila Anda terkena flu, apalagi batuk? Bila dibiarkan, batuk tentu akan menyebabkan perut menjadi kejang, dan membahayakan janin. Adakah cara alami (tanpa menggunakan obat) yang bisa meredakan flu?

* Berendam dalam air hangat. Uap panas bisa mengencerkan hidung yang tersumbat. Anda bisa menambahkan beberapa tetes minyak esensial tea tree, lavender, peppermint, atau menthol ke dalam air. Riak yang padat di tenggorokan juga bisa diencerkan dengan menghirup minyak cengkeh atau kayu manis. Bila tak ada bathtub, cara lain yang masih berkhasiat adalah menghirup uap dari baskom berisi air panas (dengan tetap menambahkan minyak esensial tadi).

* Teh panas atau cokelat panas juga boleh diminum untuk meredakan gejala flu seperti tenggorokan yang perih. Bila kondisi tenggorokan lebih parah, minuman dingin justru lebih baik. Misalnya, susu kocok.

* Jaga agar tubuh tetap hangat. Beberapa orang biasanya mengalami demam ketika sedang flu. Tubuh terasa panas, tetapi Anda merasa kedinginan. Jagalah agar tubuh hangat, namun letakkan sekantung es di atas kepala Anda untuk menurunkan suhu tubuh.

* Jagalah agar rumah tetap bersih, dan pastikan ada sirkulasi udara yang baik. Kondisi rumah yang bersih, kering, dan segar bisa mengurangi ingus dan mencegah kuman terhirup oleh tubuh.

* Isap permen pastiles yang terbuat dari gula atau madu untuk meredakan radang tenggorokan dan batuk. Untuk batuk yang tergolong sedang, campuran kecap dan perasan jeruk nipis masih dianggap efektif.

* Lebih banyak beristirahat. Tak perlu memaksakan diri masuk ke kantor bila Anda terkena flu. Hindari tempat-tempat yang ramai untuk mencegah Anda tertular maupun menularkan virus. Minum lebih banyak air putih, dan makan makanan yang berkuah panas, seperti sup ayam.

Untuk mencegah Anda mengalami flu saat hamil, lakukan beberapa hal berikut:
* Cuci tangan lebih sering.
* Menjauh dari orang yang sedang flu, entah di rumah atau di kantor.
* Jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut. Kuman sering tersebar ketika Anda terpapar permukaan yang terkontaminasi, lalu menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda dengan tangan.
* Gosok gigi Anda setiap kali habis makan, dan periksakan gigi Anda sebelum Anda hamil, atau selama Anda butuh membersihkan gigi. Gigi yang bersih dan sehat adalah salah satu cara untuk memerangi penyakit.

Seringkali setelah merasa lebih baik, Anda akan mengalami gejala masalah yang lebih parah, seperti muntah, demam, sakit di dada, batuk dengan riak yang padat dan berwarna kuning kehijauan, serta kejang perut. Karena itu jika gejala flu ini tidak membaik atau justru semakin parah setelah tiga atau empat hari, segeralah berkonsultasi ke dokter.
Back to top Go down
View user profile Online
 

Influenza & Penyakit Virus Lain

View previous topic View next topic Back to top 
Page 7 of 10Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10  Next

 Similar topics

-
» noob killer ...remover of virus in your YM
» Penyakit berjangkit (Latihan 2)
» Antisipasi penyakit LEVER!!!!
» Seksyen 21 Akta Pemusnahan Serangga Pembawa Penyakit
» H1N1.. cara pencegahan dan simptom2

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-