|
| |
| Author | Message |
|---|
ino Moderator


Number of posts: 127 Age: 55 Registration date: 2008-09-29
 | Subject: Kisah Inspiratif Sun Mar 15, 2009 4:47 pm | |
| Kisah Nazaruddin
Di suatu pagi yang cerah, Nazaruddin duduk di teras rumahnya. Pagi itu matahari bersinar dngan indahnya. Suasana alam yang segar ditambah pemandangan halaman yang dihiasi dengan bunga2 yang indah, membuat Nazaruddin merasa bersyukur telah diberi kesempatan untuk menikmati indahnya ciptaan ALLAH.
Tiba2 tampak seorang tetangganya, datang tergopoh-gopoh memasuki pekarangannya. Orang itu langsung menuju kehadapan Nazaruddin.
Tamu :”Assalamu’alaikum wahai sahabatku Nazaruddin”.
Nazaruddin :”Wa’alaikumsalam wahai sahabatku. Duduklah. Apa gerangan yang membuatmu tampak tergesa-gesa seperti telah terjadi sesuatu?”.
T :”Tolonglah aku wahai Nazaruddin. Aku telah mengalami tekanan bathin yang mendalam. Engkau tahu rumahku tidaklah terlalu besar. Sejak kedatangan ibu mertuaku 1 bulan yang lalu, rumah itu bagai neraka bagiku”.
N :”Bukankah engkau tampak bahagia selama ini?”
T :” Sejak kedatangan ibu mertuaku kebahagiaan itu telah sirna. Hanya tersisa derita dalam hidupku”’
N :”Ceritakanlah apa yang terjadi. Mungkin aku dapat membantumu”.
T :”Setiap pagi mertuaku selalu mengomel tidak keruan, Suaranya bagaikan barang kelontong yang saling beradu. Suaranya yang melengking nyaring telah membuat sakit telingaku. Belum lagi suara anak2ku yang saling ribut memperebutkan mainan. Itu membuat semua pikiranku menjadi kacau. Aku pergi bekerja dengan pikiran tidak tenang.
Ketika pulang sore hari hal yang sama terjadi lagi. Sehingga suasana hatiku tidak tenang rasanya tinggal dirumah itu. Ingin rasanya aku membuat rumah lagi”.
N :”Apakah bukan karena engkau telah mempekerjakan seorang wanita cantik di tokomu?”
T :”Ayolah sahabatku. Engkaukan tau bagaimana sifatku terhadap istriku. Aku sangat menyayanginya. Tolonglah aku wahai Nazaruddin”.
N :”Tidakkah istrimu mempunyai saudara?”
T :”Ada 2 orang. Seorang kakak laki2 yang pekerjaannya tidak menentu. Dia bekerja kesana kemari, mengharap ada orang yang membutuhkan tenaganya. Dia mempunyai 3 orang anak. Hidup mereka dari belas kasihan orang. Adiknya perempuan, mempunyai suami yang kerjanya berniaga sampai lama diluar kota. Kadang sampai 6 bulan baru dia kembali. Mereka mempunyai 2 anak kecil yang sedang lucu2nya”.
N :”Kalau begitu undanglah mereka untuk menginap di rumahmu semuanya”.
T :”Apakah engkau sudah gila? Dengan yang ada sekarang saja rumah itu sudah membosankan. Ditambah lagi dengan keluarga istriku. Apa tidak tidak bertambah kacau?”
N :”Percayalah sahabat apa yang aku katakan. Lakukanlah semua itu, maka engkau akan mendapat kebahagiaan”.
T :”Baiklah sahabat, akan aku laksanakan nasehatmu”.
Tamu itupun pergilah meninggalkan Nazaruddin. Nazaruddin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, merasa kasihan kepada tetangganya itu.
3 hari kemudian tetangga itu datang lagi.
T :”Masya Allah Nazaruddin. Rumahku bagai kapal pecah. Suara anak2 yang ribut. Belum lagi suara ribut para wanita. Kepalaku terasa pecah. Tolonglah aku wahai Nazaruddin”.
N :” Bersabarlah engkau, maka engkau akan mendapat kebahagiaan. Tunggulah beberapa hari lagi”.
Tamu itupun pergi dengan langkah gontai. Kembali Nazaruddin menggeleng-gelngkan kepalanya merasa kasihan dengan sahabatnya itu. Andai dia sabar menghadapi cobaan.....
7 hari telah berlalu. Sahabat itupun datang lagi. Wajahnya tampak kusut, langkahnya tidak menentu, matanya merah seperti orang yang tidak tidur beberapa hari. Sambil meneteskan air mata, orang itupun memohon kepada Nazaruddin.
T :”Wahai Nazaruddin sahabatku. Tolonglah aku. Rumahku bagaikan neraka jadinya. Setiap pagi anak2 itu sudah ribut berebut mainan, ditambah dengan teriakan ibu2 mereka yang lantang. Pikiranku setiap pagi menjadi kacau. Pulang kerja terjadi hal yang sama.
Aku tidak dapat bebas melangkah didalam rumahku. Disetiap tempat mainan anak2 tersebar berantakan. Di malam hari aku tidak dapat tidur. Anak2 itu saling bermain sambil berteriak. Ditambah lagi teriakan ibu2nya yang bukan menenangkan, malah menambah ribut suasana. Bagaimana mungkin aku bisa tidur? Tolonglah wahai sahabatku”.
N :”Baiklah sahabat, Sekarang engkau dapat menyuruh keluarga istrimu untuk kembali ke tempat mereka masing2. Semoga engkau mendapat kebahagiaan di rumahmu”.
3 hari kemudian sahabat itu datang lagi. Langkahnya tegap. Mulutnya menyunggingkan senyum. Matanya berbinar-binar. Mukanya bersinar terang. Dia tampak bahagia.
T:”Wahai sahabat, terima kasih atas semua nasehatmu. Sekarang aku telah menemukan kebahagiaan dalam rumahku. Rumahku bagaikan surga. Suara teriakan anak2 bagaikan suara burung yang merdu di pagi hari. Suara teriakan mertuaku bagaikan suara penyanyi gambus yang melagukan lagu yang riang merdu mengalun. Hatiku terasa tenang. Sekarang berapakah yang harus kubayar untuk semua nasehatmu itu?”
N :”Tidak usah engkau membayarnya. Syukuri saja semua rezeki yang telah engkau terima. Betapa bahagianya engkau telah mempunyai rumah tangga yang dikaruniai istri yang cantik dan setia. Bandingkanlah dengan keluarga istrimu.
Kakak istrimu tidak mempunyai pekerjaan. Hidup mereka susah, hanya berdasarkan belas kasihan para tetangga. Bagaimana mungkin engkau titipkan ibu mertuamu disana? Bagaimana makannya?
Adik istrimu mempunyai suami yang kerjanya berniaga. 6 bulan sekali baru mereka bertemu. Anak2 mereka masih kecil2. Bagaimana jika ibu metuamu yang sudah tua itu tinggal disana, kemudian dia jatuh sakit? Tidak ada laki2 dewasa disana.
Beruntunglah engkau yang mendapat amanah mengurus seorang ibu. Ingatlah surga di telapak kaki ibu.
Jika engkau ingin membayarku, berikanlah uang itu kepad fakir miskin, anak2 yatim, atau mereka yang membutuhkannya. Semoga engkau mendapat ridho dari ALLAH.
Jika engkau hendak membangun rumah lagi, bangunlah rumah untuk ALLAH. Dirikanlah mushola atau rumah yatim piatu. Semoga dengan itu ALLAH akan membangun rumah yang indah untukmu disurga.
Sekarang pulanglah engkau. Bahagiakanlah keluargamu, karena mereka amanah dari ALLAH. Syukurilah semua rezeki yang telah engkau dapat, maka ALLAH akan melipat-gandakan rezekimu. Janganlah engkau selalu melihat keatas kepada orang2 yang lebih darimu. Pada suatu saat engkau akan tergelincir oleh sebuah kerikil. Lihatlah orang2 disekitarmu yang lebih rendah darimu. Bantulah mereka semampumu, maka ALLAHpun akan membantumu. |
|  | | Ali Alkatiri Administrator


Number of posts: 1036 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-08-27
 | Subject: Re: Kisah Inspiratif Wed Mar 18, 2009 7:52 pm | |
| Contoh cerita yang bagus Pak Ustadz. Nazaruddin tinggalnya dimana ya? Aku pengen konsultasi.... Rumahku sepi... Hanya berdua dengan isteri... Masak, cuci, setrika sendiri... Akibat pembantuku pergi kawin lari... Malang benar nasibmu Ali Alkatiri...  _________________
The doctor of the future will give no medicine, but will instruct his patient in the care of the human frame, in diet and in the cause and prevention of disease.
|
|  | | ino Moderator


Number of posts: 127 Age: 55 Registration date: 2008-09-29
 | Subject: Re: Kisah Inspiratif Wed Mar 18, 2009 11:40 pm | |
| Waduh maaf Al. Waktu dia pergi kemarin ini, dia tidak bilang mau kemana dan tinggal dimana. Tapi kalau dia balik nanti akan saya tanyakan persoalan ini. Untuk sementara coba jadikan istrimu sebagai pembantu dan engkau mencari istri baru. Tapi ingat jangan yang terlalu muda, nanti dipenjara seperti salah seorang kiai kondang. Hanya gara2 menikahi gadis yang masih usia 12 th. Dimana keadilan? Sedangkan Nabi SAW saja dinikahkan waktu Siti Aisyah berusia 9 th. Memang sih bersatunya setelah usia 16 th. |
|  | | Ali Alkatiri Administrator


Number of posts: 1036 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-08-27
 | |  | | ino Moderator


Number of posts: 127 Age: 55 Registration date: 2008-09-29
 | Subject: Re: Kisah Inspiratif Fri Mar 20, 2009 1:57 pm | |
| Wah kalau itu gue gak ikut campur Al. Ngundang Sandra Dewi tau2 ada foto bugil dia di dunia maya(t), nanti gue yang dituduh menyebarkan. Ogah deh. Gue belum sanggup bersaing dengan Roi Suryo. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 11711 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kisah Inspiratif Sun Mar 29, 2009 7:25 am | |
| Sebuah Perangkap Tikus Mar 22, 2009 in Cerita Renungan
Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam“hmmm…makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??” Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak ” Ada Perangkap Tikus di rumah….di rumah sekarang ada perangkap tikus….” Ia mendatangi ayam dan berteriak ” ada perangkap tikus” Sang Ayam berkata ” Tuan Tikus…, Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku” Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata ” Aku turut ber simpati…tapi tidak ada yang bisa aku lakukan” Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. ” Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali” Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata, ”Ahhh…Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku” Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri. Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan. Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam.Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam) Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat. Dari kejauhan…Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi. – sekian – sumber : Nazaro - AcehForum
Life is a song - sing it. Life is a game - play it. Life is a challenge - meet it. Life is a dream - realize it. Life is a sacrifice - offer it. Life is love - enjoy it.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... ! Pak Ustad Osteforte |
|  | | Ali Alkatiri Administrator


Number of posts: 1036 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-08-27
 | Subject: Re: Kisah Inspiratif Sun Mar 29, 2009 2:10 pm | |
| Alangkah bahagianya tuh suami ---> bisa kawin lagi. Jangan-jangan sengaja beli perangkap tikus....  _________________
The doctor of the future will give no medicine, but will instruct his patient in the care of the human frame, in diet and in the cause and prevention of disease.
|
|  | | ino Moderator


Number of posts: 127 Age: 55 Registration date: 2008-09-29
 | Subject: 7 santri Sun Apr 19, 2009 1:46 am | |
| Di suatu pagi yang indah, mentari bersinar terang, cuaca sungguh segar. Pada saat itu, di suatu pesantren, berkumpullah 7 santri menghadap sang kiai, pemimpin pesantren itu. Hari itu sang kiai ingin menguji ilmu agama mereka. Kiai itu berkata : 'Hai murid2ku, hari ini aku akan memberi tugas kepada kalian semua. Kalian akan mendapat seekor ayam dan sebilah pisau yang tajam. Tugas kalian adalah membunuh ayam itu tanpa diketahui siapapun. Menjelang magrib nanti kalian harus kembali kemari dengan membawa ayam yang sudah terpotong". Para santri kemudian mengambil seekor ayam dan sebilah pisau yang telah disediakan kiai dihadapan mereka. Kemudian mereka pergi masing2 dengan arah yang berbeda. Dalam hati mereka sudah tertanam rencana apa yang akan mereka lakukan. Sore hari mereka kembali dengan membawa ayam dan pisau yang tadi mereka bawa. Di padepokan sang kiai sudah menunggu kedatangan mereka. Setelah dekat dengan sang kiai,ke 7 santri itu duduk bersila membentuk 1/2 lingkaran dengan sang kiai sebagai pusat lingkaran. "Nah sekarang ceritakanlah bagaimana kalian memotong ayam2 itu tanpa diketahui siapapun". Santri I bercerita : "Saya masuk ke kamar mandi kemudian menguncinya. Ayam saya sembelih kemudian darahnya saya bersihkan. Tidak ada yang melihat apa yang saya lakukan." Santri II bercerita : "Saya masuk kedalam kebun sampai dibagian yang paling dalam. Dibalik sebuah pohon yang besar saya memotong ayam ini. Tidak mungkin ada yang melihat saya." Santri III bercerita : "Saya masuk kedalam hutan dan mencari tempat yang pohonnya paling banyak dengan daun2 yang rimbun. Suasana gelap disana. Sayapun memotong ayam ini. Siapa yang bisa melihat apa yang saya lakukan?" Santri IV bercerita : "Saya masuk kedalam kali, kemudian memotong ayam ini didasar kali itu. Pasti tidak ada yang melihat." Santri V bercerita : "Saya naik keatas pohon yang tinggi dan lebat. Disana saya memotong ayam. Siapa yang bisa melihat setinggi itu?" Santri VI bercrita : "Saya menggali lubang yang dalam. Disana saya memotong ayam ini. Mana mungkin ada yang melihat saya memotong ayam ini?" Santri ke 7 bernama oste. Dia maju ke depan sang kiai sambil menyerahkan sebilah pisau dan seekor ayam yang masih hidup. Mukanya tampak pucat, badannya bergetar hebat. Dia tampak sangat ketakutan. " Hai oste, kenapa belum kau sembelih ayammu? Dan kenapa badanmu gemetar disertai wajah yang ketakutan begitu?' "Maaf kiai, saya telah berusaha mencari tempat yang tersembunyi. Tapi setiap kali saya mau menyembelih ayam itu, selalu ada yang melihat saya. Saya tidak mungkin bersembunyi dari ALLAH. Dia akan selalu melihat apa yang saya lakukan. Jangankan menyembelih ayam itu, berniat menyembelihnya saja ALLAH sudah tau. Bagaimana saya bisa bersembunyi dari ALLAH? Saya tidak mungkin menyembelih ayam itu tanpa bisa diketahui ALLAH. Badan saya bergetar karena saya takut kepada ALLAH. Selama ini saya sering melakukan dosa yang saya pikir tidak diketahui siapapun, ternyata saya lupa. ALLAH selalu tau apa yang terjadi." Seketika itu terdengar tangis dari ke6 santri yang lain. Mereka menyesal telah lupa bahwa apa yang mereka lakukan tidak bisa luput dari penglihatan ALLAH. |
|  | | ino Moderator


Number of posts: 127 Age: 55 Registration date: 2008-09-29
 | Subject: Renungan Sun Apr 26, 2009 8:18 am | |
| Pertanyaan Nabi : “Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?” Jawab Iblis : “Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram. Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasrad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa riya’, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat. |
|  | | ino Moderator


Number of posts: 127 Age: 55 Registration date: 2008-09-29
 | Subject: Re: Kisah Inspiratif Sun May 17, 2009 2:14 pm | |
| ZIKIR Zikir adalah menyebut nama ALLAH dengan lidah kita dan mengingatNYA dalam hati kita. Menyebut nama ALLAH saja tanpa mengingatNYA dalam lubuk hati kita sama saja kita sering menanyakan orang tua kita kepada saudara2 kita, tapi kalau mendengar orangtua sakit tidak tergerak hati kita untuk menengoknya. Mengingat nama ALLAH tanpa pernah menyebut namaNYA sama seperti kita yang sering datang ke rumah orang tua, memberikan bantuan uang kepada mereka, tanpa bicara sepatahpun kepada mereka. Sementara ALLAH memerintahkan kita untuk berzikir. “Hai orang2 yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) ALLAH, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepadaNYA di waktu pagi dan petang”. (Q:33:41-42). Dan dalam surat yang lain ALLAH telah memperingatkan kita akan akibat jika tidak mengingatNYA. “Barangsiapa berpaling dari mengingat TUHAN YANG MAHA PEMURAH, maka kami adakan baginya setan (yang menyesatkan). Maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya”. (Q:43:36). Adapun zikir itu terdiri dari 4 tahap : 1. Zikir lisanMulut menyebut nama ALLAH, tapi hati menerawang entah kemana. Setiap kali selalu menyebut nama ALLAH, tapi pikiran masih mengingat hutang yang belum terbayar, proyek yang sedang tender. Segala sesuatu terjadi karena kehendak ALLAH. Maka kalau ada kemalangan juga menyebutkan sudah takdir Tuhan. Padahal sebetulnya dia sendiri tidak pernah berusaha. 2. Zikir QolbiMulut menyebut nama ALLAH dan hati hanya mengingat ALLAH. Segala apa perintah ALLAH dan segala laranganNYA ditinggalkan. Orang seperti ini sudah menjadi islam, tetapi tidak ada usaha mengembangkan islam. Yang penting saya islam. 3. Zikir AqliyahMulut menyebut nama ALLAH dan hati mengingatNYA. Segala yang ada disekitarnya digunakan untuk mengingat ALLAH. Pikirannya ditujukan untuk mengingat ALLAH. Segala tindakannya ditujukan untuk menyebarluaskan syiar islam. 4. Zikir TawakalMulut, hati dan akal pikirannya ditujukan hanya untuk mengingat ALLAH. Yang terpenting adalah keridhoan ALLAH semata. Inilah zikir yang sebenar zikir. Hidupnya hanya demi ALLAH semata. Semoga kita dapat mencapai pada ZIKIR TAWAKAL. Semoga yang saya berikan ini bermanfaat untuk kita semua, terutama untuk penulis sendiri. Amin. |
|  | | ino Moderator


Number of posts: 127 Age: 55 Registration date: 2008-09-29
 | Subject: Renungan Minggu Sun May 24, 2009 9:24 am | |
| “Ma'afkan ayah anakku...”
Sebuah kisah yang harus kita ketahui bersama untuk dapat diperhatikan...
Ini ada bahan untuk bahan renungan bagi kita semua yang barangkali ada yang kelupaan pada kata yang satu ini, yaitu : MA'AF.
Jam sudah menunjukkan angka sebelas ketika aku duduk merebahkan diri di ruang tengah. Tentu saja istri dan anakku Aisyah sudah tertidur lelap. Tapi kenapa pintu kamar Aisyah masih terbuka? Aku tertegun saat berdiri di depan pintu kamar Aisyah. Aisyah tertidur di meja belajarnya ditangan kanannya masih memegang pinsil dan sepertinya ia menulis sesuatu di buku tulisnya dan ada segelas kopi.
"Tumben anak ini minum kopi," pikirku.
Kuangkat dia ketempat tidur. Kubereskan meja belajarnya yang berantakan, namun sebelum aku menutup buku tulisnya aku ingin melihat apa yang ditulis Aisyah. Aku tertegun sejenak saat membaca tulisan-tulisannya, ternyata semuanya cerita tentang diriku. Sampai akhirnya aku membaca 3 lembaran terakhir yang sangat menyentuh hatiku.
Di lembaran pertama dia menulis : "Hari ini ayah tidak jadi menemaniku ke toko buku, mungkin ayah tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Aku mengerti dengan kesibukanmu ayah."
Aku jadi ingat beberapa minggu yang lalu Aisyah mengajakku ke toko buku, aku ingat sekali gaya bicaranya yang polos.
"Ayah nanti sore ada kegiatan nggak sih," sapa Aisyah saat aku akan pergi kerja.
"Ada apa sayang," jawabku.
"Ayah mau nggak menemani Aisyah ke toko buku?"
"Kalau ayah nggak sibuk nanti sore akan ayah usahakan menemani kamu yach".
"Terima kasih, ayah," ucap Aisyah dengan wajah yang sangat gembira sambil mencium pipiku.
Aku tersenyum melihat tingkahnya yang lucu dan menggemaskan.
Di lembaran kedua dia menulis : "Hari ini ayah tidak jadi lagi menemaniku ke toko kaset, padahal aku ingin sekali mendengar lagunya Sulis dan memutarnya di kamarku saat aku sedang sendiri agar aku tidak merasa sunyi. Sebenarnya aku mau ngajak ibu tapi aku ingin sekali ditemani ayah. Tapi lagi-lagi ayah sibuk".
Dan aku ingat lagi kalau Aisyah memang pernah mengajakku menemaninya membeli kaset.
Kalau dia ingin mengajakku dia selalu bicara seperti ini, "Ayah nanti sore sibuk nggak atau Ayah nanti sore ada kegiatan?"
Bahasa yang sopan sekali menurutku sehingga aku tidak bisa untuk mengatakan tidak walaupun terkadang aku tidak bisa memenuhi keinginannya.
Di lembaran terakhir dia menulis : "Hari ini dan untuk kesekian kalinya ayah tidak bisa menemaniku. Tadi aku mengajak ayah ke pasar malam padahal ini kan hari terakhir ada pasar malam di komplekku dan aku udah janji sama Pak Mamat kalau aku akan membeli boneka yang ditawarkan tadi sore saat pak Mamat lewat depan rumahku, aku katakan pada pak Mamat kalau aku akan pergi bersama ayah ke pasar malam dan aku akan membeli boneka pak Mamat. Karena ayah masih belum pulang pasti pak Mamat sudah menjualnya. Pak Mamat maafkan Aisyah yah. Besok pagi akan Aisyah tunggu di depan rumah dan minta maaf pada pak Mamat kalau Aisyah tidak bisa pergi ke pasar malam. Kali ini Aisyah yang akan duluan meminta maaf, biasanya kan pak Mamat selalu minta maaf kalau sudah melihatku di depan rumah menanti majalah yang kupesan. Dia selalu bilang, 'maaf yah neng, pak Mamat terlambat'. Padahal menurutku pak Mamat nggak terlambat hanya aku yang terlalu cepat menunggunya. Begitu melihatku sudah menunggu dia mengayuh sepedanya lebih cepat lagi. Saat kutanya kenapa sih pak Mamat selalu minta maaf padahal pak Mamat kan nggak punya salah pada Aisyah. 'Iya neng, Pak Mamat tidak ingin mengecewakan neng Aisyah kemaren kan sudah bilang kalau pak Mamat nganterin pesanan neng Aisyah pagi-pagi sebelum neng pergi kesekolah. Coba kalau pak Mamat datangnya kesiangan pasti neng kecewa, pak Mamat nggak ingin neng, ngecewakan orang karena kekecewaan itu akan menimbulkan luka di hati. Dan susah neng untuk menyembuhkannya kecuali kita minta maaf dengan tulus pada orang yang telah kita kecewakan'. Aku jadi ingat sama ayah, ayah tidak pernah mengucapkan maaf padaku, atau mungkin karena ayah menganggapku masih kecil atau ah, aku tidak mau berprasangka buruk terhadap ayah. Walaupun sebenarnya aku sangat kecewa dengan ayah tapi aku tidak ingin menyimpan kekecewaan itu didalam hati. Bahkan hatiku selalu terbuka untuk kata maaf ayah".
Aku menangis membaca tulisan Aisyah, kudekati Aisyah di pembaringan sambil kupandangi wajahnya yang polos. Aisyah anakku sayang maafkan ayah, ternyata kau punya hati emas. Aku memang tidak pernah minta maaf pada Aisyah atas janji-janji yang tidak pernah kupenuhi padanya. Dan aku selalu menganggapnya dia sudah melupakannya begitu melihatnya dipagi hari wajahnya begitu cerah dan selalu tersenyum. Dan ternyata dia masih mengingatnya dalam tulisan-tulisannya. Ah, entah sudah berapa banyak goresan rasa kecewa yang ada dihatimu andai kau tidak memaafkan ayah. Aisyah, ayah akan menunggumu sampai terbangun untuk meminta maafmu. |
|  | | ino Moderator


Number of posts: 127 Age: 55 Registration date: 2008-09-29
 | Subject: Re: Kisah Inspiratif Sun May 31, 2009 8:33 am | |
| Sedekah
Suatu saat Rasulullah SAW meminta para sahabat untuk mengumpulkan hartanya untuk disedekahkan kepada perjuangan Islam. Abubakar Assidiq berpikir inilah saatnya mengalahkan Umar bin Khatab dalam pengabdian kepada Islam. Keesokan paginya dia membawa sebagian hartanya untuk diserahkan kepada perjuangan Islam. Maka bertanyalah Rasulullah SAW : “Wahai Abubakar sahabatku, apakah yang engkau sisakan untuk keluargamu?”
Abubakarpun menjawab : “Aku berikan setengah dari hartaku ya Rasulullah. Untuk keluargaku cukuplah setengah sisanya saja.”
Ketika datang Umar bin Khatab, dia membawa seluruh hartanya dan menyerahkan kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAWpun bertanya :”Wahai Umar, apakah yang engkau sisakan untuk keluargamu?”. Umar bin Khatabpun menjawab :”Ya Rasulullah, aku serahkan seluruh hartaku untuk perjuangan Islam, dan aku sisakan Allah dan RasulNya untuk keluargaku”.
Pernahkah terpikir oleh kita untuk menyerahkan sebagian saja dari harta kita untuk disedekahkan di jalan Allah? Pernahkah terpikir di hati kita untuk hanya meninggalkan Allah dan RasulNya untuk keluarga kita?
Suatu ketika datang menghadap Baginda Rasulullah SAW, seorang yang sangat miskin. Dia tidak mempunyai apa2. Harta yang ada hanyalah pakaian yang melekat di badannya. Itupun sudah compang camping. Dia bertanya kepada Rasulullah SAW :”Wahai Rasulullah, apakah yang harus aku lakukan untuk dapat bersedekah? Hartaku hanyalah pakaian yang melekat di badanku ini”.
Rasulullah SAW menjawab :”Sedekahkan tenagamu kepada orang yang membutuhkan”. Orang itupun menjawab :”Ya Rasulullah, aku terkadang makan terkadang tidak. Tidak ada tenaga lagi untuk aku sedekahkan kepada orang lain”.
Rasulullah SAW kemudian bersabda :”Sedekahkan senyummu kepada semua orang. Itulah sedekah yang paling mulia bagimu”.
Sering kita memberikan sedekah sambil melempar kepada orang yang kita berikan. Sering juga kita memberikannya dengan membentak atau marah2. Alangkah jauh lebih baik jika kita memberikan senyum kepada orang lain. |
|  | | ino Moderator


Number of posts: 127 Age: 55 Registration date: 2008-09-29
 | Subject: Re: Kisah Inspiratif Sun Jun 07, 2009 8:00 pm | |
| Rahasia di Balik Sakit
Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikansebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’: 35). Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit,kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu Jarir).Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di nalar oleh akal manusia.
Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya. (HR. Muslim)
Sakit akan menghapuskan dosa
Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah ta’ala, “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. asy-Syuura: 30). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)
Sakit akan Membawa Keselamatan dari api neraka
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,” Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi. (HR. Muslim)
Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” (HR. Al Bazzar, shohih)
Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya
Wahai saudaraku, sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya. Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (QS. al-An’am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)
Terdapat hikmah yang banyak di balik berbagai musibah
Wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini: “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.” (Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)
Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (HR. Tirmidzi, shohih). Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini. Amin.
***
Sumber :
Penulis: Abu Hasan Putra Artikel www.muslim.or.id |
|  | | ino Moderator


Number of posts: 127 Age: 55 Registration date: 2008-09-29
 | Subject: EMPAT ORANG YANG DIRINDUKAN SURGA Sun Jun 14, 2009 2:58 pm | |
| Teman2, ini artikel di ambil dari Wisata Hati yang ditulis oleh Ust Ahmad Jameel, semoga bisa bermanfaat buat qt semua. Wassalam,
EMPAT ORANG YANG DIRINDUKAN SURGA
Kita yakin… siapapun kita, pada strata sosial manapun kita, apapun prosfesi kita, dibumi manapun kita berpijak pasti mau menjadi orang yang dirindukan oleh syurganya Allah SWT. Tempat yang di idam-idamkan oleh seluruh makhluk Allah, tempat yang tidak terdengar di dalamnya perkataan yang tak berguna,sia-sia dan dusta, didalamnya ada mata air yang mengalir, takhta-takhta yang ditinggikan, gelas-gelas berisi minuman yang terletak dekat, bantal-bantal sandaran yang tersusun, permadani-permadani yang terhampar, kebun-kebun dan buah anggur, gadis-gadis remaja yang sebaya. Kebayang enggak indahnya syurga?….
Rasulullah SAW, mengatakan :” Syurga merindukan empat orang:
Pertama, orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an. Nampaknya wajar jikalau syurga merindukan ahli qur’an ini karena sejak didunia saja mereka sudah diservis oleh Allah dengan ketenangan bathin, kasih sayang-Nya, kecintaannya, kemuliaan dan selalu di ingat oleh-Nya.
Kedua, penjaga lidah. Memang lidah tak bertulang tapi ia lebih tajam dari sebilah pedang, dampaknya akan mengakibatkan peperangan antar suami isteri, antar kelompok, bahkan antar dua bangsa. Efek negatifnya akan membuat orang menjadi sengsara, akan melenyapkan pahala kebaikan yang kita buat seperti api memakan kayu bakar, akan membuat puasa jadi hampa dan sia-sia. Namun bila kita menjaganya, subhanallah… begitu banyak kenikmatan akan kita raih, dengan lisan kita berdakwah, dengan lisan kita bertilawah, dengan lisan kita berdo’a.
Ketiga, pemberi makan orang yang kelaparan. Sungguh, Allah Yang Maha berterimakasih (Syakuur) akan membalas sekecil apapun kebaikan kita kepada orang lain. Bila kita memberi minum kepada saudara kita yang kehausan maka Allah akan memberi kita minum pada hari kiamat nanti disaat orang-orang sedang dilanda dahaga, Bila kita memberi makan kepada saudara kita yang sedang kelaparan, niscaya Allah akan memberi kita makan di saat orang-orang kelaparan pada hari akhir nanti, Bila kita memberi pakaian kepada saudara kita didunia ini, niscaya Allah akan memberi kita pakaian yang indah disaat orang-orang telanjang pada hari perhitungan nanti, bila kita memudahkan urusan saudara kita yang sedang kesulitan dan dihimpit permasalahan, yakinlah bahwa Allah akan memudahkan urusan kita sejak didunia ini. Pertolongan Allah akan datang kepada seorang hamba manakala sang hamba menolong saudaranya.
Keempat, Orang-orang yang berpuasa di bulan ramadhan. Di bulan yang mulia yang penuh berkah, rahmat, ampunan ini Allah menjanjikan kepada kita akan pembebasan dari panasnya api neraka, pedihnya azab neraka dan kejamnya siksa neraka bila kita berpuasa, dan menghidupkan malamnya dengan shalat, qiro’at dan kholwat serta ibadah apapun dengan hanya mengharap ridho-Nya.
Bila empat amal ini kita lakukan, nampaknya wajarlah bila syurga merindukan kehadiran kita… Amien |
|  | | Ali Alkatiri Administrator


Number of posts: 1036 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-08-27
 | Subject: Re: Kisah Inspiratif Mon Aug 03, 2009 11:24 am | |
| "Perhitungan telah dekat kepada umat manusia, sementara mereka berpaling dalam kelalaian" (QS. Al Anbiya': 1)
Dalam hidup, paling tidak ada tiga hal besar yang banyak mengilhami karya-karya besar lahir dari buah pikir manusia. Tiga hal tersebut adalah, cinta, wanita dan kematian. Mungkin banyak hal lain yang tak kalah dahsyatnya, tapi untuk kali ini mari kita membicarakan satu di antara tiga inspirasi di atas, yakni kematian.
Pada hakekatnya, kematian bukanlah selalu berarti kehidupan yang lumat dan akhir segala cerita tentang dan dari manusia. Sebaliknya, justru kematian lah yang mampu "mengabadikan hidup" manusia yang fana. Sebut saja, salah seorang penyair Indonesia, Subagio Sastrowardoyo misalnya. Namanya, sampai saat ini masih menjadi aikon tersendiri dalam khazanah sastra Indonesia, justru karena salah satu puisinya yang berbicara tentang kematian. "Dan Kematian Makin Akrab," begitu judul puisi yang ditulisnya semasa hidup.
Dalam puisinya tersebut, Subagio bercerita, bahwa kematian sebenarnya sangat akrab sekali dengan kita, "Seperti teman kelakar yang mengajak tertawa," tulisnya. Tapi apakah cukup dengan menuliskan puisi tentang kematian manusia akan mengabadikan hidupnya? Tak cukup.
Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Pepatah tua itu, tampaknya cukup mampu menjawab pertanyaan di atas. Tak ada yang mampu mengabadikan "hidup" manusia, selain peninggalannya. Maka tak heran jika Rasulullah jauh-jauh hari dulu pernah bersabda, "Manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat untuk lingkungannya." Hanya dengan berbuat baik saja, nama kita akan dikenang sepanjang zaman, minimal oleh anak cucu kita, melampaui umur yang dianugerahkan pada kita.
Sekarang masalahnya adalah, sering kali manusia lupa, bahwa sesungguhnya hidup ini adalah untuk mati. Tak kurang dan tak lebih. Kehidupan dunia dengan segala pernik dan warnanya dibanyak waktu telah membuat kita gila. Manusia tak ada bedanya dengan laron-laron di musim hujan yang keluar dari tanah dan mengejar cahaya. Kian dekat dunia digapai, kian besar bahaya dituai.
Terangnya sinar lampu dunia telah membuat kita gelap mata, bahwa semakin dekat kita dengan sumber cahaya, semakin tinggi pula suhu dan panasnya. Dan kita bisa terbakar di dalamnya dengan sia-sia.
Banyak keistimewaan yang bisa kita dapatkan dengan mengingat kematian. Aisyah, pernah berkata, suatu ketika salah seorang sahabat bertanya pada Rasulullah. "Ya Rasulullah, apakah ada orang yang kelak dibangkitkan bersama dengan para syuhada?" Kemudian Rasulullah menjawab, "Ada, ia adalah orang-orang yang mengingat mati dua puluh kali dalam sehari." Dalam kesempatan lain, sahabat Anas ra, berkata, ia pernah mendengar Rasulullah bersabda, "Banyak-banyaklah mengingat mati, karena dengannya akan terkikis dosa-dosa dan terhapus ambisi manusia pada dunia."
Kini mari kita tanyakan pada diri sendiri, berapa kali sehari kematian melintas di dalam angan? Mungkin tak setiap hari, gelak tawa, gurau canda kita dengan kawan dan keluarga kadang membuat kita terlena. Untuk orang-orang seperti ini, Rasulullah pernah memberikan peringatan.
Suatu saat, ketika beliau memasuki masjid, terlihat beberapa orang sedang tertawa senang. Kemudian Rasulullah menghampiri mereka dan menegurnya, "Ingatlah kematian. Demi Allah, seandainya kalian tahu apa yang kuketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan menangis."
Dari peristiwa tersebut, Rasulullah seakan memberikan isyarat, betapa berat dan dahsyat kematian itu. Satu peristiwa dalam fase yang tak satupun kehidupan lolos darinya, meski telah sembunyi dan melarikan diri. "Katakanlah, sesungguhnya maut, yang kalian lari darinya, pasti akan mendapati kalian. Kemudian, kalian akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan yang nyata. Lalu Dia akan memberitahukan kepada kalian, apa-apa yang telah kalian lakukan." (QS. Al Jumu'ah: 8 )
Sesungguhnya, kematian itu sangat dekat dengan kehidupan. Segala sesuatu yang tak pernah diketahui dan segala sesuatu yang tak pernah diprediksi adalah dekat. Kematian dan kehidupan, seolah-olah hanya dibatasi garis tipis. Jika saat ini kita masih hidup, tak ada yang menjamin esok hari nyawa masih dikandung badan. Jangan kan sehari, sedetik ke depan pun tak ada yang mampu memberikan jaminan.
Jika demikian, tak pernahkah kita merasa takut mengahadapinya. Sudahkah cukup perbekalan yang kita kumpulkan saat kematian datang. Tak ada yang tahu. Para ulama sufi berpendapat, saat kita hidup sebenarnya adalah tidur panjang, ketika kematian datang, saat itulah kita harus bangun dan sadar. Dan saat itu manusia hanya punya dua pilihan.
Pertama, ia bangun dari tidurnya panjang dan menjadi segar. Saat dibangkitkan setelah kematian ia benar-benar menjadi manusia yang beruntung karena tidur panjang yang diberikan betul-betul ia gunakan dengan baik dan penuh manfaat. Kebangkitannya dari kematian adalah sesuatu yang dinantikan. Orang-orang seperti ini akan mengucapkan kata seperti yang pernah keluar dari bibir Rabi' bin Khutsaim. "Tidak ada satu hal yang tersembunyi yang dinanti-nanti oleh orang beriman yang lebih baik dari kematian."
Kedua, ia bangun dari tidur tapi lesu dan bersedih hati, karena waktu yang diberikan tidak benar-benar dimanfaatkan. Ia memohon untuk diberikan sedikit waktu lagi dan mengumpulkan bekal. Tapi apa lacur, waktu tak bisa berjalan mundur atau berhenti. Waktu akan terus meluncur, mendorong yang bertahan dan menggilas yang kelelahan. Dan orang-orang seperti ini akan berkata, "Celakalah kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang merugi."
Sekaranglah saatnya sadar, bahwa hidup yang selama ini kita jalani, ternyata hanya bersiap untuk mati, untuk menuju kehidupan yang lebih nyata. Meski demikian, bukan tempatnya kita hanya memikirkan mati dan keabadian saja, kehidupan dunia pun tak bisa kita lepaskan begitu saja.
Seorang muslim selayaknya jika siang ia seperti singa yang mencari buruannya. Tapi jika datang senja, ia akan menjadi rahib yang merintih meminta ampun dan berkah pada Tuhannya. Karenanya, "Kematian yang tiba-tiba adalah rahmat bagi orang beriman, dan nestapa bagi orang durhaka," demikian sabda Rasulullah. _________________
The doctor of the future will give no medicine, but will instruct his patient in the care of the human frame, in diet and in the cause and prevention of disease.
|
|  | | |
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |