|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Thu Mar 04, 2010 9:11 pm | |
| KASUS KERACUNAN MAKANAN DIMULAI SEJAK DARI DAPUR Selasa, 2 Maret 2010 | 10:54 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Belakangan ini, kasus keracunan makanan (poisoning) di Indonesia makin sering terjadi. Kamis (25/2), misalnya, sekitar 55 warga Jember, Jawa Timur, keracunan setelah menyantap hidangan di sebuah acara resepsi pernikahan. Korban keracunan mengalami mual, muntah, dan diare. Peristiwa di Jember ini sama seperti yang sudah-sudah, yakni keracunan pada makanan siap santap yang diolah secara massal. ”Selama ini polanya memang seperti itu. Karena massal, tidak menutup kemungkinan tercemar kuman yang terdapat pada bahan makanan yang sudah tidak segar,” kata Mulyadi Tedjapranata, dokter yang berpraktik di Klinik Medizone, Kemayoran, Jakarta Utara. Kuman inilah yang menyebabkan racun ketika masuk ke dalam tubuh. Hal senada disampaikan Eddy Setyo Mudjajanto, ahli keamanan pangan dari Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (IPB). Menurut Eddy, sebagian besar keracunan disebabkan perkembangan mikroorganisme. ”Sebanyak 90 persen kasus keracunan makanan disebabkan perkembangan mikroorganisme jahat,” kata Eddy.
Perkembangan mikroorganisme jahat ini bisa dimulai sejak makanan diolah di dapur. Penyebab berkembangnya mikroorganisme jahat bisa karena buruknya sanitasi dan kebersihan pengelolaan makanan. ”Itu semua terjadi karena rendahnya kesadaran pengelola makanan, terutama mereka yang mengolah makanan secara massal di dapur umum atau katering,” tutur Eddy. Selain itu, bisa juga karena bahan baku makanan berkualitas rendah. Apalagi makanan berbahan dasar hewani yang memang kerap disinggahi mikroorganisme. ”Komponen protein dan lemak hewani paling cocok untuk perkembangan mikroorganisme,” ucap Eddy.
Penyebab lain bisa juga dari makanan hangat yang dibiarkan terbuka cukup lama. Asal Anda tahu, mikroorganisme justru berkembang pesat pada suhu makanan hangat. Karena itu, makanan yang belum sempat disantap sebaiknya jangan dibiarkan di ruangan terbuka terlalu lama. Bukan hanya dari makanan, keracunan bisa juga disebabkan bahan tambahan yang tidak baik untuk tubuh. Misalnya, tambahan boraks dan formalin pada bakso dan ikan asin. Namun, reaksi keracunan yang disebabkan bahan tambahan makanan ini biasanya terjadi dalam waktu lama.
Gangguan pencernaan Umumnya, reaksi pertama keluhan gangguan kesehatan akibat keracunan makanan ada di saluran pencernaan, seperti mual dan muntah. Ujung-ujungnya, akan terjadi diare yang menyebabkan tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi. Dalam kondisi seperti itu, suhu tubuh bisa naik dan menyebabkan gangguan kesehatan lainnya yang lebih berat. Tingkat keluhan yang dirasakan bergantung pada volume makanan yang dikonsumsi dan jenis bakterinya. Semakin banyak menyantap makanan terkontaminasi bakteri, semakin besar pula keluhannya. Begitu pula jika bakterinya berjenis patogen atau bakteri ganas, keluhan berat pun bisa terjadi.
Menurut Mulyadi, gejala keracunan terjadi dalam waktu relatif cepat setelah seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Jika seseorang keracunan bakteri salmonella, misalnya, reaksi tersebut akan muncul empat sampai enam jam setelah mengonumsi. ”Reaksi keracunan paling lama terjadi 20 jam setelah mengonsumsi makanan yang mengandung bakteri jahat,” kata Mulyadi. (Sanny Cicilia Simbolon)
_________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Fri Jul 16, 2010 8:48 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Thu Mar 04, 2010 9:35 pm | |
| KESALAHAN MEMASAK YANG MENGUNDANG RACUN Rabu, 9 Mei 2010 KOMPAS.com — Banyak orang enggan makan di tempat yang kurang bersih karena takut keracunan. Padahal, sebenarnya keracunan makanan bisa berawal dari dapur sendiri. Berdasarkan data YLKI, tren kasus keracunan makanan meningkat tajam sejak tahun 2004. Sekitar 45 persennya terjadi pada anak-anak sekolah. Dan, sampai sekarang, kasus keracunan makanan tetap saja banyak terjadi silih berganti di berbagai daerah. Penyebabnya sangat beragam. Ada yang karena jajan sembarangan dan tidak sedikit juga karena menyantap olahan dapur rumahan.
"Riset membuktikan ternyata orang tidak terlalu berhati-hati dalam mengolah makanan seperti yang seharusnya," kata Janet B Anderson, RD, profesor klinik bidang nutrisi dan ilmu makanan di Utah University. "Banyak orang percaya bahwa mereka sudah melakukan prosedur yang benar, padahal kenyataannya tidak." Berikut adalah beberapa kesalahan yang selama ini sering kita lakukan di dapur, yang akhirnya bisa menyebabkan keracunan makanan.
# Hanya mencuci buah yang kulitnya bisa dimakan. Padahal, buah yang kulit dan bijinya tidak bisa dimakan, seperti pisang dan melon misalnya, bisa sama berbahayanya. Bakteri bisa berpindah dari kulit luar ke daging buah melalui pisau pemotong. Kesimpulannya, semua jenis buah-buahan harus dicuci. Dianjurkan: Kupas juga kulit tomat, stroberi, dan paprika setelah dicuci.
# Meninggalkan sisa makanan di atas kompor. Meninggalkan sisa makanan di panci di atas kompor, meski dengan tujuan supaya makanan tetap hangat, justru akan merusak makanan tersebut. Menghangatkan makanan—yang kita kira bisa mengurangi kemungkinan timbulnya racun—justru memberi hasil sebaliknya. Beberapa racun justru terbentuk karena makanan dihangatkan. Aturan yang benar: simpan sisa makanan di dalam kulkas. Hangatkan ketika jam makan hampir tiba. Dianjurkan: Tempatkan sisa makanan yang masih hangat dalam wadah kecil dan tidak terlalu tinggi supaya makanan lebih cepat dingin. Jangan penuhi kulkas dengan wadah berisi makanan. Mengapa? Karena kulkas yang penuh jadi tidak bisa mengeluarkan udara dingin dengan efisien.
# Memanggang daging hingga warna merahnya hilang. Penelitian di Kansas University mengatakan bahwa mata kita tidak bisa digunakan sebagai ukuran matang tidaknya sepotong daging. Contohnya, daging yang dibekukan akan cepat berubah warna menjadi coklat saat dimasak meski sebenarnya belum benar-benar matang. Sebaliknya, beberapa jenis daging cincang segar bisa tetap berwarna merah muda saat mencapai tingkat kematangan yang sempurna. Satu-satunya cara untuk mengetahui tingkat kematangan daging yang benar adalah dengan menggunakan termometer daging. Daging disebut matang kalau suhunya sudah 71 derajat celsius atau lebih saat dimasak. Dianjurkan: Kalau merasa daging yang dimasak belum cukup panas dan kita ingin memasaknya lebih lama, cuci dahulu termometer daging sebelum digunakan kembali untuk menghindari terjadinya kontaminasi.
# Langsung mencuci sayuran. Saat membawa sayuran segar pulang dari swalayan, kita jadi ingin langsung membersihkannya dan menyimpannya dalam kulkas. Tetapi, kebiasaan ini justru bisa menyebabkan tumbuhnya jamur dan mikroba. Penyebabnya adalah kelembaban yang tertinggal dari air cucian, kata Linda J Harris, PhD, direktur riset keamanan makanan Western Institute, University of California. Sebaiknya, bersihkan sayur tepat sebelum kita mengolahnya. Dianjurkan: Kupas lapisan luar selada dan kubis. Di bagian inilah kontaminasi paling banyak terjadi. Bersihkan juga bagian-bagian lainnya. Jangan gunakan sabun karena dapat meninggalkan residu berbahaya.
(Anna Roufos/Lily Turangan/Prevention Indonesia)
_________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Fri Jul 16, 2010 8:49 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Fri Mar 05, 2010 1:10 pm | |
| PERTOLONGAN PERTAMA ATASI KERACUNAN Selasa, 2 Maret 2010 | 11:11 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pun begitu dalam pencegahan keracunan. Menjaga kebersihan bahan makanan adalah salah satu cara menghindar dari keracunan. Cara termudah adalah selalu mencuci bahan makanan sebelum diolah. Meski sudah serba bersih, tak urung, kita bisa saja kecolongan. Tanpa kita tahu sebabnya, tiba-tiba ada saja orang yang keracunan setelah menyantap hidangan yang kita olah. Jika itu terjadi, ada, baiknya, kita semua harus tahu bagaimana menolong korban keracunan. Meski ini sifatnya sementara, "Pertolongan pertama bisa membantu kondisi pasien, sebelum dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut," ajar Eddy Setyo Mudjajanto, Ahli Keamanan Pangan dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB).
Bantuan medis dari profesional diperlukan lantaran mengidentifikasi penyebab keracunan tidaklah gampang. Terkadang, reaksi atau gejala dari keracunan munculnya pada korban akibat keracunan tak langsung. "Ada jeda beberapa jam kemudian, bahkan selang beberapa hari," ujar Eddy. Untuk itu, identifikasi lewat analisis hasil laboratorium penting dilakukan. Menurut Eddy, pertolongan pertama pada korban keracunan tidak boleh dilakukan secara serampangan. Pertolongan bisa dilakukan bila kasus keracunan pada si korban tak parah dan belum lama terjadi. "Artinya, makanan yang mengandung racun masih berada dalam saluran cerna," ujar dia. Keadaan itu, kata Mulyadi Tedjapranata, dokter yang berpraktik di Klinik Medizone, Kemayoran, Jakarta Utara umumnya dua sampai tiga jam setelah korban menyantap makanan.
Lantas pertolongan pertama seperti apa yang mesti kita lakukan saat ada korban akibat keracunan? Menurut para ahli makanan dan dokter, pertolongan pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan memberikan karbon aktif atau arang aktif ke korban. Di pasaran, ada arang aktif yang dijual. Salah satu yang terkenal norit. Tablet berwarna hitam ini punya sifat arang aktif yang mampu menyerap apapun yang ada di sekitarnya, termasuk racun. Semakin banyak yang dimakan, semakin banyak racun yang diserap. Hanya saja, norit cuma menyerap racun yang masih di saluran pencernaan dan belum ikut beredar dalam darah.
Menurut Mulyadi, bahan baku norit relatif aman dikonsumsi. "Orang boleh mengkonsumsi norit sampai 20 tablet sekaligus," kata dia. Meskipun norit mampu menyerap banyak racun, norit nyatanya juga menyerap zat gizi dan vitamin yang terdapat pada makanan. Oleh karena itu, saat menenggak norit, korban juga harus terus diberikan minum air putih untuk menggantikan zat yang ikut terserap norit. Bila norit tak tersedia, kita bisa menggantikannya dengan susu. Mulyadi bilang, susu memiliki kelebihan mengikat racun yang ada dalam tubuh agar tak beredar dalam tubuh. Susu juga bisa merangsang muntah sehingga makanan beracun bisa ikut keluar. Namun, tak semua korban keracunan bisa diberikan susu atau norit. Korban keracunan karena zat korosif seperti bensin dan minyak tanah pantang mengonsumsi susu dan norit. Pemberian susu dan norit malah bisa memperparah. "Ada baiknya, mereka langsung dibawa ke ke rumah sakit," kata Mulyadi. Jika korban keracunan anak-anak, pemberian susu juga tak disarankan. "Jika mereka dirangsang muntah bisa membuat mereka tersedak dan malah bisa berakibat fatal," ajar Mulyadi.
Hal penting dalam penanganan korban keracunan adalah memperhatikan jamlah cairan dalam tubuh. Reaksi keracunan adalah muntahmuntah dan diare. Bila itu terjadi terus-menerus, penderita pasti kehilangan banyak cairan dan bisa berakibat dehidrasi. Air kelapa yang mengandung elektrolit bisa membantu korban yang banyak kehilangan cairan. (Sanny Cicilia Simbolon)
_________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Fri Jul 16, 2010 8:50 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Fri Mar 05, 2010 1:37 pm | |
| PERTOLONGAN PERTAMA 3 KECELAKAAN DI RUMAH Jum'at, 14 Mei 2010, 14:31 WIB Petti Lubis VIVAnews - Jika mengalami insiden luka bakar, luka potong atau gigitan serangga, seringkali kita bingung, apa yang harus pertama kali dilakukan? Jangan panik, kenali cara masalah darurat ringan di rumah, sebelum memutuskan pergi ke dokter.
Luka potong Saat menyiapkan bahan-bahan makanan untuk dimasak, jari Anda tergores pisau. Atau, tangan si kecil terluka karena tidak hati-hati memakai gunting.
Pertolongan pertama - Kucuri luka dengan air bersih yang mengalir perlahan dan keringkan dengan kertas tisu bersih. - Bersihkan luka dari kotoran dengan menggunakan jepit yang bersih. - Basuh luka dengan cairan antiseptik. - Tekan luka dengan kapas atau kasa steril selama beberapa menit untuk menghentikan perdarahan. - Jika lukanya kecil, biarkan tanpa ditutup agar cepat kering. Jika lukanya lebar, tutuplah dengan kasa steril, kalau perlu diberi salep antiseptik, lalu ditahan dengan plester.
Luka Bakar Tersiram cairan panas, atau tersulut api adalah insiden yang sering terjadi di rumah. Ada dua jenis luka bakar. Pertama, yang disebabkan oleh api atau panas, juga bisa oleh zat kimia, sengatan listrik, atau radiasi (burns). Yang kedua, disebabkan oleh cairan panas atau uap panas (scalds).
Pertolongan pertama - Luka bakar jenis superfisial (hanya di permukaan kulit) dan sebagian melepuh, bisa ditangani sendiri jika besar luka tidak lebih dari luas tapak tangan penderita. - Lepaskan semua aksesori dan pakaian yang menempel di bagian tubuh yang terbakar sebelum terjadi pembengkakan pada luka. - Alirkan air dingin pada bagian tubuh yang luka, paling sedikit selama 20 menit. Ini untuk mengurangi rasa sakit dan panas. Lalu tepuk-tepuk dengan sehelai kain bersih untuk mengeringkannya (jangan digosok). - Obat dan pembalut tidak diperlukan. Tapi, bisa diolesi krim atau lotion yang sifatnya sejuk, meringankan rasa sakit dan panas. - Jaga agar lepuhan tidak pecah. Jika lepuhan pecah dengan sendirinya, biarkan kulit yang terkelupas, jangan diambil. Oleskan cairan atau salep antiseptik.
Gigitan dan Sengatan Serangga Pada kebanyakan kasus, gigitan atau sengatan serangga membuat bagian yang digigit atau disengat membengkak atau gatal. Beberapa orang menampakkan gejala alergi terhadap gigitan atau sengatan, bahkan bisa mengalami syok sebagai akibat dari rasa sakit parah atau keracunan akut dari beberapa gigitan atau sengatan.
Pertolongan pertama Gigitan nyamuk, serangga, atau hama Olesi dengan calamine lotion untuk mengurangi rasa gatal.
Gigitan kutu Gunakan minyak atau alkohol untuk melepaskan gigitan kutu, lalu angkat kutu dengan jepitan. Olesi kulit yang digigit dengan calamine lotion.
Sengatan lebah Angkat sengat yang tertinggal di kulit dengan menggunakan jepitan yang steril. Bersihkan bagian kulit yang disengat, lalu olesi dengan baking soda (soda kue). Jika luka membengkak dan parah, kompres dengan kantong es. (umi) • VIVAnews
TIPS PERTOLONGAN PERTAMA LUKA BAKAR Rabu, 21 Juli 2010 | 20:48 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Aditya Wardhana, dokter spesialis bedah plastik, yang diwawancara Kompas.com, Rabu (21/7/2010) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo memberikan beberapa tips penanganan pertama pada korban penderita luka bakar.
Pertama, jauhkan dari sumber panas.
Kedua, jangan diolesi cairan seperti odol, minyak goreng, kecap, ataupun minyak tanah karena akan memperdalam luka bakar.
Ketiga, buka keran air atau keran ledeng, lalu alirkan air tersebut ke arah bagian tubuh yang terkena luka bakar selama 10-20 menit. Ini dilakukan untuk menurunkan suhu panas yang diakibatkan luka bakar tersebut.
Hal yang dilarang Jangan memakai air es atau es batu atau mencemplungkan diri dalam bak mandi, karena perubahan suhu yang tiba-tiba (antara panas dan dingin), akan memperdalam luka bakar.
Apabila luka bakar yang dialami serius, seperti luka bakar yang dialami oleh korban ledakan gas elpiji, maka yang harus dilakukan adalah: 1. Buka baju korban. 2. Lepaskan cincin, jam, atau barang apapun yang melekat pada diri korban. 3. Selimuti tubuh korban dengan selimut bersih. 4. Lalu, bawa ke rumah sakit. _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Fri Jul 23, 2010 5:29 pm; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Fri Mar 05, 2010 9:25 pm | |
| KASUS KERACUNAN MAKANAN MASIH MENGINTAI Wednesday, 18 August 2010 Seputar Indonesia PENGETAHUAN soal penanganan makanan secara tepat, dimasak dengan benar,dan disimpan dalam tempat yang baik akan membuat kita terhindari dari kasus keracunan. Sebuah usaha kecil yang sebenarnya berefek besar bagi kesehatan diri kita sendiri. Kasus keracunan makanan di berbagai daerah masih terus saja terjadi.Akhir-akhir ini bahkan terlihat frekuensinya cenderung meningkat. Kebanyakan kasus disebabkan karena kontaminasi makanan dan minuman oleh patogen atau zat kimia berbahaya karena makanan tidak ditangani secara tepat, tidak dimasak secara benar, atau tidak disimpan dengan baik. Dari definisinya, keracunan makanan merupakan penyakit yang diakibatkan pengonsumsian makanan atau minuman yang memiliki kandungan bakteri dan atau toksinnya, parasit, virus atau bahan- bahan kimia lain yang dapat menyebabkan gangguan di dalam fungsi normal tubuh.Gejala umum dari keracunan makanan adalah sakit perut,diare,muntah-muntah. Walaupun demikian,memang sebagian besar dari penyakit yang bersumber dari makanan yang rusak tidak mematikan, dan tidak menyebabkan sakit yang lama, namun dapat berakibat fatal pada usia sangat tua atau sangat muda (bayi atau balita) yang akan mengidap suatu penyakit atau mempunyai kerusakan pada sistem imunitas (kekebalan) tubuh. Menurut laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC), sebuah badan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat pada 2007, daging unggas tercemar masih merupakan penyebab utama dalam wabah keracunan makanan.Sekitar 17% berasal dari ayam,kalkun,dan unggas lainnya. Sisanya, daging sapi dan sayursayuran menyusul dengan 16% dan 14%.Data ini hampir sama dengan yang dirilis pada 2006, setahun sebelumnya. Bakteri Salmonella dan jenis lain menjadi penyebab tertinggi kontaminasi, sekitar setengah dari total kasus.Virus, seperti Norovirus,menyumbang 40% di antaranya. Sementara,racun dari jamur atau bahan kimia lainnya sebanyak 7% dan parasit 1%. Umumnya, masyarakat yang keracunan tidak mengetahui proses penyimpanan dan pengolahan bahan makanan yang tepat. Misalnya, bahan makanan yang dibiarkan terpapar suhu luar selama berjam- jam, yang memungkinkan bakteri untuk berkembang biak atau tidak dimasak dengan sempurna untuk membunuh bakteri. CDC menemukan lebih dari 21.000 jenis penyakit di sekitar 1.100 wabah keracunan di 48 negara bagian Amerika Serikat dan Puerto Rico. Dari jumlah itu, ada 18 kasus korban yang sampai meninggal. Memang, ini jauh dari gambaran lengkap. Para ahli memperkirakan,hanya sekitar 5% korban keracunan yang merupakan bagian dari suatu wabah yang luas, bisa jadi mereka hanya bagian dari kluster dua atau lebih korban. ”(Jumlah) ini hanyalah puncak gunung es,” kata Michael Doyle, Kepala Pusat Keamanan Pangan di University of Georgia, Amerika Serikat,seperti diberitakan Associated Press.Diketahui, sebanyak 87 juta kasus penyakit yang bertalian dengan makanan terjadi di Amerika Serikat saja setiap tahunnya, termasuk 371.000 orang yang dirawat di rumah sakit dan 5.700 di antaranya mengalami kematian. CDC juga kini tengah menelusuri lebih jauh hubungan penyakit yang bertalian dengan makanan di 10 negara untuk melihat seperti apa tren terkait keracunan makanan. Laporan tahun terakhir menyebutkan bahwa tingkat penyakit yang diakibatkan dengan makanan tidak mengalami peningkatan atau penurunan sama sekali alias stabil selama lima tahun terakhir. Dalam laporan yang dipublikasikan Kamis (12/  , CDC hanya mencatat satu contoh makanan, yaitu ayam panggang, yang memang harus lebih diwaspadai kebersihannya karena akan menyebabkan sekitar 45% wabah keracunan. Wabah juga melibatkan beberapa bahan-bahan makanan yang dicampurkan ke daging seperti menu salad ayam,yang sama sekali tidak terpikirkan. Keracunan makanan dapat menyebabkan diare misalnya akibat bakteri yang disebut Clostridium perfringens yang umumnya terkait dengan unggas. Atau yang lebih mematikan lagi seperti bakteri yang disebut EcoliO157: H7 yang paling sering bersinggungan dengan daging sapi.Ada juga jenis virus yang disebut Norovirus,yang paling sering muncul akibat penanganan makanan yang tidak tepat,juga sering terlihat di sayur-sayuran. Lantas,bagaimana cara mencegahnya agarkitaterhindardarikeracunan makanan? Salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga higienitas pangan. Proses higienitas pangan harus sudah dimulai sejak pemilihan, penyimpanan, hingga pengolahan bahan makanan tersebut. Perlu diperhatikan pula bahwa bakteri atau mikroba justru mudah berkembang pesat dalam udara panas. Cara mencegah keracunan makanan, misalnya hindari mengonsumsi makanan dari kaleng yang telah menunjukkan tanda kerusakan, seperti kaleng berkarat, penyok,atau kembung.Lalu,didihkan makanan dari kaleng selama 15 menit sebelum disantap.Jangan lupa, selalu perhatikan tanggal kadaluwarsa yang tertera pada kemasan. (rendra hanggara) _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Thu Aug 19, 2010 10:46 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Sun Mar 07, 2010 11:45 am | |
| KONSUMSI SUSU NASIONAL RENDAH Laporan wartawan KOMPAS.com Lusia Kus Anna Selasa, 29 Juni 2010 | 11:34 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Susu segar secara alami mengandung mineral dan zat gizi penting. Konsumsi susu setiap hari bisa memperbaiki status gizi anak. Sayangnya, konsumsi susu di Indonesia masih sangat rendah. Konsumsi susu nasional saat ini baru mencapai 10,47 liter perkapita pertahun. Jumlah itu masih jauh di bawah Malaysia 27 liter, Jepang 37,8 liter atau Amerika 83,9 liter. "Indonesia masih berada di urutan kedua dari bawah" kata Prof.Zaenal Bachrudin, Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian.
Zaenal menambahkan, faktor utama yang jadi penyebab rendahnya konsumsi susu adalah tingginya harga susu olahan, serta belum membudayanya kebiasaan minum susu di kalangan masyarakat. Dilihat dari jenis susu yang dikonsumsi, susu bubuk merupakan jenis yang paling banyak dikonsumsi yakni mencapai 43,3 persen. Sedangkan bentuk UHT 4,6 persen, susu steril 2,7 persen dan susu pasteurisasi 1,2 persen.
"Di negara maju susu segar lebih banyak dikonsumsi karena susu segar lebih banyak mengandung protein aktif," kata Zaenal dalam acara seminar dalam rangka Hari Susu Nusantara di Jakarta, Selasa (29/6/2010).
KONSUMSI BUAH MASYARAKAT SANGAT RENDAH Minggu, 27 Juni 2010 | 13:24 WIB BOGOR, KOMPAS.com — Menteri Pertanian Suswono mengatakan, konsumsi buah-buahan masyarakat masih sangat rendah, yakni sekitar 32, 67 kilogram per kapita per tahun. Angka tersebut masih jauh dari standar konsumsi buah yang ditetapkan Food and Agriculture Organization of United Nation (FAO), yakni sebesar 65,75 kilogram per kapita per tahun. "Ini tantangan bagi kita supaya masyarakat cinta makan buah-buahan," ujar Suswono saat membuka Festival Jambi Biji Mekarsari, di Taman Wisata Mekarsari, Cileungsi, Bogor, Minggu (27/6/2010).
Dikatakan Suswono, tingkat konsumsi buah masyarakat masih rendah dikarenakan faktor budaya dan daya beli masyarakat yang masih rendah. Bagi masyarakat pedesaan, konsumsi buah yang rendah dikarenakan budaya masyarakat yang hanya menganggap nasi sebagai bahan makanan."Karena mereka makan itu nasi, kalau belum makan nasi, tandanya belum makan. Ini persoalan, ini yang harus diyakinkan kalau kita makan itu harus variatif," kata Suswono.
Sementara di perkotaan, daya beli masyarakat miskin kota terhadap buah-buahan yang masih rendah membuat konsumsi buah di perkotaan juga rendah. "Ini akan menjadi perhatian pemerintah sendiri mengenai harga karena harga buah-buah lokal lebih mahal dari impor," ujar Suswono. Untuk itulah, demi mendorong konsumsi buah-buahan, pemerintah akan memberi bantuan berupa bibit buah-buahan dan mengampanyekan kepada masyarakat agar mulai cinta buah. "Pemberian bibit, bantuan bibit buah-buahan dalam rangka supaya masyarakat bisa juga menanam. Untuk masyarakat kota sebenarnya yang penting kemauan memelihara buah-buahan, kampanye ini yang harus dimasifkan," imbuh Suswono.
Dengan demikian, diharapkan konsumsi buah-buahan akan meningkat sehingga menurunkan konsumsi karbohidrat atau beras sebesar 1,5 persen per tahun. Hal tersebut dikarenakan konsumsi beras rumah tangga Indonesia sangat tinggi, yakni 105-110 kilogram per tahun, sedangkan negara Asia Tenggara lainnya sudah mencapai 90 kg per tahun. _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Thu Aug 19, 2010 10:20 am; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Thu Mar 11, 2010 6:44 am | |
| SUSU COKLAT LEBIH MANJUR DARI MINUMAN ENERGI Merry Wahyuningsih - detikHealth - Jumat, 04/06/2010 16:15 WIB Seattle, Iklan minuman energi mungkin sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan orang. Mulai dari bentuk sachet, kaleng maupun botol. Tapi susu coklat bebas lemak ternyata lebih manjur memulihkan tenaga atlet ketimbang beragam minuman energi. Para ahli sepakat bahwa pemulihan energi bagi atlet dua jam setelah latihan olahraga atau aktivitas berat lainnya adalah penting. Tetapi hal ini sering diabaikan. Padahal setelah aktivitas berat, periode pemulihan penting bagi orang-orang yang aktif. Ini untuk membantu memaksimalkan stamina dan menjaga kinerja tetap prima pada aktivitas berikutnya.
Peneliti menemukan bahwa susu coklat bebas lemak dapat menjaga tubuh, mengisi dan membangun kembali otot-otot untuk membantu tubuh pulih kembali. Susu coklat bebas lemak lebih efektif ketimbang cairan karbohidrat yang dirancang khusus untuk menambah energi. Seperti dilansir dari Telegraph, Jumat (4/6/2010), hasil temuan ini telah dipublikasikan oleh James Madison University pada konferensi American College of Sports Medicine, di Seattle.
Minum susu coklat bebas lemak setelah latihan olahraga atau melakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak energi, bisa membantu menyiapkan otot untuk melakukan pertandingan atau aktivitas berikutnya. Kombinasi karbohidrat dan protein yang terkandung dalam susu coklat ditemukan dalam rasio yang paling menguntungkan dan paling cocok untuk memulihkan tenaga. Seperti dilansir dari SawfNews, secara khusus peneliti menemukan keuntungan susu coklat, yaitu untuk:
1. Membangun otot kembali Susu coklat bebas lemak lebih mampu meningkatkan sintesis protein otot rangka, yang berarti merupakan suatu tanda bahwa otot lebih mampu memperbaiki dan membangun kembali, dibanding minuman karbohidrat penambah energi dengan jumlah kalori yang sama.
2. Mengisi 'bahan bakar' otot yang habis Studi menunjukkan bahwa susu coklat memiliki campuran karbohidrat dan protein untuk membantu otot mengisi 'bahan bakar' yang habis, yaitu glikogen. Hal ini penting untuk memulihkan stamina dan otot. Protein dalam susu coklat bebas lemak juga membantu membangun otot tanpa lemak.
3. Mengurangi kerusakan otot Atlet berisiko mengalami kerusakan otot setelah latihan dan melakukan aktivitas berat. Peneliti menemukan bahwa minum susu coklat bebas lemak setelah latihan dapat membantu mengurangi kerusakan otot tersebut.
4. Menggantikan cairan tubuh yang hilang Susu coklat juga memberikan cairan rehidrasi dan elektrolit dalam tubuh, seperti potasium, kalsium dan magnesium yang hilang dalam keringat. Kedua cairan ini sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan dapat menggantikan tenaga yang hilang setelah aktivitas berat. (mer/ir) _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Tue Jul 27, 2010 9:16 am; edited 7 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Thu Mar 11, 2010 8:21 pm | |
| SEKS, ALKOHOL, LEMAK PEMBUNUH TERBESAR Jumat, 30 Oktober 2009 | 09:51 WIB KOMPAS.com - Secara global, ada lima faktor yang berpengaruh pada kesehatan dan usia harapan hidup masyarakat, yakni malnutrisi, seks yang tidak aman, alkohol, sanitasi yang buruk dan kebersihan, serta tekanan darah tinggi. Sekitar 60 juta kematian di usia muda di seluruh dunia disebabkan oleh lima faktor itu. Bila kelima faktor tersebut bisa diatasi, kematian di usia muda bukan hanya bisa dicegah, namun angka harapan hidup akan meningkat hingga lima tahun. Demikian laporan yang disampaikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Bila malnutrisi menjadi masalah besar di negara-negara miskin, obesitas dan kelebihan berat badan akibat kelebihan nutrisi, menjadi masalah di kebanyakan negara maju. Menurut WHO, lebih banyak kematian yang disebabkan karena obesitas dibanding akibat malnutrisi. "Dunia menghadapi masalah yang besar dan hampir sama di berbagai negara dalam hal kesehatan," tulis WHO dalam laporan Global Health Risk. Ada 24 faktor risiko kesehatan yang disebut dalam laporan tersebut. Bila masalah-masalah itu teratasi, kualitas kesehatan masyarakat pun akan meningkat.
"Bila kualitas kesehatan naik, kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat," catat WHO. Dalam laporan tersebut juga disebutkan, ada beberapa masalah kesehatan yang diasosiasikan dengan negara kaya, seperti merokok dan obesitas, ternyata kini juga dihadapi oleh negara-negara miskin dan berkembang. WHO mencatat, risiko kesehatan kini berada dalam masa transisi; usia harapan hidup masyarakat meningkat karena berhasil melawan penyakit infeksi, namun di saat yang sama muncul masalah baru akibat kurangnya aktivitas fisik, pola makan, konsumsi alkohol dan merokok.
Secara umum, badan kesehatan dunia ini membuat ranking risiko kematian akibat faktor kesehatan, yakni hipertensi (13%), merokok (9%), gula darah tinggi (6%), kurang olahraga (6%), dan obesitas atau kegemukan (5%). Faktor-faktor tersebut meningkatkan risiko terkena penyakit kronik dan penyakit penyebab kematian, seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Negara miskin masih bergulat pada masalah kesehatan yang disebabkan oleh kemiskinan, kekurangan nutrisi, seks yang tidak aman, minimnya air bersih dan sanitasi yang buruk. Pada saat yang sama, faktor yang terkait dengan pola makan, seperti kolesterol, obesitas, dan tekanan darah tinggi, meningkatkan risiko masalah kesehatan yang lebih besar.
_________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Fri Jul 16, 2010 9:20 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Mon Mar 15, 2010 12:35 pm | |
| ORANGTUA SERING TIDAK SADAR ANAKNYA KEGEMUKAN Vera Farah Bararah - detikHealth - Jumat, 25/06/2010 10:30 WIB South Florida, Sebagian besar orangtua yang punya anak dengan kelebihan berat badan atau obesitas tidak menyadarinya. Orangtua malah beranggapan tubuh anak yang gemuk pertanda sehat, lucu dan menggemaskan. Kondisi ini cukup memprihatinkan para praktisi kesehatan karena risiko kegemukan akan terus membayangi si anak di masa depan jika orangtua menganggap masalah berat badan adalah hal yang biasa. Sebuah studi yang dilakukan University of South Florida menunjukkan 71 persen orangtua yang memiliki anak usia prasekolah dengan kelebihan berat badan atau obesitas, merasa bahwa berat badan anaknya termasuk sehat atau lebih kurus dari berat badan anak yang sehat.
Penelitian ini sendiri melibatkan 150 orangtua yang memiliki anak usia 2-5 tahun. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Clinical Pediatrics. "Bisa dibayangkan, orangtua masih berpikir anaknya sudah sehat atau justru terlalu kurus dengan kelebihan berat badan yang ada. Padahal anak-anak tersebut sudah masuk kategori kelebihan berat badan ataupun obesitas," ujar Dr Raquel Hernandez, asisten profesor pediatrik dari University of South Florida, seperti dikutip dari AOLHealth, Jumat (25/6/2010).
Dr Hernandez menuturkan masa balita adalah saat-saat kritis untuk membiasakan hidup sehat, sehingga nantinya anak-anak bisa menjalani hidup yang sehat di masa mendatang. Masalah kegemukan pada anak sebagian besar disebabkan karena anak-anak cenderung lebih banyak mendapatkan asupan kalori dan kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan si kecil. Pada penelitian sebelumnya juga telah ditunjukkan bahwa kelebihan berat badan di usia muda bisa meningkatkan risiko anak menjadi obesitas sebesar 5 kali lipat, atau setidaknya tetap membuat anak berada dalam kategori kelebihan berat badan. (ver/ir) _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Tue Jul 27, 2010 9:16 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Wed Mar 17, 2010 12:05 pm | |
| TAK ADA ORANG GEMUK YANG SEHAT Rabu, 30 Desember 2009 | 11:06 WIB KOMPAS.com - Gemuk tak lagi menjadi lambang kemakmuran. Kegemukan atau obesitas justru mengundang pelbagai penyakit yang memperpendek umur. Karena itu sebelum memasuki awal tahun yang baru ini para ahli kembali mengingatkan bahwa obesitas mampu merampas kehidupan. Tak ada orang gemuk yang bisa sehat dalam jangka panjang.
Berdasarkan penelitan selama 30 tahun terhadap 1.800 pria Swedia yang dimulai saat mereka berusia 50 tahun, para peneliti menyimpulkan bahwa orang obesitas tidak memiliki metabolisme yang sehat. Selama periode penelitian ini mereka yang obesitas umumnya meninggal karena penyakit kardiovaskular, seperti stroke atau serangan jantung. Selain faktor kegemukan, para ahli juga mengukur prevalensi sindrom metabolik, seperti kadar gula darah, hipertensi, trigiliserida, kolesterol, serta lingkar pinggang, yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular. Sebelumnya para pakar berpendapat bahwa risiko penyakit jantung lebih rendah pada orang gemuk yang tidak memiliki sindrom metabolik. Hal ini menyebabkan orang mengelompokkan adanya obesitas yang sehat.
Namun, laporan terbaru menyebutkan, studi tersebut umumnya bukan penelitian jangka panjang karena gangguan kesehatan biasanya baru muncul setelah 15 tahun. Dalam laporan yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Circulation, para peneliti mencatat bahwa risiko penyakit dalam jangka panjang tetap tinggi meski orang gemuk tak memiliki sindrom metabolik. Kebiasaan menyantap makanan berlemak dan berkalori tinggi yang tidak diimbangi olahraga merupakan gerbang menuju obesitas atau kegemukan yang akan mengundang penyakit. Untuk mengurangi risiko kegemukan, konsumsi makanan sebaiknya dibatasi dan diimbangi dengan olahraga secara teratur. _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Fri Jul 16, 2010 9:31 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Wed Mar 17, 2010 12:56 pm | |
| OBESITAS DORONG RISIKO KEMATIAN DI ASIA PASIFIK Kamis, 01 Juli 2010 | 10:59 WIB TEMPO Interaktif, OSLO - Risiko kematian akibat kegemukan dan kanker di kawasan Asia-Pasifik meningkat secara signifikan. Menurut sebuah studi baru dari Universitas Oslo di Norwegia, kematian karena kanker pada orang kelebihan berat badan lebih besar dibanding mereka yang memiliki berat badan normal. Para peneliti menganalisis data dari lebih dari 424.500 orang dewasa di Asia, Australia dan Selandia Baru. Secara keseluruhan, mereka yang kelebihan berat badan, 21 persen meninggal karena kanker dibanding orang dengan berat badan normal. ”Angka itu belum termasuk penyebab penyakit kematian paru-paru dan saluran pencernaan atas,” tulis Christine Parr, dari Universitas Oslo di Norwegia.
Penelitian ini juga menemukan, dibandingkan orang dengan berat badan normal, orang obesitas lebih mungkin mati karena masalah usus besar, rektum, ovarium, serviks dan kanker prostat dan leukemia. Wanita obesitas berusia lebih dari 60 tahun juga lebih mungkin mati karena kanker payudara dibandingkan wanita dengan berat badan normal.
Meski berbeda gaya hidup dan pola makan dibandingkan negara negara Barat, penelitian ini tak menemukan risiko yang lebih tinggi untuk kematian kanker pada indeks massa tubuh yang sama, sebagaimana telah disarankan untuk diabetes dan penyakit kardiovaskuler. Christine menyerukan untuk mencegah peningkatan proporsi orang yang kelebihan berat badan dan obesitas dalam populasi Asia untuk mengurangi beban kanker yang dikhawatirkan berkembang jika epidemi obesitas terus.
nur rochmi | healthday _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Fri Jul 16, 2010 9:31 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Tue Mar 23, 2010 6:58 am | |
| BEDA OBESITAS DAN OVERWEIGHT Kompas - Selasa, 27 Juli KOMPAS.com — Pengertian obesitas dan kegemukan mempunyai makna yang berbeda-beda bagi tiap orang. Namun, sebagian besar orang menganggap kelebihan berat badan jauh melebihi berat yang diinginkan sebagai kegemukan. Definisi obesitas, menurut para dokter, adalah kondisi di mana lemak tubuh berada dalam jumlah yang berlebihan. Kondisi ini disebut sebagai penyakit kronik yang bisa diatasi. Obesitas juga berhubungan dengan penyakit-penyakit yang dapat menurunkan kualitas hidup.
Sementara itu, overweight atau kelebihan berat badan adalah keadaan di mana berat badan (BB) seseorang melebihi BB normal. Dari perkiraan 210 juta penduduk Indonesia tahun 2000, jumlah penduduk yang mengalami overweight mencapai 76,7 juta (17,5 persen) dan yang obesitas mencapai 9,8 juta (4,7 persen). Istilah "normal", "overweight", dan "obese" dapat berbeda-beda pada tiap negara dan budaya. Oleh karena itu, WHO menetapkan suatu pengukuran atau klasifikasi obesitas yang tidak tergantung pada bias kebudayaan.
Metode yang paling banyak digunakan untuk mengukur tingkat obesitas adalah body mass index (BMI), yang didapat dengan cara membagi berat badan (kg) dengan kuadrat dari tinggi badan (meter). BMI dapat digunakan untuk menentukan seberapa besar seseorang dapat terkena risiko penyakit tertentu. Nilai BMI normal Asia 18,5-22,9. Nilai 23-24,9 disebut kelebihan berat badan (overweight). Seseorang dikatakan obesitas bila BMI-nya di atas 30 atau dengan kata lain orang tersebut memiliki kelebihan BB sebanyak 20 persen. Ada banyak penyakit yang berhubungan erat dengan kelebihan berat badan. Sebut saja tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, artritis, nyeri punggung, bahkan disfungsi seksual. _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Sat Jul 31, 2010 8:19 pm; edited 5 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Wed Mar 24, 2010 12:53 pm | |
| MENGAPA ORANG GEMUK PERLU DIET? Rabu, 14 Juli 2010, 10:46 WIB Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti VIVAnews - Memiliki berat badan berlebih atau obesitas tidak baik untuk kesehatan. Obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya sejumlah penyakit seperti diabetes melitus, tekanan darah tinggi, stroke, serangan jantung, dan gagal jantung. Makanan memang merupakan kebutuhan dasar manusia untuk memenuhi kecukupan gizi. Namun, perlu kontrol agar tak memicu obesitas. Tanpa kontrol menu dan porsi, makanan justru berpotensi menjadi biang timbulnya penyakit. “Status gizi yang baik adalah tidak kelebihan berat badan. Tidak kelebihan berat badan juga bisa mencegah hipertensi,” kata Triyani Kresnawan, DCN, Mkes, dari Instalasi Gizi RSCM, dalam seminar mengenai hipertensi beberapa waktu lalu.
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan, prevalensi obesitas umum pada penduduk usia 15 tahun ke atas sebanyak 19,1 persen. Ada 14 propinsi memiliki obesitas umum di atas prevalensi nasional. Sedangkan lima provinsi dengan prevalensi tertinggi adalah Kalimantan Timur, Maluku Utara, Gorontalo, DKI Jakarta dan Sulawesi Utara. Secara nasional prevalensi obesitas umum terjadi pada pria sebesar 13,9 persen, lebih rendah dibanding dengan wanita sebesar 23,8 persen. Prevalensi obesitas umum lebih tinggi terjadi di daerah perkotaan dibanding pedesaan. “Mulailah makan makanan sehat seimbang karena dapat mencegah berbagai penyakit degeneratif di antaranya hipertensi dan obesitas,” Triyani menambahkan.
Agar bisa mengendalikan penambahan berat badan dan mencegah hipertensi, ia menganjurkan konsumsi makanan dengan gizi seimbang yakni. 1. Mengonsumsi makanan sehat sesuai kebutuhan tubuh, baik kualitas maupun kuantitasnya. Usahakan makanan yang dikonsumsi setiap hari bervariasi 2. Perhatikan proporsi setiap kelompok makanan. Usahakan jangan ada yang kurang dan jangan ada yang lebih. Disarankan, 50-60 persen kalori berasal dari karbohidrat, 25 persen dari lemak, dan 15 persen dari protein) 3. Pembatasan penggunaan lemak jenuh, gula kolesterol, garam dan alkohol. Anjuran asupan garam kurang lebih enam gram perhari. 4. Perhatikan kebutuhan energi berdasar aktivitas fisik 5. Perhatikan budaya makan. Lepaskan diri dari pola hidup modern yang lebih banyak mengonsumsi junk food, makanan kemasan, atau yang diawetkan.
GEMUK DI USIA 20, RISIKO MATI BERLIPAT Rabu, 14 Juli 2010 | 10:23 WIB STOCKHOLM, KOMPAS.COM - Ancaman akan kegemukan atau obesitas kembali digaungkan para ahli kesehatan di dunia. Dalam Kongres Obesitas Internasional ke-11 yang tengah berlangsung di Stockholm, Selasa (13/72010), para ahli mengungkapkan laporan yang mengaitkan risiko kematian dan kegemukan di usia muda. Suatu riset yang dilakukan ilmuwan dari Institute of Preventive Medicine, Copenhagen University Hospital, Denmark menyimpulkan bahwa pria yang mengidap obesitas pada usia 20 tahun menghadapi risiko dua kali lipat meninggal secara prematur. Studi yang dipimpin Esther Zimmermann itu dilakukan dengan cara memantau perkembangan sekitar 5.000 pria yang mengikuti wajib militer sejak usia 20 hingga 80 tahun.
Zimmermann dan timnya membandingkan angka kematian 1.930 pria wajib militer pengidap obesitas dengan sampel acak 3.601 pria prajurit non-obesitas. Indeks Massa Tubuh (BMI) para pria diukur pada rata-rata usia 20, 35 dan 46 tahun, dan perkembangannya terus dipantau hingga mereka meninggal. Tercatat 1.191 pria meninggal selama masa pemantauan hingga 60 tahun kemudian. "Temuan kami memperlihatkan bahwa pada setiap usia, seorang pria obesitas memiliki kemungkinan dua kali lipat meninggal dibandingkan pria yang tidak obesitas, dan kegemukan pada usia 20 tahun memberi pengaruh yang konstan hingga 60 tahun kemudian," kata Zimmerman.
Tim peneliti juga menemukan perubahan kematian dini meningkat hingga 10 persen pada pria dengan BMI di atas ambang bobot sehat dan itu berlangsung terus sepanjang hidup, dimana pria yang obesitas akan meninggal delapan tahun lebih cepat dibanding pria non-obesitas. "Studi kami memberi petunjuk bagaimana kegemukan pada usia 20 tahun mempengaruhi kegemukan sepanjang hidup kala dewasa. Itu adalah studi pertama dengan masa pemantauan yang begitu panjang dan menjadi studi pertama yang menyelidiki dampaknya seumur hidup," kata Zimmermann. _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Tue Aug 03, 2010 5:40 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Wed Mar 24, 2010 1:20 pm | |
| ANCAMAN DARI SI PEMBUNUH NO 1 DI DUNIA Irna Gustia - detikHealth - Kamis, 17/06/2010 07:36 WIB Beijing, Dalam beberapa dasawarsa terakhir, ancaman dari si pembunuh no 1 dunia belum pernah surut. Tak lagi orangtua yang menjadi sasarannya, generasi yang lebih muda 20 tahun pun kini ikut menjadi targetnya. Bukan virus atau senjata yang membuat si pembunuh datang tapi perilaku hidup yang menentukan.
"Kardiovaskular terus menjadi pembunuh nomor satu dunia dan angka kejadiannya terus meningkat dan hampir separuh kasus yang terjadi ada di kawasan Asia Pasifik," kata Profesor Shahryar A. Sheikh, MBBS, mantan presiden World Heart Federation dalam acara 'Scientific Tutorial for Journalist' yang diadakan Bayer Schering Pharma di Marco Polo Beijing, China, Kamis (17/6/2010). Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) dari kasus kematian yang terjadi di tahun 2005, sebanyak 17,5 juta (30,2%) nyawa melayang karena penyakit gangguan jantung dan pembuluh darah atau kardiovaskular.
Angka kematian akibat kardiovaskular lebih tinggi dua kali lipat dari kematian akibat kanker 15,7% serta gangguan penyakit lain 15,7%. Sedangkan kematian terbanyak akibat virus adalah HIV AIDS 4,9%, Tuberculosis (TBC) 2,4%, Malaria 1,5% dan kasus infeksi lain 20,9%. Profesor Sheikh menjelaskan dari total 17,5 juta kematian akibat kardiovaskular sebanyak 7,6 juta meninggal karena jantung koroner dan 5,7 juta mati karena stroke. Penyakit kardiovaskular terdiri dari gangguan yang menyebabkan penyakit jantung (kardio) dan pembuluh darah (vaskular). Profesor Sheikh mengungkapkan gaya hidup seseorang yang akan menjadi penanda apakah berisiko terkena kardiovaskular atau tidak.
Pemicu utamanya adalah tekanan darah tinggi, kolesterolterol tinggi, obesitas (kegemukan), merokok dan kurang bergerak. "Terapi pencegahan sangat penting untuk mengurangi kasus kematian kardiovaskular secara global," kata Profesor Sheikh yang juga menjadi ketua Punjab Institute of Cardiology, Lahore, dan dokter ahli kardiologi di Hospital & Medical Centre, Lahore, Pakistan.
Yang lebih mencemaskan kata Profesor Sheikh, di kawasan Asia penyakit ini banyak menyerang usia muda atau 10 tahun lebih muda dari penderita di negara-negara barat. China mencatat angka penambahan terbesar dari semula 12,8% di tahun 1957 menjadi 35,8% di tahun 1990. Meski di China penduduknya sangat memperhatikan minuman suplemen kenyataannya 1 dari 4 orang China berisiko terkena kardiovaskular karena perubahan gaya hidup yang drastis. Sedangkan di Indonesia kasus kematian akibat kardiovaskular kurang dari 20%.
Penyakit kardiovaskular terdiri dari 3 bentuk: 1. Penyakit Jantung Koroner, adalah gangguan pembuluh darah ke jantung contohnya seperti serangan jantung (infark miokard), nyeri dada (angina) dan irama jantung tidak normal (aritmia).
2. Penyakit serebrovaskular, adalah gangguan pembuluh darah ke otak contohnya seperti stroke yang terjadi karena sel otak akibat kurangnya suplai darah ke otak dan gangguan yang menyerang sistem iskemik seperti gerakan, rasa, penglihatan dan kemampuan bicara yang hilang.
3. Penyakit vaskular perifer, adalah gangguan pembuluh darah yang menyuplai tangan dan kaki yang terkadang datang dan pergi. Gangguan lainnya seperti sakit karena kram otot kaki.
Profesor Sheikh mengatakan perlu manajemen gaya hidup dari semua orang untuk menghindari ancaman pembunuh nomor satu ini. Sebagian besar penyakit kardiovaskular juga sudah dapat dikendalikan melalui terapi seperti menurunkan tekanan darah atau pencegahan agar darah tidak menggumpal (platelet). Sayangnya banyak orang yang mengabaikan dan menganggap dirinya selalu sehat dengan terus menjalani gaya hidup yang salah. Gejala awal seperti sakit dan tidak enak di dada, bahu kiri, tangan, siku, punggung atau rahang dianggap sebagai angin lalu. Orang baru akan sedikit sadar jika sudah sesak napas, mual, muntah, keluar keringat dingin, pucat hingga pingsan.(ir/up) _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Tue Aug 03, 2010 5:38 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Asal Tahu Saja Sat Mar 27, 2010 6:30 am | |
| 6 PENYAKIT MAUT YANG MENGANCAM PRIA Nurul Ulfah - detikHealth - Rabu, 16/09/2009 16:32 WIB Jakarta, Sebuah studi mengatakan bahwa perempuan lebih sehat daripada pria. Dari 15 penyakit penyebab kematian di Amerika, kebanyakan dialami oleh pria, bahkan peneliti mengatakan pria meninggal dunia 5 tahun lebih cepat dibanding wanita. Berikut ini 6 penyakit pria yang paling banyak menyebabkan kematian. Selain karena faktor biologis, kurangnya perhatian pria terhadap masalah kesehatan cukup berpengaruh. "Pria menempatkan kesehatan di urutan terakhir dalam prioritas hidupya. Kebanyakan mereka lebih memprioritaskan perannya di lingkungan sosial," ujar Demetrius Porche, ketua American Journal of Men's Health seperti dikutip dari WebMD, Rabu (16/9/2009). Pria lebih jarang pergi ke dokter dibanding wanita sehingga lebih sering terkena penyakit kronis. "Selama mereka merasa sehat dan bisa tetap bekerja dengan produktif, kebanyakan pria tidak pernah memikirkan risiko penyakit atau kesehatan mereka," ujar Porche.
Berikut ini adalah 6 jenis penyakit yang paling banyak mengancam pria dan bagaimana cara mencegahnya. 1. Penyakit kardiovaskular Penyakit yang dikenal dengan atherosclerosis ini memiliki arti pengerasan atau penegangan arteri (pembuluh darah). Adanya plak yang disebabkan oleh kolesterol dalam pembuluh darah menyebabkan arteri tersumbat dan hal tersebut memicu penyakit jantung. Menurut CDC (Center for Disease Control), 1 dari 5 orang pria terserang penyakit ini dan umumnya mereka meninggal dunia di usia 65 tahun. Cek kolesterol setiap 5 tahun sekali mulai usia 25 tahun, kurangi konsumsi kolesterol jahat (LDL), berhenti merokok, perbanyak olahraga serta makan sayur dan buah bisa mencegah penyakit ini.
2. Kanker paru-paru Kanker ini adalah jenis kanker paling ganas dan mematikan yang paling banyak dialami pria. Penyebarannya sangat cepat dan sulit disembuhkan. Kurang dari setengah pria yang bisa bertahan hidup setahun setelah gejalanya menyebar. Sebanyak 90 persen penyebabnya adalah rokok. Berhenti merokok sejak dini bisa mengurangi risikonya.
3. Kanker prostat Penyakit ini biasanya timbul seiring dengan bertambahnya usia. Studi menunjukkan bahwa meskipun 1 dari 6 pria mengalaminya, tapi hanya 1 dari 35 orang yang meninggal dunia karena penyakit ini. "Pertumbuhan kanker prostat sangat lambat dibanding jenis kenker lainnya. Melakukan scan sejak dini sangat diperlukan," ujar Djenaba Joseph, MD, medical officer dari cancer prevention at the CDC.
4. Depresi dan bunuh diri Sebelumnya para peneliti beranggapan bahwa wanita lebih banyak mengalami stres, tapi ternyata pria yang memiliki sikap menutupi masalah dan merasa bisa menanganinya sendiri lebih banyak mengalami stres. "Daripada menangis, pria yang sedang stres lebih banyak marah dan agresif. Bagi mereka tidak mungkin mengatakan bahwa dirinya sedang depresi pada orang lain, jadi mereka menanganinya dengan mabuk atau bahkan bunuh diri," ujar Porche.
5. Diabetes Penyakit ini muncul tanpa banyak diketahui, tiba-tiba saja gula darah meningkat. Ketika pria sering kencing dan merasa haus, baru mereka pergi ke dokter. Serangan jantung, stroke, buta, gagal ginjal dan amputasi adalah penyakit lainnya yang membuntuti orang diabetes dan telah menggugurkan banyak pria ketimbang wanita. Mengurangi berat badan dan menjaga kadar gula dalam darah dengan olahraga dan makan makanan bergizi bisa mencegah diabetes, terutama diabetes tipe 2.
6. Disfungsi Ereksi Penyakit ini mungkin tidak terlalu mengancam nyawa pria tapi tetap sebuah pertanda bahwa ada masalah kesehatan serius dalam tubuh. Pria dengan penyakit Erectile Dysfunction (ED) dilaporkan kurang bisa menikmati hidup dan cenderung lebih depresi. ED kebanyakan disebabkan oleh atherosclerosis, penyakit yang sama yang menyebabkan serangan jantung dan stroke. Dokter mengingatkan bahwa ED adalah tanda awal penyakit kardiovaskular, jadi sebaiknya lebih waspada. _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Tue Aug 03, 2010 5:36 am; edited 6 times in total |
|  | | |
| Page 2 of 19 | Goto page : 1, 2, 3 ... 10 ... 19  |
| | Permissions of this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |