Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1 ... 9 ... 14, 15, 16 ... 31 ... 47  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Mon Oct 04, 2010 3:42 pm

PENYEBAB ORANG SEHAT KENA SERANGAN JANTUNG
Kamis, 17/02/2011 10:47 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Orang sehat yang tiba-tiba kena serangan jantung jumlahnya semakin banyak. Padahal orang sehat ini tidak punya masalah jantung dan mengeluh jantungnya sakit. Tapi ada satu penyebab yang bikin orang sehat kena serangan jantung. Penyebabnya adalah denyut jantung yang tidak normal (abnormal). Denyut jantung yang tiba-tiba tidak normal menurut penelitian memicu 8-9 kali lipat risiko kematian akibat serangan jantung, pada orang yang sehat atau memiliki risiko rendah. Studi ini melibatkan 1.300 orang yang berusia 65 tahun atau lebih dan difokuskan pada pergerakan denyut jantung yang mengacu pada bagaimana kelancaran denyut jantung normal.

Dalam studi ini para peneliti menemukan sekitar 7 persen dari partisipan yang terlibat memiliki pergerakan denyut jantung yang abnormal. "Temuan ini menunjukkan bahwa orang yang sehat bisa meningkat risiko kematiannya akibat penyakit jantung jika memiliki pergerakan denyut jantung yang abnormal, dan tingkat denyut jantung ini bisa membantu kami untuk mengidentifikasi mereka," ujar Dr Susan B Shurin, direktur National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) AS, seperti dikutip dari HealthDay, Kamis (17/2/2011).

Denyut jantung yang tiba-tiba tidak normal penyebabnya bisa karena aktivitas fisik atau tingkat kebugaran seseorang, suhu udara disekitar, posisi tubuh (berbaring atau berdiri), tingkat emosi, ukuran tubuh serta obat yang sedang dikonsumsi. Saat sedang istirahat maka denyut jantung yang normal adalah sekitar 60-100 denyut per menit (bpm). Sedangkan cara menghitung denyut jantung saat melakukan aktivitas adalah denyut nadi maksimal (DNM) = 220 - Umur, kemudian hasilnya dikalikan dengan intensitas membakar lemak 60-70 persen DNM.

Contohnya orang yang berusia 40 tahun maka DNM saat ia berolahraga adalah 220 - 40 = 180. Kemudian angka 180 dikalikan dengan 60 persen untuk batas ringan dan 70 persen untuk batas atas yang hasilnya 108-126 per menit. Dengan mengetahui denyut nadi tersebut, maka orang yang berusia 40 tahun harus berhenti sejenak dari olahraganya ketika denyut nadinya sudah melampaui 126 per menit. Jika masih dipaksakan yang terjadi adalah kelainan detak jantung yang bisa membuat serangan jantung.

Dr Shurin menambahkan hal ini menjadi salah satu bagian yang penting untuk melihat apakah temuan ini juga berlaku pada populasi usia lainnya. Hasil penelitian ini telah diterbitkan pada edisi 15 Februari dalam Journal of the Cardiovascular Electrophysiology. Penyakit jantung sendiri terdiri dari berbagai macam, seperti penyakit jantung koroner (serangan jantung), penyakit jantung hipertensi, penyakit jantung anemia, penyakit jantung tiroid serta penyakit jantung bawaan. Selain itu ada beberapa hal yang menunjukkan tanda-tanda serangan jantung yaitu:

1. Nyeri di dada, nyeri yang dirasakan seperti diperas atau tertimpa benda berat. Nyeri ini terjadi pada tulang dada bagian tengah yang rasa sakitnya bisa menjalar ke lengan kiri, tulang punggung, rahang bawah atau juga ke ulu hati. Biasanya menyebabkan sesak nafas dan terjadi selama 10-15 menit.
2. Mengeluarkan keringat yang berlebihan.
3. Mual dan muntah.
4. Pemicu lainnya seperti olahraga yang berlebihan, marah yang mengeluarkan banyak emosi atau kegiatan lain yang tidak biasa dilakukan secara berlebihan.

Jika mengalami tanda-tanda tersebut segera beri pertolongan dengan membawa pasien ke rumah sakit agar cepat ditangani, karena jika serangan jantung yang terjadi masih ringan pasien masih bisa disembuhkan.


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 7:26 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Mon Oct 04, 2010 3:45 pm

JANGAN ADA RAHASIA DENGAN DOKTER JANTUNG
Jumat, 18/02/2011 17:16 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Saat berkonsultasi kadang pasien menyembunyikan kondisinya pada dokter dan menjawab semuanya baik-baik saja. Tapi ada 5 hal yang sebaiknya tidak dirahasiakan pasien pada dokter jantungnya. "Ada berbagai alasan yang membuat pasien tidak memberikan informasi jujur mengenai dirinya, kadang mereka malu, kadang tidak mampu membayar pengobatan atau mungkin merasa takut dokternya akan marah," ujar Dr Nieca Goldberg, direktur Women's Heart Program di New York University, seperti dikutip dari CNN, Jumat (18/2/2011). Namun ahli jantung menuturkan bisa saja kekhawatiran tertentu bisa berakibat fatal jika tidak diberitahu. Berikut ini adalah 5 rahasia yang sebaiknya tidak disembunyikan pada dokter jantung yaitu:

1. Mengonsumsi vitamin, suplemen atau obat herbal lainnya
Obat alternatif dan herbal memang bisa membantu seseorang mengatasi kondisi kronisnya, tapi para ahli jantung memperingatkan untuk tidak sembarangan minum. Hal ini karena ada suplemen tertentu yang bisa menimbulkan risiko serius bagi orang-orang yang diketahui mengonsumsi obat untuk penyakit jantung.

2. Jika menjalani tes dengan dokter lainnya
Pasien kadang malu untuk mengakui bahwa ia menerima pendapat kedua atau melakukan tes pemeriksaan tambahan. Hal ini tentu saja untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang lebih baik. Jika memang menjalani tes tambahan seperti tes darah, EKG, echocardiogram atau angiogram, maka hasil itu sebaiknya dibawa pada saat kunjungan sehingga dokter bisa memahami kondisi yang sebenarnya dan memaksimalkan perawatan.

3. Jika lupa mengonsumsi obat
Golberg menuturkan pasien biasanya sering berbohong mengenai obat untuk tekanan darah atau kolesterol. Padahal jika seseorang mengaku tetap mengonsumsi obat tapi hasil tekanan darah atau kolesterolnya tidak bagus, maka bisa saja dokter akan meresepkan dosis yang lebih tinggi lagi. Hal ini bisa sangat berisiko dan menimbulkan masalah.

4. Berbohong mengenai kondisi kehidupannya
Beberapa kondisi atau trauma kehidupan seperti stres, kematian, PHK atau perceraian bisa membuat tubuh mereproduksi adrenalin berlebih yang dapat merangsang denyut jantung dan mengalami palpitasi (rasa tidak nyaman karena jantung berdebar-debar). Untuk itu sebaiknya tidak menyembunyikan kondisi kehidupan yang bisa mengancam kesehatan agar dokter bisa memantau lebih teliti.

5. Mengatakan bahwa kondisinya baik-baik saja
Semua orang ingin terlihat baik-baik saja sehingga akan mengatakan bahwa ia melakukan program latihan dan mengonsumsi makanan yang sehat, tapi nyatanya tidak. Padahal kondisi ini tidak serta merta membuat kesehatan jantungnya meningkat. Karena jika seseorang mengaku tidak mengalami sakit dada lalu melakukan berbagai aktivitas fisik justru bisa membahayakan kondisi jantungnya.

Untuk itu agar pasien tidak berbohong dengan kondisinya, carilah dokter yang memiliki hubungan kerja baik, bisa dipercaya dan mau mendengarkan. Hal ini akan membuat pasien lebih mudah untuk terbuka dan jujur.


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 7:28 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Mon Oct 04, 2010 4:48 pm

75% PENDERITA JANTUNG ALAMI DISFUNGSI EREKSI
Senin, 14 Juni 2010 13:40 WIB Media Indonesia Penulis : Ikarowina Tarigan
DISFUNGSI ereksi (DE) bukan hanya masalah gangguan ereksi tapi juga berkaitan dengan kesehatan jantung. Karena itu, ada baiknya ditangani sejak dini. Jika dibiarkan, menurut temuan studi, sekitar 75 persen lelaki dengan DE konsisten bisa menderita serangan jantung atau stroke dalam lima tahun. Beberapa studi dari berbagai penjuru dunia telah menunjukkan bahwa DE merupakan penanda penyakit vaskular (pembuluh darah), terutama penyakit koroner dan stroke. Temuan menunjukkan bahwa lima puluh persen lelaki yang mengalami serangan jantung telah menderita DE sekitar tiga tahun sebelumnya.

Yang lebih mencemaskan lagi adalah fakta bahwa lelaki dengan DE (sekitar 150 juta secara global) cenderung meninggal lebih awal dibandingkan lelaki yang bebas DE. Semua arteri bisa tersumbat akibat kolesterol tinggi, peningkatan tekanan darah, kebiasaan merokok, obesitas atau diabetes. Tapi karena pembuluh arteri di penis lebih kecil (dengan diameter 1 hingga dua milimeter), pembuluh ini tersumbat lebih cepat dibandingkan pembuluh di jantung (yang mempunyai lebar tiga hingga empat milimeter).

Dalam percobaan-percobaan yang dilakukan di seluruh dunia, sebagian besar kasus DE (sekitar 75 persen), disebabkan oleh pengerasan arteri. Tapi jika kondisi ini menggambarkan ukuran potensi penyakit jantung dan stroke, maka temuan ini sekaligus menunjukkan peran besar DE dalam mencegah gangguan jantung dan stroke tersebut.

Temuan ini membuka kesempatan baru. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lelaki akan mengalami gangguan koroner antara dua dan lima tahun setelah mengalami gangguan ereksi pertama. Karena itu, terang Dr Graham Jackson, seorang konsultan kardiolog dari Thomas' Hospital di London, ada baiknya segera menanganinya. Bagaimana caranya? Berikut tips dari Jackson, seperti diuraikan di situs dailymail.co.uk, untuk Anda:

1. Diskusikan DE dengan pasangan Anda. Isu ini sebaiknya diselesaikan bersama-sama. Dukungan dan komunikasi sangat penting untuk menjaga keharmonisan hubungan.
2. Kunjungi dokter Anda, idealnya dengan pasangan, sehingga dokter bisa memeriksa kondisi terkait, seperti peningkatan kolesterol, tekanan darah tinggi atau diabetes.
3. Ubah gaya hidup. Aktif secara fisik berfungsi meningkatkan kebugaran seksual. Menurunkan berat badan, menambah aktivitas fisik, berhenti merokok dan ikuti pola diet Mediterania bisa mengatasi masalah ereksi tanpa bantuan obat-obatan. (IK/OL-06)


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 7:29 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Wed Oct 06, 2010 12:13 pm

IMPOTENSI, ALARM KERUSAKAN PEMBULUH DARAH
Jumat, 18 Februari 2011 | 09:30 WIB
Kompas.com — Impotensi atau disfungsi ereksi lebih sering dipersepsikan sebagai gejala penuaan pada pria. Padahal, sebenarnya impotensi bisa menjadi alarm adanya gejala awal gangguan pembuluh darah, seperti diabetes atau penyakit jantung. Para ahli yang dulu memandang impotensi sebagai masalah psikologis dan penuaan, kini mulai yakin bahwa penyebab impotensi terbanyak adalah penyakit fisik, seperti diabetes, pengerasan pembuluh darah, gangguan kelenjar gondok atau cedera pada penis. Sementara itu cemas, stres, atau pengobatan akan memperburuk masalah. "Banyak penyakit laki-laki yang berhubungan dengan disfungsi ereksi. Karena itu, gangguan ereksi ini bisa menjadi alarm untuk penyakit lain yang sebenarnya belum terdeteksi," kata dr. Nur Rasyid, Sp.U, ketua departemen urologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang ditemui di Jakarta (17/2).

Ia menjelaskan, agar terjadi ereksi penis pembuluh darah harus dalam kondisi baik. Jika terjadi penyumbatan pada pembuluh darah yang mengarah ke penis maka besar kemungkinan terjadi impotensi. "Pembuluh darah yang ada di sekitar organ vital memang lebih kecil dibanding pembuluh darah di jantung. Karena itu, jika ada gangguan di penis, dalam jangka panjang bisa terjadi juga gangguan di jantung," kata dr. Nur Rasyid. Kerusakan saraf yang menuju dan meninggalkan penis juga bisa menyebabkan impotensi. Kerusakan saraf ini bisa terjadi akibat penyakit diabetes melitus, multiple sklerosis, stroke, penyakit tulang belakang bagian bawah, pembedahan rektum atau obat-obatan.

Terkadang impotensi juga terjadi akibat rendahnya kadar hormon testosteron, tetapi penurunan hormon pria ini lebih sering menyebabkan berkurangnya libido. Impotensi mulai banyak dialami oleh pria yang sudah berusia di atas 40 tahun. Penelitian di tahun 2008 menunjukkan 49 persen pria berusia 40-59 tahun menjawab selalu bisa ereksi ketika berhubungan seksual dan 39 persen menjawab biasanya bisa ereksi.

Sementara itu, pria berusia di atas 60 tahun sebagian besar (45 persen) mengatakan sering terganggu ereksinya dan hanya 18 persen yang mengaku selalu bisa mendapatkan ereksi. Karena itu, penting bagi seorang pria untuk menjaga kesehatan tetap optimal, salah satunya dengan melakukan medical check up secara rutin. Melakukan pola hidup sehat juga bisa mencegah gangguan pada organ vital. Misalnya dengan berolahraga secara teratur, mengurangi lemak dan memperbanyak asupan serat, istirahat secara cukup, dan mengelola stres.


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 7:31 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Wed Oct 06, 2010 12:14 pm

JANTUNG YANG TERKENA SERANGAN BISA PULIH SENDIRI
JUM'AT, 10 JUNI 2011 | 13:27 WIB
TEMPO Interaktif, Mereka yang memiliki masalah dengan jantung kini mendapatkan harapan baru. Sebuah penelitian kedokteran di Inggris menemukan pil yang dapat memicu jantung memperbaiki diri setelah mengalami serangan. Para peneliti Inggris yang melakukan penelitian itu mengklaim mereka sudah melangkah 10 tahun ke depan untuk menyempurnakan temuan peremajaan organ jantung. Temuan ini, lima tahun yang lalu, masih sesuatu yang mustahil, tapi kini peneliti mendapatkan harapan baru. Peneliti dari University College London menemukan sebuah protein yang dikenal sebagai thymosin Beta 4. Protein ini menjadi kunci untuk pertumbuhan jantung pada saat manusia usia muda. Protein ini membangunkan sel induk yang tidak aktif pada organ manusia dewasa.

Protein ini bekerja ketika terjadi serangan jantung. Dengan adanya protein ini, otot dan pembuluh darah di sekitar organ memperbaiki diri. Perbaikan ini mampu mencegah kerusakan jangka panjang sekaligus meningkatkan kualitas hidup penderita. "Saya bisa membayangkan bagaimana seorang pasien yang berisiko terkena serangan jantung bisa meminum pil yang dapat mengembalikan kondisi prima jantung mereka saat terkena serangan," kata Paul Riley, salah satu peneliti yang dikutip dari The Telegraph, Kamis 9 Juni 2011. Padahal, tidak seperti organ tubuh lainnya, jantung akan berkurang kinerjanya dan tidak dapat memperbaiki diri setelah terkena serangan. Namun, dengan adanya temuan ini, hal itu tidak berlaku lagi.


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 7:34 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Sun Oct 10, 2010 1:45 pm

KENALI 6 WAKTU DATANGNYA SERANGAN JANTUNG
Rabu, 28 April 2010 14:35 WIB Media Indonesia Penulis : Ikarowina Tarigan
WAKTU dan kondisi tertentu, misalnya terjebak kemacetan lalu lintas, bisa meningkatkan risiko serangan jantung. Karena itu, ada baiknya lebih berhati-hati. Berikut beberapa waktu dan kondisi lain yang cenderung memperbesar kemungkinan serangan jantung.

Saat terbangun di pagi hari
Menurut temuan peneliti dari Harvard, risiko serangan jantung meningkat sebanyak 40 persen di pagi hari. Mengapa? Saat terbangun, tubuh Anda mengeluarkan adrenalin dan hormon stres lainnya. Hal ini meningkatkan tekanan darah dan membuat tubuh memerlukan lebih banyak oksigen. Selain itu, dehidrasi membuat darah Anda lebih kental dan lebih sulit dipompa. Semua kondisi ini merugikan jantung. Pencegahan. Cobalah membuat dan mengikuti jadwal bangun. Gunakan alarm untuk membantu Anda. Dengan begitu, Anda bisa bangun secara perlahan. Jika terbiasa berolahraga di pagi hari, pastikan melakukan pemanasan terlebih dahulu. Hal ini untuk mengurangi stres tambahan terhadap jantung. Selain itu, jika Anda sedang menggunakan beta-blocker, konsumsilah sebelum tidur. Dengan begitu, obat tersebut masih bekerja kuat di pagi hari.

Senin pagi
Menurut temuan peneliti, sekitar 20 persen kejadian serangan jantung terjadi di Senin pagi. Hal ini, terang peneliti, kemungkian dipicu oleh stres dan tekanan karena harus kembali bekerja. Pencegahan. Cobalah rileks di hari Minggu, tapi hindari tidur sepanjang hari. Bangun pagi-pagi sekali di hari Senin setelah tidur telat di Sabtu dan Minggu bisa menaikkan tekanan darah. Hal ini karena tubuh Anda kelelahan dan keluar dari ritme biasanya. Cobalah mempertahankan pola tidur atau bangun yang sama sepanjang minggu.

Setelah makan besar
Studi-studi, seperti dikutip situs preventtion.com, menunjukkan bahwa makanan tinggi karbohidrat mengerutkan pembuluh darah. Hal ini membuat darah cenderung mengental. Pencegahan. Jika hendak memanjakan diri dengan makanan, pastikan tetap memperhatikan porsi. Selain itu, konsumsi aspirin juga bisa membantu mencegah pengentalan darah.

Saat buang air besar (BAB)
Peregangan saat mengalami konstipasi, menurut pakar, meningkatkan tekanan di dada, memperlambat pengembalian darah ke jantung. Pencegahan. Perbanyak asupan serat, penuhi kebutuhan air, dan hindari peregangan.

Saat melakukan olahraga kuat dan berbeda dari biasanya
Serangan jantung muncul karena korban tidak terbiasa dengan aktivitas fisik yang dilakukan dan adanya peningkatan hormon stres. Hal ini akan menaikkan tekanan darah dan mempercepat detak jantung. Pencegahan. Cobalah melindungi jantung dengan olahraga teratur. Tapi, pastikan menambah intensitas secara bertahap.

Saat di podium atau di depan umum
Dari sudut pandang jantung, berbicara di depan umum hampir saam dengan olahraga yang tidak biasa. Kecemasan ekstrim akan meningkatkan tekanan darah, mempercepat detak jantung dan meningkatkan kadar adrenalin. Pencegahan. Untuk mengatasi efek ini, terang Arthur Agatston, MD, direktur Mount Sinai Cardiac Prevention Center di Miami Beach, Florida, beberapa pasien mengonsumsi beta-blocker sebelum berbicara, terbang, atau melakukan tugas-tugas yang membuat mereka cemas. (IK/OL-08)


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 7:35 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Thu Oct 14, 2010 5:15 am

KAKI SAKIT, HATI HATI ADA MASALAH DI JANTUNG ANDA
SENIN, 21 FEBRUARI 2011 | 12:56 WIB
TEMPO Interaktif, Lakewood - Sebuah penyakit pada kaki bisa menandakan masalah pada jantung. Menurut penelitian Vascular Disease Foundation dan koalisi Perifer Arteri Disease penyakit ini disebut dengan penyakit arteri perifer alias Perifer Arteri Disease (PAD). Penyakit ini terjadi ketika pembuluh darah di kaki menyempit atau tersumbat dengan timbunan lemak. Akibatnya aliran darah ke kaki terhambat sehingga saat berjalan nyeri otot. Dalam kasus yang lebih berat penderita kakinya cacat atau bahkan diamputasi. Jika arteri di kaki tertutup, penyumbatan pembuluh darah di tempat lain dalam tubuh mungkin terjadi, termasuk di jantung.

Gejala PAD meliputi kelelahan atau kram di paha, betis atau otot pantat saat beraktivitas. Tanda lain adalah jari kaki nyeri saat tidur atau jika kaki luka, borok lambat sembuhnya. Namun kelelahan ini biasanya akan hilang dengan istirahat. "Kebanyakan orang berpikir kaki yang bermasalah atau luka yang lambat sembuhnya hanyalah bagian dari penuaan, namun mereka dapat menjadi tanda dari penyakit serius," kata Dr Joseph Caporusso, ketua Koalisi PAD.

Mereka yang berusia di atas 50 tahun beresiko untuk terserang PAD. Perokok atau mantan perokok, kulit hitam, penderita diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, memiliki riwayat penyakit jantung koroner atau stroke juga berisiko terkena penyakit ini. Untuk menguji keberadaan PAD, dilakukan tes oleh dokter dengan membandingkan tekanan darah di pergelangan kaki dengan tekanan darah di lengan.


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 7:36 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Tue Oct 19, 2010 7:56 pm

RISIKO STROKE DAN SERANGAN JANTUNG MENINGKAT DI PAGI HARI
Rabu, 23/02/2011 07:34 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Penyumbatan pembuluh darah yang memicu stroke dan serangan jantung bisa terjadi sewaktu-waktu, namun pagi hari adalah waktu paling rawan. Pada pagi hari, darah yang menuju jantung lebih mudah mengalami penggumpalan dan memicu penyumbatan. Peningkatan risiko penyumbatan ini terutama dialami pasien gangguan jantung yang memasang stent atau alat untuk memperlebar pembuluh darah. Meski relatif jarang terjadi, penyumbatan di sekitar stent sangat rentan menyebabkan stroke dan serangan jantung.

Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan para ahli dari Mayo Clinic, Rochester. Berdasarkan pengamatan terhadap 124 pasien antara bulan Februari 1995 sampai Agustus 2009, risiko penyumbatan tercatat paling tinggi pada pukul 7 pagi dan paling rendah pada pukul 8 malam. "Karena risiko penyumbatan darah paling tinggi pada pagi hari, maka pengobatan mungkin lebih tepat diberikan pada pagi hari," ungkap salah satu peneliti, Dr David R Holmes, Jr seperti dikutip dari Healthday, Rabu (23/2/2011).

Selama ini, obat untuk pencegah penggumpalan darah pada pasien ST diberikan pada malam hari, sesaat sebelum tidur. Dengan mempertimbangkan temuan ini, para peneliti menyarankan agar dokter membagi obat tersebut menjadi 2 untuk diberikan masing-masing pada malam dan pagi hari. Adanya siklus tertentu yang mempengaruhi risiko stroke dan serangan jantung juga pernah diungkap dalam sebuah penelitian di Tokyo Women's Medical University pada tahun 2005. Penelitian ini mengungkap, risiko stroke dan serangan jantung tercatat paling tinggi setiap hari Senin antara pukul 4-10 pagi.

Dalam hal ini, peningkatan risiko pada Senin pagi paling banyak dialami oleh para pekerja. Pemicunya adalah tingkat stres yang melonjak karena begitu melewatkan masa libur akhir pekan, para pekerja harus berhadapan dengan rutinitas yang padat di awal pekan.


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 7:37 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Tue Oct 26, 2010 10:23 am

AKTIVITAS SEHARI HARI YANG MEMICU SERANGAN JANTUNG
Kamis, 24/02/2011 17:34 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Diepenbeek, Belgia, Menurut sebuah studi terbaru, hampir semua aktivitas sehari-hari dapat memicu serangan jantung bagi yang punya risiko. Mulai dari minum kopi, berhubungan seks atau sekedar merasa sedih. Manakah yang paling banyak memicu serangan jantung? Penelitian para ahli dari Hasselt University di Diepenbeek, Belgia ini mengungkap serangan jantung paling banyak dipicu polusi udara yakni 7,4 persen. Tingkat polusi udara di Eropa memang tinggi, sehingga dampaknya bisa dirasakan semua orang termasuk penderita sakit jantung.

Yang mengejutkan adalah, hubungan seks juga masuk dalam daftar pemicu serangan jantung meski kontribusinya sangat kecil yakni hanya 2,2 persen. Ganja dan kokain yang tergolong obat terlarang malah hanya memicu 1 persen serangan jantung. Selengkapnya, berikut ini adalah berbagai pemicu serangan jantung berdasarkan penelitian tersebut.

Pemicu - - -Persentase (%)
Polusi udara 7,4
Aktivitas fisik yang berlebihan 6,2
Minum kopi 5
Minum minuman beralkohol 5
Emosi negatif (sedih, dll) 4
Marah 3
Makan berlebihan 2,7
Emosi positif (gembira, dll) 2,4
Berhubungan seks 2,2
Konsumsi ganja/kokain 1

Menurut Prof Tim S Nawrot yang memimpin penelitian tersebut, angka-angka di atas tidak menunjukkan besarnya peningkatan risiko sesungguhnya. Misalnya peningkatan risikonya serangan jantung akibat penggunaan kokain sebenarnya lebih besar dibandingkan polusi udara, namun karena pengguna kokain tidak terlalu banyak dibandingkan orang yang terkena polusi maka hanya sedikit yang mengalami serangan jantung karena kokain.

"Peningkatan risiko sekecil apapun, misalnya karena polusi udara, bisa berdampak besar jika dampaknya sangat luas di suatu populasi," ungkap Prof Nawrot seperti dikutip HealthDay, Kamis (24/2/2011). Tingginya kasus serangan jantung akibat polusi udara menunjukkan betapa sangat memprihatinkannya tingkat pencemaran saat ini. Salah satu solusinya adalah memberlakukan larangan merokok di tempat umum, yang diklaim bisa menekan jumlah kasus serangan jantung hingga 17 persen.


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 7:38 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Tue Oct 26, 2010 4:41 pm

TES SEDERHANA KENALI PENYAKIT KARDIOVASKULAR
Senin, 12 Oktober 2009 22:10 WIB Republika.co.id
Ingin tahu apakah Anda berisiko terhadap penyakit kardiovaskular seperti tekanan darah tinggi, stroke atau jantung koroner? Kini ada tes sederhana tanpa biaya yang dapat Anda lakukan di rumah. Duduk di lantai kemudian luruskan kaki. Jika Anda dapat menyentuh jari kaki dan Anda berusia 40 tahun ke atas, berarti hal itu menjadi salah satu tanda urat atau pembuluh nadi Anda tergolong fleksibel. Demikian diungkap sebuah penelitian yang dilansir dari healthday, baru-baru ini.

Dalam sebuah studi yang tidak biasa itu, para peneliti mengemukakan fleksibilitas didefinisikan sebagai seberapa banyak seseorang bisa menggerakkkan tubuhnya saat duduk. Hal itu terkait dengan kekakuan pada pembuluh nadi. Sebagaimana diketahui, pembuluh nadi yang kaku seringkali mengancam jiwa melalui penyakit kardiovaskular.

"Penemuan kami sangat penting terhadap implikasi klinis karena fleksibilitas tubuh semacam itu sangat mudah dilakukan," ujar salah seorang peneliti, Kenta Yamamoto dari University of Northt Texas dan National Institute of Health and Nutritioon di Jepang dalam sebuah rilis yang dimuat dalam American Physiological Society. "Tes sederhana semacam itu dapat membantu mencegah kekakuan pembuluh nadi seiring dengan pertambahan usia," tambahnya.

Para peneliti belum bisa menjelaskan alasan fleksibilitas terkait dengan pembuluh nadi. Salah satu teori yang dikemukakan, orang yang lebih fleksibel melakukan latihan peregangan untuk membantu menghambat kaku pada pembuluh nadi. Pada penelitian tersebut, sebanyak 526 partisipan yang tidak merokook, berusia 20-83 tahun dan tidak obesitas diminta untuk melakukan tes duduk dan menyentuk kaki. Kemudian para peneliti mengukur seberapa jauh para partisipan dapat menyentuh. Partisipan juga diukur tekanan darah serta tes lain yang berkaitan dengan sistem kardiovaskular dan ketahanannya.

Studi tersebut membuktikan, semakin fleksibel tubuh seseorang berhubungan dengan semakin rendahnya tingkat kekakuan pada pembuluh nadi, namun hanya untuk usia paruh baya atau yang lebih tua. "Bersamaan dengan hasil yang kami peroleh, studi kami menyimpulkan, kemungkinaan meningkatkan fleksibilatas dengan latihan peregangan bisa bermanfaat untuk menghambat proses kekakuan pembuluh nadi pada orang di usia paruh baya dan lebih tua," terang Yamamoto.

Dia menambahkan, pihaknya meyakini latihan fleksibilitas seperti peregangan, yoga dan pilates sebaiknya diintegrasikan dengan olahraga biasa sebagai rekomendasi terbaru untuk mencegah penyakit yang berkaitan dengan kardiovaskular. Namun, para peneliti hingga saat ini belum bisa dijeaskan kaitan sebab akibat antara fleksibilitas yang semakin baik dengan semakin rendah kemungkinan kekakuan pembuluh nadi.


Last edited by gitahafas on Wed Jun 15, 2011 2:01 pm; edited 6 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Fri Oct 29, 2010 5:47 am

KELEBIHAN GARAM PICU SERANGAN JANTUNG
KAMIS, 3 MARET 2011, 12:56 WIB Siswanto, Lutfi Dwi Puji Astuti
VIVAnews - Masakan memang akan terasa hambar bila tak dibubuhi garam. Tapi hati-hati, garam bisa mengancam jiwa Anda bila berlebihan mengonsumsinya. Menurut penelitian ilmuwan di Australia, kelebihan garam pada makanan berisiko menyebabkan aliran darah pada arteri utama terhambat. Hanya dalam waktu 30 menit pembuluh darah diperkirakan akan kaku. Kemudian, kondisi ini akan berpengaruh pada sistem kerja jantung.

“Jenis kerusakan pada aliran darah dianggap sebagai tanda sangat awal dari penyakit jantung. Setiap kali Anda makan makanan asin Anda mengubah fungsi dari sel-sel baris arteri Anda," kata Profesor Graham MacGregor, seperti dikutip dari Daily Mail. Selain berpengaruh pada peningkatan risiko serangan jantung, kelebihan garam juga dikaitkan dengan risiko stroke, penyakit ginjal, osteoporosis, dan kanker perut.

Porsi ideal konsumsi garam yang aman bagi kesehatan, tidak lebih dari 6 gram per hari. Tetapi, mayoritas orang diperkirakan mengonsumsi lebih dari 8 gram sehari. Di beberapa negara maju, satu dari dua pasien yang meninggal dunia akibat gangguan atau serangan jantung, mengasup garam rata-rata 8-12 gram sehari. Sebaliknya, menurut penelitian, bila asupan garam dikurangi setiap hari, hal ini akan memangkas risiko terkena stroke sampai 22 persen dan serangan jantung sampai 16 persen.


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 7:41 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Fri Oct 29, 2010 5:49 am

FAKTA FAKTA MENGERIKAN SERANGAN JANTUNG
Rabu, 09/03/2011 10:06 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Gaya hidup yang tidak sehat membuat serangan jantung kini tidak hanya menyerang orang usia tua tetapi juga orang-orang muda. Ada beberapa fakta mengenai serangan jantung yang terjadi di seluruh dunia. Jantung manusia memompa darah ke seluruh tubuh secara konstan yaitu sekitar 4-5 liter darah setiap menitnya. Karena itu jika aliran darah tersebut tidak lancar bisa mengakibatkan kerusakan otot jantung, yang menyebabkan gangguan pompa jantung (gagal jantung) dan kematian. Untuk bisa mendapatkan umur panjang, jantung adalah salah satu organ yang mutlak harus dijaga kesehatannya. Gangguan jantung bisa sangat mematikan, oleh karena itu pencegahan menjadi langkah paling bijak untuk menghindari kematian mendadak akibat serangan jantung. Beberapa fakta yang ada mengenai serangan jantung yang terjadi di seluruh dunia, dilansir Medindia, Rabu (9/3/2011), yaitu:

- 12,5 juta dari 32 juta perkiraan serangan jantung yang terjadi di seluruh dunia berakibat fatal
- 40-75 persen dari semua korban serangan jantung meninggal sebelum mencapai rumah sakit
- 50 persen pasien serangan jantung menunggu selama 2 jam atau lebih sebelum mendapat pertolongan medis
- Penyakit jantung membunuh lebih banyak wanita daripada pria di Amerika Serikat setiap tahunnya
- 38 persen wanita meninggal dalam waktu setahun setelah mengalami serangan jantung, dibandingkan dengan 25 persen pria.
- 1 dari 5 memiiliki beberapa bentuk penyakit jantung atau pembuluh darah
- Risiko serangan jantung kedua dalam waktu enam tahun serangan jantung pertama di perkirakan 35 persen pada wanita dan 18 persen pada pria
- Pria Asia Selatan lebih rentan terhadap serangan jantung pada usia yang lebih muda dibandingkan dengan orang yang termasuk kelompok etnis lain
- Diperkirakan bahwa di seluruh dunia 15,6 juta orang memiliki penyakit jantung rematik, 470.000 kasus baru demam rematik dan 233.000 kematian disebabkan oleh demam rematik atau penyakit jantung rematik setiap tahun, terutama di negara-negara berkembang.
- Tekanan darah tinggi disebut 'silent killer'
- Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, gagal jantung atau gagal ginjal.
- Orang dapat mengurangi risiko serangan jantung dengan modifikasi gaya hidup tertentu, seperti berhenti merokok, tidak obesitas atau menurunkan berat badan, tidak konsumsi alkohol, melakukan aktivitas fisik dan mengelola stres.
- Orang dapat menambahkan hingga 5 tahun harapan hidup dengan berhenti merokok
- Makan ikan seminggu sekali dapat mengurangi kesempatan orang mengalami serangan jantung sebesar 52 persen
- Memiliki kepribadian yang pendendam atau suka bermusuhan (Hostile personalities) meningkatkan risiko serangan jantung
- Menonton Piala Dunia juga meningkatkan risiko orang mengalami serangan jantung.


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 7:42 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Wed Nov 03, 2010 3:37 pm

KEPRIBADIAN TIPE A RENTAN SERANGAN JANTUNG
Rabu, 9 Maret 2011 | 10:47 WIB
Kompas.com - Apakah Anda termasuk orang yang menyukai kompetisi, selalu tergesa-gesa, berani berusaha, namun mudah sekali marah? Apabila demikian, mungkin Anda termasuk orang dengan kepribadian tipe A, dan tanpa sadar memperbesar risiko untuk mengalami masalah dengan jantung. American Heart Association mengungkapkan masalah utama pada perilaku tipe A adalah stres. Orang berkemauan keras menempatkan diri dalam posisi dengan tekanan terus-menerus, maka tubuh mereka bereaksi dengan memproduksi hormon-hormon stres dalam jumlah lebih besar. Hormon yang berlebihan ini dalam jangka panjang dapat merugikan.

Sebuah penelitian di tahun 1959 yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association menemukan orang-orang dengan kepribadian tipe A memiliki risiko lebih besar menderita penyakit jantung daripada orang-orang tipe B yang lebih penyabar. Sebuah studi selama 10 tahun terhadap 200 pria muda di Kentucky, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa pria tipe A cenderung merokok lebih banyak dan semakin banyak selama studi itu. Mereka juga menunjukkan kenaikan tekanan darah. Kita tahu bahwa kedua faktor itu menambah risiko penyakit jantung.

Meskipun demikian, menurut penelitian di tahun 2006 ternyata pasien penyakit jantung yang memiliki kepribadian tipe D juga cukup banyak. Orang dengan kepribadian tipe D ditandai dengan kecenderungan untuk mengekspresikan emosi negatif dan sekaligus menghambat emosi tersebut dengan cara menghindari kontak sosial terhadap lingkungannya. Mereka juga mudah marah, mudah merasa cemas dan memendam permusuhan.


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 7:43 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Thu Nov 04, 2010 11:20 am

BENTUK TUBUH APEL ATAU PIR TIDAK MEMPENGARUHI RISIKO SERANGAN JANTUNG
Jum'at, 11 Maret 2011 | 07:49 WIB
TEMPO Interaktif, London - Penelitian baru menantang pemahaman medis sebelumnya bahwa orang-orang dengan bentuk tubuh "apel", yang lebih banyak lemak di sekitar pinggang, lebih berisiko terhadap serangan jantung dan stroke dari pada orang berbentuk "pir" yang gemuk di pantat dan pinggul. Hasil studi terhadap 220 ribu orang itu diterbitkan pada hari Jumat dan menegaskan bahwa obesitas - memiliki indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih - merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung, namun menemukan distribusi lemak pada tubuh tidak berdampak pada risiko itu. "Terlepas bagaimana anda mengukurnya, obesitas adalah buruk bagi jantung Anda. Studi ini menunjukkan bahwa mengukur pinggang Anda tidak lebih baik daripada menghitung BMI anda," kata Mike Knapton, direktur medis pada British Heart Foundation, yang mendanai penelitian itu.

BMI secara luas digunakan oleh para peneliti dan dokter untuk menentukan risiko kesehatan masyarakat. Hal ini dihitung dengan membagi berat dalam kilogram dengan tinggi dalam meter. Seseorang dengan tinggi 165 cm memiliki BMI 25 dan diklasifikasikan sebagai kelebihan berat badan pada 68 kg, dan jika memiliki BMI 30, diklasifikasikan sebagai obesitas pada 82 kg. Menurut peneliti yang menulis di jurnal medis The Lancet, studi sebelumnya menunjukkan bahwa orang dengan "obesitas sentral" - sering digambarkan sebagai orang berbentuk apel - mempunyai risiko tiga kali lebih besar serangan jantung daripada orang-orang dengan obesitas umum sebagaimana diukur oleh BMI.

Namun para ahli lainnya telah mempertanyakan temuan tersebut, sehingga konsorsium internasional ilmuwan memutuskan untuk menguji dan menyelesaikan masalah ini. Hasilnya menunjukkan bahwa sementara pemantauan berat badan dan kadar lemak mungkin penting untuk mencoba membuat orang mengubah gaya hidup mereka, namun prediktor terbaik risiko jantung masa depan adalah mengukur tekanan darah, kolesterol dan sejarah diabetes.

Penelitian Lancet mengambil berat badan, pinggul, pinggang, tekanan darah, kolesterol dan data penting lainnya dari lebih dari 220 ribu orang dewasa - yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung - dan pelacakan mereka selama hampir satu dekade. Selama waktu itu, sekitar 14 ribu dari mereka mengalami serangan jantung atau stroke. John Danesh dari Universitas Cambridge Inggris, salah satu dari hampir 200 ilmuwan dari 17 negara yang bekerja pada studi ini, mengatakan temuan itu menunjukkan bahwa pada dasarnya semua jenis obesitas sama buruknya satu sama lain terkait kesehatan jantung. Danesh mengatakan bahwa temuan itu harus membantu memandu praktek medis di seluruh dunia karena saat ini panduan nasional dan internasional memberikan rekomendasi yang berbeda tentang nilai tingkat obesitas untuk memprediksi risiko jantung di kemudian hari.

"Studi ini sangat jelas menunjukkan bahwa jika faktor risiko konvensional (seperti tekanan darah dan kolesterol) telah diukur, maka pengukuran tingkat lemak sedikit pengaruhnya," katanya dalam sebuah wawancara telepon. Obesitas telah menjadi epidemi global, dengan lebih dari setengah miliar orang, atau satu dari 10 orang dewasa di seluruh dunia, sekarang dianggap menjadi obese - lebih dari dua kali lipat jumlah tahun 1980. Penyakit kardiovaskuler - yang dapat menyebabkan serangan jantung, stroke dan kejadian fatal lainnya - adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia, yang menewaskan sekitar 17,1 juta orang per tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).


Last edited by gitahafas on Sun Jun 12, 2011 7:44 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12069
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Tue Nov 09, 2010 9:28 am

WANITA CENDERUNG ALAMI SERANGAN JANTUNG
Selasa, 17 November 2009 22:50 WIB
JAKARTA--Serangan jantung sering diidentikan dengan kaum pria. Padahal, perempuan memiliki potensi lebih besar terkena serangan jantung. Demikian keterangan, Joko Maryono, Ahli Penyakit Dalam Rumah Sakit Medistra Jakarta, disela Seminar Tentang Jantung yang digagas Astra Zaneca di Jakarta, Senin (16/11). Menurut Joko, perkembangan terkini perbandingan kasus serangan jantung antara pria dan wanita mencapai 1 : 1,5. Selang waktu tak lama, perbandingan akan meningkat menjadi 1:2. "Hal ini terjadi karena kesehatan perempuan tidak diperhatikan," tukasnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, setidaknya ada beberapa faktor penyebab mengapa jumlah kasus serangan jantung pada perempuan meningkat drastis. Pertama, tingkat frekuensi pemeriksaan medis pada perempuan cenderung minim ketimbang pria. Menurut Joko, kondisi ini begitu ironis sekalipun tingkat harapan hidup perempuan begitu tinggi. Faktor kedua adalah masalah aktivitas. Joko menilai, perempuan tidak memiliki aktivitas yang padat layaknya pria. Sebab itu, rasa nyeri di dada kerap diabaikan.

"Perempuan itukan minim aktivitas. Kasus yang sering terjadi adalah mereka tidak pernah mengeluh sekalipun sakit. Mereka menganggap hal itu biasa, toh mereka tidak melakukan hal yang berat maka rasa sakit bukanlah hal yang serius," tegasnya. Faktor lainnya yang turut berperan adalah asupan gula dan lemak tinggi. Dia berpendapat, biasanya faktor asupan memang tidak begitu dominan, lantaran perempuan begitu menjaga pola makan mereka. Justru, pada faktor ini, pria jauh lebih parah.

Kurangnya Kesadaran
Selain ketiga faktor tadi, faktor kurangnya kesadaran perempuan terhadap gejala penyakit kardiovaskular menjadi masalah utama. Sebabnya, perempuan tidak mendapatkan pertolongan yang tepat waktu lantaran pihak pasien dan dokternya terlambat mengambil kesimpulan terhadap gejala penyakit jantung.

Data Badan Epidemiologi Nasional di AS, seperti yang dikutip dari Yayasan Jantung Indonesia, mencatat, proporsi wanita yang mengalami kematian diluar rumah sakit lebih tinggi daripada pria. Hampir 52% perempuan mengalami serangan jantung diluar rumah sakit, dibandingkan hanya 42% pada pria. Hal ini terjadi karena gejala penyakit jantung pada perempuan sulit dikenali.

Ahli Penyakit dalam, Fakultas Kedokteran UI dan Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta, Yoga Yuniadi dalam tulisannya menyebutkan, penelitian-penelitian sebelumnya menunjukan, perempuan cenderung sering mengeluh nyeri pada rahang atau leher dan nyeri bahu, mual, muntah, lemas atau kembung sebagai gejala penyakit jantung dibandingkan pria.

"90% perempuan yang disurvei pada tahun 1997 tidak menyadari akan gejala yang tidak khas itu. Dilain pihak, pria lebih sering mengalami gejala nyeri dada tipikal yang menjalar sehingga mereka dan tenaga medis segera mengenali sebagai serangan jantung," tulisnya. Sebab itu, Yogi menyarankan agar informasi terkait penyakit kardiovaskular harus dikomunikasikan secara intensif. Tidak hanya pada pasien saja tapi juga para dokter. Dengan cara itu, jumlah kasus perempuan yang terkena serangan jantung bisa diminimalisir. cr2/rin


Last edited by gitahafas on Wed Jun 15, 2011 2:07 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs

View previous topic View next topic Back to top 
Page 15 of 47Goto page : Previous  1 ... 9 ... 14, 15, 16 ... 31 ... 47  Next

 Similar topics

-
» The symptoms of Slender Man exposure
» SdKfz 251/9 early vs. late?
» Atienza Kali-Mass Attack Strategies
» Earthquake Warning For California!!
» WARNING of GRAND DECEPTION coming Terra Papers 2

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-