Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Influenza & Penyakit Virus Lain

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Mon Jul 18, 2011 11:34 am

CIRI CIRI PILEK YANG BISA MENULAR
Senin, 18/07/2011 10:34 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Meski batuk dan hidungnya masih meler, kuman penyebab pilek bisa saja sudah tertidur sehingga tidak menular. Sebaliknya meski tidak ada gejala, pada masa-masa tertentu pilek tetap menular. Bagaimana mengenali pilek yang masih menular? Ada beberapa jenis pilek, sehingga masa kritis penularannya sangat dipengaruhi oleh jenis dan karakteristik kuman yang menyebabkanya. Ada yang baru menular setelah muncul gejalanya, ada juga yang diam-diam sudah menular meski belum ada tanda-tanda infeksi. Beberapa jenis pilek beserta tanda-tanda yang menunjukkan masa kritis penularannya adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari Health24, Senin (18/7/2011).

1. Pilek biasa (common cold)
Ada sekitar 200 jenis virus yang bisa menyebabkan pilek, hampir semuanya ditularkan melalui udara dan hanya bisa dicegah dengan menjaga kebersihan termasuk mengenakan masker saat banyak orang kena pilek. Gejalanya antara lain bersin-bersin, batuk, hidung meler dan radang tenggorokan. Meski demikian, pilek bisa menular sejak 1 hari sebelum muncul gejala hingga 8 hari sesudahnya.

2. Flu (Flu Musiman maupun Flu Burung)
Selain batuk-batuk, infeksi kedua jenis flu ini dicirikan dengan lendir pernapasan termasuk dahak dan ingus. Lendir-lendir itulah yang paling banyak menularkan virus penyebabnya. Prof Linda Meloy, MD dari Virginia Commonwealth University mengatakan, flu paling menular pada 3 hari pertama sejak muncul gejala dan ketika pasien mengalami demam tinggi. Namun perlu diwaspadai, flu bisa menular sejak 1 hari sebelum gejalanya muncul hingga 7 hari sesudahnya.

3. Pilek Akibat Radang Tenggorokan
Tidak seperti flu yang bisa sembuh sendiri, pilek akibat radang tenggorokan biasanya dipicu oleh bakteri streptococcus sehingga butuh antibiotik untuk mengatasinya. Radang yang tidak disebabkan oleh infeksi tidak akan menular, namun jika berdahak berarti ada infeksi sehingga bisa menular. Selain dahak, radang tenggorokan akibat infeksi dicirikan dengan nyeri saat menelan, demam tinggi dan pembengkakan pada tonsil. Bakteri penyebabnya baru menular pada hari pertama munculnya gejala hingga 24 jam setelah minum antibiotik, dengan catatan antibiotiknya harus diminum sampai habis agar bakterinya benar-benar mati.

4. Bronkitis
Kuman pemicu bronkitis, baik virus maupun bakteri bisa tinggal hingga berminggu-minggu di saluran pernapasan. Namun kuman-kuman tesebut tidak akan selamanya bersifat aktif atau bisa ditularkan, karena pada masa tertentu si kuman akan tertidur. Jika disebabkan oleh bakteri, maka pemberian antibiotik akan mempercepat inaktivasi kuman sehingga tidak menular. Masa kritis penularan kuman bronkitis tidak ditandai dengan gejala yang spesifik, namun bisa diperkirakan antara hari pertama munculnya gejala hingga 7 hari sesudahnya.

5. Pneumonia
Pilek yang dipicu oleh infeksi bakteri pneumococcus di paru-paru ini dicirikan dengan batuk, demam, menggigil dan sesak napas. Tidak ada pilihan lain, satu-satunya cara untuk membuat kumannya tidak aktif sekaligus mematikannya adalah dengan minum antibiotik sesuai petunuk dokter. Masa kritis penularan bakteri pneumococcus adalah hari pertama munculnya gejala hingga 24 jam setelah mengonsumsi antibiotik untuk pertama kali.

6. Pilek Karena Alergi
Gejala pilek yang dipicu oleh alergi antara lain bersin-bersin, hidung meler dan sakit kepala. Karena merupakan reaksi tubuh yang terlalu sensitif terhadap pemicu alergi, maka pilek ini tidak pernah bisa ditularkan. Namun kadang-kadang ada yang tertular saat berada di dekat orang yang pilek karena alergi. Menurut Charles Ericsson, MD dari University of Texas, dalam kasus seperti itu yang terjadi bukan penularan pilek tetapi secara kebetulan sama-sama mengalami pilek karena karena berada dalam kondisi lingkungan serta faktor pemicu yang sama.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Mon Jul 18, 2011 11:51 am

PENGARUH VITAMIN C TERHADAP FLU
Kamis, 10 April 2008 14:30 WIB Media Indonesia - Penulis : purwanti
Pada tanda awal gejala flu, banyak orang yang mengambil sebotol suplemen vitamin C. Vitamin C sudah dianggap sebagai obat yang biasa untuk flu seperti yang terdapat pada produk seperti jus-jus yang sudah difortifikasi, obat batuk, dan teh. Vitamin C mulai diperkenalkan untuk flu biasa sejak tahun 1970an. Walaupun vitamin C memiliki kegunaan yang luas, para ahli mengatakan bukti mengenai efek vitamin C yang sebenarnya terhadap flu sangat sedikit. Vitamin C adalah vitamin dan antioksidan yang sangat penting yang digunakan tubuh untuk menjaga Anda tetap kuat dan sehat. Vitamin C biasanya digunakan untuk merawat tulang, otot, dan saluran pembuluh darah. Vitamin C juga berperan dalam pembentukan kolagen dan membantu tubuh menyerap zat besi.

Vitamin C banyak ditemukan pada sayur-sayuran dan buah-buahan, khususnya jeruk dan buah-buahan citrus. Vitamin ini juga terdapat dalam suplemen alami yang bisa dikonsumsi dalam bentuk pil vitamin C dan tablet kunyah vitamin C. Dari sumber yahoohealth.com, pada Juli 2007 dilakukan sebuah penelitian yang berlangsung selama hampir 60 tahun, para peneliti menemukan bahwa, ketika seseorang mengonsumsi vitamin C setelah terserang flu, suplemen vitamin C tidak membuat flu berkurang. Ketika dikonsumsi setiap hari, vitamin C hanya sedikit mengurangi durasi flu - sekitar 8% pada orang dewasa dan sekitar 14% pada anak-anak.

Rata-rata orang dewasa yang menderita flu selama 12 hari setiap tahunnya akan tetap menderita selama 11 hari setahun jika orang tersebut mengonsumsi vitamin C dosis tinggi setiap hari selama tahun tersebut. Untuk rata-rata anak-anak yang menderita flu selama 28 hari setahun, mengonsumsi vitamin C dosis tinggi akan tetap mengalami flu selama 24 hari. Umumnya, vitamin C aman untuk dikonsumsi ketika dikonsumsi dari sumber-sumber makanan seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Untuk kebanyakan orang, mengonsumsi suplemen vitamin C pada jumlah yang direkomendasikan juga aman. Vitamin C dosis tinggi (lebih dari 2000 miligram per hari untuk dewasa) dapat menyebabkan batu ginjal, mual-mual, dan diare.


Last edited by gitahafas on Wed Jul 27, 2011 11:13 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Wed Jul 27, 2011 11:12 am

FLU, JANGAN LANGSUNG "DIHAJAR" ANTIBIOTIK
Dini | Selasa, 26 Juli 2011 | 07:25 WIB
KOMPAS.com — "Saya pernah membaca artikel yang bilang bahwa flu tak boleh diobati dengan antibiotik. Berdasarkan pengalaman, saat berobat ke dokter karena flu, salah satu obat yang diberikan adalah antibiotik, dan harus dihabiskan. Mana yang benar?" (Shinta, via e-mail) Flu yang dimaksud mungkin batuk-pilek biasa yang umumnya disebabkan oleh virus, demikian menurut dr Alyya Siddiqa, SpFK, dokter spesialis farmakologi klinis dan dosen di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Penyakit yang disebabkan virus tidak perlu diobati dengan antibiotik karena fungsi antibiotik adalah mematikan bakteri. Pemberian antibiotik jadi tidak berguna, kecuali dokter menduga telah terjadi infeksi bakteri. Namun, ini pun bukan untuk penyakit common cold. Kita baru butuh antibiotik bila terserang flu yang penyebabnya adalah bakteri. Pemberian antibiotik rutin kepada pasien flu biasa memberikan kontribusi nyata dalam pembentukan resistensi (kekebalan) kuman terhadap antibiotik tersebut. Bila sudah terjadi resistensi, kuman pun lebih sulit mati. Akibatnya, diperlukan antibiotik yang lebih ampuh untuk mematikannya. Penyakit flu yang diakibatkan virus adalah self-limiting disease, artinya bisa sembuh sendiri. Bila Anda terkena flu biasa atau batuk-pilek, cukup tingkatkan stamina tubuh dengan cara makan makanan bergizi agar tubuh sehat kembali. Juga, minum air putih yang banyak dan cukup istirahat.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Mon Sep 05, 2011 7:31 pm

FLU BURUNG BANGKIT LAGI
Senin, 05/09/2011 08:31 WIB Irna Gustia - detikHealth
Jakarta, Flu Burung (H5N1) yang sudah berlalu sejak 2006 kini mengancam lagi. PBB memperingatkan kebangkitan virus flu burung yang mematikan setelah ditemukan adanya mutasi flu burung di negara-negara yang sebelumnya sudah dinyatakan bebas virus. Mutasi flu burung ini ditemukan pada strain baru yang menyebar di China dan Vietnam. Badan Pangan Dunia PBB (FAO) mendesak untuk dilakukannya pengawasan yang lebih besar terhadap kemungkinan penyebaran kembali flu burung. Pekan lalu WHO menerima laporan meninggalnya seorang gadis Kamboja akibat flu burung pada 14 Agustus 2011. Total ada 8 orang yang telah meninggal di Kamboja pada tahun ini akibat Flu Burung. Di Vietnam sebagian wilayah di utara dan tengah juga mulai muncul Flu Burung strain baru. FAO mengatakan migrasi burung selama 2 tahun terakhir telah membawa virus H5N1 ke negara-negara yang selama ini telah bebas virus seperti Israel, Palestina, Bulagria, Rumania, Nepal dan Mongolia. "Burung-burung liar yang kemungkinan dapat mengenalkan virus ini tapi perilaku masyarakat dalam produksi unggas dan pemasarannya yang menyebarkannya," kata Kepala Veterinary FAO Juan Lubroth seperti dilansir huffingtonpost, Senin (5/9/2011).

WHO mengatakan secara global telah terjadi 331 kematian dari 565 kasus Flu Burung yang dikonfirmasikan sejak tahun 2003 ketika pertama kali virus itu terdeteksi. Dengan melakukan tindakan isolasi dan vaksinasi, penularan virus Flu Burung yang mencapai puncaknya di tahun 2006 telah bisa dihilangkan di 63 negara. Namun 6 negara masih dinyatakan endemik Flu Burung yakni Bangladesh, China, Mesir, India, Indonesia dan Vietnam. Sejak pertengahan tahun 2008 jumlah kasus Flu Burung pada populasi burung liar dan unggas menyusut menjadi 302 kasus dari sebelumnya 4.000 kasus. Namun data FAO mencatat terjadi kenaikan kasus yang dilaporkan pada tahun 2010-2011 yakni sebanyak 800 kasus. "Penurunan kasus yang progresif di tahun 2004-2008 itu bisa berarti akan adanya kebangkitan virus H5N1 di musim gugur dan musim dingin ini, tanpa terduga bisa saja orang menemukan virus tersebut di halaman belakang rumahnya," kata Lubroth.

Flu burung atau avian influenza (H5N1) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti burung dan mamalia. Di Asia Tenggara kebanyakan kasus flu burung terjadi pada jalur transportasi atau peternakan unggas. Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan sentuhan. Namun demikian, virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh karena itu daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Virus dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Bahan makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus. Tangan harus dicuci sebelum dan setelah memasak atau menyentuh bahan makanan mentah. Gejala umum yang dapat terjadi adalah demam tinggi, keluhan pernafasan dan (mungkin) perut. Replikasi virus dalam tubuh dapat berjalan cepat sehingga pasien perlu segera mendapatkan perhatian medis.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Sat Dec 10, 2011 11:07 am

5 LANGKAH MUDAH REDAKAN BATUK DAN PILEK
Sabtu, 10/12/2011 10:03 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Orang yang mengalami batuk pilek biasanya disertai dengan gejala yang membuat tidak nyaman. Tapi ada 5 langkah yang bisa dilakukan seseorang untuk meredakan kondisi batuk pilek. Umumnya batuk dan pilek menyebar melalui tetesan bakteri atau virus yang terbang di udara. Diperkirakan ada sekitar 200 jenis virus yang bisa menyebabkan kondisi ini. Orang dewasa akan mengalami pilek sekitar 2-5 kali dalam setahun, sedangkan anak-anak bisa 5-10 kali dalam setahun. Sebagian besar orang akan lebih rentan tertular batuk dan pilek ketika musim dingin, hal ini karena adanya penurunan suhu di sekitar serta kekebalan tubuh yang berkurang. Meski begitu ada 5 langkah mudah yang bisa dilakukan seseorang untuk meredakan batuk dan pilek yang dialaminya, seperti dikutip dari Indiavision, Sabtu (10/12/2011) yaitu:

1. Mandi menggunakan air panas
Mandi dengan menggunakan air panas bisa membuat tuubuh menjadi tenang dan juga rileks, serta membantu meringankan lendir yang bertumpuk di dada sehingga bisa bernapas lebih mudah.

2. Mengonsumsi sup hangat
Mengonsumsi sup hangat yang terdiri dari ayam dan sayuran sangat bagus bagi tubuh. Sup hangat ini tidak hanya membantu membersihkan saluran udara tapi juga memberikan energi dan kekuatan yang dibutuhkan oleh tubuh.

3. Mengonsumsi satu sendok madu
Mengonsumsi madu yang murni dan alami bisa menjadi cara yang efektif untuk menyingkirkan batuk rejan, cukup konsumsi 1 sendok madu setiap hari.

4. Berkumur dengan air garam
Cobalah mengambil 1 sendok teh garam dan dicampur dengan air hangat, lalu gunakan campuran ini untuk berkumur setidkanya 4 kali dalam sehari.

5. Melakukan inhalasi uap
Inhalasi atau penguapan termasuk cara yang cukup efektif untuk menyembuhkan batuk dan sakit kepala yang terjadi karena adanya penumpukan lendir. Uap yang dihirup akan membantu mencairkan lendir sehingga lebih mudah dikeluarkan dan lebih mudah bernapas.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Tue Jan 24, 2012 7:55 pm

10 KIAT AGAR TAK TERTULAR FLU
Asep Candra | Selasa, 24 Januari 2012 | 13:38 WIB
KOMPAS.com - Flu tergolong penyakit yang mestinya dapat dicegah. Banyak kasus flu yang sebetulnya tak perlu diderita hanya karena lalai atau mungkin tidak tahu cara mencegahnya. Jangan anggap enteng flu. Khusus bagi yang sudah berusia lanjut, serangan flu umumnya lebih berat dibanding bila menimpa mereka yang lebih muda. Selain karena sistem kekebalan tubuh mereka yang memasuki usia uzur sudah kian menurun, tipe virus flu yang masuk ke dalam tubuh juga belum tentu sama. Kita mengenal tiga keluarga besar tipe virus flu (tipe A, B, dan C). Masing-masing tipe punya sekian banyak anggota keluarganya sendiri. Perangai anggota keluarga masing-masing tipe virus flu juga tidak sama derajat keganasannya. Ada yang jinak, ada pula yang ganas luar biasa. Flu yang lazim menyerang penduduk Eropa, misalnya, tidak seperti di Indonesia, umumnya tergolong jenis virus flu yang ganas, dan sering amat mematikan. Wabah flu awal abad XX di Spanyol, menelan ratusan ribu korban tewas. Oleh karena tidak semua virus, termasuk virus flu, ada obat antinya, kunci pamungkas mencegah virus flu masih tetap hanya ada dua cara, yakni dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi kemungkinan tubuh dimasuki oleh virus. Di bawah ini beberapa tip bagaimana agar flu yang mengancam di musim penghujan ini tidak sampai menimpa kita. Apa sajakah yang perlu dikerjakan?

1. Minta vaksin flu.
Bagi yang sudah uzur dianjurkan untuk mendapatkan suntikan vaksin flu selama musim flu datang. Namun, tidak semua jenis virus bisa ditangkal dengan vaksin flu. Dari waktu ke waktu vaksin flu disempurnakan dengan kandungan jenis-jenis vaksin oleh tipe virus flu yang tengah menimbulkan wabah. Namun, selain berbeda tipe virusnya, bukan kejadian jarang muncul jenis virus yang lolos dari upaya penangkalan, saking beragamnya jenis dan strain virus flu yang ada. Belum lagi kemungkinan virusnya berubah tabiat (mutasi), sehingga sebuah vaksin menjadi tak lagi poten menangkalnya.

2. Jauhi diri dari paparan dingin.
Orang Barat menjuluki flu sebagai catch cold atau terpapar dingin. Memang, semakin lama dan sering tubuh terpapar yang serba dingin (udara, air mandi, ruangan berpendingin, minuman dingin, angin), semakin lemah ketahanan tubuh, dan kian rentan untuk gampang terserang virus (apa saja). Kita tahu, bibit penyakit virus hanya bisa dilawan dengan mengandalkan daya tahan tubuh. Kalau daya tahan menurun, pertahanan tubuh akan jebol, dan flu atau penyakit oleh virus lainnya berpotensi bakal menjangkiti. Hanya bila pertahanan tubuh kokoh saja, virus yang sudah masuk ke dalam tubuh akan bisa ditumpas dan orang batal jatuh sakit flu. Itu sebab selama tubuh hanya ditumpangi oleh virus flu saja, pemberian obat antibiotika, yang paling kuat sekalipun, menjadi mubazir karena virus tak bisa ditumpas oleh antibiotika jenis dan generasi apa pun. Selain sia-sia mengeluarkan uang untuk yang tak perlu, tubuh sudah dibebani oleh efek samping antibiotikanya. Kasus flu sejatinya tidak perlu diberi antibiotika. Di Indonesia, flu umumnya dianggap penyakit enteng. Orang masih tetap melakukan aktivitas hariannya di kantor, sekolah, dan kegiatan luar rumah lainnya. Penyakit flu yang tadinya hanya dihuni oleh virus saja, akibat tubuh dalam kondisi sudah diperlemah oleh serangan virus, bibit penyakit lain akan mudah ikut mendompleng memasuki tubuh, lalu muncul penyakit baru. Dengan cara itu, penyakit flu di Indonesia umumnya sering berkepanjangan, dan malah bisa berkomplikasi. Tidak jarang flu berkembang menjadi infeksi THT lain (infeksi tenggorok, kerongkongan, hidung, atau congekan), selain kemungkinan terinfeksi oleh kuman pendompleng yang memasuki paru-paru juga (bronchopneumonia, pneumonia). Itu pula alasan kenapa mereka yang sedang flu sebaiknya tinggal di rumah. Selain berpotensi merugikan diri sendiri, dalam keadaan flu berada di luar rumah akan menyebarkan virusnya ke udara di sekitar pasien, terlebih bila berada di ruangan (yang dirancang tertutup tak berventilasi) berpendingin.

3. Perkuat tubuh.
Dengan beristirahat dan menu bergizi tinggi selama musim hujan, tubuh diperkuat ketahanannya. Selain dengan cara menghangatkan tubuh (minum hangat, mandi hangat, balur obat gosok), pilih pula menu bergizi tinggi, khususnya berpotein tinggi (telur, susu, daging), tak cukup menu sayur-mayur belaka (sayur bening). Orang Barat biasa menghidangkan sup ayam hangat selama tubuh terpapar di udara dingin. Hindarkan mandi hujan, embusan angin, berada di udara terbuka. Buat kita dapat memilih minuman penghangat badan (wedang jahe, bandrek, bajigur, atau sekoteng), khususnya sehabis tubuh mandi hujan, berenang dingin, wisata pantai.

4. Hindari pergi ke tempat-tempat keramaian.
Selagi musim hujan, dan banyak orang sedang sakit flu, sebaiknya tidak bepergian ke tempat-tempat keramaian kalau tidak perlu sekali. Kalau bisa ditunda sebaiknya tidak mengunjungi pasar tradisional, supermarket, mal, bioskop, terminal, stasiun, ruang tunggu puskesmas, rumah sakit, sekolah, ruang pesta. Di tempat-tempat orang berkerumun, virus flu, termasuk jenis virus lain, terbang bertebaran di udara, dan hidung kita menghirup udaranya.

5. Kurangi rokok dan alkohol.
Kedua jenis zat ini berpotensi menurunkan ketahanan tubuh. Merokok ”melukai” selaput lendir saluran napas, sehingga menjadikan saluran napas lebih rentan dimasuki virus. Ruangan yang berasap rokok, memperlemah kondisi saluran napas orang-orang yang menghirupnya juga (passive smoker).

6. Rajin basuh tangan dengan sabun. Tangan dan jemari kita dapat menjadi sumber pemindahan virus yang melekat dari lingkungan tempat kita melakukan aktivitas, seperti kantor, sekolah, dan kamar kecil di tempat-tempat umum. Studi tentang ini sudah dikerjakan sewaktu SARS mewabah dulu. Tangan kita tentu bersentuhan dengan pegangan pintu kamar mandi, pintu mobil, tombol lift, gagang telepon, lembaran atau kepingan uang, permukaan meja, kursi, dan segala yang disentuh banyak orang. Dari sana virus yang sudah mencemari segala yang disentuh (oleh pengidap flu) bisa berpindah ke jemari tangan kita. Pengidap flu perlu tahu diri untuk tidak seenaknya bersin dan batuk-batuk di rungan yang banyak orangnya, selain sepatutnya rajin membasuh tangan juga (sebab pasti sudah memegang liang hidung dan mulutnya yang bervirus). Orang lain yang berdekatan dengan pasien flu, berbicara, dan terancam cemaran virusnya, perlu lebih sering membasuh tangan, dan tidak sembarang memegang hidung (mengupil, membersihkan liang hidung), atau mulut. Biasakan menggunakan saputangan, atau tisu, untuk membersihkan liang hidung atau mulut. Lewat kedua liang itulah virus flu akan memasuki tubuh, termasuk virus flu burung (avian influenzae).

7. Membersihkan liang hidung setiap pulang bepergian.
Ya, selama bepergian ke luar rumah, terlebih selama musim flu berjangkit, nyaris tak ada udara yang tidak tercemar virus flu, terlebih di lingkungan yang ada pasien flu. Hampir pasti udara yang kita hirup selama di luar rumah, ada virus flunya. Termasuk bila di rumah ada yang sedang sakit flu. Bagaimanapun keadaannya, jauh lebih baik bila segera membersihkan liang hidung dengan sabun, setiap kali pulang bepergian, sambil berulang-ulang dengan cara sekuat-kuatnya mengembus-embuskan udara hidung selama dibersihkan. Dengan cara demikian sekurang-kurangnya gerombolan virus yang mungkin sudah mengendon di situ akan terpelanting keluar dari liang hidung sebelum sempat bersarang, dan berbiak.

8. Berkumur-kumur, dan tidak kurang tidur.
Virus flu memasuki tubuh lewat liang hidung dan rongga mulut. Selain saluran hidung harus terjaga bersih, mulut pun perlu kokoh pertahanannya. Untuk itu ada baiknya lebih sering berkumur. Selain bisa memilih seduhan daun sirih (ada daya antisepsisnya), dapat juga memakai obat kumur yang dibeli bebas di apotek. Dengan cara demikian kita berupaya mengenyahkan bibit penyakit yang mungkin sudah mulai mengendap di rongga mulut, termasuk bila yang masuk virus flu. Selain berkumur, tentu menggosok gigi, khususnya sebelum tidur malam. Rongga mulut yang kotor juga memperlemah ketahanannya. Terlebih pada mereka yang sudah tidak memiliki amandel (kelenjar tonsilnya sudah diangkat), sehingga tak punya pasukan penjaga rongga mulutnya dari ancaman bibit penyakit. Termasuk mereka yang gigi-geliginya sudah keropos, terinfeksi, dan membusuk akar giginya. Mereka lebih rentan terinfeksi rongga mulutnya.

9. Lakukan olah napas.
Ya, daya tahan tubuh juga membutuhkan asupan oksigen yang lebih penuh. Upaya olah napas, yakni dengan cara menghela napas (di udara segar terbuka) seberapa dalam kita mampu, dan menahannya seberapa lama kita bisa, akan lebih membugarkan paru-paru. Paru-paru yang bugar, yang lebih deras aliran darahnya, dan meningkat sistem kekebalan lokalnya, akan lebih diberdayakan untuk mampu mengenyahkan bibit penyakit. Untuk menyempurnakan hasil olah napas, sertai pula dengan gerak badan yang memadai seperti berjalan kaki dan bersenam. Faktor stres fisik, selain stres mental, juga menambah rentan tubuh seseorang terserang virus flu. Keletihan yang berlebihan (akibat bekerja maupun latihan fisik) tidak dianjurkan selama musim flu.

10. Cukup tidur dan tidak begadang.
Tantangan orang sekarang adalah acap tergoda oleh begitu banyak iming-iming tontonan televisi, hiburan, dan kegiatan bareng di luar rumah di waktu jeda. Salah satu ancaman penyakit yang banyak menimpa orang sekarang sering sebab kekurangan waktu jeda. Sudah letih di kesibukan siang hari, malamnya sering kurang waktu tidur. Alih-alih sempat tidur siang (seperti orang dulu), tidur malam juga sering tak memadai. Kondisi kurang jeda, kurang tidur, dan tidur pun tidak nyenyak (sebab stres, terlampau letih), yang menambah rentan tubuh diserang virus umumnya, virus flu khususnya.

Bila mulai terasa badan mulai pegal-pegal, kepala pening, mata terasa panas, mulai bersin dan batuk-batuk kecil, kemungkinan gejala awal flu. Itulah saatnya langsung minum obat flu merek apa saja, dan tidur setelah makan sup atau minuman hangat. Biasanya dengan cara itu flu batal muncul. Namun, obat warung tidak kuasa menahan laju perjalanan penyakit flu bila sudah telanjur berat. Percuma terus mengonsumsi obat flu saja bila flu sudah lebih dari seminggu, dan gejalanya bertambah berat. Lendir yang semula bening encer sudah berubah kental berwarna, itu berarti flu sudah ditunggangi oleh bibit penyakit lain. Inilah saatnya obat flu perlu didampingi oleh antibiotika. Di zaman semakin banyak hiburan tengah malam, coba untuk tidak selalu mengikuti kata hati, kendatipun demi si jantung hati. Mereka yang tengah mengidap penyakit menahun (kencing manis, gagal ginjal, penyakit jantung, kanker) tentu lebih ”lemah” dibanding orang normal. (Dr. Handrawan Nadesul)
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Tue Feb 28, 2012 7:48 pm

MUSIM PANCAROBA TIBA, FLU MENERPA
SENIN, 27 FEBRUARI 2012 | 16:11 WIB
TEMPO.CO, Bandung — Nafsu makan Yulita, 36 tahun, tiba-tiba lenyap. Sejak flu berat mendera pada pertengahan Februari lalu, hidungnya tak sanggup mencium bau. Lidahnya pun tak sanggup mencecap berbagai rasa makanan dan minuman. “Sambal ya pedasnya saja yang terasa,” katanya. Di ruang praktek dokter Thaufiq Boesoirie di Jalan Belitung, Kota Bandung, pasien flu antre minta diobati. “Terutama saat musim hujan dan pancaroba,” ujar spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan di RS Hasan Sadikin, Bandung, itu kepada Tempo, Senin, 27 Februari 2012. Gejala awal flu berupa hidung dan tenggorokan yang terasa kering, sakit kepala dan badan, serta demam. Di hari kedua, pasien mengalami bersin-bersin dan keluar lendir dari hidung. Flu, kata Thaufiq, disebabkan oleh virus influenzae, parainfluenzae, dan rhinovirus lainnya. Serangan flu berat bisa memicu sinus. Flu itu juga mengganggu saraf otak nomor satu, yaitu saraf hidung yang mengurangi bahkan sampai menghilangkan daya penciuman, bisa hanya sementara bahkan hingga permanen. Penyebabnya karena ada pembengkakan di selaput lendir hidung. “Sehingga udara tidak bisa mencapai saraf penciuman (nervus olfactorius) yang berada di bagian atap rongga hidung,” kata dokter yang juga Rektor Universitas Islam Bandung itu. Tanpa daya penciuman yang baik, lidah hanya mampu merasakan seperti manis, asam, asin, dan pahit. “Padahal citarasa merupakan gabungan daya penciuman hidung dan berbagai rasa oleh lidah,” katanya. Ia membantah anggapan umum bahwa hilang rasa itu akibat obat antibiotik oleh dokter.

Pemberian antibiotik, kata Thaufiq, berdasarkan pertimbangan daya tahan tubuh penderita yang menurun setelah serangan virus. Pada kondisi itu, bakteri mudah masuk. Tanda masuknya bakteri itu, misalnya, terlihat dari perubahan cairan lendir yang semula bening menjadi kental dan berwarna kehijauan. “Setelah lima hari kena flu, daya tahan tubuh biasanya menurun sehingga ada infeksi ikutan oleh bakteri,” ujarnya. Memang tidak semua orang yang terkena flu, kata Thaufiq, bisa sampai hilang rasa dan penciuman. Kondisinya bisa berbeda sesuai daya tahan tubuh seseorang dan jenis keganasan virusnya. Alaminya, flu yang disebabkan oleh virus bisa sembuh sendiri tanpa diobati selama sepekan. “Penderita hanya perlu istirahat, cukup vitamin, dan makanan yang bergizi,” katanya. Namun, jika flu terasa makin berat dalam kurun kurang sepekan, penderita disarankan agar berobat ke dokter. Jika didiamkan selama 1-2 pekan, bisa menimbulkan kerusakan permanen pada saraf penciuman. “Pada pasien yang telah sembuh flu, tapi merasa penciumannya berkurang, harus cepat periksa lagi,” ujarnya.

Sakit flu pada anak-anak, terutama usia balita, juga tak boleh dianggap remeh. Spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan di RS Hasan Sadikin, Bandung, Ratna Anggraeni Agustian, mengatakan komplikasi flu bisa menyebabkan radang telinga tengah dan sinusitis. Radang yang makin parah dalam bahasa awam biasa disebut congek. “Itu mengganggu dan menurunkan kualitas pendengaran anak,” katanya, Senin, 27 Februari 2012. Anatomi lebih rentan terkena radang telinga dari sakit pilek. Sebab anatomi saluran telinga anak lebih pendek dan lebar. Akibatnya, cairan lendir dari hidung lebih mudah masuk ke telinga. “Kalau orang dewasa salurannya lebih panjang dan menanjak,” katanya. Ratna menyarankan agar orang tua segera memeriksakan anak balitanya yang flu atau pilek jika dalam tiga hari belum sembuh. Apalagi jika badan anaknya tetap demam walau telah diberi obat penurun panas. “Semakin tinggi panasnya, telinga anak biasanya makin sakit,” ujarnya. Pengobatan radang tersebut dilakukan dengan obat antibiotik. Jika kondisinya sudah parah karena serangan virusnya kuat, dokter akan memeriksa kemungkinan untuk penyembuhan dengan cara operasi guna mengeluarkan cairan di telinga dengan segera.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Tue Feb 28, 2012 8:03 pm

CARA MENGATASI HIDUNG MAMPET SECARA ALAMI
Selasa, 28/02/2012 12:58 WIB Putro Agus Harnowo - detikHealth
Jakarta, Ketika menderita pilek atau alergi, seringkali orang mengalami kesulitan bernapas karena sinusnya terganggu atau akrab disebut hidung mampet. Hampir semua orang pernah mengalami hal ini. Sinus adalah rongga pada tulang di sekitar hidung. Rongga-rongga ini terus menerus menghasilkan lendir yang dialirkan ke hidung. Gangguan aliran lendir karena berbagai sebab akan menyebabkan penumpukan lendir di rongga sinus. Kecelakaan yang menyebabkan trauma kepala juga dapat menutup sinus dan menyebabkan penyempitan sinus yang bertahan lama atau bahkan permanen. "Untuk mengatasinya, banyak orang menggunakan semprotan hidung untuk meredakan hidung tersumbat (dekongestan) tanpa resep dokter. Namun, obat ini tidak untuk semua orang dan ada beberapa risiko kesehatan karena meminum obat tertentu, terutama obat semprotan hidung dan dekongestan," kata Chris Kilham, pemburu obat alami dan dosen etnobotani di University of Massachusetts Amherst. Cedera yang menyebabkan penyempitan sinus biasanya memerlukan pembedahan. Namun hidung mampet karena pilek, flu, alergi atau konsumsi makanan tertentu dapat dihilangkan dengan obat-obatan alami. Seperti dilansir FoxNews, Selasa (18/2/2012), cara-cara alami untuk meredakan hidung mampet adalah sebagai berikut:

Larutan Air Garam
Mengaliri sinus dengan larutan air garam encer seringkali efektif untuk mengatasi sinus mampet. Sebuah wadah kecil serupa seperti teko mini yang disebut 'neti pot' seringkali digunakan untuk mengalirkan larutan garam ke hidung. Banyak orang yang telah mencobanya, dan hasilnya cukup memuaskan.

Menghirup Zat Aromatik atau Inhaler
Cara lain untuk mengusir hidung mampet adalah dengan menghirup uap zat aromatik seperti mentol atau kayu putih. Produk inhaler yang mengandung mentol, minyak peppermint, dan Cajeput eucalyptol, komponen dari kayu putih cukup mujarab. Cukup letakkan inhaler tepat di bawah hidung, kemudian dihirup, maka uap dari inhaler akan melonggarkan sinus. Produk aromatik lain dari bahan-bahan yang sama juga dapat membantu. Jika mengalami hidung mampet, isilah bak mandi dengan air panas, teteskan 4 - 5 tetes minyak aromatik, masuklah ke bak mandi, dan hirup uapnya.

Minyak dan Suplemen Kayu Putih
Cara lain untuk mengatasi hidung mampet adalah menghirup obat batuk berbahan dasar kayu putih. Ketika obat ini dihirup, maka sinus akan terbuka. Produk suplemen berbahan dasar kayu putih juga efektif. Kapsul kecil yang mengandung ekstrak kayu putih dapat membersihkan hidung tersumbat. Produk ini baik untuk mengatasi gangguan sinus yang lebih parah.

Menthol
Peppermint mengandung mentol, dan ketika minum teh peppermint, mentol dalam teh akan menyebar sampai ke dalam sinus dan membantu untuk melebarkan sinus. Peppermint tidak sekuat kayu putih, tetapi seringkali bekerja dengan baik.

Hindari Susu
Banyak orang yang tidak dapat mentoleransi produk susu, namun sering tidak menyadarinya dan mengalami sinus tersumbat selama bertahun-tahun pada suatu waktu. Jika menderita sinus tersumbat yang kronis, hindari semua produk susu, keju, dan krim untuk sementara waktu. Jika menghindari susu dapat membuat sinus lebih lega, maka besar kemungkinan penyebab sinus tersumbatnya disebabkan oleh konsumsi susu.

Hindari Penyebab Alergi
Zat penyebab alergi dari lingkungan seperti debu, ragi dan jamur juga dapat menyebabkan gangguan pada sinus. Penyaringan udara yang tidak memadai di kantor atau lingkungan yang tidak bersih dapat menyebabkan gangguan sinus yang tidak berhenti meskipun telah mencoba berbagai upaya.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Mon Mar 12, 2012 7:51 pm

9 JURUS AMPUH ATASI FLU
SENIN, 12 MARET 2012, 12:23 WIB Pipiet Tri Noorastuti
VIVAnews – Flu menjadi ancaman menyiksa di tengah pergantian musim sekarang ini. Selain radang tenggorokan disertai rasa gatal dan sakit saat menelan, flu biasanya juga ditandai hidung berlendir dan tersumbat, demam, badan pegal-pegal, serta nyeri otot. Jangan buru-buru minum obat. Coba atasi dengan cara alami yang bisa Anda lakukan di rumah, seperti saran Charles B. Inlander, President of The People's Medical Society, di webmd.com.

1. Tiup Hidung
Hidung tersumbat sangat menyiksa. Rasanya pasti ingin selalu membuat tekanan di hidung, seperti gerakan menarik ingus. Sesaat mungkin terasa plong, tapi aktivitas ini ternyata justru memperburuk sakit dan berisiko membuat lendir masuk ke paru-paru lalu memicu infeksi. Lebih baik, buat tekanan keluar seperti gerakan meniup dengan hidung agar ingus keluar. Tekan satu lubang hidung lalu tiup sisi satunya hingga ingus bersih. Lakukan bergantian.

2. Beristirahat
Flu menyerang saat daya tahan tubuh lemah. Karenanya, istirahat menjadi salah satu elemen penyembuhan penting karena akan mengembalikan sistem kekebalan tubuh. Selain mempercepat penyembuhan, berbaring atau tidur di balik selimut cukup membantu menyegarkan tubuh yang mulanya lemas.

3. Kumur
Untuk melegakan tenggorokan, coba berkumur dengan air hangat yang dicampur berbagai ramuan herbal atau rempah. Misalkan dengan menambahkan garam mineral, teh raspberry, cuka apel, sage, jahe, dan kunyit. Lakukan empat kali sehari.

4. Minum cairan hangat
Cairan hangat cukup membantu meredakan hidung tersumbat, membantu mencegah dehidrasi, dan dapat menenangkan membran hidung dan tenggorokan yang mengalami peradanggan. Uap yang dirilis minuman hangat membantu mengencerkan lendir.

5. Penguapan
Salah satu cara tradisional untuk mencegah dan mengatasi flu adalah dengan penguapan atau steam. Masukkan air panas ke baskom lalu dekatkan wajah sambil memerangkap uap dengan handuk yang tersampir di kepala. Agar hasilnya lebih efektif, campur dengan rempah yang melegakan hidung dan tenggorokan, seperti minyak eucalyptus, kunyit, dan jahe.

6. Irup mentol
Oleskan balsam, minyak kayu putih atau salep bermentol di dekat lubang hidung. Selain membuat plong hidung yang tersumbat, ini juga membantu mencegah iritasi kulit di sekitar lubang hidung.

7. Bantal tinggi
Ketika tidur, usahakan selalu menjaga kepala dalam posisi lebih tinggi dari bagian dada. Ini untuk mengurangi pembentukan lendir. Cara terbaik adalah tidur dengan bantal dobel dan wajah menghadap langit-langit.

8. Irup bawang
Mencium potongan bawang cukup efektif untuk mengatasi hidung tersumbat. Bawang bertindak sebagai katalis untuk mengeluarkan cairan dan membersihkan hidung. Dekatkan potongan bawang di bawah hidung selama sekitar lima menit.

9. Makanan pedas
Bahan kimia Capsaicin yang ditemukan dalam lada atau cabai dapat membantu membersihkan rongga hidung. Saat flu menyerang, coba santap sup hangat dengan taburan lada, atau makanan mengandung kuah pedas.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Mon Apr 02, 2012 6:26 pm

KAPAN ORANG YANG DEMAM PERLU KE DOKTER?
Minggu, 01/04/2012 09:08 WIB Adelia Ratnadita - detikHealth
Jakarta, Flu biasa yang seringkali menyebabkan demam dapat hilang dalam waktu seminggu atau dua minggu. Tapi jika gejala flu menetap atau memburuk, maka mungkin seseorang perlu ke dokter. Flu adalah infeksi virus yang sangat menular dari hidung dan tenggorokan. Flu biasa disertai dengan gejala, antara lain hidung mampet, pilek, bersin, sakit tenggorokan, batuk, demam ringan dan sakit kepala. Semua gejala tersebut biasanya dapat hilang dalam waktu 14 hari, dengan atau tanpa pengobatan. Jika demam atau flu berlangsung lebih lama dari 2 minggu atau kambuh lagi mungkin kondisi tersebut dapat merupakan alergi, sinusitis, atau infeksi sekunder lainnya. "Demam adalah gejala yang cukup penting. Flu biasanya berhubungan dengan demam. Orang dewasa dengan demam 102 derajat F (39 derajat C) atau lebih tinggi dan anak-anak dengan demam 103 derajat F (39,5 derajat C) dan lebih tinggi, harus ke dokter," kata Dr Norman Edelman, kepala medis untuk American Lung Association. "Jika bayi yang berusia kurang dari 3 bulan dan mengalami demam lebih dari 100 derajat F (37,8 derajat C) harus segera dibawa ke dokter," kata Dr Carlos Lerner, seorang dokter anak dari Mattel Children's Hospital di University of California, Los Angeles. Flu dan demam dapat melemahkan daya tahan tubuh dan membuat rentan terhadap masalah kesehatan mulai dari infeksi telinga, infeksi sinus, radang tenggorokan, bronkitis dan pneumonia. Sakit kepala, demam dan nyeri sinus dapat menunjukkan infeksi sinus yang membutuhkan pengobatan. "Jika memiliki gejala seperti sakit yang menusuk di dada, batuk dengan dahak berwarna, demam atau sesak napas mungkin dapat merupakan tanda pneumonia dan harus segera ke dokter. Jika gejala datang dengan cepat, maka harus segera mencari perawatan medis," kata Dr Ross mengatakan.

Kapan kira-kira orang yang mengalami gejala demam perlu ke dokter?
Berikut panduan dari American Academy of Family Physicians mengenai gejala demam dan flu yang perlu diperhatikan seperti dikutip dari EverydayHealth, Minggu (1/4/2012) antara lain:

Pada anak-anak:
1. Demam tinggi, atau demam yang berlangsung lebih dari 3 hari
2. Gejala yang berlangsung selama lebih dari 10 hari
3. Kesulitan bernapas, bernapas sangat cepat atau mengi
4. Warna kulit kebiruan
5. Sakit telinga
6. Perubahan kondisi mental, seperti lekas marah atau kejang
7. Gejala flu seperti membaik, tetapi kambuh dengan demam dan batuk yang lebih buruk
8. Memburuknya kondisi medis yang kronis, seperti diabetes atau penyakit jantung

Pada orang dewasa:
1. Demam tinggi berkepanjangan
2. Gejala yang berlangsung selama lebih dari 10 hari atau lebih buruk
3. Kesulitan bernapas atau sesak napas
4. Rasa sakit atau tekanan di dada
5. Pingsan atau perasaan seperti akan pingsan
6. Kebingungan atau disorientasi
7. Muntah parah atau berkelanjutan
8. Sakit parah di wajah atau dahi
9. Suara serak, sakit tenggorokan atau batuk yang tidak akan hilang setelah 10 hari.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Influenza & Penyakit Virus Lain   Sun Apr 15, 2012 11:02 am

10 MITOS TAK BENAR PENYEBAB FLU, DEMAM DAN PILEK
Dr. Widodo Judarwanto Sp.A | Asep Candra | Sabtu, 14 April 2012 | 11:54 WIB
KOMPAS.com - Saat mengantar berobat ke dokter anak karena anaknya mengalami batuk, demam dan pilek, para orang tua selalu selalu mengatakan : "Biasa dok, anak saya sakit karena makan gorengan!", atau "Dok, anak saya sakit karena kemaren kebanyakan minum es". Hal lain yang sering dijadikan alasan penyebab sakit flu, demam, batuk atau pilek karena kecapekan, kena hujan, kena angin, kena debu, naik sepeda motor, kena kipas angin atau karena di rumah sedang membangun. Flu, demam, batuk dan pilek terjadi hanya bila terdapat kontak dengan penderita flu, bukan karena hal lainnya yang selama ini sering diduga. Ternyata, alasan yang dikemukan orang tersebut adalah tidak benar sebagai penyebab atau bukan penyebab langsung sakit infeksi batuk, pilek dan demam yang dialami anaknya. Banyak yang meyakini bahwa sakitnya yang diderita selama ini karena hal tersebut. Padahal, bila dicermati penularan penyakit yang utama adalah terjadi kontak sumber penularan dan ada kontak yang sakit di sekitarnya 1-2 hari sebelumnya. Faktor daya tahan tubuh juga menjadi faktor penting, karena meskipun ada kontak manusia bisa terhindar dari flu atau paling tidak gejalanya ringan yang pernah kita sadari. Bila tidak ada kontak dan sumber penularan flu tidak akan terjadi karena virus tersebut tidak akan beterbangan di udara bebas yang luas, seperti di jalan, di udara luas dan tertipup angin dengan jarak yang jauh.

FLU, influenza atau infeksi saluran napas lainnya
Influenza, biasa disebut sebagai flu atau penyakit infeksi saluran napas karena virus lainnya, merupakan penyakit menular yang disebabkan terutama oleh virus RNA dari keluarga Orthomyxoviridae yang mempengaruhi burung dan mamalia. Nama influenza berasal dari Italia: influenza, yang berarti “mempengaruhi” (latin: influentia). Gejala umum penyakit ini adalah badan terasa panas dingin, demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala parah, batuk, kelemahan dan rasa tidak nyaman. Gejala yang paling serng terjadi adalah demam dan batuk. Dalam kasus lebih serius, influenza menyebabkan radang paru-paru, yang dapat menimbulkan kematian, khususnya bagi kaum muda dan orang tua.

Cara Penularan
Biasanya, influenza ditularkan melalui udara atau droplet infection oleh batuk atau bersin, menciptakan udara di sekitarnya yang mengandung virus. Influenza juga dapat ditularkan melalui kotoran burung, air liur, nasal secretions (ingus), kotoran dan darah. Infeksi juga terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita misalnya ingus penderita dapat berpindah ke orang lain melalui salaman tangan, memegang gelas yang sama atau berenang. Udara yang tercemar virus ini dianggap bisa menyebabkan infeksi kebanyakan, walaupun demikian, cara penularan dari udara ke tubuh masih belum jelas. Virus influenza dapat menjadi tidak aktif/mati oleh sinar matahari, disinfektan dan deterjen. Virus dapat juga dibunuh oleh sabun; sering mencuci tangan mengurangi risiko infeksi. Kita tidak pernah menyadari bahwa tertular infeksi saluran napas tersebut karena adanya kontak di sekitar penderita. Sering tak disadari bahwa manusia dewasa juga sering mengalami sakit terkena virus flu atau infeksi virus lainnya. Namun pada beberapa orang dewasa bila terkena gejala sangat ringan dan sering dikira masuk angin, kecapekan atau panas dalam. Keluhan infeksi virus pada orang tua di antaranya adalah nyeri kepala, badan pegal dan linu, nyeri tenggorokan. Pada orang dewasa dengan daya tahan bagus, keluhan ini hanya berlangsung dalam 1-2 hari. Hal ini sering dianggap “mau flu ngga jadi”. Sakit infeksi virus tersebut bisa juga karena tertular bila banyak kontak dengan banyak orang seperti di mall, masjid, gereja, ruangan kantor, di bus, berpapasan dan kontak dengan penderita dengan penderita flu

Mitos Tidak Benar Tentang Penyebab Ketularan Flu, Demam, Batuk dan Pilek :
1. Karena cuaca dan perubahan musim
2. Karena makan gorengan atau makan krupuk
3. Karena hujan
4. Karena masuk angin akibat kipas angin atau naik kendaraan
5. Karena kecapekan dan kurang tidur
6. Karena naik sepeda Motor
7. Karena minum es
8. Karena panas dalam
9. Udara dingin, berenang atau AC
10. Kena debu rumah, cebu bangunan atau bulu Binatang

Berbagai faktor tersebut dapat memperberat tetapi bukan penyebab utamaan penyebab utama. Jadi minum dingin, udara dingin, kecapekan, hujan, cuaca, masuk angin, kena kipas angin hanya memperberat bukan menjadi penyebab utama. Kalaupun ada faktor debu, dingin, minum es pada penderita alergi hanya menjadi keluhan batuk sesaat dan sebentar akan membaik dalam beberapa jam kemudian. Hal ini disebabkan karena alergi bukan virus. Karena, infeksi saluran napas harus ada sumber penularan kontak yang terkena infeksi. Misalnya minum es memang akan memperberat batuk, dan pilek yang terjadi. Pada penderita alergi kadangkala bukan hanya es, tetapi kandungan es yang ada seperti es jeruk atau es coklat bisa menjadi penyebab alergi batuk. Bila terdapat faktor tersebut di atas tetapi tidak ada kontak yang sakit flu atau virus maka tidak akan terjadi atau tertular infeksi tersebut.

Beberapa upaya pencegahan influenza :
1. Peningkatan higiena, sanitasi dan perilaku hidup bersih diri sendiri.
2. Vaksin biasa digunakan untuk influenza pada permulaan flu musiman
3. Perilaku utama yang dapat mencegah penyebaran virus influaenza adalah melakukan cuci tangan sesering mungkin. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir beberapa kali dalam sehari. Keringkan tangan setelah dicuci. Jika tidak ada air, bisa menggunakan bahan pencuci tangan dari alkohol. Pemakaian masker paling tidak dapat mengurangi resiko penularan melalui udara.
4. Bila sedang tidak enak badan seperti sakit kepala, badan capek, sakit tenggorokan atau mual sebaiknya menghindari kontak dengan bayi atau anak untuk mencegah penularannya kecuali pada ibu menyusui hal tersebut dapat dilakukan dengan memakai masker.
Back to top Go down
View user profile Online
 

Influenza & Penyakit Virus Lain

View previous topic View next topic Back to top 
Page 10 of 10Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10

 Similar topics

-
» noob killer ...remover of virus in your YM
» Penyakit berjangkit (Latihan 2)
» Antisipasi penyakit LEVER!!!!
» Seksyen 21 Akta Pemusnahan Serangga Pembawa Penyakit
» H1N1.. cara pencegahan dan simptom2

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-