|
| |
| Author | Message |
|---|
gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Sat Feb 13, 2010 12:10 pm | |
| BAYI TABUNG Definisi bayi tabung sebenarnya adalah proses pembuahan sel telur dan sperma diluar tubuh wanita, atau istilahnya In Vitro Fertilization ( IVF ). In Vitro adalah istilah bahasa Latin yang berarti dalam gelas / tabung gelas, sedangkan fertilization adalah bahasa Inggrisnya dari pembuahan.
Proses bayi tabung atau IVF dimulai dengan perangsangan indung telur istri dengan hormon. Ini untuk memacu perkembangan sejumlah folikel. Folikel adalah gelembung yang berisi sel telur. Perkembangan folikel dipantau secara teratur dengan alat USG dan pengukuran kadar hormon estradiol dalam darah. Pengambilan sel telur dilakukan tanpa operasi, tetapi melalui pengisapan cairan folikel dibantu dengan tuntunan alat USG transvaginal. Cairan folikel tersebut kemudian segera dibawa ke laboratorium. Seluruh sel telur yang diperoleh, selanjutnya di eramkan dalam inkubator. Beberapa jam kemudian terhadap masing masing sel telur akan ditambahkan sejumlah sperma suami ( inseminasi ) yang sebelumnya telah diolah dan dipilih yang terbaik mutunya. Setelah kira kira 18-20 jam, akan terlihat apakah proses pembuahan tersebut berhasil atau tidak. Sel telur yang telah dibuahi sperma disebut zigote, akan dipantau selama 22-24 jam dahulu, untuk melihat perkembangannya menjadi embryo. Dokter akan memilih 4 embryo yang terbaik, yang kemudian akan dihisap ke dalam sebuah kateter khusus untuk dipindahkan ke dalam rahim. Terjadinya kehamilan atau tidak baru dapat diketahui setelah 14 hari.
Ketika memutuskan mengikuti program bayi tabung sebaiknya pasutri sudah mempunyai persiapan yang matang, baik dari segi mental maupun segi materi. Dari segi materi harus mengeluarkan biaya yang cukup besar yaitu Rp 16,5 - 54 juta tergantung pada jenis paket yang harus diambil. Dari segi mental dibutuhkan tingkat ke disiplinan yang tinggi dan motivasi yang kuat, untuk bisa mengatasi rasa sakit dan stress yang timbul sselama menjalani program bayi tabung. Program yang lebih menitik beratkan pada istri ini membawa konsekuensi berat pada istri, setiap hari sekitar 5-14 hari ( tergantung perkembangan tiap individu ) istri harus disuntik pada waktu yang sama. Jadi setiap hari istri harus bolak balik ke RS, 2x sehari, untuk disuntik dan diambil darah serta pemeriksaan USG. Belum lagi rasa sakit waktu diambil sel telur dan waktu ditanam kembali ke rahim setelah menjadi embryo.
Saat ini tingkat keberhasilan bayi tabung masih sekitar 25%, angka ini berlaku diseluruh dunia, bukan di Indonesia saja. Semakin muda umur istri semakin besar tingkat keberhasilannya. Pada wanita kurang dari 35 tahun mencapai 30-33%, sementara bila berusia lebih dari 40 tahun peluang kehamilannya hanya 8%.
Program bayi tabung juga ditentukan oleh kualitas sperma, karena prinsip program bayi tabung adalah mempertemukan sperma dan ovum secara in vitro, karena secara alami tidak dapat terjadi pembuahan.
Sumber: Seputar Indonesia Rabu 10 Maret 2010 _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 5:12 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Sat Feb 13, 2010 12:12 pm | |
| KESEHATAN ANAK DARI PROSES BAYI TABUNG Anak muda yang terlahir melalui proses bayi tabung memiliki ketahanan fisik yang hampir sama dengan bayi biasa, namun bayi tabung kelak cenderung memiliki masalah psikologi lebih besar. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal The Fertility and Sterility ini merupakan tindak lanjut penelitian generasi pertama anak anak Amerika Serikat ( AS ) yang dikandung melalui bayi tabung. Semua bayi lahir antara tahun 1981-1990 melalui program bayi tabung di Eastern Virginia Medical School, AS.
Penelitian tersebut menjelaskan bahwa tahap tahap awal perkembangan embryo manusia dalam rahim dapat mempengaruhi resiko dari berbagai kondisi kesehatan kronis di kemudian hari. Karena itu, secara teoritis bayi tabung lebih berresiko menderita berbagai penyakit. Selain itu, bayi tabung kebanyakan lahir kembar, yang berarti lebih besar kemungkinan kelahiran secara prematur dan berat lahir rendah. Hal ini bisa jadi berdampak negatif pada perkembangan bayi tersebut di usia dewasanya.
Namun, dalam penelitian mereka, orang dewasa muda yang dilahirkan melalui proses bayi tabung umumnya sehat dan menyesuaikan diri dengan baik, bahkan kadang kadang lebih baik ketahanan tubuhnya dari anak AS umumnya dalam menghadapi faktor resiko penyakit fisik yang kronis. Mereka umumnya lebih kecil kemungkinannya untuk merokok dan lebih senang olah raga daripada orang dewasa AS lainnya direntang usia mereka.
Namun, kondisi psikologis mereka masih mengkhawatirkan, terutama menjadi anak yang hiperaktif ( ADHD = Attention Defisit Hyperactivity Disorder ), suka minum minuman keras, serta kemungkinan mengalami depresi.
Diketahui, persentase partisipan yang mengatakan mereka pernah di diagnosis dengan ADHD lebih tingga dari normal sekitar 27%, dibandingkan dengan perkiraan pervalensi ADHD diantara anak anak AS yang mencapai 3-5%. Tingkat depresi juga tampak tinggi, dengan hampir 16% mereka yang pernah di diagnosis dengan gangguan ini. Hampir 55% wanita muda yang dikandung secara bayi tabung dilaporkan menjadi pecandu minuman keras dibandingkan dengan 36% wanita muda AS umumnya. Definisi pecandu minuman keras yaitu mereka yang menenggak 5 gelas atau lebih minuman beralkohol dalam waktu 2 jam.
Sumber: Seputar Indonesia Rabu 10 Maret 2010 _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 5:16 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Feb 17, 2010 9:04 am | |
| KELAINAN BAWAAN YANG SERING TERJADI PADA BAYI Jumat, 11/06/2010 15:45 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth Jakarta, Setiap orangtua menginginkan anaknya lahir dengan fisik yang sempurna. Tapi beberapa faktor ternyata dapat membuat seorang bayi terlahir dengan kelainan bawaan. Apa saja kelainan bawaan yang umum terjadi? Sekitar 1 persen bayi dilahirkan dengan kelainan bawaan atau kongenital, yaitu kondisi abnormal yang sudah ada sejak bayi baru lahir. Kelainan ini mulai dari yang sangat ringan, seperti jari ekstra atau tambahan kulit, hingga yang mengancam nyawa seperti penyakit jantung.
Kelainan bawaan ini berbeda dengan kelainan genetik karena kalau kelainan bawaan bisa disembuhkan melalui operasi. Sedangkan kelainan genetik sulit untuk disembuhkan. Kelainan genetik itu contohnya Down Syndrome, Palsi serebral, Fibrosis kistik, Spina bifida, Epilepsi, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan.
Untuk kelainan bawaan saat ini makin jarang ditemukan karena bisa dilihat dengan USG atau pemindaian sebelum kelahiran. Pemberian suplemen asam folat selama trimester pertama kehamilan mampu mencegah beberapa kelainan bawaan. Seperti dikutip dari buku Your Baby Month by Month karangan Su Laurent dan Peter Reader, yang diterbitkan Esensi, Jumat (11/6/2010), beberapa kelainan bawaan yang umum terjadi antara lain:
1. Bibir sumbing (celah bibir dan langit-langit) Pada kondisi ini, kedua belahan muka bayi tidak menyatu dengan baik sewaktu bertumbuh dalam rahim, sehingga terdapat celah di bibir atau langit-langit mulutnya, atau lebih sering keduanya. Bibir sumbing (celah bibir dan langit-langit/cleft lip and palate) kadang-kadang dapat didiagnosa melalui pemindaian sebelum kelahiran.
2. Dislokasi panggul kongenital (Congenital Dislocation of the Hip/CDH) Pada kondisi ini, panggul bayi tidak terbentuk sepenuhnya sehingga bagian bulat dari sendi panggulnya mudah bergeser dari sambungan sendi. Kelainan ini dialami oleh sekitar 1 dari 1.000 bayi dan lebih umum dijumpai pada anak perempuan ketimbang anak laki-laki. Bayi yang berisiko CDH adalah yang lahir dalam keluarga dengan riwayat CDH, kelahiran sungsang, dan bayi dengan talipes (bayi yang lahir dengan kaki yang bengkok ke bawah).
3. Talipes atau Club foot Beberapa bayi dilahirkan dengan kondisi kaki yang bengkok ke bawah atau ke arah dalam. Kondisi ini dideskripsikan sebagai talipes posisional atau club foot. Kondisi ini dapat dikoreksi melalui pemijatan dan perentangan pergelangan kaki.
4. Hipospadias Ini adalah kondisi yang diderita oleh anak laki-laki saat lubang uretra (saluran yang terhubung melalui penis) tidak berada di ujung penis seperti yang seharusnya, tetapi bisa berada di sepanjang penis bagian bawah. Hipospadias cukup umum dijumpai pada sekitar 1 dari 300 anak laki-laki. Operasi umumnya dilakukan sebelum anak berusia 2 tahun. Kulup (kulit yang menutupi ujung penis) merupakan jaringan yang sempurna untuk digunakan dalam operasi ini. Oleh karena itu, bayi dengan hipospadias tidak boleh disunat sebelum menjalani operasi.
5. Testis tidak turun Sewaktu masih dalam kandungan, testis bayi laki-laki terbentuk di dalam rongga perutnya. Pada saat lahir, kedua testis seharusnya sudah turun ke dalam buah zakar. Akan tetapi, kadang-kadang ini tidak terjadi. Satu atau kedua testis tersangkut di tengah-tengah proses.
6. Hidrokel Ini adalah masalah umum lainnya yang hanya menyerang anak laki-laki. Hidrokel adalah benjolan berisi cairan di dalam skrotum di sekitar testis. Benjolan ini biasanya tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya pada usia setahun atau bahkan sebelum itu.
7. Penyakit jantung bawaan Penyakit jantung bawaan (PJB) terjadi ketika terdapat abnormalitas pada struktur dan atau fungsi jantung bayi. Sebelum lahir, bayi menerima semua oksigennya melalui plasenta. Namun, begitu ia menghirup napas pertamanya, jantungnya mulai menerima darah yang dipenuhi oksigen dari paru-paru.
Hal ini dimungkinkan apabila saluran di antara dua pembuluh darah utama (ductus arteriosus) dan lubang (foramen ovale) di antara dua ruang jantungnya menutup. Untuk beredar ke seluruh tubuh, darah harus mengalir dengan urutan yang tepat melalui keempat ruang jantung yang dihubungkan dengan katup-katup.
Kelainan jantung bawaan dapat melibatkan katup-katup yang menghubungkan ruang-ruang jantung, lubang di antara dua atau lebih ruang jantung, atau kesalahan penghubungan antara ruang jantung denga arteri atau vena. Gejala PJB dapat diketahui ketika bayi yang baik-baik saja setelah dilahirkan, tapi kemudian menjadi kebiruan, diikuti dengan kesulitan bernapas atau menyusui. (mer/ir) _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 8:38 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Feb 17, 2010 9:05 pm | |
| PERMAINAN MERANGSANG OTAK ANAK 1. Usia 0-4 bulan Membuat wajah konyol, menggelitik tubuh, perlahan lahan menggerakkan sebuah benda didepan mata bayi, seperti mainan berwarna cerah, menyanyikan lagu lagu sederhana dan sajak anak anak dengan frase yang berulang ulang, menceritakan segala sesuatu yang Anda dan bayi sedang dan akan lakukan. Stimulasi bertujuan agar bisa mengenal sumber suara serta mencari obyek, melatih kepekaan perabaan, koordinasi mata-telinga.
2. Usia4-6 bulan Membantu bayi memeluk boneka hewan, tumpukkan sejumlah benda ( dalam kotak plastik ) dan biarkan bayi anda menjatuhkannya.
3. Usia 6-18 bulan Bicara dan berinteraksi tatap muka untuk menghubungkan antara suara dan kata kata, menunjuk seseorang dengan akrab dan nama nama benda secara berulang ulang, bernyanyi lagu dengan syair berulang dan gerakan tangan, bermain petak umpet.
4. Usia 18-24 bulan Memainkan permainan penjelasan sederhana seperti "tempat mobil kuning" atau "merah bunga". Ajak berbicara langsung dengan bayi anda sebanyak mungkin.
5. Usia 24-36 bulan Tunjukkan pujian dan dorongan semangat kepada anak Anda saat ketrampilan motoriknya berjalan sempurna. Untuk meningkatkan imajinasi anak Anda dengan mendorong cara cara baru untuk menggunakan mainan. Stimulasi bertujuan untuk melatih serta mengembangkan ketrampilan berbahasa, warna, kecerdasan dan daya imajinasi.
6. Usia 3-5 tahun Ajarkan berbagi dengan contoh, mainkan permainan papan sederhana untuk belajar menaati peraturan dan meningkatkan ketrampilan, batasi nonton televisi / video hanya satu sampai dua jam per hari, dampingi anak saat menonton. Stimulasi bertujuan untuk mengembangkan kemampuan perbedaan dan persamaan, berhitung, menambah dan sportivitas. Sumber: Seputar Indonesia Senin 29 Maret 2010 - Seputar Indonesia Rabu 14 April 2010
MAINAN UNTUK MERANGSANG KETRAMPILAN MOTORIK ANAK Jumat, 16/07/2010 14:30 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Anak tidak hanya membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang tapi juga memerlukan stimulasi yang baik dalam masa pertumbuhannya. Stimulasi ini bisa dirangsang dari mainan. Mainan apa saja yang bisa merangsang perkembangan motorik anak? Ada beberapa tanda yang menunjukkan kemajuan dari perkembangan fisik anak, seperti duduk, berdiri, memegang suatu objek dan juga berjalan.
Untuk membantu perkembangan fisiknya dibutuhkan keterampilan motorik yang baik dan salah satunya melalui berbagai stimulasi yang sehat dalam arti mainan yang digunakan mengandung bahan yang aman untuk anak. Seperti dikutip dari eHow, Jumat (16/7/2010) ada beberapa mainan yang dapat merangsang keterampilan motorik anak, yaitu:
Cincin susun Mainan ini terdiri dari sebuah tongkat kecil dari kayu atau plastik, lalu dilengkapi dengan cincin dari berbagai ukuran sehingga bisa disusun ke dalam tongkat tersebut. Mainan ini cukup populer dan menyenangkan karena anak akan senang mengeluarkan lalu menyusunnya kembali. Mainan ini dapat mendorong bayi untuk mengembangkan koordinasi antara tangan dan mata saat menyusun dan memilih ukuran cincin.
Mainan peg-and-hole Mainan ini terdiri dari berbagai bentuk dan sebuah kotak yang tutupnya memiliki bentuk unik yang dapat disesuaikan dengan setiap bentuk balok. Mainan ini akan mengasah keterampilan motorik halus anak karena anak harus mencari tahu balok mana yang cocok dengan lubang serta menentukan bagaimana cara memasukkan balok tersebut ke dalam wadah tanpa membuka tutupnya. Manfaat lainnya adalah mengembangkan koordinasi tangan dan mata serta kemampuan membedakan berbagai bentuk.
Balok susun Permainan ini memberikan kesempatan pada anak untuk bergerak, berimajinasi, memanipulasi dan mengatur objek dari berbagai bentuk agar bisa membuat atau membangun sesuatu. Misalnya mengajarkan anak menyusun balok hingga terbentuk rumah, istana atau objek lainnya. Mainan ini membantu motorik anak terutama dalam hal keseimbangan dan berdiri.
Puzzle Untuk awalnya pilihlah puzzle dengan beberapa potongan besar sehingga memudahkan anak untuk menempelnya dan mencari potongan yang cocok. Setelah berhasil, mulai cari puzzle baru dengan potongan yang lebih kecil. Permainan ini membantu anak untuk memanipulasi kepingan puzzle agar cocok satu sama lain, sehingga menyenangkan dan memperkuat perkembangan motoriknya.
Bernyanyi sambil bertepuk tangan Bernyanyi bersama adalah kegiatan yang menyenangkan bagi anak, tapi jika dilakukan sambil bertepuk tangan maka hal ini akan memberikan nilai tambahan yaitu mengembangkan keterampilan motoriknya. Karena anak akan berusaha mengikuti gerakan orang lain dengan menggunakan tangannya.
Selain keterampilan motorik, mainan ini juga membantu mengajarkan anak berbicara serta meningkatkan memorinya. (ver/ir)
CARA MEMILIH MAINAN YANG AMAN UNTUK ANAK Kamis, 14/01/2010 15:00 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Anak-anak selalu identik dengan mainan, tapi tidak semua mainan anak aman untuk digunakan. Tak sedikit dari mainan anak-anak ini mengandung zat-zat berbahaya atau bisa menimbulkan cedera.
Baru-baru ini banyak penelitian yang menunjukkan bahaya dari mainan tersebut dan membuat orangtua menjadi khawatir. Barang yang seharusnya bisa membantu stimulasi serta menyenangkan bagi anak, tapi memberikan efek negatif baik bagi kesehatan atau lingkungan sekitar. Seperti dikutip dari Babycenter, Kamis (14/1/2010) ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orangtua sebelum membelikan mainan untuk anak, yaitu:
1. Memeriksa nomor produk. Beberapa mainan mencantumkan nomor produk yang berisi kapan mainan tersebut dibuat serta nama pabrik yang memproduksi. Nomor produk ini juga berguna untuk mengetahui apakah barang tersebut sudah sesuai dengan standar atau belum.
2. Sesuaikan mainan dengan usia anak. Orangtua harus memperhatikan ukuran, bentuk dan bahan mainan tersebut. Usahakan untuk anak di bawah usia 3 tahun jangan diberi mainan yang kecil, karena berisiko tertelan. Selain itu sebaiknya hindari mainan yang terbuat dari logam agar tidak berbahaya. Pastikan mainan diberikan pada anak yang usianya tertera di kardus mainan.
3. Pilihlah mainan yang dapat memberikan stimulasi. Sebaiknya mainan yang dibelikan untuk anak dapat menstimulasi beberapa rangsangan seperti otak, tangan atau lainnya. Mainan seperti lego baik untuk anak di atas usia 3 tahun serta berikan mainan yang memiliki warna-warna cerah. Selain lego bisa juga memberikan alat musik kecil seperti drum mini atau piano yang bisa memberikan suara-suara menarik bagi anak.
4. Perhatikan kemungkinan bahaya dari mainan tersebut. Untuk itu sebaiknya orangtua memperhatikan bahan dan kandungan terutama cat yang digunakan untuk melapisi mainan, serta sesuaikan dengan perkembangan anak itu sendiri. Misalnya mainan A untuk usia 3 tahun ke atas, tapi jika si kecil perkembangannya belum memadai sebaiknya tidak dibelikan karena bisa menimbulkan bahaya. Pastikan bahan dari mainan tersebut tidak mudah patah. (ver/ir) _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 10:46 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Thu Feb 18, 2010 10:36 am | |
| KOLIK INFANTIL 20% bayi usia 2-4 bulan akan mengalami kolik infantil. Jika bayi tiba tiba menangis dengan keras sekali dan segala upaya untuk menenangkannya telah dilakukan, seperti disusui, digendong, popoknya diganti, diberi mainan yang mengeluarkan bunyi musik, namun bayi tetap saja menangis, maka kemungkinan bayi mengalami kolik infantil.
Hingga kini belum diketahui secara jelas penyebab kolik infantil, tetapi umumnya dihubungkan dengan gangguan sistim pencernaan bayi yang belum sempurna. Pada umur 2 minggu bayi dapat tiba tiba menangis dengan hebat, terutama pada sore hari atau menjelang malam hari. Keadaan ini dapat terjadi setiap hari, kadang kadang sampai 3 jam atau lebih menangis berkepanjangan, bisa selama lebih dari 3 hari dalam 1 minggu, dan lebih dari 3 minggu. Bayi nampak kesakitan dan tungkai ditarik keatas perut. Bayi terus bergerak gerak, wajah tampak kemerahan dan sering kentut.
Pada umumnya kolik mulai timbul dalam bulan pertama sesudah lahir dan menghilang dengan sendirinya ketika bayi berumur 3 atau 4 bulan. Pada beberapa kasus, kolik merupakan gejala penyakit tertentu seperti misalnya hernia, maka dianjurkan untuk membawa bayi ke dokter untuk memastikan bahwa penyebab daripada kolik itu bukan penyakit, tetapi hanya kolik infantil.
Sumber: Dr. Badriul Hegar SpA , MD _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 8:54 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Sun Feb 21, 2010 8:40 am | |
| PERLUKAH KEPALA BAYI DIGUNDULI SAMPAI PLONTOS? Senin, 5 Juli 2010 | 11:05 WIB Kompas.com - Ketika lahir, umumnya terdapat rambut sementara yang tipis dan halus di kepala bayi. Kebanyakan rambut ini akan rontok dengan sendirinya pada minggu-minggu selanjutnya, lalu tumbuhlah rambut permanen. Mau digunduli atau tidak, kembali pada pilihan masing-masing orangtua. Ada alasan kenapa rambut si kecil dipotong habis, yaitu:
- Untuk membersihkan kulit kepala Saat melewati jalan lahir, banyak lemak dan lapisan rahim ibu yang menempel di tubuh bayi, termasuk di rambutnya. Nah, dengan mencukur rambut bayi, sisa-sisa lemak tersebut diharapkan akan ikut terbuang. Selain itu, bayi kerap gumoh selagi berbaring sehingga cairannya menempel di rambut. Dengan mencukur rambutnya, diharapkan kotoran tersebut tidak sampai melekat.
- Memudahkan deteksi iritasi atau luka Kepala bayi yang plontos memudahkan orangtua untuk mengetahui bila ada sesuatu di kulit kepalanya seperti iritasi, bisul, luka, kerak, dan sebagainya untuk ditangani segera.
- Agar tumbuhnya lebat dan hitam Alasan ini semata-mata berdasar pada tradisi atau kepercayaan. Dari kacamata medis, tak ada kaitannya antara mencukur rambut dengan ketebalan rambut. Tumbuh atau lebat-tipisnya rambut bayi bergantung pada faktor genetik. Kemungkinan, bila rambut dicukur habis, rambut yang tumbuh tampak agak kasar, itu barangkali sangkaan orangtua tentang rambut menjadi lebih tebal seusai dicukur.
_________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 8:55 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Tue Mar 02, 2010 12:56 pm | |
| MENCUKUR RAMBUT BAYI Senin, 25 Mei 2009 | 17:34 WIB KOMPAS.com - Ada beragam alasan kenapa orangtua mencukur rambut bayi. Mulai ajaran agama, bagian dari budaya, sampai alasan kebersihan. Apa pun dasarnya, mencukur rambut bayi memang punya banyak manfaat, seperti;
Membersihkan lemak. Saat melewati jalan lahir, banyak lemak dan "kotoran" rahim ibu yang menempel di sekujur tubuh bayi, termasuk di rambutnya. Dengan mencukur rambut bayi, sisa-sisa lemak tersebut diharapkan ikut terangkat. Belum lagi kotoran dari si bayi sendiri, seperti gumoh di bantal yang kemudian menempel di rambutnya. Dengan dikeramas saja mungkin tidak cukup, hingga tumpukan lemak dan kotoran tersebut harus dibersihkan dengan cara mencukur rambutnya.
Agar tak mudah teriritasi. Dengan mencukur rambut bayi, ibu mudah mengamati kalau-kalau ada sesuatu yang tak diharapkan, seperti iritasi, bisul, luka, dan sebagainya. Mencukur rambut bahkan menjadi keharusan bila sudah terjadi infeksi, misalnya ada bisul di kepalanya. Bersifat "mendinginkan". Dengan tidak adanya rambut, tentu pergerakan udara di sekitar bayi akan mudah dinikmati oleh kulit kepalanya. Dengan begitu dia pasti akan merasa lebih nyaman, apalagi untuk bayi yang tinggal di iklim tropis.
Sejak awal kelahiran Dilihat dari kepraktisannya, mencukur bayi di awal-awal kelahirannya lebih menguntungkan, karena bayi relatif tidak banyak bergerak. Hal ini tentu sangat membantu untuk mencegah luka karena terkena gunting. Lebih baik lagi jika proses pencukuran dilakukan saat ia sedang tidur pulas, atau saat sedang disusui. Gunakan gunting kecil khusus menggunting rambut bayi/anak (berujung tumpul) yang umumnya dijual ditoko perlengkapan anak/bayi. Mencukur plontos boleh-boleh saja, agar Anda bisa lebih cermat dan mudah mengontrol dan menjaga kesehatan kepala Si Kecil.
Supaya proses mencukur menyenangkan, siapkan dulu semua keperluannya. Mulai gunting rambut, kain lap, air hangat yang ditaruh di mangkuk yang berguna untuk membasahi rambut dan kepala Si Kecil sebelum dicukur, dan shampo untuk mencuci rambut setelah dicukur.
Jika momennya sudah tepat, yaitu saat bayi tidur atau menyusu, segeralah mencukur dengan langkah-langkah berikut; * Pangku atau gendong bayi. Agar pencukuran lebih efektif, posisikan bayi setengah duduk sambil menyandarkan leher dan punggung bayi pada lengan kita. Hal ini agar posisi kepala bayi cukup terbuka bagian depan maupun belakangnya. Sehingga pencukuran dapat dilakukan langsung dari dahi menuju tengkuk. * Basahi rambut bayi secukupnya dengan menggunakan kain lap bersih yang sudah disediakan (tidak perlu sampai basah kuyup). Tujuannya supaya rambut menjadi lemas dan mudah digunting. Sisir rambut ke arah belakang untuk mempermudah pencukuran. * Gunakan satu tangan untuk memegang gunting, sementara satu tangan lagi untuk menjumput rambut. Kalau masih juga takut, minta bantuan suami. Satu memangku bayi dan lainnya menggunting rambut bayi. Mulailah mencukur dari depan ke belakang secara merata. Cukurlah pangkal rambutnya, bukan ujungnya hingga hasilnya lebih rapi. Tidak perlu terlalu menekan. * Potong rambut sependek mungkin dengan menggunakan gunting yang ujungnya tumpul. * Untuk membersihkan rambut di lipatan-lipatan yang sulit terjangkau, semisal di dekat tengkuk, regangkan lipatan kulit kepala dengan jari telunjuk dan jari tengah, baru kemudian mengguntingnya. Biasanya rambut sisa ini tidak tergunting dengan baik karena posisinya yang sulit diraih. Sebab itu tidak usah memaksakan harus bersih tuntas jika memang sulit dilakukan. * Basuh kepala bayi dengan air hangat untuk membersihkan seluruh sisa cukuran. Sikat tengkuk bayi dan bagian lain setelah rambut kering untuk membersihkan sisa guntingan yang mungkin menempel di kulit. Gunakan sikat rambut bayi yang lembut.
Narasumber: Dr.S.C. Kurniati, SpKK, dari Klinik Nurnajmia Husada—Centro Havana De Latinos, Bumi Serpong Damai
(Gazali Solahuddin) _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 8:56 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Tue Mar 02, 2010 12:58 pm | |
| BOLEHKAH BAYI DIBEDONG? Selasa, 6 Juli 2010 | 13:48 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak ibu modern yang malas membedong bayinya karena dianggap kuno dan khawatir napas bayi menjadi sesak. Padahal, bayi yang dibedong merasa lebih nyaman. "Bayi yang dibedong akan merasakan seolah berada dalam rahim ibunya karena posisinya kan mirip dalam rahim," kata dr Rinawati Rohsiswatmo, SpA(K), konsultan perinatologi dari Departemen IKA FKUI RSCM, di Jakarta, Selasa (6/7/2010).
Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan para ibu ketika membedong bayi. "Ketika membedong, kaki bayi jangan dibuat lurus. Penelitian di Jepang menunjukkan, bayi yang dibedong terlalu kuat dengan kaki lurus, kakinya bisa pincang sebelah karena sendi panggulnya keluar," paparnya.
Membedong juga disarankan untuk bayi yang sering rewel dan menangis. Terkadang bayi juga terbangun karena kaget dengan gerakan tubuhnya sendiri yang disebut refleks moro. "Dibedong membuat bayi tidur nyenyak," tambahnya. Kain bedong juga perlu diperhatikan. Agar bayi merasa nyaman, pilih kain yang lembut dan menghangatkan tubuh bayi tanpa membuatnya kepanasan.
KAKI BAYI PERLU DIBEDONG AGAR TIDAK PENGKOR? Jumat, 28/5/2010 | 09:05 WIB KOMPAS.com — Ada banyak mitos tentang perawatan bayi yang berkembang dan terus dipertahankan di masyarakat. Sebagian salah, tetapi ada pula yang secara ilmiah benar. Mana yang Anda ikuti? Berikut beberapa di antaranya.
Mitos: Pakai gurita agar tidak kembung. Fakta: Salah. Pasalnya, organ dalam tubuh malah akan kekurangan ruangan. Dinding perut bayi masih lemah, volume organ-organ tubuhnya pun tak sesuai dengan rongga dada dan rongga perut yang ada karena sampai 5 bulan dalam kandungan organ-organ ini terus tumbuh sementara tempatnya sangat terbatas. Jika bayi menggunakan gurita, ruangan untuk pertumbuhan organ-organ ini akan terhambat. Boleh memakai gurita asal ikatan bagian atas dilonggarkan sehingga jantung dan paru-paru bisa berkembang.
Mitos: Kuku tak boleh dipotong sebelum 40 hari. Fakta: Salah. Jika tidak dipotong, kuku yang panjang itu bisa melukai wajah bayi, bahkan melukai kornea mata. Kalau sampai kena kornea, tak bisa disembuhkan lagi. Mitos ini mungkin lebih disebabkan kekhawatiran akan melukai kulit jari tangan atau kaki si bayi saat ibu menggunting kuku-kukunya. Sebaiknya gunting dengan gunting kuku khusus untuk bayi.
Mitos: Kaki dibedong agar tidak pengkor. Fakta: Salah. Bedong bisa membuat peredaran darah bayi terganggu karena kerja jantung memompa darah menjadi sangat berat. Akibatnya, bayi sering sakit di sekitar paru-paru atau jalan napas. Selain itu, bedong juga bisa menghambat perkembangan motorik si bayi karena tangan dan kakinya tak mendapatkan banyak kesempatan untuk bergerak. Sebaiknya bedong dilakukan hanya setelah bayi dimandikan atau kala cuaca dingin, untuk menjaganya dari udara dingin. Dipakainya pun longgar. Yang jelas, pemakaian bedong sama sekali tak ada kaitannya dengan pembentukan kaki. Semua kaki bayi yang baru lahir memang bengkok. Pasalnya, di dalam perut tak ada ruangan cukup bagi bayi untuk meluruskan kaki sehingga waktu lahir kakinya pun masih bengkok.
Mitos: Tidak boleh keluar rumah sebelum 40 hari. Fakta: Salah. Yang tepat adalah tidak pergi ke tempat yang penuh orang (crowded). Banyak orang berarti banyak kuman penyakit. Misalnya ke mal atau perhelatan. Ingat, kekebalan bayi masih sangat rentan saat usianya di bawah 40 hari. Jadi, di bawah setahun, sebaiknya jangan membawa bayi ke mal, kecuali memang sangat penting dan hanya sebentar. (Hasto Prianggoro/Tabloid Nova)
Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 9:06 pm; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Thu Mar 04, 2010 8:20 pm | |
| PUTUSNYA TALI PUSAR SI KECIL Selasa, 29/6/2010 | 18:29 WIB KOMPAS.com - Dalam episode Anchors Away, serial Sex and the City season 5, Miranda Hobbes (Cynthia Nixon) dikisahkan memutuskan untuk menjadi full-time mommy. Tugas itu sangat tak mudah buatnya. Dalam salah satu adegan misalnya, Miranda tampak kebingungan ketika pusar Brady, anaknya, terlepas. Pusat yang sudah mengering itu lalu digondol kucing, dan Miranda terpaksa menelepon ayah Brady untuk mengatasinya.
Anda yang baru pertama menjadi ibu mungkin juga akan panik melihat pemandangan semacam itu. Mungkin Anda khawatir pusar yang mengering dan terlepas akan melukai si bayi. Apa sebenarnya yang terjadi pada tali pusar bayi?
Ketika tali pusar bayi digunting, bentuknya mirip pipa karet putih yang tergantung dari pusarnya, dengan panjang sekitar 4 cm. Saat si kecil lahir, tali pusar ini dijepit dengan penjepit plastik, dan akan dilepas saat tali pusarnya sudah benar-benar kering. Dalam 7-10 hari berikutnya, tali pusar ini akan mengering, berubah coklat, dan lepas. Terkadang, tali pusar ini akan menjadi lengket, dan walau jarang, sedikit terinfeksi.
Biasanya, ini tidak perlu dikhawatirkan. Anda hanya perlu mengelapnya dengan kapas yang dicelupkan ke air matang yang sudah didinginkan. Tunjukkan pada dokter saat pemeriksaan rutin. Pada kasus yang sangat jarang, si kecil mungkin memerlukan antibiotik.
Saat tali pusarnya mengering, pusar si kecil akan mengalami proses penyembuhan di bawahnya, dan berubah menjadi pusar seperti orang dewasa. Kadang-kadang, kulit di bawah tali pusar akan sangat lembab dan merah muda. Jika ini terjadi, dokter biasanya akan mengobatinya dengan perak nitrat. Hal ini sama sekali tidak berbahaya bagi si buah hati.
Sumber: Ensiklopedia Perkembangan Bayi, oleh Su Laurent dan Peter Reader _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 8:59 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Sun Mar 07, 2010 8:32 pm | |
| SEJUTA MANFAAT TENGKURAP Jumat, 9 Oktober 2009 | 11:37 WIB KOMPAS.com — Kekhawatiran akan terjadinya Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom kematian mendadak pada bayi membuat orangtua ragu menidurkan bayi kecilnya dalam posisi tengkurap. Sebenarnya, SIDS tak akan terjadi jika kondisi bayi selalu terpantau. Jadi, jangan takut menengkurapkan bayi sekalipun usianya belum sebulan. Dengan sering ditengkurapkan, bayi belajar mengembangkan kekuatan leher, punggung, dan otot-otot bagian atas lainnya. Kurang lebih di usia 4 bulan, kebanyakan bayi telah mampu menopang kepala dan lehernya menghadap depan.
Jika sudah menguasai kemampuan tersebut dengan baik, tidak lama dari itu mengangkat tubuh ini meningkat, dia mulai bisa membalikkan badan, menggeser dan akhirnya mampu menggulingkan badan dari posisi tengkurap, telentang, lalu tengkurap lagi dan seterusnya. Pentingnya latihan tengkurap telah dibuktikan oleh beberapa penelitian. Misalnya yang dilakukan oleh Klinik Wichita di Newton, Amerika Serikat, yang kemudian dipublikasikan di Archieves of Pediatric and Adolescent Medicine. Penelitian membuktikan, bayi yang lebih banyak tidur telentang jauh lebih kecil kemungkinannya untuk bisa berguling di usia 4 bulan daripada bayi yang biasa ditidurkan tengkurap.
Hal yang sama diakui oelh Glenn Doman (ahli terapi otak). Menurutnya, untuk mempermudah bayi bergerak, maka bayi harus diletakkan di lantai, tentu saja yang bersih dan aman, dengan posisi tengkurap agar dia bisa menghabiskan waktunya sebanyak mungkin menggerakkan tangan dan kakinya untuk bergeser maju. Sebaliknya, Doman mengatakan, bayi dalam posisi telentang ibarat kura-kura dalam posisi terbalik. Ia sulit menggunakan leher dan anggota tubuhnya untuk belajar menopang tubuh dan bergerak maju atau munjur.
Selain baik bagi perkembangan sensor motorik (kemampuan indra dan gerak), tengkurap juga membuat tidur bayi jadi lebih pulas. Refleks moro (refleks pada bayi baru lahir yang terlihat seperti gerak terkejut) seringkali membuat bayi terjaga dan menangis. Efek refleks kejut yang tak terkontrol itu dapat dikurangi dengan tidur tengkurap. Alasannya, dada dan tangan bayi bersentuhan dengan permukaan tempat tidurnya sehingga menimbulkan rasa aman. Manfaat lain, tidur tengkurap mencegah terjadinya kepala gepeng atau peyang.
Selanjutnya, bayi yang telah mampu tengkurap sendiri akan lebih mudah meraih kemampuan motorik kasar yang lebih kompleks, yaitu berguling, merangkak, berdiri, hingga berjalan. Bayi sebaiknya diberi kesempatan untuk tengkurap sekitar 30 menit dalam sehari. Bagilah dalam beberapa kali kesempatan. Kalau pun bayi sudah merasa tak nyaman dengan posisi tengkurap, bantu ia mengubah posisinya menjadi telentang atau gendonglah. Hanya, untuk bayi prematur, posisi tidur tengkurap tidak disarankan karena fungsi organ tubuhnya yang belum matang. Tentunya saja bayi kecil yang ditengkurapkan harus selalu dalam pengawasan. (Nakita/Gazali)
BERMANFAATKAH BABY WALKER? Senin, 11/01/2010 13:00 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Baby walker biasanya digunakan orangtua untuk membantu anaknya berjalan. Tapi pada beberapa anak justru membuatnya lebih lambat berjalan. Bermanfaatkah baby walker untuk membantu anak belajar berjalan? "Memang belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa baby walker membuat anak lambat berjalan, tapi risiko anak mengalami trauma terjatuh jika menggunakan baby walker memang tinggi dan sudah banyak penelitiannya," ujar dr Ayu Partiwi, SpA saat dihubungi detikHealth, Senin (11/1/2010).
dr Ayu menuturkan secara logika hal tersebut bisa saja membuat anak lambat jalan dikarenakan kurangnya stimulasi yang didapatkan si anak dalam proses perkembangannya. Menurutnya, setiap perkembangan anak itu ada tahapan tersendirinya. Saat usia 6-8 bulan adalah saatnya anak belajar merangkak dan merayap. Tapi jika anak sudah diberikan baby walker, maka tahapan ini akan terlewati dan bisa mempengaruhi perkembangan anak nantinya.
Perkembangan pada bayi itu tergantung dari latihannya. Jika anak kurang berlatih, maka bisa jadi tahap perkembangannya menjadi terlambat. Anak yang menggunakan baby walker cenderung membuat anak malas untuk berusaha sendiri, sehingga rangsangan atau stimulasi untuk otot-ototnya menjadi berkurang. Efek negatif lainnya membuat anak menjadi tidak percaya diri untuk berlatih berjalan sendiri tanpa bantuan baby walker.
"Stimulasi yang bagus itu harus mencakup semua aspek misalnya otot tangan, kaki dan lainnya. Karena itu semakin banyak gerak yang dilakukan anak dalam proses perkembangannya maka stimulasi yang diberikan ke otaknya juga akan semakin bagus," ungkap dokter yang berpraktik di RS Bunda Menteng, Jakarta Pusat. Selain itu, setiap perkembangan anak memiliki fase kritis tersendiri. Misalnya anak usia 10 bulan saatnya untuk belajar berjalan, jika anak tidak dilatih menstimulasi sendiri maka kedepannya anak membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa berjalan sendiri.
dr Ayu menjelaskan anak yang menggunakan baby walker baisanya hanya menggunakan sedikit tenaga saja tapi bisa meluncur dengan jauh sehingga tenaga yang dibutuhkannya lebih sedikit. Kekurangan lainnya adalah kaki anak biasanya menjadi jinjit, ini karena dengan baby walker telapak kaki anak tidak akan menapak dengan sempurna. Jika hal ini terus berlangsung maka nantinya bisa menjadi kebiasaan bagi anak.
"Saya sebagai dokter tidak menganjurkan orangtua untuk menggunakan baby walker bagi anaknya. Karena lebih banyak ruginya dibandingkan dengan manfaatnya. Lebih baik merangsang anak untuk belajar sendiri dengan dibantu oleh orangtua sehingga stimulasi yang didapatkan otak juga lebih banyak dan lebih bagus," tambahnya. (ver/ir) _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 10:54 am; edited 4 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Sun Mar 07, 2010 8:49 pm | |
| PEMOTONGAN TALI LIDAH MEMUDAHKAN BAYI MENYUSU AN Uyung Pramudiarja - detikHealth - Senin, 05/07/2010 14:05 WIB Gainesville, Ketika bayi sulit menghisap Air Susu Ibu (ASI) sebaiknya perhatikan lidahnya. Karena tali lidah menyulitkan bayi untuk menghisap puting ibunya. Tapi jangan khawatir, dengan pemotongan tali lidah yang sederhana bayi bisa menyusu dengan mudah. Tali lidah atau dalam istilah medis disebut tongue tie merupakan jaringan tipis yang menghubungkan dasar lidah dengan ujung bagian bawah. Bayi dengan kelainan bawaan tersebut akan merasa sakit dan kesulitan saat menghisap.
Pengatasannya cukup mudah, hanya dengan prosedur pemotongan yang sederhana. Namun Sandra Sullivan, MD, dokter anak dari University of Florida mengatakan prosedur itu jarang dilakukan karena sebagian dokter menganggapnya tidak terlalu penting. "Prosedur tersebut dinamakan frenotomy, yang jauh lebih sederhana dibandingkan sunat," ungkap Sullivan seperti dikutip dari Sciencedaily, Senin (5/7/2010).
Padahal menurut Sullivan, untuk menghisap secara efektif dibutuhkan kemampuan lidah yang lebih kompleks dibandingkan menghisap botol susu. Adanya tali lidah membuat bayi tidak bebas menggerakkan lidahnya ke atas, bawah atau menyamping sesuai kebutuhan. Ketika bayi sulit menggerakkan lidahnya ke atas untuk menahan, ia masih bisa menggigit karet dot tetapi tidak bisa melakukan hal yang sama pda puting ibunya. Selain akan menyakiti si ibu, gigitan juga akan membuat kelenjar susu yang sangat kecil itu tersumbat.
Dalam laporannya di jurnal Paediatrics, Sullivan menyebut dampak dari masalah tali lidah antara lain berupa gangguan pertumbuhan. Ia mencontohkan seorang bayi yang pada usia 6 bulan, berat badannya justru lebih rendah dibanding saat dilahirkan. "Ketika dirawat di rumah sakit, dalam 36 jam berat badannya bertambah hampir 1 kg. Padahal yang kami lakukan hanya memotong tali lidahnya," ungkap Sullivan.
Ibunya mengetahui ada masalah dengan tali lidah, namun dokter memberitahunya untuk tidak terlalu khawatir. Dokter tersebut mengatakan, operasi baru bisa dilakukan pada mulut si bayi jika usianya sudah 6 bulan. Sementara itu sebuah penelitian mengungkap, 3-5 persen dari 4 juta kelahiran bayi di Amerika setiap tahunnya, mempunyai kelainan pada tali lidah. Dari angka tersebut, hampir setengahnya punya masalah saat menyusu. (up/ir) _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 8:39 am; edited 2 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Mar 10, 2010 6:54 am | |
| KAPAN TELINGA BAYI BOLEH DITINDIK? Jumat, 09/07/2010 11:53 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth Jakarta, Menindik telinga bayi perempuan banyak dilakukan orangtua. Boleh-boleh saja melakukan tindik telinga bayi jika memang si kecil tidak punya masalah medis yang bisa menjadi faktor risiko. Kapan sebaiknya telinga bayi perempuan ditindik? Melakukan tindik telinga dibutuhkan peralatan yang tepat dan orang yang sudah terlatih menindik telinga bayi. Karena jika peralatan tidak steril bisa menimbulkan risiko infeksi, sedangkan jika yang melakukan belum terlatih berisiko mengeluarkan darah yang terlau banyak.
Seperti dikutip dari Babycenter, Jumat (9/7/2010) sebaiknya untuk menindik telinga si kecil dilakukan oleh dokter anak yang memang sudah berpengalaman. Selama bayi tidak memiliki risiko kesehatan apapun, maka tindik telinga boleh dilakukan saat bayi masih kecil. Orangtua berpandangan menindik telinga bayi perempuan sedini mungkin agar si anak tidak terlalu merasakan sakit. Tindik telinga adalah prosedur yang sederhana tapi tetap memberikan ketidaknyamanan pada bayi. Orangtua memiliki pilihan untuk melakukan tindik telinga saat masih bayi karena akan berbeda halnya jika dilakukan saat anak sudah besar. Namun sebaiknya orangtua menunggu hingga si kecil berusia minimal 3 bulan, karena pada usia tersebut bayi sudah mulai bisa menangani infeksi yang timbul di tubuhnya.
Tindik telinga biasanya dilakukan tanpa menggunakan obat penghilang rasa sakit, karena rasa sakit tindikan kurang sakit dibandingkan dengan suntik anestesi. Satu hal yang penting lainnya adalah usahakan orangtua untuk mencegah anaknya menyentuh telinga yang baru ditindik, karena bisa memicu terjadinya infeksi. Jika bayi ditindik saat masih kecil, maka lebih memudahkan untuk menjaga anak agar tidak memegang-megang telinganya. Orangtua juga harus memperhatikan apakah timbul kemerahan yang meningkat atau nyeri disekitar lubang tindikan telinga. Karena hal ini menunjukkan adanya infeksi. Orangtua juga harus memperhatikan anting yang digunakan si kecil, karena beberapa anak ada yang memiliki reaksi alergi terhadap logam tertentu. Untuk memastikannya cobalah gosokkan logam atau emas tersebut di daerah punggung, jika terjadi ruam ada kemungkinan anak mengalami reaksi alergi.
_________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 9:03 pm; edited 1 time in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Mar 10, 2010 12:19 pm | |
| BAYI USIA 6 - 12 BULAN JANGAN DIBERI GARAM, GULA DAN BUAH MANIS Vera Farah Bararah - detikHealth - Rabu, 07/07/2010 14:30 WIB Jakarta, Setelah si kecil berusia 6 bulan, maka asupan nutrisinya tidak hanya dari ASI tapi juga ditambah dengan makanan pendamping ASI (MPASI). Tapi sebaikya ibu tidak memberikan gula, garam dan buah yang terlalu manis pada bayi usia 6 bulan sampai 1 tahun. Makanan yang sehat penting untuk pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak, karena itu asupan makanan ini harus sesuai dalam hal kualitas dan kuantitasnya. Untuk memenuhi nutrisi anak, maka sebaiknya ibu menggunakan bahan yang segar sehingga anak mendapatkan vitamin dan mineral yang optimal. Jangan anggap enteng bayi usia 6-12 bulan karena itu adalah masa kritis yang menentukan kebiasaan makan seterusnya hingga dewasa.
"Usia 6-12 tahun adalah masa kritis dalam menentukan pola makan anak nantinya. Karena itu sebaiknya orangtua memberikan makan pada anaknya secara bervariasi, tanpa paksaan, tidak terlalu manis dan jangan ditambahkan garam," ujar Dr. Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, SpGK dalam acara 'Temu Media Philips Avent' dengan tema berbagai tips menjadi orangtua sukses dalam kesibukan sehari-hari di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (7/7/2010). Dr Fiastuti menambahkan tidak ada satu makanan pun yang sempurna, dalam arti mencukupi semua kebutuhan nutrisi anak. Sehingga jika anak ingin mendapatkan asupan nutrisi yang tepat, makanan yang diberikan juga harus bervariasi.
Kenapa bayi jangan diberi garam, gula dan buah yang terlalu manis? "Jika bayi sudah diberi garam dan gula dalam makanannya, maka bayi akan terbiasa mendapatkan rasa yang lebih enak dibandingkan dengan makanan murni lainnya. Efeknya, bayi tidak mau makan kalau makanan tersebut tidak manis atau gurih," ungkap dokter kelahiran Jogjakarta 56 tahun silam. Maka itu bayi berusia di bawah 1 tahun, sebaiknya tidak diberikan buah yang terlalu manis, seperti sawo atau nangka karena rasa manisnya yang terlalu tinggi. Tapi berikan buah apel, pir, pepaya atau buah lain yang tidak terlalu manis. Karena jika anak sudah biasa diberikan makanan manis, nantinya anak hanya mau makan makanan yang manis. Sehingga akan susah menyuruhnya mengonsumsi sayur karena sayuran cenderung memiliki rasa hambar.
"Ada yang bilang sebaiknya memberi sayuran dulu baru buah, tapi kalau menurut saya dikombinasikan antara buah dan sayur juga bisa," ujar dokter dari 3 orang anak ini. Anak usia di bawah 1 tahun adalah masa untuk mengenal berbagai macam rasa dari buah, sayur dan makanan lainnya. Sehingga jika dari kecil anak sudah diberi makanan yang gurih dan manis, maka nantinya anak punya kebiasaan memilih-milih makanan yang dikonsumsinya, rasa manis dan gurihlah yang jadi pilihan. "Kunci untuk menentukan pola makan anak adalah pada usia 6-12 bulan. Kalau sejak usia tersebut sudah diberi Nugget, makanan yang gurih dan kaya lemak, maka sudah pasti anak tersebut tidak akan suka dengan sayur dan buah," imbuhnya.
Selain garam dan gula, bayi di bawah usia 1 tahun juga sebaiknya tidak diberikan madu, karena berisiko mengandung bakteri Clostridium yang bisa menyebabkan botulisme. Makanan lain yang dihindari adalah kacang-kacangan dan juga susu sapi, hal ini karena bisa memicu timbulnya alergi. Usahakan untuk menunggu hasilnya hingga 4 hari ketika memperkenalkan makanan baru pada bayi. Hal ini untuk memudahkan orangtua melihat apakah bayi memiliki reaksi alergi tertentu terhadap makanan tersebut atau tidak. Selain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, makanan pendamping ASI ini juga memiliki tujuan merangsang keterampilan makan anak terutama keterampilan motorik oral serta merangsang rasa percaya diri anak karena tidak mungkin anak menyusu terus sampai besar. Tapi sekali lagi berikan makanan yang bervariasi seperti buah-buahan yang tidak terlalu manis, sayuran, dan masakan yang tidak terlalu banyak garam.
MAKANAN TERLARANG UNTUK BAYI Selasa, 20/7/2010 | 15:40 WIB KOMPAS.com — Kebanyakan ibu biasanya masih ragu, makanan apa yang perlu disiapkan untuk memperkenalkan makanan padat untuk bayi. Usia yang disarankan bagi anak untuk disapih dari ASI dan susu formula adalah 4-6 bulan, demikian menurut American Academy of Pediatric. Setelah itu, perlahan-lahan Anda bisa mulai menyediakan makanan baru agar pencernaannya mulai menyesuaikan diri. Anda juga bisa memberikan makanan baru ini sebagai tambahan untuk ASI atau susu formulanya.
Ketika anak mulai disiapkan untuk menerima makanan-makanan baru, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak mereka konsumsi hingga usianya 1 tahun:
Madu Madu bisa saja mengandung spora botulisme, salah satu kondisi yang disebabkan akibat keracunan makanan. Saluran usus orang dewasa mungkin cukup kuat untuk mencegah pertumbuhan spora ini, tetapi sistem pencernaan bayi belum mampu melakukannya. Mengonsumsinya bisa menimbulkan racun yang cukup membahayakan.
Selai kacang Teksturnya yang tebal dan lengket membuat bayi sulit untuk menelannya. Belum waktunya bagi Anda untuk memperkenalkan selai kacang atau olesan lainnya yang bertekstur sama untuk si kecil.
Susu sapi ASI masih menjadi pilihan terbaik sampai si kecil berusia 1 tahun. Pasalnya, bayi masih belum dapat mencerna protein dalam susu sapi dengan semestinya. Lagi pula, susu sapi tidak mengandung nutrisi yang diperlukan seperti pada ASI. Susu sapi juga mengandung mineral-mineral yang bisa saja merusak ginjalnya yang sedang berkembang.
Makanan lain yang perlu dihindari Garam (ginjal bayi belum cukup kuat untuk menerimanya), makanan rendah lemak (tidak disarankan untuk anak di bawah usia 2 tahun), jus buah atau jeruk murni, telur mentah, pemanis buatan, hot dog, dan sosis yang tinggi kadar lemak. Begitu pula makanan dengan tambahan bumbu dan rempah-rempah.
Makanan yang bikin tersedak Makanan sebesar kacang paling aman untuk bayi karena peluang untuk tersedak sangat kecil. Jadi, selalu potong seukuran dadu makanan apa pun yang Anda siapkan untuk bayi, entah itu buah, sayuran, keju, atau daging. Makanan yang kecil, tetapi keras, seperti kacang, popcorn, permen, atau kismis, perlu dihindari agar si kecil tidak tersedak. Bahkan, makanan yang lunak seperti marshmallow atau jelly pun bisa tersangkut di kerongkongannya.
Alergi Biasanya Anda akan diminta dokter menunggu sampai si kecil berusia 1 tahun atau lebih untuk memperkenalkan makanan padat yang bisa mengandung alergen. Contohnya, makanan yang mengandung kacang. Sebaiknya kenalkan jenis makanan baru secara berangsur-angsur. Tunggu saja sampai beberapa hari untuk memastikan bayi tidak mengalami reaksi negatif dari makanan tersebut. Jika keluarga Anda memang cenderung mengalami alergi, konsultasikan dulu ke dokter mengenai cara memperkenalkan makanan, seperti susu sapi, kacang, gandum, ikan, dan telur.
Tidak makan di mobil Jangan biarkan anak makan sendiri di dalam mobil, apalagi jika Anda sedang memegang kemudi. Ketika jalanan tidak rata, lonjakan yang ditimbulkan bisa bikin anak tersedak.
Kapan bayi boleh makan? Dalam beberapa minggu pertama setelah disapih, bayi bisa diberi makan puree (bubur buah), seperti puree wortel, kentang, ubi jalar, pisang, dan pir. Makanan bayi kemasan sebaiknya dibatasi karena sering kali mengandung banyak gula. Yang paling aman memang membuat sendiri makanan untuk si kecil. _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 10:48 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Thu Mar 11, 2010 10:28 am | |
| BENARKAH TUMBUH GIGI BIKIN BAYI DEMAM? Vera Farah Bararah - detikHealth - Rabu, 07/07/2010 14:30 WIB Jakarta, Proses tumbuh gigi bayi seringkali ditandai dengan bayi rewel hingga mengalami demam tinggi. Benarkah proses tumbuh gigi membuat anak sakit hingga mengalami demam tinggi? Orangtua sering berpikir bahwa bayi yang tumbuh gigi akan mulai mengeluarkan air liur dan sering memasukkan jarinya ke dalam mulut. Gigi pertama yang tumbuh bisa terjadi kapan saja antara usia 3-15 bulan, tapi sebagian besar bayi rata-rata tumbuh gigi pertama saat berusia 4-7 bulan.
Proses tumbuh gigi ini relatif tidak menimbulkan rasa sakit pada bayi atau anak, tapi jika disertai dengan timbulnya gejala biasanya terjadi 3-4 hari sebelum gigi pertama muncul. Sebagian besar para ahli akan mengatakan tumbuh gigi tidak menyebabkan demam ataupun demam tinggi. Sekalipun anaknya demam, maka temperatur yang terjadi dalam tingkat rendah dan biasanya terjadi pada saat gigi tersebut muncul. Tapi jika anak mengalami demam saat tumbuh gigi, kemungkinan hal tersebut hanya kebetulan saja atau ada kondisi lain yang menyebabkan anak demam.
Seperti dikutip dari Pediatrics.about.com, Kamis (10/6/2010) selain mengeluarkan air liur, proses tumbuh gigi ini seringkali diikuti dengan gejala lainnya yaitu: 1. Penurunan nafsu makan untuk makanan padat 2. Bayi suka menggigit dan menggosok-gosok gusinya 3. Bayi menjadi lebih rewel 4. Menjadi lebih sering mengisap jempol atau jari 5. Terbangun di malam hari.
Jika gejala-gejala tersebut muncul setiap kali anak akan tumbuh gigi, maka orangtua bisa menyalahkan proses tumbuh gigi anak sebagai penyebabnya. Tapi jika gejala tersebut timbul dan tidak disertai dengan gigi yang tumbuh, maka ada kemungkinan kondisi lain yang terjadi pada anak seperti infeksi telinga.
Beberapa bayi terkadang merasa tidak nyaman dengan proses tumbuh gigi ini, karena itu orangtua bisa melakukan sesuatu untuk membantu menenangkan anak dan mengurangi rsatidak nyamannya, yaitu: 1. Membiarkan bayi mengunyah sesuatu yang dingin. Salah satu cara yang paling populer untuk mengatasi rasa tidak nyaman di mulut adalah membiarkannya mengunyah hal-hal dingin. Sebuah kain yang dibasahi air dingin bisa mengurangi bengkak di gusi atau memberikan es kecil-kecil yang terbuat dari jus buah. 2. Membantu membuat bayi menjadi tenang dan mengurangi stresnya. Terkadang stres akibat tumbuh gigi bisa lebih buruk dibandingkan akibat sakit fisik. Cobalah untuk menenangkan bayi dengan musik lembut, mengajaknya bicara atau memberinya pijatan lembut. 3. Jika kondisi ini tidak membantu meringankan kondisi bayi, maka tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui ada kondisi lain yang mengikuti atau tidak. _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 8:39 am; edited 3 times in total |
|  | | gitahafas Moderator


Number of posts: 5009 Age: 52 Location: Jakarta Registration date: 2008-09-30
 | Subject: Re: Kesehatan Anak Wed Mar 24, 2010 6:09 am | |
| HATI HATI MEMBEDAKI BAYI Sabtu, 12 Juni 2010 | 08:12 WIB Kompas.com - Sehabis bayi dimandikan, biasanya para ibu akan membubuhkan bedak di tubuh si bayi. Begitupun setelah si bayi usai dibersihkan sehabis buang air, tak lupa dibedaki. Tujuannya agar kulit si kecil tak jadi kasar atau timbul lecet-lecet. Hal ini, menurut dr. Darmawan B.S., Sp.A dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUPN-CM FKUI, sedikit banyak ada benarnya. "Bedak memang bisa untuk mengurangi keringat. Juga berfungsi sebagai pelicin karena kulit bayi masih sangat peka dan gampang luka akibat gesekan. Nah, dengan bedak, gerakan-gerakannya jadi lebih smooth," terangnya. Selain itu, bedak juga memberi kesegaran dan rasa nyaman pada kulit. Apalagi bedak kadang diberi kandungan bahan-bahan aktif, seperti mentol, yang membuat badan terasa adem dan nyaman dipakai. Kendati demikian, penggunaan bedak pada bayi tidaklah wajib. Karena, seperti dituturkan Darmawan, tak memakai bedak pun sebetulnya enggak apa-apa. "Ibu-ibu memakaikan bedak pada anaknya, kan, biasanya secara otomatis. Karena sejak dulunya orang tua mengerjakan seperti ini."
Sangat sensitif Penting diingat, kulit bayi masih sangat sensitif. "Kulit bayi lebih tipis, baik epidermis maupun dermisnya, dibandingkan kulit orang dewasa. Selain itu, produksi kelenjar keringat dan minyak kulit bayi masih belum sempurna, sehingga kelembabannya harus selalu dijaga," terang Darmawan. Itu sebabnya kulit bayi sangat peka dan mudah terkena iritasi. Baik karena masuknya benda luar, maupun akibat friksi atau gesekan. Kesensitifan kulit bayi, selain disebabkan umur si bayi yang masih muda (0-1 tahun), juga dipengaruhi faktor keturunan atau bakat. "Ada, kan, orang yang lebih sensitif dari orang lain?" ujar Darmawan. Nah, begitu pula dengan kulit bayi. Setelah usia 5 tahun, barulah kulit si anak sempurna seperti halnya kulit orang dewasa. Itulah mengapa anak usia di atas 5 tahun meskipun masih sering ngompol tapi kulitnya enggak apa-apa. Lantaran kulitnya sudah lebih tahan terhadap "serbuan" dari luar.
Iritasi vagina Untuk para ibu yang terbiasa membedaki bayinya, Darmawan menganjurkan agar berhati-hati. "Jangan main teplok saja. Terutama di sekitar lipatan pahanya. Salah-salah si bedak bisa masuk ke vagina anak." Yang paling riskan memang untuk alat kelamin wanita. Kalau alat kelamin lelaki, menurut Darmawan, relatif lebih aman. Karena strukturnya relatif lebih terlindungi. Berbeda dengan kelamin wanita, yang lebih terbuka, sehingga mudah terkena infeksi akibat masuknya benda-benda yang tak diinginkan. Contohnya serbuk bedak ini.
Seperti dituturkan Darmawan, kulit di bagian dalam saluran reproduksi wanita, termasuk vagina, sangat halus. Kulit ini disebut mukosa. Nah, mukosa ini susunan selnya berbeda dengan kulit luar. Kalau kulit luar, dilapisi oleh epitel gepeng, sehingga relatif lebih kuat gempuran dari luar. Tapi yang mukosa, epitelnya berbentuk batang atau kubus sehingga lebih halus dan sensitif. Jadi kalau ada serbuk bedak yang masuk, akan menyebabkan iritasi. Untuk mengetahui ada-tidak iritasi, lihatlah apakah ada tanda-tanda radang atau tidak. Tanda-tandanya ialah seperti ada tumor (bengkak), rubor (kemerahan), dolor (nyeri), dan kalor (panas)). Nah, bila ada tanda-tanda tersebut berarti terdapat iritasi.
Sembuh sendiri Selain karena masuknya serbuk bedak, radang di daerah vagina juga bisa disebabkan masuknya zat-zat lain. Misalnya ketumpahan susu atau kemasukan sampo kala mengeramasinya. Bahkan, tangan pembantu atau pengasuh yang tak bersih, habis memegang sesuatu lalu menceboki si bayi tanpa cuci tangan dulu, sehingga kotorannya masuk ke dalam. Namun demikian, para ibu tak perlu terlalu khawatir. Karena serbuk bedak biasanya tak sampai masuk ke dalam vagina. "Paling-paling hanya di bagian mulut vagina saja, sehingga radang tersebut hanya jangka pendek saja. Juga tak menyebabkan mengkristal atau hal lainnya yang akan mengakibatkan gangguan reproduksi kala besar nanti," tutur Darmawan. Radang ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Karena tubuh mengalami regenerasi. Ia akan menciptakan zat antinya sendiri, sehingga tanpa diapa-apakan pun akan sembuh dengan sendirinya. Tapi bukan berarti kita lantas boleh ceroboh, membiarkan hal itu terus terjadi, lo. Makanya Darmawan menganjurkan, sebaiknya bersihkan daerah vagina dengan cairan antiseptik. Tentunya yang sudah diencerkan dengan air. Cairan ini bisa membunuh kuman-kuman yang terdapat di daerah kelamin.
Cara tepat membedaki Ada ibu yang membedaki bayinya dengan menggunakan puff (spon bedak), tapi ada juga yang menggunakan tangan si ibu. Manapun yang dipilih, sama baiknya. Hanya saja, seperti dituturkan Rini Budiyanti, Senior Brand Manager Cussons, membedaki bayi dengan menggunakan tangan si ibu mempunyai nilai lebih. "Sentuhan atau usapan tangan si ibu di tubuh bayi dapat lebih mempererat hubungan batin dengan si bayi," katanya. Bila menggunakan puff, Rini menyarankan untuk menyediakan lebih dari satu. Yang agak tebal dan tipis. "Gunakan puff yang agak tebal untuk bagian pantat, sedangkan yang tipis untuk bagian wajah." Sebaiknya pilih puff dari bahan katun. Jangan lupa untuk mencucinya, minimal seminggu sekali, agar terhindar dari tumbuhnya jamur. Saat membubuhi bedak di tangan atau puff, jangan dekat-dekat dengan wajah si bayi. Sehingga serbuknya tak bertaburan dan masuk ke jalan nafas bayi.
Jangan pula membedaki bayi saat kulitnya tengah berkeringat. Karena bedak yang bercampur keringat akan menempel di permukaan kulit sehingga saluran keringat tersumbat. Akibatnya keringat tak keluar dan terjadilah keringat buntet. Sebaiknya kulit dibasuh dulu dengan lap basah, lalu dikeringkan dengan lap bersih. Setelah itu barulah dibubuhi bedak. "Jadi fungsi bedak untuk menyerap keringat," kata Rini. Jika tak pakai bedak, bisa digunakan baby oil. Baby oil ini fungsinya juga untuk membuat kenyamaan. Yaitu melindungi kulit agar lembut, sehingga tak terluka saat terjadi gesekan. (Nova/Indah Mulatsih)
BISAKAH BEDAK TALEK MENYEBABKAN KANKER? Vera Farah Bararah - detikHealth - Sabtu, 22/05/2010 07:20 WIB Jakarta, Bedak talek masih banyak digunakan orang terutama ibu-ibu untuk diusapkan di tubuh bayinya. Tapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa bedak talek memicu kanker. Bagaimana kondisi yang sebenarnya? Bedak talek dihasilkan dari mineral yang disebut dengan talc atau magnesium trisillicate. Dalam bentuk alamnya, talc ditemukan berbentuk batuan dan diketahui mengandung serat menit terutama asbes. Proses yang harus dilakukan untuk memisahkan kandungan ini dari batu tidaklah mudah.
Seperti dilansir dari buzzle, Sabtu (22/5/2010), sebuah studi menunjukkan bahwa asbes sebagai salah satu bahan yang terkandung dalam bedak talek bersifat karsinogen, yang dapat menyebabkan berbagai jenis kanker dalam penggunaan jangka panjang. Kemungkinan ada berbagai macam bedak yang digunakan. Namun studi menunjukkan bahwa penggunaan bedak yang terlalu sering dapat mengarah pada pengembangan dari dua jenis kanker yaitu kanker paru-paru dan kanker ovarium. Sebenarnya pada tahun 1973, badan pengawas makanan dan obat AS (US Food and Drug Administration) merancang resolusi untuk membatasi jumlah serat asbes seperti pada bedak kosmetik. Namun, tidak pernah ada keputusan yang dibuat untuk batasan talc pada bedak kosmetik.
Bubuk talek dan kanker paru-paru Sebuah penelitian mengklaim bahwa sering menghirup bedak bisa menjadi penyebab kanker paru-paru. Para ibu yang menggunakan bubuk talek ini juga sudah diperingatkan terhadap penggunaannya secara teratur. Hal ini bukan saja menempatkan bayi pada risiko kanker, tapi juga bagi orang disekitarnya yang menghirup bubuk talek ini.
Selain itu, talc juga digunakan sebagai bahan untuk membuat bedak anti kutu pada anjing, dan hal ini ditemukan berbahaya baik bagi hewan peliharaan dan keluarga yang tinggal bersama-sama. Hal ini terutama disebabkan oleh partikel asbes yang sangat kecil dalam bentuk bubuk sehingga mudah dihirup dan masuk ke dalam paru-paru. Kondisi ini tentu saja dapat memicu reaksi inflamasi (peradangan) yang nantinya dapat berkembang menjadi kanker. Sementara itu saat penelitian lebih lanjut dilakukan, ditemukan para penambang talc dalam jumlah besar telah didiagnosa menderita kanker paru-paru. Hal ini disebabkan pekerjaan tersebut mengharuskan seseorang kontak dengan talc secara konstan. Selain itu juga ditemukan talc yang belum diproses akan jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan produk akhir yang sampai ke konsumen.
Bedak talek dan kanker ovarium Studi mengenai hal ini masih sedikit kabur dan memerlukan klarifikasi. Berdasarkan studi penelitian berskala besar, penggunaan bedak talek oleh perempuan di alat kelaminnya bisa menyebabkan partikel tersebut masuk ke dalam indung telur dan mengakibatkan multiplikasi sel ovarium dengan cepat. Kondisi ini adalah salah satu karakteristik utama dari kanker.
Namun hal ini juga tergantung pada seberapa banyak bedak tersebut digunakan, diperkirakan risiko kanker ovarium akan meningkat jika sering menggunakan bedak talek. Seperti dikutip dari Cancer.org, Sabtu (22/5/2010) sebuah studi prospektif (umumnya dianggap yang paling informatif) diterbitkan pada tahun 2000 yang menemukan tidak ada pengaruhnya secara menyeluruh dengan kanker ovarium, tapi meningkatkan risiko sebesar 40 persen pada salah satu tipe dari invasive serous cancers. Sementara yang terkait dengan kanker paru-paru, satu studi menemukan adanya peningkatan risiko paru-paru, tapi studi lain menemukan tidak ada peningkatan risiko. Studi terhadap penggunaan bedak talek ini bersifat pribadi sehingga memberikan hasil yang tidak konsisten, walaupun beberapa hal mendukung peningkatan risiko kanker. Namun bagi orang yang terbiasa menggunakan bedak, tak ada salahnya untuk mempertimbangkan menghindari atau tidak menggunakan bedak yang mengandung talc.
Datuk Dr Nor Ashikin Mokhtar, ahli kandungan konsultan & ginekolog seperti dilansir dari the Star mengatakan sampai penelitian ilmiah dapat memberikan jawaban yang lebih baik, maka terserah pada individu untuk membuat keputusannya sendiri mengenai penggunaan bedak talek. "Kita harus ingat bahwa belum tentu setiap butir bedak adalah karsinogenik karena tergantung pada tingkat serat asbes-seperti di bedak yang digunakan," katanya. Menurut Dr Nor salah satu alternatif untuk bedak talek adalah dengan menggunakan serbuk pati jagung yang tidak mengandung talc. Pati jagung tidak terkait ke setiap bentuk kanker dan lebih mudah dipecah oleh tubuh, seperti bedak. Konsultasikan juga dengan dokter anak Anda, apakah aman untuk menggunakan bedak bayi pada bayi dan anak-anak. (ver/ir) _________________ Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you. Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 8:40 am; edited 4 times in total |
|  | | |
| Page 2 of 33 | Goto page : 1, 2, 3 ... 17 ... 33  |
| | Permissions of this forum: | You cannot reply to topics in this forum
| |
| |
| |