|
| | Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs | |
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Wed Apr 21, 2010 3:37 pm | |
| PENYAKIT JANTUNG KORONER ( PJK ) Adalah suatu penyakit akibat penyempitan atau tersumbatnya pembuluh darah arteri koroner. Pembuluh darah arteri koroner sendiri merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah pembawa sari makanan dan oksigen yang dibutuhkan otot jantung agar tetap berfungsi memompa darah keseluruh tubuh. Aterosklerosis dianggap sebagai penyebab utama penyakit jantung yang paling sering ditemukan, seiring dengan perubahan gaya hidup dan pola makan. Proses aterosklerosis memainkan peranan penting dalam perjalanan penyakit jantung koroner dengan ditandai oleh penumpukan terus menerus plak ateroma di dalam dinding pembuluh darah arteri koroner. Akibat perjalanan aterosklerosis pada dinding pembuluh darah ini, akan terbentuk kumpulan kolesterol, sel sel inflamasi dan jaringan fibrosa yang kita sebut plak aterosklerosis. Pecahnya plak aterosclerosis akan menyebabkan trombosis yang menyumbat aliran darah ke organ penting seperti jantung dan otak. Peristiwa inilah yang disebut sebagai aterotrombosis, penyebab serangan jantung dan stroke.
Perjalanan alamiah proses aterosklerosis berlangsung seiring dengan bertambahnya usia, dan dipercepat oleh faktor faktor resiko yang menyertai seperti merokok, DM, hipertensi, dll dan selanjutnya akan mematikan bila terjadi aterotrombosis pada pembuluh darah vital.
Jantung memompa darah keseluruh tubuh dengan konstan, 4 - 5 liter darah dipompakan oleh otot otot jantung setiap menitnya. Dampak tidak lancarnya aliran atau tersumbatnya aliran darah ke otot jantung akan mengakibatkan kerusakan otot jantung yang dapat menyebabkan gangguan daya pompa jantung ( gagal jantung ) dan kematian.
Faktor resiko PJK: 1. Hipertensi ( Tekanan Datah Tinggi ). 2. Kadar cholesterol darah yang tinggi. 3. Kebiasaan merokok. 4. Diabetes Melitus ( Kencing Manis ). 5. Kegemukan ( obesitas ). 6. Genetik ( faktor keturunan keluarga ). 7. Kurang Olahraga. 8. Konsumsi alkohol berlebihan. 9. Stress akibat kesibukan.
Tanda dan gejala PJK ditimbulkan oleh adanya akibat kurangnya oksigen yang dialirkan ke otot jantung karena adanya penyempitan atau sumbatan pembuluh darah koroner, menyebabkan timbulnya rasa sakit di dada bagian tengah kiri. Rasa sakit tersebut biasanya timbul waktu aktivitas dan berkurang saat istirahat. Pada penderita berusia lanjut ( lebih dari 65 tahun ) dan penderita kencing manis/diabetes, keluhan nyeri dada ini sering tidak jelas ( biasanya tersamarkan, seperti masuk angin saja ). Pada penderita diabetes, hampir 52% PJK tidak mengalami keluhan nyeri dada atau disebut silent ischemia. Meski demikian deteksi dini dan penanganan yang cepat saat terjadinya serangan jantung akan memberikan manfaat pencegahan dari bahaya kematian dan kegagalan pompa jantung di kemudian hari.
Gejala PJK 1. Sakit dada yang menjalar ke lengan, rahang, leher atau punggung. 2. Rasa panas di dada kiri 3. Sesak napas 4. Rasa sakit di uluhati, kadang kadang disertai muntah muntah seperti masuk angin 5. Kadang hanya terasa numbness di lengan kiri atau kesemutan di punggung, lengan dan pergelangan tangan.
Diagnosa PJK 1. ECG resting 2. ECG exercise / treadmill 3. Exercise Thallium Test 4. Echocardiografi 5. MSCT koroner 6. Kateterisasi 7. MRI 8. Laboratorium
Pengobatan 1. Obat obat jantung 2. Tindakan intervensi ( PCTA atau operasi bypass / CABG )
Sumber: Bunga Rampai Masalah Kesehatan Iluni FK 1983
Last edited by gitahafas on Mon Aug 23, 2010 11:41 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Thu Apr 22, 2010 8:40 am | |
| 4 GEJALA KHAS PENYAKIT JANTUNG Rabu, 4 Agustus 2010, 17:57 WIB Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti VIVAnews - Penyakit jantung dan pembuluh darah telah lama diketahui sebagai penyebab kematian nomor satu di Indonesia dan di dunia. Bahkan berdasarkan data yang dimiliki Yayasan Jantung Indonesia, 17 juta orang di seluruh dunia meninggal setiap tahun akibat penyakit ini. Yang mengkhawatirkan, penyakit jantung bisa menyebabkan kematian mendadak. Hal ini perlu diwaspadai karena menurut spesialis kardiovaskuler dari Rumah Sakit Harapan Kita, dr Santoso Karo Karo, Sp.JP,MPH mengatakan penyakit jantung bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu.
“Sering mengalami sesak di dada, terkadang dianggap hanya masuk angin biasa, lalu minta dikerik dan dipijat. Jangan sepelekan jika terjadi sesak napas, karena kondisi ini merupakan salah satu gejala khas penyakit jantung,” katanya saat ditemui di acara Konfrensi Pers yang digelar menyambut perayaan Hari Jantung Dunia dengan tema 'Saya Bekerja dengan Jantung Sehat', di Kantor Yayasan Jantung Indonesia, Menteng Jakarta, Rabu 4 Agustus 2010.
Menurutnya ada gejala-gejala khas penyakit jantung yang patut Anda waspadai. Jika beberapa gejala ini Anda alami, segera periksa ke dokter. Sebab, bila tak segera mendapat bantuan medis, nyawa Anda bisa menjadi taruhannya. “Setelah merasakan gejala-gejala berikut ini, dalam waktu lima menit Anda harus waspada, dan segera meminta pertolongan. Karena, jika dalam waktu 6 jam tidak mendapatkan obat yang semestinya bisa mengakibatkan kematian,” katanya. Untuk itu, agar bisa mewaspadai serangan jantung, Anda perlu tahu gejala khas yang bisa muncul tiba-tiba:
1. Tiba-tiba sakit di bagian dada dibelakang tulang dada atau seperti sesak dada. 2. Nyeri dada bisa berulang beberapa menit (20 menit atau lebih). 3. Rasa nyeri bisa berupa tekanan di bagian dada, dan leher seolah tercekik hingga menyebabkan keluar keringat dingin 4. Tiba-tiba pingsan, namun bisa kembali sadar. Ini terjadi karena ada gangguan irama jantung
Selain gejala khas di atas, ada beberapa gejala tersembunyi penyakit jantung, yaitu: Merasa seperti sakit maag, padahal sebelumnya tidak pernah menderita gangguan lambung ini. Biasaya gejala tiba-tiba sakit maag muncul pada timbul pada dini hari hingga pukul 10 pagi. Ini terjadi karena saraf simpatis meningkat di pagi hari.
“Jika merasa mengalami gejala ini, usahakan merebahkan diri dan minum aspirin sebagai obat peredam sementara. Selanjutnya, segera hubungi dokter agar mendapatkan pertolongan segera,” katanya.
Last edited by gitahafas on Wed Jun 15, 2011 1:33 pm; edited 10 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Thu Apr 22, 2010 2:19 pm | |
| PENYEBAB NYERI DADA Dalam merawat pasien-pasien dengan nyeri dada, dokter membedakan apakah nyeri berhubungan dengan kekurangan oksigen pada otot jantung (seperti pada angina atau serangan jantung), atau disebabkan oleh proses yang lain. Banyak kondisi-kondisi dipertimbangkan yang dapat menyebabkan nyeri dada yang serupa pada yang dari serangan jantung atau angina. Contoh-contoh termasuk yang berikut:
* Pleuritis (pleurisy) Peradangan dari pelapis paru-paru (pleuritis) menyebabkan nyeri dada yang tajam, yang diperburuk dengan bernapas yang dalam dan batuk. Pasien-pasien sering mencatat sesak napas, sebagaian disebabkan oleh pernapasan dangkal mereka untuk meminimalkan nyeri dada. Infeksi-infeksi virus adalah penyebab-penyebab yang paling umum dari pleurisy. Kondisi-kondisi peradangan sistemik lain, seperti systemic lupus, dapat juga menyebabkan pleurisy.
* Pericarditis Pericarditis adalah peradangan dari pelapis yang mengelilingi jantung. Gejala-gejala dari pericarditis adalah serupa pada yang dari pleuritis.
* Pneumonia Pneumonia (infeksi bakteri dari paru) menyebabkan demam dan nyeri dada. Nyeri dada pada pneumonia bakteri disebabkan oleh iritasi atau infeksi dari lapisan paru (pleura).
* Pulmonary embolism Bekuan-bekuan darah yang berpergian dari vena-vena pelvis atau kaki-kaki ke paru, kondisi yang disebut pulmonary embolism. Pulmonary embolism dapat menyebabkan kematian jaringan paru (pulmonary infarction). Pulmonary infarction dapat menjurus pada iritasi dari pleura, menyebabkan nyeri dada yang serupa pada pleurisy. Beberapa penyebab-penyebab umum dari bekuan-bekuan darah pada vena-vena ini adalah deep vein thrombosis (keadaan tidak bergerak yang berkepanjangan, operasi baru-baru ini, trauma pada kaki-kaki, atau infeksi pelvis).
* Pneumothorax Kantong-kantong kecil pada jaringan paru (alveoli) dapat pecah secara spontan, menyebabkan pneumothorax. Gejala-gejala dari pneumothorax termasuk nyeri dada yang tiba-tiba, parah, tajam dan sesak napas. Satu penyebab umum dari pneumothorax adalah emphysema yang parah.
* Mitral valve prolapse Mitral valve prolapse adalah kelainan klep jantung yang umum, mempengaruhi 5% sampai 10% dari populasi. MVP adalah terutama umum diantara wanita-wanita yang berumur antara 20 sampai 40 tahun. Nyeri dada dengan MVP biasanya adalah tajam namun tidak parah. Tidak seperti angina, nyeri dada dengan MVP jarang terjadi selama atau setelah latihan, dan biasanya tidak akan merespon pada nitroglycerin.
* Aortic dissection Aorta adalah pembuluh utama yang mengantar darah dari bilik kiri (left ventricle) ke seluruh tubuh. Aortic dissection (robeknya dinding aorta) adalah keadaan darurat yang mengancam nyawa. Aortic dissection menyebabkan nyeri dada dan punggung yang parah dan tak kenal henti. Kaum dewasa muda dengan aortic dissection biasanya mempunyai sindrom Marfan, penyakit yang diturunkan dimana bentuk yang abnormal dari protein struktural yang disebut collagen menyebabkan kelemahan dinding aorta. Pasien-pasien yang lebih tua secara khas mengembangkan aortic dissection sebagai akibat dari tekanan darah tinggi yang kronis, sebagai tambahan pada pengerasan dari arteri-arteri (arteriosclerosis).
* Costochondritis Patah-patah tulang rusuk, penegangan otot atau spasme: Nyeri yang berasal dari dinding dada mungkin disebabkan oleh penegangan otot atau spasme, costochondritis, atau patah-patah tulang rusuk. Nyeri dinding dada biasanya tajam dan konstan. Ia biasanya diperburuk oleh gerakan, batuk, napas yang dalam, dan tekanan langsung diatas areanya. Spasme dan penegangan otot dapat berakibat dari memutar dan menekuk yang tidak biasa dan bertenaga. Sendi-sendi antara tulang-tulang rusuk dan tulang rawan yang bersebelahan dengan tulang dada dapat menjadi meradang, kondisi yang disebut costochondritis. Tulang-tulang rusuk yang patah dari trauma atau keterlibatan kanker dapat menyebabkan nyeri dada yang signifikan.
* Syaraf Kejepit (Kompresi Syaraf) Kompresi (penekanan) dari akar-akar syaraf oleh taji-taji tulang (bone spurs) ketika mereka keluar dari sumsum tulang belakang dapat menyebabkan nyeri. Kompresi syaraf (syraf kejepit) dapat juga menyebabkan kelemahan dan kekebasan pada lengan bagian atas dan dada.
* Shingles (infeksi herpes zoster dari syaraf-syaraf) Shingles adalah iritasi syaraf dari infeksi, yang dapat menyebabkan nyeri dada berhari-hari sebelum ruam kulit yang khas apa saja timbul.
* Spasme esophagus dan reflux Esophagus adalah tabung panjang yang berotot yang menghubungkan mulut ke lambung. Reflux, atau memuntahkan isi-isi lambung dan asam kedalam esophagus dapat menyebabkan heartburn dan nyeri dada. Spasme dari otot esophagus dapat juga menyebabkan nyeri dada yang tidak dapat dibedakan dari nyeri dada yang disebabkan oleh angina atau serangan jantung. Penyebab dari spasme otot esophagus tidak diketahui. Nyeri dari spasme esophagus dapat merespon pada nitroglycerin dalam cara yang sama seperti angina.
* Serangan Kantong Empedu (Batu-Batu Empedu) Batu-batu empedu dapat menghalangi kantong empedu atau saluran-saluran empedu dan menyebabkan nyeri yang parah dari perut bagian atas, punggung dan dada. Serangan-serangan kantong empedu dapat meniru nyeri dari angina dan serangan jantung.
* Ketakutan dan Serangan-Serangan Panik Ketakutan, depresi, dan serangan-serangan panik seringkali dihubungkan dengan nyeri dada yang berlangsung dari beberapa menit sampai berhari-hari. Nyerinya dapat menjadi tajam atau tumpul. Ia biasanya ditemani oleh sesak napas, atau ketidakmampuan untuk mengambil napas yang dalam. Stres emosional dapat memperburuk nyeri dada, namun nyerinya umumnya tidak berhubungan dengan pengerahan tenaga, dan tidak dibebaskan oleh nitroglycerin. Pasien-pasien ini seringkali bernapas terlalu cepat (hyperventilate), menyebabkan kepeningan, kekebasan, dan kesemutan pada bibir-bibir dan jari-jari tangan. Faktor-faktor risiko penyakit arteri koroner secara khas tidak hadir pada pasien-pasien ini. Karena tidak ada tes untuk serangan-serangan panik, pasien-pasien dengan nyeri dada biasanya menjalani tes-tes untuk menyampingkan penyakit arteri koroner dan penyebab-penyebab nyeri dada lainnya.
Sumber: Total Kesehatan Anda.com
Last edited by gitahafas on Mon Jun 13, 2011 2:18 pm; edited 9 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Thu Apr 22, 2010 2:23 pm | |
| ASAM URAT DAN PENYAKIT JANTUNG Kamis, 12 Juni 2008 15:00 WIB Media Indonesia Kelebihan asam urat akan mempercepat kematian seseorang, terutama bila dia juga berpotensi terkena serangan jantung. Demikian hasil studi Dr Eshar Krihnan terhadap 9.100 pria setengah baya. Krishnan menyarankan kepada mereka yang berada dalam kondisi tersebut untuk selalu mengendalikan keadaan kolesterol dan tekanan darahnya agar kondisi jantung tetap sehat.
Gout atau sering dikenal sebagai penyakit kelebihan asam urat bisa menyebabkan radang sendi. Persendian para penderita akan terasa panas, bengkak, dan berwarna kemerahan. Umumnya gejala tersebut terlihat jelas pada persendian di jempol kaki. Namun, gout itu juga bisa menyerang bagian lain seperti pergelangan kaki, lutut, tangan serta pergelangan tangan atau persendian lainnya. Krishnan menyebutkan tidak jelas bagaimana hubungan tingkat konsentrasi asam urat dengan serangan jantung. Kelebihan asam urat juga bisa menyebabkan stres oksidatif, kerusakan sel, serta menimbulkan vlek pada pembuluh darah.
Last edited by gitahafas on Wed Jun 15, 2011 7:37 pm; edited 13 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Thu Apr 22, 2010 2:33 pm | |
| KERJA 10-11 JAM SEHARI PICU SERANGAN JANTUNG Vera Farah Bararah - detikHealth - Rabu, 12/05/2010 10:05 WIB London, Orang yang gila kerja bisa menghabiskan waktu lebih dari 10 jam di kantor. Namun sebuah studi menuturkan bahwa orang yang bekerja 10-11 jam sehari memiliki risiko bermasalah dengan jantung. Peneliti di Inggris mengatakan orang yang bekerja lebih dari 10 jam setiap hari lebih mungkin terkena masalah jantung termasuk serangan jantung dibandingkan dengan orang yang bekerja secara normal selama 7-8 jam.
Hasil temuan ini berdasarkan studi selama 11 tahun dengan melibatkan 6.000 pegawai negeri di Inggris. Tambahan jam kerja selama 1 jam sehari di luar jam kerja normal memang tidak berhubungan dengan peningkatan risiko, tapi jika lembur selama 3-4 jam akan meningkatkan risiko sebesar 60 persen. Hingga kini para ahli memperkirakan hal tersebut kemungkinan akibat stres. Secara keseluruhan dari penelitian ini terdapat 369 kasus kematian akibat penyakit jantung, serangan jantung non-fatal dan angina (nyeri dada).
"Kejadian akan lebih tinggi jika seseorang bekerja lembur dan ditambah dengan faktor risiko lainnya termasuk merokok, kelebihan berat badan dan mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi," ujar Dr Marianna Virtanen dari Finnish Institute of Occupational Health and University College London, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (12/5/2010). Dr Virtanen menambahkan bekerja hingga 10-11 jam sehari akan menaikkan tingkat stres seseorang yang berhubngan dengan pekerjaan. Hal ini tentu saja akan mengganggu proses metabolisme tubuh serta 'sickness presenteeism' yaitu karyawan tetap bekerja ketika sedang sakit.
Selain itu, gaya hidup orang yang terlalu sering lembur atau bekerja hingga melebihi waktunya biasanya akan memburuk dari waktu ke waktu, misalnya pola makan yang menjadi tidak teratur, merokok dan minum alkohol berlebih serta pola tidur yang terganggu. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap kesehatan orang tersebut secara menyeluruh, terutama jika berlangsung terus menerus.
"Jika efek ini bersifat kausal (sebab akibat), maka penting untuk disadari bahwa stres akibat kerja yang terus menerus bisa berkontribusi pada sebagian besar kasus penyakit jantung," ujar Gordon McInnes, profesor farmakologi klinis dari University of Glasgow Western Infirmary. Hasil penelitian Dr Virtanen dan rekannya ini telah diterbitkan dalam European Heart Journal. (ver/ir)
Last edited by gitahafas on Mon Aug 23, 2010 11:43 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Thu Apr 22, 2010 2:38 pm | |
| KERJA LEMBUR BIKIN SAKIT JANTUNG Rabu, 12 Mei 2010 | 08:40 WIB LONDON, KOMPAS.com — Ini adalah peringatan bagi mereka yang gila kerja. Berdasarkan riset terbaru di Inggris, orang yang sering bekerja lembur dengan menghabiskan waktu 10 hingga 11 jam sehari berisiko lebih tinggi mengalami sakit jantung. Kesimpulan itu adalah hasil analisa studi terhadap 6.000 pekerja sipil di Inggris yang dipublikasikan dalam European Heart Journal edisi online. Dalam laporan itu disebutkan, mereka yang menambah waktu tiga hingga empat jam sehari untuk bekerja lembur berisiko 60 persen lebih tinggi menderita sakit jantung. Angka ini muncul setelah memperhitungkan berbagai risiko penyakit, termasuk kebiasaan merokok.
Para ahli menilai, temuan ini membawa sebuah pesan akan pentingnya keseimbangan antara hidup dan pekerjaan bagi kesehatan. Dari data studi terungkap, ada 369 kasus kematian responden akibat penyakit jantung. Mereka meninggal akibat mengalami serangan jantung ataupun angina pectoris. Jumlah waktu yang dihabiskan saat lembur pun memiliki kaitan erat dalam banyak kasus. Menurut peneliti, banyak hal yang bisa menjelaskan hubungan ini. Mereka yang sering kerja lembur punya sedikit waktu untuk berolahraga, relaksasi, ataupun melepas lelah. Pekerja yang suka lembur juga lebih rentan terhadap stres, rasa cemas, dan depresi. Peneliti mengatakan, orang yang mementingkan karier biasanya yang suka lembur. Mereka punya kepribadian "tipe A" dengan ciri-ciri agresif, ambisius, dan pemarah.
Last edited by gitahafas on Mon Aug 23, 2010 11:59 am; edited 9 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Thu Apr 22, 2010 2:41 pm | |
| SAYANGI JANTUNG, JANGAN TERLALU SERING KERJA LEMBUR Selasa, 05/04/2011 08:57 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth London, Pekerja keras selalu bekerja tak kenal waktu, bahkan jatah lembur pun dianggap sebagai rezeki tersendiri. Padahal terlalu sering kerja lembur juga punya risiko, yakni peningkatan risiko serangan jantung akibat stres yang tidak disadari. Sebugar-bugarnya tubuh dan pikiran manusia, jika diberi kesempatan untuk istirahat maka akan mengalami stres secara fisik maupun psikologis. Berbagai penelitian telah membuktikan, kortisol atau stres adalah salah satu pemicu serangan jantung.
Penelitian terbaru yang dilakukan di University College London mengungkap, karyawan yang setiap hari bekerja lebih dari 11 jam lebih rentan mengalami serangan jantung. Risikonya sekitar 67 persen lebih tinggi dibandingkan karyawan yang bekerja 7-8 jam/hari.
Kesimpulan itu diperoleh setelah para peneliti melakukan pengamatan terhadap 7.000 pegawai negeri sipil di London. Dalam pengamatan yang dilakukan selama 11 tahun tersebut, 192 orang mengalami serangan jantung dan sebagian besar karena bekerja lebih dari 11 jam/hari. Indeks massa tubuh (IMT), usia, tekanan darah dan kadar kolesterol memang mempengaruhi risiko serangan jantung. Namun stres akibat kerja lembur bisa meningkatkan risikonya sebesar 5 persen dan diperkirakan memicu serangan jantung pada 6.000 orang/tahun di seluruh dunia.
"Temuan ini masih perlu diteliti lebih lanjut untuk memastikannya, namun ini bisa menjadi peringatan bagi yang sering kerja lembur terutama yang sudah punya faktor risiko lainnya," ungkap Prof Mika Kivimaki yang memimpin penelitian tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/4/2011). Sama seperti di Indonesia, sebagian besar perusahaan di Inggris mempekerjakan karyawannya selama 7-8 jam/hari. Bila karyawan diperkerjakan lebih dari 11 jam/hari, disadari atau tidak kadar kortisol alias hormon stres bisa meningkat dan menjadi faktor risiko serangan jantung.
Last edited by gitahafas on Wed Jun 15, 2011 8:06 am; edited 8 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Thu Apr 22, 2010 2:56 pm | |
| HINDARI SERANGAN JANTUNG, OPTIMISLAH Rabu, 12 Agustus 2009 01:27 WIB Republika.co.id BEIJING--Menjadi optimistis dapat secara mencolok mengurangi kemungkinan serangan sakit jantung atau bahkan kematian, demikian hasil satu studi baru yang dikutip laporan media, Selasa. Studi tersebut, yang dilakukan oleh beberapa peneliti dari University of Pittsburgh, mendapati orang yang gembira, dan memiliki harapan cenderung berada dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang menjalani hidup dengan pandangan yang lebih suram, demikian dikutip dari Xinhuanet-OANA.
Studi itu telah melacak lebih dari 97.000 perempuan Amerika yang telah memasuki masa menopause selama lebih dari delapan tahun, studi terbesar sampai saat ini mengenai dampak berpikir positif pada kesehatan. Semua perempuan yang ikut dalam studi tersebut menyelesaikan berbagai survei saat memasuki studi guna menilai tingkat optimisme mereka dan tingkat sinisme serta permusuhan secara umum. Setelah mengikuti perkembangan mereka selama delapan tahun, dibandingkan dengan orang pesimistis, orang yang optimistis memiliki resiko 9 persen lebih rendah terhadap serangan sakit jantung dan 14 persen lebih rendah terhadap kemungkinan kematian.
"Kebanyakan bukti menunjukkan bahwa tingkat kenegatifan yang lebih tinggi dan terus-menerus berbahaya bagi kesehatan," kata Dr. Hilary A. Tindle, ahli penyakit-dalam di University of Pittsburgh Medical Center dan penulis utama laporan mengenai studi tersebut. Meskipun tim penelitian itu mengatakan bahwa tidak jelas mengapa orang yang optimistis lebih sehat, hasil studi tersebut menunjukkan orang yang optimistis memiliki kemungkinan lebih kecil untuk menjadi tertekan dan merokok. Pada saat yang sama, orang yang optimistis lebih mungkin untuk menjadi lebih muda, memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi dan memiliki penghasilan yang lebih besar. ant/ahi
Last edited by gitahafas on Wed Jun 15, 2011 1:41 pm; edited 9 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Thu Apr 22, 2010 2:59 pm | |
| KONTROL GULA DARAH TEPIS SERANGAN JANTUNG Rabu, 08 Juli 2009 00:42 WIB Republika.cco.id NEW YORK-- Sebuah penelitian menekankan pentingnya kontrol gula darah jangka panjang pada para penderita diabetes. Studi itu menemukan, jarangnya cek gula darah terkait erat dengan peningkatan risiko meninggal dunia karena serangan jantung ischemic yaitu jenis penyakit yang disebabkan terhalangnya aliran darah ke pembuluh nadi di jantung. Dengan mengontrol gula darah atau kadar glikemik, risiko kematian akibar serangan jantung ischemic dapat disetarakan dengan orang-orang tanpa diabetes, ungkap penelitian itu.
"Dari penemuan itu kita mengetahui, kontrol kadar glikemik terutama pada orang yang baru terdiagnosa diabetes perlu direkomendasikan. Sebagai tambahan, sangat penting untuk mengontrol faktor risiko kardiovaskular lainnya," ujar Dr. Ane C. Dale dari Norwegian University of Science and Technology di Trondheim kepada Reuters Health, belum lama ini.
Dalam studi berkelanjutan yang dilakukan selama 20 tahun, Dale dan rekan peneliti membandungkan angka rata-rata kematian dari penyakit jantung ischemic pada 205 pasien yang baru terdiagnosa dengan diabetes dengan 205 partisipan yang tidak memiliki penyakit diabetes. Para peneliti melaporkan penemuan mereka dalam European Heart Journal. Mereka mengatakan, para penderita diabetes memiliki risiko kematian dua kali lipat akibat serangan jantung ischemic dibandingkan dengan pasien tanpa diabetes.
Risiko kematian dari serangan jantung ischemic empat kali lipat lebih tinggi pada partisipan yang jarang mengecek gula darah dibandingkan kelompok partisipan lain yang mengontrol kadar gula darah teratur, bahkan risiko bisa ditekan hingga menyamai orang tanpa diabetes. "Hasil penelitian ini seiring dengan hipotesis yang mengatakan kontrol gula darah mengurangi risiko komplikasi koroner pada pasien dengan diabetes," tutur Dale. (rin)
Last edited by gitahafas on Wed Jun 15, 2011 1:36 pm; edited 10 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Thu Apr 22, 2010 3:15 pm | |
| MIMPI BURUK PICU SERANGAN JANTUNG? Selasa, 18 Mei 2010 | 14:26 WIB KOMPAS.com — Tidak jarang kita dikejutkan oleh berita kematian teman atau kerabat yang sebelumnya terlihat sehat-sehat saja. Kebanyakan kematian mendadak itu terjadi ketika mereka sedang tidur. Penyebab pastinya masih misterius, tetapi sebagian besar disebabkan abnormalitas elektrik jantung bawaan yang disebut sindrom brugada. Kematian mendadak saat tidur biasanya terjadi pada fase tidur REM, yakni tahap ketika seseorang berada pada tidur yang dalam dan bermimpi. Menurut Dr Robert Basner, Direktur Sleep Center dari Columbia University, Amerika, yang menyebabkan kematian bukanlah mimpinya, tetapi faktor kelainan jantungnya.
Pada tahap REM, detak jantung cenderung kurang stabil sehingga cukup berbahaya untuk pasien yang jantungnya bermasalah. "Bila Anda menderita penyakit jantung, tidur REM sangat berisiko," kata Basner. Namun, serangan jantung bukan cuma terjadi saat kita tertidur. Tidur adalah waktu yang dibutuhkan tubuh untuk beristirahat dan meregenerasi sel. "Tetap terjaga bukan solusi untuk menghindari serangan jantung," kata Basner.
Sindrom brugada lebih banyak terjadi di Asia Tenggara dan lebih sering terjadi pada laki-laki usia muda (30 tahun). Sebenarnya kelainan bawaan pada sistem elektrik jantung ini bisa diketahui dengan pemeriksaan irama jantung atau EKG (elektrokardiografi). Oleh karena itu, bila ada riwayat keluarga yang mengalami mati mendadak saat tidur, sangat disarankan agar Anda juga melakukan pemeriksaan EKG.
Last edited by gitahafas on Mon Aug 23, 2010 12:53 pm; edited 7 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Thu Apr 22, 2010 3:34 pm | |
| MENGAPA ORANG BISA MENINGGAL SAAT TIDUR? By Petti Lubis - Rabu, 21 Juli VIVAnews - Mungkinkah orang meninggal saat tidur, meski tidak menderita penyakit serius? Faktanya, mungkin saja. Walaupun tubuh dalam kondisi prima dan sehat, orang bisa menghembuskan napas terakhir dalam tidur, seperti dikutip dari laman Methode of Health. Lalu, dalam kondisi apa seseorang bisa meninggal saat tidur, dan apa penyebabnya?
Bisa terjadi pada bayi Sindroma Kematian Bayi Mendadak (SIDS) adalah topik yang menakutkan bagi calon ibu dan ibu baru.Menurut American Academy of Pediatric (AAP), SIDS didefinisikan sebagai, kematian bayi yang tiba-tiba. Kondisi ini biasanya rentan terjadi pada bayi di bawah usia 1 tahun. Di Amerika Serikat 2500 kasus SIDS terjadi setiap tahunnya. Sebagian besar kasus SIDS berkaitan dengan posisi tidur bayi. Karena itu, Anda perlu memperhatikan beberapa petunjuk berkaitan dengan risiko bahaya yang dihadapi oleh bayi saat tidur. Seperti, kehabisan napas, tergencet, tercekik, dan jatuh.
Faktor risiko utama SIDS adalah posisi tidur bayi yang tengkurap. Beberapa peneliti memiliki dugaan bahwa posisi tengkurap memberikan tekanan pada rahang bayi, sehingga mempersempit jalan napas bayi. Untuk mencegah hal ini terjadi, baringkan bayi dalam posisi terlentang, wajah menengadah ke atas. Dan, usahakan bayi tidur dalam boks yang tidak dipenuhi mainan. Jangan meletakkan bantal, boneka, selimut berbulu, atau alat lain di tempat tidur bayi.
Gangguan tidur mematikan Sleep apnea atau henti napas sejenak saat tidur akibat terganggunya saluran pernapasan ternyata bisa berakibat fatal, yakni kematian akibat berkurangnya oksigen pada tubuh. Penelitian terkini menunjukkan sleep apnea meningkatkan risiko kematian dini pada orang dewasa dan manula. Hal ini terjadi karena penderita sleep apnea mengalami gangguan sumbatan pernapasan saat tidur hingga bisa terjadi henti napas. Gejala ganggun ini yang paling mudah dikenali adalah tidur mendengkur.
Menurut hasil penelitian yang dilakukan Dr.Naresh Punjabi, dari John Hopkins University School of Medicine, Baltimore, AS, gangguan tidur ini meningkatkan risiko kematian hingga 40 persen. Sleep apnea menyebabkan jumlah oksigen yang beredar dalam tubuh berkurang sehingga jantung bekerja lebih keras. Hal ini jika berlangsung berkepanjangan bisa memicu serangan jantung atau stroke.
Penderita sleep apnea seringkali tidak menyadari gangguan tidur ini. Akibatnya, meski sudah merasa tidur lama, namun saat bangun tidak merasa segar dan mengantuk di siang hari. Jika Anda sering mengalami keluhan ini, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. (adi)
Last edited by gitahafas on Mon Aug 23, 2010 12:50 pm; edited 7 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Thu Apr 22, 2010 3:41 pm | |
| SERANGAN JANTUNG SAAT TIDUR Merry Wahyuningsih - detikHealth - Minggu, 11/04/2010 16:33 WIB Jakarta, Serangan jantung tak hanya terjadi saat terkejut, terlalu lelah atau terlalu stres. Banyak juga kasus serangan jantung saat sedang tertidur pulas. Seringkali kasusnya terlambat diketahui sehingga mengakibatkan kematian saat tidur. Biasanya jantung rileks pada saat tidur, penurunan jantung sampai pada level rendah dan rileks, sama halnya dengan tekanan darah. Namun, serangan jantung pada saat tidur mungkin saja terjadi. Pada kebanyakan kasus, orang akan terbangun karena rasa sakit. Tapi beberapa orang malah sulit terbangun sehingga orang disekitarnya tidak tahu apa yang terjadi.
Penyebab tertinggi orang tidur lalu meninggal terkena serangan jantung adalah mendengkur (ngorok) dan sleep apnea (berhenti bernapas saat tidur). Seperti dilansir dari NHS, mendengkur berat dapat meningkatkan risiko serangan jantung pada saat tidur. Mendengkur dapat menyebabkan perubahan hormon, meningkatkan tekanan darah dan saraf, hal inilah yang memicu serangan jantung saat tidur. Saluran napas saat tidur akan menyempit. Nah, pada orang-orang yang mendengkur atau sleep apnea kondisinya berisiko memburuk. Jalan napas akan menyempit atau menjadi terhambat, upaya si penderita mengambil napas tidak berhasil. Akibatnya tingkat oksigen dalam darah menurun sebagai akibat gagal pernapasan. Pada saat jumlah oksigen mencapai otak menurun, sinyal otak memerintahkan tubuh untuk bangun dan mengambil napas tapi si penderita akan kesulitan bangun sehingga tidak ada asupan oksigen dan si penderita bisa meninggal.
Seperti dilansir dari Livestrong, Minggu (11/4/2010), gejala-gejala serangan jantung saat tidur dapat diketahui sebagai berikut: 1. Detak jantung cepat dan tidak teratur Bangun dengan detak jantung yang cepat dan tidak teratur bisa jadi tanda serangan jantung atau penyakit jantung koroner, yang merupakan kondisi medis serius yang menyebabkan serangan jantung. Bila Anda mengalami detak jantung tidak teratur selama lebih dari lima menit, segeralah cari pertolongan darurat. Atau juga direkomendasikan mengunyah aspirin selama tidak memiliki sensitivitas terhadap obat ini.
2. Gangguan tidur Gangguan tidur dilaporkan juga sebagai gejala dari pendekatan serangan jantung, yang juga disebut myocardial infarction (serangan jatung myokardial). Gelisah, bolak-balik dan ketidakmampuan untuk benar-benar tertidur ditekankan pada wanita sampai satu bulan sebelum serangan jantung pertama. Tanda ini juga dilengkapi dengan kelelahan di siang hari, yang dapat menjadi tanda yang berguna, karena banyak orang tidak ingat mengalami gangguan tidur pada malam hari.
3. Berkeringat malam Terbangun dengan keringat dingin dapat menunjukkan serangan jantung. Banyak serangan jantung terjadi saat bangun karena pelepasan biokimia ke dalam aliran darah untuk mempersiapkan tubuh bertindak. Berkeringat selama tidur tidak selalu menunjukkan masalah, tapi keringat berlebihan mengharuskan Anda mengganti pakaian tidur atau sprei.
4. Sakit di dada Sakit di dada mungkin gejala yang paling mudah dikenali pada myocardial infarction, tetapi bukan yang paling umum. Sesak napas, nyeri di dada, dan rasa sakit yang menyiksa dapat terjadi pada saat tidur atau setelah bangun. Nyeri dada ringan mungkin yang paling berbahaya dari semua gejala di atas, karena orang sering mengabaikannya. Menurut National Institutes of Health, serangan jantung dapat berupa gejala ringan atau bahkan tanpa gejala sama sekali, yang disebut dengan "serangan jantung diam".
5. Sakit di badan Beberapa pasien serangan jantung bangun dengan rasa sakit atau ketidaknyamanan pada lengan, leher, perut, dan punggung. Menurut National Heart Lung and Blood Institute, gejala ini biasanya muncul dan hilang, dan mungkin juga mengalami nyeri kecil yang mengganggu. Segera cari pertolongan jika saat tidur mengalami gejala-gejala itu, jangan sampai meremehkan gejala tersebut yang membuat orang bisa meninggal terkena serangan jantung saat tidur.(mer/ir)
Last edited by gitahafas on Mon Aug 23, 2010 12:53 pm; edited 8 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Thu Apr 22, 2010 3:48 pm | |
| NONTON ACARA OLAHRAGA PICU SERANGAN JANTUNG Rabu, 18/11/2009 08:40 WIB Nurul Ulfah - detikHealth Orlando, Menonton pertandingan olahraga seperti sepak bola bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung. Peneliti dari China menemukan beberapa pria yang terkena serangan jantung saat menonton pertandingan olahraga. Menurut para peneliti, penyebab serangan jantung selama menonton pertandingan olahraga adalah berkurangnya aliran darah ke jantung. Sebanyak 38 pria yang mengikuti studi itu teridentifikasi mengalami serangan jantung saat menyaksikan pertandingan olahraga, baik secara langsung maupun dari siaran televisi.
Selama partisipan menonton pertandingan, aliran darah di pembuluh koroner mereka dipantau dan dianalisis menggunakan alat electrocardiography (EKG) kontinyu untuk mengetahui tingkat kelancaran aliran darah ke jantung. Tekanan darah pun terus dipantau selama jalannya pertandingan. "Secara keseluruhan, aliran darah ke jantung cukup stabil, tapi ketika ada bagian yang membuat pria sangat tertarik dan antusias, tekanan darahnya naik dengan sangat cepat dan kumpulan sel-sel darahnya meningkat yang mengakibatkan hambatan dan membol jalannya darah ke jantung.
"Faktor itulah yang memicu serangan jantung," ujar seorang peneliti, seperti dikutip dari Health, Rabu (18/11/2009). Untuk itu, peneliti menyarankan agar pria bisa mengontrol emosinya saat menonton pertandingan olahraga agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Studi ini dipublikasikan dalam The American Heart association’s di Orlando
Last edited by gitahafas on Mon Aug 23, 2010 2:43 pm; edited 6 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Thu Apr 22, 2010 3:53 pm | |
| BERAPA JUMLAH DENYUT JANTUNG NORMAL? Senin, 29/03/2010 13:50 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Jantung adalah organ vital dan merupakan pertahanan terakhir untuk hidup selain otak. Denyut yang ada di jantung ini tidak bisa dikendalikan oleh manusia. Berapa sebenarnya jumlah rata-rata denyut jantung yang normal? Denyut jantung biasanya mengacu pada jumlah waktu yang dibutuhkan oleh detak jantung per satuan waktu, secara umum direpresentasikan sebagai bpm (beats per minute).
Denyut jantung yang optimal untuk setiap individu berbeda-beda tergantung pada kapan waktu mengukur detak jantung tersebut (saat istirahat atau setelah berolahraga). Variasi dalam detak jantung sesuai dengan jumlah oksigen yang diperlukan oleh tubuh saat itu. Detak jantung atau juga dikenal dengan denyut nadi adalah tanda penting dalam bidang medis yang bermanfaat untuk mengevaluasi dengan cepat kesehatan atau mengetahui kebugaran seseorang secara umum.
"Pada orang dewasa yang sehat, saat sedang istirahat maka denyut jantung yang normal adalah sekitar 60-100 denyut per menit (bpm). Jika didapatkan denyut jantung yang lebih rendah saat sedang istirahat, pada umumnya menunjukkan fungsi jantung yang lebih efisien dan lebih baik kebugaran kardiovaskularnya," ujar Edward R. Laskowski, M.D, seorang physical medicine and rehabilitation specialist, seperti dikutip dari Mayo Clinic, Senin (29/3/2010) Laskowski menambahkan ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi jumlah denyut jantung seseorang, yaitu aktivitas fisik atau tingkat kebugaran seseorang, suhu udara disekitar, posisi tubuh (berbaring atau berdiri), tingkat emosi, ukuran tubuh serta obat yang sedang dikonsumsi.
Setiap orang bisa mengukur denyut jantungnya sendiri tanpa perlu menggunakan stetoskop. Untuk mengukur denyut jantung di rumah bisa dengan cara memeriksa denyut nadi. Tempatkan jari telunjuk dan jari tengah pada pergelangan tangan atau tiga jari pada sisi leher. Saat merasakan denyut nadi, lihatlah jam untuk mneghitung jumlah denyut selama 15 detik. Hasil yang didapatkan di kalikan empat, maka didapatkan jumlah denyut jantung Anda per menit.
"Meskipun jumlah denyut bervariasi, tapi denyut yang terlalu tinggi atau rendah dapat menunjukkan adanya masalah yang mendasar. Konsultasikan ke dokter jika denyut Anda secara konsisten di atas 100 bpm (tachycardia) atau di bawah 60 bpm (Bradycardia), terutama jika disertai gejala lain seperti pusing, sesak napas atau sering pingsan," ungkapnya. Denyut jantung seseorang juga dipengaruhi oleh usia dan aktivitasnya. Olahraga atau aktivitas fisik dapat meningkatkan jumlah denyut jantung, namun jika jumlahnya terlalu berlebihan atau di luar batas sehat dapat menimbulkan bahaya.
Untuk mendapatkan nilai denyut jantung maksimal dilakukan dengan cara mengurangi angka 220 dengan usia. Misal usianya 40 tahun, maka jumlah maksimalnya adalah 180 bpm. Dengan melakukan tes sederhana tersebut, seseorang bisa mengetahui apakah denyut jantunya normal atau tidak. Hal ini juga berguna sebagai diagnosis awal ada atau tidaknya gangguan kardiovaskuler.
Last edited by gitahafas on Mon Aug 23, 2010 3:46 pm; edited 8 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 12087 Age: 53 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs Thu Apr 22, 2010 4:02 pm | |
| NYERI ULUHATI MUNGKIN SERANGAN JANTUNG Jumat, 21 Mei 2010 | 11:38 WIB Kompas.com - Serangan jantung seringkali digambarkan sebagai nyeri dada yang hebat, napas sesak, atau mendadak pingsan. Padahal, rasa sakit akibat serangan jantung bervariasi pada setiap orang. Tak sedikit pasien jantung yang awalnya mengira gejala yang dirasakannya adalah sakit maag. Hal itu dialami oleh Sjachrul (53) yang masuk ke unit gawat darurat RS.Pondok Indah Jakarta beberapa waktu lalu karena merasakan nyeri hebat di bagian ulu hatinya setelah sebelumnya mengalami muntah di rumah. "Saya kira saya terkena sakit maag, namun yang sedikit berbeda adalah keringat dingin mengucur dengan deras," katanya. Karenanya ia sangat terkejut ketika oleh dokter ia dinyatakan menderita serangan jantung. "Hasil pemeriksaan menunjukkan ada sumbatan di bilik kanan jantung saya," papar pecandu rokok berat ini. Oleh dokter, penyumbatan yang dialaminya diatasi dengan pemasangan stent.
Menurut penjelasan dr.Taufik Arifin Pohan, SpJP dari RS.Pondok Indah, sekitar 30 persen serangan jantung memiliki mirip dengan gejala sakit maag. "Gejala jantung juga dapat menimbulkan nyeri di ulu hati. Karena itu, perlu dipikirkan pemeriksaan jantung jika obat maag yang selama ini dikonsumsi tidak memberi kesembuhan," paparnya. Penyempitan pembuluh darah juga bisa menimbulkan gejala keringat dingin. Penyempitan arteri akan membuat tubuh beradaptasi dengan menyetel dirinya dalam posisi siaga, yang salah satu tandanya adalah dengan mengeluarkan keringat dingin.
Serangan jantung menimbulkan kerusakan pada otot jantung karena kehilangan pasokan darah. Biasanya hal itu terjadi ketika bekuan darah menyumbat aliran darah di arteri koroner. Semakin cepat Anda ke rumah sakit, semakin banyak yang bisa dilakukan untuk membatasi kerusakan otot jantung. Nyeri berupa serangan jantung akibat penyempitan maupun pembuntuan arteri koroner bersifat mendadak, terasa seperti mencengkeram, menekan, meremas, ataupun rasa terbakar. Kadang digambarkan seperti ditimpa benda berat, atau layaknya diikat oleh seutas tali di seputar dada. Serangan nyeri yang sangat khas tersebut sering disebut Angina.
Last edited by gitahafas on Mon Aug 23, 2010 12:52 pm; edited 8 times in total |
|  | | | | Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs | |
|
Similar topics |  |
|
| | Permissions in this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |