Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1 ... 9 ... 15, 16, 17 ... 31 ... 47  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Wed Nov 10, 2010 10:22 am

MENAKLUKKAN PENYAKIT JANTUNG KORONER
Senin, 18 Oktober 2010 | 08:11 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung - Sekitar lima tahun lalu, serangan jantung menyerang Uu Rukmana, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Jawa Barat. Ini terjadi tiba-tiba saat ia menghadiri acara galang dana untuk korban tsunami Aceh di Pendopo Kota Bandung pada malam hari. "Sebelumnya, tidak ada keluhan apa-apa, saya merasa benar-benar sehat," ungkapnya dalam peluncuran buku "Menaklukkan Pembunuh No. 1" di Hotel Savoy Homann, Bandung, Sabtu (16/10). Pembuluh jantung lelaki yang dahulu pecandu kopi dan rokok itu ternyata mengalami penyumbatan. Kasus hampir mirip dengan Uu. Kendati belum sampai mengalami serangan jantung, Direktur Teknik Televisi Republik Indonesia (TVRI), Satya Sudhana, pun tak menduga kalau pembuluh jantungnya tersumbat. Namun, lantaran gelagat tak beres mulai terdeteksi ketika cek kesehatan, Satya melanjutkan tes dan konsultasi. Hasilnya, ternyata tinggal sepuluh persen pembuluh jantungnya yang masih bisa dialiri darah.

"Penyakit Jantung Koroner (PJK) itu seperti pembunuh diam-diam," kata Satya. Bicara soal gaya hidupnya, ditambah sadar tubuhnya memiliki masalah dengan kolesterol, ia mengaku tergolong orang yang menjaga makanan --bisa dikatakan nyaris vegetarian. Selain itu, dirinya gemar berolahraga tenis, renang, dan jogging, serta tak punya kebiasaan merokok. "Sebetulnya PJK itu mampu ditaklukan. Mampu asal punya sikap tepat (baik bagi yang belum atau yang pernah kena serangan jantung), 80 persen ini bisa dicegah dan diatasi," ujar penulis buku "Menaklukkan Pembunuh No. 1", Dr Achmad Fauzi Yahya, Sp. J. P. (K), FIHA.

Solusi baik untuk menaklukkan PJK, lanjut Fauzi, intinya, "Lebih baik untuk menjadi intelijen dalam diri sendiri sebelum terjadi kekacauan." Hal tersebut bisa dilakukan dengan melihat faktor-faktor risiko kardiovaskular. Di antaranya usia lanjut, jenis kelamin laki-laki, faktor keturunan, hiperkolesterol (kadar kolesterol tinggi), tekanan darah tinggi, kencing manis, dan kebiasaan merokok. Semakin banyak seseorang memiliki faktor risiko kardiovaskular, semakin besar kemungkinan dirinya terkena penyakit jantung koroner. Untuk laki-laki, risiko penyakit jantung mulai perlu diwaspadai pada usia 45 tahun, sedangkan untuk perempuan pada umur 55 tahun.

Ada lebih dari 250 gen yang telah diketahui dapat memengaruhi penyempitan pembuluh jantung. Untuk mewaspadai apakah dalam diri terdapat gen-gen perusak jantung itu bisa ditengok dengan melihat riwayat keluarga. Misal, jika ayah atau saudara laki-laki berusia di bawah 55 tahun dan ibu atau saudara perempuan berusia di bawah 65 tahun meninggal mendadak, maka perlu waspada. Penelitian di University of Utah mengidentifikasi lebih dari 300 varian gen yang memengaruhi reseptor LDL (Low Density Lipoprotein) atau kolesterol jahat. Ternyata satu dari 500 orang diprediksi memunyai varian gen yang memproduksi reseptor berkualitas buruk. Ini bisa membuat kadar LDL melonjak. Orang yang memiliki ayah dan ibu dengan gen cacat tersebut berisiko mengalami serangan jantung di usia muda.

Ada tiga nilai LDL berdasarkan risiko yang dimiliki seseorang. Golongan berisiko tinggi merupakan mereka yang pernah menderita PJK atau disetarakan dengan penderita PJK seperti pengidap diabetes mellitus atau stroke. Golongan ini punya risiko mengalami kemungkinan PJK 20% dalam sepuluh tahun ke depan.
Golongan berisiko sedang yakni mereka yang punya dua atau lebih faktor risiko. Risiko PJK dalam rentang waktu sepuluh tahun ke depan 10-20 persen. Untuk golongan berisiko rendah yaitu mereka yang sehat dan hampir tak punya faktor risiko, diperkirakan hanya punya risiko 10 persen. Meminimalisasi faktor risiko PJK supaya tidak terpicu, gaya hidup perlu diperhatikan. Sebaiknya, jaga tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah pada nilai ideal, hindari merokok, berolahraga teratur, serta mengatur pola makan. Gaya hidup dan pola makan dapat memodifikasi efek genetik.

Sebab keluhan penderita PJK, intinya muncul rasa sakit bukan pada bagian otot atau tulang dada, melainkan tersembunyi di dalam pembuluh koroner jantung yang menyempit atau tersumbat. Rasanya seperti ditindih beban berat di dada bagian tengah selama 5-20 menit. Ini dapat menjalar ke lengan kiri atau kanan, bahkan rahang dan punggung. Kadang-kadang leher terasa bak dicekik. Pertanda bakal terkena serangan jantung bisa dilihat dengan rasa sakit di dada yang muncul mendadak disertai keringat dingin. Lebih dari 20 menit kondisi masih seperti ini, padahal tubuh sudah diistirahatkan, maka perlu waspada.

Sebagian penderita PJK ada pula yang tak merasakan keluhan klasik seperti itu. Ada di antaranya yang mengeluh tidak nyaman di ulu hati dengan dugaan sakit maag, sesak napas, asma, lemas, bahkan pingsan. Penyakit ini memang "tidak berwajah tunggal". Oleh karena itu, bagi yang kurang beruntung, mungkin langsung meregang nyawa ketika mengalami gejala klinis PJK pertama kali. Bagi yang pernah terkena serangan jantung, menurut Fauzi, sebenarnya perlakuan yang diberikan itu berbeda-beda untuk setiap orang. Karena individu memunyai 'kekhasan', maka soal penanganan, ada yang cukup dengan obat saja atau perlu tindakan.

Yang tak kalah penting, spiritual pasien juga ikut memainkan peranan dalam penyembuhan atau pemulihan. Saat mengetahui vonis memiliki PJK, jangan patah arang atau ketakutan bahwa hidup tinggal menghitung hari atau bulan. Lebih baik menggunakan cara pandang positif dalam menghadapi penyakit ini. "Jadikan dalam diri kalau terkena penyakit itu merupakan saat di mana kita mensyukuri betapa pentingnya kesehatan sehingga semangat sembuh. Semangat itu penting," tutur ahli intervensi jantung dan pembuluh darah dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dan RSUP Hasan Sadikin itu.

Sudah tersedia teknologi untuk menyelamatkan pasien PJK seperti prosedur balonisasi, pemasangan stent atau cincin dalam pembuluh koroner, dan intervensi koroner perkutan. Namun, cara terbaik tentu saja mengantisipasi gaya hidup agar PJK tak terjadi. Kalau melihat data, PJK dan stroke yang termasuk penyakit kardiovaskular merupakan penyebab 17,5 juta kematian di dunia pada 2002. Sekitar 80 persen dari angka itu menimpa negara-negara berkembang dan miskin. Diperkirakan pada 2020, angka kematian akibat penyakit ini akan menyentuh pada kisaran 20 juta orang per tahun.

GILANG MUSTIKA RAMDANI


Last edited by gitahafas on Wed Jun 15, 2011 8:17 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Thu Nov 11, 2010 4:13 pm

FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER
Faktor Risiko Utama:
- Dislipidemia (kelainan lemak darah)
- Hipertensi (tekanan darah tinggi)
- Diabetes mellitus (kencing manis)
- Kebiasaan merokok

Faktor Risiko Tambahan:
- Kurang aktivitas fisik
- Stress
- Hiperuricemia (kadar asam urat di atas normal)
- Kadar trigliserida di atas normal

Nilai LDL Berdasarkan Risiko yang Dimiliki:
- Kelompok Risiko Tinggi, target kolesterol LDL <100 mg/dl dan <70 mg/dl untuk penderita diabetes mellitus yang pernah mengalami PJK
- Kelompok Faktor Risiko Multiple, target kolesterol LDL <130 mg/dl
- Kelompok Faktor Risiko Rendah, target kolesterol LDL <160 mg/dl

Kadar Lemak Darah yang Dianjurkan:
- Kolesterol total <200 mg/dl
- LDL kolesterol <100 mg/dl
- HDL kolesterol >60 mg/dl
- Trigliserida <150 mg/dl

Obat Pengontrol Lemak Darah:
- Statin dan ezetimibe untuk menurunkan LDL. Statin bekerja menekan pembentukan kolesterol oleh hati.
- Fibrat menurunkan trigliserida
- Niasin menaikkan kolesterol baik, HDL (High Density Lipoprotein

Sumber: Tempo Interaktif


Last edited by gitahafas on Wed Jun 15, 2011 8:16 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Tue Nov 16, 2010 8:46 pm

PEMICU SERANGAN JANTUNG YANG DITEMUI SEHARI HARI
Selasa, 15/03/2011 18:17 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Berbagai pemicu serangan jantung sebenarnya bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kopi hingga polusi udara. Besarnya peningkatan risiko serangan jantung berbeda-beda tergantung pemicunya dan inilah perbandingannya. Peningkatan risiko serangan jantung berdasarkan pemicu umum yang bisa ditemukan di lingkungan sehari-hari adalah antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari MensHealth.com, Rabu (16/3/2011).

1. Kopi
Efek kafein adalah memacu kerja jantung dan meningkatkan aliran darah ke otot, sehingga meningkatkan tekanan darah. Pecandu kopi rata-rata 1,5 lebih rentan mengalami serangan jantung dalam waktu 1 jam sesudah minum kopi.

2. Alkohol
Alkohol juga bisa meningkatkan tekanan darah sehingga beban jantung meningkat. Peminum alkohol 3 kali lebih berisiko mengalami serangan jantung dalam waktu 12 jam sesudah minum minuman alkohol.

3. Polusi lalu lintas
Berbagai masalah jantung termasuk penyumbatan pembuluh darah lebih sering dialami orang yang tinggal di tepi jalan utama. Polusi meningkatkan risiko serangan jantung hingga 3 kali lipat dalam waktu 1 jam.

4. Olahraga berat
Olahraga berat jika dilakukan oleh orang yang biasanya tidak rutin berolahraga justru akan mendatangkan bahaya. Bagi yang jarang olahraga, risiko serangan jantung saat berolahraga berat bisa meningkat 3 kali lipat dibandingkan yang rutin berolahraga.

5. Aktivitas seks
Denyut jantung dan tekanan darah akan mengalami peningkatan drastis saat seseorang mengalami orgasme, baik melalui masturbasi maupun hubungan seks. Berbagai aktivitas seksual itu meningkatkan risiko serangan jantung sebanyak 4 kali lipat dalam waktu 2 jam sesudahnya.

6. Makan berlebihan
Makan berlebihan, apalagi jika banyak mengandung lemak dan garam juga bisa meningkatkan tekanan darah. Akibatnya risiko serangan jantung meningkat 7 kali lipat dalam waktu 1 jam sesudah makan sampai kekenyangan.

7. Kokain
Penggunaan narkotika khususnya kokain meningkatkan serangan jantung hingga 24 kali lipat dalam waktu 24 jam sesudahnya. Namun studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Lancet membuktikan, polusi udara sebenarnya 5 kali lebih membahayakan jantung dibandingkan kokain.


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 7:53 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Wed Nov 17, 2010 6:45 pm

JALAN CEPAT HINDARI GANGGUAN JANTUNG
Kamis, 12 November 2009 22:37 WIB Republika.co.id
JAKARTA--Selama ini jalan pagi atau sore diyakini mampu menyehatkan tubuh. Tapi, tidak semua memahami kecepatan berjalan ternyata berpengaruh terhadap efek kesehatan yang diterima. Riset yang dilakukan peneliti dari Inggris menyimpulkan lanjut usia yang berjalan lambat diprediksikan tiga kali lebih mudah terkena masalah jantung. Penelitian yang diterbitkan British Medical Journal ini juga mencatat, prosentase angka kematian bagi para orang tua yang berjalan lambat mencapai 44%. Selain itu, berdasarkan catatan riset, lari lambat juga bertalian erat dengan masalah kesehatan para orang tua seperti misal terjatuh, keseleo atau berpotensi ke rumah sakit.

Berdasarkan laporan riset, peneliti menuliskan, menjaga tubuh tetap sehat dan fit mutlak diperlukan bagi para individu berusia lanjut. "Hasil penelitian ini menunjukan taksiran performa baik dari kinerja motorik dari para orang tua mudah dilakukan dengan cara berjalan cepat," tukas peneliti seperti yang dikutip dari The Telegraph, Kamis (12/11). Penelitian tersebut melibatkan 3.208 pria dan wanita dengan rentang usia 65 dan 85. Dari hasil tes yang diberikan, pria berusia lanjut yang tergolong berjalan cepat mampu menggapai rata-rata waktu 1,85 meter/detik. Sedangkan pria berusia lanjut yang tergolong berjalan lambat hanya menggapai rata-rata waktu 1.5 meter/detik.

Sementara dari pihak perempuan, yang tergolong berjalan cepat rata-rata menggapai waktu 1.5 meter/detik. Sedangkan perempuan yang tergolong berjalan lambat hanya menggapai waktu 1.35 meter/detik. Setelah dimonitor selama 5 tahun, para peneliti menyimpulkan, rata-rata orang tua yang berjalan lambat umumnya memiliki umur lebih pendek ketimbang orang tua yang berjalan cepat. Menurut analisa peneliti, hal itu disebabkan saat berjalan lambat tidak terjadi peningkatan kolesterol "baik" dalam darah yang memungkinkan adanya pengurangan resiko penyakit jantung. cr2/rin


Last edited by gitahafas on Wed Jun 15, 2011 2:09 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Mon Nov 22, 2010 4:00 pm

PENYAKIT JANTUNG BISA TANPA GEJALA
Sabtu, 5 Februari 2011 | 12:02 WIB
Kompas.com — Jika Anda merasa diri sehat-sehat saja, sebaiknya bersikaplah tetap waspada dengan melakukan pemeriksaan diri untuk mengetahui kondisi kesehatan. Ini mengingat ternyata diam-diam kita bisa punya risiko penyakit jantung meski tanpa gejala. Penelitian menunjukkan, persentase pengidap penyakit jantung yang memiliki riwayat faktor risiko tertentu itu sangat tinggi. Faktor risiko tersebut termasuk gaya hidup dan karateristik tertentu dari keluarga.

Menurut dr.Sally A.Nasution, Sp.PD, faktor risiko penyakit jantung terbagi dalam dua, yakni faktor yang tidak bisa diubah, yang meliputi jenis kelamin, usia, dan riwayat keluarga. "Jika ada dalam keluarga kita orang yang terkena serangan jantung, risiko kita juga semakin tinggi," katanya dalam sebuah acara yang diadakan oleh Perhimpunan Dokter Penyakit Dalam di Jakarta (4/2).

Kendati demikian, masih banyak faktor risiko lain yang bisa dikendalikan, yakni pola makan, kebiasaan olahraga, kegemukan, kadar lemak darah, serta kebiasaan merokok. "Makin banyak faktor risiko yang dimiliki, makin cepat penebalan dinding pembuluh darah," paparnya. Penebalan pembuluh darah atau aterosklerosis adalah timbunan lemak (plak) yang menumpuk dalam arteri sehingga arteri menyempit dan aliran darah terhambat. Ini adalah penyebab awal tersumbatnya pembuluh darah yang menuju jantung sehingga terjadi serangan jantung atau nyeri dada (angina).

Yang terpenting dilakukan adalah mencegah terjadinya aterosklerosis meski tidak ada gejala. Pemeriksaan lemak darah (kolesterol), pengukuran tensi darah serta menjaga berat badan dalam kondisi ideal perlu dilakukan, terutama untuk mereka yang sudah memasuki usia 40 tahun.

Deteksi dini adanya penyakit jantung koroner juga bisa dilakukan dengan berbagai tes khusus, seperti EKG (elektrokardiogram), treadmill, tes darah, foto toraks, dan sebagainya.


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 7:55 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Tue Nov 23, 2010 10:47 am

AHLI JANTUNG, PROFESI YANG LANGKA
Jumat, 25 Maret 2011 | 15:47 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Penyakit jantung dan pembuluh darah kini telah menjadi pembunuh utama di Indonesia. Di saat angka kematian di negara-negara maju menurun, di negara berkembang justru meningkat. Sayangnya, peningkatan itu tak diimbangi dengan tenaga dokter yang ahli dalam penyakit jantung. Saat ini, Indonesia hanya memiliki 493 dokter spesialis jantung dan pembuluh darah untuk melayani sekitar 240 juta penduduk. Selain jumlahnya minim, distribusinya tidak merata.

"Misalnya saja yang terjadi di Nusa Tenggara Timur, hanya ada satu ahli jantung untuk melayani delapan juta penduduk," kata dr Anna Ulfah Rahajoe, SpJP (K) dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki). Sebagai perbandingan, Laos yang berpenduduk enam juta dilayani oleh 60 kardiologis. Terlebih Singapura yang berpenduduk lima juta dilayani 160 kardiologis. Selain kardiologis untuk pasien dewasa, pasien-pasien penyakit jantung anak juga kekurangan tenaga ahli.

"Di Indonesia hanya ada 45 dokter jantung pediatri dan sebagian besar berada di Jakarta," kata dr Poppy S Roebiono, SpJP (K) dari RS Jantung Harapan Kita Jakarta dalam acara press conferenceAnnual Scientific Meeting Indonesian Heart Association ke-20 di Jakarta, Jumat (25/3/2010). Kelangkaan dokter jantung tersebut, menurut dr Poppy, antara lain, disebabkan karena keterbatasan fakultas kedokteran menampung dokter umum yang tertarik mengambil spesialisasi penyakit kardiovaskular. "Peminatnya memang banyak, tapi kapasitasnya tiap angkatan hanya 12 orang. Karena itu hanya segelintir orang yang dipilih," katanya.

Untuk mengimbangi kebutuhan, saat ini Perki menargetkan 1.000 ahli jantung pada tahun 2020. Untuk mencapai target ini, Perki telah meresmikan penambahan pusat pendidikan kardiologis dari 2 menjadi 12 tempat.
Pusat-pusat pendidikan ini bernaung di bawah fakultas kedokteran yang tersebar di berbagai wilayah Tanah Air dengan menggunakan fasilitas rumah sakit kelas A dan B milik pemerintah.

Selain menambah sumber daya manusia, Kementerian Kesehatan dirasa perlu meningkatkan kebutuhan sarana dan prasarana di rumah sakit. "Para ahli jantung yang bersedia bekerja di RSUD kabupaten juga perlu dilengkapi minimal dengan mesin elektrokardiografi, treadmill, danechocardiografi yang memadai," kata dr Anna. Ia menambahkan, tertinggalnya alat penunjang kedokteran membuat banyak dokter yang sudah mau bekerja di daerah akhirnya kembali ke Ibu Kota Jakarta yang peralatannya modern dan honornya menggiurkan.


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 7:56 pm; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Wed Nov 24, 2010 4:13 pm

MENDENGKUR DAN JANTUNG ANDA
Jumat, 25 Maret 2011 | 17:14 WIB Kompas.com
Sedikit saya agak kaget, ketika mau duduk di kursi pesawat garuda dalam penerbangan Jakarta-Pekanbaru pagi itu. Ternyata di sebelah kanan saya, di kursi dekat jendela telah duduk seorang ibu berusia sekitar 35 tahun. Ibu muda ini juga saya lihat sedang sarapan pagi dengan lahapnya waktu menunggu keberangkatan pesawat di “lounge” garuda. Di samping bayangan kecantikannya waktu masih gadis, yang menarik perhatian saya pada ibu ini adalah postur tubuhnya yang gendut. Sekilas saya perkirakan tingginya sekitar 160 cm, berat badannya mungkin lebih dari 85 kg. Anda dapat membayangkan bagaimana besarnya perut Ibu itu, melebihi Ibu hamil yang hanya menunggu hari-hari kelahiran bayinya.

Pesawat menunggu cukup lama untuk take off, waktu kebetulan saya menoleh ke kanan, ke arah jendela, saya lihat ibu ini sudah tertidur. Luar biasa ibu ini, pikir saya,”pesawat belum take off, dia sudah take off lebih dulu”. Kemudian, tidak berapa lama setelah pesawat take off, Ibu ini sudah tertidur semakin pulas. Kadang-kadang kepalanya menyandar ke bahu kanan, dan kadang ke bahunya sebelah kiri. Untung saya tidak duduk di kursi tengah yang memang kosong itu, andaikan saya menempati kursi itu, bahu saya pasti sudah jadi sandaran kepalanya.

Deru mesin pesawat terdengar semakin kuat. Di tengah deru pesawat itu, seolah tidak mau kalah, ibu ini juga menderu dengan dengkurannya. Dengkurannya yang semula terdengar pelan-pelan, semakin lama semakin keras. Sesekali dengkuran dan nafasnya berhenti beberapa tempo, kemudian seperi orang gelagapan, kembali bernafas dengan cepat dan mendengkur lagi dengan bunyi yang aneh dan semakin kuat pula..

Lebih kurang 30 menit setelah pesawat melayang di udara, pramugari garuda mulai membagikan sarapan pagi. Karena Ibu itu masih tidur, meja makan yang ada di sandaran kursi di depannya saya tolong bukakan. Sementara, dengkuran Ibu itu masih terdengar cukup kuat, pramugari saya lihat tersenyum kepada saya, mungkin maksudnya agar saya dapat memahami. Aneh, Ibu muda yang sedang tidur itu, tiba-tiba bangun letika aroma nasi goreng yang agak menyengat hidung merebak keluar, setelah aluminum penutup kotaknya saya buka. “Terimakasih” ungkapnya, waktu melihat di depannya juga sudah ada makanan.

“Ngantuk sekali ya mbak?” tanya saya, memulai pembicaraan dengannya. “Ya Pak, tadi pagi jam 4 sudah harus bangun, buru-buru, takut telat, makan pagi juga hanya sedikit, jawabnya”. “Pantesan tidurnya enak sekali mbak, komentar saya. Maaf ya mbak, mbak kalau tidur mendengkur lho?.”. “Oh ya, saya malah tidak sadar, apa kuat bunyi dengkurannya?” tanyanya.

Sedikit agak berbasa-basi saya bilang, “oh, tidak, hanya sedikit”. “Apa penyebabnya kok saya bisa mendengkur seperti itu, apa karena saya kegemukan?” Tanyanya lagi. “Ya, penyebab utamanya karena itu. Pada orang gemuk sering terjadi penekanan jalan nafas, sehingga jalan nafas menyempit, aliran udara jadi tidak lancar, dan itu sangat berbahaya untuk jantung kita”. jawab saya.

“Kalau hubungannya dengan jantung gimana?” Kelihatan Ibu ini bertanya agak antusias. “Almarhum Ayah saya dulu waktu berumur 55 tahun juga meninggal karena serangan jantung”. Begini, saya mencoba menerangkan secara sederhana kepada ibu itu. "Pada waktu mbak tidur mendengkur, ada namanya sleep apnea, saat nafas berhenti akibat penyempitan jalan nafas, beberapa tempo." Keadaan ini terjadi berulang kali selama tidur. Dan, ini mengakibatkan oksigen dalam darah menurun, karbon dioksida meningkat, dan tubuh juga melepaskan lebih banyak adrenalin. Semua ini dapat mengakibatkan penekanan fungsi sistem kardiovaskuler, dan paru. Menyebabkan kerusakan pada otot jantung dan pembuluh darah jantung, dan bahkan bisa memacu gangguan irama jantung yang mematikan, serangan jantung dan strok.

“Kalau begitu, apa yang harus saya lakukan Pak?” sambungnya.” Ya, pertama menghindari tidur waktu duduk, biasakan tidur berbaring miring ke samping atau tidur tanpa bantal, dan kalau perlu beri bantal kecil di belakang leher. Kemudian dalam jangka panjang adalah menurunkan berat badan, dengan diet dan olahraga”, jawab saya.

“Untuk diet saya sudah mencoba Pak, tapi selalu gagal, saya hanya makan sedikit, apalagi nasi, kalau ngemil, minuman kaleng dan yang manis saya memang suka.” jawabnya. “Cemilan, minuman manis dan kaleng itu dapat lebih banyak kalorinya daripada nasi yang mbak makan. Untuk sementara mbak kurangi atau kalau bisa tidak meminum minuman kaleng dan yang manis dulu. Untuk ganti ngemil Ibu coba makan buah-buahan dan lalapan sayur, dan kalau lapar malam hari, cukup makan buah-buahan. Di samping itu, sisihkan waktu mbak 30-40 menit untuk olahraga ringan seperti jalan cepat,jogging dan sebagainya, Saya yakin mbak pasti berhasil.

Yang penting mbak, tujuan diet, olahraga itu bukan sekedar menurunkan berat badan, tetapi sehat yang kita inginkan. Kalau mbak bisa menurunkan berat badan 10 persen saja akan menurunkan risiko mbak menderita diabetes, hipertensi, “stroke”, serangan jantung dan lain- lain”, saya mencoba menerangkannya.” ……”Ok, bapak, saya lakukan, terimakasih ya”, katanya.

Mendengkur dapat menyebabkan rasa tidak nyaman bagi orang lain di sekitarnya, dan meningkatkan risiko penyakit jantung bagi dirinya sendiri. Tapi, ibu ini seolah-olah tidak peduli, tidak berapa lama setelah pembicaraan itu, ibu ini sepertinya sudah tidur kembali, suara demgkurannya mulai menderu lagi.

Daripada dongkol, saya tetap memilih senyum, menikmati suara yang aneh itu. Saya hanya berdoa, mudah-mudahan ibu ini nanti mau diet dan berolahraga. Alangkah bahagianya saya, bila suatu saat, kalau ketemu lagi dengan ibu ini, berat badannya sudah jauh berkurang dan tidak mendengkur lagi, dan yang lebih penting, risiko ibu ini untuk menderita penyakit jantung juga akan lebih kecil. Amin!

Irsyalrusad, Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 7:57 pm; edited 7 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Sun Nov 28, 2010 11:56 am

SEL PUNCA UNTUK OBATI SAKIT JANTUNG
Kamis, 30 Oktober 2008 | 15:07 WIB
JAKARTA, KAMIS — Kabar gembira bagi para penderita penyakit jantung. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PABDI) berhasil mengembangkan penggunaan sel punca (stem cell) yang diambil dari sumsum tulang belakang untuk mengobati pasien serangan jantung. Penemuan itu diungkapkan Pakar Jantung PABDI Prof Teguh Santoso di Jakarta, Kamis (30/10). Menurut Prof Teguh, PABDI telah berhasil mengobati 15 pasien penyakit jantung dengan menggunakan sel punca dengan bantuan alat Noga yang dapat memberikan pemetaan terhadap pasien.

"Stem cell diambil dari sumsum tulang belakang dan telah diterapkan pengobatannya kepada 15 pasien penyakit jantung di RSCM dan RS Kanker Dharmais dan berhasil. Namun, terlebih dahulu pasien diperiksa dengan alat Noga untuk memetakan daerah mana yang perlu diberi stem cell," ungkapnya. Prof Teguh menambahkan, selain dari sumsum, sel punca juga dapat diambil dari lemak diri sendiri. Oleh karena itu, ia membantah jika sel punca hanya diambil dari tali pusar bayi saat setelah dilahirkan. "Ini diambil dari diri kita sendiri jadi tidak akan berbahaya bagi pasien," katanya.

Selain untuk menolong pasien penyakit jantung, PABDI bersama RCSM dan Dharmais sedang mengembangkan penggunaan stem cell untuk mengobati pasien diabetes, stroke, luka bakar, dan ginjal. "Kita tengah kembangkan stem cell ini untuk menolong pasien diabetes sehingga tidak perlu lagi diamputasi. Kita juga kembangkan untuk stroke, luka bakar, dan ginjal," katanya.


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 7:58 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Thu Dec 23, 2010 1:46 pm

WADAH PLASTIK PICU GANGGUAN JANTUNG
Kamis, 14 Januari 2010 03:33 WIB Republika.co.id
LONDON--Berhati-hatilah dengan wadah makanan dan minuman yang terbuat dari bahan prastik. Penelitian gabungan pakar kesehatan dari Amerika Serikat dan Inggris menemukan fakta, kontaminasi wadah plastik ini berkaitan dengan penyakit jantung. Simpulan ini diambil setelah meneliti sampel air seni mengandung Bishepol A, bahan plastik yang dinilai aman bagi makanan, dalam dosis tinggi dengan penderita jantung bukan bawaan.

Bisphenol A, atau dikenal sebagai BPA, adalah bahan yang direkomendasi aman oleh badan pengawasan obat-obatan dan makanan di sejumlah negara, seperti Inggris, AS, dan Kanada. Namun dari penelitian yang dipimpin oleh David Melzer, profesor bidang epidemiologi dan kesehatan masyarakat di Peninsula Medical School Inggris ini menunjukkan hasil berbeda.

Selain memicu penyakit jantung, BPA juga erat kaitannya dengan diabetes dan penyakit hati. Penelitiannya melibatkan 1.493 responden dalam varian usia 18 hingga 74 tahun. "Dengan mengesampingkan penyimpangan statistik, hasilnya sungguh relevan antara tingginya kandungan BPA dengan penyakit tersebut," ujar Melzer.

BPA biasa digunakan dalam botol plastik minuman dan kemasan makanan siap saji. Sebelumnya, Juni lalu, Endocrine Society yang berpusat di AS juga pernah mempresentasikan efek BPA pada jantung perempuan dan kerusakan DNA pada tikus dalam skala laboratorium. "Risiko yang ditimbulkan BPA tak bisa diremehkan, karena menjangkau lebih banyak orang di belahan dunia manapun," ujar Tamara Galloway, sang peneliti.

Tahun 2008, National Institutes of Health yang berpusat di AS juga menyimpulkan BPA membahayakan prostat dan dapat mengakibatkan perubahan pada fetus/janin. Sedang lembaga peduli kanker Inggris pernah meneliti kaitan antara BPA dengan kanker payudara. Sementara itu, aktivis Environmental Working Group, Dr Anila Jacob menyerukan perlunya pelarangan BPA. "Sudah banyak bukti tentang buruknya efek BPA bagi kesehatan dan lingkungan," ujarnya.


Last edited by gitahafas on Wed Jun 15, 2011 2:19 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Thu Dec 23, 2010 8:21 pm

PRIA HOBI SELINGKUH RENTAN KENA SERANGAN JANTUNG
Senin, 21/03/2011 18:18 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Florence, Italia,Penelitian menunjukkan hubungan seks yang dilakukan secara rutin bisa menyehatkan jantung. Namun bagi pria, syaratnya harus dilakukan dengan pasangan resmi sebab bercinta dengan selingkuhan justru akan meningkatkan risiko serangan jantung. Sebuah penelitian di Italia menunjukkan, hubungan seks tidak lagi memberikan manfaat bagi jantung jika melibatkan unsur pengkhianatan. Bagi pria yang sudah beristri, risiko serangan jantung justru meningkat jika sering berhubungan seks dengan wanita lain.

"Kami mendapati bahwa sikap tidak setia merupakan faktor risiko untuk mengalami gangguan kardiovaskular ternmasuk serangan jantung di kemudian hari," ungkap Alessandra Fisher, peneliti dari Sexual Medicine and Andrology Unit di Florence, Italia. Menurutnya, pria yang hobi selingkuh cenderung lebih banyak menampakkan gejala depresi dibanding pria lain yang kehidupan seksualnya baik-baik saja. Dalam penelitian tersebut, para pria mengaku berselingkuh karena rumah tangganya sudah tidak harmonis.

Kondisi ini memicu depresi yang ditandai dengan beberapa gejala. Dikutip dari The Star, Senin (21/3/2011), gejala yang teramati dalam penelitian itu antara lain obesitas, tekanan darah tinggi dan perubahan gaya hidup termasuk mengkonsumsi minuman keras dan lebih sering merokok. Depresi yang disertai dengan gejala-gejala semacam itu jelas meningkatkan risiko serangan jantung. Meski tidak secara langsung dipicu oleh perselingkuhan, peningkatan risiko serangan jantung bisa memburuk jika hubungan terlarang itu menimbulkan konflik baru.

Penelitian yang dipublikasikan akhir tahun 2010 ini memang tidak menyebutkan berapa banyak pria yang terkena serangan jantung karena berselingkuh. Namun berbagai sumber tidak resmi di internet menyebut, 85 persen pria yang berselingkuh meninggal karena serangan jantung.


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 8:00 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Mon Dec 27, 2010 7:31 pm

SERANGAN JANTUNG UNTUK PRIA TAK SETIA
Jumat, 11 Juli 2008 | 12:09 WIB
Kompas.com - Dari penelitian terakhir di Jerman, lelaki yang tak setia memiliki kemungkinan meninggal akibat serangan jantung saat berhubungan seks lebih besar dibanding lelaki setia. Tim peneliti dari Centre for Forensic Medicine di Frankfurt, mencoba meneliti catatan kematian dari 30 ribu orang yang hidup dalam masa tiga dekade terakhir.

Mereka menemukan 60 kasus lelaki meninggal saat melakukan aktivitas seksual, 56 kasus karena serangan jantung saat bercinta, sisanya saat melakukan masturbasi. Dari 56 kasus tersebut, hanya empat yang melakukannya dengan pasangan resmi. Selebihnya meninggal dalam pelukan kekasih gelap atau pekerja seks komersial di hotel. Para peneliti Jerman hanya bisa berspekulasi soal penyebab kematian ini. Kemungkinan besar para lelaki tak setia itu berusaha terlalu keras, melebihi kapasitas tubuhnya untuk membuat selingkuhannya terkesan.


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 8:01 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Wed Dec 29, 2010 8:14 am

MENINGGAL SAAT NGESEKS?
Senin, 7 Juli 2008 | 16:27 WIB Kompas.com

T. Suami saya 58 tahun dan saya 52 tahun. Sejak muda kami selalu berhubungan seks dengan penuh gairah. Baru-baru ini kami mendengar teman kami meninggal di tempat tidur saat berhubungan seks dan kini kami khawatir. Suami saya tidak mempunyai masalah jantung, tetapi dia memiliki tekanan darah agak tinggi. Apa yang harus kami lakukan?

J. Saya senang mendengar kalian memiliki hubungan seks yang sehat dan tetaplah menikmatinya. Kemungkinan terserang penyakit jantung atau meninggal secara mendadak terhadap seseorang sangat rendah, kecuali jika terjadi komplikasi medis atau hubungan seks yang dilakukan sangat intens dan penuh energi berlebihan.


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 8:02 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Sun Jan 02, 2011 9:55 am

WASPADAI NYERI DADA WASPADAI SERANGAN JANTUNG
Sabtu, 19 Juli 2008 | 16:15 WIB
Kompas.com - RASA nyeri pada bagian dada seringkali dianggap remeh dan diabaikan oleh sebagian orang. Bahkan, ada persepsi bahwa keluhan fisik itu merupakan tanda-tanda masuk angin yang bisa diatasi dengan mudah. Padahal, nyeri pada dada itu bisa jadi merupakan gejala seseorang menderita penyakit jantung."Ada beberapa keluhan penyakit jantung yang sering diabaikan masyarakat hingga akhirnya penyakit yang diderita bertambah parah," kata dokter spesialis jantung dari Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk (RS PIK) Linda Lison, Sabtu (19/7), dalam seminar awam bertema Sehatkan Jantung Anda, di auditorium RS Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Sejumlah keluhan yang patut diwaspadai sebagai gejala penyakit jantung adalah, nyeri dada, berdebar-debar, cepat letih, sesak napas, ada riwayat sering pingsan, sesak bila tidur telentang, beberapa organ tubuh membiru, serta perut dan bagian kaki bengkak. Gejala lain yang dialami ketika seseorang terserang penyakit jantung adalah rasa nyeri yang hebat disertai muntah.

Tempat nyeri pada gangguan jantung antara lain, di belakang tulang dada, di belakang tulang dada menjalar ke leher, dari dada menjalar ke bahu dan dada. Lokasi lain adalah, dari dada menjalar ke rahang, dari dada bawah di ulu hati, sertai di daerah punggung di antara kedua belikat. Jika terjadi kondisi nyeri dada, maka pertolongan pertama yang harus dilakukan adal ah, baringkan penderita, istirahatkan sampai nyeri berkurang atua hilang, pemberian oksigen, dan panggil dokter, bawa ke rumah sakit terdekat, ujar Linda.

Faktor risiko
Diagnosis dini perlu dilakukan pada seseorang yang memiliki faktor risiko kardiovaskular. Sejumlah faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dengan perubahan gaya hidup adalah, adanya riwayat keluarga yang mengalami gangguan jantung dan pembuluh darah, usia yang makin tua atau lanjut usia, serta jenis kelamin." Ini merupakan faktor risiko yang tidak bisa dihindari, "kata Linda. Sebenarnya ada sejumlah faktor risiko yang bisa dimodifikasi dengan perubahan gaya hidup adalah dislipidemia seperti kolesterol LDL tinggi, kolesterol HDL rendah dan triglycerides tinggi. Faktor lain adalah, tekanan darah tinggi, menderita kencing manis atau diabetes mellitus, kebiasaan merokok, mengalami kegemukan atau obesitas dan kurang berolahraga.

Kadar kolesterol sangat terkait dengan tingginya risiko terserang penyakit jantung koroner. Kolesterol merupakan zat berwarna putih seperti lilin yang dapat ditemukan di setiap sel tubuh. Kolesterol bisa membantu mencernakan lemak, memperkuat membran sel, dan membuat hormon. Kolesterol HDL memindahkan kolesterol jahat dari dinding pembuluh darah. Sedangkan jenis kolesterol LDL menempel pada dinding pembuluh darah, merusak dan menyumbat pembuluh darah, kata Linda.

Jika kolesterol bertumpuk pada dinding pembuluh darah arteri atau dikenal dengan istilah aterosklerosis, maka bisa berakibat terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke. Atherosklerosis merupakan pembentukan plak di dalam pembuluh darah yang menyempit. Kemudian, plak dapat mengelupas dan menyebabkan timbulnya bekuan darah yang menyumbat atau thrombus.

Kendalikan faktor risiko agar terhindar dari penyakit jantung koroner, ujarnya menjelaskan. Beberapa upaya pencegahan penyakit jantung yang bisa dilakukan adalah memeriksa secara teratur kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat , periksa tekanan darah secara teratur. Cara lain adalah, menerapkan pola makan yang sehat di antaranya jangan makan yang berlebihan, menghindari makanan yang mengandung lemak, hindari minuman beralkohol.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), sejumlah penyakit kardiovaskular mem iliki risiko tinggi terhadap kematian. Penyakit jantung koroner (PJK) menyebabkan 7,2 juta kematian di dunia pada tahun 1996, dan merupakan 14 persen dari total kematian keseluruhan atau satu dari tiga kematian di negara-negara industri. Sementara stroke menyebabkan 4,6 juta kematian. Hipertensi diderita lebih dari 690 juta orang di dunia. Di negara berkembang, kematian karena penyakit kardiovaskular diperkirakan meningkat 28 persen per tahun.


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 8:03 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Sun Jan 02, 2011 9:57 am

RUMAH SUPER BERSIH JUSTRU PICU SAKIT JANTUNG
Sabtu, 12 Desember 2009 03:58 WIB Republika.co.id
Orangtua yang membiarkan anak-anaknya bermain di tanah atau mengonsumsi makanan yang sudah jatuh ke lantai, sebenarnya bisa saja membantu buah hatinya terhindar dari penyakit seperti sakit jantung pada usia dewasa. Demikian diungkap sebuah penelitian di Amerika Serikat. "Penelitian mengungkap, lingkungan sangat bersih, sangat higienis pada usia bayi dan bawah lima tahun (balita) justru dapat kemungkinan mengalami radang semakin tinggi ketika dewasa, yang dapat meningkat menjadi penyakit yang lebih berbahaya termasuk penyakit kardiovaskular," ujar pemimpin penelitian, Thomas McDade. Para peneliti dari Northwestern University dari negara bagian Illinois, AS menggunakan data dari sebuah penelitian di Filipina yang mengikuti partisipan sejak bayi baru lahir hingga usia 22 tahun.

Data yang digunakan adalah data yang dikompilasi dari bayi yang lahir tahun 1980-an dari 3.327 ibu yang melahirkan. Para peneliti kemudian mengunjungi bayi-bayi tersebut setiap dua bulan selama dua tahun pertama. Kemudian, kunjungan dilakukan sekitar empat atau lima kali hingga anak-anak itu mencapai usia 20-an. Salah satu hal yang dinilai adalah segi higienitas dari lingkungan rumah anak, termasuk adanya binatang peliharaan seperti anjing atau babi yang berkeliaran bebas, serta sisi sosial dan ekonomi.

Tes darah kemudian dilakukan ketika para partisipan telah mencapai usia dewasa menunjukkan, meskipun penduduk Filipina jarang terjangkit penyakit infeksi sebagaimana penduduk di Amerika, tingkat C-reactive protein (CRP) ketika mereka dewasa setidaknya 80 persen lebih rendah dibandingkan warga Amerika. Warga Filipina pada usia 20-an rata-rata memiliki konsentrasi 0,2 miligram per liter, sementara itu warga Amerika pada kelompok usia yang sama memiliki kandungan CRP yaitu 1-1,5 miligram per liter. "Konsentrasi CRP sangat rendah di Filipina dibandingkan di AMerika Serikat dan hal itu dihubungkan dengan apa yang biasanya akan dilakukan orang untuk antisipasi. Sebagaimana diketahui warga Filipina memiliki paparan yang lebih tinggi untuk penyakit infeksi," ujar McDade kepada AFP.

Salah satu temuan dari studi yang dipublikasikan secara online di Proceedings of the Royal Society mengungkap, kadar CRP yang makin tinggi pada orang dewasa merupakan indikasi peradangan yang semakin besar, merupakan akibat dari semakin sedikitnya terpapar tinja binatang di rumah semasa kecil. Namun, bukan berarti orangtua harus mulai membeli binatang peliharaan dan membiarkannya bterkeliaran di rumah. McDade menuturkan, obesesi warga Amerika mengenai higienitas mungkin sebaiknya harus dikoreksi.

Pesan yang dapat diterpakan di rumah, lanjut McDade, pentingnya paparan miikroba dan bakteri pada anak usia balita. "Bakteri dan mikroba itu mungkin tidak akan menyebabkan penyakit klinis sama sekali, namun mereka berperan penting dalam membentuk pengaturan jaringan," tuturnya. Untuk menjelaskan mengenai pentingnya paparan seperti terhadap mikroba, McDade yang memiliki anak berusia 2,5 tahun itu kemudian menyamakan sistem perkembangan dengan cara warga Amerika umumnya mengenai perkembangan otak pada bayi dan balita yaitu memperkenalkan mereka dengan semua bentuk stimulan kognitif dan sosial.

"Otak anak-anak berkembang sangat pesat dan banyak jaringan otak yang terbentuk dan diperlukan keterkaitan dengan lingkungan untuk mendukung pembentukan itu," ujarnya. McDade menambahkan, sistem imun atau daya tahan tubuh juga memiliki hubungan dengan lingkungan untuk perkembangannya. "Tanpa kaitan dengan lingkungan, maka kita akan merampas informasi penting yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan itu," ujarnya. McDade sendiri kini membiarkan anaknya untuk membiarkan mengonsumsi makanan yang sudah jatuh ke lantai. "Kini saya tidak ragu. Saya akan bilang, ambil dan makan," tuturnya. afp/rin


Last edited by gitahafas on Wed Jun 15, 2011 2:14 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Wed Jan 12, 2011 8:57 am

JANTUNG MATI BISA DIHIDUPKAN KEMBALI
Senin, 14 Januari 2008 | 12:41 WIB Kompas.com
CHICAGO, SENIN - Sungguh menakjubkan, jantung yang telah mati dapat dihidupkan kembali di laboratorium dan kembali berdenyut sendiri. Terobosan ini menjanjikan penyediaan organ-organ transplantasi sesuai kebutuhan pasien penderita penyakit gagal jantung, ginjal, atau organ dalam tubuh lainnya. Seperti dilansir jurnal Nature Medicine, jantung yang dihidupkan kembali merupakan jantung tikus yang sudah mati. Para peneliti mengambil seluruh sel jantung yang telah mati dan hanya menyisakan struktur lunak jaringan kolegennya saja melalui teknik yang disebut deselulerisasi.

Jantung mati yang telah dibersihkan tersebut kemudian disuntik sel-sel yang berasal dari jantung tikus yang baru lahir. Sel-sel baru dibiarkan tumbuh dan mengikat jaringan kolagen di atas cairan bernutrisi dalam ruangan khusus laboratorium.
Selang empat hari, jantung tersebut terlihat berdenyut kembali. Menakjubkan! Para peneliti lalu menggunakan alat pacu jantung (pacemaker) untuk mengukur arah gerakan kontraksinya. Mereka juga merangsang jantung untuk memompa dengan mengalirkan cairan bertekanan ke dalamnya meniru aliran darah di dalam tubuh.

Delapan hari kemudian, jantung yang dihidupkan kembali mulai dapat memompa cairan tersebut dengan sempurna.
"Kami yakin alam telah menciptakan alat-alat yang sempurna dan kami penasaran apakah ada cara di laboratorium untuk memberikan alat-alat yang dibutuhkan dan membiarkan alam bekerja," ujar Doris Taylor dari Pusat Penyembuhan Kardiovaskular Universitas Minnesota, AS. Alat yang dimaksud adalah jaringan kolagen, fibronacin, dan laminin.

Taylor bekerja sama dengan Dr. Harold Otto dari Rumah Sakit Umum Massachusetts, AS telah menggunakan metode yang sama untuk membuat jaringan pembuluh jantung, pembuluh darah, dan organ lainnya. Teknik ini suatu saat diharapkan dapat idpakai untuk membuat organ transplantasi dari sel-sel tubuh pasien sendiri sehingga penolakan tubuh terhadap organ transplantasi yang sering ditemui selama ini dapat dikurangi. "Harapannya kami dapat membuat organ yang sesuai dengan tubuh Anda," ujar Taylor.


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 8:05 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
 

Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs

View previous topic View next topic Back to top 
Page 16 of 47Goto page : Previous  1 ... 9 ... 15, 16, 17 ... 31 ... 47  Next

 Similar topics

-
» SdKfz 251/9 early vs. late?
» Atienza Kali-Mass Attack Strategies
» Earthquake Warning For California!!
» What are your worst migraine symptoms?
» The symptoms of Slender Man exposure

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-