Image
 
HomeHome  PortalPortal  GalleryGallery  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  MemberlistMemberlist  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Pengajian Iluni FK'83

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6 ... 19 ... 33  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Pengajian Iluni FK'83   Thu Apr 02, 2009 12:44 pm

Quoting USTAD ALI ALKATIRI

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (Perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat." (QS. Al-Hujurat:10)

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan) , karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain…."(QS. Al.Hujurat:11) .

Rasulullah saw. bersabda, "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, janganlah ia menzhaliminya dan membiarkannya. Barangsiapa membantu menutupi kebutuhan saudara seislam, maka Allah akan membantu menutupi kebutuhannya. Barangsiapa membebaskan seoarang muslim dari suatu kesulitan niscaya Allah akan membebaskannya dari kesulitan-kesulitan pada hari kiamat. Barangsiapa menutupi aib seorang Muslim niscaya Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat," (HR Bukhari dan Muslim).
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Pengajian Iluni FK'83   Fri Apr 17, 2009 12:26 pm

From: widodo -
Date: Thu, 16 Apr 2009 19:04:42 -0700 (PDT)
To: <pld83
Subject: [pld83] Tauziah Jum'at

Mohon maaf bila tidak berkenan.

Sebaik Baiknya Manusia
Ternyata, derajat kemuliaan seseorang dapat dilihat dari sejauh mana dirinya punya nilai mamfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW bersabda, "Khairunnas anfa’uhum linnas", "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini seakan-akan mengatakan bahwa jikalau ingin mengukur sejauh mana derajat kemuliaan akhlak kita, maka ukurlah sejauh mana nilai manfaat diri ini? Istilah Emha Ainun Nadjib-nya, tanyakanlah pada diri ini apakah kita ini manusia wajib, sunat, mubah, makruh, atau malah manusia haram?

Apa itu manusia wajib? Manusia wajib ditandai jikalau keberadannya sangat dirindukan, sangat bermamfat, perilakunya membuat hati orang di sekitarnya tercuri. Tanda-tanda yang nampak dari seorang manusia wajib, diantaranya dia seorang pemalu, jarang mengganggu orang lain sehingga orang lain merasa aman darinya. Perilaku kesehariannya lebih banyak kebaikannya. Ucapannya senantiasa terpelihara, ia hemat betul kata-katanya, sehingga lebih banyak berbuat daripada berbicara. Sedikit kesalahannya, tidak suka mencampuri yang bukan urusannya, dan sangat nikmat kalau berbuat kebaikan. Hari-harinya tidak lepas dari menjaga silaturahmi, sikapnya penuh wibawa, penyabar, selalu berterima kasih, penyantun, lemah lembut, bisa menahan dan mengendalikan diri, serta penuh kasih sayang. Bukan kebiasaan bagi yang akhlaknya baik itu perilaku melaknat, memaki-maki, memfitnah, menggunjing, bersikap tergesa-gesa, dengki, bakhil, ataupun menghasut. Justru ia selalu berwajah cerah, ramah tamah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan marahnya pun karena Allah SWT, subhanallaah, demikian indah hidupnya. Karenanya, siapapun di dekatnya pastilah akan tercuri hatinya. Kata-katanya akan senantiasa terngiang-ngiang. Keramahannya pun benar-benar menjadi penyejuk bagi hati yang sedang membara. Jikalau saja orang yang berakhlak mulia ini tidak ada, maka siapapun akan merasa kehilangan, akan terasa ada sesuatu yang kosong di rongga qolbu ini. Orang yang wajib, adanya pasti penuh manfaat. Begitulah kurang lebih perwujudan akhlak yang baik, dan ternyata ia hanya akan lahir dari semburat kepribadian yang baik pula.

Orang yang sunnah, keberadaannya bermamfaat, tetapi kalau pun tidak ada tidak tercuri hati kita. Tidak ada rongga kosong akibat rasa kehilangan. Hal ini terjadi mungkin karena kedalaman dan ketulusan amalnya belum dari lubuk hati yang paling dalam. Karena hati akan tersentuh oleh hati lagi. Seperti halnya kalau kita berjumpa dengan orang yang berhati tulus, perilakunya benar-benar akan meresap masuk ke rongga qolbu siapapun.

Orang yang mubah, ada tidak adanya tidak berpengaruh. Di kantor kerja atau bolos sama saja. Seorang pemuda yang ketika ada di rumah keadaan menjadi berantakan, dan kalau tidak adapun tetap berantakan. Inilah pemuda yang mubah. Ada dan tiadanya tidak membawa manfaat, tidak juga membawa mudharat.

Adapun orang yang makruh, keberadannya justru membawa mudharat. Kalau dia tidak ada, tidak berpengaruh. Artinya kalau dia datang ke suatu tempat maka orang merasa bosan atau tidak senang. Misalnya, ada seorang ayah sebelum pulang dari kantor suasana rumah sangat tenang, tetapi ketika klakson dibunyikan tanda sang ayah sudah datang, anak-anak malah lari ke tetangga, ibu cemas, dan pembantu pun sangat gelisah. Inilah seorang ayah yang keberadaannya menimbulkan masalah.

Lain lagi dengan orang bertipe haram, keberadaannya malah dianggap menjadi musibah, sedangkan ketiadaannya justru disyukuri. Jika dia pergi ke kantor, perlengkapan kantor pada hilang, maka ketika orang ini dipecat semua karyawan yang ada malah mensyukurinya.

Masya Allah, tidak ada salahnya kita merenung sejenak, tanyakan pada diri ini apakah kita ini anak yang menguntungkan orang tua atau hanya jadi benalu saja? Masyarakat merasa mendapat mamfaat tidak dengan kehadiran kita? Adanya kita di masyarakat sebagai manusia apa, wajib, sunah, mubah, makruh, atau haram? Kenapa tiap kita masuk ruangan teman-teman malah pada menjauhi, apakah karena perilaku sombong kita? Kepada ibu-ibu, hendaknya tanyakan pada diri masing-masing, apakah anak-anak kita sudah merasa bangga punya ibu seperti kita? Punya mamfaat tidak kita ini? Bagi ayah cobalah mengukur diri, saya ini seorang ayah atau gladiator? Saya ini seorang pejabat atau seorang penjahat? Kepada para mubaligh, harus bertanya, benarkah kita menyampaikan kebenaran atau hanya mencari penghargaan dan popularitas saja? (Abdullah Gymnastiar)


Last edited by gitahafas on Fri Jul 16, 2010 6:51 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Pengajian Iluni FK'83   Fri Apr 17, 2009 1:09 pm

DARI : IEKE .........JUM'AT NIH
yeee... kan udah ada dari widodo? ok lah, buat mengeratkan pertemanan kita hehehe...

Jika engkau berjumpa dengan orang yang lebih muda,
berpikirlah pasti dosanya lebih sedikit darimu.
Jika berjumpa dengan orang yang lebih tua,
berpikirlah pasti amalnya lebih banyak darimu.
Sesungguhnya, setiap orang pasti memiliki kelebihan
(Ali bin Abi Thalib)

Jadikanlah kedudukan manusia dalam dirimu tiga hal.
Pertama, orang yang lebih tua darimu adalah orangtuamu.
Kedua, yang setara denganmu adalah saudaramu.
Ketiga, yang lebih muda darimu adalah anakmu.
Lalu, berbaktilah kepada orangtuamu,
sambunglah hubungan dengan saudaramu, dan kasihilah anakmu
(Abu Ja'far Al-Baqir)

Manusia paling lemah ialah
manusia yang tidak mampu mencari teman, dan
yang paling lemah dari itu adalah
orang yang menyia-nyiakan teman yang sudah diperolehnya
(Abu Hamid Al-Ghazali)

Jika temanmu berbuat salah, jangan tinggalkan ia.
Sebab, kali ini ia berbuat salah,
namun pada saat lain ia berlaku benar.
(Abu Darda)

Andai aku dikawani seorang fasik, namun baik budi pekertinya,
tentu lebih aku sukai daripada aku dikawani seorang ahli ibadah
yang buruk budi pekertinya
(Fudhail bin 'Iyadh)

Orang yang apabila engkau sakit, dia menjengukmu.
Apabila engkau berbuat dosa, ia mengingatkanmu.
Dialah yang layak dijadikan sahabat
(Dzun-Nun Al-Mishri)

"Sia-sialah pengabdian seorang hamba kepada Allah
Apabila ia menganggap rendah sesama manusia"
(Hazrat Inayat Khan)

"Ada empat hal yang dapat mengangkat manusia ke derajat paling tinggi meskipun ilmu dan amalnya sedikit, yaitu kesabaran, kesederhanaan,kemurahan hati, dan akhlak yang baik
Itulah kesempurnaan iman"
(Junaid Al-Baghdadi)

"Ciri kemenangan seorang hamba:
jika ilmunya bertambah, bertambah pula kerendahan hatinya;
jika amal salehnya bertambah, bertambah pula rasa takut dan kehati-hatiannya;
jika hartanya bertambah, bertambah pula kedermawanannya;
jika kedudukannya bertambah, bertambah pula kedekatannya dengan manusia;
semakin usianya bertambah, semakin berkurang pula ambisi-ambisi keduniawiannya"
(Ibnul Qayyim Al-Jauziyah)


Last edited by gitahafas on Fri Jul 16, 2010 6:54 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Pengajian Iluni FK'83   Mon Apr 20, 2009 9:22 am

AMALAN SUNNAH

Banyak orang mengira, ibadah sunnah hanya pelengkap amalan wajib yang sifatnya sukarela.
Bila sempat dikerjakan, jika tidak sempat ditinggalkan begitu saja.
Padahal meninggalkan ibadah sunnah berarti kerugian baginya karena tidak memperoleh pahala disaat ada kesempatan untuk meraihnya.
" Siapa membenci sunnahku, bukan golonganku " ( HR Muttafaq Alaih )
" Bantulah dirimu dengan memperbanyak sujud " ( HR Muslim )

Ibadah sunnah memiliki beberapa keistimewaan:
1. Memperbanyak sujud adalah dengan banyak mengerjakan shalat sunnah.
Amalan inilah yang akan membawa pelakunya menyertai Rasullullah di surga. ( QS Al-Isra [ 17 ] : 79 )

2. Menyempurnakan ibadah wajib.
Amal yang pertamakali dihisab pada hari kiamat adalah shalat, jika punya kekurangan sholat wajibnya akan ditutupi oleh
sholat sunnahnya. Baru setelah itu amalnya dihisab. ( HR Abu Dawud )

3. Menyucikan jiwa pelakunya.

4. Menjadi wali dan kekasih ALLAH SWT yang selalu dicintai-NYA.
Jika ia memohon sesuatu kepada-NYA, pasti ALLAH mengabulkan. Dan jika ia memohon perlindungan, pasti ALLAH akan
mengabulkan untuknya. ( HR Bukhari )
Back to top Go down
View user profile
fely irzahn



Number of posts: 32
Registration date: 2008-10-11

PostSubject: Re: Pengajian Iluni FK'83   Tue Apr 21, 2009 8:04 pm

HUBUNGKANLAH SILATURAHIM DENGAN KERABAT-KERABATMU,
KARENA ITULAH HUBUNGAN YANG ABADI BAGIMU DALAM KEHIDUPAN DUNIA
DAN MEMBAWA KEBAIKAN BAGIMU KELAK DI HARI AKHIRATMU
(Hadits Qudsi; Riwayat Abdu bin Hamid dari Ibnu Abbas).
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Pengajian Iluni FK'83   Mon Apr 27, 2009 12:36 pm

Agar HIDUP ini menjadi INDAH dan memBAHAGIAkan hendaknya kita berbuat yang terbaik.

" Barangsiapa yang menyerahkan diri kepada ALLAH dan ia berbuat kebajikan, baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak ( pula ) mereka bersedih hati " ( QS Al Baqarah [ 2 ] : 112 )

" Barangsiapa mengenyahkan satu kedukaan dunia dari seorang mukmin, ALLAH mengenyahkan kedukaan darinya pada hari kiamat. Barang siapa memberikan kemudahan bagi orang yang kesulitan, ALLAH akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa menutupi ( aib ) seorang muslim, ALLAH akan menutupi ( aib ) nya didunia dan akhirat. Dan, ALLAH senantiasa menolong hamba-NYA selama ia menolong saudaranya." ( H R Muslim )

" Sebaik baik manusia diantara kamu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. " ( H R Bukhari Muslim )

" Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah, ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap ditempat yang bersih, dan tidak merusak atau mematahkan ( yang dihinggapinya )." ( H R Ahmad )


Last edited by gitahafas on Fri May 08, 2009 4:44 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Pengajian Iluni FK'83   Fri May 08, 2009 4:44 pm

Rasulullah SAW bersabda:

"Menyebut-nyebut nikmat Allah merupakan syukur dan meninggalkannya berarti kufur (ingkar kepada Allah).
Siapa yang tidak mensyukuri nikmat yang sedikit, ia tidak pula akan mensyukuri nikmat yang banyak.
Dan siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, ia tidak akan berterima kasih kepada Allah"
(HR Baihaqi)


Bukti ketakwaan seorang Mukmin itu ada tiga, yaitu

- bertawakal terhadap apa yang belum dicapainya,
- ridha terhadap apa yang didapatkannya,
-dan sabar terhadap apa yang luput dari genggamannya

(Nabi Daud as.)


Di atas dunia ini, orang pintar banyak, bahkan jumlahnya terus bertambah.
Setiap tahun berbagai universitas mengeluarkan para sarjana yang pintar.
Tetapi, orang berakhlak tidak banyak di dunia ini, jumlahnya sedikit, bahkan terus berkurang.

(Rusyad Nurdin)


Jika musibah yang terjadi atas dirimu menjadi pelajaran untukmu, musibah itu sebenarnya kenikmatan untukmu.
Namun, jika engkau tidak mampu mengambil pelajaran dari musibah itu, sikapmu itulah musibah yang paling besar atasmu.

(Muhammad bin Sirin)

Ketika badan sehat dan hati senang, semua orang mengaku beriman.
Namun, setelah datang cobaan , barulah diketahui benar-tidaknya pengakuan itu.
Orang yang permintaannya, ingin cepat dikabul dan tidak sabar menunggu, itulah orang yang lemah iman

(Hasan Al-Bashri)


Last edited by gitahafas on Fri Jul 16, 2010 6:54 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Pengajian Iluni FK'83   Fri May 22, 2009 6:49 am

DARI IEKE............JUM'AT NIH

Mencukupkan diri dengan sesuatu yang berada di tanganmu adalah lebih KUsukai bagimu daripada

usaha memperoleh apa-apa yang ada di tangan orang lain

(Ali bin Abi Thalib)



Ada dua perkara yang tidak pernah lepas dari dusta,

yaitu terlalu banyak janji dan terlalu keras mencari alasan

(Abdulazis Salim Basyarahil)



Aku heran kepada manusia yang selalu menjaga makanannya karena takut penyakit,

tetapi tidak menjaga dirinya dari dosa karena takut api neraka

(Ibnu Syibrimah)



Jika takut kepada Allah, kamu tidak akan takut kepada manusia

Sedangkan jika kamu takut kepada manusia, mereka tidak akan dapat menyelamatkanmu dari azab Allah

(Sufyan Ats-Tsauri)



Jauhi kemaksiatan karena ia akan menghapus pahala sujudmu dan mengeluarkanmu dari ketenteraman

(Ibnul Qayyim Al-Jauziyah)
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Pengajian Iluni FK'83   Sun May 31, 2009 8:12 pm

DARI IEKE..........JUM'AT NIH

daripada pagi2 berantem, baca2 dulu ya, terutama buat ex lovers yang akan "bertarung" hari minggu. hahaha...

Jika seorang hamba benar-benar memberikan tempat
kepada Allah dalam hatinya.
Allah akan memberikan tempat baginya di dalam hati sesamanya
(Hasan Al-Bashri)

Allah memberi kamu kelapangan
agar kamu tidak selalu dalam kesempitan.
Allah memberi kesempitan kepadamu
agar kamu tidak hanyut di waktu lapang.
Allah melepaskan kamu dari kedua-duanya
agar kamu tidak menggantungkan diri
kecuali kepada Allah semata
(Ibnu Atha'ilah)

Lewat cintalah semua yang pahit akan jadi manis
Lewat cintalah semua tembaga akan jadi emas
Lewat cintalah semua endapan menjadi anggur murni
Lewat cintalah semua kesedihan akan jadi obat
Lewat cintalah si mati akan jadi hidup
Lewat cintalah raja jadi budak
(Jalaluddin Rumi)
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Pengajian Iluni FK'83   Sat Jun 06, 2009 5:10 am

DARI IEKE...............JUM'AT NIH

"Berapa banyak amal kecil yang dibesarkan oleh niat?
Dan, berapa banyak pula amal besar
yang menjadi kecil karena niat?
Maka, jangan pernah melakukan sesuatu,
kecuali telah lurus niatnya"
(Abdullah Al-Mubarrak)

"Dunia itu tempat beramal dan tidak ada pembalasan,
sedangkan akhirat itu tempat pembalasan dan tidak ada amal.
Maka, beramallah di tempat yang tidak ada pembalasan
untuk bekal di tempat yang tidak ada amal."
(Ali bin Abi Thalib)

"Iblis akan unggul atas manusia
jika ia mampu memunculkan satu saja dari tiga sifat:
kekaguman pada diri sendiri, melebih-lebihkan amal sendiri,
dan melupakan dosa-dosa yang pernah dilakukan"
(Fudhail bin 'Iyadh)
.
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Pengajian Iluni FK'83   Fri Jun 12, 2009 9:09 am

DARI IEKE ..........JUM'AT NIH


Manusia berakal adalah mereka yang suka menerima dan meminta nasihat

(Umar bin Khaththab)


Ilmu itu lebih baik daripada harta.

Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta.

Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum.

Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tetapi ilmu bertambah apabila dibelanjakan.

(Ali bin Abi Thalib)


Ulama akhirat adalah mereka yang sadar betul terhadap ilmu yang dimilikinya.

Tidak memanfaatkan ilmu, hanya untuk mengejar keuntungan duniawi, konsekuen dengan ucapannya, sederhana, menjaga jarak

dengan penguasa, tidak tergesa-gesa memberikan fatwa, mementingkan kata hati, dan selalu yakin serta penuh pertimbangan

terhadap sesuatu yang baru

(Abu Hamid Al-Ghazali)


Orang bahagia itu adalah orang yang bisa menarik pelajaran dari orang lain

(ibnu Mas'ud)
Back to top Go down
View user profile
Ali Alkatiri
Administrator
Administrator


Number of posts: 1036
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-08-27

PostSubject: Re: Pengajian Iluni FK'83   Fri Jun 19, 2009 9:59 am

NABI MUHAMMAD - SANG PEMIMPIN TELADAN

"Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu adalah menjadi suri tauladan yang baik bagi kamu, yaitu bagi orang-orang yang mengharapkan (rahmat) Ilahi dan (kedatangan) hari kiamat dan orang-orang yang senantiasa ingat kepada Allah."
(QS. Al-Ahzab XXXIII: 21).

Sejak dari abad ke abad telah lahir pemimpin-pemimpin di tengah-tengah berbagai-bagai kaum dan bangsa, baik yang khusus diutus Tuhan sebagai Rasul atau Nabi maupun yang dilahirkan dengan bakat kepemimpinan. Hampir semua Rasul/Nabi atau pemimpin-pemimpin itu titik berat tugas yang dilaksanakannya hanya terbatas pada satu atau dua-tiga bidang kepentingan kehidupan, umpamanya di bidang agama, atau politik saja, atau ekonomi saja, atau kebudayaan saja dan lain-lain. Tidak ada yang meliputi semua bidang yang sifatnya menyeluruh, all round.

Berbeda halnya dengan kepemimpinan Nabi Muhammad s.a.w. Mengenai kepemimpinan Rasulullah itu, dilukiskan oleh Abul A'la Maududi, sebagai berikut: "Adapun pada diri Nabi Muhammad saw terhimpun dan terpusat semua sifat-sifat kepemimpinan yang diperlukan, Beliau adalah seorang Ahli Hikmat, tapi beliau juga seorang pelaksana dari ajaran-ajaran yang dikembangkannya, seorang negarawan yang ulung, seorang prajurit yang luar biasa (jenius). Beliau adalah seorang pengatur dan pencipta undang-undang (legislator), seorang pembina moral dan akhlak. Dia adalah seorang pembina kerohanian ummat, disamping menjadi pemimpin agama. Pandangan beliau jauh menembus ufuk cakrawala kehidupan. Perintah-perintahnya meliputi semua bidang kehidupan, sejak dari masalah-masalah kecil yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari sampai kepada soal-soal yang bersifat internasional. Akhirnya Maududi menyimpulkan:"Nabi Muhammad adalah satu-satunya contoh kepemimpinan yang lengkap, dimana semua keunggulan/keistimewaan terkumpul dalam diri seorang pribadi."

He is the only example where all excellences have been blended into one personality. (The Prophet of Islam, hal 25).

Baiklah dikemukakan di sini secara singkat tentang kepemimpinan Rasulullah dalam beberapa bidang supaya bisa menjadi tauladan bagi kita semua.

1. Nabi Muhammad sebagai pemimpin agama.

Beliau mengembangkan agama yang menjadi landasan dalam kehidupan ummat manusia, tak ubahnya laksana fondasi dari satu bangunan. Landasan itu ialah TAUHID, yaitu kepercayaan yang bulat dan mutlak terhadap ke-Esaan Allah SWT dan hanya kepada Allah SWT sajalah manusia wajib berbakti dan menyembah.

Sebagian besar ummat manusia pada waktu itu tidak murni lagi kepercayaannya. Sebab di samping percaya kepada Allah, mereka percaya pula kepada tuhan-tuhan yang lain, malah ada yang menyembah patung-patung dan berhala-berhala. Ada pula yang percaya kepada pengaruh udara, matahari, bulan, bintang dan lain-lain yang mereka anggap menentukan keadaan dan nasib mereka. Apabila ditimpa kesusahan, mereka minta tolong kepada patung-patung, kalau mendapat nikmat, mereka memuja-muji berhala-berhala.

"Kekacauan" dalam bidang kepercayaan ini membawa pengaruh yang "kacau" pula dalam membentuk pandangan dan sikap yang buruk terhadap bidang-bidang kehidupan lainnya.

Dengan ajaran Tauhid ini yang beliau ajarkan dan mantapkan kepada ummatnya dalam masa lebih kurang 13 tahun, akhirnya merupakan sumber yang memancarkan kemurnian, kekuatan yang mampu mengubah sikap hidup dan cara pikir ummat manusia pada waktu itu sesuai dengan pokok-pokok misi yang dijalankan oleh Rasulullah (Muhammad).
Sebagai pemimpin agama, maka titik awal dan titik berat ajaran yang dikembangkan oleh beliau ialah menanamkan Tauhid, yang dalam Al-Quran disebutkan dengan predikat "Syaratun-thaiyibah" ; yaitu pohon yang baik, yang memenuhi syarat-syarat untuk hidup dan memberikan kehidupan.

Apabila pohon Tauhid itu sudah tegak, kecuali dia kelihatan indah, daunnya yang rindang dapat dijadikan tempat berteduh di panas yang terik, buahnya bisa dinikmati kelezatannya, pun mahapenting ia berdiri tegak dan mantap (istiqamah), tidak bergoncang ditiup angin taufan sekalipun, sebab akarnya telah tertancap jauh ke dalam bumi (iman yang kuat dan kokoh).

2. Nabi Muhammad sebagai negarawan.

Setelah Rasulullah hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tenaga inti yang sudah terlatih dan terseleksi, yaitu kaum Muhajirin, dibantu oleh kaum Anshar, maka dalam masa kurang lebih 10 tahun, satu masa yang relatif pendek, Rasulullah telah berhasil membangun satu pemerintahan Islam, DAULAH ISLAMIYAH, yang lengkap memenuhi unsur-unsur yang diperlukan dalam membangun dan mengembangkannya.

Dalam segala bidang kehidupan, Rasulullah melaksanakan essensi dari pokok-pokok kehidupan suatu negara dan ummat, yang dalam kehidupan demokrasi beberapa abad kemudian terkenal dengan istilah: kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan (liberte, egalite, fraternite).

Ajaran Islam memberikan hak-hak kemerdekaan kepada pemeluknya yang menjadi warganegara DAULAH ISLAMIYAH yang baru dibangun pada masa itu. Kemerdekaan berpikir dan kemerdekaan melahirkan pendapat dalam pemerintahan senantiasa dikembangkan oleh negarawan yang bernama Muhammad. Di samping itu, baik melalui ketentuan-ketentuan dalam pemerintahan maupun dalam sikap dan pergaulan sehari-hari, beliau mengembangkan ruh dan semangat persamaan serta persaudaraan. Beliau menghapuskan perbedaan-perbedaan karena keturunan, kekayaan, kebangsaan, perbedaan warna, dan kulit serta lain-lain sebagainya, sehingga orang-orang asing seperti Salman Al Farisi yang berkebangsaan Persia, diberikan kedudukan dan memegang peranan yang penting dalam pemerintahan Islam.

Dalam pergaulan dan urusan-urusan keagamaan, seorang yang berkulit hitam dan tadinya pernah menjadi budak seperti Bilal bin Rabah, mendapat kedudukan sesuai dengan kemampuannya dan loyalitasnya.Walaupun kepemimpinan Nabi Muhammad s.a.w. sebagai utusan Allah (Rasulullah) senantiasa mendapat bimbingan dan petunjuk Ilahi, tapi mengenai pelaksanaan sesuatu hal yang tidak ditetapkan oleh wahyu, beliau selalu bermusyawarah dengan para pembantunya serta para sahabat pada umumnya, sesuai dengan garis-garis yang ditetapkan oleh wahyu Ilahi, yang memerintahkan:

"Bermusyawarahlah dengan mereka dalam beberapa urusan." (QS. Ali Imran III: 159).

"Urusan-urusan mereka haruslah (diputuskan) dengan musyawarah diantara mereka sendiri." (QS. As-Syura XLII: 38).

3. Nabi Muhammad sebagai pembangun moral.

Salah satu faset lainnya kepemimpinan Rasulullah ialah tentang misi beliau sebagai pembangun moral, akhlak dan budi pekerti. Malah justru membangun moral itu merupakan tugas beliau yang utama, seperti dinyatakan oleh Rasulullah sendiri:
"Saya diutus (titik beratnya) ialah untuk menyempurnakan (membangun) akhlak yang mulia." (Riwayat Imam Malik).

Akhlak itu menjadi mustika (intan-permata) yang memantulkan cahaya yang berkilau-kilau dalam kehidupan manusia. Tak ubahnya laksana kembang bunga di dalam suatu taman yang menambah keindahan taman tersebut bila dipandang mata.
Segala sifat-sifat dan watak yang baik, terpuji, mulia dan yang seumpamanya adalah termasuk dalam rangkaian akhlak itu. Misalnya saja sifat-sifat: rendah hati (tawadhu'), penyantun, ramah tamah, pemaaf, penyabar, sopan santun, ulet, sederhana, jujur, amanah, cerdas (fathanah) dan berpuluh-puluh sifat lainnya.

Imam Gazali menyatakan bahwa tidak kurang dari 36 akhlak yang menghiasi kehidupan Rasulullah. (Ihya' Ulumuddin, jilid IV, hal. 353 s.d. 363).

Budipekerti yang mulia itu lebih dahulu diterapkan dan ditunjukkan oleh Rasulullah sendiri dalam pergaulan sehari-hari, sehingga tidak heran apabila akhlak beliau itu laksana magnet yang mampu menarik jarum yang berserakan di sekitarnya.
Ucapan-ucapan beliau sesuai dengan sifat dan tingkah lakunya, sesuai kata dengan perbuatan.

Akhlak Rasulullah itu telah berhasil melembutkan hati manusia yang kesat, menundukkan sikap yang kasar, menimbulkan respek dan simpati orang banyak, menambah kecintaan orang-orang yang miskin, meyakinkan kaum wanita atas perlindungan yang diberikannya dan lain-lain sebagainya.

Dalam hubungan dengan pengaruh akhlak dan sifat kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, disimpulkan oleh Abdur Rahman 'Azzam, bekas sekjen Liga Arab beberapa puluh tahun yang lalu, sebagai berikut:

"One of the most important aspects of this revolution was the moral and spiritual transformation which Muhammad examplified in his deeds and personality and in the principles he advocated in accordance with the letter and spirit of his message”.

Maksudnya: "salah satu aspek yang paling penting dari perubahan (revolusi) itu ialah penjelmaan akhlak dan jiwa yang diterapkan oleh Muhammad dalam perbuatan dan kehidupan pribadinya dan dalam prinsip-prinsip yang dipertahankannya sesuai dengan kata-kata dan semangat ajaran yang menjadi pokok tugasnya." (The Eternal Message of Muhammad, hal 77).
Keluhuran akhlak Rasulullah itu telah mendapat pujian dan bimbingan khusus dari Allah, seperti dinyatakan dalam Al-Quran (yang artinya):

"Dan sesunguuhnya engkau (Muhammad) benar-benar mempunyai budipekerti yang agung." (QS. Al-Qalam LXVIII: 4).

Demikianlah 3 faset diantara sekian banyak sifat-sifat kepemimpinan Rasulullah.Subhanallah!

_________________

The doctor of the future will give no medicine,
but will instruct his patient in the care of the human frame,
in diet and in the cause and prevention of disease.
Back to top Go down
View user profile http://www.ilunifk83.com
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Pengajian Iluni FK'83   Fri Aug 07, 2009 11:14 am

DARI IEKE....................PADA HARI ULANG TAHUNNYA....................JUM'AT NIH
yang gak doyan panjang2 gak usah baca. ini biar gue inget dan sadar aja kok...

Ketika Usia Kita Makin Dewasa





"Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada ibu-bapakku, serta untuk mengerjakan amal sholeh yang Engaku ridhoi, berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak-cucuku. Sungguh aku bertobat kepada-Mu, dan sesungguhnya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri." al-Ahqaf (QS 46:15)

Ayat di atas adalah do'a kesadaran akan hakikat hidup yang diajarkan Allah kepada manusia bila mencapai umur 40-an tahun.

Inilah do'a sarat makna yang penuh keterbukaan dan kesadaran akan peran masa lalu (orang tua), masa kini (diri kita sendiri), dan harapan masa depan (anak-cucu). Inilah do'a keselamatan setelah menjalani hidup hingga cukup bekal pengalaman serta berkesempatan untuk menata ulang setelah melihat tantangan proyeksi dirinya di masa depan. Inilah do'a penuh permohonan, penuh kesyukuran, dan penuh pertobatan yang perlu dilantunkan secara khusyuk, intim, dan sepenuh jiwa oleh siapa pun yang punya kesadaran akan umur, posisi, peran, peluang, serta hakikat kehidupannya.

Sungguh ketika seseorang menapaki usia yang ke-40 telah sampailah ia pada fase kearifan hidup. Puncak fase fisik sudah dilampauinya, simpang jalan kehidupan sudah diketahuinya, derita dan bahagia sudah dialaminya, serta jalur, rambu, dan lapis-lapis kehidupan sudah transparan bagi mata batinnya. Pada usia ini, seseorang sudah bisa mengukur secara tepat kekuatan dan kelemahan dirinya, tinggallah kemudian mana pilihan jalan yang akan diteruskanya. Persoalan kehidupan sudah semakin kelihatan berat dan bukan lagi fase fisik, bukan lagi fase coba-coba, melainkan fase kearifan hidup.

Ahli tafsir ada yang menyebutkan bahwa do'a seperti pada ayat di atas diucapkan oleh Abu Bakar As-Shidiq ra ketika kedua orangtuanya menyatakan masuk Islam. Dan, do'a itu masih dilantunkannya setiap hari hingga seluruh anggota keluarga Abu Bakar yang lain masuk Islam. Sedangkan oleh Talhah bin Masyraf kepada Abu Ma'syar ketika dia mengadukan kenakalan anaknya agar anaknya menjadi orang-orang sholeh dan sholehah.

Dua kata kunci pada do'a ini adalah 'syukur' dan 'taubat'. Hakikat syukur adalah penegasan pengakuan diri akan nikmat yang telah diterimanya serta ungkapan rasa terima kasih kepada Allah atas segala kebaikan-Nya. Sementara inti tobat adalah saling 'berbuat kebaikan' antara manusia dengan Allah. Dimulai dari manusia yang 'berbuat kebaikan' dengan penyesalan kemudian dibalas oleh Allah 'berbuat kebaikan' dengan pengampunan dan pemberian rahmat-Nya serta manusia bertobat lantas Allah mengampuninya. Inilah hubungan mesra dan bermakna hakiki antara mahluk dan kholik.

Di zaman yang serba mengkhawatirkan seperti sekarang ini, ketika tantangan dan godaan hidup tidak lagi ringan, sudah selayaknya kita lakukan ikhtiar batin dengan berdo'a dan munajat selain ikhtiar lahir dengan fisik dan pikiran.

Insya Allah dengan laku syukur dan laku taubat, seluruh keluarga kita bisa selamat meniti jalan kehidupan, menapak duniawi sehingga bisa mencapai khusunul khotimah. Amin.

Pada akhirnya, mari bersama kita renungkan perjalanan kita di persinggahan ini. Hari berganti hari. Berganti hari, berarti kian dekat pada saat akhir hidup kita. Di dunia ini kita hanya mampir. Bukankah sudah banyak orang yang hidup sebelum kita, yang kini mereka kembali ke asal, menjadi tulang belulang.

Di depan kita, sudah banyak generasi muda yang kini hidup untuk menggantikan kita. Lalu kita mau ke mana, mau ke mana, kita pasti mati, mati adalah tempat mutasi kita yang terakhir. Kita pasti akan mempertanggungjawab kan apa yang telah kita lakukan. Sebanyak apa pun harta yang kita miliki tak akan bisa menolak kematian kita. Sehebat apa pun kekuasaan yang kita genggam, tak akan bisa menghalau kematian walau satu detik, walau kita kuat dan perkasa.

Oleh: Ustadz Shahid Tajuddin
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Pengajian Iluni FK'83   Fri Dec 11, 2009 11:21 am

SYARAT HAJI ( = SYARAT UMROH )
1. ISLAM
2. BALIGH ( dewasa )
3. AQIL ( berakal sehat )
4. MERDEKA
5. MAMPU

RUKUN HAJI ( = RUKUN UMROH KECUALI TANPA WUKUF DI ARAFAH )
1. Ihram
2. Wukuf di Arafah
3. Thawaf Ifadah
4. Sai
5. Bercukur
6. Tertib

WAJIB HAJI ( UMROH TIDAK KE MINA DAN MUDZALIFAH )
1. NIAT IHRAM DARI MIQOT
2. BERMALAM DI MUDZALIFAH
3. MENGINAP DI MINA
4. MELONTAR JUMROH AQABAH, ULA, WUSTA DI MINA
5. TIDAKBERBUAT HARAM
6. THAWAF WADA

Meninggalkan yang Rukun, gugurlah haji kita.
Meninggalkan yang Wajib, Haruslah membayar Dam.
Mengerjakan yang sunnah akan mendapat pahala, jika tidak dikerjakan tidak apa apa, seperti doa doa yang dibaca dalam ibadah umroh atau haji merupakan pelengkap saja. Doa yang dibaca pada dasarnya adalah dzikir untuk mengingat ALLAH SWT, upaya mendekatkan diri kepadaNYA, memohon ampunan, bimbingan dan taufikNYA.
Tanpa membaca doa tersebut, amalan ibadah haji tetap sah.

HAJI IFRAD
Mendahulukan Haji, baru kemudian ibadah Umroh.
Tidak kena DAM.

HAJI TAMATU
Mendahulukan ibadah Umroh, baru kemudian ibadah Haji.
Kena DAM.
Haji Indonesia mengambil Haji Tamatu maka kena DAM.

HAJI QIRAN
Ibadah Haji dan ibadah Umroh sekaligus dalam satu niat Haji.
Kena DAM


Last edited by gitahafas on Fri Dec 11, 2009 12:24 pm; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 11711
Age: 53
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Pengajian Iluni FK'83   Fri Dec 11, 2009 11:55 am

CARA MELAKSANAKAN IBADAH UMROH
1. MANDI IHRAM ( niatnya: Aku mandi sunat Ihram karena ALLAH )
2. BERWUDHU
3. BERPAKAIAN IHRAM
4. SHOLAT SUNAT 2 rakaat
5. Berdoa
6. NIAT UMROH ( kalau kita sudah berada ditempat miqot ). Niatnya LABBAIK ALLAAHUMMA UMROTAN
7. Setelah mengucapkan niat tidak boleh berbuat yang diharamkan.
8. MEMBACA TALBIYAH, SHALAWAT dan DOA
9. THAWAF, mengelilingi KA'ABAH 7 kali, dimulai dari Hajar Aswad
10. Berdoa di Multazam
11. Sholat sunat di belakang makam Nabi Ibrahim
12. Berdoa di tempat sumur air zam zam
13. SA'I, berjalan dari bukit Safa ke bukit Marwah sebanyak 7x, berakhir di bukit Marwah
14. TAHALUL
15. TERTIB

IBADAH HAJI
Sama seperti diatas, dengan NIAT HAJI : LABBAIK ALLAAAHUMMA HAJJAN, WUKUF DI ARAFAH, MABIT DI MUDZDALIFAH, MABIT DI MINA, MELONTAR JUMRAH
Back to top Go down
View user profile
 

Pengajian Iluni FK'83

View previous topic View next topic Back to top 
Page 5 of 33Goto page : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6 ... 19 ... 33  Next

 Similar topics

-
» ANTARA PJJ DAN PENGAJIAN LUAR KAMPUS
» Pengajian Iluni FK'83
» Pemilihan prograM pengAJiAN da BErmulA... JOM MasUK U !!!
» TUGAS PENGURUS ILUNI-FK'83
» Dibalik Layar Iluni FK'83

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: OASE :: RENUNGAN-