Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Kisah Inspiratif

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7  Next
AuthorMessage
ino
Moderator
Moderator


Number of posts: 127
Age: 55
Registration date: 2008-09-29

PostSubject: Kisah Inspiratif   Sun Mar 15, 2009 4:47 pm

Kisah Nazaruddin

Di suatu pagi yang
cerah, Nazaruddin duduk di teras rumahnya.
Pagi itu matahari bersinar dngan indahnya. Suasana alam yang segar
ditambah pemandangan halaman yang dihiasi dengan bunga2 yang indah, membuat Nazaruddin
merasa bersyukur telah diberi kesempatan untuk menikmati indahnya ciptaan
ALLAH.


Tiba2 tampak seorang
tetangganya, datang tergopoh-gopoh memasuki pekarangannya. Orang itu langsung
menuju kehadapan Nazaruddin.


Tamu :”Assalamu’alaikum
wahai sahabatku Nazaruddin”.


Nazaruddin :”Wa’alaikumsalam
wahai sahabatku. Duduklah. Apa gerangan yang membuatmu tampak tergesa-gesa
seperti telah terjadi sesuatu?”.


T :”Tolonglah aku wahai
Nazaruddin. Aku telah mengalami tekanan bathin yang mendalam. Engkau tahu
rumahku tidaklah terlalu besar. Sejak kedatangan ibu mertuaku 1 bulan yang
lalu, rumah itu bagai neraka bagiku”.


N :”Bukankah engkau
tampak bahagia selama ini?”


T :” Sejak kedatangan ibu
mertuaku kebahagiaan itu telah sirna. Hanya tersisa derita dalam hidupku”’


N :”Ceritakanlah apa
yang terjadi. Mungkin aku dapat membantumu”.


T :”Setiap pagi
mertuaku selalu mengomel tidak keruan, Suaranya bagaikan barang kelontong yang
saling beradu. Suaranya yang melengking nyaring telah membuat sakit telingaku.
Belum lagi suara anak2ku yang saling ribut memperebutkan mainan. Itu membuat
semua pikiranku menjadi kacau. Aku pergi bekerja dengan pikiran tidak tenang.


Ketika pulang sore hari
hal yang sama terjadi lagi. Sehingga suasana hatiku tidak tenang rasanya
tinggal dirumah itu. Ingin rasanya aku membuat rumah lagi”.


N :”Apakah bukan karena
engkau telah mempekerjakan seorang wanita cantik di tokomu?”


T :”Ayolah sahabatku.
Engkaukan tau bagaimana sifatku terhadap istriku. Aku sangat menyayanginya.
Tolonglah aku wahai Nazaruddin”.


N :”Tidakkah istrimu
mempunyai saudara?”


T :”Ada 2 orang.
Seorang kakak laki2 yang pekerjaannya tidak menentu. Dia bekerja kesana kemari,
mengharap ada orang yang membutuhkan tenaganya. Dia mempunyai 3 orang anak.
Hidup mereka dari belas kasihan orang. Adiknya perempuan, mempunyai suami yang kerjanya
berniaga sampai lama diluar kota. Kadang sampai 6 bulan baru dia kembali.
Mereka mempunyai 2 anak kecil yang sedang lucu2nya”.


N :”Kalau begitu
undanglah mereka untuk menginap di rumahmu semuanya”.


T :”Apakah engkau sudah gila? Dengan yang ada sekarang saja rumah itu
sudah membosankan. Ditambah lagi dengan keluarga istriku. Apa tidak tidak
bertambah kacau?”


N :”Percayalah sahabat apa yang aku katakan. Lakukanlah semua itu, maka
engkau akan mendapat kebahagiaan”.


T :”Baiklah sahabat, akan aku laksanakan nasehatmu”.

Tamu itupun pergilah meninggalkan Nazaruddin. Nazaruddin hanya
menggeleng-gelengkan kepalanya, merasa kasihan kepada tetangganya itu.


3 hari kemudian tetangga itu datang lagi.

T :”Masya Allah Nazaruddin. Rumahku bagai kapal pecah. Suara anak2 yang
ribut. Belum lagi suara ribut para wanita. Kepalaku terasa pecah. Tolonglah aku
wahai Nazaruddin”.


N :” Bersabarlah engkau, maka engkau akan mendapat kebahagiaan.
Tunggulah beberapa hari lagi”.


Tamu itupun pergi dengan langkah gontai. Kembali Nazaruddin
menggeleng-gelngkan kepalanya merasa kasihan dengan sahabatnya itu. Andai dia
sabar menghadapi cobaan.....


7 hari telah berlalu. Sahabat itupun datang lagi. Wajahnya tampak kusut,
langkahnya tidak menentu, matanya merah seperti orang yang tidak tidur beberapa
hari. Sambil meneteskan air mata, orang itupun memohon kepada Nazaruddin.


T :”Wahai Nazaruddin sahabatku. Tolonglah aku. Rumahku bagaikan neraka
jadinya. Setiap pagi anak2 itu sudah ribut berebut mainan, ditambah dengan teriakan
ibu2 mereka yang lantang. Pikiranku setiap pagi menjadi kacau. Pulang kerja
terjadi hal yang sama.


Aku tidak dapat bebas melangkah didalam rumahku. Disetiap tempat mainan
anak2 tersebar berantakan. Di malam hari aku tidak dapat tidur. Anak2 itu saling
bermain sambil berteriak. Ditambah lagi teriakan ibu2nya yang bukan
menenangkan, malah menambah ribut suasana. Bagaimana mungkin aku bisa tidur?
Tolonglah wahai sahabatku”.


N :”Baiklah sahabat, Sekarang engkau dapat menyuruh keluarga istrimu
untuk kembali ke tempat mereka masing2. Semoga engkau mendapat kebahagiaan di
rumahmu”.


3 hari kemudian sahabat itu datang lagi. Langkahnya tegap. Mulutnya
menyunggingkan senyum. Matanya berbinar-binar. Mukanya bersinar terang. Dia
tampak bahagia.


T:”Wahai sahabat, terima kasih atas semua nasehatmu. Sekarang aku telah
menemukan kebahagiaan dalam rumahku. Rumahku bagaikan surga. Suara teriakan
anak2 bagaikan suara burung yang merdu di pagi hari. Suara teriakan mertuaku
bagaikan suara penyanyi gambus yang melagukan lagu yang riang merdu mengalun. Hatiku
terasa tenang. Sekarang berapakah yang harus kubayar untuk semua nasehatmu itu?”


N :”Tidak usah engkau membayarnya. Syukuri saja semua rezeki yang telah
engkau terima. Betapa bahagianya engkau telah mempunyai rumah tangga yang
dikaruniai istri yang cantik dan setia. Bandingkanlah dengan keluarga istrimu.


Kakak istrimu tidak mempunyai pekerjaan. Hidup mereka susah, hanya
berdasarkan belas kasihan para tetangga. Bagaimana mungkin engkau titipkan ibu
mertuamu disana? Bagaimana makannya?


Adik istrimu mempunyai suami yang kerjanya berniaga. 6 bulan sekali baru
mereka bertemu. Anak2 mereka masih kecil2. Bagaimana jika ibu metuamu yang
sudah tua itu tinggal disana, kemudian dia jatuh sakit? Tidak ada laki2 dewasa
disana.


Beruntunglah engkau yang mendapat amanah mengurus seorang ibu. Ingatlah surga
di telapak kaki ibu.


Jika engkau ingin membayarku, berikanlah uang itu kepad fakir miskin,
anak2 yatim, atau mereka yang membutuhkannya. Semoga engkau mendapat ridho dari
ALLAH.


Jika engkau hendak membangun rumah lagi, bangunlah rumah untuk ALLAH.
Dirikanlah mushola atau rumah yatim piatu. Semoga dengan itu ALLAH akan
membangun rumah yang indah untukmu disurga.


Sekarang pulanglah engkau. Bahagiakanlah keluargamu, karena mereka
amanah dari ALLAH. Syukurilah semua rezeki yang telah engkau dapat, maka ALLAH
akan melipat-gandakan rezekimu. Janganlah engkau selalu melihat keatas kepada
orang2 yang lebih darimu. Pada suatu saat engkau akan tergelincir oleh sebuah
kerikil. Lihatlah orang2 disekitarmu yang lebih rendah darimu. Bantulah mereka
semampumu, maka ALLAHpun akan membantumu.
Back to top Go down
View user profile
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator


Number of posts: 1036
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-08-27

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Wed Mar 18, 2009 7:52 pm

Contoh cerita yang bagus Pak Ustadz. cheers

Nazaruddin tinggalnya dimana ya? Aku pengen konsultasi....

Rumahku sepi...
Hanya berdua dengan isteri...
Masak, cuci, setrika sendiri...
Akibat pembantuku pergi kawin lari...
Malang benar nasibmu Ali Alkatiri...

Very Happy Very Happy Very Happy

_________________

The doctor of the future will give no medicine,
but will instruct his patient in the care of the human frame,
in diet and in the cause and prevention of disease.
Back to top Go down
View user profile http://www.ilunifk83.com
ino
Moderator
Moderator


Number of posts: 127
Age: 55
Registration date: 2008-09-29

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Wed Mar 18, 2009 11:40 pm

Waduh maaf Al. Waktu dia pergi kemarin ini, dia tidak bilang mau kemana dan tinggal dimana. Tapi kalau dia balik nanti akan saya tanyakan persoalan ini.
Untuk sementara coba jadikan istrimu sebagai pembantu dan engkau mencari istri baru. Tapi ingat jangan yang terlalu muda, nanti dipenjara seperti salah seorang kiai kondang. Hanya gara2 menikahi gadis yang masih usia 12 th. Dimana keadilan? Sedangkan Nabi SAW saja dinikahkan waktu Siti Aisyah berusia 9 th. Memang sih bersatunya setelah usia 16 th.
Back to top Go down
View user profile
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator


Number of posts: 1036
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-08-27

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Thu Mar 19, 2009 9:56 am

ino wrote:
Waduh maaf Al. Waktu dia pergi kemarin ini, dia tidak bilang mau kemana dan tinggal dimana. Tapi kalau dia balik nanti akan saya tanyakan persoalan ini.


Enggak usah ditanyakan....ajak saja gue dulu sebelum konsultasi bareng dengan isteri....nanti aku yang dikte nasehat dia "Undanglah Kris Dayanti dan Sandra Dewi untuk menginap di rumahmu".... Very Happy

Masih gila gue....masuk lagi... bom

_________________

The doctor of the future will give no medicine,
but will instruct his patient in the care of the human frame,
in diet and in the cause and prevention of disease.
Back to top Go down
View user profile http://www.ilunifk83.com
ino
Moderator
Moderator


Number of posts: 127
Age: 55
Registration date: 2008-09-29

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Fri Mar 20, 2009 1:57 pm

Wah kalau itu gue gak ikut campur Al. Ngundang Sandra Dewi tau2 ada foto bugil dia di dunia maya(t), nanti gue yang dituduh menyebarkan. Ogah deh. Gue belum sanggup bersaing dengan Roi Suryo.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Sun Mar 29, 2009 7:25 am

Sebuah Perangkap Tikus
Mar 22, 2009 in
Cerita Renungan

Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja.
Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam“hmmm…makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??”
Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak ” Ada Perangkap Tikus di rumah….di rumah sekarang ada perangkap tikus….”
Ia mendatangi ayam dan berteriak ” ada perangkap tikus” Sang Ayam berkata ” Tuan Tikus…, Aku turut bersedih, tapi itu tidak
berpengaruh terhadap diriku”
Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata ” Aku turut ber simpati…tapi tidak ada yang bisa aku lakukan”
Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. ” Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali”
Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata, ”Ahhh…Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku”
Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.
Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut,
sang istri tidak sempat diselamatkan. Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian
istrinya sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam.Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam)
Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.
Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk
memberi makan orang-orang yang melayat.
Dari kejauhan…Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan.
Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.
– sekian –
sumber : Nazaro - AcehForum

Life is a song - sing it.
Life is a game - play it.
Life is a challenge - meet it.
Life is a dream - realize it.
Life is a sacrifice - offer it.
Life is love - enjoy it.


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... !
Pak Ustad Osteforte
Back to top Go down
View user profile
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator


Number of posts: 1036
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-08-27

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Sun Mar 29, 2009 2:10 pm

Alangkah bahagianya tuh suami ---> bisa kawin lagi.

Jangan-jangan sengaja beli perangkap tikus.... Very Happy

_________________

The doctor of the future will give no medicine,
but will instruct his patient in the care of the human frame,
in diet and in the cause and prevention of disease.
Back to top Go down
View user profile http://www.ilunifk83.com
ino
Moderator
Moderator


Number of posts: 127
Age: 55
Registration date: 2008-09-29

PostSubject: 7 santri   Sun Apr 19, 2009 1:46 am

Di suatu pagi yang indah, mentari bersinar terang, cuaca sungguh segar. Pada saat itu, di suatu pesantren, berkumpullah 7 santri menghadap sang kiai, pemimpin pesantren itu. Hari itu sang kiai ingin menguji ilmu agama mereka. Kiai itu berkata : 'Hai murid2ku, hari ini aku akan memberi tugas kepada kalian semua. Kalian akan mendapat seekor ayam dan sebilah pisau yang tajam. Tugas kalian adalah membunuh ayam itu tanpa diketahui siapapun. Menjelang magrib nanti kalian harus kembali kemari dengan membawa ayam yang sudah terpotong".
Para santri kemudian mengambil seekor ayam dan sebilah pisau yang telah disediakan kiai dihadapan mereka. Kemudian mereka pergi masing2 dengan arah yang berbeda. Dalam hati mereka sudah tertanam rencana apa yang akan mereka lakukan.
Sore hari mereka kembali dengan membawa ayam dan pisau yang tadi mereka bawa. Di padepokan sang kiai sudah menunggu kedatangan mereka. Setelah dekat dengan sang kiai,ke 7 santri itu duduk bersila membentuk 1/2 lingkaran dengan sang kiai sebagai pusat lingkaran.
"Nah sekarang ceritakanlah bagaimana kalian memotong ayam2 itu tanpa diketahui siapapun".
Santri I bercerita : "Saya masuk ke kamar mandi kemudian menguncinya. Ayam saya sembelih kemudian darahnya saya bersihkan. Tidak ada yang melihat apa yang saya lakukan."
Santri II bercerita : "Saya masuk kedalam kebun sampai dibagian yang paling dalam. Dibalik sebuah pohon yang besar saya memotong ayam ini. Tidak mungkin ada yang melihat saya."
Santri III bercerita : "Saya masuk kedalam hutan dan mencari tempat yang pohonnya paling banyak dengan daun2 yang rimbun. Suasana gelap disana. Sayapun memotong ayam ini. Siapa yang bisa melihat apa yang saya lakukan?"
Santri IV bercerita : "Saya masuk kedalam kali, kemudian memotong ayam ini didasar kali itu. Pasti tidak ada yang melihat."
Santri V bercerita : "Saya naik keatas pohon yang tinggi dan lebat. Disana saya memotong ayam. Siapa yang bisa melihat setinggi itu?"
Santri VI bercrita : "Saya menggali lubang yang dalam. Disana saya memotong ayam ini. Mana mungkin ada yang melihat saya memotong ayam ini?"
Santri ke 7 bernama oste. Dia maju ke depan sang kiai sambil menyerahkan sebilah pisau dan seekor ayam yang masih hidup. Mukanya tampak pucat, badannya bergetar hebat. Dia tampak sangat ketakutan.
" Hai oste, kenapa belum kau sembelih ayammu? Dan kenapa badanmu gemetar disertai wajah yang ketakutan begitu?'
"Maaf kiai, saya telah berusaha mencari tempat yang tersembunyi. Tapi setiap kali saya mau menyembelih ayam itu, selalu ada yang melihat saya. Saya tidak mungkin bersembunyi dari ALLAH. Dia akan selalu melihat apa yang saya lakukan. Jangankan menyembelih ayam itu, berniat menyembelihnya saja ALLAH sudah tau. Bagaimana saya bisa bersembunyi dari ALLAH? Saya tidak mungkin menyembelih ayam itu tanpa bisa diketahui ALLAH. Badan saya bergetar karena saya takut kepada ALLAH. Selama ini saya sering melakukan dosa yang saya pikir tidak diketahui siapapun, ternyata saya lupa. ALLAH selalu tau apa yang terjadi."
Seketika itu terdengar tangis dari ke6 santri yang lain. Mereka menyesal telah lupa bahwa apa yang mereka lakukan tidak bisa luput dari penglihatan ALLAH.
Back to top Go down
View user profile
ino
Moderator
Moderator


Number of posts: 127
Age: 55
Registration date: 2008-09-29

PostSubject: Renungan   Sun Apr 26, 2009 8:18 am

Pertanyaan Nabi : “Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?” Jawab Iblis : “Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram. Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasrad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa riya’, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat.
Back to top Go down
View user profile
ino
Moderator
Moderator


Number of posts: 127
Age: 55
Registration date: 2008-09-29

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Sun May 17, 2009 2:14 pm

ZIKIR


Zikir adalah menyebut nama ALLAH dengan lidah kita dan mengingatNYA dalam hati kita. Menyebut nama ALLAH saja tanpa mengingatNYA dalam lubuk hati kita sama saja kita sering menanyakan orang tua kita kepada saudara2 kita, tapi kalau mendengar orangtua sakit tidak tergerak hati kita untuk menengoknya. Mengingat nama ALLAH tanpa pernah menyebut namaNYA sama seperti kita yang sering datang ke rumah orang tua, memberikan bantuan uang kepada mereka, tanpa bicara sepatahpun kepada mereka.
Sementara ALLAH memerintahkan kita untuk berzikir. “Hai orang2 yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) ALLAH, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepadaNYA di waktu pagi dan petang”. (Q:33:41-42).
Dan dalam surat yang lain ALLAH telah memperingatkan kita akan akibat jika tidak mengingatNYA. “Barangsiapa berpaling dari mengingat TUHAN YANG MAHA PEMURAH, maka kami adakan baginya setan (yang menyesatkan). Maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya”. (Q:43:36).
Adapun zikir itu terdiri dari 4 tahap :
1. Zikir lisan
Mulut menyebut nama ALLAH, tapi hati menerawang entah kemana. Setiap kali selalu menyebut nama ALLAH, tapi pikiran masih mengingat hutang yang belum terbayar, proyek yang sedang tender. Segala sesuatu terjadi karena kehendak ALLAH. Maka kalau ada kemalangan juga menyebutkan sudah takdir Tuhan. Padahal sebetulnya dia sendiri tidak pernah berusaha.
2. Zikir Qolbi
Mulut menyebut nama ALLAH dan hati hanya mengingat ALLAH. Segala apa perintah ALLAH dan segala laranganNYA ditinggalkan. Orang seperti ini sudah menjadi islam, tetapi tidak ada usaha mengembangkan islam. Yang penting saya islam.
3. Zikir Aqliyah
Mulut menyebut nama ALLAH dan hati mengingatNYA. Segala yang ada disekitarnya digunakan untuk mengingat ALLAH. Pikirannya ditujukan untuk mengingat ALLAH.
Segala tindakannya ditujukan untuk menyebarluaskan syiar islam.
4. Zikir Tawakal
Mulut, hati dan akal pikirannya ditujukan hanya untuk mengingat ALLAH. Yang terpenting adalah keridhoan ALLAH semata. Inilah zikir yang sebenar zikir. Hidupnya hanya demi ALLAH semata.

Semoga kita dapat mencapai pada ZIKIR TAWAKAL.
Semoga yang saya berikan ini bermanfaat untuk kita semua, terutama untuk penulis sendiri. Amin.
Back to top Go down
View user profile
ino
Moderator
Moderator


Number of posts: 127
Age: 55
Registration date: 2008-09-29

PostSubject: Renungan Minggu   Sun May 24, 2009 9:24 am

“Ma'afkan ayah anakku...”







Sebuah kisah yang harus kita ketahui bersama untuk dapat diperhatikan...

Ini ada bahan untuk bahan renungan bagi kita semua yang barangkali ada yang
kelupaan pada kata yang satu ini, yaitu : MA'AF.

Jam sudah menunjukkan angka sebelas ketika aku duduk merebahkan diri di ruang
tengah. Tentu saja istri dan anakku Aisyah sudah tertidur lelap. Tapi kenapa
pintu kamar Aisyah masih terbuka? Aku tertegun saat berdiri di depan pintu
kamar Aisyah. Aisyah tertidur di meja belajarnya ditangan kanannya masih
memegang pinsil dan sepertinya ia menulis sesuatu di buku tulisnya dan ada
segelas kopi.

"Tumben anak ini minum kopi," pikirku.

Kuangkat dia ketempat tidur. Kubereskan meja belajarnya yang berantakan, namun
sebelum aku menutup buku tulisnya aku ingin melihat apa yang ditulis Aisyah.
Aku tertegun sejenak saat membaca tulisan-tulisannya, ternyata semuanya cerita
tentang diriku. Sampai akhirnya aku membaca 3 lembaran terakhir yang sangat
menyentuh hatiku.

Di lembaran pertama dia menulis : "Hari ini ayah tidak jadi menemaniku ke
toko buku, mungkin ayah tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Aku mengerti
dengan kesibukanmu ayah."

Aku jadi ingat beberapa minggu yang lalu Aisyah mengajakku ke toko buku, aku
ingat sekali gaya bicaranya yang polos.

"Ayah nanti sore ada kegiatan nggak sih," sapa Aisyah saat aku akan
pergi kerja.

"Ada apa sayang," jawabku.

"Ayah mau nggak menemani Aisyah ke toko buku?"

"Kalau ayah nggak sibuk nanti sore akan ayah usahakan menemani kamu yach".

"Terima kasih, ayah," ucap Aisyah dengan wajah yang sangat gembira
sambil mencium pipiku.

Aku tersenyum melihat tingkahnya yang lucu dan menggemaskan.

Di lembaran kedua dia menulis : "Hari ini ayah tidak jadi lagi menemaniku
ke toko kaset, padahal aku ingin sekali mendengar lagunya Sulis dan memutarnya
di kamarku saat aku sedang sendiri agar aku tidak merasa sunyi. Sebenarnya aku
mau ngajak ibu tapi aku ingin sekali ditemani ayah. Tapi lagi-lagi ayah
sibuk".

Dan aku ingat lagi kalau Aisyah memang pernah mengajakku menemaninya membeli
kaset.

Kalau dia ingin mengajakku dia selalu bicara seperti ini, "Ayah nanti sore
sibuk nggak atau Ayah nanti sore ada kegiatan?"

Bahasa yang sopan sekali menurutku sehingga aku tidak bisa untuk mengatakan
tidak walaupun terkadang aku tidak bisa memenuhi keinginannya.

Di lembaran terakhir dia menulis : "Hari ini dan untuk kesekian kalinya
ayah tidak bisa menemaniku. Tadi aku mengajak ayah ke pasar malam padahal ini
kan hari terakhir ada pasar malam di komplekku dan aku udah janji sama Pak
Mamat kalau aku akan membeli boneka yang ditawarkan tadi sore saat pak Mamat
lewat depan rumahku, aku katakan pada pak Mamat kalau aku akan pergi bersama
ayah ke pasar malam dan aku akan membeli boneka pak Mamat. Karena ayah masih belum
pulang pasti pak Mamat sudah menjualnya. Pak Mamat maafkan Aisyah yah. Besok
pagi akan Aisyah tunggu di depan rumah dan minta maaf pada pak Mamat kalau
Aisyah tidak bisa pergi ke pasar malam. Kali ini Aisyah yang akan duluan
meminta maaf, biasanya kan pak Mamat selalu minta maaf kalau sudah melihatku di
depan rumah menanti majalah yang kupesan. Dia selalu bilang, 'maaf yah neng,
pak Mamat terlambat'. Padahal menurutku pak Mamat nggak terlambat hanya aku
yang terlalu cepat menunggunya. Begitu melihatku sudah menunggu dia mengayuh
sepedanya lebih cepat lagi. Saat kutanya kenapa sih pak Mamat selalu minta maaf
padahal pak Mamat kan nggak punya salah pada Aisyah. 'Iya neng, Pak Mamat tidak
ingin mengecewakan neng Aisyah kemaren kan sudah bilang kalau pak Mamat
nganterin pesanan neng Aisyah pagi-pagi sebelum neng pergi kesekolah. Coba
kalau pak Mamat datangnya kesiangan pasti neng kecewa, pak Mamat nggak ingin
neng, ngecewakan orang karena kekecewaan itu akan menimbulkan luka di hati. Dan
susah neng untuk menyembuhkannya kecuali kita minta maaf dengan tulus pada
orang yang telah kita kecewakan'. Aku jadi ingat sama ayah, ayah tidak pernah
mengucapkan maaf padaku, atau mungkin karena ayah menganggapku masih kecil atau
ah, aku tidak mau berprasangka buruk terhadap ayah. Walaupun sebenarnya aku
sangat kecewa dengan ayah tapi aku tidak ingin menyimpan kekecewaan itu didalam
hati. Bahkan hatiku selalu terbuka untuk kata maaf ayah".

Aku menangis membaca tulisan Aisyah, kudekati Aisyah di pembaringan sambil
kupandangi wajahnya yang polos. Aisyah anakku sayang maafkan ayah, ternyata kau
punya hati emas. Aku memang tidak pernah minta maaf pada Aisyah atas
janji-janji yang tidak pernah kupenuhi padanya. Dan aku selalu menganggapnya
dia sudah melupakannya begitu melihatnya dipagi hari wajahnya begitu cerah dan
selalu tersenyum. Dan ternyata dia masih mengingatnya dalam tulisan-tulisannya.
Ah, entah sudah berapa banyak goresan rasa kecewa yang ada dihatimu andai kau
tidak memaafkan ayah. Aisyah, ayah akan menunggumu sampai terbangun untuk
meminta maafmu.
Back to top Go down
View user profile
ino
Moderator
Moderator


Number of posts: 127
Age: 55
Registration date: 2008-09-29

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Sun May 31, 2009 8:33 am

Sedekah


Suatu saat Rasulullah SAW
meminta para sahabat untuk mengumpulkan hartanya untuk disedekahkan kepada
perjuangan Islam. Abubakar Assidiq berpikir inilah saatnya mengalahkan Umar bin
Khatab dalam pengabdian kepada Islam. Keesokan paginya dia membawa sebagian
hartanya untuk diserahkan kepada perjuangan Islam. Maka bertanyalah Rasulullah
SAW : “Wahai Abubakar sahabatku, apakah yang engkau sisakan untuk keluargamu?”



Abubakarpun menjawab : “Aku berikan setengah dari hartaku ya
Rasulullah. Untuk keluargaku cukuplah setengah sisanya saja.”



Ketika datang Umar bin Khatab, dia membawa seluruh hartanya
dan menyerahkan kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAWpun bertanya :”Wahai Umar, apakah yang engkau sisakan
untuk keluargamu?”. Umar bin Khatabpun menjawab :”Ya Rasulullah, aku serahkan
seluruh hartaku untuk perjuangan Islam, dan aku sisakan Allah dan RasulNya
untuk keluargaku”.



Pernahkah terpikir oleh kita untuk menyerahkan sebagian
saja dari harta kita untuk disedekahkan di jalan Allah? Pernahkah terpikir di
hati kita untuk hanya meninggalkan Allah dan RasulNya untuk keluarga kita?



Suatu ketika datang menghadap Baginda Rasulullah SAW,
seorang yang sangat miskin. Dia tidak
mempunyai apa2. Harta yang ada hanyalah pakaian yang melekat di badannya. Itupun
sudah compang camping. Dia bertanya kepada Rasulullah SAW :”Wahai Rasulullah,
apakah yang harus aku lakukan untuk dapat bersedekah? Hartaku hanyalah pakaian yang
melekat di badanku ini”.



Rasulullah SAW
menjawab :”Sedekahkan tenagamu kepada orang yang membutuhkan”. Orang
itupun menjawab :”Ya Rasulullah, aku terkadang makan terkadang tidak. Tidak ada
tenaga lagi untuk aku sedekahkan kepada orang lain”.



Rasulullah SAW kemudian bersabda :”Sedekahkan senyummu kepada semua orang. Itulah sedekah yang
paling mulia bagimu
”.



Sering kita memberikan sedekah sambil melempar kepada
orang yang kita berikan. Sering juga kita memberikannya dengan membentak atau
marah2. Alangkah jauh lebih baik jika kita memberikan senyum kepada orang lain.
Back to top Go down
View user profile
ino
Moderator
Moderator


Number of posts: 127
Age: 55
Registration date: 2008-09-29

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Sun Jun 07, 2009 8:00 pm

Rahasia di Balik Sakit


Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah
dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang
tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah ta’ala berfirman yang
artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikansebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’: 35). Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur’an- menafsirkan ayat
ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit,kekayaan dan
kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.”
(Tafsir Ibnu Jarir).Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian
dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di nalar oleh akal manusia.



Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia
bersabar



Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang
mukmin,
sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan
baginya, dan
jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya.
(HR. Muslim)



Sakit akan menghapuskan dosa


Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas
kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran,
penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu
juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman
Allah ta’ala, “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan
oleh perbuatan tanganmu sendiri
, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari
kesalahan-kesalahanmu).”
(QS. asy-Syuura: 30). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan
sampai kesusahan yang menyusahkannya,
melainkan akan dihapuskan dengannya
dosa-dosanya
. (HR. Muslim)



Sakit akan Membawa Keselamatan dari api neraka


Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam
bersabda yang artinya,” Janganlah kamu mencaci maki penyakit
demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan
dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi
.
(HR. Muslim)



Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang
dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan
musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya
Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit
demam itu
menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” (HR. Al Bazzar, shohih)



Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya


Wahai saudaraku, sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan
mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali
kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam
dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan
dunia dan melalaikan Rabb-nya. Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan
suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan
ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama
ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri.
Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (QS. al-An’am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan
mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)



Terdapat hikmah yang banyak di balik berbagai musibah


Wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka perhatikanlah saudaraku
nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini: “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang
terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah
(yang dapat kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan
kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan
dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar
matahari.”
(Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)


Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada
hamba-Nya. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya
Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan
.”
(HR. Tirmidzi, shohih).
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan
meringankan segala musibah dunia ini. Amin.



***


Sumber :


Penulis:
Abu Hasan Putra
Artikel
www.muslim.or.id
Back to top Go down
View user profile
ino
Moderator
Moderator


Number of posts: 127
Age: 55
Registration date: 2008-09-29

PostSubject: EMPAT ORANG YANG DIRINDUKAN SURGA   Sun Jun 14, 2009 2:58 pm

Teman2, ini artikel di ambil dari Wisata Hati yang ditulis oleh Ust Ahmad Jameel,
semoga bisa bermanfaat buat qt semua. Wassalam,


EMPAT ORANG YANG DIRINDUKAN SURGA

Kita yakin… siapapun kita, pada strata sosial manapun kita, apapun prosfesi kita,
dibumi manapun kita berpijak pasti mau menjadi orang yang dirindukan oleh
syurganya Allah SWT. Tempat yang di idam-idamkan oleh seluruh makhluk Allah,
tempat yang tidak terdengar di dalamnya perkataan yang tak berguna,sia-sia dan
dusta, didalamnya ada mata air yang mengalir, takhta-takhta yang ditinggikan,
gelas-gelas berisi minuman yang terletak dekat, bantal-bantal sandaran yang
tersusun, permadani-permadani yang terhampar, kebun-kebun dan buah anggur,
gadis-gadis remaja yang sebaya. Kebayang enggak indahnya syurga?….

Rasulullah SAW, mengatakan :” Syurga merindukan empat orang:

Pertama, orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an. Nampaknya wajar jikalau
syurga merindukan ahli qur’an ini karena sejak didunia saja mereka sudah diservis
oleh Allah dengan ketenangan bathin, kasih sayang-Nya, kecintaannya, kemuliaan
dan selalu di ingat oleh-Nya.

Kedua, penjaga lidah. Memang lidah tak bertulang tapi ia lebih tajam dari sebilah
pedang, dampaknya akan mengakibatkan peperangan antar suami isteri, antar
kelompok, bahkan antar dua bangsa. Efek negatifnya akan membuat orang menjadi
sengsara, akan melenyapkan pahala kebaikan yang kita buat seperti api memakan
kayu bakar, akan membuat puasa jadi hampa dan sia-sia. Namun bila kita menjaganya,
subhanallah… begitu banyak kenikmatan akan kita raih, dengan lisan kita berdakwah,
dengan lisan kita bertilawah, dengan lisan kita berdo’a.

Ketiga, pemberi makan orang yang kelaparan. Sungguh, Allah Yang Maha berterimakasih
(Syakuur) akan membalas sekecil apapun kebaikan kita kepada orang lain. Bila kita
memberi minum kepada saudara kita yang kehausan maka Allah akan memberi kita
minum pada hari kiamat nanti disaat orang-orang sedang dilanda dahaga, Bila kita
memberi makan kepada saudara kita yang sedang kelaparan, niscaya Allah akan
memberi kita makan di saat orang-orang kelaparan pada hari akhir nanti, Bila kita
memberi pakaian kepada saudara kita didunia ini, niscaya Allah akan memberi kita
pakaian yang indah disaat orang-orang telanjang pada hari perhitungan nanti, bila kita
memudahkan urusan saudara kita yang sedang kesulitan dan dihimpit permasalahan,
yakinlah bahwa Allah akan memudahkan urusan kita sejak didunia ini. Pertolongan Allah
akan datang kepada seorang hamba manakala sang hamba menolong saudaranya.

Keempat, Orang-orang yang berpuasa di bulan ramadhan. Di bulan yang mulia yang
penuh berkah, rahmat, ampunan ini Allah menjanjikan kepada kita akan pembebasan
dari panasnya api neraka, pedihnya azab neraka dan kejamnya siksa neraka bila kita
berpuasa, dan menghidupkan malamnya dengan shalat, qiro’at dan kholwat serta ibadah
apapun dengan hanya mengharap ridho-Nya.

Bila empat amal ini kita lakukan, nampaknya wajarlah bila syurga merindukan kehadiran kita…
Amien
Back to top Go down
View user profile
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator


Number of posts: 1036
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-08-27

PostSubject: Re: Kisah Inspiratif   Mon Aug 03, 2009 11:24 am

"Perhitungan telah dekat kepada umat manusia, sementara mereka berpaling dalam kelalaian" (QS. Al Anbiya': 1)

Dalam hidup, paling tidak ada tiga hal besar yang banyak mengilhami karya-karya besar lahir dari buah pikir manusia. Tiga hal tersebut adalah, cinta, wanita dan kematian. Mungkin banyak hal lain yang tak kalah dahsyatnya, tapi untuk kali ini mari kita membicarakan satu di antara tiga inspirasi di atas, yakni kematian.

Pada hakekatnya, kematian bukanlah selalu berarti kehidupan yang lumat dan akhir segala cerita tentang dan dari manusia. Sebaliknya, justru kematian lah yang mampu "mengabadikan hidup" manusia yang fana. Sebut saja, salah seorang penyair Indonesia, Subagio Sastrowardoyo misalnya. Namanya, sampai saat ini masih menjadi aikon tersendiri dalam khazanah sastra Indonesia, justru karena salah satu puisinya yang berbicara tentang kematian. "Dan Kematian Makin Akrab," begitu judul puisi yang ditulisnya semasa hidup.

Dalam puisinya tersebut, Subagio bercerita, bahwa kematian sebenarnya sangat akrab sekali dengan kita, "Seperti teman kelakar yang mengajak tertawa," tulisnya. Tapi apakah cukup dengan menuliskan puisi tentang kematian manusia akan mengabadikan hidupnya? Tak cukup.

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Pepatah tua itu, tampaknya cukup mampu menjawab pertanyaan di atas. Tak ada yang mampu mengabadikan "hidup" manusia, selain peninggalannya. Maka tak heran jika Rasulullah jauh-jauh hari dulu pernah bersabda, "Manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat untuk lingkungannya." Hanya dengan berbuat baik saja, nama kita akan dikenang sepanjang zaman, minimal oleh anak cucu kita, melampaui umur yang dianugerahkan pada kita.

Sekarang masalahnya adalah, sering kali manusia lupa, bahwa sesungguhnya hidup ini adalah untuk mati. Tak kurang dan tak lebih. Kehidupan dunia dengan segala pernik dan warnanya dibanyak waktu telah membuat kita gila. Manusia tak ada
bedanya dengan laron-laron di musim hujan yang keluar dari tanah dan mengejar cahaya. Kian dekat dunia digapai, kian besar bahaya dituai.

Terangnya sinar lampu dunia telah membuat kita gelap mata, bahwa semakin dekat kita dengan sumber cahaya, semakin tinggi pula suhu dan panasnya. Dan kita bisa terbakar di dalamnya dengan sia-sia.

Banyak keistimewaan yang bisa kita dapatkan dengan mengingat kematian. Aisyah, pernah berkata, suatu ketika salah seorang sahabat bertanya pada Rasulullah. "Ya Rasulullah, apakah ada orang yang kelak dibangkitkan bersama dengan para syuhada?" Kemudian Rasulullah menjawab, "Ada, ia adalah orang-orang yang mengingat mati dua puluh kali dalam sehari." Dalam kesempatan lain, sahabat Anas ra, berkata, ia pernah mendengar Rasulullah bersabda, "Banyak-banyaklah
mengingat mati, karena dengannya akan terkikis dosa-dosa dan terhapus ambisi manusia pada dunia."

Kini mari kita tanyakan pada diri sendiri, berapa kali sehari kematian melintas di dalam angan? Mungkin tak setiap hari, gelak tawa, gurau canda kita dengan kawan dan keluarga kadang membuat kita terlena. Untuk orang-orang seperti ini, Rasulullah pernah memberikan peringatan.

Suatu saat, ketika beliau memasuki masjid, terlihat beberapa orang sedang tertawa senang. Kemudian Rasulullah menghampiri mereka dan menegurnya, "Ingatlah kematian. Demi Allah, seandainya kalian tahu apa yang kuketahui,
niscaya kalian akan sedikit tertawa dan menangis."

Dari peristiwa tersebut, Rasulullah seakan memberikan isyarat, betapa berat dan dahsyat kematian itu. Satu peristiwa dalam fase yang tak satupun kehidupan lolos darinya, meski telah sembunyi dan melarikan diri. "Katakanlah, sesungguhnya maut, yang kalian lari darinya, pasti akan mendapati kalian. Kemudian, kalian akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan yang nyata. Lalu Dia akan memberitahukan kepada kalian, apa-apa yang telah kalian lakukan." (QS. Al Jumu'ah: 8 )

Sesungguhnya, kematian itu sangat dekat dengan kehidupan. Segala sesuatu yang tak pernah diketahui dan segala sesuatu yang tak pernah diprediksi adalah dekat. Kematian dan kehidupan, seolah-olah hanya dibatasi garis tipis. Jika saat ini kita masih hidup, tak ada yang menjamin esok hari nyawa masih dikandung badan. Jangan kan sehari, sedetik ke depan pun tak ada yang mampu memberikan jaminan.

Jika demikian, tak pernahkah kita merasa takut mengahadapinya. Sudahkah cukup perbekalan yang kita kumpulkan saat kematian datang. Tak ada yang tahu. Para ulama sufi berpendapat, saat kita hidup sebenarnya adalah tidur panjang, ketika kematian datang, saat itulah kita harus bangun dan sadar. Dan saat itu manusia hanya punya dua pilihan.

Pertama, ia bangun dari tidurnya panjang dan menjadi segar. Saat dibangkitkan setelah kematian ia benar-benar menjadi manusia yang beruntung karena tidur panjang yang diberikan betul-betul ia gunakan dengan baik dan penuh manfaat. Kebangkitannya dari kematian adalah sesuatu yang dinantikan. Orang-orang seperti ini akan mengucapkan kata seperti yang pernah keluar dari bibir Rabi' bin Khutsaim. "Tidak ada satu hal yang tersembunyi yang dinanti-nanti oleh orang beriman yang lebih baik dari kematian."

Kedua, ia bangun dari tidur tapi lesu dan bersedih hati, karena waktu yang diberikan tidak benar-benar dimanfaatkan. Ia memohon untuk diberikan sedikit waktu lagi dan mengumpulkan bekal. Tapi apa lacur, waktu tak bisa berjalan mundur atau berhenti. Waktu akan terus meluncur, mendorong yang bertahan dan menggilas yang kelelahan. Dan orang-orang seperti ini akan berkata, "Celakalah kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang merugi."

Sekaranglah saatnya sadar, bahwa hidup yang selama ini kita jalani, ternyata hanya bersiap untuk mati, untuk menuju kehidupan yang lebih nyata. Meski demikian, bukan tempatnya kita hanya memikirkan mati dan keabadian saja, kehidupan dunia pun tak bisa kita lepaskan begitu saja.

Seorang muslim selayaknya jika siang ia seperti singa yang mencari buruannya. Tapi jika datang senja, ia akan menjadi rahib yang merintih meminta ampun dan berkah pada Tuhannya. Karenanya, "Kematian yang tiba-tiba adalah rahmat bagi orang beriman, dan nestapa bagi orang durhaka," demikian sabda Rasulullah.

_________________

The doctor of the future will give no medicine,
but will instruct his patient in the care of the human frame,
in diet and in the cause and prevention of disease.
Back to top Go down
View user profile http://www.ilunifk83.com
 

Kisah Inspiratif

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 7Goto page : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7  Next

 Similar topics

-
» Kisah Anne
» kisah keluarga pembohong
» Kisah suami isteri...
» Kisah Sukses 1 : Jennie S.Bev
» KISAH BEANR:AsRAMA MACAM SETINGGAN

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: RENUNGAN-