Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kisah Inspiratif

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7  Next
AuthorMessage
ino
Moderator
Moderator


Number of posts: 127
Age: 55
Registration date: 2008-09-29

PostSubject: Hidup bagaikan perjalanan sebuah kereta   Sun Aug 09, 2009 8:03 pm

Kereta api harus berjalan diatas relnya jika ingin mencapai tujuan. Jika kereta berjalan keluar dari relnya, maka kereta itu akan hancur berantakan. Demikianlah juga hidup kita. Jika ingin sampai kepada tujuan kita, berjalanlah diatas rel yang telah ditentukan. Jangan mencoba untuk berjalan diluar rel yang telah ditentukan. Atau kita akan terperosok kedalam jurang kehancuran.
Ada 2 pedoman yang telah ditetapkan untuk kita tetap diatas rel, kitab Alquran dan Hadits Rasulullah SAW. Jika kita mengikuti petunjuk keduanya, maka kita akan selalu berada diatas rel yang benar menuju tujuan akhir yang kita inginkan.
Seperti juga kereta, maka hidup kita masing2 mempunyai tujuan akhir yang berbeda. Ada yang menuju surga dan ada yang menuju neraka. Terserah kepada kita untuk memilih kereta mana yang akan kita naiki. Jangan menyalahkan takdir. Kitalah yang memilih kereta yang akan kita naiki. Terserah kepada kita apakah akan naik kereta argo yang seba mewah atau kita memilih kereta biasa. Jika kita ingin naik kereta mewah, berusahalah mencari karcis untuk kereta mewah. Jangan kita berharap diberi oleh orang karcis kereta argo. Demikian juga hidup kita, jangan berharap ALLAH akan memberikan hidup yang indah kalau kita tidak berusaha. Tidak akan berubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri tidak berusaha.
Semoga kita bisa membeli karcis kereta argo untuk mencapai tujuan akhir hidup kita yang kita dambakan.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Mon Aug 10, 2009 5:39 am

Alhamdulillah sudah posting lagi Pak Ustad.........lama sekali tidak memberi wejangan..........ditunggu ya minggu depan...........kan namanya aja Minggu Alkitab...........berarti harusnya ada setiap minggu.
Back to top Go down
View user profile
ino
Moderator
Moderator


Number of posts: 127
Age: 55
Registration date: 2008-09-29

PostSubject: Dua Pilihan   Sun Aug 16, 2009 7:50 pm

Disalin dari milis tetangga
Pada sebuah jamuan makan malam pengadaan dana untuk sekolah anak-anak cacat, ayah dari salah satu anak yang bersekolah disana menghantarkan satu pidato yang tidak mungkin dilupakan oleh mereka yang menghadiri acara itu.

Setelah mengucapkan salam pembukaan, ayah tersebut mengangkat satu topik:

' Ketika tidak mengalami gangguan dari sebab-sebab eksternal, segala proses
yang terjadi dalam alam ini berjalan secara sempurna/ alami. Namun tidak
demikian halnya dengan anakku, Shay. Dia tidak dapat mempelajari hal-hal
sebagaimana layaknya anak-anak yang lain. Nah, bagaimanakah proses alami ini berlangsung dalam diri anakku? '

Para peserta terdiam menghadapi pertanyaan itu.

Ayah tersebut melanjutkan: 'Saya percaya bahwa, untuk seorang anak seperti Shay,
yang mana dia mengalami gangguan mental dan fisik sedari lahir, satu-satunya
kesempatan untuk dia mengenali alam ini berasal dari bagaimana orang-orang
sekitarnya memperlakukan dia'

Kemudian ayah tersebut menceritakan kisah berikut:

Shay dan aku sedang berjalan-jalan di sebuah taman ketika beberapa orang anak
sedang bermain baseball. Shay bertanya padaku,'Apakah kau pikir mereka akan
membiarkanku ikut bermain?' Aku tahu bahwa kebanyakan anak-anak itu tidak akan
membiarkan orang-orang seperti Shay ikut dalam tim mereka, namun aku juga tahu
bahwa bila saja Shay mendapat kesempatan untuk bermain dalam tim itu, hal itu
akan memberinya semacam perasaan dibutuhkan dan kepercayaan untuk diterima oleh
orang-orang lain, diluar kondisi fisiknya yang cacat.

Aku mendekati salah satu anak laki-laki itu dan bertanya
apakah Shay dapat ikut dalam tim mereka, dengan tidak berharap banyak. Anak itu melihat sekelilingnya dan berkata, 'kami telah kalah 6 putaran dan sekarang sudah babak kedelapan. Aku
rasa dia dapat ikut dalam tim kami dan kami akan mencoba untuk memasukkan dia
bertanding pada babak kesembilan nanti '

Shay berjuang untuk mendekat ke dalam tim itu dan mengenakan seragam tim dengan
senyum lebar, dan aku menahan air mata di mataku dan kehangatan dalam hatiku. Anak-anak tim tersebut melihat kebahagiaan seorang ayah yang gembira
karena anaknya diterima bermain dalam satu tim.

Pada akhir putaran kedelapan, tim Shay mencetak beberapa skor, namun masih
ketinggalan angka. Pada putaran kesembilan, Shay mengenakan sarungnya dan
bermain di sayap kanan. Walaupun tidak ada bola yang mengarah padanya, dia
sangat antusias hanya karena turut serta dalam permainan tersebut dan berada dalam lapangan itu. Seringai lebar terpampang di wajahnya ketika aku melambai
padanya dari kerumunan. Pada akhir putaran kesembilan, tim Shay mencetak
beberapa skor lagi. Dan dengan dua angka out, kemungkinan untuk mencetak
kemenangan ada di depan mata dan Shay yang terjadwal untuk menjadi pemukul berikutnya.

Pada kondisi yg spt ini, apakah mungkin mereka akan mengabaikan kesempatan
untuk menang dengan membiarkan Shay menjadi kunci kemenangan mereka?

Yang mengejutkan adalah mereka memberikan kesempatan itu pada Shay.

Semua yang hadir tahu bahwa satu pukulan adalah mustahil karena Shay bahkan
tidak tahu bagaimana caranya memegang pemukul dengan benar, apalagi berhubungan
dengan bola itu. Yang terjadi adalah, ketika Shay melangkah maju ke dalam
arena, sang pitcher, sadar bagaimana tim Shay telah mengesampingkan kemungkinan
menang mereka untuk satu momen penting dalam hidup Shay, mengambil beberapa
langkah maju ke depan dan melempar bola itu perlahan sehingga Shay paling tidak
bisa mengadakan kontak dengan bola itu.

Lemparan pertama meleset; Shay mengayun tongkatnya dengan ceroboh dan luput. Pitcher
tsb kembali mengambil beberapa langkah kedepan, dan melempar bola itu perlahan
kearah Shay. Ketika bola itu datang, Shay mengayun kearah bola itu dan mengenai
bola itu dengan satu pukulan perlahan kembali kearah pitcher.

Permainan seharusnya berakhir saat itu juga, pitcher tsb bisa saja dengan mudah
melempar bola ke baseman pertama, Shay akan keluar, dan permainan akan berakhir.

Sebaliknya, pitcher tsb melempar bola melewati baseman pertama, jauh dari
jangkauan semua anggota tim. Penonton bersorak dan kedua tim mulai berteriak,
'Shay, lari ke base satu! Lari ke base satu!'. Tidak pernah dalam hidup Shay
sebelumnya ia berlari sejauh itu, tapi dia berhasil melaju ke base pertama.
Shay tertegun dan membelalakkan matanya. Semua orang berteriak, 'Lari ke base
dua, lari ke base dua!'

Sambil menahan napasnya, Shay berlari dengan canggung ke base dua. Ia terlihat
bersinar-sinar dan bersemangat dalam perjuangannya menuju base dua. Pada saat
Shay menuju base dua, seorang pemain sayap kanan memegang bola itu di
tangannya.

Pemain itu merupakan anak terkecil dalam timnya, dan dia saat itu mempunyai
kesempatan menjadi pahlawan kemenangan tim untuk pertama kali dalam hidupnya.
Dia dapat dengan mudah melempar bola itu ke penjaga base dua. Namun pemain ini
memahami maksud baik dari sang pitcher, sehingga diapun dengan tujuan yang sama
melempar bola itu tinggi ke atas jauh melewati jangkauan penjaga base ketiga.
Shay berlari menuju base ketiga.

Semua yang hadir berteriak, 'Shay, Shay, Shay, teruskan perjuanganmu Shay'. Shay mencapai base ketiga saat seorang pemain lawan berlari ke arahnya dan memberitahu Shay arah selanjutnya yang mesti ditempuh.
Pada saat Shay menyelesaikan base ketiga, para pemain dari kedua tim dan para
penonton yang berdiri mulai berteriak, 'Shay, larilah ke home, lari ke home!'.

Shay berlari ke home, menginjak balok yg ada, dan dielu-elukan bak seorang hero
yang memenangkan grand slam. Dia telah memenangkan game untuk timnya.

Hari itu, kenang ayah tersebut dengan air mata yang berlinangan di wajahnya,
para pemain dari kedua tim telah menghadirkan sebuah cinta yang tulus dan nilai
kemanusiaan ke dalam dunia.

Shay tidak dapat bertahan hingga musim panas berikut dan meninggal musim dingin itu. Sepanjang sisa
hidupnya dia tidak pernah melupakan momen dimana dia telah menjadi seorang
hero, bagaimana dia telah membuat ayahnya bahagia, dan bagaimana dia telah
membuat ibunya menitikkan air mata bahagia akan sang pahlawan kecilnya.

Seorang bijak pernah berkata, sebuah masyarakat akan dinilai dari cara mereka
memperlakukan seorang yang paling tidak beruntung diantara mereka.

Catatan kaki:

Kita sering mengirim ribuan jokes lewat email tanpa pikir panjang, namun bila
kita harus mengirimkan mail tentang pilihan dalam hidup, kita seringkali ragu.
Kejadian-kejadian vulgar, kasar dan mengerikan acap terjadi dalam hidup ini,
namun pembicaraan tentangnya seolah tertelan waktu, baik itu di lingkungan
pendidikan atau kerja.

Jika Anda berpikir untuk forward email ini, kemungkinannya Anda akan memilih
daftar orang-orang dari email address Anda yang Anda pikir layak untuk menerima
email Anda. Ingatlah, bahwa orang yang mengirimi Anda email ini berpikir bahwa
kita semua dapat membuat perbedaan.

Kita semua mempunyai banyak pilihan dalam hidup setiap harinya untuk dapat memahami
'kejadian alami dalam hidup'. Begitu banyak hubungan antar 2 manusia yang
kelihatan remeh, sebenarnya telah meninggalkan 2 pilihan bagi kita:

Apakah kita telah meninggalkan cinta dan kemanusiaan atau, Apakah kita telah
melewatkan kesempatan untuk berbagi kasih dengan mereka yang kurang beruntung,
yang menyebabkan hidup ini menjadi dingin?


Last edited by ino on Mon Aug 17, 2009 2:39 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Sun Aug 16, 2009 8:56 pm

Naaah......gitu dong Pak Ustad......welcome back.......kita butuh nih pencerahan rohani.......bagus ya ceritanya Pak Ustad.......menyentuh hati.......ditunggu lagi minggu depan dan minggu minggu selanjutnya.
Back to top Go down
View user profile
ino
Moderator
Moderator


Number of posts: 127
Age: 55
Registration date: 2008-09-29

PostSubject: Sholat subuh   Sun Aug 23, 2009 11:16 am

Assalamu'alaikum ww.

Pada zaman perang salib, terdapat seorang panglima islam bernama Salahuddin. Dia pusing melihat kalahnya balatentara islam saat itu. Akhirnya beliau kumpulkan prajuritnya saat itu. Waktu itu kebetulan hari maulid Nabi SAW. Kemudian dia berpidato yang begitu hebatnya sampai prajurit2nya
terbangun dari tidurnya. Dia mengingatkan akan perjuangan Rasulullah SAW yang tidak mengenal lelah. Inilah yang kemudian diteruskan sampai sekarang sebagai perayaan maulid. Sebelumnya tidak ada perayaan maulid.
Pada salah satu pidatonya beliau mengemukakan betapa para prajurit telah melalaikan agama. Mereka bangun pagi2 mempersiapkan senjatanya. Mengasah pedang, membersihkan senjata dari darah. Tapi mereka lupa untuk subuh berjamaah. Beliau menyampaikan salah satu ungkapan panglima yahudi :'Kami akan takut dengan tentara islam, jika jumlah jemaah subuhnya telah menyamai jemaah ketika sholat jumat'.
Inilah yang terjadi sekarang ini. Jika diperintah bos, mereka rajin bangun pagi. Jika janji dengan pacar, cepat sekali bangun pagi. Tapi bertemu dengan ALLAH di pagi hari alangkah malasnya. Sering kita bangun pagi, mempersiapkan segala sesuatu untuk bekerja pagi ini, tapi kita lupa mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Tuhan. Bahkan ada yang menyepelekan, sehingga subuh tatkala matahari hampir bersinar. Tidak ada yang mempersiapkan subuh dengan berbondong pergi ke mesjid. Bahkan tidak jarang pada era tehnologi modern ini, kita lebih senang membuka bb terlebih dahulu, daripada mempersiapkan diri untuk sholat subuh di mesjid.
Marilah kita mempersiapkan diri di pagi hari untuk berbondong pergi ke mesjid untuk sholat subuh berjamaah. Ramaikanlah mesjid disaat subuh. Mulailah dari sekarang, mulai dari lingkungan kita yang kecil.

Assalamu'alaikum ww.
(disarikan dari milis tetangga)
Back to top Go down
View user profile
ino
Moderator
Moderator


Number of posts: 127
Age: 55
Registration date: 2008-09-29

PostSubject: Renungan   Sun Aug 30, 2009 11:18 pm

CERITA BARU TENTANG KURA-KURA DAN KANCIL
Suatu hari Kura-Kura dan Kancil berdebat tentang siapa yang lebih cepat. Mereka menyetujui jalur tertentu untuk bertanding dan mulailah mereka bertanding . Sang Kancil melesat dengan cepat dan setelah merasa jauh melampaui Kura-Kura, dia berhenti sejenak dibawah pohon untuk beristirahat sebelum memulai lagi perlombaannya. Sang Kancil terduduk dibawah pohon dan akhirnya tertidur. Dan Kura-Kura berhasil melampauinya dan keluar sebagai juara . Sang Kancil terbangun dan mendapatkan dirinya kalah didalam perlombaan tersebut.
Maksud dari cerita ini adalah mereka yang lambat, apabila konsisten, akan dapat memenangkan pertandingan .
Ini adalah cerita yang biasa kita dengar sejak masa kecil . Rupanya ceritanya bersambung ……….

Sang Kancil sangat kecewa dengan kekalahannya lalu melakukan analisis penyebabnya. Dia sadar bahwa dia kalah karena terlampau percaya diri, kurang hati hati dan terlena . Kalau saja dia bisa lebih waspada maka tidaklah mungkin Kura Kura bisa mengalahkannya.
Lalu ditantangnya lagi Kura-Kura tersebut untuk melakukan lomba ulang yang disetujui oleh Kura-Kura. Dan kali ini, sang Kancil menang mutlak karena dia berlari tanpa henti.
Maksud dari cerita ini adalah:
Cepat dan konsisten akan mengalahkan yang lambat dan konsisten

Kali ini sang Kura-Kura mulai berpikir dan sadar bahwa tidaklah mungkin berlomba dengan Kancil pada jalur seperti yang lalu. Setelah berpikir keras, kali ini Kura-Kura menantang sang Kancil untuk berlomba lagi pada jalur perlombaan yang berbeda. Sang kancil setuju.
Mereka mulai berpacu dan sang Kancil berlari dengan cepat tanpa berhenti sampai akhirnya terpaksa berhenti ditepi sungai, karena harus menyeberang. Rupanya garis finish nya terletak beberapa ratus meter setelah tepi diseberang sungai . Sang Kancil bingung tidak tahu harus berbuat apa…..
Dan tak lama kemudian muncul Kura-Kura menyusul dan dengan santainya menyeberang sampai kegaris finish dan memenangkan pertandingan.
Maksud cerita ini adalah:
Temukan kekuatan utama anda kemudian carilah tempat bertanding yang sesuai dengan kekuatan utama anda


Intisari cerita :
1. Jika kita konsisten, walaupun lambat, kita akan berhasil.
Mungkin pada awalnya kita tidak bisa berbuat apa2. Tapi dengan terus berusaha kita akan mencapai hasil juga.
2. Walaupun konsisten, kitaharus berusaha untuk lebih cepat.
Jika kita menguasai ilmu mengenai masalah yang kita hadapi, tentu kita akan menyelesaikannya dengan lebih baik.
3. Sesuaikan kekuatan anda dengan medan yang akan anda hadapi.
Sesuaikanlah pekerjaan anda dengan kemampuan yang anda miliki. Jika anda seorang dokter, janganlah mengobati mobil yang sedang sakit. Sebaliknya seorang ahli mesin janganlah mengobati seorang yang sedang sakit.

Semoga cerita ini bermanfaat untuk kita semua.















Last edited by ino on Sun Jul 04, 2010 9:30 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
ino
Moderator
Moderator


Number of posts: 127
Age: 55
Registration date: 2008-09-29

PostSubject: Renungan   Sun Sep 06, 2009 10:01 am

Kisah Tsabit Bin Ibrahim

Seorang lelaki yang saleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat sebuah apel jatuh ke luar pagar sebuah kebun buah-buahan. Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah terbitlah air liur Tsabit, terlebih-lebih di hari yang sangat panas dan di tengah rasa lapar dan haus yang mendera. Maka tanpa berpikir panjang dipungut dan dimakannyalah buah apel yang terlihat sangat lezat itu. Akan tetapi baru setengahnya di makan dia teringat bahwa buah apel itu bukan miliknya dan dia belum mendapat ijin pemiliknya.
Maka ia segera pergi ke dalam kebun buah-buahan itu dengan maksud hendak menemui pemiliknya agar menghalalkan buah apel yang telah terlanjur dimakannya.
Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. Maka langsung saja ia berkata, “Aku sudah memakan setengah dari buah apel ini. Aku berharap Anda menghalalkannya”. Orang itu menjawab, “Aku bukan pemilik kebun ini. Aku hanya khadamnya yang ditugaskan merawat dan mengurusi kebunnya”. Dengan nada menyesal Tsabit bertanya lagi, “Dimana rumah pemiliknya? Aku akan menemuinya dan minta agar dihalalkan apel yang telah kumakan ini.” Pengurus kebun itu memberitahukan, “Apabila engkau ingin pergi kesana maka engkau harus menempuh perjalanan sehari semalam”.
Tsabit bin Ibrahim bertekad akan pergi menemui si pemilik kebun itu. Katanya kepada orangtua itu, “Tidak mengapa. Aku akan tetap pergi menemuinya, meskipun rumahnya jauh. Aku telah memakan apel yang tidak halal bagiku karena tanpa seijin pemiliknya. Bukankah Rasulullah Saw sudah memperingatkan kita lewat sabdanya : “Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka.”

Tsabit pergi juga ke rumah pemilik kebun itu, dan setiba disana dia langsung mengetuk pintu. Setelah si pemilik rumah membukakan pintu, Tsabit langsung memberi salam dengan sopan, seraya berkata, “Wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur makan setengah dari buah apel tuan yang jatuh ke luar kebun tuan. Karena itu sudikah tuan menghalalkan apa yang sudah kumakan itu ?” Lelaki tua yang ada di hadapan Tsabit mengamatinya dengan cermat. Lalu dia berkata tiba-tiba, “Tidak, aku tidak bisa menghalalkannya kecuali dengan satu syarat.” Tsabit merasa khawatir dengan syarat itu karena takut ia tidak bisa memenuhinya. Maka segera ia bertanya, “Apa syarat itu tuan?” Orang itu menjawab, “Engkau harus mengawini putriku !” Tsabit bin Ibrahim tidak memahami apa maksud dan tujuan lelaki itu, maka dia berkata, “Apakah karena hanya aku makan setengah buah apelmu yang jatuh ke luar dari kebunmu, aku harus mengawini putrimu ?” Tetapi pemilik kebun itu tidak menggubris pertanyaan Tsabit. Ia malah menambahkan, katanya, “Sebelum pernikahan dimulai engkau harus tahu dulu kekurangan-kekurangan putriku itu. Dia seorang yang buta, bisu, dan tuli. Lebih dari itu ia juga seorang gadis yang lumpuh !” Tsabit amat terkejut dengan keterangan si pemilik kebun. Dia berpikir dalam hatinya, apakah perempuan semacam itu patut dia persunting sebagai isteri gara-gara ia memakan setengah buah apel yang tidak dihalalkan kepadanya? Kemudian pemilik kebun itu menyatakan lagi, “Selain syarat itu aku tidak bisa menghalalkan apa yang telah kau makan !” Namun Tsabit kemudian menjawab dengan mantap, “Aku akan menerima pinangannya dan perkawinannya. Aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul ‘Alamin. Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban-kewajiban dan hak-hakku kepadanya karena aku amat berharap Allah selalu meridhaiku dan mudah-mudahan aku dapat meningkatkan kebaikan-kebaikanku di sisi Allah Ta’ala”.
Maka pernikahanpun dilaksanakan. Pemilik kebun itu menghadirkan dua saksi yang akan menyaksikan akad nikah mereka. Sesudah perkawinan usai, Tsabit dipersilahkan masuk menemui istrinya. Sewaktu Tsabit hendak masuk kamar pengantin, dia berpikir akan tetap mengucapkan salam walaupun istrinya tuli dan bisu, karena bukankah malaikat Allah yang berkeliaran dalam rumahnya tentu tidak tuli dan bisu juga. Maka iapun mengucapkan salam, “Assalamu’alaikum….” Tak dinyana sama sekali wanita yang ada dihadapannya dan kini resmi menjadi istrinya itu menjawab salamnya dengan baik. Ketika Tsabit masuk hendak menghampiri wanita itu, dia mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya. Sekali lagi Tsabit terkejut karena wanita yang kini menjadi istrinya itu menyambut uluran tangannya. Tsabit sempat terhentak menyaksikan kenyataan ini. “Kata ayahnya dia wanita tuli dan bisu tetapi ternyata dia menyambut salamnya dengan baik. Jika demikian berarti wanita yang ada di hadapanku ini dapat mendengar dan tidak bisu. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula”, kata Tsabit dalam hatinya. Tsabit berpikir mengapa ayahnya menyampaikan berita-berita yang bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya ? Setelah Tsabit duduk disamping istrinya, dia bertanya, “Ayahmu mengatakan kepadaku bahwa engkau buta. Mengapa ?” Wanita itu kemudian berkata, “Ayahku benar, karena aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah”. Tsabit bertanya lagi, “Ayahmu juga mengatakan bahwa engkau tuli. Mengapa?” Wanita itu menjawab, “Ayahku benar, karena aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat ridha Allah. Ayahku juga mengatakan kepadamu bahwa aku bisu dan lumpuh, bukan?” tanya wanita itu kepada Tsabit yang kini sah menjadi suaminya. Tsabit mengangguk perlahan mengiyakan pertanyaan istrinya.
Selanjutnya wanita itu berkata, “aku dikatakan bisu karena dalam banyak hal aku hanya mengunakan lidahku untuk menyebut asma Allah Ta’ala saja. Aku juga dikatakan lumpuh karena kakiku tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang bisa menimbulkan kegusaran Allah Ta’ala”.

Tsabit amat bahagia mendapatkan istri yang ternyata amat saleh dan wanita yang akan memelihara dirinya dan melindungi hak-haknya sebagai suami dengan baik. Dengan bangga ia berkata tentang istrinya, “Ketika kulihat wajahnya……Subhanallah, dia bagaikan bulan purnama di malam yang gelap”.
Tsabit dan istrinya yang salihah dan cantik rupawan itu hidup rukun dan berbahagia. Tidak lama kemudian mereka dikaruniai seorang putra yang ilmunya memancarkan hikmah ke penjuru dunia. Itulah Al Imam Abu Hanifah An Nu’man bin Tsabit.
Back to top Go down
View user profile
ino
Moderator
Moderator


Number of posts: 127
Age: 55
Registration date: 2008-09-29

PostSubject: Renungan   Sun Sep 13, 2009 2:11 pm

Papa Baca Keras-keras Ya, Supaya Jessica Bisa Dengar.....
________________________________________
Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas pekerjaan kantor yang dibawanya pulang ke rumah, karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat penting dengan para pemegang saham. Ketika ia sedang asyik menyeleksi dokumen kantor tersebut, Putrinya Jessica datang mendekatinya, berdiri tepat disampingnya, sambil memegang buku cerita baru. Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut, sangat menarik perhatian Jessica, “Pa liat”! Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya. Budi menengok ke arahnya, sambil menurunkan kacamatanya, kalimat yang keluar hanyalah kalimat basa-basi “Wah,. buku baru ya Jes?”,

“Ya papa” Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya. “Bacain Jessi dong Pa” pinta Jessica lembut, “Wah papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh” sanggah Budi dengan cepat. Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas yang berserakkan didepannya, dengan serius.Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah. Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu “pa, mama bilang papa mau baca untuk Jessi” Budi mulai agak kesal, “Jes papa sibuk, sekarang Jessi suruh mama baca ya” “Pa, mama cibuk terus, papa liat gambarnya lucu-lucu”, “Lain kali Jessica, sana! papa lagi banyak kerjaan” Budi berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi, menit demi menit berlalu, Jessica menarik nafas panjang dan tetap disitu, berdiri ditempatnya penuh harap, dan tiba-tiba ia mulai lagi. “Pa,.. gambarnya bagus, papa pasti suka”, “Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI!!” kata Budi membentaknya dengan keras, Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica kecil terkulai, hampir menangis, matanya berkaca-kaca dan ia bergeser menjauhi ayahnya
“Iya pa,. lain kali ya pa?” Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut tangan ayahnya ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah.“Pa kalau papa ada waktu, papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger”.
Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi, buku cerita Peri Imut, belum pernah dibacakan bagi dirinya.
Hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras “Buukk!!” beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabuk yang melajukan kendaraannya dengan kencang didepan rumah Budi. Tubuh Jessica mungil terhentak beberapa meter, dalam keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan secepatnya, selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata dengan begitu lirih“Jessi takut Pa, Jessi takut Ma, Jessi sayang papa mama” darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi ketika sesampainya di rumah sakit terdekat.
Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani Budi. Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji. Kini yang ada hanyalah penyesalan. Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana,.. pun tidak terpenuhi. Masih segar terbayang dalam ingatan budi tangan mungil anaknya yang memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita, kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali,
“,…papa baca keras-keras ya Pa, supaya Jessica bisa denger” kata-kata Jessi terngiang-ngiang kembali. Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa hanya keheningan dan kesunyian hati, canda dan riang Jessica kecil tidak akan terdengar lagi, Budi mulai membuka buku cerita peri imut yang diambilnya perlahan dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil. Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia membuka halaman pertama dan membacanya dengan suara keras, tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras.
Ia terus membacanya dengan keras-keras halaman demi halaman, dengan berlinang air mata. “Jessi dengar papa baca ya” selang beberapa kata,.. hatinya memohon lagi “Jessi papa mohon ampun nak” “papa sayang Jessi” Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu Budi bersujut dan menangis,.. memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai. Seseorang yang mengasihi selalu mengalihkan kesenangan dan membagi kesedihan kita, Ia selalu memberi PERHATIAN kepada kita karena ia peduli kepada kita. ADAKAH “PERHATIAN TERBAIK” ITU BEGITU MAHAL BAGI MEREKA ? BERILAH “PERHATIAN TERBAIK” WALAUPUN ITU HANYA SEKALI Bukankah Kesempatan untuk memberi perhatian kepada orang-orang yang kita cintai itu sangat berharga ? DO IT NOW. Berilah “PERHATIAN TERBAIK” bagi mereka yang kita cintai. LAKUKAN SEKARANG !! KARENA HANYA ADA SATU KESEMPATAN UNTUK MEMPERHATIKAN DENGAN HATI KITA
Back to top Go down
View user profile
ino
Moderator
Moderator


Number of posts: 127
Age: 55
Registration date: 2008-09-29

PostSubject: Renungan   Sun Sep 27, 2009 10:50 am

4 istri dalam hidup
________________________________________
Anda ingin beristeri lebih dari seorang? Atau jika anda wanita anda ingin bersuamikan lebih dari satu? tak mungkin kan?.

Kita semua sudahpun mempunyai 4 isteri/suami. begini..................

Suatu ketika dahulu, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri.

Dia mencintai isteri ke-4 dan menganugerahinya harta dan kesenangan, sebab ia yang tercantik di antara semua isterinya.

Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. ia sangat bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu khuatir takut isterinya ini lari dengan pria lain.

Begitu juga dengan isteri ke-2. Sang pedagang sangat menyukainya kerana ia isteri yang sabar dan penuh pengertian. Ketika pedagang mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri ke-2-nya ini, yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melewati masa-masa sukarnya.

Sama halnya dengan isteri pertama. Ia adalah pasangan yang sangat setia dan selalu membawa kebaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisness sang suami. Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski isteri pertama ini begitu sayang kepadanya.

Suatu hari si pedagang sakit dan menyedari bahawa ia akan meninggal dunia.

Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hati, "Ketika ini aku punya 4 isteri. Namun ketika aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan."

Lalu pedagang itu memanggil semua isterinya dan bertanya pada isteri ke-4-nya. "Engkaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Nah, sekarang aku akan mati. Maukah kamu mendampingi dan menemaniku?"

Ia terdiam.... tentu saja tidak! Jawab isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa2 lagi.

Jawaban ini sangat menyakitkan hati. Seakan2 ada pisau terhunus dan mengiris- iris hatinya. Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3.

"Aku pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku dan menemani akhir hayatku?"

Isterinya menjawab, "hidup begitu indah di sini, Aku akan menikah lagi jika kau mati".

Bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan jawaban tsb. Badannya terasa demam. Kemudian ia memanggil isteri ke-2. "

Aku selalu berpaling kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dan kau selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku memerlukan sekali bantuanmu. Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku?"

Jawab sang isteri, "Maafkan aku kali ini aku tak dapat menolongmu. Aku hanya dapat menghantarmu hingga ke liang kubur. Nanti akan kubuatkan makam yang indah untukmu."

Pedagang ini merasa putus asa. Dalam keadaan kecewa itu, tiba-tiba terdengar suara, "Aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemana pun kau pergi. Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu."

Pria itu lalu menoleh ke samping, dan mendapati isteri pertamanya di sana. Ia tampak begitu kurus. Badannya seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, "Kalau saja aku dapat merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti ini, isteriku."

Pengajaran:

HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI

Sesungguhnya, kita punya 4 isteri dalam hidup ini.

Isteri ke-4 adalah TUBUH kita.

Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah. Semua ini akan hilang dalam suatu batas waktu dan ruang. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.

Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN.

Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya. Sebesar apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada.

Sedangkan isteri ke-2, yakni KERABAT DAN TEMAN.

Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, kita tak akan dapat terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita.

Dan sesungguhnya isteri pertama kita adalah JIWA DAN AMAL KITA.

Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemana pun kita melangkah. Hanya amallah yang mampu menolong kita di akhirat kelak.

Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan bijak serta jangan malu untuk berbuat amal, memberikan pertolongan kepada sesama yang memerlukan. Betapa pun kecilnya bantuan kita, pemberian kita menjadi sangat bererti bagi mereka yang memerlukannya.

Mari kita belajar memperlakukan jiwa dan amal kita dengan bijak.
Back to top Go down
View user profile
ino
Moderator
Moderator


Number of posts: 127
Age: 55
Registration date: 2008-09-29

PostSubject: Renungan Minggu   Sun Oct 18, 2009 11:21 am

Tukang Perahu dan Pak Guru
________________________________________
Refleksi Diri:
Disuatu hari ada "pak guru" yang harus mengajar ke tempat sekolahnya di suatu daerah yang harus dilewati dengan sebuah perahu kecil, dan disitu ada seorang "tukang perahu tua". Pak guru meminta tukang perahu mengatarkan dia ke seberang. dan terjadilah percakapan antara keduanya ;
Pak Guru :" Sudah Lama pak jadi tukang perahu?" dengan wajah sombong dia berkata!
Tukang Perahu :"Dari kecil pak!" jawab tukang perahu dengan wajah lusuhnya
Pak Guru :" Masa dari kecil cuma jadi tukang perahu "
Pak Guru :" Makanya sekolah dong "
Tukang Perahu :"Masa jd tukang perahu aja harus sekolah, Pak"
Pak Guru :"Iya dong biar km bisa baca dan tulis"
Tukang Perahu hanya menganggukkan kepalanya diam dan termenung apa yang telah dikatakan pak guru, sambil mendayung perahu kecilnya.
Pak guru diam tak menghiraukan apa yg dikerjakan tukang perahu dia membaca koran pagi yg baru dia beli...

Ditengah-tengah perjalanan tiba-tiba tukang perahu berkata :
Tukang perahu:"Pak perahu saya bocor neh,!!?"
Pak Guru:"Waduh gimana dong, sayakan tidak bisa berenang". dengan wajah takut pak guru tersebut bertanya ke tukang perahu.
Tukang perahu:"Ya.. kita harus berenang...!!!???" tukang perahu tersebut menjawab dengan senyuman.

Dengan cerita diatas kita bisa mengambil hikmah apa yang terjadi di kehidupan ini.
bahwa kita harus sadar semua orang mempunyai "kelemahan dan kelebihan."
Maka jangan sombong atas kelebihan apa yang kita punya.
dan hormatilah orang lain walau dalam keadaan apapun. senang susah, baik buruk, kaya miskin....
Back to top Go down
View user profile
ino
Moderator
Moderator


Number of posts: 127
Age: 55
Registration date: 2008-09-29

PostSubject: Renungan   Sun Nov 01, 2009 1:23 pm

SAHABAT
Seringkali kita mendengar kata2 sebagai berikut : “Untung waktu itu ada saya. Sayalah sahabat sejatimu. Kalau tidak ada saya entah mungkin apa yang terjadi dengan dirimu”
Sudahkah kita menemukan sahabat sejati? Sahabat sejati ibaratkan kedua belah tangan kita.
Jika bertemu maka kedua tangan akan saling berjabat bahkan berangkulan. Tidak ada yang merasa tangan yang lebih baik atau lebih rendah. Demikian juga sahabat sejati jika bertemu akan berjabat tangan dan saling merangkul. Tidak ada kata2 melebihkan kehebatannya. Sahabat sejati mempunyai taraf yang sama. Tidak juga hanya sekedar saling sapa, just to say ‘hello’.
Jika tangan kiri sedang gatal atau sakit, maka tangan kanan akan menggaruknya atau mengelusnya dan sebaliknya. Demikian juga seorang sahabat sejati.Jika sahabatnya sakit maka dia akan datang menghibur atau bahkan mengantarkannya untuk berobat. Bukan hanya sekedar memberikan seuntai bunga atau sebuah parcel buah2an.
Jika tangan kiri dalam bahaya maka tangan kanan akan membantu melindungi juga sebaliknya. Seorang sahabat sejati akan melindungi sahabat sejatinya dari bahaya, tidak pernah membahayakan sahabatnya, atau justru menjerumuskan sahabatnya kedalam bahaya.
Jika bekerja maka tangan kanan dan kiri akan saling membantu. Mengangkat yang berat akan bersama-sama membantu untuk mengangkatnya. Tapi masing2 tangan akan mengerjakan sendiri jika dia mampu mengerjakannya. Demikianlah sahabat sejati. Tidak pernah merongrong sahabatnya. Dia hanya akan meminta bantuan jika dia benar2 tidak bisa mengatasinya sendiri. Bukan hanya sekedar meminta tanpa usaha.
Sudahkah anda mempunyai sahabat sejati? Saya sudah! Dialah ALLAH SWT. Jika saya dalam keadaan gelisah, maka ALLAH akan datang menghibur saya. Jika saya dalam keadaan susah maka DIA akan datang menolong. DIA akan mengabulkan apa permintaan saya yang menurutNYA baik. Jika itu tidak baik untuk saya, maka DIA tidak akan memberikannya.
Bagaimanakah caranya menjadi sahabat sejati ALLAH. Cukup dengan melaksanakan segala perintahNYA dan menjauhi segala laranganNYA. Lakukanlah. Semoga anda menjadi sahabat sejati ALLAH.
Semoga renungan ini bermanfaat untuk kita semua, terutama untuk penulis sendiri. Amin
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11690
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Sun Nov 01, 2009 2:16 pm

Aamiin.


Last edited by gitahafas on Mon Jan 02, 2012 10:47 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
ino
Moderator
Moderator


Number of posts: 127
Age: 55
Registration date: 2008-09-29

PostSubject: Renungan   Sun Nov 15, 2009 8:43 am

GEMBALA KAMBING
Dahulu kala ada seorang gembala kambing yang ingin menjual seekor kambingnya. Sebagai teman perjalanan, dia mengajak seorang anaknya yang telah dewasa. Pergilah mereka ke pasar kambing yang cukup jauh dari desa mereka.
Mengingat usia kambing yang sudah tua dan tidak mempunyai tenaga lagi, mereka menuntun kambing itu berdua.
Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan seorang kenalan baik. Kenalan ini menegur mereka :”Alangkah bodohnya kalian. Ada kendaraan bukan dinaiki malah dituntun!”. Mereka menepi dan berundinglah ayah dan anak. Keduanya sepakat si anak yang akan mengendarai kambing, karena kambing itu tidak cukup kuat. Mereka berjalan kembali dengan si anak diatas kambing.
Belum jauh mereka berjalan, bertemulah mereka dengan sahabat yang lain. Sahabat ini berkata :”Dosa! Dosa! Dosa! Berdosa engkau anak muda. Engkau yang masih tegap berjalan, enak-enakan naik kambing, sedang ayahmu yang tua kau suruh berjalan, Sungguh dosa yang kau lakukan”.
Kembali ayah dan anak berunding, Kali ini diputuskan ayah yang akan menaiki kambing dan si anak menuntun kambing itu.
Belum terlalu jauh berjalan kembali mereka bertemu teman yang lain. “Sungguh orangtua tidak tahu diri.Lihatlah anakmu yang belum pengalaman kau suruh berjalan sampai terseok-seok begitu. Kau kan sudah sering berjalan jauh, Kau ingin anakmu sakit?”.
Lagi ayah dan anak berunding lagi. Kali ini diputuskan mereka akan naik berdua. Maka mereka melanjutkan kembali perjalanan mereka dengan keduanya duduk diatas kambing. Tapi apa yang terjadi? Belum jauh mereka berjalan, kambing tua itu terjatuh dan mati. Tubuhnya yang tua tidak sanggup memikul kedua orang tersebut. Akhirnya mereka memanggul kambing mati tersebut dan membawanya ke pasar. Sudah dapat diduga kambing itu tidak laku. Perjalanan mereka hanya sia-sia, membuang waktu dan tenaga.

Setiap nasehat dari orang lain, pertimbangkanlah baik-baik. Apa yang baik untuk mereka, belum tentu baik untuk kita. Buruk menurut mereka, belum tentu buruk untuk kita. Pikirkanlah semuanya sebelum kita melaksanakan nasehat itu. Pikir itu pelita hati.
Back to top Go down
View user profile
ino
Moderator
Moderator


Number of posts: 127
Age: 55
Registration date: 2008-09-29

PostSubject: Renungan   Sun Dec 06, 2009 9:09 am

Kemungkaran
Setiap orang beriman yang melihat kemungkaran maka dia akan mencegah dengan ke2 tangannya, setidaknya mencegah dengan lidahnya, paling tidak dia akan berdoa dalam hatinya, tapi itulah selemah-lemahnya iman.
Ibarat 2 kelompok orang naik kapal, orang beriman naik ke kelas dilantai 2 dengan membawa makanan dan minuman, sedang orang tidak beriman akan naik ke dek yang terletak dibawah. Di tengah laut orang beriman minum dari minuman yang mereka bawa. Orang tidak beriman yang tidak membawa minuman kehausan. Mau naik keatas mereka malas, karena tangganya tinggi. Maka mereka mengambil pahat untuk membolongi dasar kapal, untuk mengambil air dari bawah kapal. Diatas memang tidak akan ada kebocoran, tapi air akan masuk kapal dan seluruh kapal akan tenggelam.
Contoh lain : Sekelompok orang tidak beriman membuang sampah ke sungai karena mereka malas pergi ke tempat pembuangan sampah yang jauh. Rumah orang beriman tidak kotor oleh perbuatan itu. Di musim hujan, karena sampah yang menumpuk, aliran sungai tidak lancar, air naik keatas dan akibatnya terjadi banjir. Rumah orang berimanpun terkena banjir.
Nah dimanakah letak iman kita? Akankah kita mencegah orang membuang sampah ke sungai dengan ke2 tangan kita, atau cukup dengan kita menasehati mereka, ataukah kita hanya akan berdoa semoga tidak terjadi banjir?
Banyak pejabat yang korupsi. Apakah yang akan kita lakukan? Kita cegah mereka dengan membawa mereka ke pengadilan? Ataukah kita nasehati mereka untuk tidak korupsi? Ataukah cukup kita berdoa semoga negara kita tetap makmur, kaya raya gemah ripah loh jinawi?
Back to top Go down
View user profile
ino
Moderator
Moderator


Number of posts: 127
Age: 55
Registration date: 2008-09-29

PostSubject: Renungan   Fri Dec 18, 2009 7:47 am

Usaha dan kerja keras!
________________________________________
Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Beberapa saat setelah memesan makanan, tiba tiba seorang anak penjaja kue menghampirinya.

"Om, beli kue om, masih hangat dan enak rasanya" ujar anak kecil penjaja kue itu.
"Engga dik, saya lapar mau makan nasi aja," kata si pemuda menolak dengan halus.
Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu diluar restoran. Dia duduk tepekur didepan restoran. Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menyamperi lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda sambil beranjak kekasir hendak membayar makanan berkata :"Tidak dik, saya sudah kenyang"
Sambil bersikeras mengikuti si pemuda, si anak berkata :"Kuenya bisa buat oleh oleh pulang om,"
Dompet yang belum sempet dimasukan kekantong pun dibukanya kembali, dikeluarkan 2 lembar ribuan dan mengangsurkan keanak penjual kue.
"Saya tidak mau kuenya, uang ini anggap saja sedekah dari saya."
Dengan senang hati, anak kecil penjaja kue itu menerima uang tersebut dan bergegas keluar restoran lalu memberikan kepada pengemis didepan restoran.
Merasa heran dan sedikit tersinggung sipemuda menegurnya.
"Hai, adik kecil kenapa uangnya kau berikan kepada orang lain?, Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang, kenapa setelah ada uang ditanganmu malah kamu berikan kepada orang lain?" tanya pemuda itu.
"Om, jangan marah yah. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh ibu saya sendiri dan ibu pasti akan sedih dan marah, jika saya menerima uang dari om bukan hasil menjual kue. Tadi om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu."
Si pemuda merasa takjub dan menganggukan kepala tanda mengerti.
"Baiklah berapa kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh oleh."
Si anak pun menghitung dengan gembira.
Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata.
"Terima kasih dik, atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibu mu."
Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap.
"Terima kasih om, ibu pasti akan senang sekali,hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami"

Begitulah, bagaimanapun memang lebih nikmat rasanya jika kita mendapatkan sesuatu dengan usaha dan kerja keras.
Bagaimana dengan anda???
Apakah kenikmatan hidup yg anda nikmati hari ini merupakan berkah dari keringat anda sendiri????
Apakah anda lebih senang menerima uang yang bukan hasil kerja jeras anda????


RENUNGKANLAH.
Back to top Go down
View user profile
 

Kisah Inspiratif

View previous topic View next topic Back to top 
Page 2 of 7Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7  Next

 Similar topics

-
» Kisah Anne
» kisah keluarga pembohong
» Kisah suami isteri...
» Kisah Sukses 1 : Jennie S.Bev
» Kisah Umar Abdul Aziz... Hebatnyerr

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: RENUNGAN-