HomeHome  ­PortalPortal  ­GalleryGallery  ­CalendarCalendar  ­FAQFAQ  ­SearchSearch  ­MemberlistMemberlist  ­UsergroupsUsergroups  ­RegisterRegister  ­Log inLog in  
Post new topic   Reply to topicShare | 
 

 Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : 1, 2, 3, 4, 5, 6  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 4991
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Mar 14, 2010 8:35 am

DEVIASI SEPTUM
Septum adalah pembatas lubang hidung kiri dan kanan, merupakan kerangka penunjang yang dilapisi oleh selaput lendir dan sebagian besar terdiri dari tulang rawan (kartilago). Idealnya, septum hidung terletak pada garis tengah hidung.
Diperkirakan 80% dari septum terletak menyimpang dari garis tengah, dan hal ini seringkali tidak diperhatikan.
Deviasi septum terjadi jika septum bergeser sangat jauh dari garis tengah.

PENYEBAB
Deviasi septum biasanya terjadi akibat cacat bawaan atau cedera.

GEJALA
# Deviasi septum bisa menyebabkan satu atau beberapa gejala berikut: Penyumbatan pada salah satu atau kedua lubang hidung
# Perdarahan hidung berulang
# Infeksi sinus berulang
# Nyeri wajah, sakit kepala, post nasal drip
# Mendengkur ketika tidur (pada bayi dan anak-anak).

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Jika deviasi septum menyebabkan perdarahan hidung atau infeksi sinus berulang, dianjurkan untuk menjalani pembedahan septoplasti.

Sumber: Medicastore

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 6:49 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 4991
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Mar 14, 2010 8:43 am

KENALI PENYEBAB INFEKSI SINUSITIS SEJAK DINI
Nurul Ulfah - detikHealth - Rabu, 07/10/2009 10:07 WIB
Jakarta, Infeksi sinusitis adalah penyakit yang serius. Banyak orang yang menganggap sepele penyakit ini. Padahal di Amerika, tiap tahunnya 31 juta orang terkena infeksi sinus. Kenali penyebabnya dan cara mencegahnya. Infeksi sinusitis dikenal dengan istilah rhinosinusitis. Sebanyak 14 persen orang dewasa di Amerika terserang rhinosinusitis setiap tahunnya dan sebanyak 91,2 juta orang harus berobat ke rumah sakit.

Seperti dikutip dari Health, Rabu (7/10/2009), infeksi sinus bisa menyebabkan beberapa gejala seperti suara sengau, batuk dan demam yang berkepanjangan. Pada kasus yang lebih serius, bisa tumbuh polip. Studi yang dimuat dalam The American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery menemukan bahwa infeksi sinusitis lebih banyak dialami wanita ketimbang pria.

Kebanyakan penyebabnya adalah adanya bakteri yang berkembang dalam sinusnya, yaitu di bagian belakang hidung, mata, dan tulang pipi. Sinus sendiri merupakan rongga kosong dalam tulang tengkorak kepala (pada daerah sekitar hidung) yang berisi udara. Udara dingin dan alergi akan memperparah infeksi karena menyebabkan membran selaput lendir di bagian sinus membengkak. Hal itu membuat jalannya ingus terhambat dan terjebak di dalamnya, yang kemudian membuat bakteri berkembang di daerah itu. Akibatnya, rasa sakit di bagian kepala dan wajah pun akan terasa.

Menurut sebuah survei, sebanyak 73 juta orang di Amerika terbatas aktivitasnya karena penyakit ini. Antibiotik mungkin bisa menghilangkan infeksi sinus oleh bakteri, tapi jika yang menyerang adalah virus, antibiotik tidak akan berguna. Namun studi terakhir yang dimuat dalam jurnal The American Medical Association, antibiotik ternyata diketahui tidak efektif dan tidak mengenai sasaran. Para pakar pun merekomendasikan pendekatan lain seperti menggunakan ibuprofen atau menghirup uap panas dengan menggunakan air garam. Gejala yang umumnya terjadi pada penderita sinusitis diantaranya sakit kepala (biasanya saat bangun tidur), ingus berwarna kuning atau kehijauan, nafas bau, batuk berlendir, demam tinggi (di atas 39o Celcius), sakit gigi dan kurang sensitif terhadap rasa dan bau.

Mereka yang berisiko terkena sinus adalah mereka yang sering terkena flu, infeksi pernafasan oleh bakteri atau virus, patah hidung, adanya polip di bagian hidung. Faktor lainnya seperti merokok, polusi air, pemakaian obat decongestant (obat menghilangkan hidung mampet), udara dingin, penyelam, penerbang dan berenang di air yang terkontaminasi.

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 11:55 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 4991
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sat Mar 20, 2010 9:51 pm

SINUSITIS
Sinusitis adalah kondisi dimana seseorang menderita peradangan atau infeksi pada salah satu atau lebih rongga sinus.
Sinus adalah rongga berisi udara yang terletak pada tulang muka kita. Sinus dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan letaknya, yaitu sinus maksilaris ( terletak di rongga pipi ), sinus ethmoidalis ( di antara kedua mata ), sinus frontalis ( di dahi ) dan sinus sfenoidalis ( di belakang tulang hidung ).

Gejala sinusitis:
1. Pilek, hidung tersumbat, sakit kepala, kadang disertai demam, batuk terutama malam hari, nafas berbau, mimisan.
2. Post nasal drip ( keluarnya cairan dariarah belakang hidung ke tenggorokan ).

Penyebab sinusitis:
1. Batuk, pilek atau flu.
2. Allergi, infeksi virus, penebalan konka.
3. Deviasi setum / tulang rawan hidung.
4. Defisiensi immunitas tubuh.
5. Infeksi jamur.

Pemeriksaan yang perlu dilakukan adalah Rontgen sinus atau CT scan untuk memberi data yang lebih akurat karena bila tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi sinusitis kronik, infeksi sekitar jaringan mata ( selulitis orbita ), infeksi tulang ( osteomyelitis ), meningitis ( infeksi selaput otak ) dan abses.
Dengan adanya pengobatan yang adekuat, komplikasi ini sangat jarang.

Pengobatan:
1. Terapi antibiotik selama 3 minggu untuk membersihkan infeksi sinus.
2. Obat nasal decongestan atau nasal spray.
3. Diatermi ( pemanasan ) didaerah sinus yang sakit oleh ahli rehabilitasi medik.
4. Jika berkaitan dengan allergi di konsultasikan ke bagian allergi.
6. Jika mengalami beberapa kali sinusitis akut dalam beberapa tahun terakhir atau mengalami sinusitis kronik yang tampaknya tidak mengalami perbaikan dengan antibiotik, maka dianjurkan untuk menjalani operasi.

Sumber: Bunga Rampai Masalah Kesehatan Iluni FK 1983

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 4991
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sat Mar 20, 2010 10:21 pm

PERDARAHAN HIDUNG ( EPISTAKSIS, MIMISAN )
Perdarahan Hidung (Epistaksis, Mimisan) adalah pardarahan yang berasal dari hidung.

PENYEBAB
1. Infeksi lokal
- Vestibulitis
- Sinusitis
2. Selaput lendir yang kering pada hidung yang mengalami cedera
- Trauma, misalnya mengorek hidung, terjatuh, terpukul, adanya benda asing di hidung, trauma pembedahan atau iritasi oleh gas yang merangsang
- Patah tulang hidung
3. Penyakit kardiovaskuler
- Penyempitan arteri (arteriosklerosis)
- Tekanan darah tinggi
4. Infeksi sistemik
- Demam berdarah
- Influenza
- Morbili
- Demam tifoid
5. Kelainan darah
- Anemia aplastik
- Leukemia
- Trombositopenia
- Hemofilia)
- Telangiektasi hemoragik herediter
6. Tumor pada hidung, sinus atau nasofaring, baik jinak maupun ganas
7. Gangguan endokrin, seperti pada kehamilan, menars dan menopause
8. Pengaruh lingkungan, misalnya perubahan tekanan atmosfir mendadak (seperti pada penerbang dan penyelam/penyakit Caisson) atau lingkungan yang udaranya sangat dingin
9. Benda asing dan rinolit, dapat menyebabkan mimisan ringan disertai ingus berbau busuk
10. Idiopatik, biasanya merupakan mimisan yang ringan dan berulang pada anak dan remaja.

GEJALA
# Epistaksis dibagi menjadi 2 kelompok: Epistaksis anterior : perdarahan berasal dari septum (pemisah lubang hidung kiri dan kanan) bagian depan, yaitu dari pleksus Kiesselbach atau arteri etmoidalis anterior.
Biasanya perdarahan tidak begitu hebat dan bila pasien duduk, darah akan keluar dari salah satu lubang hidung. Seringkali dapat berhenti spontan dan mudah diatasi.
# Epistaksis posterior : perdarahan berasal dari bagian hidung yang paling dalam, yaitu dari arteri sfenopalatina dan arteri etmoidalis posterior.
Epistaksis posterior sering terjadi pada usia lanjut, penderita hipertensi, arteriosklerosis atau penyakit kardiovaskular. Perdarahan biasanya hebat dan jarang berhenti spontan.
Darah mengalir ke belakang, yaitu ke mulut dan tenggorokan.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan lainnya yang dilakukan untuk memperkuat diagnosis epistaksis:
- Pemeriksaan darah tepi lengkap
- Fungsi hemostatis
- Tes fungsi hati dan ginjal
- Pemeriksaan foto hidung, sinus paranasal dan nasofaring

PENGOBATAN
# Epistaksis anterior Penderita sebaiknya duduk tegak agar tekanan vaskular berkurang dan mudah membatukkan darah dari tenggorokan
# Epistaksis anterior yang ringan biasanya bisa dihentikan dengan cara menekan cuping hidung selama 5-10 menit
# Jika tindakan diatas tidak mampu menghentikan perdarahan, maka dipasang tampon anterior yang telah dibasahi dengan adrenalin dan lidocain atau pantocain untuk menghentikan perdarahan dan mengurangi rasa nyeri
# Setelah perdarahan berhenti, dilakukan penyumbatan sumber perdarahan dengan menyemprotkan larutan perak nitrat 20-30% (atau asam trichloracetat 10%) atau dengan elektrokauter
# Bila dengan cara tersebut perdarahan masih terus berlangsung, maka diperlukan pemasangan tampon anterior yang telah diberi vaselin atau salep antibiotika agar tidak melekat sehingga tidak terjadi perdarahan ulang pada saat tampon dilepaskan. Tampon anterior dimasukkan melalui lubang hidung depan, dipasang secara berlapis mulai dari dasar sampai puncak rongga hidung dan harus menekan sumber perdarahan. Tampon dipasang selama 1-2 hari.
# Jika tidak ada penyakit yang mendasarinya, penderita tidak perlu dirawat dan diminta lebih banyak duduk serta mengangkat kepalanya sedikit pada malam hari. Penderita lanjut usia harus dirawat.

Epistaksis posterior
Pada epistaksis posterior, sebagian besar darah masuk ke dalam mulut sehingga pemasangan tampon anterior tidak dapat menghentikan perdarahan.
Perdarahan posterior lebih sukar diatasi karena perdarahan biasanya hebat dan sulit melihat bagian belakang dari rongga hidung.
Dilakukan pemasangan tampon posterior (tampon Bellocq), yaitu tampon yang mempunyai tiga helai benang, 1 helai di setiap ujungnya dan 1helai di tengah. Tampon dipasang selama 2-3 hari disertai dengan pemberian antibiotik per-oral untuk mencegah infeksi pada sinus ataupun telinga tengah.

Pada epistaksis yang berat dan berulang, yang tak dapat diatasi dengan pemasangan tampon, perlu dilakukan pengikatan arteri etmoidalis anterior dan posterior atau arteri maksilaris interna.

Epistaksis akibat patah tulang atau septum hidung biasanya berlangsung singkat dan berhenti secara spontan, kadang-kadang timbul kembali beberapa jam atau beberapa hari kemudian setelah pembengkakan berkurang.
Jika hal ini terjadi mungkin perlu dilakukan pembedahan terhadap patah tulang atau pengikatan arteri.

Pada penderita telangiektasi hemoragik herediter (kelainan bentuk pembuluh darah), epistaksis yang hebat bisa menyebabkan anemia berat yang tidak mudah dikoreksi dengan pemberian zat besi tambahan.
Untuk mengatasi anemia, dilakukan pencangkokan kulit ke dalam septum hidung.

Sumber: Medicastore

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 6:56 am; edited 1 time in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 4991
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sat Mar 20, 2010 10:44 pm

POLIP HIDUNG
Polip Hidung adalah suatu pertumbuhan dari selaput lendir hidung yang bersifat jinak.

PENYEBAB
Penyebab terjadinya polip tidak diketahui, tetapi beberapa polip tumbuh karena adanya pembengkakan akibat infeksi.
# Polip sering ditemukan pada penderita: Rinitis alergika
# Asma
# Sinusitis kronis
# Fibrosis kistik.

GEJALA
Polip biasanya tumbuh di daerah dimana selaput lendir membengkak akibat penimbunan cairan, seperti daerah di sekitar lubang sinus pada rongga hidung. Ketika baru terbentuk, sebuah polip tampak seperti air mata dan jika telah matang, bentuknya menyerupai buah anggur yang berwarna keabu-abuan.
Polip menyebabkan penyumbatan hidung, karena itu penderita seringkali mengeluhkan adanya penurunan fungsi indera penciuman.
Karena indera perasa berhubungan dengan indera penciuman, maka penderita juga bisa mengalami penurunan fungsi indera perasa dan penciuman.
Polip hidung juga bisa menyebabkan penyumbatan pada drainase lendir dari sinus ke hidung. Penyumbatan ini menyebabkan tertimbunnya lendir di dalam sinus. Lendir yang terlalu lama berada di dalam sinus bisa mengalami infeksi dan akhirnya terjadi sinusitis.
Penderita anak-anak sering bersuara sengau dan bernafas melalui mulutnya.

DIAGNOSA
Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

PENGOBATAN
Obat semprot hidung yang mengandung corticosteroid kadang bisa memperkecil ukuran polip atau bahkan menghilangkan polip.
# Pembedahan dilakukan jika: Polip menghalangi saluran pernafasan
# Polip menghalangi drainase dari sinus sehingga sering terjadi infeksi sinus
# Polip berhubungan dengan tumor.
Polip cenderung tumbuh kembali jika penyebabnya (alergi maupun infeksi) tidak terkontrol.
Pemakaian obat semprot hidung yang mengandung corticosteroid bisa memperlambat atau mencegah kekambuhan. Tetapi jika kekambuhan ini sifatnya berat, sebaiknya dilakukan pembedahan untuk memperbaiki drainase sinus dan membuang bahan-bahan yang terinfeksi.

PENCEGAHAN
Anda dapat membantu mengurangi kemungkinan Anda untuk mengalami polip hidung atau kambuhnya polip hidung setelah perawatan dengan strategi pencegahan berikut:
1. Mengatur alergi dan asma. Mengikuti pengobatan dokter rekomendasi untuk mengelola asma dan alergi. Jika gejala tidak mudah dan secara teratur di bawah kendali, konsultasi dengan dokter Anda tentang perubahan rencana pengobatan Anda.
2. Hindari iritasi. Sebisa mungkin, hindari hal-hal yang mungkin untuk memberikan kontribusi untuk peradangan atau iritasi sinus Anda, seperti alergen, polusi udara dan bahan kimia.
3. Hidup bersih yang baik. Cuci tangan Anda secara teratur dan menyeluruh. Ini adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi terhadap infeksi bakteri dan virus yang dapat menyebabkan peradangan pada hidung dan sinus.
4. Melembabkan rumah Anda. Gunakan pelembab ruangan jika Anda memiliki udara kering di rumah Anda. Hal ini dapat membantu meningkatkan aliran lendir dari sinus Anda dan dapat membantu mencegah sumbatan dan peradangan.
5. Gunakan bilasan hidung atau nasal lavage. Gunakan air garam (saline) spray atau nasal lavage untuk membilas hidung Anda. Hal ini dapat meningkatkan aliran dan menghilangkan lendir penyebab alergi dan iritasi. Anda dapat membeli semprotan saline atau lavage nasal dengan perangkat, seperti sedotan, untuk mngantarkan bilasan. Anda dapat membuat solusi sendiri dengan mencampurkan 1 / 4 sendok teh (1.2 ml) garam dengan 2 cangkir (0,5 liter) air hangat. Hindari air garam semprot yang mengandung zat aditif yang dapat membakar lapisan mukosa hidung Anda.

Sumber: Medicastore

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 6:58 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 4991
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sat Mar 20, 2010 10:57 pm

MENDENGKUS 120 KALI BISA ATASI HIDUNG MAMPET
Jumat, 21/05/2010 08:30 WIB AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Stockholm, Radang di saluran pernapasan bisa menyebabkan hidung tersumbat. Tidak perlu minum obat, mendengkus (menarik dan mengeluarkan udara keras-keras dari hidung) sebanyak 120 kali/hari selama 4 hari ternyata bisa mengatasi gangguan tersebut.Dikutip dari NCBI, Jumat (21/5/2010), mendengkus dapat meningkatkan aliran gas nitrogen oksida (NO) hingga 15-20 kali lipat dibanding bernapas tanpa suara. Meningkatnya aliran NO inilah yang kemudian dapat mematikan bakteri penyebab radang.

Sebuah penelitian di Swedia membuktikan hal itu, dengan teknik mendengkus yang cukup sederhana. Kuatnya dengkusan digambarkan hingga membuat getaran maksimal di antara sinus dan rongga hidung, tetapi tidak sampai membuat kepala pusing. Agar bisa menghasilkan efek yang optimal, dengkusan harus dilakukan pada nada yang sangat rendah. Jika diukur dengan alat, maka frekuensinya berada pada kisaran 130 Hz.

Dalam penelitian tersebut, seorang pasien sinusitis bisa sembuh dalam 5 hari. Hari pertama pasien mendengkus selama 1 jam sebelum tidur, dengan pengulangan sebanyak 18 kali/menit. Efek yang didapat esok harinya, hidungnya sudah lega meski sekali waktu masih kambuh. Namun dalam 4 hari berikutnya, kekambuhan tersebut secara meyakinkan terus berkurang.

Selama 4 hari tersebut pasien mendengkus sebanyak 60-120 kali/hari, hingga akhirnya gejala sinusitis hilang sama sekali. Bahkan denyut jantung tidak teratur (aritmia) yang menyertai sinusitis, tidak sudah teramati lagi pada hari terakhir.Penelitian tersebut bahkan menyarankan lebih lebih lanjut terkait temuan ini. Jika sudah terbukti bisa menyembuhkan, bukan tidak mungkin cara ini juga bisa mencegah terjadinya radang.

Pada gangguan sinusitis, radang biasanya dipicu oleh infeksi bakteri pada saluran napas bagian atas. Gejalanya antara lain rasa nyeri, hidung tersumbat dan sakit kepala.Sinusitis banyak menyerang penderita asma dan alergi. Kondisi tertentu seperti gangguan sistem kekebalan tubuh juga rentan terhadap penyakit tersebut.
(up/ir)

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Mon Jul 26, 2010 9:34 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 4991
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Mar 21, 2010 6:57 am

SI HIDUNG BESAR LEBIH TERLINDUNG DARI PENYAKIT
Senin, 17/05/2010 10:03 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Iowa City, Beberapa orang memiliki hidung yang lebih besar dibandingkan dengan orang lain. Tapi hidung besar bisa membawa keberuntungan bagi orang tersebut, karena melindunginya lebih besar dari penyakit.Mitos yang berkembang di masyarakat mengenai hidung besar adalah suatu tanda bahwa orang tersebut memiliki kecerdasan tinggi atau keturunan bangsawan. Namun keuntungan yang lebih besar justru bisa didapatkan orang tersebut, yaitu dapat melindunginya dari berbagai penyakit.Para peneliti telah menemukan bahwa meskipun hidung besar seringkali menjadi bahan ejekan, namun hal yang paling penting adalah membantu pemiliknya mencegah terkena infeksi dan virus flu.

Semakin besar hidung, maka secara fisik semakin besar penghalang alami yang dapat menghentikan debu, bakteri atau partikel di udara untuk memasuki tubuh seseorang.Berdasarkan penelitian, didapatkan bahwa hidung yang besar menghirup hampir 7 persen lebih sedikit polusi. Selain itu hidung ini juga bertindak sebagai penghalang untuk menangkis kuman yang berasal dari mulut dan mengurangi efek demam.Hal ini tentu saja bisa menjadi berita baik untuk aktris Sex And The City Sarah Jessica Parker, penyanyi Barbra Streisand dan Barry Manilow serta aktor Gerard Depardieu yang dikenal dengan hidung besarnya.

Untuk mendapatkan kesimpulan seperti ini, para peneliti membuat dua hidung buatan yang mana salah satu hidung memiliki ukuran 2,3 kali lebih besar dari hidung yang lain.Setiap hidung diletakkan di kepala buatan dan pada gilirannya akan divariasikan dengan dua set bibir yang juga dalam berbagai ukuran. Bibir ini menutupi ujung tabung dan menarik udara yang mengandung berbagai partikel.Hasil penelitian menunjukkan sebesar 6,5 persen partikel lebih sedikit terhirup oleh hidung yang besar, dan ternyata bibir yang besar juga mengurangi masuknya partikel sebesar 3,2 persen.

Penelitian ini dilakukan oleh tim dari University of Iowa, Amerika Serikat dan diterbitkan dalam jurnal Annals Of Occupational Hygiene."Batang hidung yang keras akan memberikan perlindungan yang lebih baik untuk mulut. Selain itu hidung besar juga akan menurunkan risiko orang tersebut terinfeksi," ujar Dr Renee Anthony, pemimpin penelitian, seperti dikutip dari Dailymail, Senin (17/5/2010).
(ver/ir)

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Mon Jul 26, 2010 9:37 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 4991
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Mar 21, 2010 7:16 am

AGAR SINUS TAK GAMPANG KAMBUH
Senin, 26/04/2010 10:48 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Banyak orang yang menderita sinusitis atau sinus sangat terganggu dengan gejala-gejala yang ditimbulkan. Namun, tidak ada cara praktis untuk menyembuhkan penyakit ini. Hal terbaik adalah melakukan pencegahan agar sinus tak kambuh lagi. Dr. Agus Subagio, Sp THT, dokter spesialis THT yang praktik di RS Puri Indah menjelaskan sinusitis adalah peradangan yang terjadi pada rongga sinus. Penyakit ini sering terjadi pada orang yang alergi terhadap pencetusnya misalnya debu atau udara dingin.

Gejala yang ditimbulkan hampir sama dengan flu biasa yang sering terjadi pada musim hujan seperti pilek, hidung tersumbat, berlendir, demam dan sakit kepala (biasanya saat bangun tidur), ingus berwarna kuning atau kehijauan, nafas bau, batuk berlendir, demam tinggi (di atas 39 derajat Celcius), sakit gigi dan kurang sensitif terhadap rasa dan bau. Banyak orang yang tidak tahan dengan sakitnya sehingga memilih untuk segera operasi, tapi terkadang operasi yang dilakukan berkali-kali.

Sinus merupakan penyakit yang gampang kambuh. Jika si penderita tidak pintar-pintar menjauhi pemicunya maka sinus bisa kumat lagi meskipun sudah dilakukan operasi."Gagalnya operasi sinusitis hingga harus dilakukan berkali-kali kebanyakan karena faktor dari si penderitanya sendiri," ujar Dr Agus.
Karena tidak ada cara praktis untuk menghilangkan sinus, mengatasi penyebab sinus lebih baik daripada berusaha memulihkan serangan yang parah.
Seperti dilansir dari Sinuswars, Senin (26/4/2010), berikut langkah-langkah agar sinus tak kambuh lagi, yaitu:

1. Segera obati alergi dan pilek
Peradangan dalam hidung yang disebabkan oleh alergi dan pilek dapat memberikan reaksi yang kuat untuk semua iritasi, yang dapat memperparah sinusitis. Dengan segera mengobati alergi dan pilek dapat mencegah sinus kambuh kembali.

2. Menggunakan filter
Filter elektrostatik yang melekat pada peralatan pemanas dan pendingin udara sangat membantu untuk menghilangkan alergen dari udara.

3. Hindari polusi
Paparan dari lingkungan tercemar dan udara yang terkontaminasi dapat mengiritasi saluran hidung dan memperparah sinusitis. Bahan kimia dan asap juga dapat mengganggu lapisan sinus.

4. Hilangkan kebiasaan merokok
Tembakau dan asap diketahui dapat menyebabkan iritasi pada lapisan sinus, yang memperburuk aliran lendir dan membuat sinus menjadi menumpuk.

5. Mengurangi konsumsi alkohol
Konsumsi alkohol dapat menyebabkan membran hidung dan sinus membengkak, menyebabkan iritasi dan infeksi.

6. Kurangi perjalanan melalui jalur udara
Perjalanan jalur udara dapat menyebabkan masalah untuk penderita sinus kronis atau akut.Gelembung udara yang terjebak dalam tubuh memuai saat penurunan tekanan udara di pesawat. Hal ini memberikan tekanan pada jaringan sekitarnya dan bisa mengakibatkan terhalangnya tabung Eustachio (saluran yang menghubungkan telinga ke tenggorokan). Hasilnya, dapat mengakibatkan ketidaknyamanan di sinus atau telinga tengah selama proses penerbangan pesawat, terutama saat naik (take off) dan pendaratan (landing). Biasanya, dokter akan menyarankan penggunaan obat tetes hidung dekongestan atau inhaler sebelum penerbangan sebelum melakukan penerbangan.

7. Minum banyak air putih
Air meningkatkan jumlah uap air di dalam tubuh dan membantu untuk mencegah kemacetan lendir. Hal ini juga membantu untuk mengencerkan lendir untuk pengaliran yang tepat.

8. Hindari olahraga berenang
Berenang di kolam renang dengan berklorin dapat menyebabkan iritasi mukosa dan rongga hidung. Jika memang ingin berenang, sebaiknya berenanglah di laut yang tidak berklorin.

9. Hindari olahraga menyelam
Penyelam sering mengalami kemacetan yang mengakibatkan infeksi sinus, dimana air dipaksa masuk ke sinus dari lubang hidung.

10. Jaga kebersihan
Infeksi bakteri dan virus adalah penyebab umum sinusitis. Sering mencuci tangan dengan air dan sabun dapat menghindari kambuhnya sinusitis.

11. Minimalkan konsumsi produk susu
Konsumsi produk susu berlebihan dapat mengentalkan lendir dan menyebabkan lubang hidung menyempit, yang mengakibatkan nyeri dan sakit kepala.

12. Hindari suhu ekstrim
Suhu terlalu tinggi dan rendah, atau perubahan tiba-tiba dapat meningkatkan nyeri sinusitis.

13. Mandi uap panas
Mandi uap panas dapat melepaskan lendir dan membasahi tenggorokan, sehingga memungkinkan aliran yang tepat dari rongga hidung.

14. Makanlah banyak buah-buahan dan sayuran
Makan buah dan sayuran yang kaya antioksidan dan zat-zat lainnya, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan infeksi.

15. Mengurangi stres
Meskipun sebagian dari kita tidak menyadarinya, stres membuat gejala sinusitis semakin buruk. Jika Anda memiliki sinusitis di masa lalu, stres dapat memicu atau membuatnya lebih buruk.

16. Gunakan obat herbal alami
Gunakan obat-obatan herbal sebagai suplemen vitamin, dan homeopati alam yang dapat melancarkan aliran lendir seperti rebusan daun sirih.

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Mon Jul 26, 2010 9:47 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 4991
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Mar 21, 2010 7:37 am

JANGAN BURU BURU OPERASI SINUSITIS
Senin, 08/03/2010 15:55 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Banyak orang yang menderita sinusitis merasa sangat terganggu dengan gejala-gejala yang ditimbulkan. Kebanyakan penderitanya tidak tahan dan akhirnya memutuskan untuk operasi. Pada beberapa kasus, penderita sinusitis melakukan operasi berkali-kali tapi tak kunjung sembuh. "Sebaiknya sinusitis diobati dengan obat-obat medis, operasi adalah jalan terakhir," ujar Dr. Agus Subagio, Sp THT, dokter spesialis THT yang praktik di RS Puri Indah saat dihubungi detikHealth, Senin (8/3/2010). Sinusitis adalah peradangan yang terjadi pada rongga sinus. Penyakit ini sering terjadi pada orang yang alergi terhadap pencetusnya misalnya debu atau udara dingin.

Gejala yang ditimbulkan hampir sama dengan flu biasa yang sering terjadi pada musim hujan seperti pilek, hidung tersumbat, berlendir, demam dan sakit kepala (biasanya saat bangun tidur), ingus berwarna kuning atau kehijauan, nafas bau, batuk berlendir, demam tinggi (di atas 39 derajat Celcius), sakit gigi dan kurang sensitif terhadap rasa dan bau.

Kenapa orang yang sudah dioperasi kadang harus melakukan operasi lagi?
Asal tahu saja sinus merupakan penyakit yang gampang kambuh. Jika si penderita tidak pintar-pintar menjauhi pemicunya maka sinus bisa kumat lagi meskipun sudah dilakukan operasi. "Gagalnya operasi sinusitis hingga harus dilakukan berkali-kali kebanyakan karena faktor dari si penderitanya sendiri," ujar Dr Agus. Kegagalan itu bisa diakibatkan karena beberapa faktor antara lain:
1. Tidak adanya perawatan pasca operasi
2. Pengobatan pada penderita alergi yang kurang baik
3. Penghindaran terhadap faktor-faktor pencetus,-- seperti debu di ruangan dan kain atau ruangan yang dingin--, yang tidak dilakukan dengan baik.

Maka itu kata Dr Agus, diagnosa pasien sinusitis harus dilakukan dengan baik agar tindakan yang dilakukan tepat. Jika dilakukan operasi harus dibarengi dengan penanganan pasca operasi. "Jika hal-hal tersebut dipahami dan dijalankan dengan baik tentunya pasien tidak akan mengalami operasi hingga berkali-kali," katanya.

Dr Agus mengatakan operasi hanya dilakukan apabila:
1. Terapi dengan menggunakan obat-obat medis gagal
2. Sudah cukup parah dan menyebabkan komplikasi ke mata (kebutaan), otak (abses otak atau penumpukan nanah di otak), telinga (radang telinga), tenggorokan dan bronkitis.
3. Adanya perubahan struktur hidung yang membuat hidung tersumbat
4. Pada sinusitis kronik yang menimbulkan kista

Sinusitis sendiri disebabkan oleh tiga hal:
1. Adanya sumbatan pada rongga sinus.
Hal ini bisa disebabkan karena kelainan anatomi seperti hidung yang terlalu bengkok, adanya polip karena sel yang membengkak, konka terlalu besar atau tonjolan tulang pada rongga hidung, atau tumor rongga hidung. Penyumbatan ini memudahkan kuman untuk tumbuh dan berkembang yang akhirnya menyebabkan sinusitis.
2. Lendir hidung yang terlau kental, bisa disebabkan karena obat-obatan
3. Sistem pembersihan rongga hidung mengalami kerusakan, yang juga bisa disebabkan karena obat.

Infeksi sinusitis adalah penyakit yang serius. Infeksi sinus bisa menyebabkan beberapa gejala seperti suara sengau, batuk dan demam yang berkepanjangan. Pada kasus yang lebih serius, bisa tumbuh polip.Studi yang dimuat dalam The American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery menemukan bahwa infeksi sinusitis lebih banyak dialami wanita ketimbang pria. Seperti dikutip health, kebanyakan penyebabnya adalah adanya bakteri yang berkembang dalam sinusnya, yaitu di bagian belakang hidung, mata, dan tulang pipi. Sinus sendiri merupakan rongga kosong dalam tulang tengkorak kepala (pada daerah sekitar hidung) yang berisi udara.

Udara dingin dan alergi akan memperparah infeksi karena menyebabkan membran selaput lendir di bagian sinus membengkak. Hal itu membuat jalannya ingus terhambat dan terjebak di dalamnya, yang kemudian membuat bakteri berkembang di daerah itu. Akibatnya, rasa sakit di bagian kepala dan wajah pun akan terasa. Antibiotik mungkin bisa menghilangkan infeksi sinus oleh bakteri, tapi jika yang menyerang adalah virus, antibiotik tidak akan berguna.

Mereka yang berisiko terkena sinus adalah yang sering terkena flu, infeksi pernafasan oleh bakteri atau virus, patah hidung, adanya polip di bagian hidung.
Faktor lainnya seperti merokok, polusi air, pemakaian obat decongestant (obat menghilangkan hidung mampet), udara dingin, penyelam, penerbang dan berenang di air yang terkontaminasi. Studi terakhir yang dimuat dalam jurnal The American Medical Association, antibiotik ternyata diketahui tidak efektif dan tidak mengenai sasaran. Para pakar pun merekomendasikan pendekatan lain seperti menggunakan ibuprofen atau menghirup uap panas dengan menggunakan air garam.(mer/ir)

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Mon Jul 26, 2010 9:49 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 4991
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Sun Mar 21, 2010 7:48 am

RHINITIS ALLERGI
Rhinitis arti sebenarnya adalah radang hidung. Rhinitis allergi merupakan penyakit allergi yang paling sering ditemukan, pada sekitar 20% masyarakat.
Gejalanya berupa bersin bersin di pagi hari, dapat ada ingus atau tersumbat atau kombinasi keduanya. Disertai mata merah, gatal dan berair.

Komplikasi yang dapat terjadi pada rhinitis allergi adalah infeksi saluran napas, sinusitis dan polip hidung.
Terdiri dari Rhinitis allergi intermitten ( gejala kurang dari 4 hari dalam seminggu atau berlangsung kurang dari 4 minggu ) dan Rhinitis allergi persisten ( gejala lebih dari 4 hari dalam seminggu dan berlangsung lebih dari 4 minggu ).

Pengobatan
1. Hindari allergen seperti tungau debu rumah, bulu binatang peliharaan, spora jamur dan lain lain sesuai hasil test tusuk kulit ( prick test ).
2. Obata obatan seperti anti histamin untuk allerginya, dekongestan untuk hidung tersumbat dan kortikosteroid untuk reaksi radang.

Sumber: Bunga Rampai Masalah Kesehatan Iluni FK 1983



_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 6:58 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 4991
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Mon Mar 22, 2010 12:39 pm

RINITIS NON ALERGIKA
Rinitis Non-Alergika adalah suatu peradangan pada selaput lendir hidung tanpa latar belakang alergi.

Jenis-jenis rinitis non-alergika:
1. Rinitis Infeksiosa
Rinitis infeksiosa biasanya disebabkan oleh infeksi pada saluran pernafasan bagian atas, baik oleh bakteri maupun virus.

2. Rinitis Non-Alergika Dengan Sindroma Eosinofilia
Penyakit ini diduga berhubungan dengan kelainan metabolisme prostaglandin.
Pada hasil pemeriksaan apus hidung penderitanya, ditemukan eosinofil sebanyak 10-20%.
Gejalanya berupa hidung tersumbat, bersin, hidung meler, hidung terasa gatal dan penurunan fungsi indera penciuman (hiposmia).

3. Rinitis Okupasional
Gejala-gejala rinitis hanya timbul di tempat penderita bekerja.
Gejala-gejala rinitis biasanya terjadi akibat menghirup bahan-bahan iritan (misalnya debu kayu, bahan kimia).
Penderita juga sering mengalami asma karena pekerjaan.

4. Rinitis Hormonal
Beberapa penderita mengalami gejala rinitis pada saat terjadi gangguan keseimbangan hormon (misalnya selama kehamilan, hipotiroid, pubertas, pemakaian pil KB).
Estrogen diduga menyebabkan peningkatan kadar asam hialuronat di selaput hidung.
Gejala rinitis pada kehamilan biasanya mulai timbul pada bulan kedua, terus berlangsung selama kehamilan dan akan menghilang pada saat persalinan tiba.
Gejala utamanya adalah hidung tersumbat dan hidung meler.

5. Rinitis Karena Obat-obatan
Obat-obatan yang berhubungan dengan terjadinya rinitis adalah:
- ACE inhibitor
- reserpin
- guanetidin
- fentolamin
- metildopa
- beta-bloker
- klorpromazin
- gabapentin
- penisilamin
- aspirin
- obat anti peradangan non-steroid
- kokain
- estrogen eksogen
- pil KB.

6. Rinitis Gustatorius
Rinitis gustatorius terjadi setelah mengkonsumsi makanan tertentu, terutama makanan yang panas dan pedas.

7. Rinitis Vasomotor
Rinitis vasomotor diyakini merupakan akibat dari terganggunya keseimbangan sistem parasimpatis dan simpatis. Parasimpatis menjadi lebih dominan sehingga terjadi pelebaran dan pembengkakan pembuluh darah di hidung. Gejala yang timbul berupa hidung tersumbat, bersin-bersin dan hidung meler.
Gejala biasanya dipicu oleh:
- cuaca dingin
- bau yang menyengat
- stres
- bahan iritan.

Gejala yang khas untuk rinitis adalah:
- hidung terasa gatal
- hidung meler
- hidung tersumbat.

Ciri khas dari rinitis infeksiosa adalah lendir hidung yang bernanah, yang disertai dengan nyeri dan tekanan pada wajah, penurunan fungsi indera penciuman serta batuk
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil tes kulit alergen yang negatif (tidak ditemukan IgE).

PENGOBATAN
# Pengobatan rinitis non-alergika berdasarkan penyebabnya: Infeksi karena virus biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari; sedangkan infeksi bakteri memerlukan terapi antibiotik.
# Untuk status hipotiroid perbatasan, bisa diberikan ekstrak tiroid.
# Rinitis karena kehamilan biasanya akan berakhir pada saat persalinan tiba.
# Untuk mengatasi rinitis akibat pil KB sebaiknya pemakaian pil KB dikurangi atau diganti dengan kontrasepsi lainnya.

Obat-obatan yang bisa diberikan untuk meringankan gejala rinitis:
# Obat tetes hidung yang mengandung corticosteroid (untuk mengurangi peradangan)
# Obat tetes hidung yang mengandung simpatomimetik (untuk mengurangi pembengkakan dan penyumbatan hidung).

Sumber: Medicastore

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Sun Jul 11, 2010 6:54 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 4991
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Tue Mar 30, 2010 6:29 am

dvertorial - The diagnosis und management of rhinitis: A practical guideline

Rhinorhea, nasal congestion, itching and frequent sneezing – these are typical symptoms of a rhinitis. They do not only occur during the allergic season, but throughout the entire year.

An US-american review article by Wallace et al. 2008(1) reveals that up to 30 percent of all adults (and many more children) suffer from allergic rhinitis – even in winter. In addition, every 10th person deals with a non-allergic rhinitis, a coryza with a clear and fluid nasal discharge. Rhinitis not only affects the quality of life of every single patient, but also its impact on society is tremendous. The estimated financial burden to society for allergic rhinitis (total direct and indirect costs) is more than eleven billion US-Dollars in the United States. Wallace’s aim therefore was to evaluate new therapies to improve patients care. She demands an individualized management of rhinitis. Intranasal antihistamines like Azelastine (Allergodil®) play a major role as a first-line treatment, because they are easy to use and effective: they allow a fast relief all symptoms of rhinitis.

The differential diagnosis is important
The symptoms of allergic rhinitis result from a complex, allergen-driven mucosal inflammation. The seasonal allergic rhinitis as well as the perennial allergic rhinitis is mediated by an IgE-reaction. Perennial environmental aeroallergens include dust mites, molds and animal allergens.
Non-allergic rhinitis can be observed perennially - not only seasonally. Examples of non-allergic rhinitis are infectious rhinitis, idiopathic rhinitis (accounts for a heterogeneous group of patients), rhinitis from foods and alcohol, and smaller groups like nasal eosinophils or hormonal rhinitis, drug-induced or atrophic rhinitis.

The rhinitis often remains undetected because some conditions mimic the symptoms, such as nasal polyps, ciliary dysfunction and other anatomic abnormalities.
An effective evaluation of the rhinitis often includes the following questions: Is it seasonal or perennial? How does the patient respond to his therapy? Are there any related symptoms? What is the patient's detailed environmental history? How strong is the impact on the quality of life?

A physical examination of the upper respiratory tract contributes to the diagnosis. To confirm or exclude an allergic basis of rhinitis, the determination of specific IgE, preferably by skin testing, is useful. Fiber optic nasal endoscopy and nasal smears for eosinophils are only used in selected cases. Further examinations such as saccharin tests for mucociliary clearance, blood examinations and pulmonary function tests should be considered, if rhinitis can't be managed easily.

Management of rhinitis
Avoidance of allergens is the most effective way to manage rhinitis. In addition, a pharmacologic treatment is mandatory. Oral and topic decongestants are helpful and effective, but can result in side-effects such as insomnia, palpitations and irritability. The allergen immunotherapy is also effective for the treatment of allergic rhinitis. Antihistamines and corticosteroids represent two effective groups of ingredients and have traditionally been used to treat rhinitis. Second-generation oral antihistamines are generally preferred over first-generation agents because of their side-effect profile, but the efficiency of oral antihistamines in general is limited. According to Wallace intranasal antihistamines may be considered for use as a first-line antihistamine treatment.

Intranasal antihistamines and corticosteroids
Intranasal antihistamines such as the H1-blocker azelastine (Allergodil® nasal spray) are a first line treatment. Their effectiveness is equally or even superior to oral antihistamines(1) and allow a fast relief of all rhinitis symptoms throughout the whole year(2,3). Azelastine works particularly effectively because it is absorbed through the epithelial layer of the mucous membranes. It fights the inflammation where it occurs. The treatment is well tolerated, has less side effects and may increase the quality of life(4). Besides, the treatment is easy to use. One single spray per nostril twice a day effectively reduces symptoms in less than 15 minutes. Azelastine has a 12-hour duration of action: a non-steroidal treatment with more than steroidal efficacy. The most important advantage of azelastine is the possibility to use it just when needed. Nasal steroids, for example, are required one to four weeks prior to the expected start of individual rhinitis season. Also, the treatment has to be continued several days after improvement of symptoms. Azelastine is effective even in patients who are non-responders to oral antihistamines. It's mode of action is anti-allergic, anti-inflammatory and mast cell stabilizing, as shown in several scientific studies(4-9).

In severe cases intranasal antihistamines are less effective than intranasal corticosteroids, but the profile of side effects is much more better for the antihistamines(4). Intranasal antihistamines can be used together with intranasal corticosteroids to improve effectiveness.

Results
Rhinitis has many causes. The management and monitoring of rhinitis therefore should be individualized and based on the spectrum, duration, and severity of symptoms, age of patient and the patient's preferences. Effective management of rhinitis requires the development of a physician-patient partnership. Easy to use treatments facilitate this partnership. Azelastine has shown to be an easy-to-use and effective treatment which is able to significantly improve the quality of life.

(1) Wallace DV et al., J Allergy Clin Immunol. 2008, 122 :S1-S84
(2) ARIA Pocket Guide 2001
(3) Baumgarten CR et al., Pneumologie 1994, 48 :91-92
(4) Berger WE et al., Ann Allergy Asthma Immunol. 2006, 97:375-381
(5) McTavish D, Sorkin EM, Drugs 1989, 38 :778-800
(6) Kampuraj D et al., Ann Allergy Asthma Immunol. 2002, 88:501-506
(7) Ciprandi G et al., J Allergy Clin Immunol. 1996, 98 :1088-1096
(Cool Ito H et al., Arzneimittelforschung 1998, 48:1143-1147
(9) Shin MH et al., Clin Exp Allergy 1992, 22:289-295

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 4991
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Wed Apr 21, 2010 7:28 pm

MENGAPA ALERGI BANYAK TERJADI DI TEMPAT BERSIH
Selasa, 06/07/2010 17:19 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Di Indonesia, alergi belum dipandang sebagai ancaman epidemik layaknya penyakit infeksi, seperti tuberkulosis dan campak. Tapi di negara-negara bersih seperti Inggris, alergi justru menjadi masalah yang besar. Mengapa alergi justru banyak di daerah bersih? Alergi adalah respon sistem daya tahan tubuh secara berlebihan terhadap substansi yang biasanya tidak berbahaya, yang dapat menimbulkan gejala yang merugikan tubuh, mulai dari gangguan pernapasan, gangguan pada saluran cerna, maupun kulit.

Bahan yang dapat mencetuskan alergi (alergen) sangat bervariasi, seperti makanan, debu, bulu hewan, serbuk sari, kutu tungau (house-dust mites) dan lain-lain. "Penyebab alergi belum dapat dijelaskan dengan pasti hingga saat ini," jelas Prof Sibylle Koletzko, Kepala Divisi Pediatric Gastroenterology and Hepatology, Ludwig Maximilians University Munich, Jerman, dalam acara Media Gathering 'Alergy and Immunity' di Hotel Mandarin, Jakarta, Selasa (6/7/2010). Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik, pola makan, gaya hidup, lingkungan, paparan asap rokok selama kehamilan dan periode usia satu tahun pertama merupakan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya alergi pada anak.

"Di Indonesia, kasus alergi tidak terlalu banyak terjadi dibanding dengan penyakit infeksi seperti TB dan campak. Ini karena kasus penyakit infeksi berbanding terbalik dengan kasus alergi," ujar Dr Zakiudin Munasir, Sp.A(K), Ketua Divisi Alergi Imunologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI-RSCM. Tak sama dengan Indonesia, di negara-negara maju yang terkenal dengan lingkungan yang bersih dan sehat, kasus alergi justru meningkat dan kasus penyakit infeksi menurun. Yang menarik, mengapa di daerah dengan lingkungan yang sehat dan bersih kasus alergi justru banyak terjadi?

Dr Zaki menjelaskan, ini karena di dalam tubuh terdapat keseimbangan sistem kekebalan tubuh, yaitu sel-sel limfosit (sel darah putih) yang terbagi menjadi sel limfosit Th1 (T helper 1) dan Th2. Sel limfosit Th1 aktif di dalam sel dan berperan terhadap ancaman infeksi dan juga alergi. Sel limfosit Th2 aktif di luar sel dan hanya berperan terhadap alergi. Sel limfosit Th1 dalam tubuh akan aktif di lingkungan yang kumuh atau banyak alergen (pemicu alergi), sehingga tubuh memiliki perlawanan lebih terhadap infeksi. Sel limfosit Th1 bersifat lebih kuat terhadap alergi, dan karena sel limfosit ini berperan terhadap infeksi dan alergi, maka alergi akan jarang di daerah kumuh.

Sedangkan pada daerah yang tidak terlalu banyak alergen, yang aktif hanyalah sel limfosit Th2 karena kecil kemungkinan terjadinya infeksi, sehingga memungkinkan lebih banyak terjadi alergi dibanding daerah kumuh. Meski alergi dikenal dengan penyakit orang-orang kaya yang selalu berada di tempat-tempat bersih, tapi menurut Dr Zaki, setiap orang tetap harus selalu menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari penyakit-penyakit yang lebih berbahaya dari alergi, seperti tuberkulosis dan campak.(mer/ir)

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Mon Jul 26, 2010 8:28 pm; edited 4 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 4991
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Wed Apr 21, 2010 7:47 pm

FAKTA TENTANG BERSIN
Kamis, 04/02/2010 16:00 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Bersin bisa muncul setiap saat seperti ketika sedang membersihkan rumah, flu atau terkena udara dingin. Tapi ada fakta lain yang belum banyak diketahui orang mengenai bersin. Beberapa orang bisa saja bersin setiap hari sementara orang lain hanya pada waktu-waktu tertentu saja. Bersin adalah salah satu cara tubuh untuk mengeluarkan benda-benda asing dari hidung yang dapat menyebabkan iritasi seperti debu, tepung, bakteri atau virus.

Tapi proses bersin ini tidak semudah yang dipikirkan orang, karena tetap saja melibatkan banyak organ dan fungsi dari dalam tubuh.
Seperti dikutip dari Fitsugar, Kamis (4/2/2010) ada 5 fakta yang berhubungan dengan fenomena bersin ini yaitu:

1. Olahraga bisa membuat orang bersin.
Ketika orang berlatih terlalu keras dan napas menjadi berat, maka secara otomatis bagian mulut dan hidung menjadi kering. Akibatnya bagian dalam tubuh akan bereaksi dengan meneteskan air sehingga memicu orang untuk bersin.

2. Kecepatan bersin sangat tinggi.
Saat seseorang bersin, maka lendir atau benda-benda asing yang ada di mulut dan hidung akan keluar dengan kecepatan 100 mil per jam. Saat bersin biasanya mengeluarkan 100.000 kuman ke udara, karena itu sebaiknya menutup hidung dan mulut dengan tangan atau liputan siku ketika bersin agar tidak membahayakan orang disekitar.

3. Orang tidak akan bersin saat sedang tidur.
Seseorang tak perlu khawatir akan terbangun saat tidur akibat bersin. Ini dikarenakan saat sedang tidur, saraf bersin juga akan beristirahat.

4. Terkena matahari bisa menyebabkan bersin.
Sekitar 1 dari 3 orang akan bersin saat terkena sinar matahari cerah. Sensitifitas terhadap cahaya matahari dipengaruhi oleh faktor genetik.

5. Seks bisa memicu bersin.
Rangsangan yang terjadi pada sistem saraf parasimpatik ternyata tidak hanya memberikan sinyal pada seseorang untuk menikmati seks, karena pada beberapa orang hal ini juga bisa memicu bersin setelah hubungan seks selesai.

(ver/ir)

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Mon Jul 26, 2010 8:19 pm; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 4991
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan   Thu Apr 22, 2010 4:54 am

KANKER NASOFARING
Kanker Nasofaring adalah keganasan pada faring bagian atas (nasofaring).
Kanker nasofaring bisa menyerang anak-anak dan dewasa muda.

PENYEBAB
Virus Epstein-Barr (penyebab mononukleosis infeksiosa) diduga berperan dalam terjadinya kanker nasofaring.

GEJALA
Gejala awal seringkali berupa penyumbatan hidung atau tuba eustakius yang permanen.
Jika tuba eustakius tersumbat, cairan akan tertimbun di telinga tengah.
Dari hidung penderita bisa keluar nanah dan darah atau penderita bisa mengalami perdarahan hidung.
Kanker bisa menyebar ke kelenjar getah bening leher.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil biopsi tumor.

PENGOBATAN
Dilakukan terapi penyinaran.
Jika benjolannya besar atau menetap, mungkin perlu dilakukan pembedahan.
Sumber: Medicastore


INILAH GEJALA DAN PENYEBAB KANKER NASOPHARYNX
Selasa, 10 Maret 2009 | 19:28 WIB
Kompas.com - JAKARTA, SELASA — Kanker nasofaring merupakan keganasan yang menduduki peringkat terbanyak di bidang telinga, hidung, tenggorokan, dan kulit. Pilihan pengobatan untuk kanker nasofaring adalah radiasi, tetapi akan memberikan hasil yang lebih baik jika diberikan kombinasi radiasi dan kemoterapi. Menurut dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Budianto Komari, dalam penyuluhan kanker bagi masyarakat awam, Selasa (10/3), di Jakarta, kanker nasofaring menempati urutan keempat terbanyak di antara semua jenis kanker.

Hasil pendataan di sejumlah RS rujukan memperlihatkan, ada rata-rata 100 kasus baru karsinoma nasofaring per tahun di RS Umum Pusat Cipto Mangunkusumo, 70 kasus baru per tahun di RS Kanker Dharmais, 60 kasus baru penyakit itu setiap tahun di RS Hasan Sadikin Bandung. "Angka kasus pada pria 2,18 kali lebih tinggi dibanding perempuan," ujarnya. "Agar hasil terapi bisa optimal, deteksi dini sangat penting dilakukan," ujarnya. Pada umumnya, gejala awal kanker nasofaring adalah telinga berdenging, rasa tidak nyaman, dan gangguan pendengaran satu sisi. Gejala dini lainnya adalah berupa perdarahan ringan melalui hidung.

Pertumbuhan tumor ini juga dapat menyebabkan gangguan pada saraf otak. Pada stadium lanjut kanker nasofaring, penyebaran sel-sel tumor ganas itu ditandai pembesaran atau benjolan padat pada leher. Penyebab utama kanker nasofaring adalah infeksi virus Epstein Barr. Namun, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi atau memicu terjadinya penyakit itu, yaitu faktor lingkungan seperti iritasi oleh bahan kimia, kebiasaan memasak dengan asap, dan sering mengonsumsi ikan asin yang diawetkan dengan nitrosamine dalam jangka panjang.

Mereka yang di lingkungan kerjanya sering terpapar gas dan bahan kimia industri, peleburan besi, formaldehinda dan serbuk kayu juga berisiko terserang penyakit ganas ini. "Mereka yang sering terpapar dupa atau kemenyan dalam jangka panjang rentan terkena karsinoma nasofaring," ujarnya. Sejauh ini, terapi radiasi masih merupakan pilihan pengobatan untuk kanker nasofaring disertai kemoterapi, baik secara terpisah, maupun kombinasi. "Yang perlu diperhatikan, terapi itu bisa menimbulkan efek samping di antaranya mulut terasa kering, mual, demam, infeksi, jamuran pada mulut, dan sariawan," ujarnya.

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Wed Aug 18, 2010 9:24 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 6Goto page : 1, 2, 3, 4, 5, 6  Next

Permissions of this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Post new topic   Reply to topic