Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1 ... 6 ... 8, 9, 10 ... 28 ... 47  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Fri Jul 30, 2010 4:07 pm

PASIEN SERANGAN JANTUNG BISA TERTOLONG LEBIH CEPAT
Kamis, 27/08/2009 10:52 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Saat ini banyak pasien penyakit jantung yang gagal mendapatkan pertolongan, karena lamanya proses diagnosis yang harus dilakukan. Kini ditemukan cara baru untuk bisa mendeteksi serangan jantung lebih cepat dan lebih akurat dengan menggunakan pemeriksaan ultrasensitif troponin dalam darah. Tes darah dengan detektor ultrasensitif terbaru bisa dengan cepat mendeteksi ketika ada otot jantung yang hampir mati akibat serangan jantung, meskipun saat pasien baru memasuki ruang gawat darurat.

Jika menggunakan tes yang terdahulu, membutuhkan waktu berjam-jam untuk mengetahui kadar zat kimia troponin jantung di dalam darah sehingga memperlambat diagnosis dan pertolongan. Tapi dengan tes terbaru pengukuran bisa bekerja lebih cepat dan lebih akurat. Dengan menggunakan tes yang lebih cepat maka bisa menyelamatkan nyawa seseorang, menghemat uang dan membantu dokter untuk cepat memutuskan tindakan jika pasien yang mengalami serangan jantung tidak menunjukkan gejala apapun. "Penghematan uang ini dihubungkan dengan lebih cepatnya proses diagnosis dan keakuratannya yang merupakan indikator penting dalam pemeriksaan," ujar Dr. Tobias Reichlin dari University Hospital Basel di Switzerland yang melaporkan dalam New England Journal of Medicine, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (27/8/2009).

Pemeriksaan sebelumnya menggunakan elektrokardiogram, yang mengukur aktivitas elektrik dari jantung dan tes troponin jantung yang akan melepaskan suatu protein ke jantung dan merupakan pemeriksaan terbaik untuk serangan jantung. Tapi hal ini membutuhkan waktu yang lama agar bisa mendapatkan kadar troponin dalam darah yang cukup untuk diukur. Dengan pemeriksaan terbaru ini, didesain generasi terbaru untuk deteksi troponin dengan menggunakan detektor ultra sensitif sehingga bisa lebih cepat dideteksi. Peneliti melakukan penelitian terhadap 718 pasien, dan menemukan bahwa pasien yang diperiksa dengan menggunakan deteksi ultrasensitif troponin lebih terdeteksi dengan cepat dan bisa segera diberikan pertolongan.

"Pemeriksaan ini bisa dikembangkan lebih luas lagi untuk diagnosis awal mengenai myocardial infarction akut, terutama untuk pasien yang sering memiliki keluhan dengan sakit dada," ujarnya. Dengan pemeriksaan yang menggunakan deteksi ultrasensitif untuk troponin, diharapkan akan banyak pasien penyakit jantung yang bisa ditolong. Karena dengan lebih akuratnya pemeriksaan dalam diagnosis sehingga dokter bisa memberikan pertolongan yang lebih cepat untuk pasien.


Last edited by gitahafas on Thu Sep 30, 2010 7:41 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Wed Aug 04, 2010 10:40 am

WAKTU KRITIS SERANGAN JANTUNG
Kamis, 19/11/2009 15:20 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Serangan jantung bisa terjadi kapan dan dimana pun, bahkan saat orang tersebut sedang duduk santai atau berjalan-jalan. Banyak orang yang meninggal karena terlambat memberikan pertolongan. Untuk itu, sebaiknya ketahui dengan pasti berapa lama waktu yang tersedia untuk melakukan pertolongan terhadap pasien serangan jantung. "Waktu kritis (time window) yang dimiliki oleh pasien serangan jantung untuk segera diberikan pertolongan adalah 90 sampai 120 menit setelah serangan terjadi,' ujar Prof. Dr. dr Teguh Santoso, SpPD, KKV, SpJP, FIHA, FACC, FESC dalam acara seminar pengobatan penyakit jantung koroner dengan teknik 'Sequent Please', di RS Medistra, Jakarta, Kamis (19/11/2009).

Teguh mengungkapkan waktu tersebut sudah termasuk perjalanan dari rumah ke rumah sakit, jalan macet hingga memutuskan pertolongan apa yang harus diambil terhadap pasien. Keberhasilan dari pertolongan serangan jantung ini juga tergantung dari berapa banyak daerah yang mengalami penyumbatan. Semakin sedikit daerah yang tersumbat maka kemungkinan sembuhnya lebih besar. "Untuk pertolongan pertama pasien serangan jantung bisa dibantu dengan memberikan obat aspirin secara dikunyah, karena obat ini akan bekerja lebih cepat. Aspirin ini berguna untuk membantu mengencerkan darah," ungkap Teguh. Penyakit jantung koroner atau serangan jantung merupakan penyakit yang paling banyak mengakibatkan kematian mendadak. Menurut data WHO hingga tahun 2008, penyakit jantung koroner masih menjadi penyebab kematian utama yaitu sebesar 12,2 persen atau sekitar 7,2 juta kematian di seluruh dunia.

Serangan jantung itu sendiri disebabkan oleh adanya aterosklerosis yaitu pengerasan pembuluh darah karena adanya kerak yang menempel. Kerak tersebut makin lama makin menumpuk yang bisa menyumbat saluran pembuluh darah koroner sehingga mengakibatkan orang menjadi cepat capek dan sesak nafas. "Pasien yang mengalami serangan jantung biasanya merasakan nyeri di sekitar tulang dada bagian tengah dan rasa nyerinya ini menjalar hingga ke leher dan lengan sebelah kiri," ujar pakar kardiologi intervensi dan penyakit dalam ini.

Nyeri dada akibat berkurangnya aliran darah bisa sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Berbagai penelitian menunjukkan nyeri dada pada serangan jantung bisa mengakibatkan beberapa organ dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik. Serangan jantung yang bisa mengakibatkan kematian mendadak biasanya disebabkan oleh tertutupnya pembuluh darah secara total. Rata-rata pasien serangan jantung yang meninggal oleh keterlambatan pertolongan, beratnya serangan yang terjadi dan masalah kemampuan pasien untuk operasi.


Last edited by gitahafas on Thu Sep 30, 2010 7:42 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Thu Aug 05, 2010 10:47 pm

PENGOBATAN BARU UNTUK PJK
Kamis, 19/11/2009 16:23 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Selama ini orang hanya tahu pengobatan untuk jantung koroner adalah dengan cara operasi by-pass, menggunakan stent (cincin kawat) dan balon. Tapi kini ada alternatif lain yaitu dengan melakukan balon yang di dalamnya ada obat (drug eluted baloon/DEB). Pada intinya semua pengobatan yang ada untuk jantung koroner berfungsi untuk memperlebar jalur arteri (pembuluh darah) sehingga aliran darah bisa kembali lancar. Dengan metode DEB, maka pembuluh darah bisa melebar kembali dengan bantuan balon dan obat (paclitaxel) yang terkandung di dalamnya, obat ini akan terserap dengan cepat dan mencegah timbulnya kerak baru. "Angka kekambuhan jika menggunakan balon saja sebesar 30 sampai 50 persen, dengan menggunakan stent sebesar 15 sampai 20 persen sedangkan jika menggunakan DEB maka angka kekambuhannya hanya 1 digit sekitar 5 persen saja," ujar Prof. Dr. dr Teguh Santoso, SpPD, KKV, SpJP, FIHA, FACC, FESC dalam acara seminar pengobatan penyakit jantung koroner dengan teknik 'Sequent Please', di RS Medistra, Jakarta, Kamis (19/11/2009).

Jika menggunakan DEB, balon yang dimasukkan dengan menggunakan kateter akan mengembang selama 30 detik di daerah pembuluh darah yang menyempit lalu obat yang ada di dalamnya akan meresap ke pembuluh darah. Dalam waktu 10 detik obat akan terdistribusi di pembuluh darah. Teknik ini tidak menimbulkan efek samping ataupun peradangan dan obat pengencer darah yang harus dikonsumsi pasien hanya 3 bulan saja. "Jika menggunakan stent, waktu rilisnya lama dan dosis obat yang digunakan sedikit. Sedangkan dengan DEB waktu yang butuhkan lebih cepat dan dosis obatnya bisa lebih besar," ujar Martin Unverdorben, Medical Doctor dan Corporate Vice President Scientific Affairs BBraun.

Teguh mengungkapkan di Asia kasus yang banyak terjadi adalah adanya penyumbatan pembuluh darah kecil dan untuk mengatasinya paling efektif jika menggunakan teknik DEB. Karena stent terkecil berukuran 2,25 mm saja dan tidak bisa menjangkau semua daerah pembuluh darah seperti percabangan atau daerah pembuluh darah yang panjang. Selain itu jika menggunakan stent tidak semua bagian terpapar obat, seperti pada celah-celah stent tidak terdapat obat sehingga memungkinkan timbulnya kerak kembali. Sedangkan pada DEB distribusi obat merata dan tidak meninggalkan apapun di dalam pembuluh darah sehingga mencegah terjadinya trombosis (pembekuan darah).

"Biasanya jika setelah 6 bulan semua berjalan dengan baik dan tidak ada masalah, maka seterusnya juga akan tetap baik," ujar dokter yang mendapat gelar Doktor dan Profesor dari FKUI ini. Pengobatan untuk penyakit jantung koroner bersifat 'spot treatment', artinya semua pasien yang telah mendapatkan pengobatan harus melakukan perubahan gaya hidup atau perilakunya agar tidak terjadi penyempitan kembali di tempat lain. Salah satunya adalah dengan berhenti merokok, karena penderita jantung koroner di bawah usia 40 tahun hampir semuanya adalah perokok.


Last edited by gitahafas on Thu Sep 30, 2010 7:43 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Thu Aug 05, 2010 10:51 pm

TERAPI PENDINGINAN UNTUK SERANGAN JANTUNG
Jumat, 27/08/2010 10:33 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Philadelphia, Pertolongan untuk orang yang terkena serangan jantung selama ini melalui alat kejut jantung. Tapi kini ada teknik baru yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan pasien serangan jantung melalui terapi pendinginan. Teknik ini pernah dilakukan pada Ed Sproull. Pada bulan Maret 2010, Sproull (58 tahun) berangkat kerja dalam kondisi sehat tapi tiba-tiba ia jatuh terduduk tanpa suara. Sebelumnya ia tidak menunjukkan adanya rasa sakit atau perasaan tidak nyaman, namun tanpa disadari ia telah berada pada kondisi antara hidup dan mati karena mengalami electric anarchy, yaitu tidak mampu lagi memompa darah keluar.

Kurang dari 15 menit petugas medis datang untuk memberikan pertolongan pada Sproull, segera ia merobek baju Sproull dan menempelkan elektroda dari automated external defibrillator (AED) di dada Sproull. Hal ini untuk membantu jantung Sproull agar bisa kembali berdetak normal. Namun tetap saja ia berada dalam kondisi koma dan nyaris tak bernapas. Jika ia berhasil sampai rumah sakit dalam keadaan hidup, maka ada kemungkinan otaknya sudah mengalami kerusakan parah. Sebagian besar orang yang mengalami serangan jantung sulit untuk diselamatkan. Bahkan jika detak jantungnya bisa dikembalikan lagi, beberapa orang diantaranya harus mengalami cedera otak yang mengakibatkan kelumpuhan.

Namun kini para ahli menemukan metode baru yaitu melalui prosedur hipotermia terapeutik (therapeutic hypothermia) yaitu pendinginan tubuh.
Dalam prosedur ini pasien akan didinginkan pada suhu sekitar 6 derajat fahrenheit (minus 14 derajat celcius) dengan menggunakan infus cairan dingin, selimut pendingin atau kemasan es dan tunggu selama 24 jam. Setelah itu tubuh pasien akan dihangatkan kembali secara perlahan-lahan. Prosedur ini merupakan satu-satunya terapi yang telah terbukti bisa melindungi otak setelah seseorang terkena serangan jantung. Pada tahun 2009, sebuah analisis studi menunjukkan hal ini dapat meningkatkan kemungkinan seseorang bertahan hidup dengan fungsi otak yang utuh atau setidaknya lebih dari setengahnya.

"Kami mendorong orang yang berada di zona abu-abu untuk bisa kembali lagi. Kemungkinan ada ribuan orang yang akhirnya mengalami kerusakan otak parah karena tidak memiliki akses ke perawatan ini," ujar Dr Benjamin Abella dari Center for Resuscitation Science di University of Pennsylvania, Philadelphia, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (27/8/2010). Ketika seseorang mengalami serangan jantung, maka sirkulasi darah dan oksigen akan berhenti dan organ yang pertama kali membutuhkan oksigen adalah otak. Pada kondisi tersebut, sel-sel sulit bekerja dengan baik tapi justru bisa meracuni tubuh. "Satu hal yang bisa memberikan efek menguntungkan dari setiap proses ini adalah mendinginkan jaringan," ujar Dr Stephan A. Mayer, seorang ahli pendinginan dan neurologis di Columbia University, New York.

Saat itu Sproull dibawa ke ruang gawat darurat, lalu ia dibungkus dalam kantong dan selimut es, kemudian dialirkan fluida (cairan) dingin. Selain itu juga diberikan penenang dan relaksasi otot untuk memastikan bahwa ia tidak akan menggigil dan mulai menghangatkan kembali. Mesin pendingin ini akan bekerja seperti pendingin ruangan (air conditioner/AC), yaitu sirkulasi air dingin melalui selimut yang melilit pasien. Sementara itu temperatur tubuh pasien selalu dipantau dengan menggunakan termometer dan menjaga suhunya agar tetap berada dalam batas-batas yang ketat. Hipotermia terapeutik ini telah benar-benar mengubah paradigma terhadap proses perawatan untuk serangan jantung. Hal ini bisa menjadi salah satu cara agar berusaha lebih keras dan tidak mudah menyerah.


Last edited by gitahafas on Thu Sep 30, 2010 7:46 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Tue Aug 10, 2010 6:00 am

PENDEKATAN PSIKOLOGIS BANTU PENYEMBUHAN PENYAKIT JANTUNG
Monday, 27 September 2010 Seputar Indonesia
Kejadian, manifestasi gejala, dan perkembangan penyakit jantung dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis.Untuk itu juga, penyakit jantung bisa disembuhkan dengan pendekatan psikologis. Ahli kejiwaan dari Rumah Sakit Omni Hospital Alam Sutera Tangerang, dr Andri SpKJ mengatakan, terdapat beberapa konsep dasar hubungan psikologis dan penyakit jantung.Pertama, pasien yang mengalami serangan jantung pertama kali kebanyakan akan menyangkal bahwa gejala mereka adalah gejala sakit jantung. Kedua, depresi dan tekanan emosional yang sifatnya segera dapat memicu gejala-gejala jantung yang segera,pada beberapa kasus bertanggung jawab terhadap kematian mendadak dari pasien itu.

Ketiga, gangguan panik sering kali salah diagnosis sebagai penyakit jantung yang membuat pasien mengeluarkan dana yang besar untuk pemeriksaan sampai dasar penyakitnya yaitu gangguan panik diketahui. Dan yang terakhir delirium adalah komplikasi gangguan psikiatri yang paling sering didapatkan dari pembedahan jantung secara Bypass. “Hubungan antara depresi dan penyakit jantung bisa dilihat dari beberapa hal,” ujar dokter Andri yang juga Penanggung Jawab Klinik Psikosomatik di RS Omni Internasional.

Masih dikatakan oleh Andri, hubungan tersebut, yaitu pasien dengan riwayat depresi yang sering muncul mempunyai peningkatan rata-rata risiko kematian 4 sampai 5 kali setelah infark miokardium daripada yang tidak depresi. Depresi merupakan faktor risiko yang tersendiri (independen) untuk penyakit jantung koroner pada laki-laki maupun wanita ketika semua faktor risiko jantung yang lain dapat dikontrol. Depresi setelah infark miokard berhubungan dengan timbulnya infark kembali dan kematian. Depresi dapat menyebabkan kematian tiba-tiba lewat kerja pada saraf vagus, yang berhubungan dengan detak jantung. Depresi menyebabkan penurunan suatu zat dalam tubuh yang dinamakan serotonin.

Penurunan kadar serotonin ini berhubungan dengan perubahan perlengketan platelet. Hal ini membuat orang yang depresi mempunyai kecenderungan plateletnya lengket di pembuluh darah (jantung). ”Melihat hubungan yang sangat erat antara faktor psikologis dan penyakit jantung, maka jangan segan-segan untuk berkonsultasi dengan psikiater bidang psikosomatik yang banyak berhubungan dengan kasus-kasus demikian,”sarannya.

Andri menuturkan, dengan penanganan stres dan depresi pada pasien jantung yang tepat, maka penanganan penyakit jantung pun akan semakin baik dan kualitas hidup pasien akan semakin meningkat. Dukungan keluarga sangat diperlukan.


Last edited by gitahafas on Thu Sep 30, 2010 7:45 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Thu Aug 12, 2010 2:45 pm

DIET DASH HADANG SERANGAN JANTUNG
Rabu, 1 September 2010 | 12:07 WIB
Kompas.com - Bagi Anda penderita tekanan darah tinggi yang ingin menghindari serangan jantung bisa mengadopsi diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) yang lebih mengutamakan konsumsi sayur dan buah serta mengurangi asupan lemak jenuh. Diet DASH didasarkan pada hitungan 2000 kalori per hari. Pola makan yang dijalani ini kaya buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian utuh dan produk susu rendah lemak. Pertimbangkan pula asupan garam sekitar satu sendok teh tiap hari. Jumlah garam ini sudah termasuk seluruh garam yang dikonsumsi, yang digunakan saat memasak dan yang ditambahkan ketika makanan siap disantap. Dalam penelitian yang dilakukan para ahli dari Johns Hopkins University diketahui diet DASH ini bisa mengurangi risiko serangan jantung hingga 20 persen, terutama pada pasien tekanan darah tinggi. Seperti diketahui, hipertensi merupakan salah satu faktor risiko serangan jantung, stroke dan penyakit ginjal.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memulai diet DASH.
- Tambahkan porsi sayur pada saat makan siang dan makan malam hingga 4-5 porsi per hari. Begitu juga dengan kacang-kacangan, penuhi 4-5 porsi heri.

- Tambahkan porsi buah pada makanan atau jadikan buah sebagai camilan, sebanyak 4-5 porsi per hari. Buah kering atau buah kaleng bisa digunakan karena penyajiannya lebih mudah.

- Gunakan mentega, margarin, atau saus salad setengahnya saja. Gunakan bahan rendah lemak atau tanpa lemak.

- Daripada menyantap kudapan tinggi garam seperti keripik, lebih baik konsumsi kismis, yogurt rendah lemak, atau yogurt beku.

- Batasi daging hingga 180 gram per hari atau daging, unggas dan ikan sebanyak 2 porsi atau kurang per harinya. Sebagai gantinya, cobalah menyantap makanan vegetarian.


Last edited by gitahafas on Thu Sep 30, 2010 7:34 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Fri Aug 13, 2010 11:56 am

4 JENIS OLAHRAGA YANG BAIK UNTUK JANTUNG SEHAT
Rabu, 30/06/2010 07:53 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Olahraga sederhana yang dilakukan secara signifikan dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya. Setidaknya ada 4 jenis olahraga yang membuat jantung sehat. Apa saja? Latihan kardiovaskular adalah bentuk kegiatan yang meningkatkan pernapasan dan denyut jantung. Olahraga ini pada dasarnya menantang jantung untuk bekerja lebih keras dan menjadi lebih kuat. Olahraga kardiovaskular akan memperbaiki cara tubuh menggunakan oksigen. Ini akan membuat jantung lebih kuat dan lebih efisien dalam memompa darah ke tubuh. Seperti dilansir dari Sheknow, Rabu (30/6/2010), empat olahraga kardiovaskular terbaik untuk meningkatkan kesehatan jantung adalah sebagai berikut:

1. Jalan cepat
Tubuh manusia dilahirkan untuk berjalan. Jalan cepat adalah cara alami untuk meningkatkan kebugaran tubuh, terutama jantung. Selain itu, jalan cepat bekerja lebih baik untuk orang dengan gemuk atau overweight. Hal ini karena jalan cepat dapat membantu mengurangi lemak otot di area dekat sendi.

2. Lari
Meski lebih menantang ketimbang jalan, lari adalah aktifitas fisik jantung sehat yang mudah untuk dilakukan. Selain itu, lari juga merupakan salah satu cara terbaik unutk membakar kalori. Dengan begitu, ketika Anda sedang berusaha menurunkan berat badan, ada bonus lain yaitu kesehatan jantung.

3. Berenang
Kolam renang bisa jadi merupakan tempat terbaik untuk bermalas-malasan sambil mengapung, tapi air di kolam renang bisa menjadi tantangan kebugaran tubuh. Berenang atau olahraga air lain tidak hanya akan meningkatkan denyut jantung dan meningkatkan kesehatan jantung, air memberikan resistensi multi-arah yang akan meningkatkan kekuatan otot dan suara.

4. Bersepeda
Aktivitas kardiovaskular lain yang mudah adalah bersepeda. Dengan bersepeda, Anda bisa jalan-jalan keliling komplek rumah atau taman sambil meningkatkan kesehatan jantung, membangun kekuatan dan mengencangkan tubuh.


Last edited by gitahafas on Thu Sep 30, 2010 7:35 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Fri Aug 13, 2010 11:57 am

10 KOMPONEN DARAH PERTANDA RISIKO SERANGAN JANTUNG
Rabu, 10/11/2010 08:01 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Bagi dokter jantung, darah ibarat bola kristal yang selalu bisa meramalkan risiko serangan jantung pada pasiennya. Selain dari tekanan darah, risiko tersebut juga bisa dilihat dari kadar komponen-komponen di dalamnya. Darah yang kotor bisa menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah, sehingga aliran darah terhambat. Penyumbatan itu bisa menyebabkan kegagalan fungsi jantung, bahkan juga bisa memicu stroke jika terjadi pada aliran darah ke otak. Dikutip dari AskMen, Rabu (10/11/2010), berikut ini adalah beberapa komponen darah yang bisa meramalkan kondisi kesehatan jantung.

Apolipoprotein B (apo B)
Protein ini merupakan petunjuk kadar LDL atau kolesterol jahat di dalam darah. Kadar LDL yang tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Apolipoprotein E4 (apo E4)
Kemampuan tubuh untuk merespons perubahan pola makan ditunjukan dengan kadar apo E4 di dalam darah. Tes untuk mengukur kadar komponen ini dapat memprediksi risiko serangan jantung yang sebenarnya, lebih akurat dibanding apo B.

Chlamydia pneumoniae
Bakteri ini sebenarnya adalah penyebab utama radang paru-paru atau pneumonia. Namun keberadaannya di dalam darah bisa menunjukkan risiko tinggi untuk mengalami serangan jantung koroner.

C-reactive protein (hs-CRP)
Protein ini merupakan komponen darah yang menunjukkan adanya inflamasi atau radang yang terjadi di pembuluh darah arteri. Dibandingkan kadar LDL, kadar hs-CRP 2 kali lebih akurat memperkirakan risiko serangan jantung.

Fibrinogen
Ketika terjadi luka, komponen ini bertanggung jawab untuk menghentikan darah yang mengucur dengan cara membekukan darah di permukaan luka. Jika ditemukan dalam kadar tinggi di dalam pembuluh darah, besar kemungkinannya untuk terjadi penyumbatan yang memicu stroke atau serangan jantung.

HDL2b
Komponen ini merupakan jenis kolesterol baik (HDL) yang memberikan perlindungan terbaik bagi jantung dengan cara menyingkirkan kolesterol jahat (LDL). Seseorang berada dalam risiko tinggi untuk mengalami serangan jantung jika kadar HDL2b di dalam darah sangat kecil.

Homocysteine
Merupakan produk sampingan dari metabolisme asam amino yang dihasilkan secara alami di dalam tubuh dan akan dibuang jika sudah tidak dibutuhkan. Apabila kadarnya di dalam darah sangat tinggi, artinya ada gangguan metabolisme yang bisa memicu serangan jantung.

Lipoprotein (a) [Lp(a)]
Keberadaan protein ini di dalam darah menunjukkan peningkatan risiko serangan jantung sebesar 300 persen, bahkan ketika komponen darah lainnya berada dalam level normal.

Small Dense LDL
Merupakan jenis kolesterol jahat (LDL) dengan ukuran paling kecil dan lebih padat dibandingkan LDL yang lain. Seseorang yang memiliki kadar small dese LDL tinggi punya risiko lebih besar untuk mengalami serangan jantung.


Last edited by gitahafas on Sat Dec 18, 2010 2:12 pm; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Sat Aug 14, 2010 11:50 am

CUACA DINGIN PICU SERANGAN JANTUNG
Friday, 13 August 2010 Seputar Indonesia
MUSIM penghujan mulai tiba.Hati-hati jaga stamina tubuh agar tidak mudah sakit.Selain itu,musim hujan bisa meningkatkan potensi serangan penyakit jantung.Sebuah penelitian terbaru membuktikan keterkaitan dua hal tersebut.

Cuaca dingin yang mulai menyelimuti masyarakat kota besar di Indonesia mesti diwaspadai. Hal itu karena cuaca yang dingin ternyata berpengaruh terhadap peningkatan risiko serangan jantung. Penelitian terbaru oleh Fakultas Epidemiologi dan Kesehatan Penduduk, London School of Hygiene & Tropical Medicine, London, Inggris menunjukkan ketika suhu turun 1 derajat Celsius dalam sehari, menaikkan 2% peningkatan penyakit jantung di minggu berikutnya.

Berdasarkan analisis dari catatan medis terkait temperatur udara,dari lebih dari 84.000 pasien serangan jantung yang berlangsung selama tiga tahun antara 2003–2006 di Inggris dan Wales, memperlihatkan bahwa penurunan hanya 1 derajat Celsius (1,8 derajat Fahrenheit) pada satu hari menyebabkan kenaikan 2% kumulatif dalam jumlah serangan jantung pada pekan selanjutnya. ”Dua persen mungkin terdengar kecil,” kata penulis utama studi, Krishnan Bhaskaran, seorang mahasiswa Fakultas Epidemiologi dan Kesehatan Penduduk, London School of Hygiene & Tropical Medicine.

“Tetapi semua orang menghadapi perubahan cuaca dan biasanya serangan jantung dipicu dari hal ini,” lanjutnya seperti dilansir healthday.com. “Jadi,2% ini adalah angka tambahan yang sangat substansial menambah banyaknya penderita penyakit jantung. Sekitar 200 orang per satu derajat terjadi di Inggris, di mana penelitian ini dikendalikan,” terang Bhaskaran.”Apalagi, orang tua dan mereka yang jantungnya bermasalah sangat rentan terhadap efek penurunan suhu,” katanya lagi. Bhaskaran dan rekan-rekannya melaporkan temuan mereka pada edisi online British Medical Journal pada 10 Agustus 2010 ini.

Selain itu, para peneliti menemukan bahwa ada 2% risiko tambahan untuk serangan jantung setelah penurunan 1 derajat Celsius yang berlangsung selama sekitar 28 hari. Dia mengungkapkan bahwa penelitian sebelumnya telah menyebutkan ketika suhu turun, tekanan darah akan naik, sehingga darah lebih tebal dan jantung bekerja lebih keras,suatu urutan peristiwa yang bisa menjelaskan peningkatan risiko. Bhaskaran menekankan bahwa hubungan antara naiknya tingkat kematian dan cuaca dingin adalah sebuah fenomena global.

”Kita tidak bisa mengendalikan cuaca, tapi kita bisa mewaspadainya,” katanya.Bhaskaran menyarankan sejumlah cara dan langkah yang paling tepat untuk meminimalkan risiko menderita penyakit kardiovaskular tersebut. ”Misalnya memakai pakaian hangat, menjaga rumah tetap hangat jika memungkinkan dan membatasi jumlah waktu yang dihabiskan di luar rumah, khususnya saat cuaca sedang dingin,”paparnya. ”Bagi mereka yang telah diresepkan obat-obatan biasa seperti aspirin,untuk mengendalikan risiko masalah jantung, tetaplah jangan lupa untuk mengonsumsinya,” saran Bhaskaran.

Dr Gregg C Fonarow, seorang profesor kardiologi di University of California, Los Angeles,Amerika Serikat, menyatakan temuan ini harus dipahami sesuai dengan konteksnya. Menurut dia, penelitian ini ditengarai dapat memperluas temuan sebelumnya yang menghubungkan penurunan suhu dengan meningkatnya serangan jantung. ”(Penelitian ini) menjelaskan besarnya risiko antara setiap perubahan cuaca di luar rumah dengan tingginya angka serangan jantung,” katanya sambil mengatakan bahwa penelitian ini menguji partisipan yang paling rentan terkena jantung.

Meski begitu, Fonarow tetap melihat risiko serangan jantung terkait dengan suhu dingin amatlah kecil. Konsekuensi kesehatan individu dan masyarakat terkait penyakit kardiovaskular lebih besar akibat merokok,obesitas,aktivitas fisik, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi dan faktor utama lainnya. Diketahui, penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia untuk usia 40–50 tahun.

Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Federasi Jantung Dunia (World Heart Federation) memprediksi bahwa penyakit jantung akan menjadi penyebab utama kematian di negara-negara Asia pada 2010 ini. Banyak faktor risiko yang mengancam seseorang menderita penyakit Jantung, misalnya penyakit tekanan darah tinggi, kolesterol, stres, riwayat keluarga, merokok atau diabetes yang telah parah. Namun, ada juga faktor risiko bawaan seperti orang yang memiliki masalah dengan katup jantung dan juga warisan masalah genetika yang mendorong pengerasan arteri ketika dilahirkan.

Hal yang paling utama untuk mencegah penyakit jantung tentu saja olahraga yang teratur. Porsi latihan rutin minimal tiga kali seminggu dapat membantu membakar lemak yang tertimbun dalam tubuh. Olahraga sedang yang dilakukan secara teratur juga dapat membantu meningkatkan kadar HDL yang baik bagi tubuh. Treadmil selama setengah jam dapat meningkatkan denyut jantung yang optimal. (rendra hanggara)
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Mon Aug 16, 2010 5:58 am

HEART ATTACKS AND DRINKING WARM WATER
This is a very good article. Not only about the warm water after your meal, but about Heart Attacks. The Chinese and Japanese drink hot tea with their meals, not cold water, maybe it is time we adopt their drinking habit while eating.

For those who like to drink cold water, this article is applicable to you. It is nice to have a cup of cold drink after a meal. However, the cold water will solidify the oily stuff that you have just consumed. It will slow down the digestion. Once this 'sludge' reacts with the acid, it will break down and be absorbed by the intestine faster than the solid food. It will line the intestine. Very soon, this will turn into fats and lead to cancer. It is best to drink hot soup or warm water after a meal.

Common Symptoms Of Heart Attack...
A serious note about heart attacks - You should know that not every heart attack symptom is going to be the left arm hurting . Be aware of intense pain in the jaw line.

You may never have the first chest pain during the course of a heart attack.. Nausea and intense sweating are also common symptoms. 60% of people who have a heart attack while they are asleep do not wake up.. Pain in the jaw can wake you from a sound sleep. Let's be careful and be aware. The more we know, the better chance we could survive.
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Mon Aug 16, 2010 6:11 am

MENJAGA JANTUNG TETAP SEHAT
Sunday, 15 August 2010 Seputar Indonesia
SALAH satu cara untuk menjaga jantung tetap sehat adalah dengan menerapkan pola makan sehat. Hindari makanan yang banyak mengandung lemak atau yang mengandung kolesterol tinggi. Seafood memiliki kandungan kolesterol tinggi yang dapat membahayakan jantung. Kurangi menyantap makanan yang digoreng yang banyak mengandung lemak. Sebaliknya,makanan dapat diolah dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang. Sebisa mungkin, produk makanan yang kita makan rendah lemak atau tanpa lemak. Pilih susu,keju, mentega, atau makanan lain yang rendah lemak.

Menggoreng dengan menggunakan minyak zaitun memiliki kandungan lemak yang sedikit sehingga bisa menjadi pilihan bila harus mengolah makanan dengan cara digoreng. Selain menghindari makanan berlemak,hindari juga makanan dengan kandungan gula tinggi seperti soft drink.Jangan pula terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat karena dalam tubuh, karbohidrat akan dipecah menjadi lemak.

Sebaliknya, konsumsi oat atau gandum yang dapat membantu menjaga jantung tetap sehat. Jaga pola makan tidak berlebihan agar terhindar dari kegemukan.Karena seseorang yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 80 cm,berisiko lebih besar terkena penyakit ini. Kebiasaan lain yang sangat buruk bagi jantung adalah merokok. Mengisap rokok sangat tidak baik untuk kesehatan jantung,maka segera hentikan kebiasaan ini agar jantung tetap sehat.

Makin banyak merokok, makin tinggi risiko penyakit jantung. Stres juga menjadi salah satu pemicu serangan jantung. Stres memang sangat sulit dihindari jika hidup di kota besar seperti Jakarta yang dikenal karena kemacetan dan kesibukannya. Saat seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengeluarkan hormon cortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku.

Hormon norepinephrine akan diproduksi tubuh saat menderita stres, yang akan mengakibatkan naiknya tekanan darah.Maka,sangat baik bila Anda menghindari stres baik di kantor atau di rumah. Problem hipertensi atau tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan penyakit jantung. Hipertensi dapat melukai dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak.

Kelebihan berat atau obesitas meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan lemak.Menghindari atau mengobati obesitas atau kegemukan adalah cara utama untuk menghindari diabetes.Diabetes mempercepat penyakit jantung koroner dan meningkatkan risiko serangan jantung. Nahsalahsatucaramudahuntuk menjaga jantung Anda adalah dengan berolahraga secara teratur.

Anda dapat melakukan kegiatan olahraga seperti berjalan kaki,jalan cepat, atau joging. Kegiatan olahraga yang bukan bersifat kompetisi dan tidak terlalu berlebihan dapat menguatkan kerja jantung dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.(rendra hanggara)


Last edited by gitahafas on Wed Jun 15, 2011 8:12 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Wed Aug 18, 2010 12:00 pm

KENAPA MARAH MARAH BIKIN SERANGAN JANTUNG?
Rabu, 18/08/2010 09:55 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jakarta, Orang yang gampang marah-marah biasanya paling rawan kena serangan jantung. Bagaimana prosesnya orang yang marah-marah hingga timbul serangan jantung? Orang pemarah biasanya karena ada sesuatu yang tidak puas dengan keinginannya atau targetnya. Sesekali marah justru baik, tapi jika sedikit-sedikit ketidaksempurnaan sehari-hari ditanggapi dengan marah maka jantung bisa jadi taruhannya.

Orang yang sering marah akan membuat hipotalamus mengeluarkan hormon stres, baik yang adrenalin maupun non-adrenalin. Pengeluaran hormon ini akan memicu peningkatan denyut jantung, peningkatan tekanan darah yang mengakibatkan penebalan dinding arteri dan pembentukan bekuan dalam pembuluh darah, serta aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah arteri).

Pembuluh darah terutama di arteri leher (carotid) yang mengalami penebalan akan menyempit sehingga memicu berbagai masalah jantung dan pembuluh darah.
Penebalan arteri semacam itu biasanya menyertai proses penuaan. Namun menurut penelitian di US National Institute of Aging, orang dengan sifat pemarah cenderung untuk mengalaminya di usia lebih muda.

Peningkatan risiko yang dialami cukup signifikan, yakni mencapai 40 persen dibandingkan orang dengan kepribadian yang menyenangkan. Angka itu didapat setelah disesuaikan dengan faktor risiko yang lain, misalnya merokok. Kecenderungan lain yang teramati adalah bahwa penebalan arteri sebagai dampak dari sifat pemarah lebih banyak dialami oleh wanita. Umumnya penebalan arteri lebih banyak dialami pria, namun wanita pemarah punya risiko yang sama dengan pria yang menyenangkan.

Penelitian ini melibatkan sedikitnya 5.600 partisipan dari 4 desa di wilayah Sardinia, Italia. Para peneliti mengamati dan membuat perbandingan antara kondisi emosional dan kesehatan para partisipan selama kurun waktu 3 tahun. Menurut peneliti, pola hubungan antara emosi dengan kesehatan pembuluh darah ini ini berlaku secara umum di seluruh dunia. Beberapa penelitian serupa dengan skala lebih kecil telah dilakukan dan menunjukkan hasil yang konsisten.

Dr David L Katz, direktur Prevention Research Center at Yale University School of Medicine menanggapi positif penelitian ini. Menurutnya, sifat pemarah merupakan faktor risiko serangan jantung yang bisa disejajarkan dengan hipertensi. "Perkembangan ilmu psycho-immunology mengungkap bahwa status emosional dapat mempengaruhi kondisi hormonal dan syaraf, yang seluruhnya terkait dengan fungsi kekebalan tubuh," ungkap Dr David seperti dikutip dari Healthday, Rabu (18/8/2010).
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Thu Aug 19, 2010 10:29 pm

PERUBAHAN PADA DIET
Perubahan-perubahan diet berikut mungkin bermanfaat dalam menurunkan triglycerides.

1. Mengurangi pemasukan gula anda
Jika anda mempunyai gigi manis, coba terapkan batasan-batasan pada berapa sering dan berapa banyak gula anda konsumsi. Anda dapat memotong pemasukan anda setengah untuk memulai dengannya, dan belanjut memotong kembali dari sana. Ingat untuk membaca label-label untuk memeriksa kandungan gula pada keduanya makanan dan minuman-minuman.

2. Merubah dari putih ke coklat
Jika anda makan nasi, roti, dan pasta putih, ganti ke produk-produk whole wheat. Mungkin memerlukan sedikit waktu untuk membiasakan diri pada perbedaan dalam rasa, namuan usaha ini berharga untuk manfaat-manfaat kesehatan anda. Ada keberagaman dari produk-produk whole wheat di pasaran, jadi bereksperimen sampai anda menemukian satu yang anda paling sukai.

3. Mengganti lemak-lemak
Batasi atau hindari makanan-makanan dengan lemak-lemak jenuh dan trans. Ini termasuk makanan-makanan gorengan, lard, butter, whole milk, ice cream, makanan-makanan yang dipanggang secara komersial, daging-daging, dan keju. Baca label-label nutrisi untuk menentukan apakah lemak-lemak tidak sehat ini hadir. Mengganti ke lemak-lemak monounsaturated dan polyunsaturated. Sumber-sumber yang paling baik dari lemak-lemak ini adalah olive oil, canola oil, kacang-kacang, dan ikan yang berlemak seperti salmon, mackerel, lake trout, sardines, herring, dan albacore tuna. Belajar untuk menginterpretasikan label-label makanan akan membantu anda mengerti jenis-jenis dari lemak dalam makanan yang anda beli dan konsumsi.

Pengobatan
Fibrates (contohnya, gemfibrozil [Lopid] atau fenofibrate [Tricor]) dan niacin adalah obat-obat yang menurunkan keduanya kolesterol dan triglycerides. Keputusan untuk menggunakan obat-obat ini tergantung pada keberagaman faktor-faktor termasuk sejarah medik pasien sebelumnya, obat-obat lain yang diminum, dan faktor-faktor risiko lain untuk atherosclerosis yang mungkin hadir. Penggunaan obat tidak menggantikan diet, olahraga, dan pilihan-pilihan gaya hidup lain yang sehat.

Sumber: Total Kesehatan Anda.com


Last edited by gitahafas on Wed Jun 15, 2011 1:32 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Thu Aug 19, 2010 10:31 pm

SEHATKAN JANTUNG DENGAN CARA NIKMAT
Kamis, 19 Agustus 2010, 12:37 WIB Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti
VIVAnews - Cokelat tak sekadar camilan lezat, namun menyehatkan. Di balik kemampuannya menimbulkan mood menyenangkan, cokelat membantu mengurangi risiko serangan penyakit jantung. Seperti dikutip dari laman Mirror, penelitian ilmiah mengungkap bahwa konsumsi 3-4 batang cokelat setiap minggu dapat mengurangi risiko gagal jantung hingga 32 persen. Cokelat mengandung senyawa flavonoid yang berkhasiat menurunkan tekanan darah. Flavonoid merupakan kelompok antioksidan yang juga ditemukan pada tanaman teh, sayuran, dan anggur merah.

Flavonoid bermanfaat menetralkan efek buruk radikal bebas yang bisa menghancurkan sel-sel dan jaringan tubuh. Senyawa itu juga membantu otot-otot pada pembuluh darah melebar sehingga aliran darah menjadi lancar. Profesor Linda Van Horn dari Northwestern University di Chicago, Amerika Serikat, yang melakukan penelitian tentang cokelat selama sembilan tahun dengan melibatkan 31.823 wanita, mengatakan, cokelat hitam lebih baik daripada cokelat susu atau cokelat putih. Cokelat hitam mengandung antioksidan lebih tinggi.

Brian Buijsse, ahli epidemiologi nutrisi di Universitas Wageningen Belanda, menambahkan bahwa cokelat juga mengandung kalori tinggi. Sebanyak 100 gram cokelat, rata-rata mengandung 500 kalori. Sehingga bila dimakan berlebihan bisa menyebabkan tekanan darah tinggi. Cokelat idealnya dijadikan sebagai makanan sehat menggantikan makanan padat lain seperti makanan ringan untuk mempertahankan energi dan berat badan tetap stabil. "Kita harus memastikan cokelat sebagai bagian diet sehat dan seimbang," kata Buijsee. (pet)
• VIVAnews
Back to top Go down
View user profile Online
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 12087
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs   Thu Aug 19, 2010 10:38 pm

SELUSIN TANDA GANGGUAN JANTUNG
Rabu, 24 November 2010 | 13:55 WIB
KOMPAS.com — Penyakit jantung masih menjadi pembunuh utama di banyak negara, termasuk Indonesia. Menjalankan gaya hidup sehat merupakan cara paling efektif untuk melindungi diri dari penyakit ini. Cara lain adalah waspada jika muncul tanda-tanda gangguan jantung. Apa saja tandanya?

1. Cemas
Serangan jantung bisa menimbulkan rasa cemas atau ketakutan atas kematian. Bahkan, ada yang merasa seperti kiamat sudah datang.

2. Nyeri dada
Memang tak semua nyeri dada menjadi indikasi serangan jantung. Rasa nyeri ini kadang diibaratkan seperti dada yang diduduki gajah.

3. Batuk atau bersin terus-menerus
Ini bisa menjadi simtom gagal jantung sebagai akumulasi cairan di paru-paru.

4. Pusing

5. Kelelahan
Merasa kelelahan sepanjang hari bisa menjadi simtom dari gagal jantung.

6. Mual atau tidak nafsu makan
Sebenarnya bukan hal yang biasa ketika seseorang merasa sakit perut atau muntah saat mendapat serangan jantung. Namun, pembengkakan di bagian perut yang dikaitkan dengan gagal jantung memang dapat mengganggu nafsu makan.

7. Nyeri di bagian tubuh lain
Pada kebanyakan serangan jantung, rasa nyeri dimulai dari dada dan menyebar ke bahu, lengan, siku, punggung, leher, rahang, atau perut. Ada kalanya mereka yang mengalami serangan jantung tidak merasakan nyeri dada. Hanya ada rasa nyeri di daerah tubuh lainnya. Rasa nyeri pun bisa datang dan pergi.

8. Denyut jantung cepat atau tidak beraturan
Saat denyut jantung cepat dan tidak beraturan, apalagi dibarengi rasa lemas, pusing, atau napas pendek, hal itu bisa menjadi tanda serangan jantung, gagal jantung, ataupun aritmia.

9. Sulit bernapas
Ada kalanya seseorang yang mengalami serangan jantung tidak merasakan nyeri atau tekanan di dada, tetapi merasa kesulitan bernapas.

10. Berkeringat
Perlu diwaspadai kalau tiba-tiba Anda berkeringat, padahal sedang duduk diam di kursi.

11. Tubuh bengkak
Gagal jantung bisa menyebabkan cairan terkumpul di dalam tubuh. Akibatnya, terjadi pembengkakan di bagian tubuh, seperti kaki, perut, dan pergelangan kaki.

12. Sangat lemas
Mereka yang mengalami serangan jantung merasakan rasa lemas yang amat sangat. Rasanya mereka tidak bisa memegang selembar kertas di antara jarinya. (GHS/dee)


Last edited by gitahafas on Sat Dec 18, 2010 2:14 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile Online
 

Heart Attack Symptoms and Early Warning Signs

View previous topic View next topic Back to top 
Page 9 of 47Goto page : Previous  1 ... 6 ... 8, 9, 10 ... 28 ... 47  Next

 Similar topics

-
» SdKfz 251/9 early vs. late?
» Atienza Kali-Mass Attack Strategies
» Earthquake Warning For California!!
» What are your worst migraine symptoms?
» The symptoms of Slender Man exposure

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-