|
| | Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs | |
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Tue Feb 07, 2012 6:28 am | |
| 5 FAKTA TENTANG KESEHATAN JANTUNG WANITA Bramirus Mikail | Asep Candra | Senin, 6 Februari 2012 | 16:40 WIB KOMPAS.com - Meski penyakit jantung selama ini kerap identik dengan kaum pria, tetapi tak ada jaminan bahwa para wanita dapat terbebas dari ancaman penyakit ini. Baik pria maupun wanita memiliki kesempatan yang sama untuk mengalami sakit jantung. Beberapa faktor pemicu penyakit jantung pada wanita umumnya terkait dengan perubahan hormon. Faktor-faktor lain seperti genetika dan ras memang tidak dapat diubah. Namun, memodifikasi faktor gaya hidup, seperti menerapkan pola diet sehat dan berimbang, berhenti merokok, dan mengurangi asupan alkohol, merupakan cara terbaik untuk dapat menekan risiko terkena penyakit jantung. Ada lima fakta seputar kesehatan jantung pada perempuan yang harus Anda ketahui. Hal ini penting untuk diketahui karena gejala sakit jantung pada wanita sering kali tak terlihat jelas.
1. Wanita lebih mungkin meninggal akibat serangan jantung ketimbang pria Menurut WomenHeart.org, perempuan lebih mungkin untuk meninggal akibat serangan jantung dibandingkan pria, dan kualitas hidup mereka pascaserangan jantung biasanya lebih buruk ketimbang laki-laki jika mereka bertahan hidup. Penelitian terbaru menunjukkan, ini mungkin karena penyakit jantung pada wanita berbeda dengan penyakit jantung pada pria. Wanita lebih mungkin mengalami penyakit kardiovaskular di pembuluh arteri kecil pada jantung. Jika pembuluh darah kecil tidak berfungsi dengan baik dan tidak cukup memompa darah darah ke jantung, dampaknya akan sama seperti penyumbatan arteri.
2. Wanita dengan ras tertentu lebih berisiko Kelompok ras dan etnis tertentu (Afrika Amerika dan Hispanik) cenderung memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung ketimbang wanita kulit putih, menurut WomenHeart.org. Karena pada kenyataannya, populasi ini lebih mungkin menderita tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan obesitas. Meski hal ini tidak dapat diubah, tetapi Anda dapat menekan risikonya dengan menjaga pola makan dan olahraga untuk mengendalikan tekanan darah dan kolesterol. Dengan menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah tetap normal, secara tidak langsung Anda juga menjaga pembuluh darah tetap sehat dan tidak memperberat kerja jantung.
3. Merokok tingkatkan risiko kematian akibat serangan jantung Ini bukanlan sesuatu yang mengejutkan bagi Anda. Tapi perlu diketahui bahwa menurut American Heart Association (AHA), perokok memiliki risiko dua sampai tiga kali lebih besar meninggal akibat penyakit jantung ketimbang non-perokok. AHA mencatat, dari hampir setengah juta kematian terkait merokok setiap tahun, hampir sepertiga adalah karena penyakit jantung.
4. Pil KB Tingkatkan risiko serangan jantung Penggunaan pil KB umumnya aman bagi kebanyakan perempuan. Akan tetapi jika wanita tersebut memiliki risiko penyakit penyerta lainnya seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), kolesterol tinggi dan kebiasaan merokok, penggunaan pil KB dapat meningkatkan risiko serangan jantung.
5. Serangan jantung membunuh lebih banyak perempuan ketimbang kanker payudara Kanker payudara bukanlah penyebab utama kematian pada perempuan, melainkan penyakit jantung. Dr Sooji Lee-Rugh, penulis untuk San Jose Mercury News mengatakan bahwa, sebanyak satu dari sembilan wanita mengidap kanker payudara. Sedangkan satu dari tiga wanita akan meninggal akibat penyakit jantung.
Gejala-gejala dari serangan jantung pada wanita umumnya berbeda dengan pria. Sakit punggung, sesak napas, pusing dan mual adalah kondisi yang harus Anda waspadai. Mengenali tanda-tanda awal serangan jantung dapat mengurangi jumlah perempuan yang meninggal karena penyakit jantung setiap tahunnya. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Wed Feb 08, 2012 7:46 pm | |
| 5 TANDA JANTUNG ANDA BERMASALAH Bramirus Mikail | Asep Candra | Rabu, 8 Februari 2012 | 11:14 WIB KOMPAS.com - Di antara Anda, pasti ada yang pernah membaca tanda-tanda atau gejala serangan jantung dari berbagai literatur. Di antaranya sekian banyak gejala, nyeri dada dan rasa sesak merupakan tanda yang paling populer dari serangan jantung. Tetapi, bagaimana dengan tanda-tanda lain yang penting untuk ketahui guna mengantisipasi gangguan jantung? Para pakar jantung menyebutkan, gejala-gejala sakit jantung sebenarnya bisa tampak dari keluhan di banyak bagian tubuh. "Jantung, bersama dengan pembuluh arteri yang menyokongnya adalah salah satu otot yang besar. Ketika jantung mengalami kegagalan, gejala-gejalanya bisa terlihat di banyak bagian tubuh," kata Jonathan Goldstein, kardiolog dari St. Michael's Medical Center di Newark, New Jersey. Berikut ini adalah lima petunjuk tersembunyi yang bisa menjadi penanda munculnya gangguan pada jantung. Apabila Anda mengalami dua atau lebih gejala seperti dibawah ini secara bersamaan, Goldstein menganjurkan untuk segera pergi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut :
1. Nyeri leher Apakah Anda pernah merasa nyeri otot yang berkepanjangan pada bagian leher? Waspadai bila nyeri ini tak kunjung hilang. Pasca serangan jantung, beberapa pasien mengingat kalau mereka sebelumnya merasakan nyeri dan tegang pada leher. Mereka seringkali tak memperhatikan gejala ini karena mereka hanya fokus pada gejala-gejala yang lebih dramatis seperti nyeri akut di sekitar dada, bahu, dan lengan. "Perempuan khususnya lebih kecil kemungkinannya mengalami gejala seperti ini, dan lebih mungkin untuk merasa nyeri mendadak disertai rasa sesak di bagian bahu dan bagian bawah leher," kata Margie Latrella, seorang perawat dan juga penulis dari Women Cardiology Center, New Jersey. Rasa sakit juga dapat merambat ke sisi kiri bagian tubuh, bahu kiri dan lengan. Apa yang terjadi? Saraf dari jaringan jantung yang rusak mengirimkan sinyal rasa sakit yang naik turun pada ruas tulang belakang yang dalam waktu bersamaan merambat ke saraf-saraf di sekitar leher dan bahu.
2. Problem seksual Pria dengan gangguan ereksi biasanya mempunyai masalah dengan penyakit pembuluh darah koroner. Survei terhadap pria di Eropa menunjukkan, mereka yang dirawat karena penyakit jantung dua dari tiga di antaranya menderita disfungsi ereksi selama berbulan-bulan, sebelum akhirnya didiagnosis memiliki masalah dengan jantung. Menurut Goldstein, beberapa penelitian terbaru yang menguji hubungan antara disfungsi ereksi dan penyakit kardiovaskuler juga semakin meyakinkan. Tak heran bila kini para dokter mempertimbangkan untuk juga mengatasi masalah kardiovaskuler ketika pria mengeluhkan disfungsi ereksi. "Dalam beberapa tahun terakhir, telah ada bukti yang cukup jelas bahwa ada risiko substansial peningkatan serangan jantung dan kematian pada pasien dengan disfungsi ereksi," kata Goldstein. Apa yang terjadi ? Seperti halnya pembuluh darah di sekitar jantung yang dapat menyempit dan mengeras, hal sama juga dapat terjadi pada pembuluh yang meyuplai darah ke bagian penis. Karena pembuluh darah di sekitar penis lebih kecil, pembuluh-pembuluh ini bisa mengalami kerusakan yang lebih cepat -- bahkan tiga atau empat tahun lebih cepat sebelum penyakit jantung terdeteksi.
3. Pusing, pingsan, atau sesak napas Sebuah studi yang dipublikasikan Circulation: Journal of the American Heart Association, menyebutkan lebih dari 40 persen perempuan melaporkan bahwa mereka cenderung mengalami sesak napas di saat sebelum terjadinya serangan jantung. Anda mungkin akan merasakan tak bisa bernafas, lemas atau pusing serasa berada di ketinggian. Bila Anda tergopoh-gopoh ketika naik tangga, menyapu halaman, berjalan santai, atau aktivitas lain yang sebelumnya tak membuat Anda kesulitan, gejala ini perlu diwaspadai sebagai peringatan penting. Apa yang terjadi ? Ini akibat tidak cukupnya darah mengalir pada pembuluh yang mengangkut oksigen ke jantung. Nyeri pada otot jantung atau angina juga bisa membuat seseorang merasakan sulit menarik nafas dalam. Penyakit pembuluh darah koroner, di mana pembuluh darah jantung tersumbat akibat penumpukan plak, menyebabkan organ jantung tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup. Sensasi mendadak tak bisa bernafas dalam seringkali menjadi pertanda angina, salah satu jenis nyeri pada otot jantung.
4. Gangguan pencernaan, mual, atau heartburn Walaupun kebanyakan dari kita berpikir kondisi yang berhubungan dengan jantung identik dengan nyeri pada dada, tetapi sebenarnya hal ini dapat terjadi juga di bagian perut. Pada beberapa orang khususnya wanita, gejala seperti heartburn atau perasaan terbakar pada bagian dada, sesnsasi perut kekenyangan atau tersedak perlu diwaspadai. Gangguan pencernaan yang parah dan mual juga dapat menjadi tanda awal serangan jantung, atau biasa disebut infark miokard, khususnya pada wanita. Sebuah penelitian menunjukkan, perempuan dua kali lebih mungkin mengalami muntah, mual, dan gangguan pencernaan selama beberapa bulan menjelang serangan jantung. Apa yang terjadi ? Timbunan lemak di pembuluh darah dapat mengurangi atau menurunkan suplai darah ke jantung sehingga menimbulkan perasaan seperti sesak, tertindih atau nyeri - yang kebanyakan terjadi di daerah dada tetapi terkadang juga di bagian perut. Tergantung dari bagian jantung mana yang terkena, hal itu akan memberikan sinyal ke seluruh tubuh. Mual dan pusing-pusing juga dapat menjadi pertanda bahwa serangan jantung sedang terjadi. Oleh sebab itu, segera panggil dokter Anda bila keluhan tersebut terus dialami.
5. Sakit pada rahang dan telinga Sakit pada rahang adalah sesuatu yang terkadang misterius dan sangat mengganggu. Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, tetapi terkadang bisa menjadi petunjuk adanya penyakit pembuluh darah koroner (CAD) dan awal serangan jantung. Beberapa ahli kini sedang fokus meneliti hubungan sakit pada rahang dengan risiko serangan jantung. Hasil survei menunjukkan, banyak pasien pasca serangan jantung melaporkan sakit pada rahang mereka menjelang terjadinya serangan jantung. Apa yang terjadi ? Kerusakan pada jaringan organ jantung dapat memicu pengiriman sinyal naik turun pada bagian tulang belakang yang kemudian meluas pada sarar-saraf yang tersebar dari mulai tulang leher, rahang hingga ke bagian telinga. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Fri Feb 10, 2012 8:07 pm | |
| 10 MAKANAN PEMICU SERANGAN JANTUNG DAN ALTERNATIF PENGGANTINYA Rabu, 28/12/2011 16:25 WIB Putro Agus Harnowo - detikHealth Jakarta - Makanan cepat saji atau sejenis junk food sudah lama diketahui menyebabkan penimbunan lemak dalam tubuh, tetapi tak banyak yang peduli bahwa makanan tersebut juga berpengaruh terhadap jantung. Makanan ini kaya akan lemak jenuh, natrium dan kolesterol yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan serangan jantung. Berikut adalah sepuluh makanan yang dapat menyebabkan serangan jantung dan apa yang harus dimakan sebagai gantinya seperti dilansir qualityhealth.com, Rabu (28/12/2011):
1. Ayam Goreng Makanan gorengan merupakan sumber kolesterol dan lemak, tapi ayam goreng nampaknya cukup sehat. Empat potong ayam goreng dari restoran cepat saji mengandung 920 kalori, 63 gram lemak dan 350 mg kolesterol. Dada ayam panggang tanpa kulit adalah salah satu daging yang paling bergizi yang bisa dimakan. Mengandung 120 kalori, 1,5 gram lemak dan 70 mg kolesterol, dada ayam panggang dapat menjadi menu pengganti ayam goreng yang lezat dan penuh lemak.
2. Sosis Sosis dapat mendatangkan malapetaka pada arteri. Sosis Italia mengandung 22 gram lemak dengan 8 gram lemak jenuh dan 810 mg natrium tiap kali dipanggang. Gantilah dengan sosis kalkun asap yang hanya mengandung 110 kalori, 6 gram lemak dengan 1,5 gram lemak jenuh.
3. Kue Keju Kue keju banyak mengandung kalori dan asupan lemak dengan rincian 860 kalori, 57 gram lemak, dan 80 gram karbohidrat per irisan. Meskipun terlihat sangat enak, berpikirlah dua kali sebelum mulai mencomot kue ini. Jika sangat ingin menyantap kue keju, pilihlah yang polos dengan kandungan 315 kalori, 20 gram lemak, dan 25 gram karbohidrat. Meskipun bukan pilihan yang sehat, keju polos tidak terlalu merusak jantung.
4. Steak Sejumlah tinggi lemak jenuh dan kolesterol terkandung dalam daging merah, terutama dalam jumlah besar. Membatasi konsumsi daging sapi sirloin maupun yang mentah dapat memberikan 594 kalori, 18,5 gram lemak dengan 6,8 gram lemak jenuh, dan 191 mg kolesterol. Jika digoreng, kalorinya, kolesterol dan garamnya akan bertambah banyak. Membatasi asupan daging sapi dapat mencegah kerusakan arteri. Filet mignon yang lebih mahal hanya mengandung 6, 7 gram lemak dengan 2,5 gram lemak jenuh dan 67 mg kolesterol. Jika Filet mignon jauh dari jangkauan harga, steak T-bone yang tidak terlalu mahal dapat menjadi pilihan sehat untuk memenuhi keinginan makan daging merah.
5. Burger Memilih burger yang salah dapat berdampak besar bagi jantung. Big Mac McDonald mengandung 540 kalori, 29 gram lemak, dan 1040 mg natrium. Bahkan hamburger buatan sendiri di rumah seberat 3 ons dengan 80 persen daging sapi yang tipis masih mengandung lemak 14,8 gram dengan lemak jenuh 5,6 gram, dan 76 mg kolesterol. Alternatif terbaik untuk mengagnti daging sapi adalah dada kalkun sebab mengandung 120 kalori, 1 gram lemak tanpa lemak, dan 28 gram protein tiap empat ons burger. Tambahkan lada bubuk, sejumput cayenne, dan sedikit garam.
6. Pizza Meskipun terlihat enak dan bersahabat, pizza tidak terlalu baik untuk jantung. Sepotong irisan pizza mengandung 9,8 gram lemak dengan 4,4 gram lemak jenuh, dan 551mg natrium. Dan lagi, kebanyakan orang tak akan hanya memakan sepotong irisan. Pizzza dapat dibuat sendiri. Cobalah dengan meracik adonan gandum, muffin Inggris, atau pitas, lalu tambahkan saus dan keju rendah lemak untuk menciptakan alternatif yang sehat untuk seluruh keluarga.
7. Pasta Ini adalah resep klasik Italia, yaitu spaghetti dan kawan-kawannya. Hidangan pasta yang disajikan restoran-restoran memiliki tambahan 1430 kalori, 81 gram lemak dengan 41 gram lemak jenuh, dan 4540 natrium. Jika ingin menikmati pasta, cobalah yang terbuat dari gandum. Rata-rata jenis ini hanya mengandung 197 kalori, 0.8 gram lemak, dan merupakan sumber serat.
8. Es krim Es krim sangat digemari anak-anak, namun orang dewasa juga suka mencobanya. Satu kemasan es krim mengandung 14 gram lemak dengan 10 gram lemak jenuh, dan 22 gram gula untuk setiap ˝ cangkir (sekitar dua sendok). Pengganti es krim yang lebih sehat adalah es krim yoghurt beku dengan kandungan setengah jumlah kalori dari es krim biasa dan hanya 3 g lemak dengan kandungan lemak jenuh 2 gram.
9. Donat Satu Donat Krim Cokelat dipenuhi 20 gram lemak dengan 5gram lemak jenuh, 23 gram gula, dan 38 gram karbohidrat. Cobalah havermut instan yang telah terbukti menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan metabolisme. Tambahkan beberapa buah segar untuk mengawali hari.
10. Keripik kentang Satu kantong keripik kentang asin 1 ons mengandung 155 kalori, 10,6 gram lemak dengan lemak jenuh 3,1 gram, dan 149 mg natrium. Jika rata-rata setiap tahun orang Amerika memakan 112 kantong 1 ons keripik kentang, jumlah itu setara dengan tujuh pon keripik kentang per tahunnya. Cobalah mengganti cemilan dengan roti pita dan hummus. Satu porsi pita mengandung tak lebih dari 100 kalori dan kurang dari satu gram lemak. Hummus lebih baik karena rendah lemak dan rendah kolesterol. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Fri Feb 10, 2012 8:19 pm | |
| CARA ASYIK MENJAGA JANTUNG TETAP KUAT Jumat, 10/02/2012 07:46 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Jantung merupakan salah satu organ tubuh yang terbilang penting dan patut dijaga agar tetap sehat. Tapi jangan khawatir, karena ada cara asyik yang bisa dilakukan untuk membuat jantung tetap kuat. Peneliti di Inggris dan Amerika melakukan studi terhadap 8.000 pegawai negeri untuk menilai tingkat kepuasannya dalam 7 bidang yaitu pekerjaan, hubungan perkawinan atau cinta, kehidupan keluarga, seks, kegiatan rekreasi, standar hidup dan citra diri. Setelah melakukan penelitian selama 1 dekade didapatkan hasil laki-laki yang merasa puas dengan kehidupan seks yang baik, pekerjaan, keluarga atau dirinya sendiri bisa mengalami penurunan risiko penyakit jantung sebesar 13 persen.
"Pekerjaan yang menyenangkan atau kehidupan seks yang memuaskan bisa memberikan manfaat perlindungan bagi jantung," ujar Julia Boehm, PhD, penulis penelitian dan psikolog di Harvard School of Public Health, seperti dikutip dari Menshealth, Jumat (10/2/2012). Jika pekerjaan yang dimiliki saat ini membuat seseorang stres, maka cobalah menemukan cara untuk mengurangi kadar stres tersebut. Setiap orang kadang memiliki cara yang berbeda-beda. Jika memang sudah menikah, tak ada salahnya untuk melakukan hubungan seks secara teratur dengan pasangan. Selain bisa membuat jantung tetap kuat, kegiatan ini juga dapat meningkatkan keintiman antar pasangan.
Hal lain yang bisa dilakukan adalah menyempatkan diri untuk melakukan hobi seperti memotret objek-objek tertentu, traveling, mencoba menu baru atau hanya sekedar mendengarkan musik favorit di kamar sambil membaca buku. Dr Boehm menuturkan denyut jantung serta penanda inflamasi telah dikaitkan dengan kesehatan psikologis dan jantung. Hal ini menunjukkan jika seseorang merasa puas dengan kehidupannya maka ia bisa melindungi jantungnya dari penyakit. Jadi jika memiliki penampilan atau bakat, tak ada salahnya untuk menunjukkan bakat tersebut lebih sering. Sedangkan untuk meningkatkan kesehatan mental dan kadar stres lebih rendah bisa melakukan meditasi selama 20 menit sehari yang mampu menurunkan depresi serta kecemasan sebesar 25 persen. Selain itu untuk lebih meningkatkan kesehatan jantung, tak ada salahnya melakukan olahraga secara teratur, menjaga pola makan seimbang serta menghentikan kebiasaan buruk seperti merokok atau minum alkohol. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Sun Feb 12, 2012 4:27 pm | |
| WASPADA, PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH YANG TAK BENAR BAHAYAKAN NYAWA PASIEN Minggu, 12 Pebruari 2012 15:30 WIB REPUBLIKA.CO.ID, Kardiolog atau dokter spesialis jantung Oscar Garfein mengambil data tekanan darah dari kedua lengan pasiennya. Teknik itu menyelamatkan nyawa pasiennya. Ia mengatakan, “Saya mendapati bahwa di salah satu lengan, tekanan darahnya sangat rendah, dan di lengan satunya lagi normal. Ini membantu saya membuat diagnosis mengenai suatu kemungkinan keadaan yang mematikan.” Rutinitas Garfein itu didukung oleh sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa data yang berbeda pada lengan kanan dan kiri bisa menjadi pertanda penyakit jantung atau masalah pembuluh darah. Bila kedua data tekanan darah sistolik – tekanan darah dalam pembuluh darah sewaktu jantung berkontraksi - ada selisih 15 atau lebih, ini mengisyaratkan: penyempitan pembuluh darah pada kaki, berkurangnya aliran darah ke otak, penyakit jantung, dan peningkatan 70 persen pada risiko meninggal akibat serangan jantung atau stroke. Bila penyakit jantung atau penyakit pembuluh darah didiagnosis secara dini, mengubah kebiasaan berisiko atau mengambil obat-obatan statin atau penurun kadar kolesterol darah dapat mengurangi angka kematian. “Kami ingin mencari faktor-faktor risiko yang berkaitan dengan, misalnya tekanan darah tinggi atau kebiasaan merokok atau kolesterol tinggi, dan mengobatinya dengan sangat agresif,” ujar Dr Garfield lagi. Banyak kardiolog secara rutin memeriksa tekanan darah pada kedua lengan, namun praktek tersebut tidak begitu umum dalam kunjungan rutin ke dokter. Penelitian ini menegaskan pemeriksaan ganda bisa menandakan suatu masalah pokok yang berkaitan dengan pembuluh darah pada pasien yang nampak sehat. Penelitian itu menunjukkan tidaklah penting berapa angka sistoliknya; yang penting adalah perbedaan antara kedua data. “Semua proses itu memakan waktu sekitar satu menit, dan kita dapat menemukan sesuatu yang seringkali benar-benar mengarah pada fakta bahwa pasien ini punya penyakit terkait pembuluh darah,” tambah Dr Garfield. Penelitian tersebut dimuat dalam jurnal kesehatan Inggris, the Lancet. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Sat Feb 18, 2012 7:51 pm | |
| JANTUNG KUAT BERKAT RUTIN NAIK TANGGA Lusia Kus Anna | Jumat, 17 Februari 2012 | 14:05 WIB Kompas.com - Sekali mendayung dua tiga pula terlampaui. Begitulah pepatah yang tepat untuk menggambarkan manfaat dari latihan aerobik. Selain efektif membakar lemak, olahraga ini juga efektif untuk menguatkan jantung dan meningkatkan ketahanan tubuh. Salah satu jenis olahraga aerobik murah meriah namun berdampak sangat besar adalah naik tangga. Menurut Rachel Cosgrove, pencipta Men's Health Spartacus Workout Series, naik tangga mirip dengan menaiki bukit namun jauh lebih sulit. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan terhadap mereka yang sehari-harinya kurang bergerak diketahui orang yang naik tangga 199 langkah selama 5 hari dalam seminggu dalam periode 8 minggu, mengalami peningkatan VO2max (untuk mengukur kemampuan aerobik) sampai 17 persen. Menaiki tangga termasuk dalam olahraga intensitas tinggi namun dalam durasi singkat. Kegiatan ini cukup efektif meningkatkan kemampuan aerobik yang setara dengan melakukan olahraga kardio intensitas rendah dalam waktu lama. Untuk menambah manfaatnya, Anda bisa melakukan variasi misalnya berlari sambil menaiki tangga. Para pakar kebugaran percaya aktivitas ini akan meningkatkan kecepatan dan penguatan otot-otot kaki. "Otot yang kuat adalah otot yang bertenaga. Karena itu kegiatan ini adalah tentang meningkatkan daya tahan," kata Colin Boreham, Ph.D, direktur bidang kedokteran olahraga di University College Dublin. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Fri Feb 24, 2012 9:20 pm | |
| UTAK ATIK JANTUNG PAKAI KAWAT, SEMBUHNYA JAUH LEBIH CEPAT Jumat, 24/02/2012 16:57 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth Jakarta, Sudah bukan zamannya lagi mengoperasi jantung lewat pembedahan, sebab prosesnya terlalu lama dan masa pemulihannya juga tidak sebentar. Dengan kawat yang dimasukkan lewat kateter, jantung bisa diutak-atik tanpa harus ada yang dibedah. Teknologi yang disebut Percutaneus Cardiac Intervention (PCI) ini dilakukan dengan bantuan kateter atau pipa kecil seukuran pembuluh darah, sehingga disebut juga kateterisasi. Berbeda dengan operasi, prosedur ini sama sekali tidak memerlukan pembedahan. "Biusnya cukup bius lokal. Pasien dalam kondisi sadar, diajak ngobrol juga bisa," kata Prof Dr T Santoso S, MD, FACC, FESC, ahli jantung dari RS Medistra saat ditemui usai melakukan live demo kateterisasi jantung di rumah sakit tersebut, Jumat (24/2/2012).
Secara teknis, kateterisasi dilakukan dengan memasukkan pipa kecil yang sangat fleksibel melalui pembuluh darah kaki atau tangan. Secara perlahan dan sangat hati-hati, pipa kateter ini didorong menuju jantung atau lokasi pembuluh darah yang bermasalah dengan bantuan sinar X. Sesampainya di lokasi yang dikehendaki, kateter ini bisa diisi dengan berbagai alat misalnya bor atau balon dan stent jantung. Alat-alat itu diantarkan menuju ujung kateter dengan bantuan kawat atau wire yang ukurannya sangat kecil, lebih kecil dari pembuluh darah. Dengan perkembangan teknologi saat ini, hampir semua masalah jantung dan pembuluh darah bisa diatasi dengan kateterisasi. Jika semula harus dibedah lewat operasi, sekarang jantung dan pembuluh darah cukup dimasuki kateter berisi kawat lalu diutak-atik dengan alat yang sesuai.
Karena sama sekali tanpa pembedahan, masa pemulihannya jauh lebih cepat dibanding operasi. Jika operasi jantung biasa butuh waktu berhari-hari untuk bisa beraktivitas, usai kateterisasi pasien bisa langsung bangun saat itu juga dan esok paginya sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Soal harga, Prof Santoso yang juga dijuluki 'tukang ledeng' karena sangat berpengalaman mengurusi pipa-pipa pembuluh darah ini mengatakan biayanya sangat relatif. Jika kateter yang dipakai hanya sedikit, harganya bisa lebih murah dari operasi namun kalau kateternya banyak maka akan lebih mahal. "Kadang-kadang butuh 2 kateter, dimasukkan dari tangan kanan dan kiri. Jadi soal biaya tentunya sangat relatif, tergantung kondisinya dan berapa banyak peralatan yang dibutuhkan," jelas Prof Santoso. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Sat Mar 03, 2012 7:48 pm | |
| TEHNIK BARU MENGOBATI PENYAKIT JANTUNG SABTU, 3 MARET 2012, 11:03 WIB Lutfi Dwi Puji Astuti, Heryu Nandiasa VIVAnews - Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang rawan diderita oleh siapa saja, apalagi mereka yang mempunyai kolesterol tinggi. Biasanya menjangkit pada pasien berusia 50 tahun ke atas. PJK bisa mengakibatkan terjadinya Penyumbatan Total Kronis (Chronic Total Occlusion). Untuk mengatasi hal itu, di Indonesia saat ini sudah tersedia teknik PCI atau Precutaneous Coronary Intervention yang sudah dilatih pada 30 dokter jantung di nusantara. Chronic Total Occlusion adalah keadaan di mana salah satu pembuluh darah koroner mengalami sumbatan yang bersifat kronik. Angka kejadian CTO ini sekitar 20 - 30% dari seluruh pasien yang dilakukan kateterisasi jantung koroner. Karena sifatnya kronik, bagian pembuluh darah yang tersumbat umumnya sudah mengeras atau bahkan mengalami pengapuran. Untuk membuka sumbatan, pasien CTO biasanya harus melakukan operasi baypass yang berisiko. Menurut dokter ahli jantung, DR. dr. Muhammad Munawar, SpJP (K), tindakan PCI pada kasus CTO adalah untuk membuka sumbatan koroner jantung. Meskipun sulit, angka keberhasilan teknik ini mencapai 80%. "Walau tindakan PCI ini lebih sulit dan belum umum, namun penerapannya pada pasien, teknik ini terbukti memiliki tingkat keberhasilan 85%. Selain lebih aman, pasien hanya butuh 1 - 2 hari saja masa penyembuhan," ujarnya saat memberikan presentasi di RS Jantung Binawaluya, Jakarta Timur.
Teknik PCI menggunakan prosedur balonisasi dan pemasangan stent. "Setelah lesi (plak koroner) berhasil ditembus dan dibuka dengan menggunakan ballon, kemudian pembuluh darah disanggah dengan menggunakan stent," jelasnya. Stent jantung adalah sebuah alat kecil berbentuk silinder berjaring. Munawar juga menjelaskan bahwa pemasangan kawat stent ini 10x lipat lebih aman dan bisa digunakan seumur hidup karena zat yang terkandung di dalamnya dalam 2 tahun bisa diserap tubuh. "Ketebalan stent 81 mikron, sangat tipis namun kuat dan fleksibel. Stent bisa dipakai seumur hidup. Obat yang terkandung di dalam stent itu bisa diserap tubuh dan mencegah terjadinya penyempitan kembali," ungkapnya. Teknik PCI ini juga bukan tidak ada komplikasi. Menurut Munawar ada beberapa komplikasi yang bisa terjadi, namun sangat jarang dan hampir tidak pernah. "Komplikasinya pasien bisa meninggal jika kawatnya menembus pembuluh darah, atau ballon memecahkan pembuluh darah karena dinding pembuluh darah tiap orang berbeda. Namun itu semua hampir tidak ada asal pasien juga rajin meminum obat yang disarankan oleh dokternya," jelasnya. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Sat Mar 03, 2012 8:03 pm | |
| TERLAMBAT 10 MENIT, SERANGAN JANTUNG BISA FATAL Jumat, 02/03/2012 16:43 WIB Putro Agus Harnowo - detikHealth Jakarta, Penyakit jantung koroner adalah salah satu penyakit mematikan yang disebabkan penyempitan pembuluh darah. Pada penyakit ini, 20-30 persen pembuluh darah tersumbat total. 10 menit saja terlambat mendapat penanganan bisa menyebabkan kematian. Salah satu gejala khas jantung koroner adalah adanya angina, yaitu rasa sakit di dada waktu beraktifitas, namun hilang ketika tubuh merasa santai. Inilah sebabnya terkadang orang tidak menyadari jika sedang mengidap penyumbatan pembuluh darah. "Angina yang paling perlu diwasapadai apabila angina berlangsung lebih dari 30 menit. Apalagi jika angina yang dialami mulai tak stabil. Sebab, itu adalah pertanda serangan jantung sudah dekat," kata Dr Muhammad Munawar MD, PhD, FACC, FSCAI, pakar penyakit jantung dari RS Jantung Bina Waluya, dalam acara press briefing 'Pengenalan Teknik Intervensi Non-Bedah (PCI-Percutaneous Coronary Intervention) pada Kondisi Chronic Total Occlusion (CTO) di RS Jantung Bina Waluya, Jakarta, Jumat (2/3/2012). Sebanyak 30% pasien serangan jantung meninggal dunia karena irama jantung yang sangat cepat. Kebanyakan kasus adalah karena pasien terlambat ditangani. Padahal, 10 menit saja terlambat mendapat penanganan bisa menyebabkan kematian. Dr Munawar menghimbau agar penderita penyakit jantung segera diberikan penanganan langsung. Jika tersumbat arterinya, harus segera diberi penanganan yang disebut primari PCI, yaitu prosedur penyisipan kateter ke pembuluh darah. "Banyak dijumpai kasus penanganan jantung terlambat karena penanganan yang terlalu lama, terkadang pihak RS yang dengan sengaja menahan pasien jantung meskipun tidak memiliki profesional yang berpengalaman untuk menanganinya. Ini semakin memperbesar risiko pasien," kata Dr Munawar.
Atasi Pembuluh Darah Tersumbat Sekarang Tak Perlu Pakai Bedah Beberapa tahun yang lalu, dokter akan segera angkat tangan jika menemui kasus penyumbatan pembuluh darah total atau chronic total occlusion (CTO). Padahal, sekitar 52% pasien jantung koroner mengalami CTO. Tapi sekarang, ada inovasi baru yang disebut PCI atau percutaneus coronary intervention. Metode ini dijamin mampu mengatasi CTO dengan tingkat keberhasilan sebesar 80%. Metode konvensional dengan teknik bypass tingkat keberhasilannya hanya sebesar 50%. Yang lebih hebat lagi, metode PCI tidak memerlukan pembedahan. Dokter akan menyisipkan kawat lewat pembuluh darah di bagian pangkal paha atau pergelangan tangan pasien. Kemudian dipandu untuk menggapai bagian pembuluh darah yang tersumbat. Setelah kawat masuk, maka dimasukkan pula sebuah lapisan yang mengandung logam penahan yang disebut stent. Ketika balon dikembangkan, maka logam stent akan ikut mengembang dan melonggarkan atau membuka pembuluh darah yang tersumbat. "Metode ini membutuhkan waktu 4-6 jam. Jika dengan metode bypass biasa, risiko kematian pasien adalah 1-2%. Namun dengan PCI, risiko kematiannya hanya sebesar 0-0,1%," kata Dr Munawar.
Permasalahan yang dihadapi dengan metode ini adalah kawat yang menembus pembuluh darah dan balon yang dapat pecah. Maka, tidak semua ahli jantung yang dapat melakukan metode ini dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. "Sebenarnya ada banyak dokter yang dapat melakukan metode ini, tapi yang memiliki tingkat keberhasilan 80% hanya sedikit," ungkap Dr Munawar. RS Jantung Binawaluya sendiri sampai saat ini telah menangani 350 orang pasien jantung dengan metode PCI. Sebanyak 73 orang di antaranya mengalami CTO. Di antara sekian banyak pasien, hanya 17 pasien yang gagal ditangani dengan PCI. Untuk memperbesar tingkat keberhasilan, berbagai revolusi telah dilakukan. Termasuk mengganti bahan stenting dari logam kobal kromium dengan polilaktik acid. Dengan bahan baru ini, stent akan dapat menyatu dengan pembuluh darah dalam waktu 1-2 tahun. Namun hal ini baru terealisasi akhir tahun ini atau mungkin tahun depan. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Sat Mar 03, 2012 8:08 pm | |
| JUMLAH OLAHRAGA YANG DIPERLUKAN UNTUK CEGAH PENYAKIT JANTUNG Jumat, 02/03/2012 07:06 WIB Putro Agus Harnowo - detikHealth Jakarta, Masih banyak orang yang berpikiran bahwa olahraga berat dapat berakibat fatal bagi orang yang berisiko mengalami penyakit jantung. Namun bukti penelitian menunjukkan bahwa semakin kuat latihan yang dilakukan, makin baik pula buat jantung. Meskipun singkat, berolahraga 15 menit bermanfaat bagi jantung sama seperti satu kali lari maraton. Satu kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah pertahunnya dapat dicegah jika 145 orang penderita diabetes mau berjalan setidaknya dua jam dalam seminggu, demikian menurut para peneliti di Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta. "Olahraga membantu melebarkan pembuluh darah dan memungkinkan darah mengalir lebih bebas," kata Byung-il William Choi, MD, profesor kedokteran penyakit jantung dan pembuluh darah di Medical College of Wisconsin di Milwaukee seperti dilansir Health.com, Jumat (2/3/2012). Dalam sebuah penelitian, para peneliti di Harvard menemukan penurunan risiko penyakit jantung sampai dengan 20% pada orang yang paling sering melakukan olahraga berat. Olahraga ini dapat berupa lari atau jogging, berenang, bermain tenis, atau aerobik.
Berjalan sejauh 3 mil atau lebih dalam seminggu akan mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah sebesar 10%. Olahraga dalam taraf sedang lainnya meliputi berjalan, golf, dan berkebun. Jumlah latihan yang diperlukan untuk membantu mencegah penyakit jantung masih diperdebatkan. Beberapa ahli mengajak masyarakat untuk lebih banyak berolahraga, sedangkan ahli lainnya mendorong agar berolahraga lebih lama, atau lebih kuat. "Fakta yang menyedihkan adalah, seperempat orang Amerika tidak berolahraga sama sekali. Jadi bergerak secara aktif akan memperbaiki kondisi kesehatannya," kata Matthew Sorrentino, MD, ahli jantung di University of Chicago.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa olahraga teratur selama 30 sampai 60 menit perhari akan menurunkan kadar gula darah dan tekanan darah, meningkatkan kadar kolesterol baik, dan mengurangi protein yang dapat menyebabkan pembekuan darah. Sebuah penelitian terhadap lebih dari 44.000 orang menemukan bahwa olahraga ringan sekalipun dapat melindungi tubuh dari penyakit jantung. Dibandingkan dengan laki-laki yang sedikit berolahraga atau bahkan tidak berolahraga sama sekali, orang yang berjalan cepat selama sedikitnya 30 menit setiap hari memiliki risiko terserang penyakit jantung sekitar 20% lebih rendah. Mengangkat beban juga menurunkan risiko sekitar 25%. Berjalan setidaknya satu jam setiap minggu dapat mengurangi resiko kanker sebesar 40%.
Olahraga membantu menurunkan berat badan. Sebuah penelitian mengejutkan oleh para peneliti di Cooper Institute di Dallas menemukan bahwa jantung orang yang bugar lebih baik ketimbang orang yang kurus. Pria kurus memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung lebih tinggi dibandingkan pria yang bugar dan gemuk. "Olahraga juga berkaitan dengan perilaku sehat lainnya, seperti tidak makan berlebihan dan tidak merokok," imbuh Dr Choi. Sebuah penelitian di Jerman menemukan bahwa orang yang berolahraga secara teratur seumur hidupnya memiliki kemungkinan 60% lebih kecil terkena penyakit jantung koroner daripada orang yang banyak duduk. Sayangnya, orang yang aktif berolahraga hanya setelah usianya mencapai 40 tahun 55% lebih mungkin terserang penyakit jantung dibandingkan yang sudah jarang berolahraga sepanjang hidupnya. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Mon Mar 05, 2012 7:16 pm | |
| INILAH MITOS KOLESTEROL YANG MENYESATKAN Senin, 05 Maret 2012 15:03 WIB REPUBLIKA.CO.ID, Jika Anda berpikir sudah tahu segala hal soal kolesterol, ternyata ada beberapa hal yang mungkin mengejutkan. Cobalah simak sejumlah mitos soal kolesterol tinggi yang menyesatkan berikut ini:
Telur berbahaya untuk konsumsi Telur memang mengandung 200 mg kandungan kolesterol, yang berarti lebih dari dua per tiga dari rekomendasi Asosiasi Jantung Amerika untuk membatasi diet kolesterol hingga 300 mg per hati. Namun, diet kolesterol tidaklah berbahaya seperti yang biasa dipikirkan banyak orang. Hanya sejumlah kolesterol saja yang bisa berakhir mengendap di saluran pembuluh darah. Jika asupan kolesterol meningkat, tubuh biasanya mengompensasi dengan berusaha mengurangi produksi kolesterol. Jika tak ingin berlebihan, menyantap satu atau dua telur dalam seminggu tidak berbahaya. Sebenarnya, telur adalah sumber protein yang sempurna dan mengandung pula lemak baik.
Anak-anak tidak mungkin menderita kolesterol tinggi Sebagian besar orang berpikir bahwa kolesterol tinggi hanyalah masalah untuk orang dewasa. Tahukah Anda? Para peneliti mengungkapkan, penyempitan pembuluh darah yang memicu serangan jantung bisa terjadi pada anak-anak berusia delapan tahun. Pada Juli 2008, asosiasi dokter anak Amerika merilis panduan soal anak-anak dan kolesterol. Mereka merekomendasikan agar anak-anak yang kelebihan berat badan, mengalami hipertensi, atau punya sejarah keluarga dengan penyakit jantung supaya memeriksakan kadar kolesterol sejak berusia dua tahun. Anak-anak dengan kolesterol tinggi harus menjalani yang membatasi lemak jenuh hanya tujuh persen kalori dan tak boleh lebih dari 200 mg asupan diet kolesterol per hari. Tidak lupa, ada suplemen serat dan olahraga. Selain itu, dari satu studi baru terungkap bahwa kurang dari satu persen orang dewasa berusia 12=17 tahun mungkin terancam pula kesehatannya.
Makanan baik untuk kesehatan jantung bila mengklaim 'kolesterol 0 mg' Porsi kolesterol yang tertulis dalam label nutrisi hanyalah satu hal yang dapat ditemukan dalam makanan yang bisa menyebabkan kolesterol Anda melonjak. Selain kolesterol, ada pula asupan makanan yang harus diwaspadai seperti lemah jenuh yang dapat ditemukan dalam daging atau makanan olahan susu. Tak ketinggalan, ada pula lemak trans yang ditemukan dalam makanan kemasan. Inilah yang punya dampak lebih besar untuk memicu kehadiran kolesterol LDL atau disebut pula kolesterol jahat yang menyebabkan masalah jantung.
Kolesterol selalu buruk Ketika mendengar kata 'kolesterol', banyak orang yang berpikir hal ini adalah buruk. Seperti banyak hal dalam hidup kita, realitas biasanya lebih kompleks. Kolesterol tinggi memang berbahaya. Namun, kolesterol itu sendiri sangat penting untuk berbagai proses tubuh, mulai dari memicu pertumbuhan sel saraf di otak hingga membangun struktur dalam sel membran. Karena itulah tubuh selalu menghasikan zat putih dan lunak karena sekitar tujuh persen kolesterol dalam darah dibuat oleh darah dan sel-sel tubuh. Peran kolesterol dalam penyakit jantung juga kerap disalahartikan. Kolesterol beredar di seluruh pembuluh darah oleh yang namanya LDL dan HDL. LDL, dikenal sebagai kolesterol jahat, ternyata juga bukan kolesterol yang bertanggung jawab atas kemungkinan gangguan jantung. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Wed Mar 07, 2012 7:23 pm | |
| LUANGKAN WAKTU UNTUK MERAWAT JANTUNG Lusia Kus Anna | Rabu, 7 Maret 2012 | 13:52 WIB Kompas.com - Penyakit jantung tidak terjadi dalam semalam. Kebanyakan penyakit jantung terjadi akibat penyempitan pembuluh darah koroner selama puluhan tahun. Penyebab utama adalah gaya hidup kita. Untuk membuat jantung tetap sehat dan berdenyut sebenarnya tidak diperlukan perubahan gaya hidup yang radikal. Kebiasaan sederhana seperti mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah, menyikat gigi dua kali sehari, serta lebih banyak berjalan kaki adalah contohnya. Sayangnya, mayoritas orang mengatakan tidak punya waktu untuk melakukan kebiasaan sehat demi jantung. Dalam sebuah survei terhadap 1000 orang di Amerika, hanya 20 persen saja yang mengaku selalu mengonsumsi sayur dan hanya 25 persen yang secara rutin menyikat giginya sebelum tidur. Ada beberapa kiat yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan jantung.
- Berhenti merokok Rokok akan menyebabkan pembuluh darah Anda mudah menyempit dan itu sama artinya dengan memberi beban tambahan pada jantung. Merokok juga membuat jantung berdenyut lebih kencang dan menaikkan tekanan darah.
- Berolahraga Bila jadwal harian Anda tidak memungkinkan Anda untuk secara rutin datang ke klub kebugaran, cobalah untuk berjalan kaki lebih sering agar tubuh bergerak barang sedikit. Menaiki tangga ketimbang naik lift atau memarkir kendaraan agak jauh adalah contohnya.
- Kurangi lemak Tingkatkan asupan buah dan sayur dalam jumlah yang memadai sehingga kadar kolesterol Anda berkurang. Batasi asupan lemak tidak lebih dari 25 persen kalori. Perubahan kebiasaan ini harus menjadi gaya hidup dalam jangka panjang.
- Rampingkan perut Memiliki tubuh yang kegemukan bukan hanya kurang menarik secara penampilan tapi juga buruk bagi jantung. Kelebihan berat badan juga memperbesar kemungkinan tingginya kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi, yang menjadi faktor risiko penyempitan pembuluh darah. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Sun Mar 11, 2012 9:33 am | |
| ANDA SERING NYERI DADA? WASPADALAH...... Sabtu, 10 Maret 2012 22:05 WIB REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Masyarakat perlu mewaspadai nyeri dada atau "chest pain" karena merupakan salah satu gejala dari penyakit yang dalam waktu singkat dapat mengakibatkan kematian, kata pakar kesehatan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Nahar Taufiq. "Oleh karena itu, nyeri dada perlu mendapatkan penanganan serius. Penyebab nyeri dada umumnya berasal dari gangguan jantung, saluran cerna, musculoskeletal, serta kondisi paru dan saluran napas," katanya di Yogyakarta, Sabtu. Pada diskusi "Continuing Education", ia mengatakan, nyeri dada merupakan keluhan yang sering ditemukan pada unit perawatan akut atau gawat darurat. Hampir 40 persen orang di Indonesia mengalami nyeri dada. "Pada umumnya penanganan nyeri dada pada penderita yang datang ke ruang gawat darurat tetap sama sesuai dengan standar, tetapi dalam waktu 10 menit penderita sakit dada sudah harus dibedakan dalam empat kategori," katanya. Ia mengatakan, penderita nyeri dada dapat diklasifikasikan dalam empat kategori, yaitu kategori P (Priority Risk), kategori A (Advance Risk), kategori I (Intermediate Risk), dan kategori N (Negatif/Low Risk)."Setiap kategori itu memiliki alur penanganan lanjutan masing-masing," kata dosen Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Menurut dia, penderita dengan:
Kategori P Adalah penderita dengan gejala sakit dada angina yang khas infark disertai satu dari kriteria infark dalam rekaman EKG.
Kategori A Terjadi sakit dada lebih dari 20 menit dan akut infark miokard dalam empat minggu terakhir dan ada gangguan hemodinamik," katanya.
Kategori I Besar kemungkinan terjadi mekatian atau infark miokard dalam 30 hari sebesar 4-8 persen dan memiliki gejala seperti pada kelompok A.
Kategori N Kemungkinan terjadi kematian atau infark miokard dalam 30 hari adalah kurang dari dua persen dengan pemberian aspirin nitrat sublingual," kata Nahar. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Sat Mar 17, 2012 9:07 am | |
| JENIS OLAHRAGA YANG BAIK UNTUK JANTUNG Kamis, 15/03/2012 07:41 WIB Putro Agus Harnowo - detikHealth Jakarta, Tidak perlu menjadi atlet untuk menjadi bugar. Membiasakan diri berjalan cepat setengah jam setiap hari akan menjamin kebugaran tubuh. Menjadi bugar membantu tubuh merasa lebih sehat dan memiliki lebih banyak energi untuk bekerja dan bersenang-senang. Meningkatkan kebugaran sangat baik bagi jantung, paru-paru, tulang, dan persendian. Manfaatnya juga dapat menurunkan risiko serangan jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, dan beberapa jenis kanker. Jika sudah mengalami satu atau lebih gangguan kesehatan ini, berolahraga akan membantu tubuh mengendalikan berbagai masalah kesehatan lainnya sehingga tubuh merasa lebih baik. Seberapa jauh latihan aerobik dapat meningkatkan kebugaran tergantung pada seberapa baik tubuh menggunakan oksigen. Manfaat ini tergantung pada kondisi jantung, paru-paru, dan otot. Setiap aktivitas yang membuat jantung berdetak lebih cepat dapat meningkatkan kebugaran. Kebugaran yang diperoleh dari latihan aerobik ini disebut juga 'kardio'. Kardio adalah singkatan dari latihan kardiovaskular, yaitu setiap latihan yang membuat jantung bekerja lebih keras untuk sementara waktu. Latihan ini termasuk jogging, bersepeda, atau berenang. Seperti dilansir HealthDay, Kamis (15/3/2012), berikut adalah aktivitas fisik yang dibutuhkan agar jantung tetap sehat. Lakukan aktivitas aerobik dalam taraf sedang selama minimal 150 menit setiap minggu. Aktivitas ini dapat dilakukan dengan cara apapun yang disuka. Bisa saja dengan:
Berjalan kaki selama 11 menit dua kali sehari secara rutin atau 22 menit sekali setiap hari. Berjalan-jalan setengah jam 3 hari dalam seminggu dan pada 4 hari sisanya disi dengan 15 menit berjalan kaki. Berjalan-jalan selama 45 menit setiap hari.
Bisa juga dengan melakukan aktivitas yang lebih berat seperti berlari minimal 75 menit dalam seminggu. Kegiatan ini membuat napas lebih lega dan detak jantung lebih cepat daripada saat beristirahat. Aktivitas ini dapat dilakukan dengan cara apapun yang disuka. Bisa juga dengan:
Berlari selama 25 menit 3 kali seminggu. Berlari selama 15 menit 5 kali seminggu.
Anak-anak membutuhkan lebih banyak aktivitas. Doronglah agar anak-anak berusia 6 - 17 tahun mau melakukan olahraga dalam taraf sedang hingga berat minimal 1 jam setiap hari. Salah satu cara untuk mengetahui seberapa keras olahraga yang dilakukan adalah mengukur tingkat detak jantung. Detak jantung yang aktif tidak hanya membantu menjaga kesehatan jantung dan paru-paru, tetapi juga membantu tubuh tetap fit. |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Mon Apr 02, 2012 6:19 pm | |
| VAKSIN ANTI SERANGAN JANTUNG AKAN SEGERA HADIR Senin, 02/04/2012 17:08 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Penyakit jantung merupakan salah satu kondisi yang bisa membuat orang meninggal secara mendadak. Dalam lima tahun mendatang, akan segera hadir vaksin terhadap penyakit jantung. Menurut para ahli, suntikan antibodi dapat mencegah penumpukan lemak di arteri yang menyebabkan penyempitan-penyempitan dan pecahnya pembuluh darah, yang mengakibatnya serangan jantung. Ini akan menjadi pertama kalinya penyebab penyakit jantung dijadikan sasaran, bukan dengan mengurangi faktor-faktor seperti tingkat kolesterol jahat dan tekanan darah tinggi yang meningkatkan kemungkinan penyakit jantung. Menurut para ahli dalam pertemuan CardioVascular Biology di Imperial College London, ada beberapa pendekatan yang berbeda dalam pembuluh darah dan dilisensikan dalam lima tahun. Para ahli mengatakan vaksin ini akan sangat menjanjikan dan bisa memiliki dampak besar pada pengobatan penyakit. Penyakit jantung telah menjadi momok penyebab kematian terbesar bagi semua orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kurang olahraga, pola makan yang buruk, merokok dan minum terlalu banyak alkohol adalah penyebab utama penyakit jantung, tetapi juga diketahui bahwa ada faktor keturunan.
Penyakit jantung koroner terjadi ketika plak lemak menumpuk di pembuluh darah yang memberi 'makan' jantung dan dari waktu ke waktu menjadi menyempit. Bagian dari plak, yang dikenal sebagai ateroma (zat yang mengandung lipid dalam jaringan terutama dalam dinding arteri), bisa pecah kemudian menyebabkan bekuan yang dapat menghambat arteri, yang akhirnya menyebabkan serangan jantung. "Orang yang menghadapi risiko tinggi serangan jantung cenderung menjadi kandidat pertama untuk pendekatan kekebalan tubuh. Perawatan semacam ini, karena punya modus yang sama sekali berbeda dari tindakan, dapat digunakan sebagai tambahan pada terapi saat ini," jelas Prof Nilsson, profesor penelitian kardiovaskuler eksperimental di Lund University, Swedia, seperti dilansir Telegraph, Senin (2/4/2012).
Prof Nilsson mengatakan meskipun perawatan saat ini seperti statin dan obat tekanan darah sangat efektif mengurangi risiko masalah kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke sekitar 40 persen, tapi tidak boleh dilupakan bahwa 60 persen kejadian kardiovaskular terus terjadi. "Percobaan telah menunjukkan bahwa vaksin ini mungkin mengubah cara sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap plak di arteri untuk mengurangi peradangan dan keparahan yang terjadi," jelas Prof Nilsson. Prof Nilsson bersama dengan tim Prof Prediman Shah, dari Cedars-Sinai Heart Institute di Los Angeles, mampu merumuskan vaksin yang mengurangi penumpukan plak sekitar 60 sampai 70 persen pada tikus. Vaksin CVX-210 yang dihasilkan saat ini dalam pengembangan suntikan oleh CardioVax, menunggu peraturan untuk memulai uji klinis. Sedangkan vaksin kedua menggunakan bahan yang sama telah dirumuskan sebagai obat semprot hidung. |
|  | | | | Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs | |
|
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |