HomeHome  ­PortalPortal  ­GalleryGallery  ­CalendarCalendar  ­FAQFAQ  ­SearchSearch  ­MemberlistMemberlist  ­UsergroupsUsergroups  ­RegisterRegister  ­Log inLog in  
Post new topic   Reply to topicShare | 
 

 Kesehatan Saluran Kemih

View previous topic View next topic Go down 
Goto page : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10  Next
AuthorMessage
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 5009
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Kesehatan Saluran Kemih   Mon Jan 25, 2010 9:14 pm

BIOLOGI GINJAL DAN SALURAN KEMIH
Dalam keadaan normal, manusia memiliki 2 ginjal. Setiap ginjal memiliki sebuah ureter, yang mengalirkan air kemih dari pelvis renalis (bagian ginjal yang merupakan pusat pengumpulan air kemih) ke dalam kandung kemih.
Dari kandung kemih, air kemih mengalir melalui uretra, meninggalkan tubuh melalui penis (pria) dan vulva (wanita).

# Fungsi ginjal adalah untuk: Menyaring limbah metabolik
# Menyaring kelebihan natrium dan air dari darah
# Membantu membuang limbah metabolik serta natrium dan air yang berlebihan dari tubuh
# Membantu mengatur tekanan darah
# Membantu mengatur pembentukan sel darah.

Setiap ginjal terdiri dari sekitar 1 juta unit penyaring (nefron).
Sebuah nefron merupakan suatu struktur yang menyerupai mangkuk dengan dinding yang berlubang (kapsula Bowman), yang mengandung seberkas pembuluh darah (glomerulus). Kapsula Bowman dan glomerulus membentuk korpuskulum renalis.

Darah yang masuk ke dalam glomerulus memiliki tekanan yang tinggi. Sebagian besar bagian darah yang berupa cairan disaring melalui lubang-lubang kecil pada dinding pembuluh darah di dalam glomerulus dan pada lapisan dalam kapsula Bowman; sehingga yang tersisa hanya sel-sel darah dan molekul-molekul yang besar (misalnya protein).
Cairan yang telah disaring (filtrat) masuk ke dalam rongga Bowman (daerah yang erletak diantara lapisan dalam dan lapisan luar kapsula Bowman) dan mengalir ke dalam tubulus kontortus proksimal (tabung/saluran di bagian hulu yang berasal dari kapsula Bowman); natrium, air, glukosa dan bahan lainnya yang ikut tersaring diserap kembali dan dikembalikan ke darah.
Ginjal juga menggunakan energi yang secara selektif menggerakkan molekul-molekul yang besar (termasuk obat-obatan, misalnya penicillin) ke dalam tubulus. Molekul tersebut dibuang ke dalam air kemih meskipun ukurannya cukup besar untuk dapat melewati lubang-lubang pada penyaring glomerulus.

Bagian berikutnya dari nefron adalah ansa Henle.
Ketika cairan melewati ansa Henle, natrium dan beberapa elektrolit lainnya dipompa keluar sehingga cairan yang tersisa menjadi semakin pekat.
Cairan yang pekat ini akan mengalir ke dalam tubulus kontortus distal. Di dalam tubulus distal, semakin banyak jumlah natrium yang dipompa keluar.

Cairan dari beberapa nefron mengalir ke dalam suatu saluran pengumpul (duktus kolektivus). Di dalam duktus kolektivus, cairan terus melewati ginjal sebagai cairan yang pekat, atau jika masih encer, maka air akan diserap dari air kemih dan dikembalikan ke dalam darah, sehingga air kemih menjadi lebih pekat.
Tubuh mengendalikan konsentrasi air kemih berdasarkan kebutuhannya terhadap air melalui hormon-hormon yang kerjanya mempengaruhi fungsi ginjal.

Air kemih yang terbentuk di ginjal mengalir ke bawah melalui ureter menuju ke kandung kemih; aliran tersebut bukan merupakan aliran yang pasif. Ureter adalah pipa/tabung berotot yang mendorong sejumlah air kemih dalam gerakan bergelombang (kontraksi).
Setiap ureter akan masuk ke dalam kandung kemih melalui suatu sfingter. Sfingter adalah suatu struktur muskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup.

Air kemih yang secara teratur mengalir dari ureter akan terkumpul di dalam kandung kemih.
Kandung kemih ini bisa mengembang, dimana ukurannya secara bertahap membesar untuk menampung jumlah air kemih yang semakin bertambah.
Jika kandung kemih telah penuh, maka akan dikirim sinyal saraf ke otak, yang menyampaikan pesan untuk berkemih.

Selama berkemih, sfingter lainnya yang terletak diantara kandung kemih dan uretra akan membuka sehingga air kemih mengalir keluar. Secara bersamaan, dinding kandung kemih berkontraksi sehingga terjadi tekanan yang mendorong air kemih menuju ke uretra. Tekanan ini dapat diperbesar dengan cara mengencangkan otot-otot perut.
Sfinger pada pintu masuk kandung kemih tetap menutup rapat untuk mencegah aliran balik air kemih ke ureter.

Sumber: Medicastore

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Sat Jul 24, 2010 11:00 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 5009
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Fri Mar 05, 2010 10:25 am

GEJALA-GEJALA KELAINAN GINJAL & SALURAN KEMIH
Gejala yang disebabkan oleh kelainan ginjal dan saluran kemih sangat bervariasi, tergantung kepada bagian ginjal atau saluran kemih yang terkena.
Demam dan malaise (perasaan tidak enak badan) merupakan gejala yang umum, tetapi infeksi kandung kemih (sistitis) biasanya tidak menyebabkan demam.
Suatu infeksi bakteri pada ginjal (pielonefritis) biasanya menyebabkan demam tinggi.
Kanker ginjal kadang menyebabkan demam.
Sebagian besar orang melakukan buang air kecil sebanyak 4-6 kali/hari, terutama pada siang hari.

Frekuensi (sering berkemih) tanpa disertai peningkatan dalam jumlah total air kemih dalam sehari, merupakan suatu gejala dari infeksi kandung kemih atau iritasi kandung kemih (misalnya karena benda asing, batu atau tumor).
Tumor atau massa lainnya yang menekan kandung kemih juga bisa menyebabkan peningkatan frekuensi berkemih.
Iritasi kandung kemih juga bisa menyebabkan disuria (nyeri ketika berkemih) dan urgensi (desakan untuk berkemih), yang bisa dirasakan sebagai tenesmus (nyeri ketika mengedan yang hampir dirasakan terus menerus).
Jumlah air kemih biasanya sedikit, tetapi jika penderita tidak segera berkemih, air kemih bisa keluar dengan sendirinya (kontrol terhadap berkemih hilang).

Nokturia adalah sering berkemih pada malam hari.
Nokturia bisa tejadi pada stadium awal penyakit ginjal, tetapi bisa juga karena sebelum tidur seseorang terlalu banyak minum, terutama alkohol, kopi atau teh.
Nokturia terjadi karena ginjal tidak dapat memekatkan air kemih dengan baik.
Nokturia juga terjadi pada penderita gagal jantung, gagal hati atau diabetes, meskipun tidak terdapat kelainan pada saluran kemihnya.
Nokturia dengan jumlah air kemih yang sangat sedikit bisa terjadi jika air kemih mengalir balik ke kandung kemih karena adanya penyumbatan; salah satu penyebabnya yang paling sering ditemukan pada pria lanjut usia adalah pembesaran kelenjar prostat.

Enuresis (ngompol) pada usia 2-3 tahun merupakan hal yang normal. Enuresis yang terjadi setelah usia 3 tahun, menunjukkan adanya suatu masalah, misalnya:
- tertundanya kematangan otot dan saraf pada saluran kemih bagian bawah
- infeksi atau penyempitan uretra
- neurogenic bladder (tidak adekuatnya pengontrolan saraf kandung kemih).

Gejala-gejala yang sering ditemukan pada penyumbatan uretra adalah:
- keraguan untuk memulai berkemih
- kebutuhan untuk mengedan
- aliran yang lemah atau menetes
- setelah selesai berkemih, air kemih masih menetes.
Pada pria, gejala tersebut paling sering disebabkan oleh pembesaraan prostat dan penyempitan uretra (striktur uretra).
Gejala yang sama pada anak laki-laki, bisa menunjukkan adanya kelainan bawaan berupa penyempitan uretra atau lubang uretra yang sangat kecil. Lubang uretra yang kecil juga bisa ditemukan pada wanita.

Inkontinensia uri (ketidakmampuan menahan buang air kecil) bisa terjadi pada berbagai keadaan.
Sistokel (herniasi/burut kandung kemih ke dalam vagina), air kemih bisa keluar ketika penderita tertawa, batuk, lari atau mengangkat beban berat. Sistokel biasanya terjadi akibat peregangan dan lemahnya otot panggul (karena melahirkan) atau akibat adanya perubahan kadar hormon estrogen pada saat menopause.
Penyumbatan pada aliran dari kandung kemih bisa menyebabkan inkontinensia jika tekanan di dalam kandung kemih melebihi tahanan dari penyumbatan, meskipun kandung kemih tidak sepenuhnya menjadi kosong.

Adanya gas di dalam air kemih merupakan gejala yang jarang terjadi, yang biasanya menunjukkan adanya fistula (hubungan yang abnormal) antara saluran kemih dan usus.
Suatu fistula bisa merupakan komplikasi dari divertikulits, abses maupun kanker.
Fistula diantara kandung kemih dan vagina bisa juga menyebabkan terdapatnya gas di dalam air kemih. Kadang bakteri di dalam air kemih juga membentuk gas.

Dalam keadaan normal, seorang dewasa membuang sekitar 1 cangkir sampai 0,9L air kemih/hari. Berbagai penyakit ginjal menyebabkan terganggunya kemampuan ginjal untuk memekatkan air kemih, sehingga jumlah air kemih yang dibuang melebihi 2,25L.
Jumlah air kemih yang sangat banyak biasanya merupakan akibat dari:
- tingginya kadar gula darah
- rendahnya kadar hormon antidiuretik yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisa (penyakit diabetes insipidus)
- berkurangnya respon terhadap hormon antidiuretik (diabetes insipidus nefrogenik).

Penyakit ginjal atau penyumbatan pada ureter, kandung kemih atau uretra bisa secara mendadak menyebabkan berkurangnya produksi air kemih sampai kurang dari 2 cangkir/hari.
Jika produksi air kemih dengan jumlah kurang dari 1 cangkir/hari terus berlanjut, bisa terjadi penimbunan limbah metabolik di dalam darah (azotemia). Penurunan jumlah air kemih ini bisa menunjukkan adalah gagal ginjal akut atau memburuknya suatu kelainan ginjal kronis.

Air kemih (urin) yang encer hampir tidak berwarna, sedangkan urin yang pekat berwarna kuning tua.
Zat warna pada makanan bisa menyebabkan urin berwarna merah; sedangkan obat-obatan bisa menyebabkan urin berwarna coklat, hitam, biru, hijau atau merah. Selain karena makanan atau obat-obatan, urin yang tidak berwarna kuning adalah abnormal.
Urin coklat mungkin mengandung hasil pemecahan hemoglobin (protein pengangkut oksigen di dalam sel darah merah) atau protein otot.
Urin yang mengandung zat warna akibat porfiria menjadi merah, sedangkan zat warna akibat melanoma menyebabkan urin menjadi hitam.
Urin yang keruh menunjukkan adanya nanah akibat infeksi saluran kemih atau kristal garam dari asam urat maupun asam fosfat.
Penyebab dari warna urin yang abnormal bisa diketahui dengan melakukan pemeriksan mikroskopik terhadap sedimen urin dan analisa kimia urin.

Hematuria (darah di dalam urin) dapat menyebabkan urin berwarna merah atau coklat, tergantung kepada jumlah darah, lamanya darah berada di dalam urin dan keasaman urin.
Hematuria tanpa disertai nyeri bisa terjadi akibat kanker kandung kemih atau kanker ginjal. Hematuria ini biasanya hilang timbul, dan perdarahan berhenti secara spontan meskipun kankernya masih ada.
Penyebab lain dari hematuria adalah:
- glomerulonefritis
- batu ginjal
- kista ginjal
- penyakit sel sabit
- hidronefrosis.

Nyeri akibat penyakit ginjal biasanya dirasakan di punggung, yaitu di daerah flank (diantara tulang rusuk dan pinggul bagian belakang). Kadang nyerinya menjalar ke tengah-tengah perut.
Penyebabnya adalah peregangan kapsula renalis (bagian luar ginjal, yang peka terhadap nyeri); hal ini bisa terjadi pada berbagai keadaan yang menyebabkan pembengkakan jaringan ginjal. Jika ginjal ditekan, seringkali timbul rasa nyeri.

Jika sebuah batu ginjal melewati ureter, akan timbul nyeri yang hebat. Sebagai respon terhadap batu, ureter berkontraksi sehingga terjadi nyeri kram yang hebat di punggung bagian bawah, yang sering menjalar ke selangkangan. Jika batu telah sampai ke kandung kemih, maka nyeri akan menghilang.

Nyeri pada kandung kemih paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri. Nyeri ini biasanya dirasakan di atas tulang kemaluan dan pada ujung uretra ketika berkemih.
Penyumbatan aliran urin juga menyebabkan nyeri di atas tulang kemaluan, tetapi jika penyumbatannya terjadi secara lambat, biasanya pelebaran kandung kemih tidak disertai dengan nyeri.

Kanker dan pembesaran prostat biasanya tidak menimbulkan nyeri, tetapi peradangan prostat (orostatitis) bisa menyebabkan nyeri yang samar-samar atau rasa penuh di daerah antara anus dan kelamin.
Pada saat ejakulasi, kadang keluar semen yang berdarah. Hal ini bisa terjadi pada pria yang menderita kelainan pembekuan.


_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Mon Jul 19, 2010 10:56 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 5009
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Fri Mar 05, 2010 10:26 am

TERAPI URINE HILANGKAN PENYAKIT?
Senin, 03/08/2009 16:20 WIB Irna Gustia - detikHealth
Jakarta, Maukah Anda minum air kencing alias urine jika ada yang mengatakan itu berguna untuk menjaga kesehatan? Anda akan takjub mengetahui bagaimana zat beracun yang dilepaskan oleh tubuh itu dapat membantu kesehatan. Terapi urine diketahui bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Lebih dari 3 juta penduduk China yang melakukan terapi urine percaya proses ini akan membuat tubuhnya sehat. Seperti dilansir dari ayurvediccure.com, Senin (3/8/2009), sebanyak 95% dari komposisi urine adalah berupa air, kemudian urea 2,5% dan 2,5% lagi campuran mineral, garam, enzim, dan hormon. Itu artinya air kencing tidak mengandung racun tapi zat-zat alami.

Kelebihan jumlah urea memang dapat membahayakan tubuh tetapi ketika itu dimasukkan ke tubuh dalam jumlah kecil sebenarnya berfungsi membersihkan kelebihan lendir. Air seni yang mengandung banyak antiseptik ketika digunakan untuk perawatan ekternal dapat membuat kulit berseri. Hal ini juga berguna untuk pengobatan penyakit seperti impoten, kanker, osteoporosis, sembelit, kencing manis dan penyakit lainnya. Sebenarnya, urine adalah obat terbaik yang diproduksi oleh tubuh.

Bayi yang ada di rahim sang ibu juga mengeluarkan air seni seperti yang manusia lakukan. Bayi kemudian menelan urinnya sendiri melalui saluran amniotic. Minum air kencing di pagi hari bisa berfungsi sebagai tonik yang sangat berguna dalam mengobati penyakit-penyakit ringan. Berkumur dengan urine dapat mengontrol kekuatan gigi. Urine juga dapat digunakan untuk pengobatan mata dan telinga seperti glaukoma dan infeksi telinga.
Air urine yang segar dapat dipakai bercukur untuk mendapatkan kulit yang lembut setelah bercukur. Urine juga dapat digunakan untuk merawat kulit dan masalah kuku. Pijat kepala dan rambut dengan air urine bisa merangsang pertumbuhan rambut baru. Banyak orang berpikir urine mengandung kuman. Tapi air seni ini benar-benar steril pada 15 menit pertama setelah keluar dari tubuh. Bahkan sudah dibuktikan bisa bermanfaat untuk pemakaian luar tubuh.

Namun hanya orang-orang yang memiliki empedu, ginjal dan alat kelamin yang sehat saja yang bisa menggunakan air seninya untuk terapi ini.
Meski begitu kalangan medis menilai terapi urine belum benar-benar bisa dibuktikan secara ilmiah walau diakui urine yang sehat banyak mengandung zat-zat seperti mineral.

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 8:36 pm; edited 8 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 5009
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Fri Mar 05, 2010 10:28 am

BAGAIMANA TERAPI URINE BISA MENURUNKAN BERAT BADAN
Rabu, 12/05/2010 07:42 WIB Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Berbagai cara dilakukan untuk dapat mendapatkan berat badan ideal. Mungkin salah satu pilihan dengan melakukan terapi urine untuk menurunkan berat badan. Tapi harus dari urine orang yang sehat. Banyak orang yang tak percaya atau merasa jijik bila mendengar terapi urine yang dilakukan dengan meminum urine sendiri untuk menurunkan berat badan.

Urine bukan merupakan produk limbah dari tubuh kita yang mengandung racun. Urine mengandung 95 persen air, 2,5 persen urea dan sisanya 2,5 persen merupakan peleburan hormon, enzim, garam dan mineral. Oleh karena itu, urine merupakan produk darah yang tak beracun (non-toksin) yang sudah tidak dibutuhkan tubuh pada waktu itu dan akhirnya dikeluarkan dari tubuh.

"Urine secara absolute steril untuk tubuh yang memproduksinya, 15 menit pertama setelah diproduksi," ujar Flora Peschek-Bohmer dan Gisela Schreiber, penulis buku ‘Urine Therapy: Nature's Elixir for Good Health’, seperti dilansir dari Ehow, Rabu (12/5/2010). Peschek-Bohmer, yang mengoperasikan Naturopathic Medical Center di Hamburg, Jerman, juga mengklaim bahwa toilet yang tidak bersih merupakan ancaman yang lebih besar bagi kesehatan ketimbang meminum urine sendiri.

Bahkan, penulis buku 'Urine: The Holy Water' Harald W. Tietze dan Dr. S.K. Sharma penulis 'Miracles of Urine Therapy' mengatakan bahwa terapi urine efektif membantu pasien untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Tapi tidak semua urine sehat, karena ada orang yang mengonsumsi obat-obatan atau alkohol yang justru membuat warna urine terlihat lebih pekat.
Hanya orang-orang yang memiliki empedu, ginjal dan alat kelamin yang sehat saja yang bisa menggunakan air seninya untuk terapi ini.

Urine yang sehat berwarna akan terasa sedikit pahit dan asin. Ketika dikonsumsi, urine tidak langsung masuk ke dalam aliran darah, tapi urine membuat jalan masuk ke sistem pencernaan di mana penyortiran semua bahan dilakukan. Setelah itu, racun dibuang dan bahan penting disimpan untuk digunakan lebih lanjut. Dengan cara ini urine didaur ulang lagi dan lagi, dan yang mengarah ke aliran darah lebih dimurnikan. Racun dalam urine benar-benar membantu usus untuk mengalirkan zat dengan cepat dan membuang limbah apapun, sehingga efektif menurunkan berat badan dan melancarkan sistem pencernaan.

Seperti dilansir dari Buzzle, cara melakukan terapi urine adalah sebagai berikut:
1. Urine di pagi hari dari orang yang sehat adalah urine yang terbaik untuk dikonsumsi
2. Ketika Anda mulai buang air kecil, biarkan urine pertama dibuang, karena itu merupakan urin najis (kotor) yang tidak membantu.
3. Saat urine pertama sudah dibuang, tampunglah urine-urine selanjutnya dengan menggunakan gelas. Tapi jangan tampung urine terakhir, karena urine tersebut tidak memiliki bahan yang berguna bagi tubuh.
4. Urine yang telah dikumpulkan adalah urine yang terbaik untuk dikonsumsi
5. Urine yang dikumpulkan sebaiknya diminum 15 menit setelah dikeluarkan, karena urine tersebut masih steril dan bersih. Tapi setelah 15 menit pertama akan tumbuh bakteri sehingga dapat membahayakan bagi tubuh.
6. Urine harus diminum seperti saat kita minum teh, jangan meminumnya sekali teguk.

Makanan akan berefek langsung terhadap bau dan warna urine. Bila Anda makan makanan yang pedas dan berminyak, maka urine akan lebih bau dan kuat. Tapi bila Anda mengonsumsi sayur dan buah-buahan, maka urine akan lebih jernih (sedikit kuning) dan rasanya seperti air.

Urine untuk menurunkan berat badan
Bagaimana terapi urine bisa menurunkan berat badan?
Keberhasilan terapi urine untuk mengendalikan berat badan telah terbukti berkali-kali. Seperti kita ketahui, fungsi umum urine adalah untuk memurnikan aliran darah. Setelah pemurnian darah dilakukan, maka menyembuhkan masalah lainnya, sehingga lebih bersih, bebas racun dan semakin sehat.
Ini sama halnya dengan latihan dan olahraga yang menyebabkan sirkulasi darah meningkat dan dengan demikian menyebabkan penurunan berat badan.
Masalah lain yang dihadapi tubuh seperti ketidakseimbangan hormon, kolesterol tinggi dan lemak, dan beberapa masalah lain yang baik secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan berat badan, akan mulai disembuhkan. Beberapa manfaat lain terapi urine yang diklaim para praktisi urine tapi masih harus dibuktikan lebih lanjut antara lain:

1. Urine dapat digunakan baik secara internal maupun eksternal.
2. Terapi urine memperkuat sistem kekebalan tubuh dan dengan demikian mencegah terjadinya pilek, batuk, flu dan infeksi.
3. Hal ini membantu dalam mengatasi sindrom kelelahan kronis dan anemia.
4. Urine juga menyembuhkan semua penyakit kencing seperti penyakit kuning, diabetes, asma, polio dan tuberkulosis
5. Berkumur dengan urine membantu untuk membersihkan tenggorokan dan masalah gusi
6. Bila urine digosok pada kulit, dapat membuat kulit tampak bersinar
7. Urine juga bekerja sebagai pelembab alami dengan membuka pori-pori kulit dan menyerap kelembaban yang lebih baik
8. Urine adalah diuretik alami
9. Anti bakteri dan anti virus yang luar biasa
10. Membantu menyembuhkan penyakit kulit seperti eksim, psoriasis dan penyembuh luka lebih baik dan lebih cepat
11. Menyembuhkan pembengkakan dan edema, dan glaukoma
12. Membantu menyembuhkan pasien yang menderita epilepsi dan masalah meningitis
13. Membantu dalam menyembuhkan impotensi pada pria
14. Mencegah serangan jantung dengan melarutkan pembekuan darah dan arteri koroner.
(mer/ir)

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 8:34 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 5009
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Fri Mar 05, 2010 10:30 am

URINE
Urine atau air kencing adalah cairan yang diekskresikan oleh ginjal, yang kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi.
Urine dapat mengungkapkan secara tepat apa yang telah kita makan, berapa banyak kita minum dan penyakit penyakit yang ada dalam tubuh kita.
Urine adalah bagian terpenting dari proses pembuangan tubuh.

Fungsi urine yang paling utama adalah untuk membuang racun dan zat lain yang sebenarnya baik untuk tubuh tetapi mungkin akan berakibat fatal bagi tubuh.
Bila melihat warna urine berubah, atau ada bau bau aneh saat membuang air kecil, penyebabnya mungkin sesuatu yang dilahap saat makan ( bit atau asparagus ) tapi bisa juga menjadi tanda kondisi yang lebih serius, seperti penyakit infeksi atau kanker.

Urine normal biasanya warnanya bervariasi dari kuning jernih sampai kuning pucat, tergantung pada kadar air dari urine.
Urine menjadi lebih gelap, biasanya menjadi tanda bahwa kita kurang minum cukup cairan, tetapi bisa juga merupakan tahap awal penyakit lever.
Jika urine menjadi sangat jernih, itu berarti kita meminum banyak cairan atau sedang mengkonsumsi diuretik.

Urine berwarna kuning terang bisa juga akibat menkonsumsi vitamin dalam dosis tinggi, terutama vitamin B.
Urine berwarna oranye mengindikasikan penyakit hepatitis atau malaria, atau sedang minum obat saluran kencing seperti pyridium.
Urine dapat juga berwarna seperti pelangi. Vitamin dapat memberikan rona kuning.
Obat obatan tertentu bisa membuat urine berubah warna, menjadi hijau atau biru mengkilat. Wortel bisa membuatnya menjadi oranye.
Penyaki genetik porphyria dapat mengubah warna urine menjadi kecoklatan atau ungu laksana anggur.
Yang berbahaya jika urine berwarna kemerahan, itu tanda ada darah di dalam urine. Adanya darah di dalam urine dapat menjadi tanda ada sesuatu penyakit yang serius, seperti infeksi dalam tubuh, batu ginjal, atau kanker pada ginjal dan kandung kemih. Disarankan untuk segera ke dokter.

Pada penderita DM dan kelaparan, bau urine cenderung manis dan berbau buah.
Sementara urine yang terinfeksi bakteri E.coli biasanya berbau menyengat.
Waspadai urine anda.

Sumber Seputar Indonesia Senin 1 Februari 2010

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Mon Jul 19, 2010 10:54 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 5009
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Sun Mar 14, 2010 4:45 am

WARNA URINE BISA JADI INDIKATOR KESEHATAN
Merry Wahyuningsih - detikHealth - Kamis, 01/07/2010 07:50 WIB
Jakarta, Urine bukanlah sekedar produk limbah dari tubuh. Berbagai tes kesehatan dilakukan dengan memanfaatkan urine. Bahkan warna urine dapat dijadikan indikator kesehatan. Bagaimana caranya?

Urine merupakan produk limbah dari tubuh yang tidak mengandung racun. Urine mengandung 95 persen air, 2,5 persen urea dan sisanya 2,5 persen merupakan peleburan hormon, enzim, garam dan mineral. Urine normal biasanya akan berwarna kuning bercahaya, karena merupakan hasil ekskresi (pengeluaran) pigmen yang ditemukan dalam darah yang disebut urochrome. Tapi urine bisa berubah warna, sesuai dengan makanan atau penyakit yang diderita seseorang. Seperti dilansir dari SheKnows, Kamis (1/7/2010), berikut beberapa warna urine dan indikasinya:

Warna jernih atau tidak berwarna
1. Terlalu banyak minum cairan. Hati-hati, jangan terlalu banyak minum karena juga bisa membahayakan tubuh. Minum air disesuaikan dengan berat badan (berat badan 60 kg berarti minum 2 liter air per hari).
2. Gangguan hati, seperti hepatitis virus akut atau sirosis. Tapi ini biasanya ditandai dengan gejala lain, yaitu menguning, kulit kuning, mual, muntah, demam dan kelelahan.

Warna kuning cerah atau neon
Suplemen vitamin yang diminum terlalu berlebihan atau tidak diserap oleh tubuh.

Warna kuning gelap atau emas
Dehidrasi. Perbanyak minum, tapi sesuaikan dengan berat badan Anda, jangan sampai justru minum berlebihan.

Warna merah muda atau merah
1. Terdapat darah di urin dari ginjal atau infeksi kandung kemih. Jika Anda mengalami sakit di punggung atau perut bagian bawah, urgensi kemih, dan merasa seperti demam, maka segera konsultasi ke dokter.
2. Makan makanan berwarna merah atau merah muda terlalu banyak, seperti bit, berry atau pewarna makanan.
3. Efek samping dari beberapa obat pencahar.

Warna oranye atau jingga
1. Efek samping obat
2. Makan terlalu banyak jeruk atau makanan merah, seperti bit dan biji-bijian atau makanan dengan pewarna buatan.
3. Dehidrasi

Warna biru atau hijau
1. Efek samping obat tertentu
2. Makan makanan hijau terlalu banyak, seperti asparagus atau makanan dengan pewarna buatan biru atau hijau.

Warna coklap gelap atau seperti teh
1. Gangguan hati, terutama jika disertai dengan tinja berwarna pucat dan kulit kuning
2. Efek samping obat tertentu

Warna berawan atau keruh
1. Infeksi saluran kemih. Jika Anda mengalami sakit di punggung atau perut bagian bawah, urgensi kemih, dan merasa seperti demam, maka segera konsultasi ke dokter.
2. Batu ginjal, biasanya disertai dengan rasa sakit yang lain, segera konsultasikan ke dokter.
3. Terlalu banyak makan asparagus.
(mer/ir)

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 11:30 am; edited 5 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 5009
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Fri Mar 26, 2010 10:29 am

KENAPA URINE BERBAU?
Vera Farah Bararah - detikHealth - Jumat, 15/01/2010 16:40 WIB
Jakarta, Setiap hari orang harus mengeluarkan berbagai zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh melalui keringat atau urine. Tapi terkadang urine yang dikeluarkan menimbulkan bau yang tak sedap. Apa penyebab urine menjadi bau? Ada banyak kemungkinan yang menjadi penyebab urine menjadi bau seperti masalah pada saluran kemih atau adanya infeksi kandung kemih. Selain itu, bau urine yang mengandung ragi (yeast) dapat menjadi petunjuk dari diagnosis diabetes. Yang harus diketahui adalah apakah bau tersebut berasal dari air kencing atau vagina. Cara mudah untuk menentukannya adalah dengan buang air kecil di dalam cangkir atau gelas dan tunggu beberapa menit. Jika bau masih tercium, kemungkinan besar berkaitan dengan air seni.

"Kebanyakan bau dari urine hanya bersifat sementara dan tidak mengindikasikan masalah kesehatan. Tapi jika hal tersebut terus berlanjut selama beberapa hari, sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya," ujar Dr Rob Danoff, seperti dikutip dari MSN, Jumat (15/1/2010).
Untuk melakukan diagnosis, pasien harus menjalani beberapa tes untuk mengetahui fungsi dari beberapa organ atau ada tidaknya zat tertentu.
Tes yang dilakukan biasanya untuk memeriksa kandung kemih atau infeksi saluran kemih, penyakit ginjal, dehidrasi, diabetes atau gangguan metabolisme seperti fenilketonuria.

Tanda-tanda untuk memeriksa urine:

1. Jumlah air dalam urine.
Mengetahuinya dengan tes spesifik gravity. Tes ini memberikan petunjuk mengenai jumlah air dalam urine dan status orang tersebut apakah dehidrasi atau tidak.

2. Warna urine.
Warna pada urine dipengaruhi oleh makanan, pewarna makanan, hidrasi, obat-obatan, vitamin dan adanya suatu penyakit seperti penyakit hati atau gangguan perdarahan.

3. Kejernihan.
Ketidakjernihan urine dapat mengindikasikan adanya darah, lendir, kristal dari batu ginjal atau kandung kemih dan bakteri.

4. Protein.
Seharusnya di dalam urine tidak ditemukan adanya urin, jika ditemukan mungkin mengindikasikan adanya gangguan di ginjal atau kehamilan.

5. Keton.
Adanya keton dalam urine ketika lemak diuraikan dalam tubuh sebagai energi. Kehadiran keton ditunjukkan saat sedang puasa, diet tinggi protein, karbohidrat yang rendah serta konsumsi alkohol. Pada kondisi ekstrem, keton dapat berpotensi bahaya yang dikenal sebagai diabetic ketoacidosis (tubuh mendapatkan energi dari lemak karena tidak dapat mengubah glukosa menjadi energi).

6. Nilai pH.
Ini untuk mengetahui apakah urine bersifat asam atau basa.

7. Glukosa.
Adanya glukosa dalam urine bisa diakibatkan oleh tingginya kadar gula seperti diabetes yang tidak terkontrol atau akibat gangguan di ginjal.

8. Nitrit.
Menunjukkan adanya infeksi bakteri di saluran kemih.

9. Leukocyte esterase.
Mengindikasikan adanya sel-sel darah putih dalam urin yang kemungkinan akibat infeksi di saluran kemih.

10. Cek analisis mikroskopis.
Tes ini untuk melihat berbagai tanda seperti merah (mengindikasikan perdarahan, ada penyakit, tumor atau cedera), sel darah putih (gangguan autoimun, peradangan), bakteri, jamur, parasit, kristal (gangguan pada ginjal) dan sel-sel skuamosa (sampel urine kemungkinan sudah terkontaminasi saat dikumpulkan).

Berdasarkan hasil dari pemeriksaan ini, dokter biasanya dapat menentukan apa penyebab dari bau urine yang muncul saat buang air kecil.
(ver/ir)

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Wed Jul 21, 2010 11:31 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 5009
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Wed Apr 21, 2010 11:39 am

PROSEDUR DIAGNOSTIK
Pada pemeriksaan fisik, ginjal yang normal tidak teraba dari luar, tetapi ginjal yang membengkak atau tumor ginjal bisa teraba dari luar. Kandung kemih yang membengkak juga bisa teraba dari luar.
Pemeriksaan colok dubur dilakukan untuk merasakan kelenjar prostat. Pemeriksaan dalam vagina bisa membantu memberi keterangan mengenai kandung kemih dan uretra.

Prosedur tambahan yang dilakukan untuk mendiagnosis kelainan ginjal dan saluran kemih adalah:
# Analisa urin
# Pemeriksaan darah untuk menilai fungsi ginjal
# Prosedur imaging
# Contoh sel dan jaringan.

Analisa urin
Analisa urin rutin (urinalisis) terdiri dari analisa kimia (untuk mendeteksi protein, gula dan keton) dan pemeriksaan mikroskopik (untuk mendeteksi sel darah merah dan sel darah putih).
Dengan pemeriksaan ini dapat diketahui dan diukur kadar berbagai zat di dalam urin. Biasanya digunakan sehelai plastik tipis (dipstick) yang mengandung bahan kimia yang akan bereaksi dengan zat di dalam urin dan merubah warna urin.

Proteinuria (protein di dalam urin) bisa terjadi terus menerus atau hilang timbul, tergantung kepada penyebabnya.
Proteinuria biasanya merupakan pertanda dari suatu penyakit ginjal, tetapi bisa juga terjadi secara normal setelah olah raga berat (misalnya maraton).
Proteinuria juga bisa terjadi pada proteinuria ortostatik, dimana protein baru muncul di dalam urin setelah penderitanya berdiri cukup lama, dan tidak akan ditemukan di dalam urin setelah penderitanya berbaring.

Glukosuria (gula di dalam urin) biasanya disebabkan oleh diabetes.
Jika gula tetap ditemukan di dalam urin setelah kadar gula darah normal, maka penyebabnya adalah kelainan di ginjal.
Ketonuria (keton di dalam urin) bisa disebabkan oleh kelaparan, diabetes yang tidak terkontrol dan keracunan alkohol.
Keton merupakan hasil pemecahan lemak oleh tubuh. Hematuria (darah di dalam urin) bisa diketahui melalui pemeriksaan mikroskopik maupun dengan mata telanjang (jika darah sangat banyak, urin menjadi merah atau coklat).

Nitrituria (nitrat di dalam urin) biasanya menunjukkan adanya infeksi, karena kadar nitrat meningkat jika terdapat bakteri.
Leukosit esterase (enzim yang ditemukan pada sel darah putih tertentu) di dalam urin merupakan pertanda adanya peradangan, yang paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri.
Pemeriksaan ini mungkin merupakan negatif palsu jika urin sangat pekat atau mengandung gula, garam empedu, obat-obatan (misalnya rifampcin, vitamin C).

Keasaman urin bisa meningkat karena makanan tertentu.
Osmolaritas (kepekatan urin) penting dalam mendiagnosis kelainan fungsi ginjal. Bisa dilakukan analisa terhadap contoh urin acak atau dilakukan pemeriksaan untuk menilai kemampuan ginjal dalam memekatkan urin.
Pada salah satu tes, seseorang tidak diperbolehkan minum air atau cairan lainnya selama 12-14 jam; sedangkan pada tes lainnya diberikan suntikan hormon vasopresin. Kemudian kepekatan urin diukur.
Dalam keadaan normal, kedua tes seharusnya menunjukkan urin yang sangat pekat; tetapi pada penyakit ginjal tertentu, urin menjadi sangat encer.

Dalam keadaan normal, urin mengandung sejumlah kecil sel dan pecahan lainnya yang terlepas dari saluran kemih bagian dalam.
Pada penderita kelainan saluran kemih, pecahan dan sel tersebut terdapat dalam jumlah yang berlebihan, sehingga jika urin disentrifugasi (diputar dalam alat khusus) akan terbentuk sedimen (endapan). Sedimen ini dapat diperiksa dengan mikroskop untuk mengetahui penyakit yang diderita.

Pembiakan urin adalah suatu proses untuk menumbuhkan bakteri pada urin, yang dilakukan untuk mendiagnosis suatu infeksi saluran kemih.
Contoh urin yang belum terkontaminasi bisa diperoleh melalui:
- metoda clean-catch
- kateter yang dimasukkan melalui uretra ke kandung kemih
- jarum yang ditusukkan melalui dinding perut ke kandung kemih (aspirasi jarum suprapubik).

Tes Fungsi Ginjal
Fungsi ginjal bisa dinilai melalui analisa darah dan urin.
Laju penyaringan ginjal bisa diperkirakan dengan cara mengukur kreatinin serum.
Kadar urea nitrogen darah juga bisa menunjukkan fungsi ginjal.
Creatinine clearance adalah tes yang lebih akurat, yang menggunakan suatu rumus yang menghubungkan kadar serum kreatinin dengan usia, berat badan dan jenis kelamin.

Foto polos abdomen dapat memperlihatkan ukuran dan letak ginjal, tetapi kedua hal tersebut biasanya akan terlihat lebih baik pada pemeriksaan USG.
Urografi intravena adalah suatu teknik rontgen yang digunakan untuk menampilkan ginjal dan saluran kemih bagian bawah.
Suatu zat radioopak disuntikkan melalui pembuluh vena. Zat tersebut akan terdapat dalam ginjal biasanya dalam waktu kurang dari 5 menit. Kemudian dilakukan pemotretan, yang hasilnya akan menunjukkan gambaran ginjal serta perjalanan zat radioopak ke dalam kandung kemih.
Jika ginjal tidak berfungsi dengan baik, maka urografi intravena tidak akan memberikan hasil yang baik, karena ginjal tidak dapat mengkonsentrasikan zat radioopak di dalam ginjal.

Sebagai efek samping dari penyuntikan zat radioopak, terjadi gagal ginjal akut pada 1 dari 200 kasus. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi resikonya lebih tinggi pada:
- usia lanjut atau memiliki riwayat gangguan ginjal
- diabetes melitus
- dehidrasi
- mieloma multipel.
Kepada orang-orang tersebut, sebelum zat radioopak disuntikkan, diberikan cairan infus dan dosis yang rendah. Atau sebagai pilihan, kadang digunakan pemeriksaan CT scan.

Sistogram adalah suatu gambaran rontgen dari kandung kemih, yang diperoleh melalui urografi intravena.
Sistogram retrograd diperoleh dengan cara memasukkan zat radioopak melalui uretra, sehingga didapat gambaran yang lebih jelas mengenai kandung kemih dan uretra.
Foto rontgen diambil sebelum, selama dan sesudah berkemih.

Pada urografi retrograd, zat radioopak dimasukkan melalui kateter ke dalam ureter. Dengan teknik ini akan diperoleh gambaran yang jelas dari kandung kemih, ureter dan ginjal bagian bawah, jika urografi intravena gagal.
Urografi retrograd juga bisa digunakan untuk menemukan adanya penyumbatan ureter atau untuk menilai seseorang yang alergi terhadap zat radioopak intravena.
Kerugian dari teknik ini adalah resiko terjadinya infeksi dan perlu dilakukan pembiusan.

USG menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran struktur anatomi ginjal. Teknik ini sederhana, tidak menimbulkan nyeri dan aman.
USG bisa digunakan untuk:
- Mempelajari ginjal, ureter dan kandung kemih; dengan gambaran yang baik meskipun ginjal tidak berfungsi baik.
- Mengukur laju pembentukan urin pada janin yang berumur lebih dari 20 minggu dengan cara mengukur perubahan volume kandung kemih. Dengan demikian bisa diketahui fungsi ginjal janin.
- Pada bayi baru lahir, USG merupakan cara terbaik untuk mengetahui adanya massa di dalam perut, infeksi saluran kemih dan kelainan bawaan pada sistem kemih.
- Memperkirakan ukuran ginjal dan mendiagnosis sejumlah kelainan ginjal, termasuk perdarahan ginjal.
- Menentukan lokasi yang terbaik guna mengambil contoh jaringan untuk keperluan biopsi.
USG merupakan metode diagnostik terbaik untuk penderita gagal ginjal stadium lanjut, yang ginjalnya tidak dapat mengambil atau mentolerir zat radioopak.
Kandung kemih yang terisi dengan urin bisa terlihat dengan jelas pada USG. USG juga dapat digunakan untuk mendeteksi tumor kandung kemih, tetapi hasilnya lebih baik jika digunakan CT scan.

CT Scan merupakan pemeriksaan yang lebih mahal dibandingkan dengan USG dan urografi intravena, tetapi mempunyai beberapa keuntungan:
- C T scan dapat membedakan struktur padat dengan cairan, sehingga sangat berguna dalam menilai jenis dan luasnya tumor ginjal atau massa lainnya yang menyebabkan perubahan pada saluran kemih. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, bisa disuntikkan zat radioopak melalui pembuluh vena.
- CT scan dapat membantu menentukan penyebaran tumor ke luar ginjal.
- Campuran air dan zat radioopak yang dimasukkan ke dalam kandung kemih selama pemeriksaan CT scan dapat dengan jelas menggambarkan tumor kandung kemih.

Pada angiografi disuntikkan zat radioopak ke dalam arteri. Angiografi merupakan pemeriksaan yang paling invasif dan hanya dilakukan pada keadaan tertentu, misalnya untuk menilai aliran darah ke ginjal.
Komplikasi dari angiografi adalah cedera pada arteri dan organ di sekitarnya, reaksi terhadap zat radioopak serta perdarahan.

Venografi adalah suatu rontgen vena yang menggunakan zat radioopak.
Jarang terjadi komplikasi dan biasanya hanya terbatas pada perembesan darah serta zat radioopak di sekitar tempat penyuntikan. Bisa terjadi reaksi alergi terhadap zat radioopak.

MRI scan dapat memberikan informasi mengenai massa ginjal yang tidak dapat ditampilkan oleh teknik lainnya. Bentuk suatu tumor dapat digambarkan secara 3 dimensi. Massa padat dapat dibedakan dari massa berrongga (kista), cairan di dalam kista bisa dibedakan antara perdarahan dengan infeksi.
MRI juga memberikan gambaran yang sempurna dari pembuluh darah dan struktur di sekitar ginjal. Tetapi endapan kalsium dan batu ginjal akan lebih jelas terlihat pada CT scan.

Contoh Sel & Jaringan
Pada biopsi ginjal, diambil contoh jaringan ginjal dan diperiksa dengan mikroskop. Biopsi dilakukan untuk memperkuat diagnosis dan untuk menilai hasil pengobatan.
Biopsi jarum (memasukkan sebuah jarum melalui kulit) seringkali merupakan bagian dari penilaian pada gagal ginjal dan biopsi ginjal yang dicangkokkan seringkali dilakukan untuk mencari tanda-tanda penolakan.

Sitologi urin merupakan pemeriksaan mikroskopik terhadap sel-sel di dalam urin. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendiagnosis kanker saluran kemih.
Sitologi urin juga dilakukan sebagai skrining (penyaringan) kanker pada orang-orang berresiko tinggi (misalnya perokok, pekerja petrokimia dan penderita perdarahan tanpa rasa nyeri).
Untuk penderita yang telah menjalani pengangkatan tumor kandung kemih ataupun tumor ginjal, sitologi dilakukan untuk evaluasi follow-up.

Sumber: Medicastore

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Mon Jul 19, 2010 10:52 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 5009
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Thu Apr 22, 2010 1:43 pm

I V P ( INTRAVENOUS PYELOGRAFI )
Pemeriksaan ini menggunakan media kontras yang disuntikkan melalui akses vena, biasanya didaerah lengan. Media kontras yang berbahan yodium biasanya digunakan dari golongan non ionik dan larut dalam air serta mempunyai tekanan osmolaritas rendah dibanding tekanan osmolaritas darah.
Pemeriksaan ini memerlukan persiapan minimal sehari sebelum dilakukan pemeriksaan dengan pengaturan pola makan serta pemberian obat pencahar. Disamping itu juga perlu diperiksa keadaan fungsi ginjal terlebih dahulu melalui test darah, bila kadar kreatinin dalam darah >2 mg/dl, maka pemeriksaan ini harus ditunda atau ditiadakan. Selesai pemeriksaan maka pasien dianjurkan untuk banyak minum air biasa, yang berguna untuk mempercepat pengeluaran kontras melalui urine.

Beberapa indikasi untuk pemeriksaan ini adalah:
1. Adanya batu ginjal.
2. Infeksi pada sistim filtrasi ginjal ( pyelonephritis ).
3. Adanya darah dalam urine.
4. Adanya dugaan tumor pada saluran kencing.
5. Dan lain lain.

Sumber: Bunga Rampai Masalah Kesehatan Iluni FK 1983

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Mon Jul 19, 2010 10:52 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 5009
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Thu Apr 22, 2010 1:47 pm

DIALISA / CUCI DARAH
Dialisa adalah proses pembuangan limbah metabolik dan kelebihan cairan dari tubuh.

Ada 2 metode dialisa, yaitu hemodialisa dan dialisa peritoneal.
Pada hemodialisa, darah dikeluarkan dari tubuh penderita dan dipompa ke dalam mesin yang akan menyaring zat-zat racun keluar dari darah dan kemudian darah yang sudah bersih dikembalikan lagi ke dalam tubuh penderita. Jumlah total cairan yang dikembalikan dapat disesuaikan.
Pada dialisa peritoneal, cairan yang mengandung campuran gula dan garam khusus dimasukkan ke dalam rongga perut dan akan menyerap zat-zat racun dari jaringan. Cairan tersebut kemudian dikeluarkan lagi dan dibuang.


ALASAN DILAKUKANNYA DIALISA
Dialisa dilakukan jika gagal ginjal menyebabkan:
- Kelainan fungsi otak (ensefalopati uremik)
- Perikarditis (peradangan kantong jantung)
- Asidosis (peningkatan keasaman darah) yang tidak memberikan respon terhadap pengobatan lainnya
- Gagal jantung
- Hiperkalemia (kadar kalium yang sangat tinggi dalam darah).

Dialisa banyak digunakan sebagai pencegahan pada gagal ginjal akut yang pembentukan kemihnya sangat sedikit dan dilanjutkan sampai pemeriksaan darah menunjukkan bahwa fungsi ginjal telah kembali.
Pada gagal ginjal kronis, dialisa dilakukan jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ginjal tidak mampu membuang limbah metabolik atau jika penderita tidak dapat lagi melakukan kegiatannya sehari-hari.

Frekuensi dialisa bervariasi, tergantung kepada banyaknya fungsi ginjal yang tersisa, tetapi sebagian besar penderita menjalani dialisa sebanyak 3 kali/minggu.
Program dialisa dikatakan berhasil jika:
- penderita kembali menjalani hidup normal
- penderita kembali menjalani diet yang normal
- jumlah sel darah merah dapat ditoleransi
- tekanan darah normal
- tidak terdapat kerusakan saraf yang progresif.

Dialisa bisa digunakan sebagai pengobatan jangka panjang untuk gagal ginjal kronis atau sebagai pengobatan sementara sebelum penderita menjalani pencangkokan ginjal.
Pada gagal ginjal akut, dialisa dilakukan hanya selama beberapa hari atau beberapa minggu, sampai fungsi ginjal kembali normal.
Dialisa juga bisa digunakan untuk membuang obat tertentu atau racun dari tubuh.


PERMASALAHAN
Penderita yang menjalani dialisa memerlukan makanan dan obat khusus.
Nafsu makan penderita menurun dan terjadi kehilangan protein selama dialisa peritoneal, karena itu penderita biasanya memerlukan diet tinggi protein (secara kasar sebanyak 1 gram/kg BB).

Asupan natrium dan kalium harus dibatasi sampai 2 gram/hari. Asupan makanan kaya fosfat juga harus dibatasi.
Asupan cairan pada penderta yang memiliki kadar natrium rendah harus dibatasi.
Sangat penting untuk melakukan penimbangan berat badan setiap hari.
Penambahan berat badan yang berlebihan menunjukkan terlalu banyaknya asupan cairan.

Multivitamin dan tambahan zat besi perlu diberikan untuk menggantikan zat gizi yang hilang pada proses dialisa.
Penderita yang menjalani dialisa dan menerima banyak transfusi darah seringkali mendapatkan terlalu banyak zat besi karena darah mengandung sejumlah besar zat besi. Karena itu penderita tidak mendapatkan tambahan zat besi.
Untuk merangsang pembentukan se darah merah bisa diberikan hormon (testosteron atau eritropoietin).
Pengikat fosfat (misalnya kalsium karbonat atau kalsium asetat) diberikan untuk membuang kelebihan fosfat.

Kadar kalsium darah yang rendah atau penyakit tulang hiperparatiroid yang berat diobati dengan kalsitriol (salah satu bentuk vitamin D) dan tambahan kalsium.
Pada penderita gagal ginjal sering dijumpai tekanan darah tinggi. Pada 50% penderita, hal ini bisa diatasi secara sederhana dengan membuang sejumlah cairan selama dialisa. Sedangkan pada penderita lainnya perlu diberikan obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah.


HEMODIALISA
Hemodialisa adalah suatu prosedur dimana darah dikeluarkan dari tubuh penderita dan beredar dalam sebuah mesin diluar tubuh yang disebut dialyzer.
Prosedur ini memerlukan jalan masuk ke aliran darah. Untuk memenuhi kebutuhan ini, maka dibuat suatu hubungan buatan diantara arteri dan vena (fistula arteriovenosa) melalui pembedahan. Pada hemodialisa, darah penderita mengalir melalui suatu selang yang dihubungkan ke fistula arteriovenosa dan dipompa ke dalam dialyzer. Untuk mencegah pembekuan darah selama berada dalam dialyzer maka diberikan heparin.

Di dalam dialyzer, suatu selaput buatan yang memiliki pori-pori memisahkan darah dari suatu cairan (dialisat) yang memiliki komposisi kimia yang menyerupai cairan tubuh normal.
Tekanan di dalam ruang dialisat lebih rendah dibandingkan dengan tekanan di dalam darah, sehingga cairan, limbah metabolik dan zat-zat racun di dalam darah disaring melalui selaput dan masuk ke dalam dialisat. Tetapi sel darah dan protein yang besar tidak dapat menembus pori-pori selaput buatan ini.
Darah yang telah dicuci lalu dikembalikan ke dalam tubuh penderita.

Dialyzer memiliki ukuran dan tingkat efisiensi yang berbeda-beda.
Mesin yang lebih baru sangat efisien, darah mengalir lebih cepat dan masa dialisa lebih pendek (2-3 jam, sedangkan mesin yang lama memerlukan waktu 3-5 jam).
Sebagian besar penderita gagal ginjal kronis perlu menjalani dialisa sebanyak 3 kali/minggu.

DIALISA PERITONEAL
Pada peritoneal dialisa, yang bertindak sebagai penyaring adalah peritoneum (selaput yang melapisi perut dan membungkus organ perut).
Selaput ini memiliki area permukaan yang luas dan kaya akan pembuluh darah. Zat-zat dari darah dapat dengan mudah tersaring melalui peritoneum ke dalam rongga perut. Cairan dimasukkan melalui sebuah selang kecil yang menembus dinding perut ke dalam rongga perut.
Cairan harus dibiarkan selama waktu tertentu sehingga limbah metabolik dari aliran darah secara perlahan masuk ke dalam cairan tersebut.
Kemudian cairan dikeluarkan, dibuang dan diganti dengan cairan yang baru.

Biasanya digunakan selang karet silikon yang lembut atau selang poliuretan yang berpori-pori, sehingga cairan mengalir secara perlahan dan tidak terjadi kerusakan.
Dialisa peritoneal tidak boleh dilakukan pada penderita yang:
- menderita infeksi dinding perut
- memiliki hubungan abnormal antara dada dan perut
- baru saja menjalani pencangkokkan pembuluh darah buatan di dalam perut
- memiliki luka baru di perut.

Ada beberapa teknik yang digunakan dalam dialisa peritoneal:
1. Dialisa peritoneal intermiten manual.
Merupakan teknik yang paling sederhana.
Sebuah kantong berisi cairan dipanaskan sesuai suhu tubuh, lalu cairan dimasukkan ke dalam rongga peritoneum selama 10 menit dan dibiarkan selama 60-90 menit, kemudian dikeluarkan dalam waktu 10-20 menit.
Keseluruhan prosedur memerlukan waktu sekitar 12 jam.
Teknik ini terutama digunakan untuk mengobati gagal ginjal akut.

2. Dialisa peritoneal intermiten dengan pemutar otomatis.
Bisa dilakukan di rumah penderita.
Suatu alat dengan pengatur waktu secara ototmatis memompa cairan ke dalam dan keluar dari rongga peritoneum. Biasanya alat pemutar dipasang pada waktu tidur sehingga pengobatan dijalani pada saat penderita tidur.
Pengobatan ini harus dilakukan selama 6-7 malam/minggu.

3. Dialisa peritoneal berpindah-pindah yang berkesinambungan.
Cairan dibiarkan di dalam perut dalam waktu yang lama, dan dikeluarkan serta dimasukkan lagi sebanyak 4-5 kali/hari.
Cairan dikemas dalam kantong polivinil klorida yang dapat dikembangkempiskan. Jika kosong, kantong ini bisa dilipat tanpa harus melepaskannya dari selang.
Biasanya cairan harus diganti sebanyak 3 kali, dengan selang waktu 4 jam atau lebih. Setiap pergantian memerlukan waktu 30-45 menit.

4. Dialisa peritoneal yang dibantu oleh pemutar secara terus menerus.
Teknik ini menggunakan pemutar otomatis untuk menjalankan pergantian singkat selama tidur malam, sedangkan pergantian yang lebih lama dilakukan tanpa pemutar pada siang hari.
Teknik ini mengurangi jumlah pergantian di siang hari tetapi pada malam hari penderita tidak dapat bergerak secara leluasa karena alatnya tidak praktis.

Komplikasi Dialisa Peritoneal
1. Perdarahan di tempat pemasangan selang atau perdarahan di dalam perut
2. Perforasi organ dalam pada saat memasukkan selang
3. Kebocoran cairan di sekitar selang atau ke dalam dinding perut
4. Penyumbatan aliran cairan oleh bekuan darah
5. Infeksi, baik pada peritoneum maupun di kulit tempat selang terpasang (menyebabkan terbentuknya abses). Infeksi biasanya terjadi karena prosedur dialisa yang kurang steril. Untuk mengatasi infeksi diberikan antibiotik.
6. Hipoalbuminemia
7. Sklerosis peritonealis (pembentukan jaringan parut di peritoneum), yang mengakibatkan penyumbatan parsial usus halus
8. Hipotiroidisme
9. Hiperglikemia, sering terjadi pada penderita kencing manis
10. Hernia perut dan selangkangan
11. Sembelit.

Sumber: Medicastore

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 5009
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Thu Apr 22, 2010 1:50 pm

MUI HARAMKAN DONOR ORGAN DARI PENDONOR HIDUP
Rabu, 28/07/2010 10:00 WIB Vera Farah Bararah - detikHealth
Jakarta, Keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharamkan donor organ dari pendonor yang masih hidup bisa mengancam kelangsungan hidup penderita gagal ginjal yang kebanyakan mendapat donor dari manusia hidup. MUI dalam jumpa pers Selasa malam (27/7/2010) hanya membolehkan pengambilan organ setelah si pendonor dinyatakan meninggal. Penerima donor pun menurut MUI baru bisa dilakukan jika pasien berada dalam keadaan kritis.

Sementara kondisi yang terjadi di dunia medis saat ini kebutuhan akan donor ginjal terus meningkat. Antrean untuk menerima donor ginjal sangat panjang yang saking lamanya menunggu donor ginjal banyak pasien yang tidak terselamatkan. Akhirnya keluarga pasien atau pendonor ginjal saat ini banyak dari pendonor yang masih hidup yang bersedia memberikan donor ginjal dengan berbagai alasan. Seperti diketahui, manusia memiliki dua buah ginjal sehingga jika hanya satu ginjal yang didonorkan, maka ia masih memiliki satu ginjal yang masih bisa bekerja.

Ilmuwan juga sudah membuktikan donor organ ginjal dari orang yang masih hidup dan sehat tidak memberikan efek yang signifikan dalam mempercepat kematian si pedonor ginjal atau hati. Asalkan pedonor tersebut memperhatikan kesehatannya dan menjalani pola hidup sehat. "Saya tidak setuju jika semua donor organ dari manusia hidup diharamkan, karena tujuan dari donor organ ini adalah untuk menolong orang lain," ujar dr Kartono Mohammad, saat dihubungi detikHealth, Rabu (28/7/2010).

dr Kartono bercerita dulu saat Kyai Ali Yafie menjabat sebagai ketua MUI, beliau setuju dengan donor organ dari manusia hidup dengan beberapa catatan.
Tapi lanjut dr Kartono, kalau memang sekarang diharamkan, maka penderita gagal ginjal yang miskin akan terancam meninggal, sementara penderita gagal ginjal yang kaya bisa melakukan transplantasi ginjal di luar negeri. "Jadi bagi orang yang memang memerlukan transplantasi organ baik karena gagal ginjal atau gagal hati, terpaksa harus dilakukan di luar negeri karena disini tidak bisa," ungkap dokter yang pernah menjabat sebagai ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

dr Kartono menilai donor organ yang legal sebenarnya bisa saja dilakukan untuk tujuan kemanusiaan. Namun dia mengaku tidak dalam kapasitas untuk setuju keputusan MUI tersebut. "Apakah perlu dilakukan kajian lagi atau tidak, saya tidak mau komentar karena saya hanya bisa bicara dari sisi kemanusiaan," katanya.


PENDONOR ORGAN DI INDONESIA CENDERUNG KOMERSIIL
Selasa, 16/02/2010 14:30 WIB Nurul Ulfah - detikHealth
Jakarta, Tidak seperti di negara lain seperti Singapura atau China yang transplantasi organ berkembang sangat pesat, hingga saat ini Indonesia masih belum punya badan atau organisasi khusus yang memfasilitasi donor organ. Alasan takut dikomersialisasikan atau disalahgunakan, faktor kultur dan agama juga masih harus dipertimbangkan jika ingin mendirikan badan khusus untuk donor organ di Indonesia.

Beberapa orang Indonesia percaya bahwa jasad orang yang sudah meninggal harus dikubur atau dikremasi dalam keadaan utuh sehingga tidak boleh dipisahkan dari tubuhnya. "Aspeknya tidak sederhana, ada budaya, etika dan religius. Itulah uniknya Indonesia, tidak sebebas di negara-negara lain," kata Dr Dante Saksono H SpPD, PhD saat dihubungi detikHealth, Selasa (16/2/2010).

Menurut dr Dante, di Indonesia undang-undang tentang praktek donor organ sudah ada di UU kesehatan, tapi tidak diatur secara spesifik. "Mungkin yang harus digalakkan adalah sosialisasinya," kata dokter yang juga anggota Persatuan Dokter Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Beberapa orang mempunyai anggapan bahwa memberikan organ dianggap sebagai langkah cepat dan instan untuk mendapatkan uang. Padahal yang harus diketahui pendonor organ adalah mereka tidak akan mendapatkan imbalan apapun jika memberikan organnya. Alhasil, praktik penjualan organ terselubung pun bermunculan.

"Beberapa orang datang ke saya untuk memberikan organnya tapi mereka datang dengan minta imbalan uang. Padahal tidak akan ada kompensasi apapun yang diterima pendonor jika ia memberikan organ tubuhnya," jelas Dr Dante. Organ yang paling banyak didonorkan seseorang antara lain yaitu kornea, ginjal, hati, sumsum tulang belakang dan pankreas.

Menurut dr Dante, donor mati masih lebih banyak jumlahnya daripada donor hidup, terutama untuk organ kornea matanya. Meski sudah mendapat donor yang cocok, penerima harus menyiapkan dana untuk operasi transplantasinya yang mencapai ratusan juta rupiah. Tapi untuk transplantasi kornea tidak akan semahal itu.

Prosedur transplantasi organ antara lain meliputi:
1. Screening untuk melihat kemungkinan cocok tidaknya atau ada tidaknya penolakan organ
2. Persiapan operasi transplantasi dengan teknik yang berbeda-beda
3. Evaluasi kualitas organ setelah organ masuk dan tertanam dalam tubuh resipien (penerima)

"Pada dasarnya seluruh organ memiliki kemampuan untuk menolak organ asing dalam tubuhnya. Oleh karena itu setelah operasi transplantasi, biasanya pasien akan diberi obat anti penolakan selama beberapa hari hingga beberapa bulan. Jika tubuh sudah bisa menyesuaikan dengan organ barunya, pemberian obat pun dihentikan," tuturnya.(fah/ir)

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Wed Jul 28, 2010 10:19 am; edited 3 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 5009
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Thu Apr 22, 2010 1:53 pm

INGIN DONOR ORGAN? KELUARGA WAJIB SETUJU
Selasa, 16/02/2010 13:40 WIB
Jakarta, Menyumbangkan organ tubuh untuk orang lain memang tindakan yang sangat mulia. Tapi sayangnya tidak semua orang setuju dengan tindakan tersebut, terutama keluarga. Keputusan untuk menjadi donor organ adalah sebuah keputusan yang membutuhkan keberanian. Apalagi masalah norma, etika dan budaya masih sangat kental di Indonesia.

Jika Anda berniat mendonorkan organ tubuh setelah meninggal dunia atau masih hidup, pastikan hal itu didukung sepenuhnya oleh keluarga. Meskipun sudah membuat surat penyataaan mendonor tapi jika tidak disetujui keluarga, dokter tidak akan bisa mengambil organ Anda. Organ tubuh yang bisa didonorkan adalah jantung, kornea mata, ginjal, pankreas dan liver (hati) jika seseorang sudah meninggal. Dari sisi medis yang harus diperhatikan organ tersebut harus sehat.

"Meskipun seseorang sudah bikin testimoni untuk mendonor, belum tentu keluarganya mengizinkan. Masalah norma masih menjadi hambatan di kita," ujar Dr Dante Saksono H SpPD, PhD saat dihubungi detikHealth, Selasa (16/2/2010). Langkah-langkah menjadi seorang pendonor organ sebenarnya sangat sederhana, yang dibutuhkan hanya keyakinan yang kuat dan izin dari keluarga. Seperti dikutip dari Streetdirectory, Selasa (16/2/2010), berikut langkah-langkahnya :

Langkah 1: Pastikan Anda benar-benar mau menjadi pendonor organ
Pendonor organ harus benar-benar yakin apakah ia mau mendonorkan organnya atau tidak, tidak boleh ada pengaruh orang lain. Untuk menjadi pendonor, usia bukanlah halangan. Ada seorang pria berusia 90 tahun yang masih bisa mendonorkan liver (hati) dan seorang berusia 102 tahun yang mendonorkan kornea matanya karena organnya masih bagus.

Langkah 2: Daftarkan diri sebagai pendonor
Di Kanada dan negara-negara maju, prosedur pendaftaran untuk donor organ atau jaringan berbeda-beda tiap daerah. Beberapa daerah ada yang menggunakan kartu donor, kartu kesehatan atau lisensi menyetir. Beberapa lainnya ada yang sudah terkomputerisasi. Jika ingin mendonorkan mata bisa melalui Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI). Hingga saat ini belum ada sebuah organisasi atau yayasan yang khusus memfasilitasi donor organ karena takut disalahgunakan. Cara mendaftar sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu lama. "Jika ingin mendonorkan kornea mata misalnya, pertama-tama kornea mata akan diperiksa oleh dokter mata. Lalu pendonor harus mengisi formulir khusus yang berisi syarat-syarat tertentu dengan didampingi saksi," tutur dokter yang juga anggota Persatuan Dokter Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Setelah itu baru dicarikan resipien (penerima) organ yang kira-kira cocok.

Langkah 3: Katakan keinginan pada keluarga
Setelah benar-benar yakin, katakan pada keluarga mengapa Anda ingin menjadi pendonor organ atau jika Anda ingin mendonorkan organ orang yang Anda cintai, diskusikan terlebih dahulu dengan pasangan atau orang terdekat Anda.

Langkah 4: Minta dukungan keluarga
Jika Anda tiba-tiba meninggal dunia karena kecelakaan atau penyakit, keluargalah yang akan mengurus keperluan donor organ. Dokter tidak akan mengambil organ atau jaringan tanpa izin dari keluarga pendonor meskipun Anda sudah mendaftar menjadi seorang pendonor. Itulah mengapa diskusi dengan keluarga bagian penting dalam proses donor organ.

Mendonorkan organ akan membuat Anda atau keluarga dikenang terus selamanya. Anda juga akan memiliki kepuasan karena telah membuat seseuatu yang berarti untuk hidup orang lain yang tidak Anda kenal sebelumnya, sebuah hadiah yang benar-benar tulus tanpa imbalan.(gst/ir)

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 8:56 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 5009
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Thu Apr 22, 2010 1:56 pm

HIPERTENSI TERKONTROL SELAMATKAN GINJAL
SIMPOSIA - Edisi Juli 2007 (Vol.6 No.12) Farmacia
Penyakit ginjal kronik kini telah menjadi persoalan serius kesehatan masya­rakat di dunia. Menurut WHO (2002) dan Global Burden of Disease (GDB), penyakit ginjal dan saluran kemih telah menyumbang 850 000 kematian setiap tahunnya, hal ini berarti meduduki peringkat ke 12 tertinggi angka kematian atau peringkat tertinggi ke 17 angka kecacatan. Saat ini terdapat satu juta penduduk dunia yang sedang menjalani terapi pengganti ginjal dan angka ini terus bertambah sehingga diperkirakan pada 2010 terdapat dua juta orang yang menjalani terapi ginjal. Hal tersebut disampaikan Dr, I Gde Raka Widiana SpPD-KGH, dari Divisi Ginjal dan Hipertensi, Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK Universitas Udayana/RS Sang­lah, pada JNHC 2007 di Hotel Borobudur, Jakarta, 18-19 Mei lalu.

Menurut I Gde Raka Widiana pada makalahnya mengatakan bahwa Angka prevalensi ini diperkirakan lebih tinggi dari yang dilaporkan. Hipertensi berperan terhadap meningkatnya insiden penyakit ginjal kronik. Berdasarkan data penelitian dari beberapa negara menunjukan bahwa hipertensi dan diabetes melitus menyumbang sekitar 50 persen pada penyakit gagal ginjal kronik.

Ginjal memiliki kemampuan autoregulasi renal, dimana ginjal dapat mempertahankan aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerulus yang relatif konstan pada tekanan arteri sekitar 80-160 mm Hg. Proses ini berkaitan dengan mekanisme intristik ginjal yang terdiri dari reflek miogenik aferen dan eferen, dan mekanisme tubuloglomerular feedback. Reflek miogenik yang terjadi pada arteriola aferen menyebabkan pembuluh darah ini me­ngalami konstriksi atau dilatasi sebagai respon dari perubahan tekanan intraluminal. Bila tekanan darah intraluminal meningkat akan menyebabkan vasokonstriksi arteriola aferen, sedangkan bila tekanan darah menurun akan berakibat vasodilatasi arteriola aferen. Mekanisme tubuloglomer feedback berfungsi mendukung makanisme refleks miogenik yang berespon terhadap perubahan kadar da­lam tubulus distalis. Selain itu vaso­kon­striksi eferen yang dimediasi oleh angio­tensin II membantu mempertahankan laju filtrasi glomerulus saat tekanan perfusi gijal menurun.

Dalam kondisi normal, autoregulasi dengan vasodilatasi maksimal terjadi pada tekanan darah rerata sekitar 80 mm Hg. Sehingga dengan menurunnya tekan­an darah maka aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerulus mulai menurun. Sebaliknya, apabila tekanan arteri rerata meningkat hingga mencapai puncak kurva autoregulasi, maka akan terjadi transmisi langsung dari tekanan darah sistemik ke dalam sirkulasi glomerulus. Meningkatnya tekanan intraglomeruler menyebabkan mikroalbuminuria, cedera glomerulus dan menurunnya fungsi ginjal dengan cepat.

Pada hipertensi kronik, arteri kecil di hinjal seperti arteriola aferen, mengalami perubahan patologik yang merubah ke­mampuan autoregulasi ginjal. Mula-mula arteriola aferen ini mengalami disfungsi endotel yang menyebabkan gangguan respon vasodilatasi. Melanjutnya terjadi perubahan histologik berupa arterioskleorosis hialin hyperplasia miointimal. Secara fungsional perubahan ini ditandai dengan bergesernya kurvai autoregulasi ke ka­nan. Perubahan struktur pembuluh darah ginjal nulanya memberi efek protektif, na­mun lambat laun peyempitan lumen pembuluh darah preglomeruler akan menyebabkan iskemia dan atrofi tubuler serta fibrosis interstitial. Dengan berlanjutnya cedera ginjal, kapasitas autoregulasi juga mengalami gangguan yang berdampak tekanan darah intraglomeruler mengalami variasi sesuai dengan perubahan tekanan sistemik. Skema autoregulasi yang semula berbentuk sigmoid berubah menjadi kurva yang lebih linear. Gangguan autoregulasi ini dapat menjelaskan me­ngapa pasien dengan hipertensi kronik rentan terhadap menurunnya fungsi ginjal secara cepat dan dan juga dapat me­ne­rangkan mengapa pasien hipertensi dan gagal ginjal kronik cenderung mengalami peningkatan kreatinin serum ketika tekanan darah diturunkan.

Sementara, mikroalbuminuria merupakan akibat langsung dariu meningkatnya tekanan darah kapiler intraglo­me­ruler. Mikroalbuminuria dilaporkan sebagai prediktor tingginya mortalitas dan me­nurunnya fungsi ginjal pada penderita NIDDM. Sedangkan angiotensi II berpe­ran pada aspek hemodinamik dan non hemodinamik dalam progresi penyakit ginjal. Hal ini sesuai dengan fakta bahwa blokade sistem renin angiotension (RAS) menghasilkan efek renoprotektif.

Penanggulangan hipertensi sekaligus mencegah progresifitas gagal ginjal. Dari penelitian AIPRI, REIN trial, RENAAL dan IDNT pemberian penghambat ACE dan Penghambat reseptor AT2 tipe 1 menghasilkan efek renoprotektif yang bersifat independen disertai penurunan tekanan darah. Pada penelitian lain juga menunjukan bahwa penghambat ACE secara efektif menurunkan risiko outcome renal. Terapi penghambat ACE yang diberikan kepada 267 subyek hipertensi, diabetes melitus dengan mikro atau makroalbuminuria, atau semua subyek yang me­ngalami makroalbuminuria selama 3,39 tahun untuk mencapai target tekanan darah yang diinginkan. Dilaporkan albuminuria menurun dan laju filtrasi glomerulus stabil atau membaik selama terapi. Angka kematian alamiah menurun sekitar 50 persen (p = 0,0012), kematian ginjal menurun sebanyak 57% (p=0,038), dan kematian nonrenal menurun sekitar 46% (p= 0,085). tidak tampak manfaat yang nyata pada subyek disertai albuminuria nyata atau yang memiliki laju filtrasi glomerulus kurang dari 60 ml/min. Pada penelitian tersebut, 13 kematian renal dan 10 kematian nonrenal telah dicegah, dengan number needed to treat (NNT) untuk mencegah satu kejadian terminal hanya 11,6.

The Joint National committee VII, me­ng­anjurkan target penurunan tekanan da­rah yang perlu dicapai pada penyakit ga­gal ginjal kronik adalah kurang dari 130/­80 mm Hg. Saat ini terdapat obat go­long­an penghambat ACE dan ARB yang terbukti menghasilkan efek perlindungan ginjal yang terlepas dari pengaruh penurunan tekanan da­rah. Meningkatnya kadar kreatinin se­rum dapat terjadi selama terapi de­ngan peng­hambat ACE, namun pening­ka­tannya tidak lebih dari 35 % di atas kreatinin awal, dan masih bisa ditoleransi dan bukan menjadi alasan untuk meng­hen­tikan terapi, kecuali terjadi hyperkale­mia. Dengan memburuknya penyakit ginjal diperlukan terapi kombinasi dengan loop diuretics.

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Sun Jul 25, 2010 5:40 pm; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 5009
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Thu Apr 22, 2010 2:00 pm

ASAL MULA CUCI DARAH DAN CANGKOK GINJAL
Rabu, 15 Oktober 2008 | 08:40 WIB
Kompas.com - GINJAL buatan atau mesin cuci darah (dialysis machine-red) yang menolong jutaan penderita gangguan dan gagal ginjal, ditemukan oleh pria Belanda Willem Kolf (1911) semasa Perang Dunia II dengan uji coba pertama dilakukan tahun 1943. Demi pengabdian kepada kemanusiaan, Kolff menolak untuk mengajukan paten atas temuan mesin cuci darah. Kolff akhirnya hijrah ke Amerika Serikat tahun 1950 dan melanjutkan penelitian pengembangan mesin jantung buatan di rumah barunya di Cleveland Clinic Foundation.

Asal mula eksperimen transplantasi ginjal dilakukan di Prancis tahun 1909 dengan meng ganti ginjal manusia yang rusak dengan ginjal hewan. Namun, tidak ada penerima transplantasi ginjal yang selamat. Demikian pula sebelum para peneliti mengenal kecocokan jaringan tubuh, jenis golongan darah dan kekebalan tubuh, upaya transplantasi ginjal dari manusia ke manusia juga tetap gagal memberikan hasil. Perlahan tetapi pasti, para ilmuwan mendapati tubuh manusia selalu menolak bagian tubuh yang bukan berasal dari dirinya sehingga harus dicari jalan untuk mengatasi hal itu.

Akhirnya di tahun 1947, Charles Hufnagel (1916-1918) seorang ahli bedah di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, menc oba menanam ginjal dari orang yang baru meninggal di tubuh seorang perempuan yang menderita penyakit ginjal akut dan didiagnosa nyawanya hanya bertahan beberapa jam lagi. Ginjal dari donor ditanam di bagian tangan pasien perempuan yang kondisinya terlalu lemah untuk dibawa ke kamar operasi. Operasi dilakukan di kamar pasien dengan pencahayaan minim.

Namun, akhirnya operasi membuahkan hasil karena ginjal donor mulai bekerja sesaat setelah disambungkan ke aliran darah tubuh pasien. Meski pun, ginjal donor akhirnya tidak berfungsi setelah beberapa hari kemudian, tenggang waktu itu memungkinkan ginjal asli si pasien untuk pulih kembali seperti sediakala!

Upaya transplantasi ginjal manusia yang berhasil sempurna, dilakukan dokter Joseph Murray (1919) pada tanggal 23 Desember 1954, di Rumah Sakit Peter Brigham di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat . Murray mengambil ginjal dari Ronald Herrick dan menanamkan kepada saudara kembar identiknya, Richard.

Upaya tersebut memperpanjang usia Richard hingga delapan tahun dan Ronald masih hidup hingga kini. Atas jasanya, Dokter Murray akhirnya diganjar hadiah Nobel bidang Fisiologi atau Medis di tahun 1990. (Iwan Santosa disarikan dari The Book of Origins, Plume Book, England 2007)

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Sat Jul 24, 2010 11:12 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
gitahafas
Moderator
Moderator


Number of posts: 5009
Age: 52
Location: Jakarta
Registration date: 2008-09-30

PostSubject: Re: Kesehatan Saluran Kemih   Thu Apr 22, 2010 2:05 pm

TRANSPLANTASI GINJAL
RACIKAN KHUSUS - Edisi April 2007 (Vol.6 No.9) - Farmacia
Penyakit ginjal kronik yang sudah masuk stadium 5 dengan gejala dan tanda uremia memerlukan terapi pengganti ginjal, seperti dialisis atau transplantasi. Dialisis terdiri dari hemodialisis dan dialisis peritoneal. Dialisis peritoneal dilakukan dengan menggunakan peritoneum sebagai membran semipermeabel. Darah yang mengalir pada pembuluh di peritoneum dialirkan dengan cairan dialisat di kavum Douglasi dan diharapkan akan terjadi ultrafiltrasi.
Sedangkan hemodialisis secara langsung mengalirkan darah pembuluh ke dalam mesin untuk disaring dengan membrane dan cairan dialisat.

Dialisis peritoneal merupakan teknik yang masih dipakai di beberapa rumah sakit karena tidak membutuhkan peralatan canggih seperti hemodialisis, dengan biaya yang relatif murah. Namun, tidak semua kasus dapat diatasi dengan dialisis peritoneal. Terapi ini terutama digunakan untuk gagal ginjal akut, pediatrik, geriatrik, atau pasien gawat darurat. Untuk kebanyakan kasus gagal ginjal, hemodialisis lebih optimal untuk dilakukan.

Dijelaskan Prof. DR. Dr. Endang Susalit SpPD-KGH, Kepala Divisi Ginjal Hipertensi FKUI/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, meski transplantasi ginjal adalah yang paling ideal, namun bukan berarti dapat dipastikan pasien langsung sembuh setelah mengalami prosedur cangkok. "Tetap diperlukan kontrol teratur dari pasien," ujar Endang. Tapi, transplantasi ginjal lebih unggul baik dari segi prosedur, kualitas hidup, ketergantungan pada fasilitas medik, dan biaya. "Pasien dengan cangkok ginjal tidak merasa lagi sakit ginjal dan dapat hidup dengan normal," ujarnya.

Transplantation The Best
Di Indonesia, transplantasi ginjal pertama kali dilakukan di RSCM tanggal 11 November 1977, yang dipimpin oleh Prof. Otta dari Tokyo dengan ginjal donor berasal dari adik pasien. DR. Dr. David Manuputty, SpB, SpU(K) mengungkapkan Prof. Otta membantu cangkok ginjal pada 2 pasien pertama di RSCM. Operasi ketiga baru dilakukan seluruhnya oleh anak bangsa. Pasien ketiga yang menerima transplantasi ginjal adalah seorang dokter yang bernama Anom pada tahun 1978. Hingga saat ini Dr. Anom masih hidup dan merupakan pasien terlama yang mengalami cangkok ginjal. "Saat menjalani operasi itu, dokter Anom baru saja lulus kuliah kedokteran," kata David. Hal ini membuktikan bahwa transplantasi ginjal merupakan terapi yang terbaik yang bisa dilakukan untuk mengatasi gagal ginjal.

Untuk pendonor, tidak ada yang perlu dikhawatirkan hidup dengan satu ginjal. "Tidak ada yang perlu ditakutkan dengan menjadi donor karena setiap orang bisa tetap hidup normal dengan satu ginjal," kata David. "Bahkan anggota TNI pun bisa tetap melakukan aktivitas seperti biasa setelah memberikan ginjalnya." Pendonor pada operasi transplantasi pertama di Indonesia tahun 1977, Luciana Tjiusnoyo, hingga saat ini masih tampak sehat dan hidup normal dengan satu ginjal. Saat itu Luci memberikan ginjalnya pada kakaknya, Fredy Tjiusnoyo. Tidak salah jika David selalu menekankan tidak ada kerugian dengan mendonorkan ginjal. Pasalnya, sejak tahun 1977 baru 500 cangkok ginjal yang telah dilakukan. Padahal, ada 70 ribu pasien gagal ginjal di Indonesia yang dapat diterapi dengan cangkok ginjal. Keterbatasan donor menjadi salah satu penyebab transplantasi sulit dilakukan. Jumlah donor di Indonesia masih sangat kecil, hanya 15 donor ginjal per tahunnya, dibandingkan dengan 2.000 kasus baru penyakit ginjal kronik tahap akhir per tahunnya.

Data di atas menggambarkan kondisi yang sama dengan apa yang dipaparkan dalam The Triennial Conference of The Asian Society of Transplantion (CAST) tahun 2005, bahwa dari kebutuhan 73 ribu ginjal di Negara berkembang hanya terpenuhi 36 persen. Sedangkan kebutuhan Negara dunia ketiga akan 350 ribu ginjal hanya terpenuhi sbanyak 1,6 persen.

The Burden of Cost
Kendala lain untuk melakukan transplantasi ginjal adalah dari sisi biaya. Cukup banyak pasien yang tidak memiliki biaya transplantasi, meski sudah ada keluarga yang mau menjadi donor.

Namun menurut Dr. Indrawati Sukadis, Koordinator Tim Transplantasi Ginjal RS Cikini, biaya transplantasi ginjal di dalam negeri lebih rendah dibandingkan di luar negeri. "Subsidi biaya operasi transplantasi dan sebagian obat imunosupresif dari ASKES meringankan beban biaya transplantasi," ujarnya. Indrawati mendapatkan kesimpulan tersebut dari penelitian yang dilakukan bersama koleganya dengan mewawancarai 20 pasien pasca transplantasi ginjal antara tahun 1996 hingga 2006. Sebanyak 15 pasien menjalani transplantasi di dalam negeri (10 orang di RS Cikini dan 5 pasien dari rumah sakit lainnya), dan 5 pasien menjalani transolantasi di luar negeri yaitu China dan Singapore. Data yang dicatat adalah total biaya transplantasi ginjal termasuk biaya persiapan, perawatan preoperative, operative, dan pasca operative, lama perawatan, dan summer donor. Namun tidak termasuk obat imunosupresif, obat induksi, obat kegawatan, dan HD bila diperlukan.

Persiapan transplantasi ginjal di RS dalam negeri berkisar dari Rp 28,5 hingga Rp 35 juta. Total biaya transplantasi di dalam negeri adalah Rp 80 hingga Rp 250 juta. Padahal untuk biaya total transplantasi di luar negeri akan menghabiskan biaya sebesar US$ 11 – 62 ribu atau sekitar Rp 100 hingga Rp 570 juta

Klasik dan Modifikasi
Pusat transplantasi ginjal di Indonesia tersebar di 11 tempat diantaranya RS Cikini tercatat telah melakukan transplantasi sebanyak 277 kali, RSCM 35 kali, RS Kariadi 48 kali, RS Gatot Subroto 49 kali, RS Sutomo 31 kali, RS Sardjito 32 kali, RS Pringhadi 2 kali.

David mengatakan, sebelum operasi harus dilakukan beberapa persiapan, yaitu evaluasi medik, etik, dan legal yang dilakukan oleh nefrologi. Selanjutnya menentukan sisi ginjal donor, dan dipilih fosa iliaka kanan resipien, kecuali terdapat kelainan pada sisi kanan. "Ginjal yang diambil untuk didonorkan adalah ginjal yang paling jelek dan paling kecil," ujar David. Pencitraan donor dilakukan dengan BNO-IVP, aortografi, arteriografi selektif, dan CT-angiografi. "CT-Angiography 3 dimensi dengan dan tanpa kontras memberikan hasil yang memuaskan dalam identifikasi batu, gambaran anatomi ginjal-collecting system dan vaskularisasi. Prosedur ini mempunyai morbiditas minimal," kata David.

Setelah ginjal diambil, harus segera dilakukan 'penanaman' pada resipien. "Bahkan dengan suhu ruang yang sudah diturunkan menjadi 4°C, metabolisme ginjal masih sepuluh persen," ujar David.

Teknik transplantasi ginjal di Indonesia awalnya dilakukan dengan menggunakan teknik klasik. "Kira-kira pada 20 kasus pertama," ujar David. Pada teknik itu, ginjal kanan disambungkan dengan iliaka kiri dan ginjal kiri dengan iliaka kanan. Anastomosis arteri terlebih dahulu. Sedangkan arteri renalis disambungkan end to end ke arteri iliaka interna dan vena renalis disambungkan end to side ke vena iliaka eksterna. "Pada teknik klasik ini harsu membongkar lebih banyak dan bukaan yang terlalu luas timbul. Efeknya, komplikasi seperti perdarahan bisa timbul," kata David.

Teknik yang banyak digunakan sekarang adalah teknik modifikasi. Ginjal kiri atau kanan disambungkan ke iliaka kanan. "Alasannya, karena pembuluh darah lebih superficial, lebih ke permukaan," kata David. Pada teknik modifikasi dilakukan vena dianastomosis lebih dahulu. Vena renalis disambungkan end to side ke vena iliaka eksterna dan arteri renalis disambungkan end to side ke arteri iliaka eksterna. Maka, teknik modifikasi lebih baik daripada teknik klasik karena waktu pengerjaan lebih singkat. "Jika operasi dimulai pukul 08.00 maka pukul 11.30 sudah selesai," kata David. Dengan teknik modifikasi akan lebih sedikit komplikasi yang terjadi, terutama hematoma.

Hematoma merupakan komplikasi yang sering terjadi. David mengatakan dari 305 operasi cangkok ginjal, hematoma terjadi pada 11 kasus atau sebesar 3,6 persen. Di urutan kedua adalah stenosis ureter sebanyak 6 kasus atau 1,5 persen. Nekrosis ureter distal sebanyak 4 kasus atau 1,2 persen, emboli paru dan stenosis arteri renalis masing-masing sebanyak 1 kasus atau 0,3 persen.

Donor Keluarga, Lebih Berhasil
Risiko pasti akan ada dalam setiap tindakan transplantasi. Dengan ditanamkan organ baru, maka akan dianggap benda asing oleh tubuh. Sistem imun membuat antibody mencoba membunuh organ baru, meski menguntungkan tubuh. Medikasi diberikan agar system imun menerima hasil tranplan dan bukan menganggapnya benda asing. Obat yang diberikan antara lain cyclosporine, tacrolimus, azathioprine, mycophenolate mofetil, prednisone, OKT3, dan antithymocyte Ig (ATGAM). Dr. Indrawati Sukadis, mengatakan, tingkat keberhasilan operasi ginjal lebih tinggi bila donor berasal dari seseorang yang memiliki pertalian darah (related donor). "Keberhasilan mencapai 90 persen," ujarnya. Menurut catatan David, 233 kasus transplantasi berasal dari donor hidup related dan 44 non-related. Dari kasus non related itu, sebanyak 6 kasus adalah donor ginjal yang berasal dari istri kepada suaminya. Sedangkan tidak ada kasus dengan donor yang berasal dari cadaver.

_________________
Don't ask what Iluni-FK'83 can do for you.
Ask what you can do for Iluni-FK'83 !


Last edited by gitahafas on Sat Jul 24, 2010 11:14 am; edited 2 times in total
Back to top Go down
View user profile
 

Kesehatan Saluran Kemih

View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 10Goto page : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10  Next

Permissions of this forum:You cannot reply to topics in this forum
Iluni-FK'83 :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN :: KESEHATAN dan ILMU KEDOKTERAN-
Post new topic   Reply to topic