Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Influenza & Penyakit Virus Lain

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Thu Jul 22, 2010 11:42 am

INFLUENZA
Influenza boleh dikatakan penyakit yang jamak dialami semua orang. Demam tinggi mendadak, demam tinggi disertai mata berair, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek dan nyeri otot merupakan sejumlah gejala umum yang kerap terjadi. Influenza dengan gejala diatas dapat dikategorikan seasonal influenza. Biasanya penderita yang memiliki kekebalan tubuh yang baik, berangsur angsur akan mudah pulih kembali.

Kendati virus influenza sangat mudah menyebar, sebenarnya dengan "benteng pertahanan" kondisi tubuh yang sehat, akan mampu melawan serangan virus tersebut.
Akibatnya, gejalapun akan mereda dengan sendirinya dalam waktu 5 sampai 7 hari. Sebaliknya, bila daya tahan tubuh sedang lemah, virus ini akan memperparah kondisi tubuh, bahkan bisa berlanjut kearah komplikasi seperti bronkhitis dan radang paru ( pneumonia ).

Virus influenza menyebar dari satu orang ke orang lain melalui butiran ludah ( droplet ) di udara dan kontak langsung dengan penderita flu. Pada saat bersin atau batuk virus dalam butiran ludah melayang diudara dan masuk melalui saluran pernafasan saat kita menghirup nafas. Pada kontak langsung dapat melalui jabatan tangan, memegang gagang pintu, memegang uang, dll. Itu maka penting untuk mencuci tangan selalu dan tidak mengucek mata atau menggosok hidung tanpa mencuci tangan.

Selain hidup bersih dan kebersihan lingkungan, tindakan pencegahan lain adalah dengan konsumsi makanan yang bergizi seimbang, cukup istirahat, olahraga rutin serta rekreasi untuk kesehatan jiwa. Dengan pola tersebut yang rutin dijalankan maka akan menunjang kesehatan tubuh, sehingga virus influenza tidak mudah menaklukkan tubuh kita.

Sumber: Kompas Minggu 4 April 2010


Last edited by gitahafas on Sat Nov 20, 2010 9:46 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Thu Jul 22, 2010 12:01 pm

CIUMAN TIDAK BISA MENULARKAN FLU
Rabu, 13/10/2010 11:34 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Fakta ini akan mengejutkan banyak orang, tapi ciuman dipastikan tidak akan menularkan flu. Keluarga terbesar dari virus yang menyebabkan pilek adalah rhinovirus dan virus ini jarang masuk ke tubuh seseorang melalui mulut. Flu atau pilek merupakan salah satu jenis infeksi yang paling umum terjadi, beberapa orang bahkan bisa mengalaminya berkali-kali dalam setahun. Tapi berdasarkan penelitian University of Wisconsin Medical School penyakit flu tidak bisa menular hanya karena ciuman. Fakta ini merupakan salah satu dari 8 fakta tentang flu.

Karena diperlukan virus sebanyak 8.000 lebih virus agar bisa menyebabkan infeksi melalui air liur. Tapi sebagian besar pilek disebarkan melalui batuk, bersin atau menyentuh permukaan yang terinfeksi. Kenapa ciuman tidak menularkan pilek? Ini karena virus flu diduga hanya terdapat di cairan ingus bukan di air liur (saliva). "Pertama kali berciuman, hanya sedikit virus yang dipindahkan dari air liur dan orang yang kekebalnnya bagus tidak akan mudah tertular," jelas Journal Medical Hypotheses. Penyakit yang perlu diwaspadai akibat ciuman justru adalah penyakit menular seksual atau infeksi lainnya bukan flu karena air liur juga bisa menjadi media perantara virus mematikan. Selain ciuman tidak menularkan flu, ada juga fakta lain seputar flu yang cukup mengejutkan seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (13/10/2010)

Vitamin C tidak akan menghentikan flu
Lebih dari 30 uji klinis yang melibatkan 10.000 orang telah meneliti efek dari mengonsumsi vitamin C sehari-hari. Hasil yang didapatkan menunjukkan hal tersebut tidak dapat mencegah flu, namun hanya sedikit mengurangi gejala yang muncul.

Lendir hijau bukan tanda infeksi bakteri
Lendir yang berwarna hijau bukanlah tanda infeksi bakteri, tetapi tanda bahwa sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik. Tubuh akan merekrut sel-sel darah putih untuk melawan virus, sehingga terjadi perubahan warna lendir dari jernih, kuning ke hijau. Hal ini karena sel-sel tersebut membawa hijau besi yang mengandung enzim. Semakin hijau warna lendirnya menunjukkan respons yang lebih kuat dari sistem kekebalan tubuh.

Menyedot hidung terlalu keras tidak akan membantu
Perasaan tersumbat serta napas yang sulit selama flu bukan disebabkan oleh kelebihan lendir, melainkan akibat pembengkakan pembuluh darah di bagian hidung. Pembengkakan ini terjadi secara bergantian, sehingga satu bagian hidung akan memiliki saluran udara yang lebih kecil dibandingkan bagian hidung lainnya. Karena itu cobalah untuk menyedotnya secara lembut pada satu lubang.

Menghangatkan tubuh tidak akan melindungi diri dari flu
Ron Taylor dari University of Virginia menuturkan terpapar udara dingin tidak membuat seseorang terkena flu. Meski demikian flu memang paling banyak terjadi di musim dingin, hal ini karena cuaca yang dingin akan membuat seseorang lebih betah berada di dalam rumah yang membuat virus lebih mudah melompat dari satu orang ke orang lain.

Orang tua lebih sedikit terkena pilek
Kerentanan seseorang terkena flu akan menurun dari waktu ke waktu, misalnya seseorang yang berusia di atas 50 tahun mungkin hanya setengah kali menderita flu. Hal ini disebabkan orang tua telah terkena flu lebih banyak dibandingkan orang muda, sehingga telah mengembangkan antibodi yang lebih besar terhadap virus flu.

Flu bisa mempengaruhi berat badan
Salah satu keluarga dari virus flu adalah adenovirus yang tidak hanya berpengaruh terhadap hidung tersumbat tapi juga obesitas. Tiga jenis adenovirus bisa memicu gejala flu, tetapi pada orang-orang tertentu virus ini dapat mempengaruhi kecepatan pembentukkan sel lemak. Sehingga orang yang terinfeksi virus ini akan mengalami peningkatan berat badan yang lebih cepat.

Gen turut mempengaruhi
Selama bertahun-tahun para ilmuwan telah menemukan bahwa variasi genetik kemungkinan mempengaruhi kenapa seseorang menderita flu lebih banyak dibanding orang lain. Hal ini diperkirakan adanya perbedaan dalam sel-sel reseptor, sehingga rhinovirus lebih mudah menyerang tubuh.


Last edited by gitahafas on Wed Jan 12, 2011 2:13 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Sat Jul 24, 2010 11:45 am

LINDUNGI TUBUH DARI INFLUENZA
Jumat, 24 Oktober 2008 | 14:03 WIB
Kompas.com - Belakangan ini cuaca makin tak menentu; hari ini panas terik, besok hujan dan mendung. Ayo, jaga pertahanan tubuh agar tak mudah terserang influenza dengan langkah-langkah sederhana berikut.

1. Cuci tangan
Bila tangan kita bersih, virus pun enggan tinggal. Karena itu ajari seluruh anggota keluarga untuk mencuci tangan mereka setelah menggunakan toilet, sebelum dan sesudah makan, juga setelah bersin. Gunakan sabun untuk mencuci tangan selama 15 detik. Jangan lupa minta tolong pada si mbak yang mengasuh si kecil untuk melakukan hal yang sama.

2. Disinfektan
Virus influenza bisa tinggal di sebuah permukaan selama tiga jam. Jadi, jangan cuma membersihkan dengan kemoceng, tapi bersihkan tempat-tempat yang pernah disentuh oleh orang yang sakit dengan disinfektan, misalnya permukaan meja, telepon, keyboard, dan benda lain yang digunakan bersama. Hindari pula minum dari gelas yang sama dengan orang yang sedang sakit flu.

3. Vaksin
Vaksin flu memang kurang populer di Indonesia, tapi Anda tetap bisa mendapatkannya di rumah sakit. Di luar negeri, selama musim flu, anak-anak wajib mendapat vaksin flu. Karena anak-anak lebih rentan terhadap flu, mungkin Anda bisa menghindari daycare atau sekolah TK agar tidak tertular.

4. Jauhi perokok
Anak-anak yang berada di lingkungan perokok rentan terkena penyakit pernapasan dan lebih mudah terserang flu. Selain itu, anak-anak yang jadi perokok pasif juga lebih lama sembuh dari flu bila dibandingkan dengan anak-anak yang hidup di lingkungan sehat.

5. Tutup mulut
Untuk menghindari penularan bakteri dan virus, ajari si kecil untuk menutup mulut mereka dengan sapu tangan atau tisu saat bersih atau batuk. Bila menggunakan tisu, segera buang setelah dipakai.

6. Jangan terpapar
Lindungi anak-anak Anda dengan menjauhkan mereka dari orang-orang yang sedang sakit flu. Bila si kecil yang sakit, mintalah mereka untuk sementara bermain di dalam rumah dulu.

7. Jaga kebugaran
Sistem kekebalan tubuh yang baik sangat tergantung pada tubuh yang sehat. Karena itu jagalah kebugaran tubuh dengan olahraga dan makanan bergizi. Usahakan agar bayi tetap mendapat ASI dalam waktu yang lama karena antibodi yang terkandung dalam ASI bisa melindungi si kecil dari virus dan bakteri.


Last edited by gitahafas on Sat Nov 20, 2010 9:49 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Thu Aug 12, 2010 6:21 am

KUATKAN TUBUH JAUHI FLU
Sabtu, 18 Desember 2010 | 09:54 WIB
KOMPAS.com — Musim hujan telah tiba. Suhu udara yang bertambah lembab membuat tubuh lebih rentan terkena penyakit. Maka dari itu, kita mesti berusaha lebih keras untuk menjaga daya tahan tubuh agar selalu kuat. Apakah tindakan sehat yang selama ini telah dilakukan sudah cukup untuk melindungi tubuh dari incaran penyakit? Simak jawaban yang diutarakan para ahli berikut ini:

Kebiasaan sehat: Cuci tangan sesering mungkin.
Kata ahli: Cucilah tangan seperlunya. Misalnya, saat habis menggunakan toilet, sebelum makan, sesudah menjenguk teman yang sedang sakit, atau setelah memegang benda yang kotor. Yang tak boleh dilupakan juga, cucilah tangan setiap kita sampai di rumah seusai bepergian.

Kebiasaan sehat: Selalu cuci tangan dengan sabun.
Kata ahli: Cuci tangan dengan sabun minimal selama 20 detik. "Yang juga perlu diperhatikan adalah membiasakan diri untuk mengelap tangan sekering mungkin setelah dicuci agar kuman dan bakteri tidak menempel," ujar Harley Rotbart, MD, ahli mikrobiologi dari University of Colorado, sekaligus pengarang buku Germ Proof Your Kids. Saat di toilet umum, sebaiknya keringkan tangan dengan tisu ketimbang hand-dryer.

Kebiasaan sehat: Menutup mulut saat bersin.
Kata ahli: Gunakan sapu tangan alih-alih tangan. Hal ini disarankan oleh William Schaffner, MD, profesor di bidang pengobatan dan pencegahan penyakit dari Vanderbilt University School of Medicine.

Kebiasaan sehat: Beristirahat total ketika sakit.
Kata ahli: Waktu istirahat yang cukup bukan hanya diperlukan saat sedang sakit, melainkan setiap hari. Ini adalah kunci untuk membuat sistem pertahanan tubuh terhadap penyakit dapat berfungsi dengan baik. Para ahli juga menyarankan agar kita menyeimbangkan waktu istirahat yang cukup dengan berolahraga. Sebab, rajin berolahraga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan produksi sel darah putih, serta menurunkan risiko terkena penyakit flu hingga 50 persen.


Last edited by gitahafas on Sat Dec 18, 2010 4:24 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Fri Aug 20, 2010 12:09 am

KAPAN TUBUH KETAHUAN TERTULAR FLU?
Rabu, 31/03/2010 11:27 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Virus influenza yang menyebabkan flu memiliki periode inkubasi saat sudah masuk ke dalam tubuh seseorang. Kapan tubuh ketahuan tertular flu?
Para ahli setuju orang dewasa yang terkena flu atau pilek bisa menular 1 hari sebelum mulai timbul gejala.

Selama masa inkubasi ini, virus akan masuk ke dalam sel-sel sehat dan mengganggu kelangsungan hidup sel sehat dari dalam. Saat sel mulai terinfeksi, biasanya belum menunjukkan gejala apapun. Baru ketika virus sudah menyebar ke seluruh tubuh maka setiap air liur atau bersin yang dikeluarkan orang flu akan mengandung virus tersebut. Karena itulah virus flu sangat mudah menyebar melalui cairan tubuh.

Saat virus sudah menyebar ke seluruh tubuh akan timbul gejala seperti sakit tenggorokan, badan terasa tidak enak dan pusing. Namun jika belum timbul gejala, sangat sedikit kemungkinannya menularkan ke orang lain. Jika seseorang sudah terkena flu, maka periode menularnya ke orang lain bisa berlangsung 5-7 hari. Sedangkan bagi anak-anak, masa menularnya bisa berlangsung hingga dua minggu.

Seperti dikutip dari Howstuffworks, Rabu (31/3/2010) pada umumnya masa inkubasi virus flu pada seseorang akan berlangsung selama 2 hari. Namun pada beberapa kasus ada juga yang berlangsung sekitar 1-4 hari. Karena itu periode dari masa inkubasi virus flu ini sangat pendek. Saat sedang flu, hal terpenting yang harus dilakukan adalah mengonsumsi banyak cairan seperti air putih, jus, sup atau cairan lain serta istirahat yang cukup. Hal ini sangat penting untuk membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi dan menjaga kondisi agar tidak semakin memburuk.

Vaksinasi flu tahunan adalah salah satu cara untuk membangun perlindungan terhadap serangan virus flu. Meskipun vaksinasi ini tidak dapat memberikan perlindungan hingga 100 persen, tapi bisa mencegah kondisi agar tidak memburuk. Pencegahan lain yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan diri, menutup hidung dan mulut saat bersin, mengonsumsi makanan sehat yang banyak mengandung vitamin serta konsumsi air yang cukup.


Last edited by gitahafas on Sat Nov 20, 2010 9:55 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Fri Aug 20, 2010 12:16 am

HINDARI MAKANAN INI SAAT SEDANG FLU
Sabtu, 27/11/2010 08:11 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Flu merupakan penyakit yang umum saat musim pancaroba atau musim hujan. Meski bukan penyakit serius, gejala-gejala flu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Bila ingin cepat sembuh, sebaiknya hindari makanan berikut saat flu. Gejala flu seperti hidung tersumbat, meler, batuk serta demam tentunya sangat mengganggu aktivitas. Ada beberapa makanan tertentu yang dapat mengurangi gejala dan mempercepat pemulihan, tapi ada pula makanan yang justru harus dihindari saat sedang flu. Dilansir Livestrong, Sabtu (27/11/2010), berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat sedang flu:

1. Makanan manis
Menurut buku 'Diets for Healthy Living: Dr. Linda Page's Natural Solutions to America's 10 Biggest Health Problems', gula mencegah tubuh memerangi bakteri yang menyebabkan gejala flu. Makan makanan yang mengandung banyak gula seperti cake, permen dan kue dapat mencegah tubuh mengatasi hidung tersumbat yang merupakan keluhan umum saat flu. Gula membuat lendir dapat bertahan lama di saluran pernapasan karena lingkungannya yang hangat dan lembab, sehingga menyediakan tempat yang nyaman bagi virus. Makanan lain yang sebaiknya dipantang saat flu adalah makanan tinggi lemak seperti kentang goreng dan makanan cepat saji.

2. Susu
Susu dapat menyebabkan lendir di paru-paru dan sinus bertahan lebih lama. Virus tumbuh di lingkungan yang hangat dan lembab yang disediakan oleh lendir, yang dapat membuatnya tinggal di dalam tubuh lebih lama dan juga dapat menyebabkan gejala flu lebih parah. Ganti susu dengan air atau jus buah segar sampai gejala flu Anda sembuh. Sebaiknya juga hindari semua produk susu selama beberapa minggu setelah flu sembuh. Ini akan membantu paru-paru pulih sempurna.

3. Daging
Lemak hewani menghalangi kemampuan tubuh untuk menyingkirkan kuman yang menyebabkan gejala flu, sehingga flu akan berlangsung lama atau mengalami gejala yang lebih parah. Ganti ayam dan daging dengan makanan nabati, seperti salad hijau yang mengandung banyak antioksidan sehingga dapat melawan infeksi lebih cepat.


Last edited by gitahafas on Sat Dec 18, 2010 7:41 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Mon Aug 23, 2010 12:17 pm

JANGAN SERING SERING SENTUH WAJAH JIKA INGIN HINDARI FLU
Rabu, 30/09/2009 09:16 WIB Nurul Ulfah - detikHealth
Illinois, Jika Anda sering terkena flu, mungkin itu karena kebiasaan buruk Anda yang sering memegang wajah. Peneliti dari Amerika menemukan fakta terkini yang menunjukkan bahwa mereka yang sering memegang wajah lebih gampang terserang influenza. Dikutip dari Fit Sugar, Rabu (30/9/2009), para peneliti dari UC Berkeley and the University of Illinois menyebutkan bahwa risiko terkena influenza akibat memegang wajah adalah sekitar 50 persen. Area di sekitar wajah adalah area yang paling dekat dengan saluran pernafasan.

Meningkatnya risiko terkena flu akibat memegang wajah bukan berarti virus influenza bisa menembus kulit di wajah. Virus Infuenza memang tidak bisa menembus kulit, tapi bisa tumbuh dan berkembang di area atau cairan basah yang ada di sekitar hidung, mulut dan mata seperti ingus, lendir atau air mata.
Dalam sebuah studi, peneliti mengobservasi kegiatan memegang wajah para responden setiap satu jam sekali selama 16 kali. Hasil survei pun menunjukkan bahwa mereka yang lebih sering memegang wajah ternyata lebih sering juga terkena influenza.

Tapi sepertinya saran peneliti untuk tidak memegang wajah guna menghindari flu tidak bisa diikuti karena berdasarkan hasil survei, ternyata para responden hampir setiap saat memegang wajahnya, bahkan dalam keadaan tidak sadar sekalipun. Virus influenza bisa bertahan di permukaan keras seperti tangan hingga 24-48 jam setelah kontak dengan virus. Pertahanan terbaik terhadap segala jenis virus influenza adalah dengan mencuci tangan dan usahakan menghindari menyentuh bagian wajah jika tidak terlalu penting


Last edited by gitahafas on Sat Dec 18, 2010 7:46 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Wed Aug 25, 2010 9:57 am

KALA FLU MEMICU BATUK
Senin, 22 Desember 2008 | 16:15 WIB
Kompas.com - BATUK sering muncul mengiringi influenza. Saat virus flu menyerang dan daya tahan tubuh berkurang, gangguan penyakit lain memang mudah datang. Oleh karena itu, tangkal flu segera sebelum batuk berkepanjangan. Sepertinya tidak ada seorang pun yang sama sekali tak pernah dihinggapi flu. Gangguan kesehatan yang cukup mengganggu aktivitas ini menjadi penyebab utama anak-anak tidak masuk sekolah dan karyawan terpaksa absen. Hasil survei di berbagai negara mengungkapkan, 3-5 dari 10 kasus flu memerlukan penanganan medis intensif karena menghambat aktivitas sehari-hari. Tak heran, gangguan ini menyebabkan beragam kerugian. Tak sekadar terpotongnya jam kerja maupun waktu belajar, penyerapan ilmu dan produktivitas kerja yang berpengaruh pada keuntungan bagi perusahaan pun jadi kurang maksimal.

Gejala Berbeda
Tingkat penyebaran flu ini paling tinggi terjadi pada anak-anak, yaitu 6-10 kali setahun. Keluarga yang memiliki anak usia sekolah punya peluang lebih tinggi, sekitar 12 kali per tahun. Pada remaja dewasa kemungkinan itu lebih jarang, yakni 2-4 kali setahun. Wanita usia 20-30 tahun lebih rentan terhadap flu dibanding pria karena mereka lebih sering berhubungan dengan anak-anak. Flu atau coryza adalah kumpulan gejala akibat infeksi yang menyerang saluran napas bagian atas. Infeksi ini sering kali disebabkan virus yang termasuk golongan Rhinovirus (virus hidung). Kira-kira 30-35 persen dari sekitar 200 virus penyebab flu merupakan golongan Rhinovirus. Virus lain seperti Parainfluenza, golongan Adenovirus, Coxsackie, dan virus Respiratory synctial juga bisa menyebabkan flu.

Lebih dari 110 jenis golongan Rhinovirus yang telah teridentifikasi, berkembang biak dengan baik pada suhu 33 derajat Celsius. Celakanya, ini merupakan suhu selaput lendir hidung kita.
Pertama-tama virus masuk ke dalam sel epitel (lapisan luar) dan mulai berkembang biak selama 24 jam. Ketika itu orang yang terinfeksi sudah dapat menularkan virus kepada orang lain, meskipun selama 1-4 hari pertama belum menampakkan gejala. Timbulnya gejala bisa tiba-tiba atau perlahan-lahan, tergantung jenis virus yang menyerang.

Gejala yang terjadi pada satu dan lain penderita mungkin saja berbeda. Itu semua diduga tergantung pada karakteristik masing-masing virus. Namun, kumpulan gejala tersebut secara garis besar mencakup suara yang berubah parau dalam waktu singkat, kenaikan suhu tubuh, bersin, sakit kepala, tak enak badan, hidung tidak berfungsi baik dan berlendir, tenggorokan sakit pada awal atau akhir gejala.

Sebenarnya gejala-gejala itu bukan akibat langsung dari infeksi virus dalam tubuh. Flu terjadi lebih sebagai akibat reaksi pertahanan tubuh melawan virus dan racun virus. Proses itu biasanya disertai peradangan dan demam, yang merupakan tahap awal dari reaksi kekebalan tubuh.

Perkuat daya tahan
Selama proses itu, daya tahan tubuh menentukan kuat tidaknya tubuh melawan virus. Untuk semua jenis penyakit virus, memang tubuh sendiri yang harus melawannya. Karenanya berbagai makanan dan minuman bergizi tinggi, perlu segera dikonsumsi. Obat influenza diperlukan jika daya tahan tubuh tak mampu lagi menahan serangan virus atau gejala yang menyertai sangat mengganggu.

Biasanya gejala makin buruk karena penderita cenderung malas makan, akibat kondisi tubuh menurun dan terasa tidak enak menikmati apa saja. Atau mereka mengabaikan serangan virus influenza itu. Bila ini terjadi, berbagai kotoran, basil, dan bakteri yang berhamburan di mana-mana justru mudah menyusup ke dalam organ tubuh. Batuk pun gampang muncul. Di bagian organ pernapasan yang dimulai dari hidung, saluran tenggorokan, dan paru, sebenarnya dilakukan penyaringan kotoran yang terhirup bersama oksigen. Namun, karena daya tahan tubuh buruk, kotoran menyebabkan radang pada organ-organ tersebut. Keadaan itu kemudian direspons tubuh dalam bentuk batuk.

Dalam tubuh orang sehat dan daya tahannya kuat, batuk akibat proses semacam itu bisa hilang sendiri tanpa perlu diobati. Oleh karena itu, saat demam menyerang dan batuk datang, dianjurkan untuk memperkuat daya tahan tubuh dengan vitamin dan gizi cukup, juga cukup istirahat.
Kalau penderita tidak istirahat, kata para dokter, badan akan bertambah lemah. Keadaan itu memudahkan bakteri masuk dan membuat flu semakin berat. Kalau sampai terserang bakteri, mau tak mau pasien harus minum antibiotik. Jika tidak, bukan cuma batuk yang datang menyerang, tetapi bisa terjadi komplikasi seperti radang paru atau gangguan penyakit lain.

Minum obat bila perlu
Hingga saat ini sebenarnya tak ada obat yang bisa menyembuhkan flu. Aneka obat yang biasa digunakan selama ini hanya membantu mengurangi rasa sakit atau berbagai gejala yang ada. Penyakit ini sebetulnya bisa sembuh sendiri seiring dengan meningkatnya ketahanan tubuh. Namun, tak ada salahnya minum obat untuk membantu meringankan kondisi. Tak lupa untuk tetap mengonsumsi makanan sehat, agar daya tahan tubuh segera meningkat.

Berikut beragam kandungan obat yang biasa digunakan untuk meredakan gejala atau derita yang menyertai flu :
- Analgesik/antipiretik untuk mengurangi rasa sakit di kepala atau bagian tubuh lain dan menormalkan suhu tubuh. Contoh obat jenis ini yang dikenal masyarakat adalah aspirin dan parasetamol. Perlu diingat bahwa aspirin dan parasetamol tidak bisa melawan dan mencegah flu.
- Dekongestan untuk melonggarkan hidung mampet.
- Antihistamin untuk mengurangi iritasi (gatal di hidung dan tenggorokan), mengembalikan efektivitas fungsi hidung, dan menimbulkan efek sedatif agar mudah tidur (istirahat).
- Antitusif untuk mengusir batuk.
- Vitamin C untuk membantu memperkuat kekebalan alami tubuh.
- Anda juga harus tetap ingat, sebagai obat bebas, tentu beragam jenis peredam flu itu hanya berfungsi sebagai pertolongan pertama. Jika kondisi semakin parah, hentikan konsumsinya dan segera berkonsultasi ke dokter. @


Last edited by gitahafas on Sat Nov 20, 2010 9:32 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Sun Sep 05, 2010 12:08 pm

PENULARAN INFLUENZA
Minggu, 11 Juli 2010 | 04:10 WIB
Kompas.com - Dr Samsuridjal Djauzi
Saya seorang ibu mempunyai seorang anak berumur 2 tahun. Teman sekerja saya yang kebetulan satu ruangan dengan saya menderita demam, batuk, dan pilek. Saya menduga dia terkena influenza. Saya menganjurkan dia untuk istirahat di rumah, tetapi dia harus tetap masuk agar tugas yang dikerjakannya dapat selesai pada waktunya. Dia menggunakan masker dalam bekerja.

Saya agak khawatir kami, teman sekerjanya, akan tertular. Apalagi saya pernah menyaksikan tayangan mengenai cara penularan influenza tidak hanya melalui udara namun juga dapat melalui jabatan tangan. Kekhawatiran saya ini didasarkan pada kemungkinan bahwa jika saya tertular, seisi rumah saya juga berisiko tertular. Padahal saya punya anak yang masih kecil dan mertua yang berusia lanjut.

Menurut informasi yang pernah saya baca, anak-anak dan orang berusia lanjut jika terkena influenza akan dapat timbul komplikasi infeksi pneumonia yang cukup berbahaya. Apa yang dapat saya lakukan agar saya dan keluarga tak tertular influenza?

Saya juga membaca bahwa sekarang telah tersedia vaksin influenza. Apakah vaksin tersebut sudah mengandung semua jenis virus influenza, termasuk flu burung dan flu babi? Apakah biaya vaksinasi sudah ditanggung oleh asuransi kesehatan. Meski mungkin sudah pernah dibahas di ruang ini, mohon dijelaskan kembali cara penularan influenza dan bagaimana cara mencegah masuknya influenza ke dalam keluarga. Apakah semua batuk pilek dan demam merupakan gejala influenza? Terima kasih atas jawaban dokter.

(N di B)

Jawaban
Masalah influenza, baik gejala maupun pencegahannya, telah beberapa kali kita bahas pada ruang konsultasi ini. Namun, dengan perkembangan baru, seperti influenza H1N1 yang juga disebut flu babi, ada baiknya kita bahas kembali.

Influenza memang memperlihatkan gejala demam tinggi, batuk, pilek, dan nyeri otot. Namun, tidak semua demam dan batuk pilek disebabkan oleh virus influenza, gejala ini juga dapat disebabkan oleh virus lain. Karena itu, lebih tepat demam, batuk, dan pilek tersebut disebut sebagai sindrom seperti influenza (influenza like syndrome). Hanya 10-15% sindrom seperti influenza ini di Indonesia benar-benar disebabkan oleh virus influenza.

Namun, meski hanya sebagian karena kejadiannya sering sekali, influenza tetap merupakan masalah kesehatan. Perjalanan penyakit influenza pada orang yang mempunyai kekebalan tubuh baik dan kekebalan tubuh menurun amat berbeda. Jika kekebalan tubuh menurun, infeksi influenza dapat berisiko disertai komplikasi dan komplikasi yang paling sering memang pneumonia (infeksi paru).

Pneumonia dapat mengakibatkan seseorang sakit berat, bahkan tak jarang penderita memerlukan perawatan di rumah sakit. Mereka yang kekebalannya menurun adalah kelompok yang berusia lanjut (usia di atas 60 tahun); mereka yang usianya belum lanjut, tetapi mempunyai penyakit kronik seperti diabetes melitus, penyakit ginjal kronik, penyakit paru kronik, dan lain-lain. Anak-anak juga berisiko terkena komplikasi pneumonia jika terkena influenza.

Suatu penelitian di Thailand menunjukkan, anak yang dirawat karena pneumonia ternyata sebelumnya cukup banyak yang didahului oleh influenza. Oleh karena itu, tahun lalu Pemerintah Thailand menyediakan 1 juta dosis vaksin influenza untuk anak. Sementara di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat dan Australia, kelompok usia lanjut juga mendapat vaksinasi influenza secara cuma-cuma.

Cuci tangan
Penularan influenza memang melalui udara, tetapi penelitian menunjukkan bahwa influenza juga dapat menular melalui kontak langsung seperti dengan cara jabatan tangan. Itulah sebabnya, kita harus sering mencuci tangan kita. Jadi untuk mencegah masuknya influenza ke dalam keluarga kita adalah dengan mengamalkan gaya hidup sehat, menjaga lingkungan hidup yang sehat, dan salah satu upaya yang penting adalah menjalani vaksinasi.

Beberapa bulan lalu seorang teman saya memerlukan vaksinasi influenza H1N1, pada waktu itu vaksin tersebut belum tersedia di Indonesia. Namun, sejak bulan Juli 2010 ini sudah tersedia vaksin influenza musiman (seasonal influenza) yang ditambahkan vaksin H1N1 pandemi. Dengan demikian, selain untuk mencegah influenza musiman, vaksin ini mampu mencegah penularan influenza H1N1. Kabar yang juga baik adalah kita tak perlu membayar ekstra untuk penambahan vaksin H1N1 pandemi ini, harganya masih serupa dengan vaksin influenza musiman.

Vaksin influenza burung (H5N1) sebenarnya juga sudah ditemukan, tetapi pengadaannya secara besar-besaran menunggu jika terjadi pendemi flu burung. Sudah tentu kita berharap pandemi flu burung tidak akan terjadi dan untuk itu, kita bersama harus melakukan upaya mencegahnya.

Anda telah menceritakan orang-orang yang ada di rumah Anda. Kita sering memerhatikan hanya keluarga kita saja, padahal pembantu rumah tangga, sopir, atau pengasuh dapat menjadi sumber penularan influenza. Jadi dalam pencegahan penyakit menular, mereka jangan dilupakan.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Sun Sep 05, 2010 12:10 pm

BINGUNG PENYAKIT INFLUENZA
Minggu, 15 November 2009 | 16:17 WIB
Kompas.com - Dr Samsuridjal Djauzi
Semakin banyak informasi rupanya tidak selalu memperjelas masalah. Untuk memelihara kesehatan keluarga, saya mengikuti informasi tentang influenza. Saya membaca di media cetak, juga menonton TV mengenai influenza. Setelah mendapat begitu banyak informasi, saya malah menjadi bingung.

Apa yang saya tangkap adalah meski influenza penyakit ringan, namun dapat menimbulkan komplikasi serius pada orang yang badannya lemah. Penyakit tersebut dapat menyebabkan orang yang sakit harus dirawat di rumah sakit, bahkan juga dapat terjadi kematian.

Ada tiga macam influenza, yaitu influenza pada manusia, influenza burung, dan influenza babi. Penyakit yang paling berbahaya adalah influenza burung, kemudian influenza babi, dan baru influenza manusia.

Cara pencegahannya, harus mengamalkan hidup bersih, cuci tangan, dan menghindari kontak dengan orang yang sedang flu. Sekarang juga dianjurkan vaksinasi influenza, tapi hanya untuk orang berusia lanjut. Katanya juga ada vaksin untuk flu burung dan flu babi, tetapi di Indonesia belum tersedia. Ada obat virus yaitu tamiflu untuk meringankan penyakit, namun harus dipakai pada tahap awal penyakit.

1. Apakah benar ada tiga macam influenza dan benarkah influenza biasa tidak berbahaya?

2. Kenapa laporan mengenai kasus baru flu burung dan flu babi sekarang tak dikeluarkan lagi, apakah flu tersebut telah dapat dikendalikan sehingga Indonesia sudah bebas dari ancaman flu burung dan flu babi?

3. Apakah vaksinasi influenza hanya untuk orang usia lanjut, bagaimana dengan anak-anak?

4. Kenapa obat tamiflu hanya ada pada instansi pemerintah dan tidak tersedia di apotek sehingga jika diperlukan setiap orang dapat memperolehnya ?

Terima kasih
C di J

Penyakit influenza disebabkan oleh virus influenza. Sebenarnya ada tiga macam virus influenza, yaitu virus influenza A, B, dan C. Namun, virus influenza yang menimbulkan penyakit pada manusia adalah virus influenza A dan B. Gejala penyakit yang ditimbulkan oleh virus influenza B biasanya lebih ringan. Virus influenza A selain menyerang manusia juga dapat menyerang binatang, di antaranya unggas dan babi. Pada binatang, virus influenza cepat sekali menular dan juga banyak menimbulkan kematian.

Virus influenza A yang menyerang burung (flu burung) diberi nama influenza A H5N1, sementara yang menyerang babi adalah influenza A H1N1. Virus influenza A yang menyerang manusia ada beberapa macam, misalnya H3N2, tapi juga dapat H1N1. Virus influenza A H5N1 yang biasanya menyerang burung atau unggas lainnya juga dapat menular ke manusia. Jika manusia tertular, gejala penyakit dapat berat dan angka kematiannya tinggi.

Sampai sekarang ini penularan H5N1(flu burung) dari manusia ke manusia belum terbukti. Kalau itu terjadi, akan terjadi penularan yang amat cepat dan kemungkinan angka kematian juga tinggi. Ketika perhatian dunia, termasuk kita, di Indonesia menyiapkan diri menghadapi pandemi H5N1 ternyata yang justru jadi pandemi adalah H1N1. Untungnya sifat H1N1 berbeda dengan H5N1.

Memang H1N1 dapat menular dari manusia ke manusia bahkan penularan tersebut cepat terjadi, namun kematiannya jarang. Jadi Anda benar di Indonesia sekarang ada flu musiman (seasonal flu) yang disebabkan oleh influenza A dan B. Ada juga flu burung (H5N1) yang kasusnya masih sedikit (meski untuk tingkat dunia kita terbanyak). Dan H1N1 juga sudah masuk dan tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.

Pencegahan Pencegahan flu
prinsipnya adalah dengan menjaga kekebalan tubuh, menghindari kontak dengan orang (atau binatang) yang sedang flu dan vaksinasi. Penularan influenza pada umumnya melalui udara meski sekarang penularan melalui kontak langsung (misalnya tangan) dianggap semakin penting. Karena itu hindari kontak dengan orang yang sedang flu.

Jika kita flu, hindari menularkan flu pada orang lain dengan menutup mulut dan hidung dan membuang tisue yang mengandung ingus atau ludah pada tempat yang aman sehingga tak terpapar pada orang lain. Cuci tangan merupakan salah satu cara yang baik untuk menghindari berbagai penyakit termasuk penyakit flu.

Vaksinasi yang tersedia di Indonesia adalah untuk mencegah penularan flu musiman. Vaksinasi dianjurkan selain untuk kelompok usia lanjut juga untuk anak-anak (umur 6-23 bulan), orang yang mempunyai penyakit kronik (asma, diabetes melitus, penyakit jantung, penyakit gagal ginjal kronik), yang mempunyai kekebalan tubuh rendah (penderita infeksi HIV), serta petugas kesehatan.

Vaksinasi influenza dilakukan setahun sekali. Memang penelitian kedokteran telah berhasil menemukan vaksin H5N1 dan H1N1. Vaksin H5N1 sementara ini masih disimpan dan akan digunakan jika terjadi pandemi. Sedangkan vaksin H1N1 telah mulai digunakan di beberapa negara, namun di Indonesia dianggap belum waktunya untuk digunakan.

Pemerintah tetap memantau penularan influenza, baik influenza musiman, flu burung, maupun flu babi. Kegiatan tersebut berkesinambungan dan laporannya dikeluarkan secara berkala.

Obat tamiflu cukup mahal dan jika penggunaannya tak dikendalikan dapat menimbulkan resistensi. Di Jepang misalnya yang penggunaan tamiflu cukup tinggi dilaporkan timbulnya resistensi. Jadi pemerintah berhati-hati dalam penggunaan tamiflu di masyarakat agar penggunaannya dapat terkendali.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Mon Oct 04, 2010 5:39 pm

INFLUENZA ITU BUKAN CUMA SEKEDAR BATUK PILEK BIASA
Merry Wahyuningsih - detikHealth - Sabtu, 05/06/2010 16:02 WIB
Jakarta, Influenza sering dianggap remeh karena sering dianggap hanya sekedar batuk dan pilek biasa. Faktanya virus influenza dapat mengakibatkan penyakit yang parah dan bahkan kematian. Influenza atau flu adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Tiap tahunnya, 5-10 persen dari populasi orang dewasa dan 20-30 persen dari populasi anak-anak terkena influenza.

Influenza dapat dikenali dengan timbulnya demam tinggi (39-40 derajat celcius), sakit kepala, batuk yang parah, kelelahan ekstrim dan atau pegal-pegal.
Tidak seperti batuk pilek biasa, influenza dapat menyebabkan penyakit berbahaya dan komplikasi yang mengancam hidup banyak orang.
Epidemi tahunan influenza menyebabkan kurang lebih 3 juta kasus keparahan penyakit dan menyebabkan 250- 500 ribu kematian di seluruh dunia.
Vaksinasi tahunan adalah cara paling efektif untuk mencegah infeksi influenza dan komplikasi yang diakibatkannya.

"Sayangnya, banyak orang Indonesia yang tidak tahu bahwa kita membutuhkan vaksin influenza setiap tahunnya. Bahkan, kadang dokter pun kurang memahami hal ini," ujar Prof Dr Samsuridjal Djauzi, dr, Sp.PD, dari Divisi Alergi-Imunologi Klinik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, dalam acara simposium 'Influenza Current Situation and Prevention' di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (5/6/2010). Influenza dapat memicu infeksi sekunder dan eksaserbasi kondisi medis kronis yang telah ada, yang menyebabkan komplikasi berat, seperti otitis media akut dan pneumonia, asma dan eksaserbasi COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease), meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular, penurunan faal ginjal, dan memperburuk kondisi diabetik.

Beberapa kelompok populasi mempunyai risiko tinggi terjadinya morbiditas dan mortalitas akibat influenza:
# Pada kedua kelompok usia yang rentan:
1. Anak-anak dengan usia kurang dari 2 tahun adalah kelompok dengan risiko komplikasi dan rawat inap rumah sakit yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.
2. Lebih dari 90 persen kasus kematian akibat influenza terjadi pada kelompok usia 65 tahun atau lebih.

# Pasien dengan penyakit penyerta:
1. Dengan penyakit kardiovaskular, 50 kali lebih besar
2. Dengan penyakit pulmoner, lebih dari 100 kali lebih besar
3. Dengan 2 atau lebih dari penyakit penyerta, lebih dari 100 kali lebih besar

"Selain kebiasaan hidup sehat, vaksinasi adalah cara pencegahan influenza yang paling efektif," ujar Prof Cissy B. Kartasasmita, dr., Sp.A(K), MSc, PhD, Guru besar Ilmu Kesehatan Anak UNPAD dan ahli paru dan saluran napas anak RS Dr Hasan Sadikin, Bandung. Vaksinasi influenza memberikan keuntungan yang nyata bagi kelompok populasi risiko tinggi, yaitu:
1. Anak-anak
Vaksinasi pada anak-anak menunjukkan efektifitas 77-91 persen untuk mencegah gejala akibat influenza, kesakitan akibat virus influenza tipe A

2. Usia lanjut
Vaksinasi terbukti menurunkan angka rawat inap rumah sakit akibat influenza san pneumonia sebesar 27-34 persen.

3. Pasien asma
Pada anak-anak dengan kondisi asma. Vaksinasi influenza terbukti menurunkan 22-41 persen eksaserbasi asma akut selama musim influenza.

4. Pasien diabetes
Vaksinasi influenza terbukti menurunkan angka rawat inap rumah sakit untuk semua komplikasi atau angka kematian sebesar 72 persen pada pasien diabetes untuk usia 18-64 tahun.

5. Pasien COPD
Vaksinasi influenza terbukti efektif menurunkan eksaserbasi pada pasien COPD ringan sampai berat sebesar 60-75 persen.

6. Pasien kardiovaskuler
Pada pasein dengan riwayat kardiovaskular, vaksinasi influenza daoat menurunkan kejadian stroke sampai 55 persen dan menurunkan kejadian infark miokardial sebesar 67 persen.

WHO telah menetapkan tujuan yang nyata unuk meningkatkan cakupan vaksinasi bagi kelompok populasi berisiko tinggi dan mencapai cakupan vaksinasi sebesar 75 persen kelompok populasi usia lanjut pada tahun 2010. Saat ini ACIP (Advisory Committee on Immunization Practices) merekomendasikan perpanjangan masa pemberian vaksinasi influenza hingga sepanjang musim influenza. "Di Indonesia sendiri, vaksinasi influenza masih belum dijadikan program nasional, kemungkinan baru tahun depan. Yang sudah ada baru imunisasi Haemophilus Influenzae type B (HIB)," ujar Prof Dr Sri Endang Rezeki S. Hadinegoro, dr., Sp.A(K), Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis Departemen Kesehatan Anak FKUI-RSCM.


Last edited by gitahafas on Sat Nov 20, 2010 9:43 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Fri Oct 22, 2010 12:16 pm

CARA CEPAT SEMBUH DARI FLU
Minggu, 23/05/2010 15:31 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Cuaca yang tidak menentu membuat siapa saja bisa terserang flu atau common cold. Gejala awal seperti bersin dan meriang bisa hilang tanpa diobati, hanya dengan beberapa langkah sederhana seperti istirahat dan minum teh hijau. Flu tergolong self limiting disease, yang berarti bisa sembuh dengan sendirinya. Pengobatan dibutuhkan jika gejala yang dialami cukup parah hingga mengganggu aktivitas. Jika gejalanya ringan, maka secara alami sistem kekebalan tubuh akan memberikan perlawanan terhadap virus flu. Berikut ini beberapa tips untuk membantu memperbaiki sistem kekebalan tubuh saat terkena flu, dikutip dari MensHealth, Minggu (23/5/2010).

Sarapan antivirus
Jika bangun pagi dalam kondisi kurang sehat, jangan sekali-kali melewatkan waktu sarapan. Sebuah penelitian di Belanda membuktikan, sarapan sebanyak 1.200 kalori meningkatkan kadar gama interferon dalam darah hingga 450 kali lipat dibandingkan tidak sarapan sama sekali. Senyawa tersebut merupakan antivirus alami dalam tubuh yang berfungsi untuk menangkal serangan flu.

Lawan dengan stres
Jika berkepanjangan, stres memang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Namun untuk jangka pendek, menyibukkan diri dengan pekerjaan yang berat justru efektif mengurangi gejala flu. Menurut sebuah penelitian di Ohio State University, stres jangka pendek bisa melawan flu jika berlangsung tidak lebih dari setengah atau
satu hari.

Seduh kopi atau teh hijau
Kopi atau green tea di sore hari tidak hanya membuat tubuh lebih rileks, tetapi membantu sistem pertahanan tubuh untuk melawan virus. Minuman tersebut juga mengandung epigallocatechin gallate (EGCG), yang memiliki khasiat untuk mematikan virus. Tips ini pernah diteliti di Kanada, dengan memasukkan daun teh hijau ke dalam koloni adenovirus penyebab flu. Hasilnya, aktivitas replikasi atau menggandakan diri pada virus berhenti.

Istirahat yang cukup
Idealnya dalam sehari tidur tidak kurang dari 7-8 jam. Menurut penelitian di UCLA, berkurangnya waktu tidur sebesar 40 persen akan menurunkan sistem imun hingga 50 persen. Namun jangan sesekali memaksakan tidur dengan cara minum alkohol karena hal ini justru melemahkan sistem imun. Sebaiknya gunakan pakaian yang longgar misalnya t-shirt dan celana pendek agar peredaran darah lancar, dan bisa tidur dengan lebih nyaman.

Tetap lakukan aktivitas ringan
Riset yang dilakukan oleh University of Massachusetts membuktikan, aktivitas fisik yang ringan bisa mengurangi risiko infeksi saluran napas hingga 25 persen dibandingkan dengan hanya diam sepanjang hari. Aktivitas ringan memicu produksi sel darah putih, yang fungsinya untuk melawan infeksi virus maupun bakteri. Aktivitas tersebut tidak boleh terlalu berat, karena kelelahan membuat tubuh rentan terhadap infeksi. Bahkan pada atlet marathon sekalipun, risiko infeksi akan meningkat setelah mengikuti lomba.


Last edited by gitahafas on Sat Nov 20, 2010 9:55 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Sat Oct 30, 2010 3:52 pm

JANGAN TAKUT DENGAN FLU
Sabtu, 30 Oktober 2010, 13:12 WIB
VIVAnews – Sebaiknya Anda lebih hati-hati menjaga kesehatan diri dan keluarga. Cuaca pancaroba yang ditandai oleh curah hujan yang tidak lama kemudian berubah menjadi panas, bisa membuat Anda rentan terkena influenza. Influenza atau flu, merupakan infeksi pernafasan yang disebabkan oleh virus. Kebanyakan orang mampu melewati influenza dan mereka bisa sembuh tanpa masalah besar. Tetapi tidak sedikit orang yang mengalami komplikasi serius akibat penyakit ini. Influenza merupakan penyakit menular yang mudah menyebar melalui bersin, batuk, dan sentuhan dari orang yang terinfeksi virus. Namun jangan khawatir, Anda dan keluarga dapat mengurangi risiko terserang influenza jika Anda bersama-sama menjaga kesehatan. Berikut ini tips-tips menjaga kesehatan demi pencegahan flu yang dapat Anda terapkan di keluarga, seperti dikutip dari laman Modern Mom.

Vaksinasi influenza
Dapatkan vaksinasi sejak awal virus flu menyebar. Pencegahan ini direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (PPPP).

PPPP juga merekomendasikan imunisasi untuk setiap bayi berusia 6 bulan atau lebih, terutama mereka yang lebih rentan terhadap komplikasi, seperti wanita hamil, anak-anak dan manula.

Cuci tangan
Cucilah tangan sebelum makan atau setelah Anda menyentuh sesuatu yang kemungkinan mengandung virus influenza. Cuci tangan dengan bersih menggunakan air hangat dan sabun, gosok setidaknya selama 20 detik.

Jangan terlalu sering menyentuh wajah
Jauhkan tangan dari bagian wajah Anda sebanyak mungkin. Terutama mulut, mata dan hidung. Kuman di tangan Anda bisa masuk ke dalam tubuh melalui lubang pori-pori di bagian-bagian tubuh tersebut.

Hindari orang sakit flu
Menjauhkan diri dari virus flu yang menyebar di sekeliling Anda, adalah tindakan yang paling tepat. Ada baiknya hindari orang yang sedang sakit flu di tempat kerja, di tempat umum atau di manapun. Hindari juga lingkungan yang ramai karena bisa jadi orang di depan Anda membawa virus influenza.

Bersahabat dengan makanan sehat
Perbanyak mengonsumsi makanan sehat yang mengandung gizi, akan menjaga tubuh Anda tetap prima. Selama tubuh Anda sehat, penyakit apapun akan segera menjauh dari tubuh Anda.

Olahraga
Olahraga secara teratur untuk melancarkan sirkulasi darah dan meningkatkan kebugaran dapat membantu Anda melawan serangan virus influenza.

Tidur cukup
Pergi ke kamar untuk tidur lebih awal akan membuat tubuh Anda mendapatkan lebih banyak istirahat. Dengan istirahat yang cukup, stamina tubuh akan tetap stabil dan kuat untuk melawan flu.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Fri Nov 05, 2010 4:45 pm

OLAHRAGA TERBAIK TANGKAL FLU
Jum'at, 5 November 2010, 08:48 WIB Pipiet Tri Noorastuti, Siswanto
VIVAnews – Flu menjadi ancaman menyiksa di tengah pergantian musim sekarang ini. Yang Anda perlukan adalah tindakan pencegahan. Lakukan olahraga sederhana untuk memperkuat daya tubuh. Sebuah penelitian menunjukkan, melakukan raga seperti jogging, bersepeda, atau berenang, minimal 20 menit setiap hari efektif meningkatkan kekebalan tubuh untuk menangkal serangan virus influenza. Olahraga bermanfaat meningkatkan pergerakan sel darah putih yang berperan melawan serangan virus di dalam tubuh. "Olahraga adalah senjata paling ampuh untuk mencegah sakit," kata David Nieman, profesor bidang kesehatan dari Appalachian State University, seperti dikutip Health.

Nieman memperkuat argumennya melalui sebuah penelitian terhadap sekitar 1.000 partisipan selama 12 pekan. Tim peneliti merekam aktivitas dan kondisi kesehatan partisipan selama pergantian musim dingin ke musim gugur pada 2008. Ketika flu sudah menyerang, olahraga tetap bisa dilakukan. Hanya, perlu memperhatikan asupan obat. Sejumlah obat flu semacam decongestant membuat kerja jantung meningkat. Jadi, tetap lakukan olahraga tanpa berlebihan agar jantung tak bekerja terlampau keras. (pet)
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Wed Nov 10, 2010 4:27 pm

BATUK BISA BERARTI BURUK
GERAI - Edisi April 2007 (Vol.6 No.9) Farmacia
Batuk ternyata merupakan salah satu sistem pertahanan untuk mengeluarkan benda asing dari dalam tubuh. Tetapi, tentu saja, ada juga batuk yang merupakan gejala penyakit serius.

Pergantian musim penghujan ke musim kemarau seperti saat ini sering membuat klinik praktik dibanjiri pasien. Pasien datang membawa berbagai keluhan, terutama batuk dan pilek. Meski pada sebagian pasien batuk terjadi karena faktor cuaca, flu, atau alergi, namun yang perlu diwaspadai adalah batuk karena penyakit lain. Kalau batuknya sangat sering, tidak menghiraukan waktu siang malam batuk, bisa jadi itu merupakan gejala penyakit yang harus harus dikendalikan.

Batuk yang berkaitan dengan flu patut diwaspadai. Pasien sering mengaku terserang flu, dengan gejala hidung tersumbat, bersin-bersin, sedikit batuk, dan demam. Stadium pertama biasanya terbatas 3-5 hari. Sekret hidung mula-mula encer dan banyak, lalu jadi agak kental, lebih kental dan lengket. Penyakit dapat berakhir pada titik ini. Namun pada kebanyakan orang, penyakitnya berlanjut ke stadium masuknya bakteri sekunder -- hal ini dicirikan oleh suatu lendir hidung yang purulen, demam dan sakit tenggorokan. Mukosa (selaput lendir) hidung merah, bengkak dan ditutupi sekret yang mudah dilihat dalam hidung. Stadium ini berlangsung hingga dua minggu, sesudahnya penderita akan sembuh tanpa bantuan dokter.

Intervensi dokter diperlukan jika terjadi komplikasi lanjut seperti pneumonia (penyakit paru), suara serak/hilang, infeksi telinga tengah, atau radang sinus.
Pada saat itu infeksi pencetus sudah tidak dikenali sebagai flu. Biasanya yang disebut "flu" penyebabnya virus influenza. Klasifikasi virus pernafasan ada dua -- virus RNA (asam ribo nukleat) dan virus DNA (asam deoksiribo nukleat). Virus RNA termasuk kelompok seperti rinovirus, ekhovirus dan virus influenza, para influenza, gondongan, campak dan virus pernafasan sinsisial. Virus DNA termasuk kelompok adenovirus dan herpes virus.

Penyebaran flu terutama melalui infeksi droplet (menghirup virus di udara) dan bukan karena tertelan. Jadi, infeksi pernafasan secara teoritik dapat dikendalikan dengan isolasi (karantina). Namun masyarakat umum menganggap tak mungkin melarang penderita flu pergi ke sekolah, ke tempat kerja, atau berkumpul dengan banyak orang. Kerentanan terhadap flu sangat bervariasi antar-individu. Anak hingga usia 5 tahun bersifat lebih rentan.
Bagaimana cara penanganannya? Sejak Jenner memerangi cacar pada tahun 1798, berbagai vaksin virus yang berguna telah dikembangkan. Karena jumlah virus yang berbeda terlibat amat besar, maka sejauh ini belum mungkin mengembangkan vaksin yang dapat mencakup infeksi-infeksi yang paling mungkin.

Antibiotika hanya bermanfaat dalam mengobati infeksi sekunder. Antihistamin digunakan untuk mengobati flu, batuk dan alergi adalah penghambat H1. Sementara vasokonstriktor topikal seperti fenileprin atau oksimetazoline melegakan sekret hidung yang encer. Hati-hati jika obat-obatan ini digunakan pada bayi dan anak kecil. Dekongestan oral mengurangi sekret hidung yang banyak, membuat pasien merasa lebih nyaman, namun tidak menyembuhkan.
Jika terdapat indikasi yang tepat untuk terapi antitusif seperti batuk nonproduktif yang sangat mengganggu tidur atau kehadiran di sekolah, maka kodein atau dekstrometorfan dapat dianjurkan. Terapi terbaik pada flu virus tanpa komplikasi mungkin berupa istirahat baring dan isolasi sekitar dua hari, hidrasi yang memadai, banyak makan dan minum yang bergizi, pemberian tetes hidung salin. Selama fase infeksi bakteri sekunder dapat diberikan antibiotika spesifik.

Flu bisa juga menjadi wabah yang menelan korban. Kasus flu burung (avian iInfluenza) pada manusia adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang ditularkan oleh unggas. Virus influenza terdiri dari beberapa strain antara lain tipe A, tipe B, tipe C. Influenza tipe A terdiri dari beberapa strain antara lain H1N1, H3N2, H5N1, dll. Influenza tipe A (H5N1) merupakan penyebab wabah flu burung di Hongkong pada 1997 dan 2003. Juga Thailand, Vietnam, dan Kamboja. Di Indonesia, dengan adanya korban, dapat disimpulkan bahwa telah terjadi penularan virus A (H5N1) pada manusia. dalam kasus ini, tak terbukti adanya penularan dari manusia ke manusia.


Last edited by gitahafas on Sat Nov 20, 2010 9:34 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
 

Influenza & Penyakit Virus Lain

View previous topic View next topic Back to top 
Page 4 of 10Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10  Next

 Similar topics

-
» noob killer ...remover of virus in your YM
» Penyakit berjangkit (Latihan 2)
» Antisipasi penyakit LEVER!!!!
» Seksyen 21 Akta Pemusnahan Serangga Pembawa Penyakit
» H1N1.. cara pencegahan dan simptom2

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-